Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengintegrasikan Karirhub dengan job portal swasta sebagai langkah mengurangi risiko tertipu lowongan kerja (lowker) ... [378] url asal
Istanbul (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengintegrasikan Karirhub dengan job portal swasta sebagai langkah mengurangi risiko tertipu lowongan kerja (lowker) palsu sekaligus menghemat waktu pencarian.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi dalam keterangannya yang diterima di Istanbul, Turki, Kamis, mengatakan melalui integrasi ini diharapkan masyarakat bisa mengakses lowongan dari berbagai sumber dalam satu platform, tanpa harus berpindah-pindah aplikasi atau situs.
“Karirhub menjadi pintu masuk yang memudahkan pencari kerja. Informasi lowongan kerja makin terpusat, sumbernya jelas, dan lowongan yang ditampilkan diverifikasi oleh Pusat Pasar Kerja Kemnaker agar masyarakat lebih terlindungi. Selain itu, pelamar bisa memilih jalur melamar yang paling praktis sesuai skema integrasi yang tersedia,” kata Cris.
Lebih lanjut, ia mengatakan upaya ini merupakan bagian dari penguatan layanan pasar kerja nasional melalui Karirhub.
Kerja sama dijalankan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan job portal mitra dan mulai dirintis sejak Agustus 2025.
“Kemnaker menggandeng total delapan job portal swasta untuk diintegrasikan. Hingga saat ini, empat job portal telah terhubung dan dapat diakses resmi di Karirhub, yakni HiredToday, Toploker, Redy, dan Glints. Empat job portal lainnya masih dalam tahap proses integrasi sistem,” ujar Cris.
Agar publik mudah mengenali asal informasi, lowongan dari portal mitra yang tampil di Karirhub (karirhub.kemnaker.go.id) dilengkapi penanda/logo sumber pada tampilan lowongan. Dengan begitu, pencari kerja dapat mengetahui asal informasi secara jelas saat memilih lowongan kerja.
Kemnaker, lanjut Cris, menyiapkan dua skema integrasi. Skema pertama adalah full integrasi, yaitu lowongan tampil di Karirhub dan pencari kerja bisa melamar tanpa berpindah platform.
Dengan persetujuan pengguna, data lamaran dikirimkan kepada perusahaan melalui job portal mitra, sementara proses rekrutmen mulai seleksi awal, wawancara, hingga keputusan akhir diterima atau ditolak dikelola oleh perusahaan melalui job portal mitra.
Status proses rekrutmen dapat dipantau secara otomatis melalui Karirhub. Skema full integrasi ini telah diterapkan pada job portal HiredToday.
Skema kedua adalah semi full integrasi, di mana lowongan kerja dari job portal mitra tetap ditampilkan di Karirhub, tapi pencari kerja yang ingin melamar akan diarahkan ke situs web job portal masing-masing untuk melakukan registrasi dan proses lamaran.
Pada skema ini, Karirhub berperan sebagai media publikasi lowongan kerja, sedangkan seluruh proses rekrutmen dilakukan sepenuhnya di platform job portal mitra.
Skema semi full integrasi saat ini sudah diterapkan pada Toploker, Redy, dan Glints.
Bisnis.com, SEMARANG — Dari teras rumahnya di Jalan Seruni, Semarang, Nova Sapta Aji menata ulang hidupnya. Dulu, ia pegawai kantoran yang berangkat pagi dan pulang setelah hari gelap. Kini, meja kerja di rumah berubah menjadi bengkel kecil tempat ia menerima pesanan servis elektronik.
Perubahan itu dipicu badai pemutusan hubungan kerja (PHK) pada pertengahan April 2025, beberapa hari setelah Lebaran. Perusahaan tempat Nova bekerja limbung dihantam tekanan usaha, dan manajemen memilih jalan pintas: efisiensi besar-besaran. Setelah 16 tahun bekerja, namanya masuk daftar pegawai yang harus dilepas.
Prosesnya berlangsung cepat. Nova menerima hak ketenagakerjaan berupa pesangon, surat pengalaman kerja, hingga akses pada program jaminan sosial. Begitu paklaring terbit, ia bergerak mengurus pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan.
Sebagian saldo JHT ia alokasikan untuk menutup cicilan KPR, beban terbesar yang ingin diselesaikan segera. Sisanya ia simpan dan putar kembali. Namun tumpuan utamanya adalah JKP, yang cair setiap bulan selama enam bulan. “Seperti diberi napas tambahan,” kata Nova. “Setidaknya saya punya waktu untuk berdiri lagi.”
Di bulan-bulan pertama setelah PHK, Nova belajar menata ulang ritme hidup. Pagi hari yang dulu disibukkan dengan rapat dan permintaan rekan kerja, kini digantikan bau asap solder dan suara obeng yang beradu dengan dudukan sekrup. Sebagai lulusan S-1 Teknik Elektro, dunia kabel dan rangkaian bukan barang baru baginya. Hanya saja selama 16 tahun terakhir ia menggunakannya dalam bentuk yang berbeda.
Di kantor lamanya, Nova adalah staf IT serba bisa. Ia yang dipanggil ketika Wi-Fi mendadak mati, ketika printer tak mau kompromi, ketika aplikasi kantor mogok di tengah jam sibuk. Tugasnya merentang dari mengganti toner hingga menyelamatkan server yang tiba-tiba panas. “Kalau ada yang rusak, panggil Nova,” begitu candaan yang lama-lama seolah menjadi identitas Nova di tempat kerja.
Karena itu, ketika PHK tiba, keterampilan teknis menjadi satu-satunya hal yang masih terasa utuh. Namun kemampuan itu perlu diarahkan ulang, dari pekerjaan kantoran yang ritmenya teratur menjadi usaha mandiri yang harus menjemput peluang.
Pendapatannya masih naik-turun. Kadang sehari dapat tiga order servis, kadang tak ada sama sekali. Dalam ketidakpastian itu, ada satu hal yang datang tepat waktu: notifikasi transfer Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Besaran manfaatnya sekitar 60 persen dari upah, dengan batas maksimal upah yang dihitung Rp5 juta per bulan. Dana bantuan ini cair selama enam bulan, menjadi penopang utama agar Nova bisa bertahan tanpa harus tergesa-gesa menerima pekerjaan apa saja.
Dari berkas informasi yang diberikan tim Sumber Daya Manusia (SDM) kantor lamanya, Nova mengetahui bahwa penerima JKP juga mendapat akses pelatihan dan layanan pasar kerja lewat aplikasi SIAPKerja. Awalnya ia mengunduh aplikasi itu hanya untuk memenuhi kewajiban pelaporan PHK. Namun setelah membuka menu-menunya, ia menemukan ruang yang lebih luas dari yang ia bayangkan.
Ada KarirHub berisi ribuan lowongan kerja. Ada SkillHub yang menawarkannya berbagai pelatihan, termasuk servis peralatan elektronik. Ada pula SertiHub untuk sertifikasi kompetensi. Semua itu menyatu dalam alur layanan JKP, dari asesmen diri, pelatihan, hingga pencarian kerja atau peningkatan keterampilan.
Karyawan melayani peserta di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Jakarta, Senin (19/5/2025). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
JKP memberinya waktu yang aman, SIAPKerja memberinya arah. Kini, enam bulan setelah PHK, ketika transfer JKP terakhir sudah masuk, Nova mulai merasakan pijakan yang lebih mantap. Order makin stabil, pelanggan mulai kembali, dan ia perlahan membangun tabungan. Kadang ia masih membuka SIAPKerja, bukan lagi untuk mencari lowongan, melainkan untuk memantau pelatihan baru yang bisa memperluas jasanya.
Dari teras rumahnya di Jalan Seruni, tempat ia dulu mulai menata ulang hidup, Nova tahu satu hal, yakni bahwa perjalanan barunya tidak bermula dari kekosongan, melainkan dari jeda yang memberinya kesempatan untuk memilih arah sendiri.
Gelombang Besar
Kisah Nova hanyalah satu dari ribuan cerita serupa yang muncul seiring gejolak industri beberapa tahun terakhir. Lonjakan PHK di berbagai sektor membuat program Jaminan Kehilangan Pekerjaan bukan sekadar fasilitas tambahan, tetapi menjadi penyangga hidup bagi para pekerja yang tiba-tiba kehilangan pendapatan. Data terbaru BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan skala kebutuhan itu semakin besar.
BPJS Ketenagakerjaan mencatat, sepanjang Januari–April 2025, klaim manfaat JKP yang dibayarkan mencapai Rp258,61 miliar. Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Abdur Rahman Irsyadi, menyebut angka ini sudah melampaui setengah dari total klaim JKP yang dibayarkan sepanjang 2024.
“Nominal manfaat yang dibayar sampai April 2025 sebesar Rp258,61 miliar, atau mencapai 68,3% dibandingkan total nominal manfaat selama tahun 2024,” kata Abdur.
Pada 2024, total manfaat JKP yang dibayarkan sebesar Rp378,84 miliar, meningkat dari 2023 yang sebesar Rp366,57 miliar.
Peningkatan juga tampak pada jumlah penerima. Sebanyak 52.850 pekerja mencairkan manfaat JKP pada Januari–April 2025, melonjak jauh dibanding periode yang sama tahun 2024 yang hanya 3.397 orang. Angka tersebut bahkan telah mencapai 91,42% dari total penerima JKP sepanjang 2024.
“Peningkatan signifikan penerima JKP ini terjadi pada Maret 2025. Penerima manfaat berasal dari sektor aneka industri, perdagangan dan jasa, serta industri barang konsumsi. Seluruhnya sektor-sektor yang padat karya,” ujarnya.
Dari sisi kepesertaan, jumlah peserta JKP kini mencapai 16,47 juta orang, meningkat dibanding 2024 sebanyak 14,44 juta orang. Kenaikan ini didorong implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2025 yang mengubah ketentuan PP 37/2021 tentang Penyelenggaraan Program JKP.
Meski aturan baru tersebut meningkatkan jumlah peserta, regulasi itu juga memperluas besaran manfaat JKP. Dengan tren klaim yang meningkat, kesehatan keuangan JKP per April 2025 tercatat 410,11 bulan, turun dari posisi Desember 2024 yang sebesar 523,27 bulan. Namun Abdur memastikan ketahanan dana JKP masih stabil dan terkendali.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pusat Pasar Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak kebutuhan tenaga kerja total hampir satu juga atau tetapnya sebanyak 938.353 orang tersedia pada periode Januari hingga September 2025.
Berdasarkan data terkini kondisi pasar kerja nasional periode tersebut, yang dikutip di Jakarta, Kamis, terdapat 753.500 lowongan kerja yang disampaikan secara online oleh 99.438 perusahaan.
"Sementara, kesempatan kerja baru yang terbuka pada periode September 2025 sebanyak 117.406 lowongan kerja dari 33.040 perusahaan dengan kebutuhan tenaga kerja total sebanyak 146.496 orang," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi.
Ia menilai angka ini mencerminkan kondisi pasar kerja nasional yang menunjukkan aktivitas tinggi, baik dari sisi pencari kerja maupun lowongan yang tersedia.
Cris menyebutkan kondisi pasar kerja nasional hingga akhir September 2025 terdapat 1.595 perusahaan yang menggunakan Karirhub dalam melakukan rekrutmen dengan jumlah lowongan kerja sebanyak 9.524 lowongan dan total kebutuhan tenaga kerja sebanyak 67.014 orang pekerja.
"Ada penambahan jumlah pendaftar pencari kerja pengguna Karirhub sebanyak 81.800, sehingga total pencari kerja terdaftar di tahun 2025 adalah sebanyak 660.379 orang," ujar dia.
Lebih lanjut, Cris menjelaskan total jumlah pencari kerja yang terdeteksi aktif mencari pekerjaan dalam kurun waktu enam bulan terakhir (pencari kerja aktif) pengguna Karirhub di September 2025 sebanyak 670.816 orang pencaker.
"Dalam kurun waktu tersebut terjadi transaksi lamaran kerja oleh pencari kerja sebanyak 3.028.418 kali lamaran dengan menggunakan Karirhub pada tahun 2025," kata Cris.
Sementara itu, Kepala Pusat Pasar Kerja Kemnaker Surya Lukita menambahkan pencaker terbanyak berada pada rentang usia 20-24 tahun sebanyak 29,3 persen, dengan kualifikasi pendidikan SMK (35,1 persen), SMA (31,6) dan Universitas (16,3).
"Kesempatan kerja yang terbuka paling banyak pada September adalah pekerjaan untuk jabatan operator produksi di pabrik garmen dan manufaktur sebanyak 11.144 orang di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah," ujar Surya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan sebanyak 80 ribu peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dapat mengikuti program Magang Nasional 2025 periode (batch) kedua. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, target ini menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto agar setidaknya 100 ribu fresh graduate dapat mengikuti program yang menjadi bagian dari rangkaian paket stimulus ekonomi nasional tahun ini.
“Batch pertama, kita memang buka sebanyak 20 ribu peserta. Ketika ini nanti sudah berjalan, kita akan siapkan langsung untuk batch kedua sebesar 80 ribu peserta dan kita targetkan sekitar pertengahan November itu sudah jalan,” ujar Yassierli, dikutip Selasa (14/10/2025).
Adapun periode kedua ini dimulai pada 17 November 2025, dengan target keseluruhan 100 ribu fresh graduate terserap dalam program ini.
Untuk periode kedua pendaftaran dan pelaksanaan Magang Nasional 2025, Menaker mengatakan pihaknya mendorong perluasan akses magang kepada perusahaan serta kantor kementerian, lembaga, dan badan pemerintahan pusat maupun daerah di seluruh wilayah Indonesia.
“Pada batch kedua, kita akan memperluas perusahaan yang boleh ikut berpartisipasi, serta ke kementerian, lembaga, dan badan, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah,” kata Yassierli.
Hal ini, lanjut dia, bertujuan memberikan kesempatan magang yang lebih merata dan luas, serta terdistribusi di semua provinsi bagi para lulusan sarjana dan diploma.
Sementara itu, Menaker mengatakan, per Senin (13/10) pukul 10.00 WIB, tercatat sebanyak 1.147 perusahaan telah membuka lowongan magang melalui aplikasi Maganghub.
Kemnaker mengungkapkan lowongan kerja bagi 200 ribu orang bisa diakses melalui portal Karirhub. Posisi yang dibutuhkan bisa diisi oleh lulusan SMA. [246] url asal
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan lowongan kerja bagi 200 ribu orang bisa diakses melalui portal Karirhub. Posisi yang dibutuhkan bisa diisi oleh lulusan SMA.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan karirhub adalah portal lain instansinya selain maganghub yang saat ini tengah digencarkan untuk program magang fresh graduate.
"Kami ingin sampaikan selain magang hub, Kemnaker juga memiliki aplikasi karir hub pada platform siap kerja yang berisi loker. Jadi bukan magang, saat ini tersedia sudah 200 ribu loker aktif," ujar Yassierli dalam konferensi pers di kantornya, Senin (13/10).
Namun, ia berupaya agar jumlah lowongan yang ada di Karirhub bisa bertambah hingga 1 juta posisi. Koordinasi dengan perusahaan swasta tengah dilakukan.
"Kami konsolidasi data dengan berbagai portal kerja swasta nasional dan berdasarkan penelitian kita bisa dapat jumlah loker sampai 1 juta dan ini yang sedang kami upayakan," ujar dia.
Yassierli mengungkap program ini terus didorong untuk memastikan jumlah pengangguran di dalam negeri tak terus bertambah.
"Karir hub dapat diakses bukan hanya lulusan perguruan tinggi, tapi lulusan SMA. Jadi bisa dilihat syarat-syarat terkait lulusan tahun akademiknya. Jadi silahkan dalam kesempatan ini tidak hanya magang hub tapi juga karir hub bisa dimanfaatkan," tegasnya.
Karirhub adalah salah satu Layanan ketenagakerjaan pada Portal kemnaker.go.id yang berhubungan dengan informasi lowongan pekerjaan. Layanan ini mempertemukan antara pemberi kerja perusahaan atau pemberi kerja individu dengan pencari kerja baik dalam negeri maupun luar negeri.
Lowongan yang tersedia di Karirhub dipastikan gratis dan tidak dikenakan biaya apapun. Selain itu, lowongan kerja itu juga terpercaya dan valid.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan saat ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tidak hanya berfokus pada program magang nasional untuk mahasiswa yang baru lulus kuliah, tetapi juga masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.
Yassierli juga terus mengintensifkan aplikasi Karirhub bagi para pencari kerja (pencaker) yang ingin melamar kerja.
"Selain Maganghub, sebenarnya Kemnaker juga sudah memiliki aplikasi Karirhub, yang ada di platform SiapKerja, berisikan lowongan kerja. Jadi Karirhub bukan lowongan magang, tapi lowongan kerja," kata Yassierli dalam konferensi pers di kantor Kemnaker, Senin (13/10/2025).
Adapun saat ini, terdapat 200.000 lowongan kerja yang aktif.
"Sudah ada 200.000 lowongan kerja yang aktif di Karirhub," lanjut Yassierli.
Melalui Karirhub, para pencaker dari lulusan sarjana hingga sekolah menengah dapat melamar pekerjaan sesuai minat dan keahlian masing-masing.
"Kami sedang mengkonsolidasikan lowongan dari berbagai portal kerja swasta nasional," ujarnya.
Ia juga menegaskan, Kemnaker berkomitmen untuk terus memperluas akses upskilling dan reskilling melalui berbagai program pelatihan dan pemagangan.
"Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat penempatan kerja serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka secara signifikan," tegasnya.
Karirhub merupakan bagian dari layanan gratis Kemnaker dan menjadi bagian dari portal kemnaker.go.id.
Layanan ini bertujuan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang menawarkan lowongan pekerjaan dan proyek lepas, baik di dalam maupun luar negeri.
Kemnaker memperluas Program Magang Nasional dengan 1.147 perusahaan dan 105 ribu fresh graduate, Target 100.000 lowongan magang hingga 2025. [325] url asal
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperluas akses kesempatan pemagangan bagi angkatan kerja muda melalui Program Magang Nasional. Hingga Senin (13/10) pukul 10.00 WIB, tercatat 1.147 perusahaan telah membuka lowongan magang melalui aplikasi Maganghub.
Dari sisi pencari magang, sebanyak 105 ribu fresh graduate telah memenuhi syarat dan mengajukan lamaran. Setiap peserta diperbolehkan mendaftar hingga tiga posisi magang sekaligus.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan, pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) yang ditujukan kepada para kepala daerah untuk mendorong lebih banyak perusahaan ikut serta dalam Program Magang Nasional.
"Kami menargetkan 100.000 lowongan magang dapat tersedia hingga akhir tahun 2025. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh dunia usaha untuk ikut serta membuka kesempatan magang bagi generasi muda Indonesia," ujar Menaker Yassierli dalam Konferensi Pers di Gedung Kemnaker, Jakarta, Senin (13/10).
Menaker menegaskan, dalam pelaksanaan batch pertama Program Magang Nasional, pemerintah telah menetapkan kuota bagi 20.000 peserta magang.
Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan seiring dibukanya batch kedua sebanyak 80.000 peserta hingga akhir 2025. Batch kedua tersebut akan dimulai pada 17 November 2025.
Bagi peserta yang belum lolos seleksi pada batch pertama, masih terbuka kesempatan pada batch berikutnya dengan rencana tambahan 80.000 lowongan magang baru. Pemerintah juga berkomitmen untuk melanjutkan program ini pada tahun 2026.
Selain Maganghub, Kemnaker juga menyediakan Aplikasi Karirhub di platform SiapKerja bagi masyarakat umum untuk mencari pekerjaan tetap.
Saat ini terdapat 200 ribu lowongan kerja aktif, dan Kemnaker sedang mengkonsolidasikan lowongan dari berbagai portal kerja swasta nasional.
"Kami menargetkan akan tersedia lebih dari 1 juta lowongan kerja, dan ini bukan lowongan magang," jelas Menaker.
Menaker menambahkan bahwa melalui Karirhub, para pencari kerja dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari lulusan sekolah menengah hingga sarjana dapat melamar pekerjaan sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing di karirhub.kemnaker.go.id_
Ia lebih lanjut menegaskan bahwa Kemnaker berkomitmen untuk terus memperluas akses upskilling dan reskilling melalui berbagai program pelatihan dan pemagangan.
Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat penempatan kerja serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka secara signifikan.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56