#30 tag 24jam
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
Komoditas semangka dari Lampung Tengah telah terbukti memiliki kualitas yang luar biasa dan mampu memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun nasional. Di tengah... | Halaman Lengkap [743] url asal
#lampung #semangka #lampung-tengah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/06/26 22:38
v/240499/
LAMPUNG - Di tengah meningkatnya kebutuhan buah segar di berbagai daerah, Lampung terus menunjukkan perannya sebagai salah satu sentra produksi semangka terpenting di Indonesia. Berbekal kondisi agroklimat yang mendukung, semangka dari Lampung tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menjadi pemasok utama bagi berbagai wilayah di Sumatera dan Pulau Jawa.Keberhasilan Lampung sebagai sentra semangka tidak terlepas dari kemampuan petani dalam mengadopsi berbagai inovasi budidaya, termasuk penggunaan benih unggul yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus tantangan di lapangan. Selama bertahun-tahun, petani di berbagai sentra produksi semangka di Lampung terus mengembangkan praktik budidaya yang semakin modern dan efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri mengatakan Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah yang kaya akan potensi pertanian. Komoditas semangka dari Lampung Tengah telah terbukti memiliki kualitas yang luar biasa dan mampu memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun nasional. “Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung para petani, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan penyuluh, hingga upaya menjaga stabilitas harga pasca panen,” tegas Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri.
Semangat dan keberhasilan petani semangka Lampung Tengah bahkan melahirkan sebuah simbol kebanggaan masyarakat setempat melalui peresmian Tugu AMARA yang di Desa Simpang Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Tugu tersebut dibangun sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan para petani semangka yang telah berkontribusi dalam mengembangkan pertanian daerah sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi antara petani, inovasi teknologi, dan dukungan berbagai pihak dalam memajukan sektor hortikultura.
Misno salah satu petani dari Desa Simpang Agung, Kabupaten Lampung Tengah yang konsisten mengembangkan usaha taninya melalui penerapan inovasi dan teknologi budidaya mengatakan keberhasilan yang diraih selama ini ditopang oleh pendampingan teknis yang berkelanjutan. Berbagai pengetahuan mengenai manajemen budidaya, pemupukan, pengendalian penyakit, hingga teknik menghasilkan buah berkualitas diperolehnya melalui interaksi dan pembelajaran bersama tim dari PT East West Seed Indonesia (EWINDO) di lapangan.
"Dulu kami bertani lebih banyak berdasarkan pengalaman. Seiring waktu, kami belajar banyak dari tim EWINDO mengenai cara budidaya yang lebih tepat dan efisien. Pendampingan yang diberikan membantu kami memahami teknologi budidaya yang terus berkembang, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Dengan penerapan teknologi yang lebih baik, hasil yang kami peroleh juga semakin meningkat,” ujar Misno.
Misno menambahkan bahwa penggunaan benih unggul semangka AMARA F1 menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan usaha taninya. Karakter buah yang besar, produktivitas tinggi, serta ketahanannya terhadap berbagai tantangan budidaya membuat varietas tersebut semakin dipercaya oleh petani di wilayahnya.
"AMARA F1 sudah menjadi bagian dari perjalanan usaha tani kami. Buahnya besar, hasilnya memuaskan, dan pasarnya juga bagus. Yang paling penting, kami tidak hanya mendapatkan benih, tetapi juga pendampingan yang membantu kami terus berkembang. Karena itu, sampai sekarang saya tetap percaya dan tumbuh bersama EWINDO," katanya.
Semangka AMARA F1 mampu menghasilkan buah berukuran besar dengan potensi bobot mencapai 7 hingga 9 kilogram per buah. Dalam kondisi budidaya yang optimal, varietas ini memiliki potensi hasil sangat tinggi yaitu 33 hingga 39 ton per hektar.
Selain produktivitas yang tinggi, AMARA F1 juga memiliki umur panen yang relatif cepat, yaitu sekitar 58 hingga 62 hari setelah tanam. Karakter ini memberikan keuntungan bagi petani karena memungkinkan percepatan siklus produksi dan perputaran usaha tani yang lebih efisien.
Dari sisi ketahanan tanaman, AMARA F1 memiliki toleransi yang baik terhadap sejumlah penyakit penting yang sering menjadi tantangan dalam budidaya semangka, seperti Gummy Stem Blight (GSB) atau penyakit batang bergetah, layu fusarium, serta layu bakteri. Varietas ini juga dikenal memiliki proses pembuahan yang mudah sehingga membantu pembentukan buah secara lebih optimal.
Keunggulan lainnya terdapat pada karakter kulit buah yang keras dan kuat sehingga mampu menjaga kualitas buah selama proses distribusi. Daya tahan tersebut menjadi nilai tambah penting mengingat sebagian besar produksi semangka Lampung dipasarkan ke berbagai daerah di Sumatera maupun Pulau Jawa yang membutuhkan pengangkutan dalam jarak relatif jauh.
Deputy Managing Director EWINDO, Isak Heryawan, menegaskan bahwa keberhasilan sentra-sentra produksi semangka di Indonesia, termasuk Lampung, tidak dapat dilepaskan dari peran para petani yang menjadi fondasi utama sistem pangan nasional.
"Petani adalah bagian yang sangat penting dalam sistem pangan Indonesia. Mereka berada di garis depan dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Karena itu, EWINDO akan terus berkomitmen untuk menjadi sahabat petani yang paling baik melalui penyediaan benih unggul, pendampingan, serta inovasi kontribusi lebih dari benih lainnya yang mampu memberikan manfaat nyata bagi keberhasilan usaha tani mereka," ujar Isak.
Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Lampung menunjukkan bahwa sektor hortikultura Indonesia memiliki peluang yang sangat menjanjikan apabila didukung oleh teknologi benih yang tepat, praktik budidaya yang baik, dan semangat petani yang terus berkembang.
Sektor Hortikultura Masih Menjanjikan, Lampung Jadi Sentra Produksi Semangka
Sektor hortikultura Indonesia saat ini memiliki peluang yang sangat menjanjikan, apabila didukung oleh teknologi benih yang tepat, praktik budidaya yang baik [743] url asal
#sektor-holtikultura #ewindo #semangka #lampung
(IDX-Channel - Economics) 04/06/26 15:21
v/239984/
IDXChannel- Sektor hortikultura Indonesia saat ini memiliki peluang yang sangat menjanjikan, apabila didukung oleh teknologi benih yang tepat, praktik budidaya yang baik, dan semangat petani yang terus berkembang.
Di tengah meningkatnya kebutuhan buah segar di berbagai daerah, Lampung terus menunjukkan perannya sebagai salah satu sentra produksi semangka terpenting di Indonesia.
Berbekal kondisi agroklimat yang mendukung, semangka dari Lampung tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar lokal, tetapi juga menjadi pemasok utama bagi berbagai wilayah di Sumatera dan Pulau Jawa.
Keberhasilan Lampung sebagai sentra semangka tidak terlepas dari kemampuan petani dalam mengadopsi berbagai inovasi budidaya, termasuk penggunaan benih unggul yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus tantangan di lapangan.
Selama bertahun-tahun, petani di berbagai sentra produksi semangka di Lampung terus mengembangkan praktik budidaya yang semakin modern dan efisien sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.
Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri mengatakan Kabupaten Lampung Tengah merupakan daerah yang kaya akan potensi pertanian. Komoditas semangka dari Lampung Tengah telah terbukti memiliki kualitas yang luar biasa dan mampu memenuhi kebutuhan pasar, baik lokal maupun nasional. “Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung para petani, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana, pendampingan penyuluh, hingga upaya menjaga stabilitas harga pasca panen,” kata Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, Kamis (4/6/2026).
Semangat dan keberhasilan petani semangka Lampung Tengah bahkan melahirkan sebuah simbol kebanggaan masyarakat setempat melalui peresmian Tugu AMARA yang di Desa Simpang Agung, Kabupaten Lampung Tengah.
Tugu tersebut dibangun sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan para petani semangka yang telah berkontribusi dalam mengembangkan pertanian daerah sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi antara petani, inovasi teknologi, dan dukungan berbagai pihak dalam memajukan sektor hortikultura.
Misno salah satu petani dari Desa Simpang Agung, Kabupaten Lampung Tengah yang konsisten mengembangkan usaha taninya melalui penerapan inovasi dan teknologi budidaya mengatakan keberhasilan yang diraih selama ini ditopang oleh pendampingan teknis yang berkelanjutan.
Berbagai pengetahuan mengenai manajemen budidaya, pemupukan, pengendalian penyakit, hingga teknik menghasilkan buah berkualitas diperolehnya melalui interaksi dan pembelajaran bersama tim dari PT East West Seed Indonesia (EWINDO) di lapangan.
“Dulu kami bertani lebih banyak berdasarkan pengalaman. Seiring waktu, kami belajar banyak dari tim EWINDO mengenai cara budidaya yang lebih tepat dan efisien. Pendampingan yang diberikan membantu kami memahami teknologi budidaya yang terus berkembang, mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Dengan penerapan teknologi yang lebih baik, hasil yang kami peroleh juga semakin meningkat,” ujar Misno.
Dia menambahkan bahwa penggunaan benih unggul semangka AMARA F1 menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan usaha taninya. Karakter buah yang besar, produktivitas tinggi, serta ketahanannya terhadap berbagai tantangan budidaya membuat varietas tersebut semakin dipercaya oleh petani di wilayahnya.
“AMARA F1 sudah menjadi bagian dari perjalanan usaha tani kami. Buahnya besar, hasilnya memuaskan, dan pasarnya juga bagus. Yang paling penting, kami tidak hanya mendapatkan benih, tetapi juga pendampingan yang membantu kami terus berkembang. Karena itu, sampai sekarang saya tetap percaya dan tumbuh bersama EWINDO,” katanya.
Semangka AMARA F1 mampu menghasilkan buah berukuran besar dengan potensi bobot mencapai 7 hingga 9 kilogram per buah. Dalam kondisi budidaya yang optimal, varietas ini memiliki potensi hasil sangat tinggi yaitu 33 hingga 39 ton per hektar.
Selain produktivitas yang tinggi, AMARA F1 juga memiliki umur panen yang relatif cepat, yaitu sekitar 58 hingga 62 hari setelah tanam. Karakter ini memberikan keuntungan bagi petani karena memungkinkan percepatan siklus produksi dan perputaran usaha tani yang lebih efisien.
Dari sisi ketahanan tanaman, AMARA F1 memiliki toleransi yang baik terhadap sejumlah penyakit penting yang sering menjadi tantangan dalam budidaya semangka, seperti Gummy Stem Blight (GSB) atau penyakit batang bergetah, layu fusarium, serta layu bakteri. Varietas ini juga dikenal memiliki proses pembuahan yang mudah sehingga membantu pembentukan buah secara lebih optimal.
Keunggulan lainnya terdapat pada karakter kulit buah yang keras dan kuat sehingga mampu menjaga kualitas buah selama proses distribusi. Daya tahan tersebut menjadi nilai tambah penting mengingat sebagian besar produksi semangka Lampung dipasarkan ke berbagai daerah di Sumatera maupun Pulau Jawa yang membutuhkan pengangkutan dalam jarak relatif jauh.
Deputy Managing Director EWINDO, Isak Heryawan menyebut bahwa keberhasilan sentra-sentra produksi semangka di Indonesia, termasuk Lampung, tidak dapat dilepaskan dari peran para petani yang menjadi fondasi utama sistem pangan nasional.
"Petani adalah bagian yang sangat penting dalam sistem pangan Indonesia. Mereka berada di garis depan dalam memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Karena itu, EWINDO akan terus berkomitmen untuk menjadi sahabat petani yang paling baik melalui penyediaan benih unggul, pendampingan, serta inovasi kontribusi lebih dari benih lainnya yang mampu memberikan manfaat nyata bagi keberhasilan usaha tani mereka," ujar Isak.
(kunthi fahmar sandy)
Pendampingan Usaha Bikin Petani Naik Kelas, dari Gagal Panen Jadi Cuan Rp 90 Juta Setahun
Kelompok tani semangka di Bayung Lincir bangkit dari kerugian dan meraup pendapatan sekitar Rp 90 juta pada 2025. [431] url asal
#panen #medco #semangka #petani
(Kompas.com - Money) 21/05/26 15:08
v/227734/
TANGERANG, KOMPAS.com- Suyanto (33) tidak pernah menyangka lahan semangka yang dulu nyaris membuat kelompok taninya menyerah kini menjadi sumber penghasilan yang stabil.
Bersama Kelompok Tani Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Sumatera Selatan, Suyanto berhasil meraup pendapatan hingga Rp 90 juta.
"Sebelumnya kami pernah terpuruk karena hasil panen belum optimal," ungkap Suyanto dalam sesi diskusi di acara IPA Convex 2026, ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).
Saat itu, Kelompok Sumpal Palawija Makmur yang beranggotakan delapan petani masih menghadapi banyak kendala.
Mereka belum memahami metode budidaya yang baik. Modal juga terbatas. Jaringan pemasaran hasil panen pun masih sempit.
Masalah tersebut mulai teratasi setelah PT Medco Energi Internasional Tbk atau MedcoEnergi melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd, memberikan pembinaan.
Suyanto mengatakan pendampingan MedcoEnergi sejak akhir 2023 membawa perubahan besar dalam cara kelompoknya mengelola pertanian.
Pertanian yang sebelumnya dilakukan secara terbatas dan tradisional kini mulai menerapkan teknik budidaya yang lebih terarah.
Hasilnya, Suyanto bersama anggota kelompok tani bisa mengantongi keuntungan hingga puluhan juta rupiah dalam dua tahun.
Pendapatan kelompok terus meningkat. Nilainya sekitar Rp 4 juta pada 2023, lalu naik menjadi Rp 15 juta pada 2024, dan mencapai sekitar Rp 90 juta pada 2025.
Produksi semangka mereka tahun lalu mencapai 23 ton. Hasil panen itu juga dipasarkan hingga ke luar kabupaten.
"Setelah pendampingan dari MedcoEnergi, kami lebih memahami budidaya yang baik, hasil panen meningkat, dan pasar semakin luas. Program ini membantu kami bangkit dan percaya diri untuk mengembangkan usaha," ucap Suyanto.
Melalui program LBD MedcoEnergi, para petani mendapat pendampingan sejak tahap awal produksi hingga pemasaran.
Pendampingan tersebut meliputi distribusi benih dan pupuk, pengelolaan lahan, pemilihan varietas unggul, teknik pemupukan, pengendalian hama ramah lingkungan, hingga penguatan akses pemasaran hasil panen.
Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset Medco E&P Grissik Ltd, Sudewo, mengatakan program LBD dirancang bukan sebagai bantuan sesaat.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
"Melalui program ini, MedcoEnergi terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha mandiri dan berkelanjutan,” kata dia.
Sudewo menilai keberhasilan Kelompok Tani Sumpal Palawija Makmur menunjukkan pendampingan yang konsisten dapat memberi dampak ekonomi nyata.
Pendampingan tersebut juga dinilai memperkuat ekonomi lokal di sekitar wilayah operasi perusahaan.
"MedcoEnergi berkomitmen terus mendukung program pengembangan masyarakat yang tepat sasaran. Melalui penguatan usaha lokal seperti ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Sudewo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangSentuhan Medco di Balik Kebangkitan Petani Semangka Musi Banyuasin
Suyanto, petani semangka di Sumatra Selatan, sukses meningkatkan hasil panen berkat pendampingan MedcoEnergi, dari 4 ton menjadi 25 ton, mendukung ketahanan pangan lokal. [1,035] url asal
#berkebun-semangka #petani-palawija #desa-tampang-baru #musi-banyuasin #sumatra-selatan #kebun-semangka #panen-semangka #harga-semangka #produksi-semangka #pupuk-organik #kelompok-tani #medco-energi
(Bisnis.Com - Terbaru) 21/05/26 14:48
v/227672/
Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas pagi Suyanto terasa berbeda dalam beberapa hari terakhir. Selepas menyeruput kopi di serambi rumahnya, petani palawija di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayu Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan ini bergegas menuju ke kebun semangka miliknya.
Setelah melewati proses semai, pembungaan hingga pematangan dalam hampir 3 bulan belakangan, kebun semangka yang berjarak sekitar 300 meter dari rumahnya itu bersiap untuk dipanen. Perhatiannya pada perkembangan buah juga makin intens. Bila tak ada aral, semangka siap petik dan dijual pada akhir bulan ini.
“Sekitar 25 Mei ini Insyaallah sudah bisa dipanen. Semoga harga di pasar tinggi, buahnya juga banyak,” ceritanya kepada Bisnis di sela agenda Indonesia Petroleum Association Convention & Exhibition 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (20/5/2026).
Dia tak mau sesumbar. Berhasil memproduksi sekitar 25 ton saja sudah sangat syukur. Bayangan angka ini keluar setelah pada panen sebelumnya dia mendapat hasil sekitar 23 ton. Dengan harga jual sekitar Rp5.000 per kilogram pada tahun lalu, bapak satu anak ini meraup pendapatan sekitar Rp90 juta.
Hasil berkebun ini tidak disia-siakan oleh Suyanto. Selain untuk memenuhi kebutuhan keluarga, uang besar itu segera diputar kembali untuk modal kerja. Sebagian bahkan disisihkan untuk membeli lahan baru seluas 2 hektare dan membeli sejumlah alat termasuk mesin bajak. Rencananya, lahan baru ini untuk memperluas area tanam semangka yang kini masih 1 hektare.

Suyanto, Petani Semangka Sumatra Selatan./Bisnis-Rayful Mudassir
Kisah yang dijalani Suyanto saat ini bertolak belakang dengan kondisinya empat tahun lalu. Pada 2022 saat memulai menanam semangka, dia benar-benar terpuruk. Tanpa ilmu memadai ditambah alat yang terbatas, Suyanto berulangkali menghadapi gagal tanam akibat kesulitan dalam proses semai.
Belum lagi dia tak menemukan formula pupuk yang cocok untuk karakteristik lahan di kebunnya. Walhasil, kebun seluas 1 hektare itu hanya menghasilkan 4 ton semangka, jauh dari rata-rata nasional sekitar 20 ton per hektare. Angka tersebut cukup menggambarkan kerugian yang dialami Suyanto di tengah merosotnya harga semangka kala itu.
“Keluarga bahkan sempat menyarankan saya untuk tidak menanam semangka lagi. Tapi syukurnya, kami berusaha terus,” katanya.
Bagi Suyanto, akan selalu ada cahaya di ujung lorong. Di tengah suasana hati yang nyaris putus asa, kelompok tani Sumpal Palawija Makmur tempat Suyanto bernaung, mendapat pendampingan dari PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd lewat Program Local Business Development (LBD).
Dari sinilah perubahan mulai dirasakan. Sejak 2023, kelompok tani tersebut diberi sejumlah bekal penting dalam penanaman tumbuhan palawija. Dimulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik, proses semai, sterilisasi tanah kebun hingga penyediaan alat-alat pendukung pertanian dan akses pasar.
“Dari pelatihan produksi pupuk organik, kami bisa memangkas ongkos tanam menjadi sangat hemat. Lalu, proses semai sampai cara pengolahan lahan, juga bantuan lain,” katanya.
Perlahan namun pasti, hasil panen pertama sejak mendapat pendampingan Medco melonjak drastis dari sebelumnya hanya 4 ton pada menjadi 16 ton pada 2024. Dari hasil panen itu, suami dari Puji Prihatin ini memeroleh untung sekitar Rp15 juta. Sementara tahun lalu, Suyanto mencatat keuntungan terbesarnya dari kebun semangka.
Hasil panen 2025 merupakan perolehan tertinggi yang pernah dicapai baik secara tonase maupun keuntungan. Pencapaian ini menjadi momen yang sulit dilupakan pria asal Lampung tersebut. Pendampingan dari Medco benar-benar menjadi titik balik bagi petani di Desa Tampang Baru dan kelompok taninya.
“Di luar itu bahkan produksi pupuk organik hasil pembinaan Medco kepada kelompok tani kami sudah mulai diminati dan dibeli oleh petani lain,” katanya.
Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset, Sudewo mengatakan bahwa program LBD dijalankan secara bertahap sejak 2023 untuk menjawab berbagai tantangan yang sebelumnya dihadapi para petani, mulai dari keterbatasan modal, rendah produktivitas, keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, hingga belum optimalnya jaringan pemasaran.
Medco E&P Grissik Ltd. sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Blok Corridor, memberikan dukungan melalui pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi, serta memfasilitasi akses pemasaran.
Pada pelaksanaannya, MedcoEnergi bersama Plantari mendampingi Kelompok Sumpal Palawija Makmur yang beranggotakan delapan petani. Keberhasilan ini menunjukkan program pengembangan masyarakat yang dilakukan konsisten dapat berdampak ekonomi nyata.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi secara bertanggung jawab, MedcoEnergi berkomitmen terus mendukung program pengembangan masyarakat yang tepat sasaran. Melalui penguatan usaha lokal seperti ini, kami berharap masyarakat dapat semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Sudewo.
Program ini sejalan dengan komitmen MedcoEnergi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya penguatan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas usaha, dan kemandirian masyarakat.
Sejauh ini kata dia, Medco telah memberdayakan sekitar 20.000 masyarakat setempat dengan fokus pada sejumlah program. Beberapa di antaranya seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Adapun dalam pendampingan kelompok tani seperti yang dialami Suyanto, Medco berupaya meningkatkan kapasitas masyarakat petani untuk mendukung ketahanan pangan hingga ekonomi keluarga. Dampaknya, Suyanto dan kelompok taninya dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Sumatra Selatan terutama petani palawija.
Di luar program pemberdayaannya, MedcoEnergi turut menegaskan perannya dalam memperkuat ketahanan energi nasional dengan peningkatan produksi migas hingga 18%, pengembangan proyek gas strategis, ekspansi ketenagalistrikan, dan pertumbuhan energi terbarukan.
Pertumbuhan Kinerja MEDC
Senior VP Business Support MedcoEnergi, Iwan Prajogi menyampaikan bahwa MedcoEnergi membukukan produksi migas sebesar 170 mboepd pada kuartal I/2026, meningkat 18% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di level 156 mboepd pada 2025.
“Lima dekade kemitraan energi Indonesia menjadi fondasi penting untuk melangkah ke era pertumbuhan berikutnya. MedcoEnergi berkomitmen untuk terus mengambil peran melalui pengembangan proyek yang terukur, andal, dan mendukung ketahanan energi nasional,” katanya.
Di Sumatra Selatan, pengembangan gas terus berlanjut. Corridor PSC berproduksi penuh di bawah kepemilikan 70%, sementara Sakakemang PSC bergerak menuju FID pada kuartal III/2026 dengan produksi perdana ditargetkan 2027.

Di Sulawesi, Senoro Phase 2A ditargetkan beroperasi penuh pertengahan tahun ini. Di tingkat regional, Bualuang Phase-1 di Thailand dijadwalkan onstream Kuartal Kedua 2026. Perusahaan juga memperluas peran strategis melalui operatorship Cendramas PSC di Malaysia yang akan efektif di September 2026.
Terbaru, Medco juga dipercaya untuk mengelola WK migas Nawasena yang mencakup area seluas sekitar 7.031 km² di daratan dan lepas pantai Provinsi Jawa Timur. Melalui anak usahanya, PT Medco Energi Nawasena, MedcoEnergi bertindak sebagai operator menggunakan skema Production Sharing Contract (PSC) cost recovery. Dari berbagai pengembangan proyek tersebut, MedcoEnergi menargetkan produksi 165-170 mboepd dan penjualan listrik 4.550 GWh pada 2026.
Di tengah optimisme perseroan, Suyanto menitipkan harapan besar bahwa pendampingan yang dilakukan Medco dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Sang Petani yang menggerakkan ekonomi bersama MedcoEnergi
Dalam balutan pakaian adat Palembang bernuansa biru, Suyanto yang merupakan perwakilan dari Kelompok Sumpal Palawija Makmur dengan bangga membagikan ... [809] url asal
#medcoenergi #petani-semangka #program-local-business-development #ketahanan-pangan #mbg
Tangerang, Banten (ANTARA) - Dalam balutan pakaian adat Palembang bernuansa biru, Suyanto yang merupakan perwakilan dari Kelompok Sumpal Palawija Makmur dengan bangga membagikan keberhasilannya dalam mengembangkan usaha pertanian semangka bersama MedcoEnergi.
Pada 2025, kelompok tani yang berlokasi di Desa Tampang Baru, Sumatera Selatan, berhasil memasarkan 23 ton semangka ke luar daerah dengan pendapatan yang tercatat sekitar Rp90 juta rupiah. Angka produksi semangka Kelompok Sumpal Palawija Makmur mengalami lonjakan dari yang semula di kisaran 16 ton pada 2024.
Keberhasilan tersebut tidaklah datang dari udara kosong. Kehadiran MedcoEnergi turut berkontribusi dalam meningkatkan angka produksi tersebut melalui program Local Business Development (LBD) PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melalui anak usahanya, Medco E&P Grissik Ltd.
Yanto menuturkan bahwa dirinya memperoleh pelatihan untuk mengolah lahan, membuat pupuk organik untuk media semai, hingga memperoleh bantuan berupa benih, pupuk, dan akses pasar. Ia pertama kali mengikuti program LBD oleh MedcoEnergi pada 2023.
Ia mengungkapkan minat awalnya untuk bergabung dengan LBD disebabkan oleh perangkat desa yang menawari Yanto untuk ikut pelatihan pembuatan pupuk organik. Saat itu, Yanto berpikir bisa menghemat biaya bertani bila bisa membuat pupuknya sendiri.
Kini, setelah mengikuti pendampingan dan pelatihan dalam pembuatan pupuk organik untuk media semai, Yanto berhasil mencapai daya tumbuh semangka hingga 80–90 persen.
Uniknya, tak hanya angka produksi semangka yang berhasil ditingkatkan oleh program LBD MedcoEnergi. Kepercayaan diri para petani di sekitar Yanto untuk mengembangkan bisnis di bidang pangan pun turut meningkat.
“Yang pasti, setelah bergabung LBD, rasa percaya diri meningkat,” ucap Yanto.
Ia mengakui bahwa petani sering dilihat dengan sebelah mata. Petani, tutur dia, dianggap sebagai pekerjaan yang kotor dengan penghasilan yang tidak seberapa. Terlebih, Yanto sempat terpuruk karena hasil panennya yang belum optimal dan keterbatasan akses pasar.
Akan tetapi, setelah memperoleh pendampingan dari MedcoEnergi dan berhasil mengelola pertanian semangka, penghasilannya pun turut meningkat.
Yanto menyatakan rasa kepercayaan diri untuk berbisnis pun bangkit. Perasaan itu menular kepada orang-orang di sekitarnya.
Menggerakkan roda ekonomi
“Mereka itu dulunya tuh,nengok gitu. Terus mereka ngomong minta dididik,” demikian Yanto menyampaikan minat masyarakat di sekitarnya yang mulai tumbuh setelah melihat kesuksesannya dalam berbisnis semangka.
Yanto pun merespons permintaan tersebut dengan merangkul orang-orang di sekitarnya dan membagikan ilmu yang telah ia terima dari program LBD MedcoEnergi. Tentunya masih dengan pendampingan dari MedcoEnergi.
Upaya tersebut pun berbuah manis. Penuh dengan rasa syukur, ia mengungkapkan keberhasilan dalam membimbing masyarakat di sekitarnya. Tak hanya bisa mengelola lahan sendiri, salah satu bimbingannya bahkan berhasil panen cabai yang menghasilkan buah hingga di atas 1 ton.
Keberhasilan Yanto membagikan ilmunya bersama MedcoEnergi menunjukkan efek berganda atau multiplier effect dari program LBD. Manfaat ekonomi tak hanya dirasakan oleh Kelompok Sumpal Palawija Makmur, tetapi juga kepada masyarakat di sekitarnya.
Lebih jauh, masing-masing penerima manfaat yang telah mencicipi manis keberhasilan pendampingan MedcoEnergi juga tergerak untuk membagikan ilmunya kepada rekan-rekan di sekitarnya.
Menyadari pentingnya MedcoEnergi menyasar potensi daerah dan masyarakat dengan tepat sasaran, Manager Field Relations & Community Enhancement Corridor Asset Sudewo menekankan pentingnya kolaborasi antara MedcoEnergi bersama pemerintah daerah, institusi di sekitar wilayah operasi, serta masyarakat.
Ia pun bisa bertemu dengan Yanto berkat sosialisasi program LBD oleh perangkat desa. Dengan demikian, bagi Sudewo, kehadiran pemerintah daerah hingga di tingkat akar rumput amatlah penting untuk memastikan program LBD MedcoEnergi dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak mengambil alih peran pemerintah daerah, tapi program menjadi satu sinergi yang kuat,” tutur Sudewo.
Dalam kesempatan tersebut, Sudewo sekaligus menyampaikan bahwa saat ini yang menjadi fokus dari MedcoEnergi adalah menggerakkan ekonomi masyarakat, sebab memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu proyek penggerak ekonomi yang digencarkan oleh MedcoEnergi adalah proyek ketahanan pangan.
Mewujudkan ketahanan pangan
Selaras dengan program pemerintah, MedcoEnergi turut berupaya untuk mewujudkan ketahanan pangan. Pengembangan komoditas pangan seperti semangka, cabai, dan lain-lain menjadi salah satu langkah penting bagi MedcoEnergi untuk memastikan kebutuhan makanan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri.
Tak hanya buah-buahan, MedcoEnergi juga turut mendampingi kelompok masyarakat yang mengembangkan bisnis sayuran, perikanan, dan lain-lain.
Pembeli produk pangan yang merupakan hasil dari pendampingan MedcoEnergi pun beragam. Ada yang disalurkan ke pasar, diserap oleh perusahaan, maupun dikonsumsi secara mandiri oleh masyarakat.
Bahkan, terdapat binaan MedcoEnergi yang turut mengambil bagian sebagai pemasok pangan untuk program strategis Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sudewo mengungkapkan bahwa salah satu binaan MedcoEnergi yang berlokasi di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan pemasok lele untuk dapur MBG meskipun masih terbatas.
Lele yang dipasok untuk dapur MBG menyesuaikan dengan produktivitas dari masyarakat binaan MedcoEnergi. Lebih jauh, Sudewo pun mengungkapkan tengah menjajaki peluang baru bagi masyarakat binaannya untuk menjadi pemasok MBG.
Langkah tersebut juga menjadi salah satu bentuk kolaborasi bersama instansi di sekitar wilayah operasi MedcoEnergi guna menggerakkan ekonomi masyarakat.
Baik Yanto maupun Sudewo berharap agar program LBD tetap berlangsung dan menjangkau penerima manfaat yang lebih luas.
Sudewo menegaskan komitmen MedcoEnergi untuk terus menghadirkan pemberdayaan yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola usaha mandiri dan berkelanjutan.
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Ketika Pertanian Rakyat Berdampingan dengan Industri Nikel
Di Desa Buton, Pulau Obi, pertanian dan industri nikel saling mendukung. Petani lokal, Darwan Aduhasan, memimpin inisiatif pertanian berkelanjutan dengan dukungan Harita Nickel, meningkatkan produktiv [451] url asal
#pertanian-rakyat #industri-nikel #pulau-obi #pertanian-dan-tambang #darwan-aduhasan #kelompok-tani-pelangi #harita-nickel #pertanian-berkelanjutan #padi-dan-semangka #koperasi-petani #pasar-lokal #ppm
(Bisnis.Com - Market) 11/02/26 10:21
v/132897/
Bisnis.com, JAKARTA - Cahaya pagi menembus sela-sela bukit yang mengelilingi Desa Buton, Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara. Kilau cahaya itu jatuh ke hamparan sawah yang menguning, memantul di gabah kering yang masih tergeletak di pematang. Di tengah lanskap yang tenang itu, Darwan Aduhasan (33 tahun), petani padi dan hortikultura berdiri memandang lahan kelolaan kelompok taninya.
Sebuah pemandangan yang kontras dengan citra Pulau Obi yang identik sebagai episentrum hilirisasi nikel nasional.
"Percaya ga percaya. Namun yang terjadi di sini memang unik. Industri tambang dan pertanian rakyat bisa berjalan beriringan. Bahkan saling mendukung," ungkap Darwan.
Darwan bukan petani biasa. Dia adalah salah satu penggerak pertanian di desa tersebut. Mengorganisir petani lokal melalui Kelompok Tani Pelangi dan mengajak generasi muda kembali melihat pertanian sebagai sumber penghidupan yang layak.
Bagi Darwan, dia tidak melihat industri tambang yang menggeliat di kampung halamannya sebagai ancaman. Namun justru membuka peluang. Tekad dan visinya memajukan pertanian Obi pun disambut Harita Nickel, perusahaan tambang dan pengolahan nikel terintegrasi yang beroperasi di wilayah tersebut.
“Potensi pertanian di wilayah ini sangat besar. Saya yakin pertanian dapat menghidupi masyarakat termasuk memenuhi kebutuhan pangan warga serta perusahaan,” ujar dia.
Gayung bersambut, melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bidang pertanian Harita Nickel, tahun 2022 Darwan dan kelompok taninya mendapat mendukung pengembangan kapasitas dan produktivitas lahan. Termasuk belajar pertanian berkelanjutan berbasis organik. Sedangkan untuk komoditas, pertanian difokuskan pada dua macam; padi dan semangka karena tingginya permintaannya.
Akhirnya, pada Januari 2026 silam, mereka menuai hasil yang luar biasa. Produktivitas petani Desa Buton menembus 5 ton gabah kering per hektar dari sebelumnya 1 ton. Sedangkan untuk komoditas semangka, menembus 8 ton panen. Semangkanya pun yang biasa, namun organik.
Kolaborasi kemudian berkembang melalui pembentukan koperasi petani dan pendampingan manajemen. Hasil panen tidak hanya terserap di pasar lokal, tetapi juga dipasok untuk kebutuhan katering perusahaan yang melayani lebih dari 25 ribu karyawan.
“Permintaan komoditas pertanian sangat tinggi. Artinya peluang pasar itu ada dan nyata,” tambah dia.
Bagi Darwan dan kelompok taninya, pendampingan PPM Pertanian Harita Nickel yang mereka ikuti beberapa tahun terakhir mengubah cara pandang mereka terhadap industri tambang di Pulau Obi bahwa dua sektor ini dapat saling mengisi dan menciptakan kebaikan. Tidak hanya di wawasan dan produktivitas petani, namun juga membuka peluang ekonomi dan memenuhi kebutuhan industri.
Merangkul generasi muda
Kini, fokus Darwan tidak hanya pada peningkatan produksi, namun pada keberlanjutan. Khususnya regenerasi petani. Dia tengah aktif mengajak anak-anak muda Desa Buton dan sekitarnya untuk kembali melihat pertanian sebagai pilihan masa depan yang realistis dan bermartabat.
Melalui inisiatif Kelompok Tani Milenial yang Darwan kawal dan penguatan Program Sentani (Sentra Ketahanan Pangan Obi), dia menargetkan semakin banyak generasi muda yang mau menjadi petani sawah dan hortikultura.
“Harapan kami, semakin banyak generasi muda memahami kalau pertanian dapat menghidupi,” ujar Darwan
Solikin Paparkan Strategi Semangka dalam Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro memaparkan delapan strategi bertajuk Semangka dalam uji kelayakan dan kepatutan. [512] url asal
#semangka #bank-indonesia #solikin #calon-deputi-gubernur-bank-indonesia
(Kompas.com - Money) 23/01/26 19:20
v/112510/
KOMPAS.com-Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M Juhro memaparkan delapan strategi bertajuk Semangka dalam uji kelayakan dan kepatutan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen.
Konsep tersebut ditujukan untuk menerjemahkan misi bank sentral agar lebih konkret dan terukur dalam menopang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Delapan strategi semangka ini dirancang sebagai satu paket kebijakan yang terorkestrasi untuk sekaligus menopang program Asta Cita pemerintah,” kata Solikin saat pemaparan di Jakarta, Jumat (23/1/2026).
Delapan strategi tersebut mencakup stabilitas makroekonomi dan keuangan, ekonomi syariah dan pesantren, makroprudensial inovatif, akselerasi reformasi struktural, navigasi stabilitas harga pangan, gerak UMKM dan ekonomi kreatif, keandalan digitalisasi sistem pembayaran, serta aksi bersama, sinergi, dan kolaborasi.
Stabilitas makroekonomi dan keuangan ditempatkan sebagai jangkar ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Solikin menekankan stabilitas perlu bersifat dinamis dan antisipatif. Keterkaitan sektor riil, sektor keuangan, dan pasar keuangan perlu diperkuat agar transmisi kebijakan berjalan efektif serta risiko sistemik terdeteksi lebih awal.
Strategi ekonomi syariah dan pesantren diposisikan sebagai pengungkit produktivitas nasional.
Ekonomi pesantren dinilai sebagai modal sosial penting bagi pembangunan.
Bank Indonesia akan memperkuat pengembangan ekosistem usaha pesantren melalui pembiayaan syariah, akses pasar, teknologi, dan pendampingan.
Makroprudensial inovatif diarahkan menjadi instrumen kunci untuk mendorong intermediasi pembiayaan yang seimbang dan inklusif.
Ruang kebijakan bank sentral yang terbatas mendorong perlunya pendekatan baru.
Solikin mengusung program Pinisi sebagai percepatan intermediasi perbankan untuk menjembatani suplai likuiditas dan permintaan kredit.
Akselerasi reformasi struktural dipandang sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Reformasi ini diharapkan membuka jalan menuju status negara berpendapatan tinggi.
Navigasi stabilitas harga pangan diarahkan untuk mewujudkan pangan sejahtera. Strategi ini diposisikan sebagai penopang stabilitas makroekonomi, pertumbuhan inklusif, serta ketahanan pangan nasional.
UMKM dan ekonomi kreatif disebut sebagai mesin utama pertumbuhan inklusif sekaligus sumber pertumbuhan baru. Bank Indonesia mendorong digitalisasi menyeluruh bagi UMKM. Langkah ini mencakup penguatan kelembagaan, peningkatan produktivitas, perluasan akses pasar, dan efisiensi sistem pembayaran.
Keandalan digitalisasi sistem pembayaran dinilai sebagai instrumen strategis. Peran utamanya mencakup peningkatan transaksi, perluasan inklusi keuangan, serta penguatan kedaulatan ekonomi digital nasional.
Aksi bersama, sinergi, dan kolaborasi diarahkan untuk memperkuat koordinasi bank sentral dengan kementerian dan lembaga lain. Sinergi dipandang krusial untuk mendorong transformasi struktur ekonomi nasional agar lebih tangguh dan berdaya saing.
“Apabila Dewan yang terhormat berkenan memberikan kepercayaan kepada saya untuk mengembangkan amanah sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Insyaallah saya akan melaksanakan tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” kata Solikin.
Saat ini Solikin menjabat Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia. Ia menjadi kandidat pertama dalam rangkaian uji kelayakan calon Deputi Gubernur BI untuk menggantikan Juda Agung, yang mengundurkan diri pada 13 Januari 2026.
Uji kelayakan berlanjut pada Senin 26 Januari. Dua kandidat lain dijadwalkan hadir, yakni Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono serta Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono.
Komisi XI DPR RI merencanakan rapat internal pada hari yang sama untuk menentukan Deputi Gubernur BI terpilih melalui musyawarah mufakat. Hasilnya akan dilaporkan kepada pimpinan DPR RI untuk dimintakan persetujuan dalam Rapat Paripurna pada Selasa (27/1/2026).
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarangFit & Proper Deputi Gubernur BI: Ini Tawaran Solikin ke Komisi XI
Solikin M. Juhro, calon Deputi Gubernur BI, tawarkan strategi "SEMANGKA" untuk hadapi era TUNA, fokus pada stabilitas ekonomi dan inklusivitas. [695] url asal
#strategi-semangka #solikin-m-juhro #deputi-gubernur-bi #era-tuna #fit-and-proper-test #bank-indonesia #stabilitas-makroekonomi #ekonomi-syariah #reformasi-struktural #digitalisasi-sistem-pembayaran
(Bisnis.Com - Finansial) 23/01/26 14:36
v/112114/
Bisnis.com, JAKARTA — Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro memaparkan visi untuk menerapkan bauran strategi integratif baru bertajuk "SEMANGKA" untuk menghadapi dinamika ekonomi global yang bergeser dari era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity) menuju TUNA (Turbulence, Uncertainty, Novelty, Ambiguity).
Dalam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) calon deputi gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR, Solikin menjabarkan visi strategisnya yang merujuk pada filosofi lokal sekaligus pemikiran ekonomi Sumitro Djojohadikusumo.
"Dunia saat ini diwarnai ketidakpastian tinggi, di mana dinamika geopolitik yang berlarut menahan laju pertumbuhan PDB dunia. Kita perlu menavigasi cita-cita perekonomian nasional menuju Indonesia Maju melalui penguatan stabilitas, pertumbuhan tinggi, dan inklusivitas," ujar Solikin, Kamis (23/1/2026).
Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI itu memaparkan konsep SEMANGKA sebagai akronim dari delapan pilar strategi kebijakan yang diusungnya. Strategi ini dirancang untuk menyelaraskan mandat stabilitas BI dengan target pertumbuhan ekonomi pemerintah, termasuk program prioritas Asta Cita.
Secara rinci, strategi SEMANGKA mencakup: Stabilitas makroekonomi dan keuangan sebagai jangkar; Ekonomi syariah dan pesantren; Makroprudensial yang inovatif; Akselerasi reformasi struktural; Navigasi stabilitas harga pangan; Gerak UMKM dan ekonomi kreatif; Keandalan digitalisasi sistem pembayaran; serta Aksi bersama melalui sinergi dan kolaborasi.
Solikin menganalogikan strategi ini dengan buah semangka yang memiliki filosofi mendalam.
"Kulit hijau yang halus merepresentasikan tata kelola yang tertib. Daging merah dan kuning melambangkan kesejahteraan rakyat, sementara bijinya menjadi simbol keberlanjutan bagi generasi mendatang," jelasnya.
Solikin menyampaikan inisiatif baru bernama Pinisi (Percepatan Intermediasi Perbankan). Melalui program ini, menurutnya, BI akan menjembatani sisi penawaran dan permintaan kredit (bridging liquidity supply and loan demand) secara reguler bersama kementerian/lembaga dan pelaku usaha.
"Kami ingin memastikan likuiditas tidak hanya tersedia, tetapi mengalir tepat sasaran ke sektor prioritas seperti pertanian, hilirisasi, dan UMKM," tegas Solikin.
Respon Era TUNA
Solikin menekankan bahwa tantangan ekonomi 2026 tidak lagi sekadar fluktuatif (VUCA), melainkan turbulen dengan kebaruan yang tinggi akibat disrupsi digital dan fragmentasi geopolitik.
Oleh karena itu, dia mendorong peran BI yang lebih proaktif sebagai enabler reformasi struktural. Kebijakan makroprudensial akan diarahkan lebih insentif, memberikan kelonggaran likuiditas bagi bank yang menyalurkan kredit ke sektor bernilai tambah tinggi dan ekonomi hijau.
Di sisi pengendalian inflasi, strategi navigasi harga pangan akan diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNIP), yang dinilai strategis untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Sinergi menjadi kunci. Inisiatif parsial di masing-masing lembaga hanya menjadi kondisi yang necessary (perlu), namun belum sufficient (cukup). Kita harus bergerak bersama agar transformasi ekonomi berdampak nyata," pungkasnya.
Jadwal Fit & Proper Test
Sebelumnya, DPR telah menerima tiga nama calon deputi gubernur BI melalui surat presiden (Surpres). Surpres yang dikirim Presiden Prabowo Subianto itu berisi tiga nama calon untuk menggantikan posisi Juda Agung yang mengundurkan diri sebagai deputi gubernur BI.
Ketiga nama tersebut adalah keponakan Prabowo sendiri, Thomas Djiwandono, serta dua pejabat internal BI, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Diki Kartikoyono dan Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun memerinci agenda fit and proper test tiga calon deputi gubernur BI itu akan berlangsung dalam dua hari terpisah, yakni Jumat (23/1/2026) dan Senin (26/1/2026).
Pada hari pertama, Jumat (23/1/2026), giliran pertama diberikan kepada Solihin M. Juhro. Uji kepatutan dijadwalkan berlangsung pagi hari, pukul 09.00—10.00 WIB.
Sementara itu, dua kandidat lainnya akan menjalani ujian pada Senin (26/1/2026). Dicky Kartikoyono dijadwalkan menghadap Komisi XI pada pukul 14.00—15.00 WIB.
Sesi terakhir akan diisi oleh Thomas Djiwandono. Sosok yang belakangan menjadi sorotan publik ini dijadwalkan memaparkan visi-misinya pada pukul 16.00—17.00 WIB.
"Proses fit and proper test berjalan terbuka," kata Misbakhun kepada Bisnis, Rabu (21/1/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu menjelaskan bahwa setiap kandidat akan diberikan alokasi waktu total selama 60 menit. Waktu tersebut terbagi atas 25 menit pemaparan visi dan misi, 15 menit sesi pendalaman atau pertanyaan dari anggota dewan, serta 20 menit untuk memberikan jawaban.
Adapun, nasib ketiga calon tersebut akan langsung diputuskan segera setelah seluruh rangkaian uji kelayakan rampung. "Keputusan atas hasil fit and proper test Deputi Gubernur BI akan dilaksanakan pada rapat internal Komisi XI DPR RI pada hari Senin, 26 Januari 2026 pukul 18.30 WIB," tutupnya.
Calon Deputi Gubernur BI Solikin Kenalkan Kebijakan 'SEMANGKA' ke DPR
Calon DG BI Solikin M. Juhro sebut 8 strategi kebijakan 'SEMANGKA' untuk menghadapi tantangan ekonomi di depan Komisi XI DPR, saat uji kepatutan dan kelayakan. [498] url asal
#purbaya-yudhi-sadewa #menkeu #rupiah #bank-indonesia #bi #deputi-gubernur-bank-indonesia #calon-deputi-gubernur-bi #fit-and-proper-tes #dpr #rupiah #semangka #jakarta-pusat #kompleks-parlemen
(CNN Indonesia - Ekonomi) 23/01/26 13:17
v/112020/
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Solikin M. Juhro menyampaikan 8 strategi kebijakan dengan istilah 'SEMANGKA' untuk menghadapi tantangan ekonomi nasional di hadapan Komisi XI DPR RI, saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test).
Solikin yang saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI mengatakan strategi tersebut dirancang sebagai satu paket kebijakan yang terorkestrasi untuk menopang program Asta Cita Pemerintah.
"Jadi delapan strategi 'SEMANGKA' ini dirancang sebagai satu paket kebijakan yang terorkestrasi untuk sekaligus menopang program Asta Cita pemerintah," ujar Solikin dalam rapat dengar pendapat umum calon Deputi Gubernur Bank Indonesia bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Jumat (23/1).
Solikin menjelaskan alasan pemilihan 'SEMANGKA' yang mencakup berbagai kebijakan moneter sebagai sumber keberlanjutan dalam mendukung dan mewujudkan Asta Cita pemerintah.
"Jadi kulit hijau ini merepresentasikan tata kelola yang tertib karena semangka itu juga kulitnya halus pak dari luar. Daging merah melembangkan kesejahteraan rakyat, kuning pun juga sama pak melambangkan kesejahteraan rakyat, dan bijinya menjadi sumber keberlanjutan," terangnya.
Adapun 'SEMANGKA' adalah singkatan dalam berbagai langkah kebijakan moneter yang ia rancang.
Pertama, huruf 'S' adalah stabilitas makroekonomi dan keuangan. Kebijakan ini sebagai jangkar untuk ketahanan ekonomi nasional di tengah dunia yang bergejolak, stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang terkendali, serta sistem keuangan yang sehat.
"Untuk menopangnya BI selama ini menerapkan bauran strategi kebijakan yang terintegrasi mengorkestrasi kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran dalam satu kesatuan arah dan mendukung ekonomi berkelanjutan," kata Solikin.
Kedua, huruf 'E' adalah ekonomi syariah dan pesantren sebagai modal sosial pendorong produktivitas maupun pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, huruf 'M' adalah makroprudensial inovatif sebagai instrumen kunci pendorong intermediasi pembiayaan yang optimal seimbang dan inklusi di tengah keterbatasan ruang instrumen kebijakan yang lainnya.
Keempat, huruf 'A' adalah akselerasi reformasi struktural. Kebijakan ini adalah syarat utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mengantarkan Indonesia menuju negara berpendapatan tinggi.
Kelima, huruf 'N' adalah navigasi stabilitas harga pangan yang diarahkan untuk mewujudkan pangan sejahtera sebagai pilar stabilitas makroekonomi, pertumbuhan inklusif sekaligus menopang ketahanan pangan nasional.
"Di mana ini diarahkan untuk mewujudkan pangan sejahtera sebagai pilar status makroekonomi pertumbuhan inklusif sekaligus menopang ketahanan pangan nasional," jelas Solikin.
Keenam, huruf 'G' adalah gerak UMKM dan ekonomi kreatif. Kebijakan ini dilakukan melalui pendampingan kepada pelaku ekonomi kreatif terkait literasi keuangan dan digital, dukungan pembiayaan, perluasan akses pasar, transformasi digital, hingga pemetaan UMKM.
Ketujuh, huruf 'K' adalah keandalan digitalisasi sistem pembayaran. Kebijakan ini bermaksud transformasi sistem pembayaran dan mengakselerasi secara konsisten sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
Terakhir, huruf 'A' adalah aksi bersama, sinergi dan kolaborasi. Solikin menjelaskan dengan ketidakpastian dan kompleksitas semakin tinggi BI tidak bisa bekerja sendiri sehingga diperlukan sinergi antar otoritas, industri serta masyarakat yang menjadi kunci dalam mendorong transformasi struktural ekonomi nasional menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berdaya tahan.
"bersama industri dan masyarakat akan melakukan kolaborasi yang katalistik, kolaborasi yang berorientasi kepada jangka panjang, kepentingan yang inklusif agar kebijakan saling memperkuat dan berdampak nyata bagi perekonomian," ungkap Solikin.
Pendiri Ben & Jerry’s Sebut Unilever Halangi Es Krim Bertema Palestina
Ben Cohen luncurkan rasa semangka sebagai simbol solidaritas dengan Palestina. [415] url asal
#ben-amp-jerry-039-s #unilever #es-krim #solidaritas-palestina #aktivisme-sosial #konflik-israel-gaza #rasa-semangka #merek-independen #jerry-greenfield #misi-sosial
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Pendiri merek es krim Ben & Jerry’s, Ben Cohen, menuduh perusahaan induknya, Unilever, telah menghalangi peluncuran varian rasa es krim yang menyuarakan solidaritas dengan Palestina. Cohen menyampaikan ia akan secara independen menciptakan rasa baru tersebut sebagai bagian dari seri pribadi yang menyoroti isu-isu sosial yang tidak dapat diangkat secara publik oleh perusahaan.
Ben & Jerry’s dikenal luas karena aktivismenya dalam isu-isu sosial, politik, lingkungan, dan kemanusiaan, termasuk dalam merespons konflik Israel-Gaza. BBC News telah menghubungi Unilever untuk meminta tanggapan atas pernyataan Cohen tersebut.
Langkah Cohen ini memperdalam ketegangan lama antara Ben & Jerry’s dan Unilever, perusahaan barang konsumsi asal Inggris yang telah memiliki merek es krim tersebut sejak tahun 2000. Para pendiri Ben & Jerry’s menilai Unilever, bersama merek es krim Magnum yang kini tengah dipisahkan, telah secara tidak sah menghalangi perusahaan mereka dalam menjalankan “misi sosialnya.”
Dalam sebuah video di Instagram pada Selasa (28/10/2025) lalu, Cohen mengatakan tengah membuat sorbet rasa semangka dan meminta ide nama serta bahan tambahan dari publik. Semangka sendiri telah menjadi simbol solidaritas bagi rakyat Palestina karena warnanya yang serupa dengan bendera Palestina merah, hijau, hitam, dan putih.
“Aku melakukan apa yang mereka tidak bisa,” kata Cohen dari dapurnya. “Aku membuat es krim rasa semangka yang menyerukan perdamaian permanen di Palestina dan pemulihan atas kerusakan yang terjadi di sana.”
Pada 2021, Ben & Jerry’s menolak menjual produknya di wilayah pendudukan Israel. Namun, Unilever kemudian menjual operasi Ben & Jerry’s di Israel kepada pemegang lisensi lokal, sehingga produknya tetap dijual di Tepi Barat.
Seri dessert baru Cohen akan dikembangkan di bawah merek aktivis miliknya, Ben’s Best, yang memproduksi es krim secara independen dari Ben & Jerry’s. Ben’s Best pertama kali didirikan pada 2016 untuk mendukung kampanye mantan kandidat presiden AS, Bernie Sanders, melalui varian rasa Bernie’s Back.
Cohen menyebut, rasa-rasa baru ke depan akan membahas isu-isu yang tidak dapat diangkat secara publik oleh Ben & Jerry’s karena dibatasi oleh Unilever.
Pada September lalu, rekan pendiri Jerry Greenfield mengundurkan diri dari Ben & Jerry’s setelah puluhan tahun berkecimpung di perusahaan tersebut. Ia menilai independensi perusahaan telah tergerus akibat keputusan Unilever membatasi aktivisme sosial merek itu.
“Jerry memiliki hati yang besar, dan konflik dengan Unilever ini membuat hatinya hancur,” ujar Cohen dalam wawancara dengan program PM BBC. “Hati saya memimpin saya untuk tetap berjuang demi mempertahankan independensi perusahaan, agar Ben & Jerry’s bisa terus menjalankan misi sosial dan nilai-nilai yang telah kami pegang selama lebih dari 40 tahun.”
Semangka Ditanam di Kutub Selatan, Hasilnya Tak Diduga
Penelitian di Antartika menanam semangka di rumah kaca. [330] url asal
#semangka #kutub-selatan #penelitian-pertanian #antartika #rumah-kaca #hasil-pertanian #adaptasi-tanaman #iklim-ekstrem #eksperimen-ilmiah #buah-tropis
(CNBC Indonesia - Tech) 24/10/25 06:03
v/14074/
Jakarta, CNBC Indonesia - Buah semangka bisa kita temui di daerah dengan iklim tropis dan subtropis. Namun bagaimana jika ditanam di daerah yang sangat dingin hingga minus 89,2 derajat Celcius seperti Antartika?
Sebuah penelitian beberapa tahun lalu dari Russian Antarctic Expedition of the Arctic and Antarctic Research Institute (AARI), bersama Agrophysical Research Institute dan Institute of Biomedical Problems of the Russian Academy of Sciences mencoba menanam di wilayah paling dingin di muka Bumi.
Mereka mencoba menanamnya di sebuah rumah kaca di stasiun Vostok. Cara ini akan meningkatkan suhu dan kelembapan udara, jadi akan membuat semangka bisa bertumbuh dengan baik.
Dua varietas yang telah matang sebelumnya dipilih untuk percobaan ini. Alasannya karena bisa beradaptasi dalam tekanan atmosfer rendah dan oksigen yang sedikit dalam rumah kaca.
Benih semangka ditanamkan pada lapisan tipis pengganti tanah. Para peneliti juga membuat cahaya khusus yang mirip sinar matahari dan membuat penyerbukan pengganti tugas serangga.
Mengutip Live Science, hasilnya menggembirakan karena semangka tumbuh dengan baik. Butuh 103 hari hingga buah itu matang dan menghasilkan buah yang manis.
Russian Geographical Society menuliskan semangka yang tumbuh memiliki berat sekitar 1 kilogram dan diameter mencapai 13 cm.
Hasil ini jelas membuat senang para ilmuwan yang tinggal di wilayah tersebut. Membuat mereka bisa mengingat cita rasa musim panas di tempat paling dingin di muka Bumi, ungkap kepala ahli geofisika AARI, Andrei Teplyakov.
Stasiun Vostok telah mencoba menanam beberapa produk tanam lain sebelum semangka. Misalnya pada 2020, mereka menanam dill, basil, peterseli, aurgula, dan kubis.
Para peneliti juga sudah punya daftar buah lain yang siap ditanam, termasuk blackberry, blueberry, dan stroberi.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56