#30 tag 24jam
Tinggalkan Consumer Goods, WICO Pacu Pendapatan Healthcare
WICO fokus pada segmen healthcare untuk meningkatkan pendapatan pada 2026, meninggalkan consumer goods yang kurang prospektif. [322] url asal
#wico-healthcare #wico-pendapatan #distribusi-produk-kesehatan #bisnis-healthcare #sektor-kesehatan #pertumbuhan-wico #strategi-jangka-panjang #penataan-portofolio #produk-merek-sendiri #klien-baru-wic
(Bisnis.Com - Market) 25/06/26 14:49
v/259586/
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten distribusi PT Wicaksana Overseas International Tbk. (WICO) menargetkan pertumbuhan kinerja pada 2026 dengan menjadikan segmen healthcare sebagai kontributor utama pendapatan.
Direktur WICO Andika Laksmana Putra mengatakan perseroan akan memfokuskan pengembangan bisnis pada sektor kesehatan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan lebih baik dan sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan.
“Untuk tahun 2026, kami memfokuskan diri pada pertumbuhan yang lebih berkualitas dengan menempatkan segmen healthcare sebagai kontributor utama pendapatan perseroan,” ujar Andika, Kamis (25/6/2026).
Langkah tersebut ditempuh setelah WICO memutuskan menghentikan kegiatan usaha pada lini consumer goods yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan kinerja dan belum menunjukkan prospek pemulihan yang memadai.
Menurut manajemen, penghentian bisnis consumer goods merupakan bagian dari penataan ulang portofolio usaha guna meningkatkan kualitas pertumbuhan dan profitabilitas. P
erseroan kini mengarahkan sumber daya untuk memperkuat bisnis distribusi produk kesehatan, termasuk menambah klien baru dan memperluas jaringan subdistributor.
Selain itu, WICO juga membuka peluang pengembangan produk dengan merek sendiri sebagai salah satu strategi jangka panjang. Namun, implementasinya akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, aspek regulasi, serta peluang pasar yang tersedia.
“Kami tetap melihat pengembangan produk dengan merek sendiri sebagai opsi strategis ke depan. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kesiapan operasional, regulasi, serta peluang pasar,” kata Andika.
Meski demikian, pada 2026 kontribusi penjualan perseroan masih akan didominasi oleh produk-produk yang berasal dari principal atau pemilik merek yang telah bekerja sama dengan WICO.
Transformasi bisnis tersebut dilakukan di tengah fase konsolidasi yang masih dijalani perseroan sepanjang 2025. WICO membukukan penjualan bersih sebesar Rp584,93 miliar, turun 55,53% dibandingkan tahun sebelumnya Rp1,31 triliun akibat rasionalisasi portofolio usaha dan penyesuaian model distribusi yang lebih selektif.
Kendati demikian, perseroan mencatat perbaikan dari sisi profitabilitas. Rugi bersih berhasil ditekan menjadi Rp66,38 miliar pada 2025 dari Rp160,47 miliar pada tahun sebelumnya.
Andika menilai penurunan rugi bersih tersebut mencerminkan efektivitas langkah efisiensi yang dijalankan perusahaan, terutama melalui pengendalian biaya operasional dan optimalisasi struktur beban.
Illustrasi Waralaba Pizza Hut. Pizza Hut di Indonesia memastikan kondisi perusahaan tidak bangkrut atau mengajukan pailit. Jakarta. Kamis (2/7/2020). CNN Indonesia/Andry Novelino
Pizza Hut resmi dijual senilai total US$2,7 miliar atau sekitar Rp48,19 triliun ke perusahaan investasi LongRange Capital dan Yum China. [535] url asal
#pizza-hut #yum-brands #longrange-capital #domino-039-s-pizza #pizza #makanan-cepat-saji #wichita #yum-brands #frank-carney #taco-bell #kansas #longrange-capital #doordash #dolar-as #pepsico #ame
(CNN Indonesia - Ekonomi) 18/06/26 10:16
v/252991/
Pizza Hut resmi dijual senilai total US$2,7 miliar atau sekitar Rp48,19 triliun (asumsi kurs Rp17.857 per dolar AS).
Pemilik Pizza Hut, Yum Brands, menjual bisnis global restoran tersebut kepada perusahaan investasi LongRange Capital senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,77 triliun.
Sementara bisnis Pizza Hut di China dijual secara terpisah kepada Yum China dengan nilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp21,42 triliun.
Penjualan itu dilakukan setelah jaringan restoran pizza tersebut menghadapi tekanan bisnis selama bertahun-tahun di tengah ketatnya persaingan dan perubahan perilaku konsumen.
Kesepakatan tersebut sekaligus mengakhiri hubungan panjang Pizza Hut dengan Yum Brands yang telah berlangsung selama beberapa dekade bersama merek saudara mereka, KFC dan Taco Bell.
Dalam pengumumannya, Yum menyebut keputusan menjual Pizza Hut diambil setelah manajemen dan dewan direksi melakukan kajian strategis terhadap masa depan bisnis tersebut. Perusahaan menilai struktur kepemilikan baru akan memberikan ruang yang lebih sesuai bagi Pizza Hut untuk berkembang di pasar yang semakin kompetitif.
Penjualan ini juga menjadi penutup dari berbagai tantangan yang membayangi Pizza Hut dalam beberapa tahun terakhir. Kinerja jaringan restoran pizza tersebut dinilai terus tertinggal dibanding para pesaingnya, terutama di pasar Amerika Serikat (AS) yang merupakan pasar terbesar perusahaan.
Di negara asalnya itu, Pizza Hut sempat kesulitan beradaptasi dengan perubahan tren konsumen dari konsep restoran makan di tempat menuju layanan pesan antar dan bawa pulang.
Di saat yang sama, Domino's Pizza terus memperluas pangsa pasar, sementara platform pengantaran makanan seperti DoorDash turut menggerus penjualan.
Pada November tahun lalu, Yum mengungkapkan tengah mengeksplorasi berbagai opsi strategis untuk Pizza Hut. Hasilnya, perusahaan memutuskan penjualan menjadi langkah yang dianggap paling tepat untuk memaksimalkan nilai bagi pemegang saham sekaligus memberikan fokus bisnis yang lebih spesifik bagi Pizza Hut.
Dari dua transaksi tersebut, Yum memperkirakan akan memperoleh dana bersih sekitar US$2,3 miliar atau setara Rp41,02 triliun setelah dikurangi pajak, biaya transaksi, dan sejumlah penyesuaian lainnya.
Selain itu, Yum masih berpotensi menerima tambahan pembayaran hingga US$75 juta dari LongRange Capital sebelum 2030 apabila sejumlah target kinerja tertentu berhasil tercapai.
Meski demikian, perusahaan memperkirakan akan menanggung biaya satu kali sekitar US$85 juta selama sisa 2026 yang berkaitan dengan proses penjualan tersebut. Transaksi itu masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun ini.
Pizza Hut didirikan oleh dua bersaudara, Dan dan Frank Carney, di Wichita, Kansas, AS, pada 1958. Setahun kemudian, konsep waralaba mulai dikembangkan dan mendorong ekspansi perusahaan secara cepat.
Pada 1969, Pizza Hut melantai di bursa saham dan hanya dalam waktu dua tahun berhasil menjadi jaringan pizza terbesar di dunia. Status tersebut bertahan selama puluhan tahun sebelum akhirnya direbut Domino's Pizza pada 2017.
Pizza Hut kemudian menjadi bagian dari PepsiCo pada 1977 saat perusahaan minuman ringan itu mulai berekspansi ke bisnis restoran. Ketika PepsiCo memisahkan unit restoran pada 1997, Pizza Hut bergabung dalam perusahaan yang kemudian berkembang menjadi Yum Brands.
Berdasarkan dokumen perusahaan, hingga akhir 2025 Pizza Hut mengoperasikan hampir 20 ribu gerai di 108 negara dan wilayah. Jaringan tersebut membukukan penjualan sistem tahunan sebesar US$12,8 miliar.
AS menjadi pasar terbesar Pizza Hut dengan kontribusi sekitar 40 persen terhadap total penjualan global. Sementara China menjadi pasar terbesar kedua dengan porsi sekitar 20 persen dari total penjualan sistem perusahaan.
[Gambas:Youtube]
Germn Larrea, Juragan Tambang Misterius Meksiko Berharta Rp1.103 T
Germán Larrea adalah salah satu orang terkaya di Meksiko. Kekayaannya berasal dari perusahaan tambang tembaga terbesar di Negeri Sombrero, Grupo México. [435] url asal
#german-larrea #tambang #meksiko #taipan #konglomerat #orang-terkaya-dunia #taipan-cnn-indonesia #grupo-mexico #sonora #banamex #forbes #germn-larrea #peru #florida #citibank #southern-copper-co
(CNN Indonesia - Ekonomi) 10/05/26 20:36
v/217164/
Germán Larrea adalah salah satu orang terkaya di Meksiko. Kekayaannya berasal dari perusahaan tambang tembaga terbesar di Negeri Sombrero, Grupo México.
Berdasarkan data Forbes, Minggu (10/5), kekayaan Larrea mencapai US$63,5 miliar atau sekitar Rp1.103,46 triliun (asumsi kurs Rp17.377 per dolar AS). Majalah bisnis internasional itu pun menempatkan Larrea pada peringkat ke-33 orang terkaya di dunia.
Lantas bagaimana perjalanan hidup Larrea?
Dilansir dari berbagai sumber, Germán Larrea Mota Velasco lahir di Mexico City pada 26 Oktober 1953. Ia adalah putra dari 'Raja Tembaga' Jorge Larrea Ortega, pendiri raksasa tambang tembaga Grupo Mexico.
Tak banyak informasi mengenai kehidupan masa kecilnya. Setelah lulus pendidikan dasar, Larrea melanjutkan pendidikan tinggi di Universidad Anahuac di Mexico City dengan mengambil jurusan Teknik dan Administrasi Bisnis.
Setelah lulus, Larrea tak langsung terjun ke industri pertambangan. Ia memilih untuk mendirikan perusahaan percetakan dan penerbitan sendiri, Grupo Impresa, pada 1978.
Pada 1981, ia akhirnya terjun ke bisnis keluarga dan mulai dipercaya untuk mengisi berbagai posisi penting. Pada saat yang sama, ia masih memimpin Grupo Impresa sebagai Chairman dan CEO.
Kendati, pada 1989, Larrea memutuskan untuk menjual Grupo Impressa dan fokus mengabdikan diri pada perusahaan tambang keluarga.
Pada 1994, Larrea dipercaya sebagai Presiden dan CEO Grupo México menggantikan sang ayah. Ketika Ortega meninggal dunia lima tahun kemudian, ia mewariskan 60 persen saham perusahaan ke Larrea, istri, dan keluarganya.
Dilansir Bloomberg, Grupo Mexico semakin besar di tangan Larrea. Tidak hanya mengelola tambang tembaga raksasa Southern Copper Corp yang beroperasi di Peru dan Meksiko, perusahaan juga melebarkan sayap ke bisnis infrastruktur dan transportasi.
Salah satu yang terbesar adalah GMexico Transportes SAB yang merupakan pemilik jaringan rel kereta api sepanjang 11 ribu kilometer yang melintasi Meksiko hingga Florida, AS.
Sebagai perusahaan tambang, Grupo Mexico tak luput dari insiden. Pada 2014, perusahaan sempat menjadi sorotan setelah insiden kebocoran tambang tembaga di Sonora, Meksiko, yang mencemari dua sungai di sekitar.
Pemerintah setempat lantas meminta perusahaan memberikan kompensasi sebesar US$150 juta dalam bentuk dana perwalian bagi warga yang terdampak.
Pada 2025, Grupo Mexico tercatat meraup pendapatan US$18,8 miliar atau sekitar Rp326,69 triliun, naik sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode tersebut, perusahaan mencatat laba sebesar US$5,04 miliar (Rp87,58 triliun).
Tahun lalu, Larrea sempat melirik bisnis perbankan dengan menawarkan US$7 miliar untuk membeli Banamex dari Citibank. Namun, tawaran itu ditolak.
Larrea terbilang sosok konglomerat yang misterius. Pasalnya, ia jarang muncul di acara publik dan menerima wawancara media.
Saat ini, Larrea tinggal di Mexico City bersama anak dan seorang putri. Ia diketahui juga memiliki perusahaan pembiakan kuda pacuan terkemuka, St. George Stable.
Petani kopi Nusantara harus sejahtera
Indonesia tidak pernah kekurangan kopi unggul. Dari Gayo, Toraja, Kintamani, hingga Papua, kopi Nusantara telah lama menjadi penanda kekayaan alam sekaligus ... [1,056] url asal
#kopi #petani-kopi #kopi-nusantara #kesejahteraan-petani #ico
Kopi yang benar-benar “naik kelas” adalah kopi yang mampu mengangkat kesejahteraan petani di desa-desa Nusantara.
Jakarta (ANTARA) - Indonesia tidak pernah kekurangan kopi unggul. Dari Gayo, Toraja, Kintamani, hingga Papua, kopi Nusantara telah lama menjadi penanda kekayaan alam sekaligus identitas budaya yang mengakar.
Namun di balik reputasi global itu, terselip persoalan yang tak kunjung tuntas: petani —sebagai produsen utama— justru masih berada di titik paling rapuh dalam rantai nilai. Mereka menanam, merawat, dan memanen biji-biji terbaik, tetapi kerap hanya menikmati sebagian kecil dari nilai ekonomi yang dihasilkan.
Ironisnya, dalam skala makro, kopi justru menempati posisi strategis. Indonesia kini berada di peringkat keempat produsen kopi dunia, dengan kontribusi sekitar 7 persen terhadap produksi global pada musim 2025/2026. Produksi nasional diperkirakan melampaui 11–12 juta karung (60 kilogram per karung), dan terus menunjukkan tren peningkatan.
International Coffee Organization (ICO) menegaskan bahwa harga kopi dunia tengah bertahan pada level tinggi dalam beberapa tahun terakhir, dipicu gangguan pasokan dan dampak perubahan iklim di negara-negara produsen utama. Situasi ini semestinya menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat pijakan di pasar global.
Dari sisi perdagangan, kinerja ekspor juga menunjukkan capaian yang mengesankan. Pada semester pertama 2025, Indonesia mengekspor sekitar 206,7 ribu ton kopi ke pasar utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, dan Timur Tengah, melanjutkan tren positif yang ditopang oleh meningkatnya permintaan global serta daya saing kopi nasional.
Secara tahunan, data BPS mencatat bahwa pada 2024 ekspor kopi mencapai sekitar 312,9 ribu ton dengan nilai 1,62 miliar dolar AS, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya seiring lonjakan harga kopi dunia akibat gangguan produksi di negara produsen utama.
Tren ini berlanjut pada 2025, di mana nilai ekspor diperkirakan melonjak hingga sekitar 2,5 miliar dolar AS atau naik sekitar 54 persen (year-on-year), menegaskan posisi kopi sebagai salah satu komoditas ekspor pertanian unggulan sekaligus sumber devisa yang semakin penting bagi Indonesia.
Jalan menuju kesejahteraan petani
Di tengah tren positif pasar global, kopi Indonesia masih menghadapi persoalan klasik, yaitu produktivitas yang rendah. Lebih dari 90 persen kebun kopi dikelola oleh petani kecil, sehingga kinerja sektor ini sangat bergantung pada kemampuan mereka dalam mengelola budidaya dan pascapanen.
Sayangnya, banyak kebun masih didominasi tanaman tua dan praktik tradisional, dengan produktivitas rata-rata hanya sekitar 600–800 kilogram per hektar. Kondisi ini membuat peningkatan produksi berjalan lambat, bahkan ketika permintaan pasar terus meningkat.
Situasi tersebut menjadi kontras ketika dibandingkan dengan negara pesaing seperti Vietnam, yang mampu menghasilkan lebih dari dua ton per hektare untuk robusta. Indonesia memang unggul dalam keragaman cita rasa dan kekhasan origin, tetapi masih tertinggal dalam efisiensi produksi. Ironisnya, ketertinggalan ini terjadi justru saat harga kopi dunia tengah berada di level tinggi akibat gangguan produksi di negara-negara utama. Secara teoritis, inilah momentum emas bagi Indonesia untuk mendorong ekspor sekaligus meningkatkan pendapatan.
Namun peluang itu tidak serta-merta mengalir ke tingkat petani. Tanpa peningkatan produktivitas dan kualitas, lonjakan harga global cenderung lebih banyak dinikmati oleh pelaku di hilir. Pada saat yang sama, ancaman perubahan iklim kian nyata. Pergeseran pola hujan dan kenaikan suhu mulai menggerus produktivitas, terutama pada kopi arabika yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan. Dalam jangka panjang, situasi ini bahkan berpotensi mendorong pergeseran zona tanam ke dataran yang lebih tinggi, sebuah adaptasi yang tidak ringan bagi petani.
Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, kekuatan utama kopi Indonesia justru berakar pada pengetahuan lokal para petaninya. Di banyak daerah, praktik budidaya telah lama berkelindan dengan kondisi ekologis setempat: dari penerapan sistem agroforestri dengan tanaman penaung, penggunaan pupuk organik, hingga ketepatan dalam menentukan waktu panen. Namun pada akhirnya, nilai ekonomi kopi tidak hanya ditentukan di kebun. Tahap pascapanen menjadi simpul krusial yang menentukan kualitas akhir, harga jual, dan posisi tawar petani di pasar.
Contoh nyata terlihat di Dampit, Malang, ketika petani yang beralih dari penjualan kopi asalan ke panen selektif (petik merah) dan pengolahan yang lebih baik mampu meningkatkan harga dari sekitar Rp18.000 menjadi Rp22.000 per kilogram di tingkat petani, bahkan hingga Rp35.000 di pasar kedai .
Kisah serupa tampak di Aceh Gayo, melalui Koperasi Ketiara yang menaungi sekitar 1.700 petani dan berhasil menembus pasar ekspor lewat berbagai sertifikasi global. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kerja kolektif dapat membuka akses yang sebelumnya terasa jauh dari jangkauan.
Namun hari ini, menembus pasar global tidak lagi cukup hanya dengan mengandalkan kualitas rasa. Standar baru menuntut lebih: transparansi, keberlanjutan, dan ketertelusuran. Bagi petani kecil, tuntutan ini jelas bukan perkara ringan. Meski demikian, ketika mampu dipenuhi, justru di sanalah terbuka pintu menuju pasar premium dengan nilai ekonomi yang jauh lebih menguntungkan.
Menghentikan kebocoran rantai pasok
Masalah terbesar kopi Indonesia sebenarnya bukan pada produksi, melainkan pada distribusi nilai. Sebagian besar petani masih menjual kopi dalam bentuk bahan mentah, seperti ceri atau gabah, sehingga nilai tambah terbesar justru dinikmati pada tahap hilir, sejak pengolahan, roasting, hingga branding.
Akibatnya, petani hanya menerima sebagian kecil dari harga akhir secangkir kopi. Padahal, setiap tahapan pengolahan membuka peluang peningkatan pendapatan. Peralihan sederhana dari penjualan ceri ke green bean saja, sudah mampu menaikkan nilai secara signifikan, terlebih jika petani mampu melakukan grading dan menjalin hubungan langsung dengan pembeli.
Di sinilah pentingnya penguatan kelembagaan, terutama koperasi. Berbagai pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa petani yang tergabung dalam koperasi memiliki posisi tawar lebih kuat, akses pasar lebih luas, serta kemampuan lebih baik dalam memenuhi standar global. Koperasi juga memungkinkan efisiensi dalam proses sertifikasi dan pengelolaan rantai pasok.
Namun, penguatan kelembagaan saja tidak cukup. Diperlukan intervensi kebijakan yang lebih terarah, mulai dari percepatan program peremajaan kebun, investasi pada infrastruktur pascapanen di tingkat desa, hingga pendampingan untuk memenuhi standar ekspor. Selain itu, sektor swasta perlu didorong untuk membangun kemitraan yang adil dan transparan, sementara hilirisasi harus dilakukan di daerah asal agar nilai tambah tidak terus mengalir ke luar wilayah produksi.
Kopi Nusantara sesungguhnya memiliki semua modal untuk menjadi pemain utama dunia, yaitu kualitas, keragaman, dan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, keberhasilan tersebut akan kehilangan makna jika tidak diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani.
Transformasi sektor kopi harus dimulai dari perubahan cara pandang bahwa kopi bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan sistem ekonomi yang melibatkan jutaan petani kecil. Ke depan, ukuran keberhasilan tidak lagi cukup pada tonase ekspor atau nilai devisa, tetapi pada kemampuan petani menghasilkan kopi berkualitas, mengakses pasar premium, dan memperoleh harga yang layak.
Karena pada akhirnya, kopi yang benar-benar “naik kelas” adalah kopi yang mampu mengangkat kesejahteraan petani di desa-desa Nusantara.
*) Kuntoro Boga Andri, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian
Copyright © ANTARA 2026
Tujuan PepsiCo Sangat Jelas: Tidak Ada Deforestasi, Tidak Ada Konversi Lahan
Pabrik PepsiCo di Cikarang telah 100% menggunakan energi terbarukan, itu kombinasi dari sertifikat energi terbarukan (REC) dan biomassa. [3,266] url asal
#pepsico #ekonomi-sirkular #industri-hijau #give-me-perspective
(Katadata - In-Depth & Opini) 28/04/26 13:19
v/205139/
Produk makanan ringan Cheetos, Lays, dan Doritos kembali ke pasar Indonesia di bawah naungan PT PepsiCo Indonesia setelah sempat perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu sempat hengkang pada 2021. Perusahaan kembali dengan mendirikan pabrik di Cikarang, Jawa Barat, yang telah beroperasi sejak 2025.
Ketika PepsiCo meninggalkan Indonesia, produksi camilan berbahan dasar kentang dan jagung tetap memanfaatkan sumber bahan baku dari nusantara. Saat ini, dengan didirikannya pabrik di dalam negeri, sumber bahan baku, produksi, dan pemasarannya berputar di Indonesia.
Bisnis ini sangat bergantung pada aktivitas agrikultur, yang sangat berdampak terhadap lingkungan. Belum lagi kebutuhan air dalam jumlah besar dalam produksi camilan, hingga sisa bahan baku dan sampah kemasan yang terbuang ke lingkungan.
Kepentingan bisnis dan kelestarian sumber daya alam adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam praktik bisnis yang berkelanjutan di Indonesia.
Dalam sebuah wawancara terbatas dengan sejumlah media,Chief Sustainability Officer PepsiCo Global, Jim Andrew, membeberkan upaya-upaya berkelanjutan dalam operasional bisnisnya. Mulai dari pertanian regeneratif, energi bersih untuk operasional pabrik, hingga pemanfaatan limbah untuk ekonomi sirkular.
Ia juga menegaskan upaya perusahaan untuk mendapatkan pasokan bahan baku yang berkelanjutan memastikan tidak terjadi deforestasi dan konversi lahan. Berikut kutipan wawancaranya.
Anda memanfaatkan banyak minyak kelapa sawit dari Indonesia dan PepsiCo sebenarnya tengah fokus dalam kepatuhan rantai pasoknya. Bagaimana strategi global perusahaan Anda?
Ketika kami memikirkan tentang berbagai pasokan agrikultur, pedoman kami adalah strategi keberlanjutan ‘PepsiCo Positive’. Itu benar-benar menempatkan keberlanjutan di dalam inti strategi bisnis kami. Kami tidak memandang keberlanjutan sebagai sesuatu yang ada di luar sana dan menjalankan bisnis secara terpisah, ini satu kesatuan yang menjadi komponen inti.
PepsiCo Positive adalah citra perusahaan. Kami menerapkan citra pada segalanya, kami pun berpikir, ‘Bagaimana kami benar-benar mengaitkannya?’ Kami menyadari ada tiga bidang, salah satunya kami sebut ‘Positive Agriculture’, karena kami perusahaan makanan, sekitar 60% (produksi perusahaan) adalah makanan. Yang ada di negara ini adalah Lays, Cheetos, dan Doritos.
Kami memiliki pabrik baru yang sangat besar yang telah kami bangun. Investasinya sekitar US$ 200 juta (Rp 3,48 triliun, kurs Rp 17.240 per US$) dan kami memulai operasionalnya tahun lalu. Namun, kami sudah lama membeli bahan baku dari Indonesia.
Yang selalu kami perhatikan untuk memperoleh bahan baku dari seluruh dunia, adalah ‘Bagaimana kami melakukannya dengan baik?’ dan ‘Bagaimana kami melakukannya secara berkelanjutan?’
Jadi, kami memiliki tiga tujuan utama atau kami sebut pilar, yaitu Positive Agriculture, Positive Value Chain, dan Positive Choices.
Positive Choices adalah portofolio (produk) kami. Positive Value Chain adalah tujuan kami terkait emisi, penggunaan air, dan kemasan. Lalu Positive Agriculture, karena jika kami tidak memiliki komoditas tanaman pangan, kami tidak bisa berbisnis. Jadi kami bekerja sangat erat dengan petani dan komunitas lokal, bagaimana kami membantu mereka menjalankan pertanian yang lebih baik, lebih berkelanjutan.
Ini adalah pertanian regeneratif. Bagaimana kami mendapatkan bahan baku kami secara berkelanjutan dan kami dapat meningkatkan mata pencaharian para petani dan komunitas yang terlibat. Jadi kami berbincang banyak petani di Kalimantan Timur dan meninjau praktik baik perkebunan besar maupun pertanian lahan kecil dengan luas 2.000 hektare.
Kami meninjau keduanya. Bagaimana mereka merawatnya? Juga bagaimana mereka merawatnya dengan cara yang berkelanjutan dan mendukung mata pencaharian mereka dalam jangka panjang?
Termasuk hutan dan kemampuannya untuk tumbuh, selama tahun-tahun berikutnya. Saat ini kondisi lingkungan banyak berubah, dan kami sebagai perusahaan membutuhkan rantai pasok yang tangguh. Artinya, kami membutuhkan para petani untuk tetap bertani. Kami ingin mereka berhasil, kami ingin mereka produktif.
Jadi apa yang kami telah lakukan dan sering saya lakukan di berbagai belahan dunia adalah bekerja sama dengan tim kami di tingkat tapak sehingga mereka dapat bekerja dengan berbagai mitra, termasuk dengan petani. Ini bisnis dengan skala sangat lokal.
Saya banyak berbincang dengan para petani setiap tahun dan mereka dapat menceritakan pada Anda, "Perkebunan saya ini berbeda." Kami baru saja berbincang pekan ini dengan para petani, dan mereka mengatakan, "Bagian di sana dulu, tanahnya berbeda, ada yang tanahnya satu jenis, ada yang kondisinya sudah rusak, dan saya sudah memulihkannya." Itu adalah hal yang sangat penting dalam bekerja sama dengan petani.
Dalam rantai pasok global kami, kami memiliki sekitar 300 ribu petani yang bekerja sama secara langsung maupun tidak langsung. Jadi kami tidak bisa menyentuh setiap petani, tapi kita bekerja sama dengan mitra yang dapat mendukung para petani untuk melakukan apa yang banyak kami lihat pekan ini di tingkat tapak.
Ketika kamu hanya membantu satu petani, satu perkebunan, tapi tanah di sekitarnya tidak efektif, maka itu tidak akan berhasil seperti kamu bekerja pada keseluruhan lanskap dan komunitas yang ada. Baik itu memastikan tanahnya tetap sehat atau pemulihan airnya berhasil.
Jadi, kami mencari aksi kolektif dengan mitra yang benar-benar memahami kondisi lingkungan lokal dan dipercaya para petani. Kami berusaha bekerja sama dengan para petani dan membantu mereka berubah. Untuk melakukannya, petani harus percaya itu adalah bisnis mereka. Itulah bagaimana mereka menyajikan makanan di meja untuk keluarga mereka.
Perusahaan memiliki tujuan utama Positive Agriculture, untuk mendukung pertanian regeneratif. Bagaimana konsep pertanian regeneratif ini dilakukan di lapangan?
Pertanian regeneratif adalah serangkaian praktik pertanian di mana pertani akan membantu meningkatkan kualitas tanah. Untuk melakukannya, tergantung pada dimana mereka berada.
Upaya untuk meningkatkan kualitas tanah di Kalimantan Timur akan sangat jauh berbeda dengan di Amerika Serikat (AS). Di sana pun, sebagian memiliki masalah air, ada juga yang tidak. Ada yang mengalami degradasi tanah, ada yang memiliki tanah dengan kualitas sangat baik.
Jadi, ini alasan mengapa kami bekerja sama dengan mitra lokal yang dipercaya para petani dan memahami kondisi lokal, sehingga dapat menentukan apa yang tepat untuk dilakukan petani. Berapa banyak pupuk yang diperlukan? Bagaimana cara menyiapkan tanahnya? Semua hal yang berkaitan dengan itu.
Inilah upaya untuk membantu peningkatan kualitas tanah dan bukan hanya untuk satu tahun, tapi selama bertahun-tahun. Sekali lagi, kami bertemu dengan banyak petani pekan ini.
Kekhawatiran mereka, memang betul saya ingin menghasilkan uang dan memiliki perkebunan sekarang. Tapi, anak saya atau generasi selanjutnya, saya ingin mereka bisa mengikuti jejak saya. Untuk melakukannya, saya harus melindungi hutan, saya harus melindungi tanah.
Lalu, bagaimana Anda memandang isu deforestasi atau atau keterkaitan perkebunan besar dengan bencana? Ini mungkin berkaitan juga dengan bisnis PepsiCo, bagaimana menurut Anda?
PepsiCo sangat jelas mengenai pendekatan yang kami gunakan untuk mendapatkan bahan baku berkelanjutan. No Deforestation, No Conversion (tidak ada deforestasi, tidak ada konversi lahan). Tujuan kami sangat jelas untuk 2030 dan kami bekerja sama dengan lembaga-lembaga khususnya pemasok utama kami.
Jadi, mereka bekerja sama dengan orang yang memasok mereka dengan memastikan bahwa kami bekerja sangat keras agar tidak menyebabkan deforestasi di dalam rantai pasok. Ini sesuatu yang terus menerus kami lakukan secara serius, kami memiliki kebijakan untuk mendukungnya.
Indonesia merupakan salah satu penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia, apakah Anda menemukan sesuatu yang spesial atau menantang di sini? Bagaimana untuk menghadapinya?
Jika kita melihat gambaran besarnya, para petani di seluruh dunia, apapun yang mereka tanam, dan saya akan membahas Indonesia, sedang menghadapi tantangan yang semakin sulit. Perubahan iklim membuatnya lebih menantang. Tempat yang panas semakin panas, tempat yang basah semakin basah, yang kering semakin kering.
Badai semakin ekstrem, semakin besar. Jadi saya berpikir menjadi petani itu sangat menantang, di mana pun itu di dunia. Mereka harus tetap hidup.
Ketika membahas Indonesia, khususnya minyak kelapa sawit, saya rasa itu tidak berbeda karena mereka menghadapi tantangan yang sama. Jenis perkebunannya berbeda, mereka menanam kelapa sawit, jagung, tapi tidak dengan oats.
Namun mereka harus berhasil, mereka harus menghadapi tantangan cuaca yang sama. Kebijakan kami mengenai deforestasi serupa untuk di seluruh dunia.
Mata pencaharian petani, pasokan berkelanjutan, itu hal-hal yang sangat konsisten. Secara spesifik itulah mengapa kami bekerja sama sangat erat dengan mitra lokal dan bentuk kolaborasinya selalu berbeda, namun secara keseluruhan tantangannya sama di seluruh dunia.
Ketika berbicara mengenai tantangan iklim dan bencana alam, yang menjadi catatan adalah yang terjadi di Tenggulun, Aceh. Salah satu area restorasi di bawah program PepsiCo dilaporkan tidak terlalu terdampak banjir. Bagaimana Anda menjelaskan kondisi area ini?
Kami masih bekerja bersama mitra lokal kami, pelaksana kami, untuk mendapatkan informasi detail dan memahami apa yang menyebabkan apa. Namun sekali lagi, jika kita melihat gambaran besarnya, kita tahu area yang telah direforestasi lebih tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan itu, badai ekstrem atau kekeringan atau apapun itu.
Jadi apakah dalam kasus ini, apa yang kami lakukan secara langsung menjadi penyebabnya atau justru mendukungnya, kami masih berusaha mencari lebih lanjut. Namun umumnya, kita tahu ekosistem yang sehat lebih tangguh untuk menghadapi berbagai tantangan dari alam.
Kami sangat bersyukur mengetahui area tersebut, apapun alasannya, lebih sedikit terdampak daripada area lainnya. Tampaknya itulah area reforestasi dan memiliki ekosistem alami dan daya dukung yang paling kuat.
Bagi PepsiCo, itu sesuatu yang sangat penting, ketahanan dari rantai pasok kami. Ya, kami membutuhkan petani yang dapat mengatasi kemungkinan perubahan cuaca dan terus bertani sebab kami membutuhkan tanaman pangan. Kita membutuhkan kentang, minyak kelapa sawit, jagung.kita membutuhkan ini semua agar dapat membuat produk yang kita jual kepada konsumen setiap hari.
Ada statistik yang sangat menggembirakan, di seluruh dunia, sekitar satu miliar produk kami dinikmati setiap harinya. Jadi, kami membutuhkan banyak tanaman pangan agar dapat mendukung besarnya bisnis ini dan memberi senyuman di wajah orang-orang. Ya, semua orang menikmati keripik, kan.
Ketika PepsiCo menghentikan produksi makanan ringan di Indonesia pada 2021, PepsiCo Global tetap melanjutkan untuk menghasilkan bahan baku dari Indonesia?
Kami terus memasok sejumlah tanaman dan komoditas pertanian dengan ‘Positive Agriculture’, secara berkelanjutan. Itu tidak berubah karena Indonesia adalah negara yang penting bagi PepsiCo, untuk keduanya.
Area di mana kami mendapatkan pasokan, negara asal pasokan kami, juga perusahaan, negara tempat kami beroperasi. Beberapa tahun kami tidak melakukan operasi di sini, tapi Indonesia tetap menjadi sumber pasokan penting. Kini kami memiliki keduanya, namun itu sudah menjadi hal yang sangat penting dalam jangka waktu panjang.
Dari 300 ribu petani global yang menjadi mitra, berapa banyak dari Indonesia?
Kami tidak memiliki laporan mengenai angka yang pasti, tapi secara langsung maupun tidak langsung ketika menghitung petani kecil, ada sangat banyak di Indonesia, termasuk yang perkebunannya sangat luas.
Salah satu pria yang kami temui pekan ini memiliki 2.000 hektare lahan. Di tempat lain, bertemu dengan sekitar 10-15 petani. Kami makan siang bersama dan mereka menunjukkan kepada kami bagaimana lembaga yang bekerja sama dengan mereka membantu para petani menanam kakao secara tumpang tindih dengan kelapa sawit. Sehingga, mereka memiliki penghasilan tambahan dari kakao.
Selain itu, hal ini juga bermanfaat bagi kesuburan tanah dan membantu mendiversifikasikan kegiatan pertanian mereka. Di sana kami bertemu dengan sekitar 10-15 petani, tetapi skala usaha mereka semua cukup kecil. Itu di Kutai, Kalimantan Timur.
PepsiCo mengirim sejumlah petani Indonesia untuk belajar dari Thailand, apa tujuannya?
Keripik Lays mungkin menjadi merek makanan terbesar di dunia dan sangat disukai konsumen. Rasanya, teksturnya, penampilannya. Budaya menggoreng kentang di rumah sudah ada sejak lama, kami hanya punya dapur lebih besar untuk membuatnya.
Tapi semuanya dimulai dari kentang. PepsiCo memiliki varietas genetiknya sendiri di banyak negara untuk memastikan kentang tersebut sempurna dari segi DNA, tetapi kita membutuhkan petani untuk menanamnya dengan cinta dan perhatian agar berkualitas. Ketika kami masuk ke negara baru, ada proses edukasi yang kami lakukan bersama petani negara tersebut untuk membantu mereka belajar cara menanam kentang Lays sebaik mungkin.
Tanah, air, dan jika memungkinkan genetika yang tepat untuk memaksimalkan hasilnya. Para petani belajar paling baik dari sesama petani. Saat mereka pergi melihatnya, mereka mencelupkan jari mereka ke ladang lain dan petani itu memberitahu mereka ‘inilah yang berhasil’, maka itu seperti sihir.
Itulah mengapa kami berusaha melakukan hal-hal seperti membawa petani ke Thailand untuk berbincang dengan petani lain yang telah berhasil menanam kentang selama bertahun-tahun.
Pelatihan ini membantu seluruh ekosistem pertanian di Indonesia dan meningkatkan mata pencaharian mereka. Petani mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi, mereka menghasilkan lebih banyak uang, dan mereka mampu menekan biaya dengan menggunakan input dalam jumlah tepat. Bukan hanya untuk satu tahun, tetapi untuk jangka panjang.
Kami mengajak mereka untuk melihat langsung dan seiring waktu mereka menjadi petani yang lebih baik. Di banyak negara, kami memiliki apa yang kami sebut sebagai demo farms atau lahan percontohan. Pada suatu saat, saya yakin kami tidak akan membawa mereka ke Thailand, kami akan membawa mereka ke seorang petani Indonesia yang sukses menanam kentang beberapa tahun.
Pabrik PepsiCo di Indonesia, di Cikarang menggunakan energi bersih dalam operasinya. Saya ingin tahu energi bersih apa yang dimanfaatkan dan berapa besar implementasinya? Mungkin berapa persen dari total energi yang digunakan?
Ya, sekali lagi, pabrik kami dibangun saat kembalinya kami ke negara ini dengan nilai sekitar US$ 200 juta. Kami merancangnya sangat ramah lingkungan sejak dari awal. Sebab, ketika kami membangun pabrik baru, kami menyebutnya sangat ‘Sustainable from the Start’ (berkelanjutan sejak awal). Kami ingin membangunnya dengan cara yang dapat membantu tujuan kami pada 2030.
Jadi, itu telah 100% menggunakan listrik terbarukan. Itu dicapai melalui berbagai kombinasi dari sertifikat terbarukan, RECs (renewable energy certificate), dengan biomassa. Ada sebuah ketel uap (boiler) bertenaga biomassa, khususnya yang kami gunakan untuk membuat keripik Lays. Kami memiliki sejumlah perjanjian jual-beli listrik. Jadi kami memiliki portofolio penggunaan listrik terbarukan. Tapi sudah 100% hari ini.
Air juga menjadi topik yang penting, jadi kami memiliki manajemen air yang sangat kuat. Bagi kami, kami memiliki visi bahwa pada 2030 kami akan mencapai Net Water Positive. Artinya, jumlah air yang kami gunakan untuk membuat produk akan lebih rendah dari yang kami pulihkan ke daerah aliran sungai, ke area di mana air diperoleh.
Kami melakukannya dengan cara memastikan bahwa pabrik beroperasi sangat efisien. Jadi kami menerapkan praktik terbaik di pabrik sejak awal. Selain itu, kami juga memiliki proyek pemulihan cadangan air. Saya harus mengeceknya agar tidak salah menyebutkan, jadi kami proyek restorasi, pemulihan cadangan air di Sukabumi. Kami merestorasi 7.000 benih di area seluas 30 hektare. Ini adalah contoh proyek pemulihan cadangan air yang sudah dijalankan.
Itu telah memulihkan kembali cadangan air dalam jumlah sangat besar. Ke depan, kami ingin melihat bagaimana cara mengurangi penggunaan air sekaligus memulihkan cadangan air tersebut untuk mencapai Net Water Positive.
Kami juga bekerja sama dengan perusahaan air minum dan ini sangat inovatif. Kami bekerja sama dengan mereka untuk menggunakan air daur ulang dari sistem mereka untuk hal-hal seperti mencuci kentang. Jadi, penggunaan air bersih benar-benar rendah dan sangat efisien.
Begitu juga soal limbah. Kami selalu mencari cara untuk menggunakan ulang limbah sebanyak mungkin, mengurangi limbah dan menggunakannya kembali sebanyak yang kami mampu. Anda benar, pabrik ini adalah salah satu contoh nyata di seluruh sistem kami di seluruh dunia perihal efisiensi, keberlanjutan, dan menjadi pengelola sumber daya yang baik.
Melanjutkan perihal sampah dari pabrik, itu akan menjadi limbah organik yang mungkin dapat digunakan untuk kompos dan lain sebagainya, apakah PepsiCo memiliki program untuk menjalankannya?
Kami memulainya dengan meminimalisasi limbah, karena dengan mengurangi, mengurangi, mengurangi, ini adalah pendekatan terbaik. Benar bahwa limbah keluar dari pabrik kami, dari kemasan, limbah air, dan semuanya. Jadi kami selalu berupaya mengurangi lalu kami berupaya menggunakan kembali di manapun kami bisa.
Jadi hal-hal seperti boiler bertenaga biomassa menggunakan limbah yang biasanya berasal dari lingkungan setempat. seperti limbah pertanian atau semacamnya.
Di pabrik kami di Inggris misalnya, kami mengumpulkan kulit-kulit kentang dan memasukannya dalam anaerobic digester (pengurai limbah tanpa oksigen), lalu mengubahnya menjadi pupuk yang kemudian disalurkan kepada petani untuk digunakan di ladang mereka untuk menanam kentang. Jadi ini adalah sistem sirkular yang sangat baik. Sekali lagi, apa yang kami lakukan tergantung pada lokasi kami, infrastruktur, dan kebijakan pemerintah.
Sekali lagi, kemampuan untuk memanfaatkan air daur ulang dalam kegiatan seperti mencuci merupakan pendekatan yang sangat inovatif, yang dapat terwujud berkat kerja sama baik dengan perusahaan air minum setempat.
Mengetahui kerja Anda dan Tim PepsiCo, saya membayangkan itu pasti membutuhkan biaya lebih banyak, untuk membuatnya berkelanjutan. Ini ada biaya tambahan. Bagaimana untuk berkompromi dengan itu? Satu sisi harus ramah lingkungan dan di sisi lain produk tersebut harus terjangkau harganya
Keterjangkauan bagi konsumen di seluruh dunia, keterjangkauan adalah isu besar dan kami sangat menyadari pentingnya keterjangkauan dan apa yang perlu kami lakukan agar bisnis kami bisa sukses. Kami juga menyadari, untuk mencapai kesuksesan, bisnis kami harus berkelanjutan.
Jika para petani tidak bisa menanam produk yang kita butuhkan di Indonesia, seperti jagung, kelapa sawit, atau kentang, bisnis kita tidak akan berjalan. Jadi kita harus melakukannya keduanya. Tentu saja, produk kita harus terjangkau dan kita harus memastikan bahwa pertumbuhan kita berkelanjutan.
Kami berada di Indonesia untuk jangka panjang. Jadi bukan hanya dari pasokan, tetapi juga dari sudut pandang bisnis dan operasional, kami harus memastikan produk kami terjangkau, inovatif, dan berkualitas tinggi sehingga semua orang di ruangan ini membeli lebih banyak dan menikmatinya.
Kami harus melakukannya dengan cara berkelanjutan hingga ke seluruh rantai pasok kita. Baik itu air atau pertanian, harus berkelanjutan. Ini berlaku di seluruh dunia, jadi kita harus melakukan keduanya dan tidak memisahkannya. Itulah yang membedakan PepsiCo.
Sekali lagi, PepsiCo Positive bukanlah CSR yang terpisah dari bisnis. Kami melihat dewan direksi kami, CEO kami, memahami pentingnya membangun bisnis berkelanjutan. Untuk melakukannya, Anda harus memastikan seluruh rantai pasok dan semua orang di dalamnya juga berkelanjutan.
PepsiCo banyak menggunakan plastik dan sebagainya, bagaimana PepsiCo mengelola produk pascapakai atau limbah plastiknya? Bagaimana upaya pengumpulannya berjalan?
Kami memiliki visi bahwa kemasan tidak akan pernah menjadi limbah. Setidaknya itu aspirasi kami di seluruh dunia. Namun tidak ada perusahaan yang bisa melakukannya sendirian, butuh kerja sama. Pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), perusahaan, dan konsumen harus berperan membantu menciptakan ekonomi sirkular untuk kemasan. Oleh karena itu, kami bekerja sangat erat dengan organisasi di Indonesia di seluruh rantai nilai.
Kami bekerja sama erat dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) untuk program pengumpulan (kemasan pasca pakai) dalam rangka EPR (extended producers responsibility) dan Bali Waste Cycle, itu adalah organisasi yang bekerja sangat erat karena kami butuh mitra.
Semua langkah itu harus dijalankan untuk mewujudkan ekonomi sirkular. Jika salah satunya terlewatkan atau tidak terlaksana, maka sistemnya akan runtuh.
Tapi di level global, pada 2024 yang merupakan data terbaru, kami telah mengurangi penggunaan plastik baru dalam lingkup kami sebesar lima persen secara tahunan. Jadi kami memiliki sekitar 15% kandungan daur ulang dalam lingkup kami.
Kami sedang berupaya mengurangi, kami berupaya menggunakan lebih banyak kandungan bahan daur ulang, dan bekerja sama dengan lembaga seperti Ellen MacArthur Foundation secara global, serta Bali Waste Cycle dan IPRO secara lokal agar dapat bekerja sama untuk menciptakan ekonomi sirkular.
Dukungan pemerintah seperti apa yang menurut Anda diperlukan untuk mendukung penggunaan bahan daur ulang dalam kemasan?
Pemerintah memainkan peran sangat penting dalam menetapkan kerangka kebijakan untuk ekonomi sirkular terkait kemasan. Apakah Anda memiliki infrastruktur untuk mengumpulkan kemasan? Apakah Anda memiliki sistem EPR yang dirancang dengan baik dan berfungsi? Apakah anda memiliki persyaratan kandungan daur ulang? Apakah Anda berpikir secara luas atau hanya berpikir sempit perihal bahan?
Jadi, ada serangkaian hal yang dapat dilakukan pemerintah untuk membantu menetapkan kerangka kebijakan yang kemudian membantu memobilisasi seluruh ekosistem. Sekali lagi, tidak ada perusahaan yang bisa melakukannya sendirian.
Tahun 2030 hanya empat tahun dari sekarang, Anda menyebutkan sejumlah target tapi apakah anda mengevaluasi visi tersebut dan apakah anda telah memiliki catatan, mungkin secara tidak resmi, melampaui 2030?
Kami melaporkan perkembangan setiap tahun dalam mencapai setiap tujuan yang telah ditetapkan. Anda dapat menemukan laporkan terakhir di situs kami, kami melaporkannya setiap tahun. Versi terbaru baru akan keluar beberapa bulan yang mana akan merangkum semua data dari 2025.
Sebagian telah dirilis, sebagian lagi masih dalam proses. Kami telah mencapai beberapa target air kami lebih awal. Meskipun demikian, kita akan menghadapi tantangan 2030 dan kita akan memantau kemajuan kita. Jadi kita sangat transparan. Orang-orang dapat melihat dimana kami, apa yang kami kerjakan, apa yang menjadi tantangan-tantangan.
Terkait rencana setelah 2030, kami masih fokus pada target 2030. Ketika sudah lebih dekat tentu kami akan mulai memikirkannya. Kami belum memulai untuk setelah 2030. Seperti yang Anda katakan, itu masih panjang, 4,5 tahun lagi.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Hari Widowati
Cek juga data ini
SOS Sampah Plastik, PepsiCo Global Janji Kurangi Plastik Virgin 2% per Tahun
Perusahaan menargetkan penurunan penggunaan plastik virgin sebanyak lima persen per tahun. [316] url asal
#pepsico #plastik #daur-ulang #update-me #industri-hijau #berkelanjutan #ekonomi-sirkular
(Katadata - Ekonomi Hijau) 24/04/26 21:37
v/207761/
Raksasa makanan dan minuman PepsiCo Global melaporkan penurunan penggunaan plastik virgin sebanyak lima persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan menyatakan tengah berupaya untuk beralih ke kemasan berkelanjutan atau daur ulang untuk menekan penambahan sampah plastik.
Penurunan tersebut lebih besar dari target. “Kami mengupayakan pengurangan plastik virgin dalam lingkup operasional kami rata-rata dua persen setiap tahun hingga 2030. Saat ini, kami memiliki sekitar 15 persen bahan daur ulang dalam lingkup operasional kami,” kata Chief Sustainability Officer PepsiCo Global Jim Andrew dalam wawancara di Jakarta, Jumat (24/4).
Plastik virgin adalah plastik yang dibuat dari bahan baku baru alias belum pernah digunakan atau didaur ulang sebelumnya. Plastik virgin atau plastik murni umumnya berasal dari bahan bakar fosil seperti minyak bumi atau gas alam. Penggunaan plastik virgin banyak dikritik aktivis lingkungan karena plastik sudah terlalu banyak mencemari lingkungan.
Meski begitu, kata Jim, perusahaan tetap memprioritaskan untuk mengurangi penggunaan plastik sebagai kemasan, baru kemudian menggunakan plastik daur ulang.
Perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk program kemasan berkelanjutan. Di level global, PepsiCo menggaet antara lain Ellen MacArthur Foundation, badan amal yang berbasis di Inggris dengan agenda pengembangan ekonomi sirkular.
Di Indonesia, perusahaan menjalin kolaborasi dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) dan Bali Waste Cycle. Keduanya membantu industri penghasil makanan ringan dan minuman kemasan ini untuk mengumpulkan produk pascapakai dan mendaurulang-nya.
Produksi Plastik Global Tembus 400 Juta Ton per Tahun
Mengutip United Nations Environment Programme (UNEP), lebih dari 400 juta ton plastik diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Setengahnya didesain untuk sekali pakai, sedangkan yang didaur ulang tak lebih dari 10 persen.
Diestimasi, sekitar 11 juta ton sampah plastik mengendap di sungai dan danau, bermuara ke laut, atau masuk ke dalam rantai makanan manusia dalam bentuk mikroplastik. Benda kecil dari serpihan plastik ini dapat masuk ke tubuh manusia dan menjadi pemicu sejumlah masalah kesehatan.
Data UNEP juga mengungkap, industri kemasan adalah penghasil sampah plastik sekali pakai terbesar di dunia.
Bos PepsiCo Bicara Target Bebas Deforestasi hingga Tumpang Sari Sawit di Kutai
PepsiCo menyatakan tetap pada komitmennya agar rantai pasoknya -- khususnya untuk komoditas-komoditas berisiko tinggi -- bebas dari deforestasi dan konversi lahan natural. [303] url asal
#pepsico #deforestasi #pertanian #sawit #update-me #hutan-dan-lahan #industri-hijau
(Katadata - Ekonomi Hijau) 24/04/26 18:08
v/202055/
Perusahaan makanan dan minuman multinasional PepsiCo menyatakan tetap pada komitmennya agar rantai pasoknya -- khususnya untuk komoditas-komoditas berisiko tinggi -- bebas dari deforestasi dan konversi lahan natural pada 2030. Dikenal sebagai produsen minuman bersoda Pepsi, Pepsico juga adalah produsen beragam produk camilan populer seperti Lays, Doritos, atau Cheetos.
“Kami memiliki target yang jelas untuk 2030, dan kami bekerja sama dengan berbagai organisasi, khususnya pemasok tingkat pertama (tier one suppliers), agar mereka juga bekerja dengan para pemasok mereka untuk memastikan tidak terjadi deforestasi dalam rantai pasok kami," kata Chief Sustainability Officer PepsiCo Global Jim Andrew dalam wawancara di Jakarta, Jumat (24/4).
Menurut Jim, perusahaan juga terus berupaya untuk memastikan bahan bakunya bersumber dari lahan yang menerapkan pertanian regeneratif -- praktek pertanian yang mendukung pemulihan dan peningkatan kesehatan ekosistem.
Dalam kunjungannya ke Indonesia kali ini, Jim bercerita bahwa dirinya sempat berkunjung ke perkebunan sawit dalam rantai pasok PepsiCo di Kutai, Kalimantan Timur. Perkebunan itu disebutnya sebagai contoh pertanian regeneratif yang berdampak positif pada ekonomi petani.
“(Perkebunan ini) menunjukkan bagaimana organisasi yang bekerja sama dengan kami membantu petani menerapkan tumpang sari kakao dengan kelapa sawit, sehingga mereka memiliki sumber pendapatan tambahan dari kakao,” ujarnya.
Jim mengatakan ada sekitar 300 ribu petani yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam rantai pasok PepsiCo. Perusahaan memiliki keterbatasan untuk memantau seluruhnya. Karena itu, perusahaan bekerja sama dengan mitra-mitra lokal untuk pendampingan petani.
Selain soal pertanian regeneratif, Jim bercerita soal program restorasi lahan, salah satunya di Kecamatan Telunggun, Aceh. Meski berada di kawasan yang terdampak banjir dan longsor di Sumatra pada akhir tahun lalu, wilayah ini disebut tidak mengalami dampak signifikan.
Menurut Jim, kawasan yang telah direstorasi memiliki kondisi tanah yang lebih sehat dan pengelolaan air yang lebih baik, sehingga lebih tangguh menghadapi risiko bencana. “Kami bersyukur mengetahui area tersebut, apa pun alasannya, terdampak lebih sedikit dibanding area lainnya,” kata dia.
Raup Laba Rp12,7 Miliar, Sigma (SICO) Tebar Dividen Mini Rp2 per Saham
Dividen yang dibagikan senilai Rp1,82 miliar atau setara berapa 14,25 persen dari laba bersih. [186] url asal
#dividen #sigma #sico #laba-bersih
(IDX-Channel - Market News) 13/04/26 18:14
v/189954/
IDXChannel - PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) menetapkan pembagian dividen final Rp2 per saham untuk tahun buku 2025.
Dividen yang dibagikan senilai Rp1,82 miliar atau setara berapa 14,25 persen dari laba bersih perseroan Rp12,77 miliar.
Selain itu, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya ditetapkan sebesar Rp29 miliar dengan total ekuitas Rp133 miliar.
Pembagian dividen ini telah mendapat persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 9 April 2026.
Adapun SICO meraup kenaikan laba bersih sebesar 16 persen dari periode sebelumnya Rp11,1 miliar. Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan yang meningkat 38 persen menjadi Rp154,18 miliar.
Dividen tunai ini akan disalurkan pada 8 Mei 2026 kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (recording date) pada 21 April 2026.
Berikut jadwal pembagian dividen SICO:
- Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 17 April 2026
- Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 20 April 2026
- Cum Dividen di Pasar Tunai: 21 April 2026
- Ex Dividen di Pasar Tunai: 22 April 2026
- Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date: 21 April 2026
- Pembayaran Dividen: 8 Mei 2026
(DESI ANGRIANI)
Pendapatan Naik 38 Persen, SICO Raup Laba Bersih Rp12,9 Miliar
Kinerja positif tersebut ditopang oleh pendapatan yang meningkat 38 persen menjadi Rp154,18 miliar. [181] url asal
#sico #laba-2025 #sigma-energy
(IDX-Channel - Market News) 09/04/26 18:35
v/186781/
IDXChannel - PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) mencatatkan laba bersih Rp12,9 miliar sepanjang 2025, naik 16 persen dari periode sebelumnya Rp11,1 miliar.
Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pendapatan yang meningkat 38 persen menjadi Rp154,18 miliar. Laba usaha juga tercatat naik 17,5 persen menjadi Rp17,56 miliar.
Dengan kinerja positif tersebut, perseroan memutuskan pembagian dividen sebesar Rp5 per saham yang terdiri atas dividen interim Rp3 per saham dan dividen final Rp2 per saham.
Wakil Direktur Utama, Benjamin Jordan Wangsaputra mengungkapkan, pertumbuhan kinerja dapat dicapai melalui efisiensi operasional di tengah kenaikan harga minyak dunia.
“Kami melihat peluang di sektor energi, khususnya pada pemanfaatan gas suar (flare gas) yang lebih optimal. Di saat yang sama, kami tetap menjadi disiplin operasional agar pertumbuhan ini berkelanjutan,” ujar Benjamin dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (9/4/2026).
Dia menambahkan, SICO membidik ekspansi domestik dengan memperoleh kontrak-kontrak baru serta pengembangan solusi energi terintegrasi lainnya.
“Perseroan optimistis, dengan fundamental yang ada dan arah strategi yang jelas, SICO dapat terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Benjamin.
(DESI ANGRIANI)
Meta Didenda Rp6,34 Triliun Atas Kasus Eksploitasi Anak
Meta didenda Rp6,34 triliun oleh juri New Mexico atas kasus eksploitasi anak di platformnya. Investigasi mengungkap konten seksual eksplisit diterima akun anak. [353] url asal
#meta-didenda #eksploitasi-anak #keamanan-platform #denda-meta #kasus-eksploitasi #jaksa-new-mexico #akun-facebook #konten-seksual #fitur-scroll #perilaku-menyakiti #dokumen-internal #sanksi-maksimal
(Bisnis.Com - Teknologi) 26/03/26 12:18
v/173291/
Bisnis.com, JAKARTA —Juri di New Mexico menyatakan Meta bersalah karena menyesatkan soal keamanan platform dan membiarkan eksploitasi seksual anak, serta menjatuhkan denda US$375 juta atau sekitar Rp6,34 triliun.
Kasus ini bermula dari investigasi rahasia yang dilakukan pada tahun 2023 oleh Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez. Timnya membuat akun Facebook dan Instagram yang menyamar sebagai anak berusia di bawah 14 tahun. Hasilnya, akun tersebut menerima kiriman konten seksual eksplisit dari sejumlah pengguna dewasa.
Dalam gugatan yang diajukan, pihak negara menuduh Meta sengaja merancang fitur seperti scroll tanpa batas dan pemutaran video otomatis untuk membuat anak-anak terus menggunakan aplikasi. Hal ini dinilai berdampak buruk, seperti memicu kecemasan, depresi hingga perilaku menyakiti diri sendiri.
Selama persidangan yang berlangsung sekitar enam minggu sejak akhir Januari, jaksa menghadirkan dokumen internal yang menunjukkan Meta sebenarnya mengetahui adanya masalah eksploitasi seksual di platformnya. Namun, perusahaan dinilai tidak mengambil langkah yang cukup untuk mengatasinya.
Mengutip dari PCMag Kamis (26/3/2026), juri akhirnya menjatuhkan sanksi maksimal sebesar US$5.000 sekitar Rp84,5 juta untuk setiap pelanggaran, yang jika ditotal mencapai US$375 juta atau Rp6,34 triliun.
Putusan ini menjadikan New Mexico sebagai negara bagian pertama di Amerika Serikat yang berhasil memenangkan kasus melawan perusahaan teknologi besar terkait dampak buruk terhadap anak muda.
Di sisi lain, Meta menyatakan tidak setuju dengan keputusan tersebut dan berencana mengajukan banding. Perusahaan menegaskan mereka akan terus membela diri dan mengklaim telah berupaya melindungi remaja di platformnya.
Selain itu, masih ada satu gugatan lain yang belum selesai. Sidang berikutnya dijadwalkan pada 4 Mei untuk menentukan apakah Meta juga dianggap menyebabkan gangguan publik.
Dalam gugatan ini, negara bagian menuntut kompensasi tambahan serta perubahan besar pada sistem Meta, seperti penerapan verifikasi usia yang lebih ketat dan perlindungan yang lebih baik bagi anak di bawah umur.
Meta sendiri telah mulai melakukan beberapa perubahan, termasuk menghentikan enkripsi end-to-end pada pesan langsung (DM) di Instagram setelah 8 Mei.
Meski begitu, masalah hukum Meta tampaknya belum akan selesai dalam waktu dekat. Perusahaan ini masih menghadapi ribuan gugatan lain yang berkaitan dengan kecanduan media sosial pada remaja dan dampaknya terhadap kesehatan mental. (Nur Amalina)
VICO Suntik Modal Rp13 Miliar ke Anak Usaha Lewat Private Placement
VICO telah melaksanakan PMTHMETD pada 12 Desember 2025 dengan menerbitkan sebanyak 92.857.143 saham baru kepada VINS. [114] url asal
#vico #private-placement #anak-usaha #suntikan-modal #vins #victoria-group
(IDX-Channel - Market News) 26/03/26 08:05
v/173009/
IDXChannel - PT Victoria Investama Tbk (VICO) menyuntik modal anak usahanya, PT Victoria Insurance Tbk (VINS) melalui skema private placement.
Dalam keterbukaan informasi Rabu (25/3/2026), VICO telah melaksanakan PMTHMETD pada 12 Desember 2025 dengan menerbitkan sebanyak 92.857.143 saham baru kepada VINS.
Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp140 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai sekitar Rp13 miliar.
Langkah ini dilakukan oleh perseroan selaku pemegang saham pengendali VINS, dengan tujuan memperkuat struktur permodalan anak usaha yang bergerak di sektor asuransi tersebut.
Transaksi ini juga dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, mengingat VICO merupakan pengendali langsung VINS.
Lebih lanjut, aksi korporasi tersebut dilakukan sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat fundamental bisnis di sektor perasuransian.
(DESI ANGRIANI)
Harga BBM di 95 Negara Meroket Imbas Perang AS-Israel vs Iran
Berikut 95 negara dengan harga BBM melonjak karena perang Israel dan AS vs Iran hampir satu bulan terakhir. [607] url asal
#bbm #as #israel #iran #timur-tengah #energi #nigeria #australia #slovenia #global-petrol-prices #pakistan #yordania #spanyol #puerto-rico #perang-as-israel-vs-iran #al-jazeera #swiss #jepang
(CNN Indonesia - Ekonomi) 20/03/26 10:08
v/169548/
Harga bahan bakar minyak (BBM) di 95 negara dilaporkan naik setelah konflik Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mengganggu pasokan energi global.
Melansir Al Jazeera, lonjakan itu dipicu terganggunya distribusi minyak dan gas dunia, terutama karena pengiriman melalui Selat Hormuz nyaris terhenti. Jalur tersebut merupakan rute penting bagi pasokan energi dari kawasan Teluk ke berbagai negara.
Data Global Petrol Prices yang dikutip Al Jazeera menunjukkan kenaikan harga bensin tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi meluas ke berbagai belahan dunia.
Lonjakan paling tajam tercatat di negara-negara Asia dan negara berkembang yang sangat bergantung pada impor energi.
Dampak gejolak ini mulai terasa di banyak wilayah, di Amerika Serikat, harga bensin reguler naik sekitar 20 persen, dari rata-rata US$2,94 per galon pada Februari menjadi US$3,58 per galon.
Di sejumlah negara bagian, harga bahkan telah menembus US$4 per galon, di California melampaui US$5 per galon, level tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Berikut negara-negara dengan lonjakan harga BBM terbesar.
• Kamboja, naik 67,81 persen
• Vietnam, naik 49,73 persen
• Nigeria, naik 35,02 persen
• Laos, naik 32,94 persen
• Kanada, naik 28,36 persen
• Pakistan, naik 24,49 persen
• Maladewa, naik 18,54 persen
• Australia, naik 18,23 persen
• Amerika Serikat, naik 16,55 persen
• Singapura, naik 15,69 persen
Asia menjadi kawasan yang paling merasakan dampak konflik ini karena ketergantungannya yang besar terhadap Selat Hormuz sebagai jalur utama pasokan minyak dan gas.
Jepang dan Korea Selatan termasuk negara yang paling rentan. Jepang mengimpor sekitar 95 persen kebutuhan minyaknya dari kawasan Teluk, sedangkan Korea Selatan sekitar 70 persen.
Kedua negara itu mulai menyiapkan langkah darurat untuk menjaga stabilitas pasar energi. Jepang meminta fasilitas cadangan minyaknya bersiap jika sewaktu-waktu harus melepas stok strategis.
Sementara itu, Korea Selatan memberlakukan batas harga maksimum bensin dan solar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun.
Di Asia Selatan tekanannya disebut lebih berat, negara seperti Pakistan dan Bangladesh dinilai memiliki bantalan fiskal lebih tipis serta cadangan strategis yang lebih terbatas.
Bangladesh bahkan memerintahkan seluruh universitas negeri dan swasta tutup untuk menghemat energi.
Di Pakistan, kantor pemerintahan kini hanya beroperasi empat hari dalam sepekan, sekolah ditutup, dan kebijakan bekerja dari rumah 50 persen diterapkan untuk menekan konsumsi bahan bakar.
Indonesia juga masuk dalam daftar negara yang mengalami kenaikan harga BBM. Harga bensin oktan 95 tercatat naik 2,65 persen, dari US$0,72 per liter menjadi US$0,74 per liter.
Selain Indonesia, sejumlah negara Asia lain yang juga mencatat kenaikan harga BBM antara lain Pakistan, Maladewa, Australia, Singapura, China, Myanmar, Afghanistan, dan Sri Lanka.
Situasi serupa terjadi di Uni Emirat Arab, Turki, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, Qatar, Bhutan, Kazakhstan, Jepang, Yordania, dan Kyrgyzstan.
Di luar negara-negara tersebut, kenaikan harga BBM juga tercatat di Puerto Rico, Jerman, Guatemala, Seychelles, Sierra Leone, Lebanon, Spanyol, Austria, Swedia, Luksemburg, Zimbabwe, Ukraina, San Marino, dan Albania.
Kemudian Denmark, Makedonia Utara, Moldova, Panama, Ethiopia, Belgia, Prancis, Republik Demokratik Kongo, Bulgaria, Republik Dominika, Burundi, Liberia, Italia, Mesir, Norwegia, Swiss, Latvia, Yunani, dan Suriname.
Begitu pula Monako, Aruba, Peru, Argentina, Andorra, Montenegro, Portugal, Curacao, Rumania, Liechtenstein, Jamaika, Grenada, Israel, Serbia, Brasil, Inggris, Islandia, Siprus, Honduras, dan Selandia Baru.
Termasuk El Salvador, Bosnia dan Herzegovina, Kosta Rika, Tanzania, Mauritius, Mozambik, Lithuania, Slovenia, Ghana, Barbados, Georgia, Maroko, Nikaragua, Rwanda, dan Tunisia.
Lonjakan harga minyak ini juga dikhawatirkan mendorong kenaikan harga pangan global. Hal ini dikarenakan energi memegang peran penting di seluruh rantai pasok makanan, mulai dari pupuk, proses produksi, hingga distribusi ke pasar.
Negara-negara berpendapatan rendah dinilai paling rentan menghadapi kondisi ini. Selain karena warganya mengalokasikan porsi pendapatan yang lebih besar untuk membeli makanan, banyak negara juga masih bergantung pada impor gandum dan pupuk.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56
