#30 tag 24jam
Lesca Gadai Premier buka alternatif pendanaan dengan privasi tinggi
PT Lesca Gadai Premier menghadirkan alternatif akses pendanaan berbasis aset bernilai tinggi bagi pelaku usaha dan kalangan high net worth individuals (HNWI) ... [359] url asal
kebutuhan terhadap akses pendanaan yang cepat dengan tetap memperhatikan aspek kerahasiaan transaksi menjadi tren baru di kalangan eksekutif Indonesia
Jakarta (ANTARA) - PT Lesca Gadai Premier menghadirkan alternatif akses pendanaan berbasis aset bernilai tinggi bagi pelaku usaha dan kalangan high net worth individuals (HNWI) yang membutuhkan proses pembiayaan dengan tingkat privasi yang lebih tinggi.
Layanan eksklusif tersebut bernama White Glove Service yang dibalut dalam kampanye bertajuk Discreet Liquidity.
Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa kebutuhan terhadap akses pendanaan yang cepat dengan tetap memperhatikan aspek kerahasiaan transaksi menjadi tren baru di kalangan eksekutif Indonesia.
Ia menjelaskan waktu merupakan faktor penting dalam pengambilan keputusan bagi para pemimpin bisnis.
Pada pertengahan tahun, peluang ekspansi maupun kebutuhan pendanaan strategis dapat muncul dalam waktu yang singkat. Sementara proses persetujuan kredit melalui perbankan konvensional membutuhkan tahapan yang relatif lebih panjang.
Oleh sebab itu, melalui konsep Discreet Liquidity, Bastian menyampaikan bahwa perusahaan menghadirkan salah satu alternatif pembiayaan yang dapat mendukung kebutuhan tersebut dengan tetap mengedepankan aspek privasi.
Menurut perusahaan, layanan White Glove Service meredefinisi seluruh proses pergadaian konvensional menjadi sebuah pengalaman transaksi keuangan privat yang setara dengan layanan private banking internasional.
Tahapan layanan diawali dengan konsultasi serta kesepakatan awal yang dapat dilakukan melalui platform daring maupun WhatsApp.
Setelah terdapat kesepahaman awal, nasabah dapat menyerahkan aset secara langsung atau memanfaatkan layanan penjemputan yang disediakan perusahaan untuk membawa aset ke pusat penilaian resmi.
Perusahaan memastikan, seluruh proses logistik ditangani oleh tim operasional yang profesional guna memastikan aspek keamanan aset tetap terjaga dengan ketat selama perjalanan menuju tempat pengecekan. Setelah pemeriksaan teknis dan verifikasi aset selesai dilakukan, pencairan dana dapat diproses.
“Kami memperlakukan setiap transaksi layaknya sebuah kemitraan strategis yang sangat rahasia. Tidak ada antrean, tidak ada publikasi, dan tidak ada catatan publik yang dapat diakses oleh pihak luar. Ini adalah murni pertukaran nilai yang cepat, profesional dan senyap,” kata Bastian.
Perusahaan juga telah menerapkan standar ISO 9001 untuk sistem manajemen mutu dan ISO 27001 untuk sistem manajemen keamanan informasi.
Dengan standar tersebut, perusahaan menyatakan untuk terus berkomitmen dalam menjaga keutuhan data fisik maupun digital milik nasabah pada setiap tahapan dalam layanan White Glove Service.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Lesca Bidik Pebisnis Lewat Layanan Pendanaan Cepat dan Privasi
Pelaku usaha kini tidak hanya membutuhkan akses pendanaan yang cepat, tetapi juga proses yang menjaga kerahasiaan transaksi. [470] url asal
#pendanaan #gadai #pergadaian #aset-mewah
(Kompas.com - Money) 01/07/26 11:27
v/264843/
JAKARTA, KOMPAS.com – Kebutuhan akses pendanaan yang cepat dinilai semakin penting bagi pelaku usaha memasuki paruh kedua 2026. Di tengah rencana ekspansi bisnis dan meningkatnya aktivitas korporasi, sebagian perusahaan juga mempertimbangkan aspek kerahasiaan transaksi pendanaan untuk menjaga persepsi pasar.
Melihat kebutuhan tersebut, PT Lesca Gadai Premier memperkenalkan kampanye Discreet Liquidity melalui layanan White Glove Service. Perusahaan pergadaian swasta ini menawarkan fasilitas pendanaan dengan jaminan aset barang mewah yang dirancang khusus untuk menjaga privasi mutlak para pemilik bisnis dan kalangan High Net Worth Individuals(HNWI).
Direktur Lesca Gadai Premier Bastian Purnama mengatakan, pelaku usaha kini tidak hanya membutuhkan akses pendanaan yang cepat, tetapi juga proses yang menjaga kerahasiaan transaksi.
"Bagi para pemimpin bisnis, waktu dan reputasi adalah komoditas yang paling berharga. Di tengah tahun seperti ini, peluang ekspansi sering kali datang dengan tenggat waktu yang sangat ketat, bisa dalam hitungan hari atau bahkan jam. Menunggu proses persetujuan kredit perbankan konvensional yang memakan waktu berminggu-minggu tentu akan membuat momentum tersebut hilang," ujar Bastian dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).
"Di sisi lain, mereka tidak ingin pasar mencium bahwa mereka sedang membutuhkan dana taktis. Di sinilah konsep Discreet Liquidity yang kami tawarkan menjadi solusi mutlak," tambah dia.
Menurut perusahaan, kebutuhan menjaga kerahasiaan pendanaan menjadi salah satu pertimbangan bagi sebagian pelaku usaha karena aktivitas pendanaan dalam skala besar dapat memunculkan persepsi tertentu di kalangan investor maupun pelaku pasar.
Dalam teori keuangan korporat, aktivitas pendanaan sering kali memicu signaling effect atau efek sinyal di mata publik dan kompetitor. Pengajuan pinjaman institusional berskala besar atau penjualan aset operasional secara terbuka kerap disalahartikan oleh pasar sebagai indikasi masalah arus kas.
Bagi para CEO, pendiri startup, dan konglomerat, spekulasi semacam ini dapat mengganggu stabilitas harga saham, menurunkan kepercayaan investor, hingga memberikan celah bagi pesaing bisnis.
Melalui White Glove Service, proses konsultasi awal melalui daring termasuk WhatsApp, dilanjutkan dengan penilaian aset yang dapat dilakukan melalui layanan penjemputan maupun penyerahan langsung oleh nasabah.
Begitu rangkaian pemeriksaan teknis selesai dan kondisi aset dinyatakan valid, proses pencairan dana dengan nominal yang signifikan hingga miliaran rupiah dapat segera dilakukan secara cepat dan aman.
"Kami memperlakukan setiap transaksi layaknya sebuah kemitraan strategis yang sangat rahasia. Tidak ada antrean, tidak ada publikasi, dan tidak ada catatan publik yang dapat diakses oleh pihak luar. Ini adalah murni pertukaran nilai yang cepat, profesional, dan senyap," kata Bastian.
Lesca Gadai Premier menyatakan telah menerapkan standar manajemen mutu ISO 9001:2015 serta standar sistem manajemen keamanan informasi ISO/IEC 27001:2022 sebagai bagian dari pengelolaan layanan dan perlindungan data nasabah.
Perusahaan menyediakan layanan pembiayaan dengan jaminan aset barang mewah, seperti jam tangan premium, tas bermerek, dan perhiasan bernilai tinggi. Layanan tersebut ditujukan bagi pelaku usaha maupun individu dengan kebutuhan likuiditas jangka pendek.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangSatgas PASTI OJK Tutup 27 Entitas Gadai Ilegal dalam Dua Bulan
Satgas PASTI OJK menutup 27 entitas gadai ilegal pada April-Mei 2026 karena tidak berizin. Masyarakat diimbau waspada dan melaporkan aktivitas ilegal. [574] url asal
#gadai-ilegal #ojk-gadai #satgas-pasti #entitas-gadai-ilegal #penutupan-gadai-ilegal #uu-p2sk #gadai-swasta-ilegal #perlindungan-konsumen-gadai #investasi-ilegal #pelaporan-ojk #gadai-tanpa-izin #indus
(Bisnis.Com - Finansial) 29/06/26 15:15
v/262619/
Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang April sampai Mei 2026 telah menghentikan kegiatan usaha 27 entitas gadai swasta yang belum berizin atau ilegal.
Sekretariat Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal OJK, Hudiyanto menegaskan penutupan dan penghentian kegiatan usaha gadai swasta ilegal tersebut dilakukan berdasarkan Undang‑Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).
“Sesuai ketentuan Pasal 319 UU P2SK, seluruh pelaku usaha pergadaian diwajibkan untuk memenuhi persyaratan perizinan paling lambat 12 Januari 2026,” ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Senin (29/6/2026).
Hudiyanto menekankan bahwa aktivitas gadai swasta ilegal berpotensi menimbulkan kerugian masyarakat, mengingat pengenaan bunga yang tinggi, ketidakjelasan perjanjian, serta lemahnya perlindungan terhadap barang jaminan dan konsumen.
Sebab itu, lanjutnya, Satgas PASTI dan OJK terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penawaran investasi atau kegiatan yang menjanjikan keuntungan tinggi, pasti, dan menghasilkan dalam waktu singkat, memastikan legalitas pelaku usaha dan produk jasa keuangan melalui kanal resmi OJK (Kontak 157), dan tidak mudah percaya terhadap penawaran yang disampaikan melalui pesan pribadi, media sosial, atau tautan yang tidak jelas sumbernya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memberikan data pribadi, informasi rekening, kode OTP, maupun kata sandi kepada pihak mana pun dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi aktivitas keuangan ilegal ke sipasti.ojk.go.id dan melaporkan penipuan transaksi keuangan ke iasc.ojk.go.id.
Diberitakan sebelumnya, salah satu perusahaan gadai swasta yakni PT Gadai ValueMax Indonesia menilai usaha gadai ilegal dapat menjadi tantangan yang perlu dihadapi industri pergadaian pada 2026.
Manajer Operasional Gadai ValueMax Ronny Reginaldo mendorong agar para usaha gadai yang belum mendapat izin, segera mengurusnya ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Perlu kami ingatkan bahwa usaha pergadaian tanpa izin merupakan perbuatan kriminal dan dapat dipidana. ValueMax mengajak agar dapat mengurus izin kepada OJK,” ucapnya kepada Bisnis, dikutip Senin (29/12/2025).
Meski demikian, Ronny memandang industri pergadaian di Indonesia menunjukkan tren yang positif pada tahun depan, mengingat masih banyaknya masyarakat yang belum masuk dalam kategori bankable.
Daftar Perusahaan Gadai yang Diberhentikan Satgas PASTI:
- Gadai 99 (Pusat Gadai) Manado
Nama perusahaan/pemilik: Gadai 99 (Pusat Gadai) Manado
Aktivitas: Gadai Elektronik
Kota: Manado
Provinsi: Sulawesi Utara - Dana Gadai Sejahtera
Nama perusahaan/pemilik: Dana Gadai Sejahtera
Aktivitas: Gadai Elektronik
Kota: Manado
Provinsi: Sulawesi Utara - Jasa Titip Langsung Cair
Nama perusahaan/pemilik: Jasa Titip Langsung Cair
Aktivitas: Gadai Elektronik
Kota: Manado
Provinsi: Sulawesi Utara - Jiwa Gadai
Nama perusahaan/pemilik: Jiwa Gadai
Aktivitas: Gadai Kendaraan
Kota: Kotamobagu
Provinsi: Sulawesi Utara - Gadai Manado
Nama perusahaan/pemilik: Gadai Manado
Aktivitas: Gadai Elektronik
Kota: Manado
Provinsi: Sulawesi Utara - Titip Gadai Manado
Nama perusahaan/pemilik: Titip Gadai Manado
Aktivitas: Gadai Kendaraan dan Elektronik
Kota: Manado
Provinsi: Sulawesi Utara - Gadai Bitung
Nama perusahaan/pemilik: Gadai Bitung
Aktivitas: Gadai Kendaraan dan Elektronik
Kota: Bitung
Provinsi: Sulawesi Utara - GO GADAI
Nama perusahaan/pemilik: GO GADAI
Aktivitas: Gadai Elektronik, Perhiasan, dan Kendaraan
Kota: Gorontalo
Provinsi: Gorontalo - Menerima Gadai Gorontalo
Nama perusahaan/pemilik: Menerima Gadai Gorontalo
Aktivitas: Gadai Kendaraan dan Elektronik
Kota: Gorontalo
Provinsi: Gorontalo - Gadai BPKB Gorontalo
Nama perusahaan/pemilik: Gadai BPKB Gorontalo
Aktivitas: Gadai Kendaraan
Kota: Gorontalo
Provinsi: Gorontalo - Gadai Gemoy
Nama perusahaan/pemilik: Gadai Gemoy
Aktivitas: Gadai Kendaraan dan Elektronik
Kota: Gorontalo
Provinsi: Gorontalo - Gorontalo Gadai
Nama perusahaan/pemilik: Gorontalo Gadai
Aktivitas: Gadai Kendaraan dan Elektronik
Kota: Gorontalo
Provinsi: Gorontalo - Gadai Bitung
Nama perusahaan/pemilik: Gadai Bitung
Aktivitas: Gadai Kendaraan
Kota: Bitung
Provinsi: Sulawesi Utara - Gade Manado
Nama perusahaan/pemilik: Gade Manado
Aktivitas: Gadai Kendaraan
Kota: Manado
Provinsi: Sulawesi Utara
Hyundai Makin Agresif, Ekspor dari Indonesia Tembus Ribuan Unit pada Mei 2026
Hyundai mengekspor 4.145 unit CBU dan 1.800 set CKD dari Indonesia pada Mei 2026, tertinggi di antara merek non-Jepang. [329] url asal
(WE Finance - Ekbis) 28/06/26 16:12
v/262059/
Warta Ekonomi, Jakarta -Hyundai semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu basis produksi dan ekspor penting di kawasan Asia Tenggara. Pada Mei 2026, pabrikan asal Korea Selatan tersebut mencatatkan kinerja ekspor yang cukup kuat dari Indonesia, baik untuk kendaraan utuh (completely built up/CBU) maupun kendaraan dalam bentuk terurai (completely knocked down/CKD).
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), Hyundai mengekspor 4.145 unit kendaraan CBU sepanjang Mei 2026. Angka tersebut menempatkan Hyundai di posisi keempat eksportir mobil terbesar dari Indonesia, di bawah Toyota, Mitsubishi Motors, dan Daihatsu.
Capaian itu sekaligus membuat Hyundai menjadi merek non-Jepang dengan volume ekspor CBU terbesar dari Indonesia. Di bawah Hyundai, Wuling hanya mencatatkan ekspor 142 unit selama periode yang sama.
Tidak hanya pada kendaraan utuh, Hyundai juga menunjukkan performa yang kuat pada segmen CKD. Sepanjang Mei 2026, Hyundai mengekspor 1.800 set unit CKD, menempatkannya di posisi kedua setelah Mitsubishi Motors yang membukukan 4.006 set unit.
Kinerja tersebut mencerminkan semakin besarnya peran fasilitas produksi Hyundai di Indonesia sebagai hub ekspor untuk berbagai pasar luar negeri. Kehadiran pabrik Hyundai di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga memperkuat jaringan distribusi global perusahaan.
Di tengah perlambatan pasar otomotif nasional, capaian ekspor Hyundai menjadi sinyal positif bagi industri. Pada Mei 2026, penjualan kendaraan di pasar domestik tercatat turun 14,3 persen secara bulanan, dari 80.779 unit pada April menjadi 69.219 unit.
Sementara itu, ekspor otomotif Indonesia justru masih menunjukkan tren positif. Ekspor mobil CBU nasional mencapai 47.560 unit pada Mei 2026 atau naik 31,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Di sisi lain, ekspor komponen otomotif melonjak 149 persen menjadi 25,71 juta pieces.
Meski kontribusi Hyundai masih berada di bawah tiga pabrikan Jepang terbesar dalam ekspor CBU, kinerjanya menunjukkan bahwa Indonesia semakin penting dalam strategi produksi dan ekspor global perusahaan. Dengan volume ekspor yang terus terjaga, Hyundai berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama ekspor otomotif Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.
Strategi Gaet Nasabah di Tengah Dinamisnya Persaingan Pergadaian
OJK mengizinkan PT Gadai Sakti Jakarta dan PT Gadai Mas Nusantara beroperasi nasional, meningkatkan persaingan industri gadai. Strategi utama: layanan berkualitas, ekspansi, dan inovasi teknologi. [1,105] url asal
#perusahaan-gadai #industri-pergadaian #ojk-pergadaian #persaingan-pergadaian #strategi-bisnis-gadai #nasabah-gadai #pt-gadai-sakti #pt-gadai-mas-nusantara #layanan-pergadaian #akses-pembiayaan #pinjam
(Bisnis.Com - Finansial) 25/06/26 04:00
v/259050/
Bisnis.com, JAKARTA — Peta persaingan industri pergadaian kian dinamis setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin usaha pergadaian skala nasional kepada perusahaan yang sebelumnya hanya beroperasi di tingkat provinsi. Kondisi ini mendorong pelaku usaha gadai untuk memperkuat strategi bisnis guna menarik nasabah dan memperluas pangsa pasar.
Sebelumnya, OJK resmi memberikan persetujuan perubahan lingkup wilayah usaha dari tingkat provinsi menjadi tingkat nasional kepada dua perusahaan pergadaian, yaitu PT Gadai Sakti Jakarta dan PT Gadai Mas Nusantara.
Persetujuan kepada PT Gadai Sakti Jakarta diberikan melalui Surat OJK Nomor S-43/PL.02/2026 tanggal 7 Mei 2026. Sebelum itu, OJK juga telah memberikan persetujuan kepada PT Gadai Mas Nusantara yang berkedudukan di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk PT Gadai Mas Nusantara, ada tujuh entitas Gadai Mas yang bergabung (merger) ke dalam PT Gadai Mas Nusantara.
Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK, Agus Firmansyah mengatakan dengan persetujuan itu, PT Gadai Sakti Jakarta dan PT Gadai Mas Nusantara dapat menyelenggarakan kegiatan usaha pergadaian di seluruh wilayah Republik Indonesia.
“Dengan tetap memperhatikan dan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta prinsip-prinsip tata kelola yang baik,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).
OJK, katanya, berharap perluasan lingkup wilayah usaha ini dapat meningkatkan kapasitas usaha kedua perusahaan, memperluas jangkauan layanan pergadaian yang legal dan terdaftar, serta memberikan akses pembiayaan yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Langkah tersebut juga sejalan dengan upaya OJK dalam mendorong penguatan industri pergadaian melalui peningkatan skala usaha, penguatan tata kelola, dan perluasan akses layanan keuangan yang aman dan terpercaya bagi masyarakat,” tegas Agus.
Untuk diketahui, OJK mencatat penyaluran pinjaman industri pergadaian meningkat 56,80% (year on year/YoY) menjadi Rp157,20 triliun pada April 2026. Proporsi penyaluran pinjaman terbesar adalah PT Pegadaian konvensional yaitu Rp130,24 triliun atau 82,85% dari total penyaluran pinjaman industri pergadaian.
Adapun, sumber pendanaan pergadaian periode April 2026 mencapai Rp123,31 triliun meningkat 73,07 persen YoY. Sumber pendanaan Perusahaan Pergadaian berasal dari pinjaman yang diterima Rp105,39 triliun (85,46%) dan Surat Berharga Yang Diterbitkan sebesar Rp17,93 triliun (14,54%).
Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) menilai dengan kondisi adanya perusahaan gadai berizin nasional itu membuat peta persaingan industri pergadaian ke depannya akan semakin ketat.
“Namun, persaingan yang sehat tentu yang bisa membuat konsumen atau pengguna jasa gadai diuntungkan, akan memperoleh bunga yang rendah dan layanan yang semakin baik,” kata Sekretaris Umum PPGI, Holilur Rohman kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Holilur optimistis bahwa perusahaan gadai itu mampu bersaing di tengah dominasi PT Pegadaian (Persero), meski pangsa pasar yang diambil hanya sekian persen dan segmen yang berbeda.
Cara Gaet Nasabah Gadai
Holilur melanjutkan, untuk memperkuat daya saing dan memperluas pangsa pasar, perusahaan gadai dapat mendirikan outlet di tempat yang tepat, menghadirkan harga yang bersaing, dan layanan yang baik serta transparan.
“Adapun, tantangan yang perlu diwaspadai adalah fluktuasi harga emas, nilai tukar karena akan berpengaruh pada harga barang-barang elektronik yang menjadi jaminan. Perusahaan gadai harus rajin update kedua hal tersebut day to day untuk menetapkan nilai taksiran barang jaminan,” tegasnya.
Sementara itu, PT Budi Gadai Indonesia memandang bertambahnya perusahaan gadai berskala nasional sebagai tantangan sekaligus peluang. Pasalnya, perusahaan meyakini pasar gadai masih terbuka luas dan persaingan akan semakin sehat.
Sebab itu, Direktur Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring berujar bertambahnya perusahaan gadai yang berizin dan berskala nasional, perusahaannya tidak melihat hal tersebut sebagai ancaman utama.
“Untuk mempertahankan daya saing, perusahaan berfokus pada peningkatan kualitas layanan, proses gadai yang lebih humanis, penguatan jaringan cabang, serta rencana ekspansi cabang secara bertahap menuju skala nasional,” bebernya kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Adapun, lanjut Budi, tantangan yang perlu diwaspadai industri pergadaian pada tahun ini adalah fluktuasi harga emas karena penurunan harga emas memengaruhi nilai taksiran, risiko tata kelola dan kepatuhan, serta dinamika ekonomi dan suku bunga.
Sependapat, PT Gadai ValueMax Indonesia berpandangan tantangan industri pergadaian tahun ini antara lain kondisi ekonomi yang masih dinamis serta pergerakan suku bunga, perubahan daya beli masyarakat, persaingan yang semakin meningkat, serta kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekspektasi nasabah.
Menghadapi hal itu, Direktur Utama Gadai ValueMax Indonesia Brian Wiraatmadja mengemukakan perusahaan terus memperkuat fundamental perusahaan. Mulai dari pengelolaan risiko, kualitas sumber daya manusia, inovasi layanan, hingga menjaga kedekatan dengan nasabah.
“Fokus kami adalah membangun PT Gadai ValueMax Indonesia menjadi perusahaan gadai yang terpercaya, dekat dengan masyarakat, dan memberikan solusi keuangan yang mudah, cepat dan relevan bagi kebutuhan nasabah,” tegasnya kepada Bisnis, Selasa (23/6/2026).
Untuk tetap memperkuat daya saing, Gadai ValueMax Indonesia terus fokus pada beberapa hal utama seperti meningkatkan kualitas layanan cabang, memperkuat proses operasional, meningkatkan customer experience, serta memanfaatkan teknologi untuk memberikan layanan yang lebih mudah dan nyaman bagi nasabah.
“Selain itu, kami juga terus melakukan pengembangan jaringan secara terukur untuk semua cabang kami dengan tetap memperhatikan kualitas portofolio pembiayaan dan prinsip kehati-hatian,” beber Brian.
Semakin Kompetitif
Oleh karena itu, Brian melihat perkembangan industri pergadaian ke depan akan sekami kompetitif, terutama dengan semakin banyaknya perusahaan yang memperluas cakupan wilayah usaha.
Dia menyebut bahwa hal ini adalah hal yang positif karena menunjukkan industri pergadaian semakin dipercaya dan memiliki peluang pertumbuhan yang besar. Bahkan, perusahaannya pun merencanakan ekspansi cabang walaupun secara terencana dan tidak sporadis.
“Bagi kami, persaingan bukan hanya mengenai jumlah cabang atau skala usaha, tetapi bagaimana setiap perusahaan dapat memberikan nilai tambah kepada nasabah melalui layanan yang cepat, aman, nyaman, transparan, serta memiliki pemahaman yang baik terhadap kebutuhan masyarakat,” sebut Brian.
Adapun, PT Indonesia Gadai Oke melihat perkembangan ini adalah sinyal positif bagi industri pergadaian nasional. Dengan adanya perusahaan yang memperoleh izin perluasan wilayah usaha menjadi nasional, tingkat kompetisi tentu akan meningkat.
Kami memandang persaingan tersebut akan mendorong seluruh pelaku industri untuk meningkatkan kualitas layanan, inovasi produk, serta tata kelola perusahaan yang lebih baik,” ucap Direktur Gadai Oke Danioko Sastra Sembiring kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Untuk tetap dapat memperkuat daya saing, Danioko membeberkan lima cara yang dilakukan perusahaan. Pertama, transformasi digital, dengan cara mengembangkan aplikasi dan layanan online untuk mempermudah proses pengajuan, pembayaran, dan pemantauan pinjaman.
Kedua, meningkatkan kualitas layanan, dengan mempercepat proses pencairan dana dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Ketiga, diversifikasi produk sehingga tidak hanya fokus pada gadai emas, tetapi juga memperluas pembiayaan berbasis aset bergerak lainnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Keempat, ekspansi jaringan dan kemitraan, baik melalui pembukaan cabang baru di lokasi strategis. Kelima, menguatkan manajemen risiko, guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan serta memastikan pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami optimistis industri pergadaian masih memiliki prospek pertumbuhan yang baik. Kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan yang cepat, aman, dan mudah akan tetap tinggi. Perusahaan yang mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, menjaga kualitas layanan, serta menerapkan tata kelola yang baik akan memiliki peluang besar untuk tumbuh secara berkelanjutan,” tutup Danioko.
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Fitur paling menonjol dari Hyundai i20 generasi baru adalah desain eksteriornya yang jauh lebih berbeda dibandingkan pendahulunya, yang terinspirasi oleh Ioniq... | Halaman Lengkap [360] url asal
#mobil-terbaru #toyota #hyundai #pt-toyota-astra-motor-tam #hyundai-staria
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/06/26 08:01
v/252839/
LIMA - Hyundai baru saja meluncurkan generasi baru hatchback segmen B-nya, i20, dengan beberapa perubahan desain yang condong ke arah tampilan SUV. Model ini akan bersaing dengan rival seperti Toyota Yaris dan Mitsubishi Xforce di beberapa pasar.Hyundai baru saja memperkenalkan generasi terbaru i20 setelah beberapa kali tampil sebagai kendaraan uji di pasar pertamanya, Brasil.
Ini merupakan peningkatan komprehensif dalam desain eksterior dan interior, serta menggabungkan teknologi baru untuk memenuhi tren konsumen saat ini.
Fitur paling menonjol dari Hyundai i20 generasi baru adalah desain eksteriornya yang jauh lebih berbeda dibandingkan pendahulunya, yang terinspirasi oleh Ioniq 3.
Bagian depan mobil ini dilengkapi dengan strip lampu LED horizontal, lampu depan yang dipasang rendah, dan gril yang lebih besar. Lapisan plastik hitam di sekeliling bodi, jarak ground clearance yang sedikit lebih tinggi, dan bumper depan dan belakang yang didesain ulang memberikan tampilan SUV/crossover perkotaan pada hatchback ini.
Bagian belakang mobil telah didesain ulang dengan lampu belakang LED yang terhubung dan spoiler besar. Secara keseluruhan, eksterior i20 baru menampilkan garis-garis yang lebih bersudut dibandingkan generasi sebelumnya. Tren desain ini diadopsi oleh banyak produsen mobil untuk memenuhi permintaan SUV yang terus meningkat.
Di dalam kokpit, Hyundai melengkapi kendaraan ini dengan panel instrumen digital yang dipadukan dengan layar infotainment tengah yang besar. Mobil ini mendukung konektivitas smartphone nirkabel, pembaruan perangkat lunak jarak jauh, dan sistem konektivitas Bluelink.
Selain itu, produsen mobil Korea Selatan ini juga menambahkan beberapa fitur bantuan pengemudi canggih (ADAS) seperti peringatan tabrakan depan, bantuan menjaga jalur, dan kontrol jelajah adaptif, tergantung pada pasar tempat mereka didistribusikan.
Dari segi performa, Hyundai belum merilis spesifikasi lengkap, tetapi kemungkinan besar i20 terbaru akan tetap menggunakan pilihan mesin bensin dan mild-hybrid yang sama seperti generasi sebelumnya untuk memenuhi standar emisi yang semakin ketat.
Setelah peluncuran i20 baru di Brasil, Hyundai mengumumkan bahwa versi Eropa akan menggunakan platform sasis yang sama tetapi akan berbeda dalam desain, sistem penggerak, tata letak interior, dan pengaturan suspensi.
Di pasar hatchback segmen B, Hyundai i20 bersaing dengan Toyota Yaris, Volkswagen Polo, dan Mazda2 di beberapa pasar. Pergeseran ke desain mirip SUV dipandang sebagai langkah untuk mempertahankan daya saing model ini di tengah meningkatnya preferensi konsumen terhadap SUV perkotaan.
Indonesia Insurance Summit 2026 Bahas Strategi Industri Asuransi Hadapi Ketidakpastian Global
Industri asuransi memperkuat modal, tata kelola, dan inovasi di tengah gejolak global. OJK fokus pada reformasi sektor dan penjaminan polis. [544] url asal
(WE Finance - Finansial) 15/06/26 20:17
v/250920/
Warta Ekonomi, Jakarta -Industri perasuransian Indonesia mempercepat penguatan permodalan, tata kelola, dan inovasi untuk menghadapi meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu risiko geopolitik, volatilitas pasar keuangan, perubahan iklim, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Agenda tersebut menjadi fokus utama dalam Indonesia Insurance Summit (IIS) 2026 yang digelar Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama asosiasi perasuransian nasional di Yogyakarta pada 11–13 Juni 2026.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan sektor perasuransian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya berbagai risiko global.
“Bagi OJK, asuransi bukan semata instrumen pengelolaan risiko, tetapi bagian dari infrastruktur ekonomi nasional yang mendukung ketahanan masyarakat, keberlangsungan dunia usaha, dan stabilitas perekonomian,” ujar Friderica.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, prospek industri asuransi nasional dinilai masih terbuka lebar. OJK mencatat total aset industri asuransi mencapai Rp1.202 triliun hingga April 2026 atau tumbuh 3,39% secara tahunan (year-on-year).
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan tahun 2026 menjadi fase penting implementasi reformasi sektor perasuransian yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir.
“Selama kurang lebih empat tahun terakhir, OJK telah berfokus membangun fondasi yang kuat bagi reformasi sektor perasuransian melalui empat pilar utama, yaitu penguatan permodalan dan pendalaman pasar, penguatan tata kelola dan manajemen risiko, penguatan ekosistem industri, serta penyelarasan dengan standar dan best practices internasional,” ujar Ogi.
Menurut Ogi, sejumlah agenda prioritas yang akan dijalankan pada tahun ini mencakup penguatan permodalan tahap pertama, implementasi spin-off unit syariah, penyusunan kerangka New Risk-Based Capital (New RBC), penguatan tata kelola perusahaan, hingga persiapan implementasi Program Penjaminan Polis.
Selain itu, regulator juga tengah menyiapkan penguatan kerangka resolusi perusahaan perasuransian sebagai bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Yulius Bhayangkara mengatakan industri perasuransian saat ini menghadapi lingkungan bisnis yang semakin kompleks akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik, volatilitas pasar global, perubahan profil risiko, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan dan perlindungan.
“Indonesia Insurance Summit 2026 menjadi momentum penting untuk menyatukan perspektif seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat ketahanan industri dan memastikan industri perasuransian Indonesia tetap relevan, dipercaya, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional,” ujar Yulius.
Senada, Ketua Steering Committee Indonesia Insurance Summit 2026 sekaligus Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan mengatakan industri kini menghadapi berbagai risiko baru mulai dari perubahan iklim, ancaman siber, disrupsi teknologi, hingga ketidakpastian ekonomi global.
“Pada saat yang sama, masyarakat menuntut perlindungan yang lebih baik dan layanan yang lebih cepat, mudah, dan transparan,” kata Budi.
Dalam forum tersebut, pelaku industri, regulator, akademisi, dan mitra internasional membahas sejumlah isu strategis, antara lain implementasi UU P2SK, dampak dinamika geopolitik terhadap industri keuangan, Program Penjaminan Polis, pemanfaatan AI dalam industri asuransi, penguatan ketahanan industri, serta pengalaman transformasi industri asuransi di Korea Selatan dan Jepang.
Selain konferensi utama, penyelenggara juga menggelar Executive Leadership Forum dan Governance Leadership Forumyang mempertemukan direksi, komisaris, regulator, dan pimpinan asosiasi untuk membahas strategi penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan daya saing industri.
Salah satu hasil yang akan dirumuskan dalam forum tersebut adalah Yogyakarta Charter 2026, yang berisi komitmen industri perasuransian untuk memperkuat resiliensi, tata kelola, inovasi, perlindungan konsumen, dan inklusi asuransi nasional.
Hati-hati! Ada 184 Perusahaan Gadai Belum Terdaftar OJK
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat terdapat 184 pelaku usaha gadai yang belum mengajukan izin usaha. [298] url asal
(Bisnis.Com - Finansial) 14/06/26 17:00
v/249695/
Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menemukan kegiatan usaha gadai yang belum memiliki izin usaha. Saat ini, terus dilakukan upaya penanganan bersama Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI).
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM dan LJK Lainnya OJK Agusman membeberkan terdapat 184 pelaku usaha gadai yang belum mengajukan izin usaha kepada OJK.
“OJK melalui Satgas PASTI terus melakukan penanganan terhadap usaha gadai ilegal melalui berbagai langkah, antara lain klarifikasi kepada pelaku usaha, penghentian kegiatan usaha,” tuturnya dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip pada Minggu (14/6/2026).
Dia melanjutkan, langkah lain adalah pemblokiran situs atau media sosial, hingga penyampaian laporan informasi kepada aparat penegak hukum apabila diperlukan.
“Adapun, faktor yang menyebabkan masyarakat masih menggunakan layanan gadai ilegal antara lain tingkat literasi keuangan masyarakat serta kemudahan akses,” bebernya.
Untuk diketahui, OJK menyederhanakan izin usaha gadai di lingkup wilayah kabupaten/kota, melalui POJK 29/2025 tentang Pergadaian. Ada 11 perubahan pokok dalam ketentuan POJK tersebut.
Sebab itu, OJK terus mengimbau pelaku usaha gadai yang belum memiliki izin usaha segera mengajukan permohonan izin melalui Kantor OJK sesuai tempat/kedudukan pelaku usaha gadai.
Adapun, per Maret 2026, terdapat dua perusahaan pergadaian dengan lingkup wilayah usaha nasional, yaitu PT Pegadaian dan PT Gadai Mas Nusantara. Kemudian, ada 129 perusahaan dengan lingkup provinsi dan 85 perusahaan dengan lingkup kabupaten/kota.
Di sisi lain, Aguman membeberkan tantangan yang dihadapi industri pergadaian, antara lain terkait keterbatasan permodalan dan kapasitas operasional,
“Sehingga perusahaan perlu memperkuat permodalan, meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko, menjaga prinsip kehati-hatian agar dapat tumbuh secara berkelanjutan serta menjaga pelindungan konsumen,” katanya.
si, OJK mencatat penyaluran pembiayaan industri pergadaian pada April 2026 sebesar Rp157,20 triliun, tumbuh 56,8% (year on year/yoy) dari Rp100,25 triliun. Adapun, nilai asetnya menyentuh Rp188,52 triliun.
Selepas Pensiun Masih Bisa Berkarya, Ini Tips Jaga Kualitas Hidup di Usia Emas
Menikmati masa pensiun yang nyaman membutuhkan dukungan finansial memadai. [586] url asal
#bri #masa-pensiun #aktivitas-baru #dukungan-finansial-memadai #perencanaan-keuangan #interaksi-sosial #kondisi-keuangan-terencana #dukungan-pembiayaan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masa pensiun sering dipandang sebagai waktu untuk beristirahat setelah bertahun-tahun bekerja. Namun, kini semakin banyak orang yang melihat masa pensiun sebagai kesempatan menjalani aktivitas baru yang lebih fleksibel dan sesuai minat pribadi.
Namun tak sedikit pensiunan yang menghadapi tantangan baru setelah berhenti bekerja. Mulai dari berkurangnya penghasilan rutin, meningkatnya kebutuhan kesehatan, hingga keinginan untuk tetap produktif tanpa memiliki dukungan finansial memadai.
Banyak yang memilih tetap berkarya melalui usaha kecil, mengembangkan hobi, mengikuti komunitas, atau menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Dengan perencanaan yang tepat, masa pensiun produktif bisa menjadi fase menyenangkan sekaligus penuh peluang.
Menikmati masa pensiun yang nyaman membutuhkan dukungan finansial memadai. Karena itu, penting bagi para pensiunan memiliki perencanaan keuangan yang bisa membantu mewujudkan berbagai rencana di masa depan.
Kehidupan Setelah Pensiun Tetap Bisa Produktif
Banyak orang kini menyadari, kehidupan setelah pensiun tak harus identik dengan berkurangnya aktivitas. Sebaliknya, masa ini bisa menjadi waktu yang tepat mengejar impian yang selama ini tertunda karena kesibukan bekerja.
Ada yang memilih menjalankan usaha setelah pensiun, seperti bisnis kuliner rumahan, toko kelontong, atau usaha berbasis hobi. Ada pula yang aktif mengikuti kegiatan sosial dan komunitas untuk memperluas relasi sekaligus menjaga kesehatan mental.
Beragam aktivitas pensiunan tersebut, tidak hanya membantu mengisi waktu luang, juga membuat para pensiunan aktif tetap merasa produktif dan memiliki tujuan dalam menjalani keseharian.
Tips Pensiun Nyaman dan Berkualitas
Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh untuk menjaga kualitas hidup di usia pensiun agar bisa menjalani kegiatan sehari-hari dengan tetap optimal.
Menjaga Kesehatan dan Kebugaran
Kesehatan merupakan modal utama untuk tetap aktif di masa pensiun. Karena itu, penting untuk rutin berolahraga, menjaga pola makan seimbang, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Selain itu, penggunaan peralatan penunjang gaya hidup sehat juga membantu menjaga kebugaran sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih nyaman.
Tetap Aktif Bersosialisasi
Bergabung dengan komunitas atau kegiatan sosial dapat menjadi cara untuk menjaga semangat dan memperluas jaringan pertemanan. Interaksi sosial yang positif juga membantu menjaga kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup.
Mengelola Keuangan dengan Bijak
Salah satu kunci utama menikmati masa pensiun adalah memiliki kondisi keuangan terencana. Dengan pengelolaan yang baik, berbagai kebutuhan seperti kesehatan, renovasi rumah, hingga modal usaha bisa dipersiapkan secara lebih matang.
BRI Multiguna Purna, Solusi Keuangan untuk Pensiunan
BRI menghadirkan BRI Multiguna Purna sebagai solusi keuangan pensiunan yang dirancang khusus untuk memenuhi beragam kebutuhan. Untuk mewujudkan beragam kebutuhan tersebut, dukungan finansial yang sesuai kebutuhan menjadi salah satu faktor penting agar pensiunan tetap bisa aktif dan produktif.
BRI Multiguna Purna hadir untuk pensiunan ASN, BUMN, swasta, orang-orang yang memasuki usia 55 tahun ke atas serta individu yang tetap aktif dan mandiri setelah pensiun agar rencana masa tua terwujud dengan baik.
Sebagai salah satu pilihan kredit pensiunan, BRI Multiguna Purna dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Mulai dari pembelian peralatan penunjang gaya hidup sehat, kebutuhan kesehatan, pengembangan usaha setelah pensiun, renovasi rumah, hingga kebutuhan produktif lainnya.
Dukungan pembiayaan yang tepat, membantu para pensiunan lebih leluasa menjalankan aktivitas yang diinginkan. Jadi, masa pensiun tak hanya menjadi waktu untuk beristirahat tetapi juga kesempatan untuk terus berkembang dan menikmati hidup lebih maksimal.
Melalui BRI Multiguna Purna, para pensiunan memiliki akses ke solusi keuangan yang dapat membantu menjaga kualitas hidup sekaligus mendukung berbagai rencana yang ingin diwujudkan.
Masa pensiun bukan akhir dari produktivitas. Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan finansial sesuai kebutuhan, menikmati masa pensiun yang aktif, nyaman, dan produktif menjadi lebih mudah untuk diwujudkan.
Nikmati masa pensiun yang tetap aktif, nyaman, dan produktif bersama BRI Multiguna Purna. Dapatkan informasi lebih lanjut melalui kantor cabang BRI terdekat atau website resmi BRI di https://bbri.id/brimultigunapurna.
Sinar Mas Land hadirkan Dairyland, destinasi peternakan di BSD City
Sinar Mas Land menghadirkan theme park bernama Dairyland sebagai tempat rekreasi yang memadukan hiburan dan edukasi dalam satu ekosistem tematik di lahan ... [469] url asal
Tangerang, Banten (ANTARA) - Sinar Mas Land menghadirkan theme park bernama Dairyland sebagai tempat rekreasi yang memadukan hiburan dan edukasi dalam satu ekosistem tematik di lahan seluas 3,8 hektare di Hiera BSD City, Tangerang, Banten.
Theodore Tennoch, Vice President Director PT Sinar Mitbana Mas, di Tangerang, Banten, Kamis mengatakan Dairyland at Hiera BSD, merupakan sebuah destinasi wisata bertema peternakan pertama dan satu-satunya di kawasan BSD City.
Destinasi wisata ini adalah hasil kerja sama strategis antara Dairyland melalui PT Wisata Sapta Pesona dan PT Sinar Mitbana Mas, kolaborasi antara Sinar Mas Land, Mitsubishi Corporation dan Surbana Jurong.
"Direncanakan akan mulai beroperasi pada akhir 2028," ujarnya.
Penandatanganan cooperation agreement Dairyland at Hiera BSD dilakukan oleh Daisuke Kobayashi selaku President Director PT Sinar Mitbana Mas, Theodore Tennoch selaku Vice President Director PT Sinar Mitbana Mas dan Yosua Lestijanto Gunawan sebagai Direktur PT Wisata Sapta Pesona pada 20 Mei 2026 di Hiera Marketing Gallery, BSD City.
Ia mengatakan penandatanganan ini merupakan kelanjutan dari eksplorasi awal Sinar Mas Land bersama Dairyland pada 2023 untuk menghadirkan destinasi wisata edukatif berkonsep peternakan di BSD City.
Setelah melakukan studi kelayakan mendalam bersama Hiera BSD City, konsep tersebut dikembangkan menjadi Dairyland at Hiera BSD yang lebih luas, terintegrasi, dan sesuai kebutuhan keluarga modern saat ini.
Hiera dibangun dengan visi melampaui sekadar kawasan hunian, kami ingin Hiera menjadi tempat di mana keluarga bertumbuh, bahagia, dan menemukan momen-momen terbaik kehidupan.
Kehadiran Dairyland Hiera adalah wujud nyata dari komitmen itu sekaligus mempertegas Hiera sebagai kawasan hunian dengan ekosistem gaya hidup keluarga yang terintegrasi dengan kawasan TOD Stasiun Jatake yang nantinya akan memudahkan akses bagi penghuni maupun pengunjung.
"Kolaborasi dengan Dairyland menjadikan Dairyland at Hiera BSD sebagai destinasi yang benar-benar hidup dan berkarakter dan memperkaya fasilitas rekreasi serta gaya hidup keluarga modern yang tinggal di BSD City maupun kawasan sekitarnya," ujarnya.
Daisuke Kobayashi, President Director PT Sinar Mitbana Mas, mengatakan kolaborasi ini mencerminkan komitmen dalam menghadirkan integrated township yang tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur dan konektivitas, tetapi juga memiliki ekosistem lifestyle, edukasi, dan leisure yang lengkap.
Dairyland Hiera diharapkan dapat menjadi family destination ikonik baru di BSD City yang mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus memperkuat daya tarik kawasan bagi masyarakat Jabodetabek.
Yosua Lestijanto Gunawan, Direktur PT Wisata Sapta Pesona, mengaku sangat antusias akhirnya dapat mengumumkan rumah baru bagi Dairyland di Jabodetabek, yakni di BSD City.
Di sini, pengunjung dari segala usia akan menemukan pengalaman yang tak terlupakan, mulai dari interaksi langsung dengan hewan-hewan ternak, pertunjukan hewan, hingga museum susu interaktif yang menyajikan edukasi tentang dunia peternakan dan produk dairy dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
"Berbagai workshop edukatif bertema peternakan dan dairy experience, aktivitas interaktif, serta acara tematik yang berganti sepanjang tahun menjadikan Dairyland Hiera sebagai destinasi yang selalu memberikan kejutan dan alasan untuk terus kembali," katanya.
Pewarta: Achmad Irfan
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Gadai vs. Pinjaman Online, Mana Lebih Aman untuk Kebutuhan Mendesak?
Bingung memilih antara gadai vs. pinjaman online ketika membutuhkan dana cepat? Simak informasi terkait perbandingan kedua pilihan tersebut di artikel ini! [359] url asal
(WE Finance - Finansial) 09/06/26 18:35
v/245165/
Warta Ekonomi, Jakarta -Kebutuhandaruratsering kali datangtiba-tibadanmenuntutpenyelesaianinstan. Ditengahsituasiini,gadaidanpinjamanonlinetermasuk duaopsitercepatyangdilirikmasyarakat.
Keduanyamenawarkanpencairanyangmudahdan cepat.Namun, saatkeamananfinansialdanketenanganpikiranmenjaditaruhannya,manakahalternatifpinjamanyang paling minimrisiko?
Nah,maripelajarilebih lanjutmengenaiperbandinganantaragadaivs.pinjamanonlineuntukmengetahuinyadi artikel berikut. Simak sampai akhir.
Gadai
Gadaimerupakancaraumumuntukmemperolehdana cepat denganmenitipkanbarangberhargayangdimilikisebagaijaminannya, sepertiemas,peralatanelektronik, dan lain-lain.
Layananinitersediadilembagaresmiyangberadadibawahpengawasanresmipemerintah. Dalamprosesnya,kondisifisikbarangakandicek untukmenaksirnilaiekonomisnya.
Hasilpenilaiannantinyadigunakan untukmenentukanbatas maksimalplafonpinjamanyang bisadidapatkanolehnasabah.
1. Kelebihan Gadai
Di balikkewajibanmenjaminkanbarang,sistemgadaimemilikiberbagaikeuntungansehingga tetap menjadiupayamenarik yangdipertimbangkanmasyarakat, diantaranya:
- ProsesTransparan:Seluruhaturangadai, termasuknilaitaksiranbarang, bunga,jumlahpencairan, danjatuhtempopinjamandiinformasikankenasabahsecaraterbukasejakawal.
- TanpaSyaratyang Rumit:Beberapalembagapenyediahanyamenetapkanbarangberhargasebagaiagunantanpa perlu BIcheckingataumenyerahkanslipgaji, dan lain-lain.
- Suku BungaBersifatTetap:Biayabungagadaitidakberubahselama masakontrakpinjamanberlangsungsehinggamemudahkandalamperencanaanfinansial.
- Masa Tenor Lebih Lama:Umumnya,layanangadaimenyediakanjangkawaktupinjamanlebih lama yang bisadisesuaikandengankebutuhan.
2. Kekurangan Gadai
Meskipunmenawarkanberagammanfaat,sistemgadaibukan tanpacelah. Terdapat beberaparisikodankonsekuensiyang penting untukdipikirkansebelumbertransaksi,yaitu:
- Membutuhkan Jaminan: Sistem gadai mengharuskan nasabah menyerahkan aset berharga sebagai agunan dalam proses pengajuannya.
- Akumulasi Biaya Akibat Keterlambatan: Kendati bunganya relatif rendah, beban gadai akan tetap membengkak apabila pelunasan tertunda. Durasi pinjaman yang semakin panjang otomatis memperbesar total biaya sewa modal.
- Jaminan Dilelang Jika Tidak Dilunasi: Jika pinjaman gagal dilunasi tepat waktu, barang yang digadaikan akan dilelang oleh pihak gadai.
Pinjaman Online
Pinjamanonline(pinjol) adalahfasilitaskredit modern yangseluruhsikluspengajuannyadilakukansecara digital lewataplikasiatauwebsiteresmimilikpenyediadana.
Penentuankelayakankreditpinjolmurnimengandalkananalisisrekamjejakdata digitalpemohon, bukan melaluipenyerahanasetfisik.
1. Kelebihan Pinjaman Online
Kehadiranpinjamanonlinemembawaanginsegar bagimasyarakat. Ada beberapakelebihanlainnyadarimekanismepinjamanonline,antaralain:
- Sistem Pengajuan Efisien: Operasional pinjol tidak mengharuskan nasabah hadir secara fisik di kantor cabang karena proses pengajuan dapat dilakukan secara online.
- Akselerasi Pencairan Dana: Pinjol menawarkan prosedur pencairan yang cepat sehingga dapat diandalkan ketika memerlukan dana darurat.
- Adanya Opsi Pinjaman: Jumlah pinjaman dan masa tenor yang disediakan cenderung variatif. Ini memungkinkan nasabah menyesuaikan pinjaman dengan kebutuhan.
- Tidak Perlu Jaminan Fisik: Cocok menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan dana tunai secara kilat tetapi terkendala kepemilikan aset.
2. Kekurangan Pinjaman Online
Di balik segalakemudahandigital,pinjamanonlinetetapmenyimpanrisikoyang perludiwaspadai. Berikut ini adalah beberapakekuranganpinjamanonline.
- ManajemenUtang yang Buruk:Kenyamananmeminjamuang melaluiponselrentanmenjebaknasabahdalamlingkaranutang yangadiktif. Iniberisikomenimbulkanmasalahkeuanganserius jika tidakadanyaperencanaandankedisiplinanfinansial.
- Beban Bunga danBiayayang Tinggi:Bunga danbiayatambahanpinjolumumnyarelatiftinggisehingganilaipengembaliannyajauh lebihbesardaripadadana yangdiperoleh.
- DikejarDebt Collector:Penyerahandata pribadi pada platformpinjolberisikomembuatnasabahditagihdebt collectordenganpolayangagresifuntukmemicukepanikan.
Gadai vs Pinjaman Online, Mana yang Lebih Aman untuk Kebutuhan Mendesak?
Setelahmemahamikelebihandankekurangandarigadaivspinjamanonline,lantasmanakahyang lebihamanuntukkebutuhanmendesak?
Sebenarnya, pilihan kembali padasituasifinansialdancarakamumengelolanya. Jika tidakmemilikiasetfisiknamunmemerlukandana cepat, makapinjollegal bisadipertimbangkan.
Sebaliknya, ketikamempunyaibarangberhargadan inginmemastikanutang tetapterukurtanparisikobunga yangterusmenumpuk,transaksigadaiadalah jawabannya.
Apabilamasihbingung, maka jangan khawatirkarenakinitelahtersediasolusiinovatifyangdihadirkanPegadaianmelaluilayanan-layanangadai.
Di Pegadaian,tersediaberbagaiproduk yangmemadukankepraktisanfinansialmodern dengan regulasiperlindungansolid, sepertiGadaiEmas, Gadai Tabungan Emas, danmasihbanyaklagi.
Menariknya, akses ke produkgadaidiPegadaiansegera dapatdilakukandiaplikasiTring! byPegadaiansehingga tidak perlu repot keluar rumah atau antre dikantorcabang.
Denganaplikasiini,pengelolaankebutuhandanamendesakmenjadi jauh lebihterstrukturdan cepat. Yuk,unduhaplikasiTring! byPegadaiansekarang!
Di sela mengajar, guru perbatasan menjaga anyaman bidai tetap hidup
Jemari Tuti Susanti (34) bergerak pelan menyelipkan helai demi helai rotan berwarna hitam dan cokelat. Di hadapannya, selembar bidai hampir rampung dianyam. ... [1,669] url asal
Dulu hampir setiap rumah membuat bidai. Sekarang sudah semakin sedikit yang masih bertahan
Bengkayang (ANTARA) - Jemari Tuti Susanti (34) bergerak pelan menyelipkan helai demi helai rotan berwarna hitam dan cokelat. Di hadapannya, selembar bidai hampir rampung dianyam. Motif khas Dayak mulai membentuk pola yang rapi dan indah.
Di sudut rumahnya di Dusun Preges, Desa Seluas, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, tampak tumpukan rotan yang baru didatangkan dari Kalimantan Tengah. Bahan baku itu menjadi bagian penting dari aktivitas yang telah dikenalnya sejak kecil, jauh sebelum dirinya menjadi seorang guru.
Kini kesehariannya terbagi dalam dua peran. Pada pagi hingga siang hari, ia mengajar di SD Negeri 15 Malayang, Dusun Rahadja, Desa Mayak, Kecamatan Seluas. Untuk mencapai sekolah, ia harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan sepeda motor.
Ketika aktivitas belajar mengajar usai, Tuti kembali menekuni pekerjaan yang diwariskan turun-temurun oleh keluarganya, yakni membuat bidai, anyaman rotan khas Dayak yang menjadi salah satu identitas budaya masyarakat di perbatasan dengan Malaysia itu.
"Saya belajar membuat bidai sejak kelas enam SD. Setiap pulang sekolah kami membantu orang tua menganyam. Dari situlah lama-lama bisa membuat sendiri," kata ibu tiga anak itu kepada ANTARA, akhir minggu pertama Juni.
Keterampilan itu diwarisinya dari kedua orang tua yang sejak lama menekuni kerajinan bidai. Sembari melanjutkan anyaman, Tuti mengenang masa kecilnya yang lebih sering dihabiskan untuk memperhatikan orang tuanya bekerja dibanding bermain bersama teman-teman seusianya.
Dari kebiasaan itulah ia mengenal berbagai motif, cara memilih rotan berkualitas, hingga teknik menyusun anyaman yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Menurut Tuti, tidak semua orang mampu membuat bidai. Selain membutuhkan ketekunan, setiap motif memiliki tingkat kesulitan tersendiri yang harus dikuasai.
"Dulu hampir setiap rumah membuat bidai. Sekarang sudah semakin sedikit yang masih bertahan," kata dia.
Pada masa lalu, hasil anyaman keluarganya lebih banyak dipasarkan ke Pasar Serikin, Malaysia, yang berada tidak jauh dari kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Saat itu, peminat bidai justru lebih banyak datang dari negeri jiran dibandingkan dari dalam negeri.
Dari rumahnya, perjalanan menuju Pasar Serikin hanya sekitar satu jam. Waktu tempuh itu lebih singkat dibandingkan menuju Kota Bengkayang yang membutuhkan sekitar dua jam perjalanan. Sementara untuk menuju Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat, diperlukan waktu lebih dari lima jam perjalanan darat.
Setiap akhir pekan, hasil anyaman orang tuanya dibawa ke Serikin untuk dijual kepada para pembeli yang tertarik dengan keunikan dan kualitas bidai Dayak.
"Dulu peminatnya lebih banyak dari Malaysia. Hari Sabtu dan Minggu biasanya hasil bidai dibawa ke sana untuk dijual," kata Tuti.
Sempat terhenti
Aktivitas menganyam sempat terhenti ketika Tuti melanjutkan pendidikan tinggi di Salatiga, Jawa Tengah, pada 2012 hingga 2016. Selama kuliah, ia tidak lagi membuat bidai.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan kembali ke kampung halaman, kerinduan terhadap pekerjaan yang telah dikenalnya sejak kecil kembali muncul. Ia mulai membeli bahan baku dan memproduksi bidai secara mandiri.
Semangat itu semakin kuat setelah menikah pada 2018. Bersama sang suami yang juga seorang guru dan memiliki keterampilan menganyam, Tuti kembali menghidupkan usaha keluarga.

Kini kedua orang tuanya tidak lagi menganyam. Sang ibu telah meninggal dunia, sedangkan ayahnya yang telah lanjut usia juga mengalami kondisi kesehatan yang menurun.
Bagi pasangan guru tersebut, membuat bidai menjadi pekerjaan sampingan yang memberi nilai tambah bagi keluarga. Selain menjaga tradisi, hasil penjualan bidai juga membantu memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga.
"Kami berpikir daripada pulang sekolah tidak ada aktivitas lain, lebih baik membuat bidai. Ada tambahan penghasilan juga untuk keluarga," kata Tuti.
Penghasilan dari bidai menjadi penopang di sela menunggu gaji bulanan sebagai guru. Hasil penjualan biasanya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari biaya bahan bakar kendaraan, membeli sayuran, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.
"Kalau menunggu gaji sebulan sekali kan lumayan lama. Jadi hasil bidai bisa membantu kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Seiring perkembangan teknologi, pemasaran bidai kini tidak lagi bergantung pada pasar perbatasan. Tuti memanfaatkan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Messenger untuk menawarkan hasil anyamannya.
Cara itu terbukti efektif menjangkau pembeli dari berbagai daerah. Pesanan datang dari Bengkayang, Singkawang, Pontianak, Ngabang hingga Sekadau. Sebagian pembeli menggunakan bidai untuk kebutuhan pribadi, sementara sebagian lainnya membeli untuk dijual kembali.
"Banyak yang bertanya motif, ukuran dan harga. Ada juga yang meminta dibuatkan motif tertentu sesuai pesanan mereka," katanya.
Tingginya permintaan bahkan sering membuat mereka kewalahan memenuhi pesanan. Dalam satu bulan, Tuti dan suaminya rata-rata hanya mampu menghasilkan enam hingga delapan lembar bidai berukuran 4 x 4 meter karena proses pembuatannya cukup panjang.
Rotan harus dipilih dan dibersihkan terlebih dahulu. Sebagiannya kemudian diolah menjadi warna hitam alami melalui proses perebusan menggunakan daun kayu tertentu selama dua hingga tiga hari. Setelah itu masih ada tahapan pengeringan, penyortiran, hingga penganyaman yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Saat ini, satu lembar bidai bermotif dijual sekitar Rp1,4 juta. Harga tersebut bervariasi bergantung pada ukuran dan tingkat kerumitan motif.
Harga jual juga dipengaruhi kenaikan biaya bahan baku. Rotan yang digunakan didatangkan dari Kalimantan Tengah dengan harga sekitar Rp50 ribu per kilogram. Untuk membuat satu lembar bidai dibutuhkan sekitar delapan hingga sepuluh kilogram rotan.
Sementara itu, tali tumbaran yang digunakan sebagai pengikat anyaman kini juga semakin mahal dan sulit diperoleh.
BRILink bantu kelancaran usaha
Untuk membeli bahan baku, Tuti biasanya memanfaatkan layanan BRILink yang tersedia di wilayahnya. Melalui layanan tersebut, ia dapat mengirim uang kepada pemasok rotan dan tali dengan lebih mudah tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Sebagai perajin yang tinggal di kawasan perbatasan, kemudahan akses layanan keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran produksi. Dengan adanya BRILink, kebutuhan transaksi usaha dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menyisihkan waktu dan biaya tambahan untuk bepergian ke pusat layanan perbankan yang lebih jauh.
Kemudahan transaksi itu sangat membantu keberlangsungan usaha kecil yang dijalankannya bersama suami.
"Layanan ini tentu sangat membantu pelaku usaha kecil seperti kami untuk melakukan transaksi keuangan dengan mudah sekaligus menghemat waktu dan biaya perjalanan," ujarnya.
Meski permintaan terus meningkat, jumlah perajin bidai di kampungnya justru semakin berkurang. Sebagian besar warga kini memilih bekerja di sektor perkebunan kelapa sawit karena dianggap lebih praktis dan menjanjikan pendapatan yang lebih pasti.
Akibatnya, hanya tersisa sekitar tiga hingga empat rumah tangga yang masih aktif membuat bidai.
Padahal, menurut Tuti, minat masyarakat terhadap bidai terus meningkat karena produk tersebut dikenal kuat, awet, mudah dibersihkan, dan mampu bertahan hingga puluhan tahun.
Kini, setelah memiliki seorang bayi, Tuti tidak lagi seaktif dulu dalam membuat bidai. Sebagian besar waktunya digunakan untuk mengurus anak. Meski demikian, ia masih sesekali membantu suaminya yang kini lebih banyak melanjutkan proses produksi.
"Bikin bidai sekarang tidak sesering dulu karena harus mengurus bayi. Tapi kalau ada waktu saya tetap membantu suami," katanya.
Di tengah kesibukannya sebagai ibu, guru, sekaligus perajin, Tuti menyimpan harapan sederhana. Ia ingin keterampilan membuat bidai yang diwariskan orang tuanya tidak berhenti pada generasinya.
Suatu saat nanti, ia berharap anak-anaknya juga mengenal dan mencintai kerajinan khas daerahnya sendiri.
"Saya ingin keterampilan ini tetap ada. Mudah-mudahan nanti bisa diwariskan lagi kepada anak," ujarnya.
Bagi Tuti, setiap helai rotan yang dianyam bukan sekadar kerajinan untuk dijual. Di dalamnya tersimpan cerita tentang keluarga, ketekunan, identitas budaya, dan perjuangan masyarakat perbatasan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Nilai guna tinggi
Salah seorang pelanggan setia kerajinan bidai Tuti Susanti, Suandi, menilai anyaman tradisional tersebut masih memiliki nilai guna yang tinggi di tengah maraknya produk modern yang beredar di pasaran.
Menurut dia, bidai tidak hanya berfungsi sebagai alas atau tikar untuk menerima tamu, tetapi juga menjadi bagian dari berbagai aktivitas masyarakat sehari-hari.
"Saya senang membeli bidai karena bisa digunakan untuk banyak hal, terutama sebagai tikar untuk tamu, kegiatan kumpul keluarga, dan berbagai acara lainnya," kata Suandi, yang merupakan Kepala Sekolah SDN 11 Saparan Jagoi Babang.

Menurut dia, hingga kini bidai masih dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun aktivitas pertanian. Selain digunakan sebagai alas berkumpul, bidai juga kerap dipakai untuk menjemur padi dan lada atau sahang yang menjadi salah satu komoditas andalan masyarakat Kalimantan Barat.
Suandi menilai keberadaan bidai sebagai warisan budaya leluhur harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan zaman. Menurutnya, kemampuan menganyam bidai seperti yang dimiliki Tuti dan suaminya tidak dapat dipelajari secara instan karena membutuhkan keterampilan, ketelitian, serta pengalaman yang diwariskan secara turun-temurun.
"Banyak sekali manfaat bidai bagi masyarakat. Karena itu, warisan nenek moyang ini harus tetap dilestarikan. Menganyam bidai tidak mudah dan perlu keterampilan khusus yang harus terus diwariskan kepada generasi muda," ujarnya.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha para perajin, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih melalui bantuan permodalan, program usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun akses pinjaman dengan bunga ringan. Selain itu, diperlukan kerja sama berbagai pihak untuk memperluas pemasaran hingga tingkat nasional dan internasional.
Menurut dia, promosi yang lebih luas akan membantu meningkatkan permintaan produk bidai sekaligus mendorong masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi menganyam.
Suandi juga menyoroti tantangan yang saat ini dihadapi para perajin, yakni semakin terbatasnya ketersediaan bahan baku. Untuk itu, ia mendorong adanya upaya pelestarian lingkungan melalui penanaman kembali tanaman yang menjadi bahan utama pembuatan bidai.
"Harapan saya para perajin tetap berkarya dan jangan putus asa meskipun harus bersaing dengan berbagai jenis tikar modern. Untuk bahan baku, selain mencari pasokan dari daerah lain, masyarakat juga perlu menanam kembali pohon-pohon yang menjadi bahan utama pembuatan bidai. Program satu orang satu pohon perlu digalakkan lagi," katanya.
Sebagai pelanggan yang telah membeli bidai sejak 2017, Suandi mengaku terus memilih produk anyaman lokal karena kualitasnya yang baik serta memiliki motif khas yang tidak ditemukan pada produk pabrikan.
Ia mengatakan sejumlah kerabat dan kenalannya bahkan kerap meminta bantuan untuk membelikan bidai dari perajin yang sama karena tertarik dengan corak dan keunikan motif yang dihasilkan.
"Saya sudah membeli bidai sejak tahun 2017. Banyak keluarga dan kerabat yang juga meminta dibelikan. Selain anyamannya bagus, motifnya berbeda dan unik. Pembeli juga bisa memesan sesuai ukuran yang diinginkan. Ada yang memesan ukuran empat kali empat meter agar sesuai dengan ruang tamu mereka," ujar Suandi.
Menurut Suandi, fleksibilitas ukuran, kualitas anyaman, serta nilai budaya yang melekat menjadikan bidai tidak sekadar produk kerajinan, tetapi juga simbol identitas masyarakat yang patut dijaga keberlangsungannya dari generasi ke generasi.
Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56