#30 tag 24jam
Warren Buffett Ungkap 5 Kebiasaan yang Bikin Uang Cepat Habis
Warren Buffett mengingatkan lima pengeluaran yang kerap menguras keuangan, mulai dari utang berbunga tinggi hingga gaya hidup berlebihan. [828] url asal
#warren-buffett #mengatur-keuangan #mengelola-keuangan #cara-menjadi-kaya #membangun-kekayaan #kebiasaan-keuangan
(Kompas.com - Money) 26/06/26 10:56
v/260469/
KOMPAS.com – Investor legendaris Warren Buffett dikenal bukan hanya karena keberhasilannya membangun kekayaan, tetapi juga karena gaya hidupnya yang sederhana dan disiplin dalam mengelola uang.
Meski memiliki kekayaan lebih dari 145 miliar dollar AS, Buffett masih tinggal di rumah yang dibelinya di Omaha, Amerika Serikat, pada 1958. Ia juga dikenal tetap menggunakan mobil dalam waktu lama sebelum menggantinya.
Dalam berbagai surat tahunan kepada pemegang saham, wawancara, dan pertemuan dengan investor selama puluhan tahun, Buffett berulang kali mengingatkan bahwa kebocoran keuangan sering kali berasal dari kebiasaan kecil yang dianggap sepele.
Dilansir dari New Trader U, Jumat (26/6/2026), berikut lima jenis pengeluaran yang menurut Warren Buffett sebaiknya dihindari.
1. Hindari utang berbunga tinggi
Warren Buffett menilai utang dengan bunga tinggi, terutama utang kartu kredit, sebagai salah satu hambatan terbesar dalam membangun kekayaan.
Menurutnya, meminjam uang untuk membiayai gaya hidup hanya akan membuat seseorang semakin sulit memperbaiki kondisi keuangannya.
"Saya melihat lebih banyak orang gagal karena minuman keras dan leverage. Yang saya maksud leverage adalah uang pinjaman. Jika saya meminjam uang dengan bunga 18 persen atau 20 persen, saya akan bangkrut," ujar Buffett.
Saat ini, bunga kartu kredit di sejumlah negara bahkan dapat melampaui kisaran tersebut.
Warren Buffett mengingatkan bahwa saldo kartu kredit pada dasarnya merupakan bentuk leverage atau penggunaan dana pinjaman.
Sama seperti perusahaan yang terlilit utang berlebihan, individu pun dapat mengalami kesulitan finansial apabila tidak mampu mengendalikan pinjamannya.
Setiap rupiah atau dollar yang digunakan untuk membayar bunga, menurut Buffett, adalah uang yang seharusnya bisa diinvestasikan atau berkembang melalui efek bunga majemuk (compound interest).
2. Jangan terburu-buru membeli mobil baru
Warren Buffett juga lama menganjurkan masyarakat untuk mempertimbangkan membeli mobil bekas dibandingkan mobil baru.
Alasannya, mobil baru mengalami penyusutan nilai yang sangat cepat sejak keluar dari dealer. Dalam tahun pertama saja, nilainya bisa turun cukup besar.
Karena itu, Buffett memandang penyusutan tersebut sebagai kerugian yang sebenarnya dapat dihindari.
Ia sendiri hanya mengganti mobil setiap beberapa tahun sekali, bahkan sering kali setelah mendapat dorongan dari putrinya yang menilai mobil lamanya sudah kurang layak digunakan.
Menurut Warren Buffett, bukan berarti semua orang harus mengendarai mobil tua. Namun, membeli kendaraan berusia satu hingga dua tahun sering kali memberikan nilai yang jauh lebih baik dibandingkan membayar harga penuh untuk mobil baru yang langsung mengalami depresiasi.
3. Hindari berjudi demi mencari keuntungan cepat
Warren Buffett juga dikenal sebagai pengkritik praktik perjudian.
Ia menyebut perjudian sebagai sistem yang mengambil uang dari orang-orang yang berharap memperoleh jalan pintas untuk memperbaiki kondisi keuangannya.
"Saya bukan orang yang fanatik menentangnya, tetapi sampai tingkat tertentu perjudian adalah pajak atas ketidaktahuan. Orang-orang seperti saya tidak membayar 'pajak' itu. Saya merasa terganggu ketika pemerintah justru mengambil keuntungan dari warganya, bukan melayani mereka," kata Buffett.
Menurut Buffett, kekhawatirannya bukan hanya pada mesin judi atau lotre, tetapi juga pola pikir yang mengejar keuntungan instan dibandingkan membangun kekayaan secara bertahap melalui investasi dan pengelolaan keuangan yang disiplin.
4. Fokus pada nilai, bukan sekadar harga
Salah satu prinsip investasi Warren Buffett adalah membedakan antara harga dan nilai.
Pelajaran tersebut ia peroleh dari mentornya, Benjamin Graham, yang mengajarkan pentingnya menilai apakah harga suatu barang benar-benar sepadan dengan manfaat yang diperoleh.
"Harga adalah apa yang Anda bayar. Nilai adalah apa yang Anda dapatkan. Baik itu kaus kaki maupun saham, saya senang membeli barang berkualitas ketika sedang didiskon," ujar Buffett.
Prinsip ini, menurutnya, tidak hanya berlaku untuk investasi, tetapi juga untuk kebutuhan sehari-hari seperti pakaian, bahan makanan, hingga furnitur.
Banyak orang, kata Buffett, membeli sesuatu dengan harga normal tanpa pernah mempertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar memberikan nilai yang sebanding dengan uang yang dikeluarkan.
5. Waspadai kenaikan gaya hidup
Warren Buffett juga mengingatkan bahwa meningkatnya pendapatan sering kali diikuti dengan meningkatnya pengeluaran.
Fenomena ini dikenal sebagai lifestyle inflation, yaitu ketika standar pengeluaran naik seiring bertambahnya penghasilan sehingga kemampuan menabung tidak ikut meningkat.
Menurut Buffett, banyak orang keliru karena baru menabung dari sisa uang setelah seluruh kebutuhan dan keinginan dipenuhi.
"Jangan menabung dari sisa setelah berbelanja. Sebaliknya, belanjakanlah apa yang tersisa setelah menabung," ujar Buffett.
Ia menganjurkan agar menabung dilakukan lebih dahulu secara otomatis, sehingga pengeluaran menyesuaikan dana yang benar-benar tersedia.
Dengan cara tersebut, disiplin keuangan akan terbentuk dan kekayaan dapat berkembang dalam jangka panjang.
Investasi terbaik adalah pada diri sendiri
Pada akhirnya, Warren Buffett menegaskan bahwa peringatan terbesarnya bukan hanya mengenai jenis pengeluaran tertentu, melainkan pentingnya membangun kebiasaan finansial yang baik setiap hari.
Selain menghindari utang berbunga tinggi, membeli barang tanpa mempertimbangkan nilainya, berjudi, maupun menaikkan gaya hidup secara berlebihan, Buffett juga menilai investasi terbaik adalah meningkatkan kualitas diri.
Menurutnya, pengetahuan, keterampilan, dan kesehatan merupakan aset yang memberikan manfaat paling besar karena nilainya tidak dapat dikenai pajak maupun diambil oleh orang lain.
Bagi Warren Buffett, kekayaan bukan dibangun melalui satu keputusan besar, melainkan dari akumulasi keputusan-keputusan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Kebiasaan sederhana dalam mengelola uang, jika diterapkan dalam jangka panjang, dapat menghasilkan perbedaan besar terhadap kondisi keuangan seseorang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Sudah Budgeting, Tapi Masih Bocor? Ini Masalah Keuangan yang Sering Dialami Keluarga Muda
Kebocoran anggaran sering mengintai keluarga muda. Pelajari cara Dian, seorang working mom, mengatasinya dengan fitur kantong digital. [792] url asal
#mengatur-keuangan #keluarga-muda #kantong-digital #kebocoran-keuangan
(Kompas.com - Money) 15/05/26 13:45
v/221792/
JAKARTA, KOMPAS.com - Disiplin membuat anggaran pengeluaran bulanan saja ternyata tidak cukup ampuh untuk mengatasi masalah kebocoran keuangan bagi keluarga muda.
Kondisi itu pernah dirasakan Dian (35 tahun), seorang working mom. Dia mengaku sempat mengatur keuangan di satu rekening tabungan.
Namun karena seluruh uang kebutuhan tercampur, akibatnya dana yang seharusnya disimpan untuk pengeluaran tertentu 'bocor' atau kerap terpakai untuk kebutuhan lain.
Dia juga sempat mencoba memisahkan uang dengan rekening yang berbeda-beda.
Namun cara tersebut juga tidak berjalan efektif untuk mencegah kebocoran karena dia jadi harus membayar biaya admin bank untuk tiap rekeningnya.
"Tantangan utamanya biasanya memastikan semua kebutuhan terpenuhi tanpa kebablasan, apalagi kalau pengeluaran lagi banyak," kata Dian kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.
Setelah mencoba berbagai cara untuk mengatur keuangan keluarga agar tidak bocor, kini Dian mulai memisahkan uang berdasarkan kebutuhan melalui fitur kantong digital dalam satu aplikasi perbankan.
Cara tersebut, menurutnya, membuat alur pengeluaran lebih mudah dipantau.
Uang dapat dibagi menjadi beberapa kantong digital tapi tetap ada di satu rekening pengelolaan uang jadi lebih aman dan tidak gampang bocor untuk kebutuhan lain.
"Jadi lebih kelihatan alurnya, uangnya dipakai ke mana aja, dan lebih gampang ngontrol pengeluaran," ucapnya.
Bahkan dia juga menggunakan fitur sharing kantong dari salah satu bank digital untuk menabung bersama dengan suami, kerabat, dan teman untuk berbagai tujuan.
Misalnya, dengan suami, dia gunakan fitur itu untuk menabung biaya liburan keluarga.
Fitur ini juga dia gunakan untuk arisan bersama teman-teman. "Seru banget, bisa arisan sama teman. Dan waktunya pun tidak perlu ketemu lho, kocok arisannya langsung di fitur sharing itu," ungkapnya antusias.
Fenomena kebocoran keuangan meski sudah membuat budgeting sebenarnya banyak dialami keluarga muda.
Penyebab kebocoran
Perencana keuangan Andi Nugroho mengatakan, masalah tersebut umumnya terjadi karena pengeluaran keluarga terlalu mepet dengan pemasukan.
"Secara general kita bisa bilang karena penghasilannya lebih sedikit dibandingkan pengeluarannya, atau penghasilannya begitu ngepas dibandingkan dengan pengeluarannya," ungkap Andi kepada Kompas.com, Senin (4/5/2026).
Namun, menurut dia, hal tersebut wajar terjadi karena setelah berkeluarga tentu sumber pengeluaran menjadi jauh lebih kompleks dibanding saat masih lajang.
Kebocoran keuangan bagi orang yang sudah berkeluarga sering muncul dari pos-pos kecil yang terus bermunculan dan sulit diprediksi.
"Ada kemungkinan kebocorannya di kebutuhan-kebutuhan anak seperti uang jajan anak, ataupun apabila ada kebutuhan pemeliharaan kesehatan yang mendadak, serta ada kemungkinan timbulnya biaya-biaya sosial dari masyarakat seperti banyaknya undangan pernikahan yang harus dihadiri, uang tali asih bila ada warga yang kedukaan," bebernya.
Kendati demikian, Andi menilai, sistem pengelolaan keuangan keluarga sebenarnya tidak bisa disamaratakan.
Setiap pasangan memiliki kondisi dan pola pengaturan uang yang berbeda-beda.
Karena itu, menurut dia, sistem pengelolaan keuangan yang paling realistis adalah sistem yang paling memungkinkan dijalankan secara konsisten oleh masing-masing keluarga.
"Ada yang sistemnya semua kebutuhan keluarga dicover dari penghasilan suami, lalu penghasilan istri difokuskan untuk ditabung dan diinvestasikan. Mana yang dipilih, tentu disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keluarga tersebut masing-masing," ucapnya.
SHUTTERSTOCK/EGGEEGG Ilustrasi tabungan, rekening.Sementara itu, Head of Retail Banking Brand and Marketing Bank Jago Michael Hartawan mengungkapkan, masalah utama rumah tangga saat ini sebenarnya bukan sekadar menyimpan uang, melainkan mengelolanya secara disiplin dan terarah.
Salah satu penyebabnya, banyak rumah tangga yang masih mencampur dana kebutuhan harian dengan tabungan atau tujuan jangka panjang dalam satu rekening yang sama.
"Akibatnya, dana kebutuhan harian tercampur dengan tabungan, rencana jangka panjang sering terpakai, dan akhirnya tujuan finansial jadi tidak tercapai," ungkap Michael kepada Kompas.com, Selasa (5/5/2026).
Kendati demikian saat ini masyarakat sudah banyak yang mulai memisahkan keuangannya berdasarkan tujuan finansial melalui fitur kantong digital.
Pasalnya, dengan fitur kantong digital ini nasabah memecah dananya ke beberapa kantong dengan tujuan spesifik, tanpa harus repot membuka banyak rekening.
Hingga Maret 2026, terdapat sekitar 43,2 juta kantong yang digunakan oleh 15,2 juta pengguna aplikasi Bank Jago.
Rata-rata setiap pengguna memiliki hampir tiga kantong khusus untuk kebutuhan berbeda, mulai dari pengeluaran harian, tagihan rutin, hingga dana musiman seperti THR dan kebutuhan Lebaran.
"Jadi bukan karena tabungan biasa tidak cukup, tapi karena kebutuhan nasabah sudah berkembang. Mereka butuh tools yang tidak hanya bisa menyimpan uang, tapi juga membantu mengelolanya secara lebih terarah dan relevan dengan gaya hidup digital," jelasnya.
Dengan pengelolaan yang lebih terstruktur, budgeting dinilai menjadi lebih mudah dijalankan secara konsisten dibanding hanya mencatat pengeluaran tanpa pemisahan yang jelas.
Terlebih selain untuk kebutuhan pribadi, Bank Jago juga memiliki fitur kantong bersama atau sharing pocket untuk mengelola keuangan kolektif bersama pasangan, keluarga, maupun teman.
Menurut Michael, fitur tersebut memungkinkan beberapa orang mengakses satu kantong yang sama untuk tujuan tertentu.
Seluruh aktivitas keuangan tercatat dalam satu wadah sehingga lebih mudah dipantau bersama. "Setiap pihak bisa melihat, menggunakan, dan berkontribusi sesuai kesepakatan yang dibuat," tuturnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Gaji Numpang Lewat? Ini Tips Mengatur Keuangan di 2026
Mau tabungan aman sampai akhir 2026? Yuk, intip tips mengatur keuangan praktis agar tidak boros, mulai dari dana darurat hingga cara audit langganan digital. [412] url asal
#tips-mengatur-keuangan #cara-tidak-boros-2026 #perencanaan-keuangan-pribadi #dana-darurat #tips-menabung-gajian #gaya-hidup-hemat #keuangan-stabil-2026 #aplikasi-berlangganan-digital #manajeme
Jakarta: Tahun 2026 sudah berjalan sepertiga jalan, lantas bagaimana kabar saldo rekeningmu? Masih sehat atau malah sering "kempis" sebelum tanggal muda? Mengatur pengeluaran memang gampang-gampang susah, tapi kalau tidak dimulai dari sekarang, bisa-bisa kondisi keuanganmu jadi drama di akhir tahun nanti.Biar nggak menyesal, yuk simak strategi jitu mengelola cuan agar tetap stabil dan bebas dari sifat boros seperti yang dirangkum dari laman One IFG.
Strategi "Tabung Dulu, Belanja Kemudian"
Buat kamu yang sudah punya penghasilan tetap, menyisihkan sebagian gaji di awal bulan adalah harga mati. Jangan tunggu sisa uang di akhir bulan, karena biasanya yang tersisa hanya penyesalan.Konsistensi jauh lebih penting daripada nominal yang besar. Dengan menabung sejak awal, kamu membangun bantalan keuangan untuk menghadapi situasi yang tak terduga di masa depan.
Jurus healing tanpa bikin kantong kering
Menerapkan gaya hidup hemat bukan berarti kamu tidak boleh bersenang-senang. Kuncinya adalah menetapkan batas pengeluaran bulanan untuk kebutuhan konsumtif, seperti makan enak atau hiburan. Kamu bisa mengalokasikan sekitar 20 persen dari total gaji untuk pos ini.Sebagai gambaran, jika penghasilanmu Rp5.000.000, maka jatah untuk "senang-senang" adalah Rp1.000.000. Kamu bisa membaginya lagi Rp500.000 untuk makan di luar, Rp300.000 hiburan, dan Rp200.000 kegiatan sosial. Fleksibel saja, yang penting jangan melewati batas yang sudah ditentukan!
Dana darurat: benteng pertahanan dari situasi tak terduga
Sudahkah kamu punya dana darurat? Jika belum, tahun 2026 adalah waktu yang tepat untuk memulainya. Dana ini berfungsi sebagai pelindung saat HP rusak, kena PHK, atau ada kebutuhan mendesak lainnya."Idealnya, untuk dana darurat ini dapat disiapkan sekitar 3 hingga 12 kali pengeluaran bulananmu. Namun, besarannya ini dapat disesuaikan dengan kondisi dan tanggungan yang kamu miliki."
Untuk kamu yang masih lajang, siapkan minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan. Sedangkan bagi yang sudah berkeluarga, sebaiknya miliki cadangan sekitar 6-9 kali pengeluaran bulanan agar lebih tenang.
Waspada kebocoran anggaran dari "Subscription" digital
Zaman sekarang, layanan streaming, gim daring, hingga aplikasi konten berbayar sering jadi penyebab "bocor halus" pada keuangan. Biayanya mungkin terlihat kecil jika dibayar satu per satu, tapi kalau dijumlahkan bisa bikin kaget.Coba cek kembali seluruh langganan digital yang aktif di ponselmu. Jika ada layanan yang sudah jarang digunakan, jangan ragu untuk menghentikannya. Mengalihkan dana langganan yang tak terpakai ke pos lain yang lebih prioritas sangat efektif untuk menjaga stabilitas dompetmu sepanjang tahun 2026.
Mulai evaluasi kebutuhan dan keinginanmu dari sekarang. Ingat, perencanaan keuangan yang matang adalah kunci untuk menjalani sisa tahun dengan lebih stabil dan tanpa rasa khawatir!
(ANN)
Tren Loud Budgeting Makin Populer, Ini Cara Smart Spending di Era Digital
Loud budgeting jadi tren gaya hidup hemat. Simak cara smart spending ala Shopee agar tetap hemat tanpa kehilangan gaya hidup. [408] url asal
#loud-budgeting-adalah #cara-hidup-hemat-anak-muda #tips-mengatur-keuangan #smart-spending-shopee #promo-shopee-4-4 #cara-hemat-belanja-online #gaya-hidup-hemat-digital #hemat
Jakarta: Memasuki bulan baru, tren gaya hidup hemat yang tetap ekspresif semakin banyak diterapkan, terutama oleh generasi muda.Konsep loud budgeting kini jadi pilihan untuk mengelola keuangan secara lebih terbuka, tanpa harus merasa terbebani oleh tekanan sosial untuk tampil konsumtif.
Loud budgeting menekankan pentingnya transparansi dalam menentukan batas dan prioritas pengeluaran.
Artinya, kamu tetap bisa menikmati gaya hidup yang diinginkan, selama pengeluarannya sesuai dengan kondisi keuangan.
Tren hemat yang relevan di era digital
Di tengah aktivitas serba online, kebutuhan untuk tetap terhubung menjadi hal yang tidak bisa dihindari. Mulai dari bekerja, komunikasi, hingga hiburan, semuanya bergantung pada akses digital yang stabil.Melihat kebutuhan tersebut, Shopee menghadirkan kampanye 4.4 Cuci Gudang Sale pada 4 April 2026. Berbagai promo seperti Serba Rp1 Seharian, Semua Diskon 50%, hingga Live & Video Diskon sampai 99% menjadi solusi smart spending bagi pengguna.
Nah, ini beberapa cara menerapkan loud budgeting bersama Shopee yang bisa kamu coba!
Paham cash flow, atur pengeluaran jangan asal flow
Langkah awal menerapkan loud budgeting adalah memahami kondisi keuangan pribadi secara realistis.Dengan mengetahui pemasukan, pengeluaran rutin, hingga batas budget bulanan, kamu jadi lebih mudah menentukan mana kebutuhan yang memang perlu dipenuhi dan mana yang masih bisa ditunda.
Cara ini penting supaya keputusan belanja tidak hanya mengikuti keinginan sesaat, tetapi tetap selaras dengan kemampuan finansial kamu.
Jangan gengsi! Speak up soal keuangan ≠ pelit!
Salah satu inti dari loud budgeting adalah berani menyampaikan prioritas keuangan secara jujur dan terbuka. Jadi, kamu tidak perlu merasa sungkan untuk bilang kalau saat ini sedang fokus berhemat atau memilih mendahulukan pengeluaran yang lebih penting.Misalnya, ketika diajak teman makan atau nongkrong di luar, kamu bisa menyampaikan alasanmu dengan jujur supaya mereka paham bahwa keputusan itu bukan karena tidak ingin ikut, tetapi karena kamu sedang menjaga budget sesuai prioritas keuanganmu.
Jeli cari promo untuk kebutuhan esensial
Hidup hemat bukan berarti sekadar menahan pengeluaran, tapi juga lebih cermat melihat mana yang memang penting dan jeli memanfaatkan kesempatan terbaik untuk memenuhi kebutuhan rutin dengan harga lebih terjangkau, seperti lewat kampanye Shopee 4.4 kali ini.Apalagi di puncak kampanye 4 April nanti, momennya pas banget dengan awal bulan yang biasanya jadi waktu andalan untuk restock kebutuhan sekaligus atur ulang budget bulanan. Dengan promo Serba Rp1 Seharian, bisa jadi kesempatan yang pas untuk kamu belanja lebih hemat dan sesuai dengan budget!
Menjalani gaya hidup hemat bukan berarti harus mengurangi hal-hal yang disukai. Dengan pengelolaan yang lebih cerdas, kamu tetap bisa menikmati keseharian digital tanpa khawatir pengeluaran berlebihan.
(ANN)
Saatnya Reset Finansial! Ini Cara Menata Ulang Keuangan dan Gaya Hidup Usai Lebaran
Pasca-Lebaran jadi momen tepat menata ulang keuangan dan kesehatan. Ini strategi agar finansial tetap stabil dan hidup lebih sehat. [609] url asal
#reset-finansial-setelah-lebaran #tips-keuangan-pasca-lebaran #cara-mengatur-keuangan #gaya-hidup-sehat-setelah-lebaran #pentingnya-asuransi #dana-darurat #perencanaan-keuangan-keluarga #tips-ke
Jakarta: Momen setelah Lebaran sering kali menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi, terutama terkait kondisi keuangan dan gaya hidup.Setelah periode konsumtif selama Ramadan dan libur panjang, banyak orang perlu menata ulang prioritas agar kondisi finansial dan kesehatan tetap terjaga.
Hal ini juga yang mendorong PT Asuransi Jiwa Sequis Life mengajak masyarakat melakukan reset finansial dan gaya hidup demi menciptakan hari esok yang lebih baik.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Chief of Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, dalam acara Halalbihalal bertajuk Better Tomorrow Starts Today: Feel Good, Stay Healthy, Be Protected.
Agustina Samara yang akrab disapa Tina, menyampaikan momen pasca-Lebaran merupakan waktu yang tepat untuk merefleksi dan menata ulang prioritas hidup. Hal ini mengingat pada periode ini sering muncul tantangan kesehatan dan tekanan finansial.
“Feel Good bukan sekadar suasana hati, tetapi rasa tenang karena kondisi keuangan terkendali dan kesehatan terjaga. Ini adalah bentuk tanggung jawab kita terhadap keluarga sebagai #YangPalingBerarti dalam hidup," sebut Tina dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 April 2026.
Tina menambahkan, gaya hidup sehat dan disiplin perencanaan keuangan merupakan langkah sederhana namun penting untuk mewujudkan hari esok yang lebih baik.
Menurutnya, kesehatan dan finansial perlu berjalan beriringan. Keduanya merupakan pola hidup sehat perlu dilengkapi proteksi, sementara proteksi tanpa disiplin finansial tidak akan optimal.
Strategi finansial pascalebaran dan pentingnya proteksi
Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo mengatakan, ketahanan finansial tidak hanya ditentukan oleh besarnya penghasilan, tetapi juga disiplin mengelola arus kas, menyiapkan dana darurat, mengendalikan utang, serta memiliki perlindungan finansial.Pada periode pascalebaran, tekanan keuangan kerap meningkat akibat akumulasi pengeluaran, mulai dari kebutuhan mudik, konsumsi, hingga pemberian hadiah. Kondisi ini memerlukan strategi pemulihan terencana agar tidak berkembang menjadi risiko finansial jangka panjang.
“Pasca-Lebaran merupakan momen yang tepat untuk melakukan reset finansial. Langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain disiplin mengelola arus kas, mengendalikan utang, menyiapkan dana darurat, serta lengkapi dengan proteksi guna menjaga kondisi keuangan dari risiko tidak terduga,” ujar Yan.
Yan juga mengajak masyarakat menata kembali pos keuangan yang terdampak pasca-Lebaran, khususnya yang berpotensi memicu utang konsumtif. Alokasi keuangan ideal, mencakup 50-60 persen untuk kebutuhan rutin, 10-20 persen untuk tabungan dan dana darurat, serta dilengkapi dengan proteksi.
"Asuransi bukan sekadar biaya, melainkan instrumen perlindungan untuk meminimalkan dampak finansial dari risiko yang tidak terduga,” tegasnya.
Di tengah proses pemulihan tersebut, masyarakat juga diimbau untuk tetap prudent (bijaksana), cermat mengambil keputusan keuangan, serta adaptif terhadap dinamika ekonomi global Dengan pengelolaan yang bijak dan terencana, kondisi keuangan pascalebaran dapat pulih lebih cepat sekaligus memperkuat ketahanan finansial menghadapi masa depan.
Waspada risiko kesehatan pasca-lebaran
Selain finansial, kondisi kesehatan juga perlu mendapat perhatian pada periode pasca-Lebaran. Perubahan pola makan, jam tidur, dan aktivitas selama Ramadan dan Lebaran yang identik dengan jamuan bersama keluarga dan konsumsi makanan berlebih dapat berdampak pada kondisi tubuh.Peningkatan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak selama libur panjang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.
Sebagian orang dapat mengalami kenaikan berat badan, sementara yang lain meskipun berat badan stabil tetap berisiko mengalami peningkatan kadar kolesterol, gula darah, serta tekanan darah.
Hari esok yang lebih baik mulai dari kebiasaan kecil
Melengkapi diskusi, Brand Ambassador Sequis Life Donna Agnesia berbagi pandangan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan dan perencanaan finansial di tengah kesibukan.Menurutnya, hari esok yang lebih baik tidak datang begitu saja, melainkan harus dimulai sejak hari ini dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Olahraga yang konsisten akan menjadi kebutuhan tubuh secara alami. Kesibukan seharusnya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan,” ujar Donna.
Ia juga menambahkan bahwa proteksi merupakan bagian dari perencanaan hidup. Asuransi jiwa dan kesehatan adalah wujud cinta untuk keluarga yang paling berarti, mengingat risiko tidak terduga dapat terjadi kapan saja.
(ANN)
Mengenal "Zero-Based Budgeting", Metode Atur Uang Sampai Nol
Metode pengelolaan keuangan pribadi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengatur pengeluaran. [889] url asal
#tabungan #keuangan-rumah-tangga #mengatur-keuangan #pengelolaan-keuangan #indepth #biaya-hidup
(Kompas.com - Money) 28/03/26 11:16
v/175093/
JAKARTA, KOMPAS.com – Metode pengelolaan keuangan pribadi terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengatur pengeluaran secara lebih disiplin.
Salah satu pendekatan yang semakin populer adalah zero-based budgeting (ZBB), yang menekankan alokasi seluruh pendapatan hingga tersisa nol pada akhir periode.
Konsep ini awalnya digunakan dalam dunia bisnis, tetapi kini banyak diadopsi individu untuk mengelola keuangan rumah tangga dan meningkatkan tabungan.
PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi mengatur keuangan, membuat resolusi keuangan. Freelancer kerap berhadapan dengan penghasilan naik-turun. Lalu, bagaimana cara agar keuangan tetap stabil tanpa gaji tetap? Berikut tips dan triknya
Apa itu zero-based budgeting?
Zero-based budgeting merupakan metode penyusunan anggaran yang mengharuskan setiap pemasukan dialokasikan secara rinci ke berbagai pos pengeluaran, tabungan, maupun investasi.
Mengutip NerdWallet, Sabtu (28/3/2026), dalam zero-based budgeting, pendapatan dikurangi pengeluaran harus sama dengan nol.
Definisi serupa juga disampaikan oleh PayPal. Dalam penjelasannya, PayPal menyebut zero-based budgeting sebagai cara membuat anggaran di mana setiap pengeluaran harus dibenarkan untuk setiap periode baru, dimulai dari nol.
"Itu berarti bahwa setiap bulan, pendapatan dikurangi pengeluaran harus sama dengan nol," kata PayPal, dikutip dari Mirror.
PayPal menambahkan, itu tidak berarti saldo rekening bank akan nol di akhir bulan. Sebagian dari anggaran itu dapat dialokasikan untuk tabungan, atau melunasi utang.
Dengan kata lain, seluruh uang yang diterima harus memiliki tujuan yang jelas. Tidak ada dana yang dibiarkan tanpa alokasi.
The Telegraph dalam wartanya juga menyebut metode ini memberi setiap bagian dari pendapatan dan pengeluaran sebuah kategori.
SHUTTERSTOCK/DRAGON IMAGES Ilustrasi mengatur keuangan, membuat perencanaan keuangan.Cara kerja zero-based budgeting
Dalam praktiknya, zero-based budgeting dimulai dengan mencatat seluruh sumber pendapatan dalam satu periode, biasanya bulanan.
Setelah itu, pengguna mengalokasikan dana tersebut ke berbagai kebutuhan, mulai dari kebutuhan pokok, cicilan, hingga tabungan.
Setiap kategori pengeluaran dirancang hingga totalnya sama dengan jumlah pendapatan. Jika masih terdapat sisa dana, maka harus dialokasikan kembali, misalnya untuk menambah tabungan atau investasi.
Sebaliknya, jika pengeluaran melebihi pendapatan, maka perlu dilakukan penyesuaian dengan mengurangi pos tertentu.
Metode ini juga menekankan pentingnya pemantauan pengeluaran secara rutin. Setiap transaksi dicatat agar tetap sesuai dengan rencana awal.
Pendekatan ini membuat individu lebih sadar terhadap arus kas mereka. Setiap rupiah memiliki tujuan.
Perbedaan dengan metode tradisional
Zero-based budgeting memiliki perbedaan mendasar dibanding metode anggaran konvensional.
PayPal menjelaskan, perbedaan utama antara penganggaran berbasis nol dan metode tradisional adalah bahwa dengan penganggaran berbasis nol, anggaran dimulai dari nol setiap bulan, berbeda dengan penganggaran yang menggunakan kategori anggaran sebelumnya.
Artinya, setiap bulan anggaran disusun dari awal, bukan melanjutkan pola pengeluaran sebelumnya.
Pendekatan ini dinilai dapat membantu mengidentifikasi pengeluaran yang selama ini dianggap biasa, tetapi sebenarnya tidak lagi diperlukan.
PayPal mencontohkan, metode ini dapat berguna untuk mengevaluasi biaya yang sering luput dari perhatian, seperti langganan aplikasi atau keanggotaan gym, terutama jika pengeluaran tersebut sudah tidak lagi memberikan manfaat.
Unsplash Ilustrasi mengatur keuangan.
Mendorong disiplin dalam mengatur keuangan
Salah satu keunggulan utama zero-based budgeting adalah kemampuannya meningkatkan kesadaran finansial. Karena setiap pengeluaran harus direncanakan, pengguna menjadi lebih selektif dalam membelanjakan uang.
Metode ini juga membantu mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau berlebihan. Dengan mengevaluasi setiap kategori, pengguna dapat melihat pos mana yang bisa dikurangi.
Dalam praktiknya, pendekatan ini sering digunakan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti melunasi utang atau meningkatkan tabungan.
Metode ini dapat membantu seseorang menghemat dalam jumlah signifikan karena pengeluaran menjadi lebih terkontrol dan terarah.
Selain itu, pendekatan ini juga mendorong perencanaan keuangan yang lebih matang, termasuk untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Fleksibel untuk berbagai tujuan keuangan
Zero-based budgeting tidak hanya digunakan untuk menekan pengeluaran, tetapi juga untuk mengalokasikan dana sesuai prioritas.
Pengguna dapat menentukan sendiri kategori anggaran, seperti kebutuhan pokok, gaya hidup, dana darurat, hingga investasi.
Metode ini juga memungkinkan penyesuaian setiap bulan. Evaluasi rutin dilakukan untuk menyesuaikan anggaran dengan kondisi aktual.
Dalam praktiknya, jika terdapat perubahan pengeluaran, seperti tagihan yang lebih tinggi dari perkiraan, pengguna dapat mengalihkan dana dari pos lain agar tetap seimbang.
Pendekatan ini dinilai memberikan kontrol yang lebih besar terhadap keuangan dibanding metode lain yang lebih longgar.
SHUTTERSTOCK/ZHANGHAORAN Ilustrasi mengatur keuangan, anak muda mengatur keuangan.Tantangan dalam penerapan
Meski menawarkan berbagai kelebihan, zero-based budgeting juga memiliki sejumlah tantangan.
Salah satu kendala utama adalah kebutuhan waktu dan kedisiplinan yang tinggi. Anda harus mencatat dan memantau setiap transaksi secara detail.
Selain itu, metode ini bisa menjadi sulit diterapkan bagi orang dengan pendapatan tidak tetap. Ketidakpastian jumlah pemasukan membuat proses perencanaan menjadi lebih kompleks.
Dalam beberapa kasus, pengeluaran tak terduga juga dapat mengganggu keseimbangan anggaran yang telah disusun.
Para ahli juga menyatakan, proses penyusunan anggaran dari nol setiap periode bisa memakan waktu lebih lama dibanding metode konvensional.
Namun demikian, bagi sebagian orang, tingkat detail tersebut justru menjadi keunggulan karena memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan.
Semakin populer di tengah tekanan biaya hidup
Popularitas zero-based budgeting meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama di tengah tekanan biaya hidup yang meningkat.
Metode ini banyak digunakan oleh individu yang ingin lebih disiplin dalam mengelola keuangan atau keluar dari jerat utang.
Selain itu, perkembangan teknologi juga mendukung penerapan metode ini, misalnya melalui aplikasi pencatat keuangan dan spreadsheet digital.
Dengan bantuan teknologi, proses pencatatan dan evaluasi menjadi lebih mudah dilakukan secara rutin.
Pada akhirnya, zero-based budgeting menjadi salah satu alternatif metode pengelolaan keuangan yang menekankan perencanaan, disiplin, dan kontrol penuh terhadap setiap aliran dana.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Mengenal Metode 70/20/10 untuk Kelola Gaji dengan Efektif
Mengatur keuangan pribadi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas finansial, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup. [1,074] url asal
#tabungan #investasi #biaya-hidup #mengatur-keuangan #pengelolaan-keuangan #indepth
(Kompas.com - Money) 28/03/26 07:27
v/174992/
JAKARTA, KOMPAS.com – Mengatur keuangan pribadi menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas finansial, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.
Salah satu metode pengelolaan keuangan yang cukup sederhana dan banyak digunakan adalah aturan 70/20/10.
Metode ini menawarkan pendekatan praktis dalam membagi pendapatan bulanan ke dalam tiga pos utama, yaitu pengeluaran, tabungan atau investasi, serta pembayaran utang atau donasi.
FREEPIK/JCOMP Ilustrasi gaji. Pemerintah menanggung PPh Pasal 21 bagi pekerja bergaji hingga Rp 10 juta per bulan sepanjang 2026. Insentif ini berlaku untuk pegawai di lima sektor usaha tertentu dengan sejumlah syarat.Dengan struktur yang mudah dipahami, aturan ini kerap menjadi pilihan bagi individu yang baru mulai belajar mengatur keuangan.
Apa itu aturan 70/20/10?
Mengacu pada Business Insider, Sabtu (28/3/2026), aturan 70/20/10 merupakan panduan penganggaran yang membagi pendapatan setelah pajak ke dalam tiga kategori utama.
Sebanyak 70 persen dialokasikan untuk pengeluaran, baik kebutuhan pokok maupun keinginan, 20 persen untuk tabungan dan investasi, serta 10 persen untuk pembayaran utang tambahan atau donasi.
Pendekatan ini mirip dengan metode anggaran lain seperti 50/30/20, namun dengan pembagian yang lebih sederhana karena tidak memisahkan secara rinci antara kebutuhan dan keinginan dalam pos pengeluaran.
Alokasi 70 persen untuk pengeluaran
Dalam aturan ini, porsi terbesar yakni 70 persen digunakan untuk seluruh pengeluaran, termasuk biaya hidup sehari-hari dan kebutuhan non-esensial.
Pengeluaran tersebut mencakup kebutuhan tetap seperti sewa atau cicilan rumah, listrik, transportasi, hingga belanja makanan.
SHUTTERSTOCK/PROSTOCK-STUDIO Ilustrasi mengatur keuangan.Di sisi lain, pengeluaran fleksibel seperti hiburan, makan di luar, atau belanja juga masuk dalam kategori yang sama.
Berbeda dengan metode lain yang memisahkan kebutuhan dan keinginan, aturan 70/20/10 menggabungkan keduanya.
Hal ini membuat perencanaan lebih sederhana, namun menuntut kedisiplinan dalam mengontrol pengeluaran.
Dalam praktiknya, Anda disarankan untuk tetap mengetahui berapa proporsi pengeluaran tetap dan berapa yang bersifat fleksibel agar anggaran tetap terkendali.
Alokasi 20 persen untuk tabungan dan investasi
Sebesar 20 persen dari pendapatan dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Pos ini berfungsi sebagai fondasi untuk mencapai tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang.
Dana tersebut dapat digunakan untuk membangun dana darurat, menabung untuk uang muka rumah, hingga investasi untuk pensiun.
Selain itu, sebagian orang mungkin sudah memiliki tabungan otomatis melalui program pensiun di tempat kerja.
Dalam kondisi tersebut, alokasi dari pendapatan yang diterima bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Metode ini juga mendorong kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten. Salah satu strategi yang disarankan adalah mengotomatiskan tabungan, sehingga dana langsung dialihkan begitu menerima gaji.
Alokasi 10 persen untuk utang atau donasi
Sisa 10 persen dari pendapatan digunakan untuk pembayaran utang tambahan atau donasi. Dalam konteks utang, alokasi ini ditujukan untuk pembayaran di luar kewajiban minimum.
FREEPIK/WAYHOMESTUDIO Ilustrasi mengatur keuangan, mengelola keuangan.Sebagai contoh, cicilan minimum kartu kredit atau pinjaman biasanya sudah masuk dalam kategori pengeluaran bulanan. Sementara itu, tambahan pembayaran untuk mempercepat pelunasan utang masuk dalam porsi 10 persen ini.
Selain untuk utang, porsi ini juga dapat digunakan untuk kegiatan sosial seperti donasi ke lembaga amal, tempat ibadah, atau membantu keluarga.
Keberadaan pos donasi menjadi salah satu pembeda utama metode 70/20/10 dibandingkan metode anggaran lainnya.
Keunggulan metode 70/20/10
Salah satu kelebihan utama metode ini adalah kesederhanaannya. Dengan hanya tiga kategori utama, individu tidak perlu melakukan pencatatan yang terlalu rinci.
Menurut perencana keuangan Dani Pascarella, pendekatan sederhana ini sangat cocok bagi pemula yang belum terbiasa mengatur keuangan.
“Sebagian besar sekolah tidak mengajarkan keuangan pribadi. Jadi kebanyakan orang berada dalam situasi di mana mereka merasa bahwa semua orang di sekitar mereka tahu hal-hal ini,” ujar Pascarella.
Selain itu, metode ini membantu membangun kebiasaan menabung secara konsisten melalui alokasi 20 persen yang jelas.
Adanya porsi khusus untuk donasi juga menjadikan metode ini menarik bagi individu yang ingin tetap berbagi tanpa mengganggu stabilitas keuangan.
Tantangan dalam penerapan
Meski sederhana, metode 70/20/10 juga memiliki sejumlah keterbatasan. Salah satunya adalah tidak adanya pemisahan antara kebutuhan dan keinginan dalam kategori pengeluaran.
Hal ini dapat menyulitkan individu untuk mengidentifikasi apakah pengeluaran yang dilakukan sudah efisien atau masih bisa ditekan.
Selain itu, target menabung sebesar 20 persen bisa terasa cukup berat, terutama bagi mereka yang memiliki pendapatan terbatas atau tinggal di daerah dengan biaya hidup tinggi.
SHUTTERSTOCK/ZHANGHAORAN Ilustrasi mengatur keuangan, anak muda mengatur keuangan.Pascarella menyebut, angka tersebut bisa menjadi target jangka panjang, bukan kewajiban yang harus langsung dipenuhi.
“Ketahuilah bahwa Roma tidak dibangun dalam sehari, begitu pula anggaran dan rencana tabungan yang sempurna,” ujarnya.
Tantangan lain adalah keterbatasan dalam mengakomodasi kondisi keuangan yang kompleks, seperti utang dengan bunga tinggi.
Dalam beberapa kasus, alokasi 10 persen mungkin tidak cukup untuk mempercepat pelunasan utang.
Perbandingan dengan metode lain
Metode 70/20/10 sering dibandingkan dengan aturan 50/30/20 yang membagi pendapatan menjadi tiga kategori berbeda, yaitu kebutuhan, keinginan, dan tabungan.
Pada metode 50/30/20, sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau pelunasan utang.
Perbedaan utama terletak pada tingkat detail. Metode 50/30/20 memberikan batas yang lebih jelas antara kebutuhan dan keinginan, sementara 70/20/10 lebih sederhana karena menggabungkan keduanya.
Selain itu, metode lain seperti zero-based budgeting mengharuskan setiap rupiah memiliki tujuan tertentu, sehingga membutuhkan pencatatan yang lebih rinci dan disiplin tinggi.
Cara menerapkan aturan 70/20/10
Untuk mulai menggunakan metode ini, langkah pertama adalah menghitung pendapatan bersih bulanan setelah pajak.
Selanjutnya, pendapatan tersebut dibagi sesuai dengan proporsi 70 persen untuk pengeluaran, 20 persen untuk tabungan atau investasi, dan 10 persen untuk utang atau donasi.
Penting untuk memantau pengeluaran secara rutin agar tidak melebihi batas yang telah ditentukan.
PEXELS/COTTONBRO STUDIO Ilustrasi mengatur keuangan, membuat resolusi keuangan. Freelancer kerap berhadapan dengan penghasilan naik-turun. Lalu, bagaimana cara agar keuangan tetap stabil tanpa gaji tetap? Berikut tips dan triknyaJika ditemukan ketidakseimbangan, penyesuaian dapat dilakukan pada bulan berikutnya.
Metode ini juga bersifat fleksibel. Persentase dapat diubah sesuai dengan kondisi keuangan masing-masing individu.
Sebagai contoh, seseorang yang memiliki utang besar dapat meningkatkan alokasi untuk pembayaran utang, sementara yang belum memiliki dana darurat dapat memprioritaskan tabungan.
Fleksibilitas sebagai kunci
Meskipun menawarkan panduan yang jelas, aturan 70/20/10 tidak bersifat kaku. Metode ini lebih tepat dipandang sebagai kerangka dasar yang dapat disesuaikan.
Dalam praktiknya, kondisi keuangan setiap individu berbeda, sehingga diperlukan penyesuaian agar anggaran tetap realistis dan dapat dijalankan secara konsisten.
Dengan pendekatan yang sederhana dan fleksibel, metode ini dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
6 Cara Mengatur Keuangan Setelah Lebaran agar Dompet Cepat Pulih
Biaya mudik, kebutuhan perayaan, pemberian THR, hingga belanja musiman membuat banyak orang baru menyadari kondisi keuangan setelahnya. [857] url asal
#indepth #lebaran #cara-mengatur-keuangan #libur-lebaran #utang #overspending
(Kompas.com - Money) 24/03/26 12:25
v/171598/
JAKARTA, KOMPAS.com - Momentum Lebaran identik dengan lonjakan konsumsi rumah tangga.
Biaya mudik, kebutuhan perayaan, pemberian tunjangan hari raya (THR), hingga belanja musiman membuat banyak orang baru menyadari kondisi keuangan mereka setelah masa libur Lebaran usai.
Situasi ini serupa dengan fenomena post-holiday overspending, ketika individu harus menata ulang kondisi finansial setelah periode pengeluaran besar.
Google Gemini AI Ilustrasi lebaran.Para ahli keuangan menilai fase setelah liburan justru menjadi waktu paling penting untuk mengevaluasi kebiasaan finansial.
Tanpa langkah penataan yang tepat, tekanan finansial pasca perayaan berpotensi memicu stres jangka pendek hingga memperbesar risiko utang konsumtif.
Dikutip dari Lifehacker, Selasa (24/3/2026), berikut beberapa cara mengatur keuangan setelah libur Lebaran agar kondisi dompet Anda cepat sehat kembali.
1. Mengevaluasi dampak pengeluaran secara realistis
Langkah awal yang disarankan adalah melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi keuangan.
Anda perlu mencatat seluruh pengeluaran selama Lebaran, termasuk belanja konsumtif, biaya perjalanan mudik, serta penggunaan kartu kredit atau pinjaman jangka pendek.
Penting untuk memeriksa kembali semua pengeluaran liburan Anda dengan saksama, dengan cara menghitung total utang dan aset agar memiliki dasar kuat dalam menyusun rencana ke depan.
Proses ini juga mencakup pembuatan daftar kewajiban finansial seperti cicilan kendaraan, pinjaman konsumtif, hingga tagihan kartu kredit.
SHUTTERSTOCK/PROSTOCK-STUDIO Ilustrasi mengatur keuangan.Dengan memahami posisi keuangan secara utuh, seseorang dapat menentukan prioritas pemulihan secara lebih terarah.
Selain itu, evaluasi pengeluaran juga membantu mengidentifikasi kebiasaan konsumsi yang berpotensi diubah.
Dalam panduan pengelolaan keuangan pasca liburan disebutkan pentingnya meninjau kembali transaksi selama perjalanan atau perayaan agar Anda dapat mengetahui area pengeluaran yang paling besar.
2. Menyusun ulang anggaran setelah periode konsumsi tinggi
Setelah kondisi finansial diketahui secara jelas, tahap berikutnya adalah memperbarui anggaran bulanan.
Anggaran berfungsi sebagai peta keuangan yang membantu individu menyeimbangkan kebutuhan harian, kewajiban pembayaran utang, dan target tabungan.
Sejumlah perencana keuangan menilai momen setelah liburan merupakan waktu tepat untuk membuat atau menyesuaikan budget.
Jika sebelumnya sudah memiliki anggaran, maka individu perlu memperbarui perhitungan sesuai perubahan kondisi finansial terbaru.
Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah metode 50-30-20, yakni membagi pendapatan menjadi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.
Pendekatan ini membantu menjaga disiplin finansial sekaligus memastikan alokasi dana untuk tujuan jangka panjang tetap tersedia.
Perencanaan anggaran juga perlu mempertimbangkan pengeluaran di masa depan, seperti biaya pendidikan anak, kebutuhan kesehatan, atau rencana liburan berikutnya.
Dengan memasukkan komponen tersebut sejak awal, tekanan finansial musiman dapat diminimalkan.
3. Menetapkan strategi pelunasan utang
FREEPIK/PCH.VECTOR Ilustrasi utang.Pengeluaran Lebaran sering kali dibiayai melalui fasilitas kredit. Oleh karena itu, pemulihan finansial tidak lepas dari strategi pelunasan utang yang sistematis.
Para perencana keuangan menyarankan agar individu setidaknya membayar jumlah minimum tagihan kartu kredit atau utang sambil mengalokasikan dana tambahan untuk mempercepat pelunasan.
Pendekatan ini dinilai dapat mengurangi beban bunga dan mencegah akumulasi utang dalam jangka panjang.
Dua metode yang sering direkomendasikan adalah pertama, debt avalanche, yaitu melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu.
Kedua, debt snowball, yang berfokus pada pelunasan utang dengan nominal kecil guna meningkatkan motivasi. Strategi ini membantu individu menjaga konsistensi dalam proses pemulihan finansial.
Selain itu, perencanaan pembayaran utang juga perlu disesuaikan dengan kemampuan arus kas bulanan.
Jika pelunasan penuh tidak memungkinkan dalam waktu singkat, individu dapat menyusun target cicilan realistis dengan mengurangi pengeluaran non-esensial.
4. Mengurangi pengeluaran sementara untuk mempercepat pemulihan
Fase pemulihan keuangan umumnya membutuhkan penyesuaian gaya hidup.
Para perencana keuangan menyarankan untuk menunda pembelian barang sekunder atau aktivitas hiburan berbiaya tinggi selama beberapa waktu.
Langkah penghematan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana seperti memasak di rumah, mengurangi langganan digital yang jarang digunakan, atau memanfaatkan fasilitas publik sebagai alternatif hiburan.
Unsplash Ilustrasi mengatur keuangan.Pengurangan biaya ini dapat membuka ruang dalam anggaran sehingga dana dapat dialihkan ke pelunasan utang atau penambahan tabungan.
Selain menekan pengeluaran, Anda juga dapat mempertimbangkan sumber pendapatan tambahan, seperti pekerjaan lepas atau usaha sampingan.
Pendapatan tambahan dinilai mampu mempercepat proses pemulihan setelah periode konsumsi tinggi.
5. Memantau perkembangan keuangan secara berkala
Perencanaan keuangan bersifat dinamis. Setelah strategi pemulihan diterapkan, penting untuk melakukan evaluasi rutin guna memastikan target berjalan sesuai rencana.
Panduan pengelolaan finansial menegaskan bahwa perencanaan bukanlah strategi “set it and forget it" alias lupakan setelah ditetapkan.
Pemeriksaan berkala terhadap progres pembayaran utang dan pertumbuhan tabungan dapat membantu individu menyesuaikan rencana sesuai kondisi terbaru.
Jika dalam evaluasi ditemukan bahwa beban utang terlalu berat untuk dilunasi dalam jangka waktu wajar, konsultasi dengan perencana keuangan dapat menjadi opsi.
Mereka dapat membantu mengeksplorasi solusi seperti konsolidasi utang atau restrukturisasi pinjaman.
6. Menetapkan tujuan keuangan baru setelah kondisi stabil
Setelah tekanan keuangan mulai mereda, individu disarankan menetapkan target finansial jangka menengah dan panjang.
Tujuan ini dapat berupa pembentukan dana darurat, investasi, atau persiapan pensiun.
Perencanaan jangka panjang membantu mencegah siklus overspending alias belanja berlebihan yang berulang pada periode perayaan Lebaran berikutnya.
Dengan menabung secara bertahap jauh sebelum Lebaran, Anda dapat menghadapi lonjakan konsumsi tanpa mengganggu stabilitas keuangan.
Selain itu, momentum pasca Lebaran juga dinilai efektif untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.
Dengan disiplin anggaran dan pemantauan rutin, Anda tidak hanya pulih dari tekanan pengeluaran musiman, tetapi juga memperkuat fondasi keuangan di masa depan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangTips Mengatur Keuangan, Ini 10 Istilah Ekonomi yang Penting
Orang yang memahami 10 istilah ekonomi bisa dengan mudah mengelola keuangan pribadi secara bijak dan strategis sejak dini. [807] url asal
#mengatur-keuangan #istilah-ekonomi #keuangan-pribadi #konsep-ekonomi #keputusan-finansial #opportunity-cost #bunga-majemuk #cash-flow #likuiditas-aset #leverage-investasi #margin-of-safety #asymmetric
(Bisnis.Com - Finansial) 13/03/26 04:36
v/163706/
Bisnis.com, BANDA ACEH — Bagi orang yang ingin mengatur kondisi keuangan, maka perlu memahami istilah dasar dalam ekonomi dan keuangan pribadi agar lebih bijak mengelola uang.
Dilansir dari Harvard Business Review, Jumat (13/3/2026), pengetahuan mengenai konsep ekonomi tidak hanya relevan bagi pelaku bisnis atau investor, tetapi juga bagi seseorang yang ingin mengatur penghasilan, pengeluaran, dan investasi secara lebih efektif. Ada beberapa konsep ekonomi bahkan dapat diterapkan langsung dalam pengambilan keputusan finansial sehari-hari.
“Memahami konsep dasar keuangan seperti compounding atau opportunity cost sejak muda dapat membantu seseorang membuat keputusan finansial yang lebih baik sepanjang hidupnya,” dikutip dari Harvard Business Review dalam artikel edukasi keuangan pribadi, Kamis (12/3/2026).
Ini 10 istilah ekonomi penting yang perlu dipahami sejak muda:
1. Opportunity Cost
Opportunity cost adalah nilai dari pilihan terbaik yang harus dikorbankan ketika seseorang memilih suatu alternatif. Menurut Investopedia, opportunity cost merupakan konsep ekonomi yang menjelaskan bahwa setiap keputusan finansial selalu memiliki biaya berupa kesempatan yang hilang karena tidak memilih opsi lain.
Dalam konteks keuangan pribadi, konsep ini membantu seseorang mempertimbangkan keputusan secara lebih rasional. Contohnya, jika seseorang memiliki uang Rp5 juta dan memilih membeli gadget baru. Maka opportunity cost-nya adalah potensi keuntungan investasi yang bisa diperoleh jika uang tersebut ditabung atau diinvestasikan.
2. Compounding
Compounding atau bunga majemuk adalah proses di mana keuntungan dari investasi menghasilkan keuntungan tambahan karena bunga dihitung dari pokok dan bunga sebelumnya.
Menurut Forbes, compounding sering disebut sebagai kekuatan terbesar dalam investasi jangka panjang karena memungkinkan pertumbuhan kekayaan secara eksponensial.
Contohnya, jika seseorang menabung Rp10 juta dengan imbal hasil 8% per tahun. Maka pada tahun berikutnya, bunga akan dihitung dari total saldo baru, bukan hanya dari pokok awal.
3. Cash Flow
Cash flow adalah arus masuk dan keluar uang dalam suatu periode tertentu. Harvard Business School menjelaskan bahwa cash flow yang sehat berarti seseorang memiliki lebih banyak pemasukan dibandingkan pengeluaran.
Contoh penerapan, seseorang memiliki gaji bulanan Rp7 juta dengan pengeluaran Rp5 juta. Artinya, orang tersebut memiliki cash flow positif Rp2 juta yang bisa ditabung atau diinvestasikan.
4. Liquidity
Liquidity atau likuiditas adalah kemampuan aset untuk segera diubah menjadi uang tunai, tanpa kehilangan nilai secara signifikan. Menurut Bank Indonesia, likuiditas menggambarkan seberapa cepat suatu aset dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembayaran.
Contohnya, aset dengan likuiditas tinggi, yaitu uang tunai dan tabungan bank. Sedangkan aset dengan likuiditas rendah, yaitu properti dan kendaraan.
5. Leverage
Leverage adalah penggunaan dana pinjaman untuk meningkatkan potensi keuntungan investasi. Menurut Investopedia, leverage dapat memperbesar keuntungan, tetapi juga meningkatkan risiko kerugian.
Contohnya adalah dengan membeli rumah menggunakan kredit KPR atau juga menggunakan pinjaman untuk membuka usaha. Jika usaha berhasil, keuntungan bisa lebih besar dari modal awal.
6. Margin of Safety
Margin of safety adalah konsep investasi yang berarti membeli aset dengan harga jauh di bawah nilai intrinsiknya untuk mengurangi risiko kerugian.
Konsep ini dipopulerkan oleh Benjamin Graham, mentor Warren Buffett, dalam buku The Intelligent Investor. Menurut CFA Institute, margin of safety membantu investor menghindari kesalahan penilaian harga aset. Contohnya, jika nilai wajar saham diperkirakan Rp1.000 per lembar, investor mungkin hanya membeli ketika harga turun menjadi Rp700.
7. Asymmetric Risk
Asymmetric risk adalah kondisi di mana potensi keuntungan jauh lebih besar dibandingkan potensi kerugian. Menurut Harvard Business Review, konsep ini sering digunakan dalam investasi untuk mencari peluang dengan rasio risiko dan keuntungan yang tidak seimbang.
Contohnya adalah investasi Rp1 juta di startup yang berpotensi menjadi besar dengan perkiraan kerugian maksimal Rp1 juta, tetapi potensi keuntungan bisa puluhan juta.
8. Inflation Hedge
Inflation hedge adalah aset yang digunakan untuk melindungi nilai kekayaan dari dampak inflasi. Menurut Harvard Business Review, emas sering digunakan sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.
Contohnya adalah membeli emas, investasi properti, dan juga saham perusahaan komoditas. Aset tersebut cenderung naik seiring meningkatnya inflasi.
9. Economic Moat
Economic moat adalah keunggulan kompetitif yang membuat perusahaan mampu mempertahankan posisi kuat dalam jangka panjang. Morningstar menjelaskan bahwa perusahaan dengan economic moat biasanya memiliki keunggulan seperti merek kuat, teknologi unik, atau biaya produksi lebih rendah.
Contohnya adalah perusahaan dengan brand kuat seperti Apple atau Coca-Cola, alasannya karena sulit ditiru oleh pesaing. Brand tersebut juga memiliki pamor dan nama yang melekat di kalangan konsumennya.
10. Capital Allocation
Capital allocation adalah keputusan tentang bagaimana perusahaan atau individu mengalokasikan dana untuk investasi, operasional, atau tabungan. Menurut McKinsey & Company, capital allocation yang efektif merupakan salah satu faktor utama keberhasilan bisnis dan investasi.
Contoh penerapan dalam keuangan pribadi adalah 50% untuk kebutuhan hidup, 30% untuk tabungan dan investasi, dan 20% untuk hiburan dan pengembangan diri.
Pentingnya Literasi Ekonomi Sejak Dini
Bila seseorang memahami istilah-istilah ekonomi sejak usia 20 tahun atau 30 tahun, maka hal ini bisa semakin membuat orang tersebut melek tentang keuangan. Istilah-istilah ini bisa membantu anak muda:
- Membuat keputusan finansial lebih rasional.
- Menghindari kesalahan pengelolaan uang.
- Mempersiapkan investasi jangka panjang.
- Membangun stabilitas keuangan sebelum usia 30 tahun.
Pemahaman konsep dasar ekonomi tersebut membuat individu dapat mengelola keuangan pribadi secara lebih strategis. Sekaligus dapat memanfaatkan peluang pertumbuhan kekayaan di masa depan.
Agar THR Lebaran Tak Habis Sekejap, Gunakan Metode 50-30-20
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinanti pekerja menjelang Lebaran. [1,057] url asal
#mengatur-keuangan #mengatur-thr #prudential-syariah #thr-lebaran #thr
(Kompas.com - Money) 10/03/26 11:20
v/160173/
JAKARTA, KOMPAS.com – Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinanti pekerja menjelang Lebaran.
Dana tambahan ini sering dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari belanja hari raya, mudik, hingga berbagi dengan keluarga.
Namun tanpa perencanaan yang tepat, THR Lebaran dapat habis dalam waktu singkat.
DOK. Shutterstock.com/Arif Budi C Ilustrasi THR. Disnaker Kabupaten Malang membuka Posko Pelayanan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2026.Oleh karena itu, pengelolaan dana tersebut dinilai penting agar kebutuhan selama Lebaran terpenuhi tanpa mengganggu kondisi keuangan setelah perayaan usai.
Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah Vivin Arbianti Gautama mengatakan, THR sebaiknya dipandang sebagai rezeki yang perlu dikelola dengan tujuan yang jelas.
“THR sebaiknya kita maknai sebagai rezeki yang dititipkan, sehingga perlu dikelola dengan tujuan yang jelas. Setidaknya ada empat hal yang bisa menjadi prioritas: ibadah seperti zakat dan berbagi, kebutuhan Lebaran, kebutuhan masa depan melalui tabungan atau investasi, serta proteksi keluarga,” ujar Vivin dalam keterangan tertulis, Selasa (10/3/2026).
Menurut dia, perencanaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan mengumpulkan uang, tetapi juga melindungi aset yang telah dimiliki.
“Perencanaan keuangan bukan hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga melindungi apa yang sudah kita kumpulkan. Jika pencari nafkah tiba-tiba tidak dapat bekerja, tabungan bisa cepat terkuras. Karena itu, mengalokasikan sebagian THR untuk perlindungan keluarga adalah bentuk tanggung jawab dan ikhtiar kita untuk menjaga dari risiko,” kata Vivin.
Ia menambahkan, Lebaran tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga memastikan kondisi keuangan keluarga tetap aman setelah momen tersebut berlalu.
Strategi mengatur THR menjelang Lebaran
SHUTTERSTOCK/PRAMATA Ilustrasi THR. THR 2026. THR Gojek 2026. BHR ojol 2026.Vivin menjelaskan, salah satu strategi sederhana yang dapat diterapkan dalam mengelola THR adalah menggunakan formula 50–30–20.
Sebagai informasi, metode 50-30-20 adalah salah satu pendekatan sederhana dalam mengatur keuangan alias anggaran rumah tangga.
Aturan ini dipopulerkan oleh ekonom dan Senator Amerika Serikat (AS), Elizabeth Warren, bersama putrinya Amelia Warren Tyagi melalui buku All Your Worth: The Ultimate Lifetime Money Plan.
Dalam metode ini, pendapatan setelah pajak dibagi ke dalam tiga pos utama pengeluaran agar keuangan lebih seimbang.
Dikutip dari Forbes, secara umum, metode 50-30-20 membagi pendapatan menjadi tiga kategori. Sebanyak 50 persen dialokasikan untuk kebutuhan pokok (needs) seperti biaya tempat tinggal, makanan, transportasi, utilitas, dan pembayaran minimum utang.
Kemudian, sebanyak 30 persen digunakan untuk keinginan (wants), misalnya hiburan, makan di luar, atau liburan. Sementara 20 persen sisanya ditujukan untuk tabungan dan investasi, termasuk dana darurat maupun pelunasan utang lebih cepat.
Aturan ini dimaksudkan sebagai pedoman praktis yang mudah diikuti oleh masyarakat yang baru mulai menyusun anggaran.
Investopedia menyebut metode tersebut sebagai cara intuitif untuk membagi pendapatan sehingga seseorang dapat membuat anggaran yang masuk akal yang dapat Anda patuhi dari waktu ke waktu untuk mencapai tujuan keuangan Anda.
Dengan membagi pengeluaran ke dalam tiga kelompok besar, metode ini membantu individu melihat dengan lebih jelas hubungan antara pendapatan, pengeluaran, dan tabungan.
Sejumlah pakar keuangan juga menilai pendekatan tersebut efektif sebagai titik awal dalam membangun kebiasaan mengelola uang, karena kerangkanya sederhana dan tidak memerlukan perencanaan yang rumit.
SHUTTERSTOCK/FR_IMAGE Ilustrasi THR.Dalam mengelola THR dengan metode ini, sekitar 50 persen dana dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran, termasuk zakat dan berbagai kebutuhan perayaan.
Sementara itu, 30 persen dapat disisihkan untuk tabungan atau investasi, dan 20 persen dialokasikan untuk perlindungan finansial seperti dana darurat maupun asuransi.
Menurut Vivin, komposisi tersebut bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu atau keluarga.
“Pengaturan ini bersifat fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing, namun prinsip utamanya tetap sama, yakni menikmati momen saat ini tanpa melupakan pentingnya mengamankan masa depan,” ujar dia.
Selain itu, momentum Lebaran juga dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi finansial.
Setelah beberapa bulan menjalani rutinitas pengeluaran, dana THR bisa menjadi kesempatan untuk memperkuat tabungan atau dana darurat keluarga.
Secara umum, penerapan metode 50-30-20 dinilai memberi sejumlah manfaat dalam pengelolaan keuangan pribadi, terutama bagi mereka yang baru mulai menyusun anggaran.
Pendekatan ini membantu seseorang memahami pola pengeluaran sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan saat ini dan tujuan keuangan jangka panjang.
Salah satu keunggulan metode ini adalah kesederhanaannya, karena pengguna tidak perlu mencatat terlalu banyak kategori pengeluaran, melainkan cukup memastikan proporsi pengeluaran sesuai dengan tiga kelompok utama.
Sejumlah perencana keuangan juga menilai metode tersebut dapat membantu seseorang mengevaluasi kondisi keuangannya dengan lebih mudah.
Perencana keuangan bersertifikat (CFP) Chloe Moore mengatakan, aturan ini memberikan pedoman yang relatif sederhana bagi masyarakat yang merasa kewalahan ketika harus menyusun anggaran secara rinci.
SHUTTERSTOCK/HABIB FARINDRA Ilustrasi tunjangan hari raya (THR)."Strategi ini memberikan panduan yang relatif mudah," kata Moore, dikutip dari Bankrate.
Ia menambahkan, metode ini juga dapat digunakan untuk menilai apakah pengeluaran dan tabungan seseorang sudah seimbang.
Selain itu, pembagian anggaran yang jelas antara kebutuhan, keinginan, dan tabungan dapat membantu meningkatkan disiplin dalam menabung.
Analis keuangan utama Bankrate, Greg McBride, menyarankan agar masyarakat memprioritaskan komponen tabungan dalam kerangka tersebut, misalnya dengan mengotomatiskan kontribusi dana pensiun atau dana darurat.
Menurut dia, kebiasaan tersebut dapat membantu meningkatkan porsi tabungan seiring waktu, terutama ketika pendapatan meningkat atau utang berkurang.
Dengan demikian, metode 50-30-20 tidak hanya berfungsi sebagai cara sederhana membagi pengeluaran, tetapi juga sebagai kerangka awal untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih terstruktur, termasuk menyiapkan dana darurat dan mengurangi utang secara bertahap.
THR bisa dimanfaatkan untuk investasi
Bagi masyarakat yang mulai menerapkan perencanaan keuangan jangka panjang, sebagian dana THR juga dapat dialokasikan untuk investasi.
Menurut Vivin, langkah ini tidak harus dilakukan dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai secara bertahap dan konsisten.
Di sisi lain, tradisi berbagi pada momen Lebaran juga menjadi bagian penting dari pengelolaan THR. Menyisihkan sebagian dana untuk zakat maupun sedekah dinilai dapat memberi makna lebih dalam pada perayaan hari raya.
Dorong literasi keuangan syariah
Untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Prudential Syariah menggelar Festival 1.000 Berkah di Masjid Agung Al-Azhar selama bulan Ramadhan, mulai 19 Februari hingga 14 Maret 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai program, antara lain edukasi literasi keuangan syariah, edukasi kesehatan, program donasi, konsultasi peluang bisnis, serta pendampingan perencanaan finansial berbasis prinsip syariah.
Adapun Prudential Syariah merupakan perusahaan asuransi jiwa berbasis syariah yang mulai beroperasi sebagai entitas terpisah sejak 2022 setelah sebelumnya merupakan Unit Usaha Syariah dari PT Prudential Life Assurance.
Perusahaan ini menawarkan berbagai solusi perlindungan jiwa, kesehatan, dan finansial berbasis prinsip syariah serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Keuangan Kamu Sudah Sehat? Kenali 7 Tandanya Sebelum Terlambat
Kenali 7 tanda keuangan sehat dan tips menjaganya agar kondisi finansial tetap stabil dan terencana. [522] url asal
#keuangan-sehat #tanda-keuangan-sehat #tips-mengatur-keuangan #kesehatan-finansial #perencanaan-keuangan #dana-darurat #investasi-cerdas #rasio-utang-ideal #tips-keuangan
Jakarta: Di tengah ketidakpastian ekonomi, memiliki kondisi keuangan yang stabil menjadi impian banyak orang. Semua ingin mencapai kebebasan finansial di masa depan, tetapi tidak sedikit yang masih bingung menilai sejauh mana progres keuangannya saat ini.Banyak orang mengira kesehatan finansial hanya diukur dari besarnya penghasilan atau jumlah tabungan. Padahal, kondisi keuangan yang sehat jauh lebih kompleks dari sekadar nominal.
Lantas, seperti apa sebenarnya ciri-ciri keuangan yang sehat? Berikut tanda-tanda utama yang bisa kamu jadikan acuan seperti yang dirangkum dari laman Sahabat Pegadiaan.
1. Pengeluaran disiplin dan terencana
Indikator paling dasar dari keuangan sehat dapat dilihat dari keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran. Ketika pemasukan lebih besar daripada pengeluaran, arus kas cenderung positif dan stabil.Namun, bukan besarnya pendapatan yang menjadi kunci, melainkan pola pengelolaannya. Keuangan pribadi akan lebih terjaga saat kamu memiliki rencana pengeluaran yang jelas, disiplin, dan konsisten dijalankan.
2. Dana darurat tersedia dan memadai
Kondisi darurat memang tidak bisa diprediksi, tetapi bisa dipersiapkan. Dana darurat berperan penting agar kebutuhan mendesak tidak mengganggu keuangan harian.Tanpa dana darurat, kondisi finansial belum bisa dikatakan sehat. Idealnya, bagi individu lajang, dana darurat yang disarankan berkisar 3-6 kali total pengeluaran bulanan, meski jumlah pastinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
3. Memiliki asuransi kesehatan
Tanda keuangan sehat berikutnya adalah kepemilikan asuransi kesehatan. Proteksi ini membantu menghindarkan kamu dari beban finansial akibat biaya medis tak terduga, yang nilainya terus meningkat dari waktu ke waktu.Jika penghasilan belum terlalu besar, kepesertaan BPJS Kesehatan sudah cukup menjadi perlindungan dasar, sehingga kamu tidak perlu khawatir menghadapi biaya kesehatan yang mahal.
4. Investasi yang dilakukan secara cerdas
Investasi menjadi salah satu indikator penting dalam menilai kesehatan finansial. Aktivitas ini mencerminkan kemampuan seseorang mengalokasikan dana secara disiplin dan selektif.Individu dengan keuangan sehat umumnya sudah mulai berinvestasi pada aset bernilai stabil, seperti emas. Bahkan, kini investasi emas bisa dimulai dengan nominal kecil, misalnya melalui Tabungan Emas Pegadaian mulai dari Rp10 ribuan.
Meski demikian, investasi tetap memiliki risiko. Karena itu, diversifikasi diperlukan agar risiko dapat ditekan. Investasi yang dikelola dengan baik juga berpotensi menghasilkan passive income untuk menambah tabungan dan menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.
5. Kekayaan bersih terus bertambah
Keuangan yang sehat biasanya sejalan dengan meningkatnya kekayaan bersih. Pengelolaan keuangan yang baik memudahkan seseorang menambah aset secara bertahap.Salah satu strateginya adalah mengalokasikan sebagian hasil investasi ke tabungan atau instrumen lain. Jika dilakukan konsisten, saldo akan terus bertambah dan keuntungan yang diperoleh menjadi lebih optimal.
6. Rasio utang tetap terkendali
Utang dapat menjadi solusi jangka pendek, tetapi jika tidak dikelola dengan bijak justru berpotensi menimbulkan masalah finansial. Karena itu, penting memperhatikan rasio utang terhadap pendapatan atau debt to service ratio.Cara menghitungnya cukup sederhana, yakni membagi total cicilan bulanan dengan total pendapatan bulanan. Idealnya, jumlah cicilan tidak melebihi 30% dari pendapatan, agar keuangan tetap sehat dan fleksibel.
7. Tujuan finansial jelas dan terarah
Tanda terakhir dari keuangan yang sehat adalah adanya tujuan finansial yang jelas. Saat kondisi keuangan relatif stabil, kebutuhan dasar sudah terpenuhi dan fokus bisa dialihkan untuk meraih target jangka panjang.Dengan tujuan yang terarah, seseorang akan lebih termotivasi mengevaluasi dan memperbaiki strategi keuangan hingga tujuan tersebut tercapai, tanpa harus terus-menerus dibebani masalah finansial.
(ANN)
8 Tips Keuangan Ala Raditya Dika yang Bisa Ditiru Anak Muda
Simak 8 cara mengatur keuangan ala Raditya Dika yang bisa membantu mencapai financial freedom. [439] url asal
#cara-mengatur-keuangan #tips-keuangan-raditya-dika #financial-freedom #mengelola-uang-dengan-bijak #tips-keuangan-anak-muda #perencanaan-keuangan
Jakarta: Mencapai kebebasan finansial bukan hanya soal penghasilan besar, tetapi juga tentang cara mengelola uang dengan bijak. Hal inilah yang kerap dibagikan Raditya Dika, seorang penulis, stand up comedian, sekaligus kreator konten, lewat berbagai pengalamannya.Melansir artikel Telkomsel, Melalui kanal YouTube miliknya, Raditya Dika membagikan sejumlah prinsip sederhana dalam mengatur keuangan yang bisa diterapkan siapa saja. Tips ini dirangkum menjadi delapan langkah penting untuk membantu mencapai financial freedom secara bertahap.
1. Membeli barang untuk diri sendiri, bukan orang lain
Raditya Dika menekankan pentingnya membeli barang berdasarkan kebutuhan pribadi, bukan demi validasi sosial. Artinya, keputusan belanja sebaiknya tidak didorong keinginan terlihat sukses atau keren di mata orang lain.Dengan fokus pada kebutuhan, pengeluaran menjadi lebih terkontrol dan keuangan pun lebih sehat.
2. Menabung untuk dana pensiun sejak dini
Salah satu indikator kebebasan finansial adalah kesiapan dana pensiun. Raditya Dika menyarankan agar tabungan pensiun dipersiapkan sejak dini, terlepas dari usia atau jenis pekerjaan.Meski sebagian instansi atau perusahaan menyediakan dana pensiun, memiliki tabungan pribadi tetap penting untuk menjaga keamanan finansial di masa depan.
3. Jangan terjebak urusan utang
Utang disebut sebagai salah satu penghambat utama financial freedom. Raditya Dika bahkan mengaku lebih memilih membeli barang secara tunai meski harus menunggu lebih lama, ketimbang memaksakan diri berutang.Namun, ia memberi pengecualian untuk utang produktif seperti KPR, selama cicilannya disesuaikan dengan kemampuan finansial.
4. Hindari membeli barang secara kredit
Kemudahan akses kredit dan fitur paylater menjadi godaan besar, terutama bagi generasi muda. Raditya Dika mengingatkan agar tetap disiplin dan menghindari pembelian barang konsumtif dengan sistem kredit.Menurutnya, kebiasaan ini justru membuat pengeluaran membengkak dan menjauhkan dari tujuan kebebasan finansial.
5. Fokus menambah jumlah penghasilan
Raditya Dika menilai prinsip dasar keuangan sangat sederhana, yakni pengeluaran harus lebih kecil dari pemasukan. Jika pendapatan dirasa belum cukup, solusinya adalah menambah penghasilan.Peluang bisnis sampingan, pekerjaan tambahan, hingga memanfaatkan platform investasi bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan pemasukan.
6. Mulai belajar investasi
Pilihan instrumen investasi kini semakin beragam, mulai dari deposito, obligasi, reksa dana, hingga saham. Raditya Dika menyarankan untuk mengenal dan mempelajari investasi sejak dini.Setelah memahami risikonya, barulah mulai berinvestasi dengan instrumen yang sesuai kemampuan dan tingkat risiko rendah.
7. Alokasikan dana untuk pengalaman
Selain membeli barang, Raditya Dika juga menekankan pentingnya membeli pengalaman. Pengalaman seperti makan bersama keluarga atau liburan dinilai memberi kebahagiaan yang lebih membekas.Menurutnya, pengalaman memiliki nilai emosional yang tidak tergantikan dibandingkan barang konsumtif semata.
8. Beli barang yang bisa digunakan jangka panjang
Tips terakhir adalah membeli barang yang awet dan bernilai jangka panjang. Misalnya, memilih produk berkualitas dibandingkan barang murah yang cepat rusak.Barang dengan nilai investasi, seperti produk bermerek yang stabil harganya, juga bisa menjadi pilihan selama tetap disesuai
(ANN)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56