#30 tag 24jam
Jasindo Incar Peluang Asuransi di Tren Aktivitas Olahraga dan Konser Musik
Jasindo melihat peluang besar dalam asuransi olahraga dan konser musik di Indonesia, seiring meningkatnya kesadaran akan perlindungan risiko. [369] url asal
#asuransi-olahraga #asuransi-konser #sport-tourism #event-insurance #jasindo-asuransi #asuransi-kecelakaan-diri #perlindungan-risiko #asuransi-pariwisata #konser-musik-indonesia #asuransi-event #perlin
(Bisnis.Com - Finansial) 28/06/26 13:55
v/261951/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai perkembangan sektor pariwisata di Indonesia, termasuk rencana Danantara mengembangkansport tourismdan maraknya konser musik serta event berskala besar dapat menjadi peluang baru bagi industri asuransi umum.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengemukakan hal itu karena tren tersebut sejalan dengan meningkatnya kesadaran penyelenggara dan masyarakat akan pentingnya perlindungan risiko dalam setiap aktivitas.
“Saat ini, Asuransi Jasindo telah memiliki produk Asuransi Kecelakaan Diri yang dinilai paling relevan dan berpotensi berkembang seiring meningkatnya aktivitas olahraga dan konser musik di Indonesia,” katanya kepadaBisnis, dikutip pada Minggu (28/6/2025).
Brellian menjelaskan, produk tersebut memberikan perlindungan kepada peserta, penonton, maupun pengunjung dari risiko kecelakaan diri yang dapat terjadi selama berlangsungnya kegiatan, seperti risiko cedera, cacat tetap, hingga meninggal dunia.
“Kami pun telah menerapkannya di beberapa aktivitas yang berkaitan dengan sektor pariwisata, salah satunya melalui kolaborasi dengan Desa Wisata Penglipuran, Bali, bersama mitra strategis Asuransi Jasindo, di mana produk asuransi otomatis melekat pada tiket masuk pengunjung,” jelasnya.
Kendati peluangnya besar, Jasindo tidak menampik masih ada tantangan yang perlu dihadapi industri asuransi umum. Tantangan itu meliputi belum tersedianya produkevent insuranceyang terstandardisasi di industri dan diperlukannya edukasi yang berkelanjutan kepada penyelenggara acara dan masyarakat soal manfaat pentingnya hadir perlindungan pada sektor tersebut.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ramainya penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga berbagai gelaran berskala besar di Indonesia memberikan peluang besar bagi industri asuransi umum, khususnya melalui pengembangan produk event insurance. Produk tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai macam risiko.
“Seperti pembatalan acara, kerusakan fasilitas, kecelakaan peserta atau penonton, hingga gangguan operasional yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi penyelenggara,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip pada Kamis (25/6/2026).
Ogi menyebut bahwa saat ini sejumlah perusahaan asuransi telah menyediakan produk asuransi untuk kegiatan atau event tertentu. Kendati demikian, dia tidak merincikan jenis produk apa yang dipasarkan perusahaan asuransi.
Sebab itu, ke depannya OJK mendorong pengembangan dan inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem penyelenggaraan acara.
“Dengan semakin meningkatnya kebutuhan perlindungan risiko pada berbagai kegiatan berskala besar, segmen ini memiliki prospek yang positif untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kans Asuransi Umum Gaet Peluang Baru dari Maraknya Event Olahraga Hingga Konser
Maraknya event olahraga dan konser di Indonesia membuka peluang bagi industri asuransi umum untuk mengembangkan produk event insurance, melindungi dari risiko pembatalan hingga kecelakaan. [778] url asal
#event-olahraga #konser-musik #asuransi-umum #event-insurance #perlindungan-risiko #ojk #sport-tourism #pariwisata-indonesia #asuransi-acara #risiko-finansial #pengembangan-produk #kolaborasi-ekosistem
(Bisnis.Com - Finansial) 27/06/26 10:35
v/261424/
Bisnis.com, JAKARTA — Ramainya penyelenggaraaneventolahraga, konser musik, hingga berbagai gelaran berskala besar di Indonesia kian membuka peluang pertumbuhan baru bagi industri asuransi umum.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai peluang besar itu khususnya melalui pengembangan produkevent insurance. Produk tersebut dapat memberikan perlindungan terhadap berbagai macam risiko.
“Seperti pembatalan acara, kerusakan fasilitas, kecelakaan peserta atau penonton, hingga gangguan operasional yang dapat menimbulkan kerugian finansial bagi penyelenggara,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono dalam lembar jawaban RDK OJK Mei 2026, dikutip pada Kamis (25/6/2026).
Ogi menyebut bahwa saat ini sejumlah perusahaan asuransi telah menyediakan produk asuransi untuk kegiatan ataueventtertentu. Kendati demikian, dia tidak merincikan jenis produk apa yang dipasarkan perusahaan asuransi.
Sebab itu, ke depannya OJK mendorong pengembangan dan inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar, termasuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem penyelenggaraan acara.
“Dengan semakin meningkatnya kebutuhan perlindungan risiko pada berbagai kegiatan berskala besar, segmen ini memiliki prospek yang positif untuk tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.
Untuk diketahui, selain sudah maraknya penyelenggaraaneventdi Indonesia, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) pun berencana mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan sektor pariwisata nasional, termasuk menjajaki pengembangan konsepsport tourismdan destinasi wisata baru.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus yang dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, tetapi masih memerlukan fokus dan perencanaan yang lebih terintegrasi
“Potensi pariwisata kita ini memang sangat luar biasa, tetapi memang kita harus lebih memfokuskan, karena kita diberikan begitu banyak opsi kadang-kadang kita mesti fokus mana yang kita mau kembangkan,” ujar Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menanggapi hal itu, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) berpendapat segmensport tourism, konser musik, daneventlainnya dapat menjadi salah satu peluang pertumbuhan yang cukup menarik bagi industri asuransi umum.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan berujar meningkatnya aktivitas konser musik, kegiatan olahraga, pameran, festival, dan event berskala besar akan menciptakan kebutuhan perlindungan yang lebih luas, baik bagi penyelenggara, peserta, penonton, vendor, sponsor, maupun pemilik lokasi acara.
Sebab demikian, dia mengungkapkan bahwa saat ini pelaku industri asuransi umum mulai melihat peluang tersebut, tetapi pemanfaatannya masih bertahap
“Umumnya kebutuhan asuransi muncul melalui kerja sama dengan penyelenggara acara, pengelolavenue, promotor,event organizer, komunitas olahraga, agen perjalanan,platformtiket, maupun sponsor,” tuturnya kepadaBisnis, Rabu (24/6/2026).
Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Asuransi Candi Utama ini melihat ke depannya peluang akan semakin besar apabila asuransi dibuat lebih melekat dalam ekosistemevent, misalnya terintegrasi dengan tiket, paket perjalanan, registrasi lomba, sewavenue, atau kerja sama korporasi.
Sederet Produk yang Berpotensi Berkembang
Dilanjutkan Budi, produk yang paling berpotensi berkembang antara lainevent insurance,public liability,personal accident,property insurance,travel insurance, serta perlindungan untuk pembatalan atau gangguan acara dalam skema tertentu.
Adapun, risiko yang dapat dicakup antara lain kecelakaan peserta atau penonton, tanggung jawab hukum pihak ketiga, kerusakan properti atau peralatan, dan gangguan operasional acara.
“Kemudian, risiko cuaca ekstrem untuk event luar ruang, risiko keamanan, hingga risiko terhadap vendor atau kontraktor yang terlibat dalam penyelenggaraan acara,” sebutnya.
Kendati begitu, Budi mengingatkan ada empat tantangan yang perlu dicermati industri.Pertama, kesadaran pelaku event terhadap kebutuhan asuransi masih belum merata. Banyak pihak masih melihat asuransi sebagai biaya tambahan, bukan sebagai bagian dari manajemen risiko
Kedua, karakter setiap event berbeda sehingga perusahaan asuransi perlu melakukan underwriting yang lebih spesifik, mulai dari jumlah peserta, lokasi, durasi acara, jenis kegiatan, crowd management, izin, keamanan, sampai rekam jejak penyelenggara
Ketiga, diperlukan data historis yang lebih baik agar pricing dan kapasitas penanggungannya lebih akurat.Keempat, perlu edukasi bersama agar penyelenggara, sponsor, pemilik venue, dan masyarakat memahami manfaat perlindungan tersebut.
“Dengan berkembangnyasport tourismdan konser musik, asuransi umum tidak hanya berperan sebagai penanggung risiko, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung penyelenggaraan event yang lebih aman, profesional, dan berkelanjutan,” tegas Budi.
Adapun, pengamat asuransi Dedi Kristianto menekankan kolaborasi antara industri asuransi, regulator, dan pelaku event sangat diperlukan untuk meningkatkan literasi risiko sekaligus menghadirkan produk yang lebih fleksibel, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Menurut Dedi, bila tren penyelenggaraan sport tourism, konser musik, dan berbagai event berskala besar terus berlanjut, segmenevent insuranceberpotensi menjadi salah satu sumber pertumbuhan premi sekaligus mendorong pengembangan produk asuransi yang lebih inovatif untuk mendukung sektor pariwisata, olahraga, dan ekonomi kreatif.
“Namun demikian, pengembangan pasar ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah tingkat pemahaman dan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan asuransi yang masih perlu ditingkatkan, keterbatasan data historis untuk mendukung penilaian risiko yang akurat,” bebernya.
Selain itu, imbuhnya, kompleksitas risiko yang melekat pada penyelenggaraan event, seperti kondisi cuaca, faktor keamanan, dan potensi pembatalan acara serta faktor keterjangkauan premi juga menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi penyelenggara skala kecil dan menengah.
Tata Ulang Jantung Jakarta: Ambisi 'Sulap' GBK dan Hotel Sultan Jadi Ikon Dunia
Pemerintah berencana mengubah kawasan GBK dan Hotel Sultan menjadi ikon dunia, menyeimbangkan fungsi ekonomi dan sosial, serta meningkatkan pariwisata dan MICE. [1,971] url asal
#gelora-bung-karno #hotel-sultan #transformasi-gbk #ikon-dunia #kawasan-terpadu #aset-negara #ekonomi-jakarta #sport-tourism #pariwisata-indonesia #investasi-gbk #modernisasi-aset #pusat-olahraga #ruan
(Bisnis.Com - Terbaru) 27/06/26 08:00
v/261335/
Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, pemerintah mulai mengarahkan optimalisasi aset negara sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu proyek yang kini menjadi sorotan adalah rencana transformasi Hotel Sultan yang merupakan bagian dari kawasan Gelora Bung Karno (GBK) seluas sekitar 200 hektare menjadi kawasan terpadu berstandar dunia.
Ambisi tersebut tidak sekadar menyangkut penataan fisik kawasan olahraga nasional, tetapi juga memunculkan pertanyaan mendasar: sejauh mana modernisasi aset publik dapat menciptakan nilai ekonomi baru tanpa mengorbankan fungsi sosial yang selama puluhan tahun melekat pada GBK.
Kawasan Gelora Bung Karno selama ini bukan sekadar kompleks olahraga. Bagi Jakarta, GBK telah menjelma menjadi ruang publik, pusat aktivitas olahraga masyarakat, lokasi penyelenggaraan konser, arena diplomasi internasional, hingga salah satu ruang terbuka hijau paling strategis di pusat ibu kota.
Kini, pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan transformasi besar-besaran kawasan tersebut. Di saat bersamaan, sengketa panjang Hotel Sultan yang memasuki fase eksekusi membuka jalan bagi desain ulang kawasan secara menyeluruh.
Transformasi tersebut menjanjikan lahirnya sentra ekonomi baru di Jakarta. Namun, berbagai kalangan mengingatkan bahwa keberhasilan proyek tidak semata diukur dari megahnya bangunan atau besarnya investasi, melainkan dari kemampuan menjaga keseimbangan antara fungsi komersial dan kepentingan publik.
Membangun Ikon Baru Indonesia
Pemerintah tampaknya ingin menempatkan kawasan GBK setara dengan berbagai distrik olahraga dan hiburan kelas dunia seperti Marina Bay di Singapura, Olympic Park di London, atau Sydney Olympic Park di Australia.
Chief Executive Officer BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan transformasi kawasan secara komprehensif.
"Rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Yang nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang, termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektar," ujar Rosan saat ditemui di kompleks Istana Kepresidenan.
Pernyataan tersebut menandai perubahan paradigma pengelolaan aset negara. Selama ini, aset publik cenderung diposisikan sebagai fasilitas pelayanan semata. Kini, pemerintah mulai melihat aset negara sebagai instrumen penciptaan nilai ekonomi.
Menurut Kementerian Keuangan, nilai aset negara yang dikelola pemerintah pusat mencapai lebih dari Rp13.000 triliun. Sebagian besar aset tersebut selama bertahun-tahun dinilai belum optimal menghasilkan manfaat ekonomi.
Dalam konteks itu, kawasan GBK memiliki posisi yang sangat strategis. Lokasinya berada di pusat bisnis Jakarta, terhubung langsung dengan MRT, dikelilingi kawasan perkantoran premium Sudirman-Thamrin, serta memiliki akses transportasi massal yang relatif lengkap.
Rosan bahkan mengisyaratkan bahwa bangunan Hotel Sultan berpotensi tidak lagi menjadi bagian dari lanskap lama kawasan.
"Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru. Eventually iya," kata Rosan saat ditanya apakah Hotel Sultan akan dirobohkan.
Kendati demikian, Rosan memastikan fungsi akomodasi tetap dipertahankan.
"Di antaranya pastinya ada hotel juga. Dan tidak satu mungkin, tetapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia sehingga perencanaannya harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga yang paling penting kepada rakyat Indonesia."
Pemerintah juga membuka peluang keterlibatan entitas BUMN pariwisata dalam pengelolaan kawasan.
"Kalau kita kan punya InJourney, kita punya yang namanya Meru [The Meru Hotel]. Nanti kalau ini semua sudah selesai semua di Mensetneg, tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa InJourney, Meru," ujar Rosan.
Keterlibatan InJourney menunjukkan bahwa pemerintah kemungkinan akan mengintegrasikan GBK dengan strategi pengembangan sport tourism, MICE, dan industri pariwisata nasional.
Data Kementerian Pariwisata menunjukkan devisa sektor pariwisata pada kuartal I/2026 mencapai US$4,05 miliar atau tumbuh 6,3% secara tahunan. Sementara rata-rata belanja wisatawan asing meningkat menjadi US$1.345,61 per kunjungan.
Peningkatan kualitas belanja wisatawan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah mulai memperkuat infrastruktur pendukung event dan pariwisata premium.
Rosan menegaskan seluruh fasilitas akan ditingkatkan menjadi standar internasional.
"Semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta," imbuhanya.
Jika terealisasi, proyek ini berpotensi menjadi salah satu transformasi kawasan publik terbesar di Indonesia sejak revitalisasi kompleks Senayan menjelang Asian Games 2018.
Transisi Hotel Sultan dan Tantangan Sosial
Di balik ambisi besar tersebut, terdapat dimensi sosial yang tidak dapat diabaikan, yakni nasib ribuan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup pada operasional Hotel Sultan.
Pemerintah melalui Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPKGBK) memastikan proses transisi dilakukan dengan pendekatan yang mempertimbangkan aspek kemanusiaan.
Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan pemerintah tengah memetakan status para pekerja.
"Ya tentu akan dipilah-pilah, kan ada pegawai tetap, ada pegawai harian, kemudian mereka selama ini menjadi pegawai di bidang apa. Nah, nanti pengurus GBK-lah yang akan memfasilitasi mereka untuk bisa diberdayakan kembali," ujar Juri.
Saat ini, proses pengosongan Hotel Sultan masih berlangsung mengingat pengadilan telah memberikan waktu selama 30 hari untuk melakukan tindakan tersebut.
Proses tersebut berlangsung setelah pemerintah melakukan eksekusi kawasan pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan sebanyak 3.161 personel gabungan TNI-Polri dan unsur terkait.
Di tengah proses itu, PPKGBK membuka posko pendataan pekerja. Pada hari pertama, sebanyak 102 pekerja eks Hotel Sultan melaporkan diri.
Dari total laporan, sebanyak 59 orang merupakan pekerja harian, 21 orang berstatus karyawan kontrak, 18 orang pekerja temporer, dua orang tenaga lepas, dan hanya dua orang yang berstatus karyawan tetap.
Komposisi tersebut menggambarkan karakter industri perhotelan Indonesia yang didominasi hubungan kerja nonpermanen. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan sektor akomodasi dan makanan-minuman merupakan salah satu sektor dengan tingkat pekerja informal relatif tinggi.
Oleh karena itu, proses transisi aset negara seperti Hotel Sultan tidak hanya menyangkut aspek hukum pertanahan, tetapi juga persoalan perlindungan ketenagakerjaan.
Direktur Utama PPKGBK Rakhmadi A. Kusumo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus bertindak profesional alam proses transisi berlangsung.
"PPKGBK akan bertindak secara profesional dan manusiawi dalam proses transisi pengelolaan Hotel Sultan dan apartemennya. Kami ingin memastikan para pekerja didata dengan benar," katanya.
Dalam berbagai pengalaman internasional, proyek redevelopement kawasan perkotaan sering kali menimbulkan konsekuensi sosial berupa hilangnya pekerjaan jangka pendek. Oleh karena itu, keberhasilan transformasi GBK juga akan diukur dari kemampuan pemerintah menciptakan lapangan kerja baru yang lebih berkualitas dibandingkan sebelumnya.

Tata Ulang Jantung Jakarta: Ambisi 'Sulap' GBK dan Hotel Sultan Jadi Ikon Dunia
Menghindari Megaproyek yang Sepi Pengunjung
Ambisi membangun kawasan olahraga dan hiburan berkelas dunia tidak lepas dari risiko ekonomi. Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar mengingatkan bahwa banyak proyek stadion dan kawasan olahraga di berbagai negara justru mengalami persoalan utilisasi.
"Jadi perlu dipikirkan dengan baik cost and benefit analysis-nya," ucapnya kepada Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Media menilai persoalan utama bukan pada kemegahan proyek, melainkan tingkat pemanfaatannya.
"Tapi yang pasti kalau ingin melakukan pembangunan kawasan olahraga yang megah ya, kekhawatirannya lebih kepada apakah utilisasinya itu bisa dimanfaatkan dengan mudah oleh publik," katanya.
Menurutnya, banyak kawasan olahraga internasional hanya ramai saat event berlangsung.
"Karena banyak kawasan olahraga yang megah akhirnya nggak dimanfaatkan ya. Khususnya kawasan olahraga yang digunakan misalkan pasnya olimpiade, pasnya piala dunia. Jadi asetnya mahal tapi kemudian utilisasinya rendah gitu," ujarnya.
Fenomena tersebut memang banyak terjadi secara global. Studi Oxford University terhadap sejumlah infrastruktur Olimpiade menunjukkan sebagian fasilitas pascaajang olahraga justru menjadi beban fiskal jangka panjang akibat biaya pemeliharaan yang sangat tinggi.
Apalagi, kata dia, kondisi fiskal nasional saat ini menuntut pembiayaan kreatif. Namun, skema kemitraan pemerintah-swasta juga tidak bebas risiko.
Menurut Media, pertanyaan mendasar yang harus dijawab pemerintah ialah apakah masyarakat masih dapat menikmati kawasan tersebut secara mudah.
"Karena kan pertanyaan dari masyarakat adalah, misalkan nanti kawasan GBK dipugar sedemikian rupa, apakah kemudian masih bisa dinikmati oleh masyarakat dengan mudah, free access atau tidak, dan lain-lain," katanya.
Dia menegaskan GBK pada hakikatnya merupakan aset publik. Oleh karena itu, orientasi bisnis tidak boleh terlalu dominan.
Media juga mengingatkan pentingnya transparansi tata kelola aset. Menurutnya, sumber penerimaan di kawasan GBK sesungguhnya sudah cukup beragam.
"Nah ini yang sebetulnya dikelola dengan baik, penerimaannya dikelola dengan baik, sebetulnya bisa digunakan dengan baik untuk improvement fasilitas di GBK," tuturnya.
Menangkap Devisa
Berbeda dengan Celios yang menyoroti aspek tata kelola, Peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet melihat potensi ekonomi proyek ini tetap sangat besar. Namun Yusuf mengingatkan adanya efek substitusi dalam ekonomi
"Ketika seseorang membelanjakan uangnya di GBK, belum tentu itu menambah ekonomi Jakarta secara keseluruhan. Bisa jadi uang tersebut memang akan dibelanjakan di tempat lain jika proyek ini tidak ada. Dalam ekonomi, ini dikenal sebagai efek substitusi," tutur Yusuf saat dihubungi Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Oleh karena itu, ukuran keberhasilan proyek tidak boleh hanya menghitung transaksi ekonomi yang terjadi. Yusuf menilai pendekatan kawasan terpadu menjadi kunci.
"Pengalaman berbagai proyek internasional menunjukkan bahwa sumber nilai ekonomi terbesar biasanya bukan berasal dari stadion atau fasilitas olahraganya, melainkan dari kombinasi hotel, ruang konvensi, ritel, perkantoran, hiburan, dan aktivitas lain yang membuat kawasan hidup sepanjang tahun," imbuhnya.
Dalam konteks Indonesia, peluang terbesar justru berada pada pasar MICE. Yusuf mengatakan, Indonesia masih tertinggal dalam menarik wisatawan dengan tingkat pengeluaran tinggi, terutama segmen MICE, yaitu meeting, incentive, convention, dan exhibition.
Selama ini, sebagian permintaan tersebut justru mengalir ke negara lain seperti ke Singapura atau Bangkok karena fasilitas yang tersedia dianggap lebih kompetitif.
Oleh karena itu, dia menekankan jika kawasan GBK mampu menangkap pasar tersebut, manfaat ekonominya akan nyata.
"Jika kawasan GBK mampu menangkap permintaan yang sebelumnya keluar dari Indonesia, maka itu merupakan nilai tambah ekonomi yang nyata, bukan sekadar perpindahan belanja antarwilayah,” imbuhnya.
Yusuf menilai indikator keberhasilan harus mencakup tambahan penerimaan pajak, penciptaan pekerjaan permanen, investasi swasta, hingga peningkatan tingkat hunian hotel dan aktivitas MICE.
Menjaga Keseimbangan antara Bisnis dan Fungsi Publik
Meskipun mendukung pengembangan kawasan, tetapi Yusuf mengingatkan bahwa GBK tidak dapat diperlakukan semata sebagai aset bisnis.
"GBK bukan sekadar aset komersial. Ia juga merupakan ruang publik dan pusat olahraga nasional yang menghasilkan manfaat sosial yang besar, mulai dari kesehatan masyarakat hingga ruang interaksi warga,” kata Yusuf.
Masalah muncul ketika operator hanya mengejar pendapatan, sebab dia menilai insentif bisnis biasanya mendorong penggunaan lahan untuk aktivitas dengan nilai sewa tertinggi. Tanpa regulasi jelas, fungsi publik berpotensi tergerus. Oleh karena itu, Yusuf mengusulkan model subsidi silang.
"Karena itu saya melihat model yang paling sehat adalah skema subsidi silang. Zona komersial seperti hotel, pusat konvensi, ritel, dan perkantoran diberi ruang untuk menghasilkan keuntungan," ujarnya.
Namun keuntungan tersebut harus kembali mendukung fungsi publik. Sehingga, menurutnya, negara harus tetap menjadi pemilik aset. Skema konsesi dinilai lebih tepat dibandingkan pelepasan aset permanen.
"Dengan begitu, kenaikan nilai lahan di masa depan tetap kembali kepada publik dan tidak terkunci menjadi keuntungan pihak tertentu selama puluhan tahun."
GBK, Sport Tourism, dan Harapan Industri Pariwisata
Pelaku industri pariwisata memandang transformasi GBK sebagai peluang besar memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi internasional.
Sekretaris Jenderal Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budijanto Ardiansjah menilai pengembangan kawasan merupakan langkah positif.
"Jika ingin menjadikan Jakarta sebagai kota MICE, tentu saja pengembangan kawasan GBK ini menjadi langkah positif utk memperbanyak pilihan tempat wisata & event berkelas internasional," katanya kepada Bisnis, Kamis (25/6/2026).
Menurut data Kementerian Pariwisata, rata-rata belanja wisatawan MICE dapat mencapai dua hingga tiga kali lipat dibanding wisatawan leisure biasa. Oleh karena itu, pengembangan kawasan berpotensi meningkatkan devisa sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.
Budijanto juga menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan event internasional.
"Jakarta harus sering melakukan event-event sport berkelas internasional supaya jakarta terutama GBK akan semakin dikenal oleh masyarakat internasional sbg venue sport tourism berkelas dunia," ujarnya.
Kendati demikian, dia melanjutkan bahwa akses masyarakat tidak boleh terganggu. Sebab, jika dikelola dengan tepat, dampak ekonomi diyakini akan meluas.
Pada akhirnya, transformasi GBK merupakan ujian besar bagi pemerintah dalam mengelola aset publik strategis. Proyek ini dapat menjadi model baru optimalisasi aset negara yang mampu menghasilkan pertumbuhan ekonomi, menarik investasi, memperkuat pariwisata, dan meningkatkan kualitas ruang publik secara bersamaan.
Namun, tanpa tata kelola yang transparan, kalkulasi ekonomi yang matang, dan perlindungan terhadap fungsi sosial, ambisi menjadikan GBK sebagai ikon baru Indonesia justru berisiko berubah menjadi proyek mahal dengan manfaat yang tidak sebanding.
Taruhan sesungguhnya bukan semata membangun kawasan berstandar dunia, melainkan memastikan bahwa setiap meter persegi lahan publik di jantung Jakarta tetap menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia.
"Semakin banyak event besar, akan semakin banyak UMKM yang akan terbantu," tandasnya.
Bank Mandiri Hadirkan Dampak Lebih Luas di Mandiri Jogja Marathon 2026
Bank Mandiri Jogja Marathon 2026 di Candi Prambanan menggabungkan olahraga, budaya, dan ekonomi, dengan 10.200 pelari dari 17 negara. Acara ini mendukung UMKM lokal dan keberlanjutan melalui berbagai [675] url asal
#bank-mandiri #jogja-marathon #marathon-2026 #sport-tourism #candi-prambanan #more-than-a-race #pelari-internasional #kategori-lomba #rute-budaya #pelari-indonesia #dampak-ekonomi #sinergi-komunitas
(Bisnis.Com - Finansial) 22/06/26 19:57
v/256662/
Bisnis.com, JAKARTA - Ajang sport tourism unggulan Bank Mandiri, Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026, resmi mencapai puncaknya pada Minggu (21/6) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Mengusung tema “More Than a Race”, gelaran tahunan ini memadukan olahraga, budaya, pariwisata, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu rangkaian kegiatan.
Gelaran MJM tahun ini diikuti 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya penyelenggaraan dengan jumlah peserta terbesar sejak 2017. Para peserta mengikuti empat kategori lomba, yakni Marathon (42K), Half Marathon (21K), 10K, dan 5K Fun Run dengan lintasan yang telah tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS).
Selaras dengan semangat “More Than a Race”, para peserta tidak hanya disuguhkan pengalaman berlari, tetapi kesempatan menikmati kekayaan budaya dan keindahan lanskap khas Yogyakarta. Rute yang dilalui melintasi sejumlah ikon budaya, seperti Candi Plaosan, Monumen Taruna, serta kawasan perdesaan.
Di sektor putra, Pelari Kiprono Koech keluar sebagai juara pertama kategori Full Marathon Open MJM 2026 dengan catatan waktu 02:20:28, diikuti Amos Kipkemoi Chesang, dan James Cherutich Tallam. Sementara itu, di sektor putri, Pelari Eunice Nyawira Muchiri finis terdepan dengan waktu 02:39:35, unggul atas Medanit Feyera Gurmesa dan Elizabeth Chepkanan Rumokol di peringkat 2 dan 3.
Pada kategori Full Marathon National (Closed Marathon), pelari Indonesia tampil impresif. Rikki Marthin L Simbolon berhasil meraih posisi pertama di sektor putra dengan waktu 02:30:06, disusul oleh Immanuel Hutasoit, dan Laode Safrudin. Di sektor putri, Dwi Tiansi Anggraini keluar sebagai juara dengan catatan waktu 03:04:55, mengungguli Ina Lydia Utari Damanik, dan Asnida Aras.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista mengatakan, MJM telah berkembang menjadi lebih dari ajang olahraga. Menurutnya, MJM merupakan platform kolaborasi yang menghubungkan komunitas, pelaku usaha lokal, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan.
“MJM merupakan wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race,” ujar Adhika, di Yogyakarta, Minggu (21/6).
Dampak Nyata Sosial dan Lingkungan di Setiap Langkah
Sebagaimana penyelenggaraan dari tahun ke tahun, bank berkode emiten BMRI ini memastikan MJM 2026 menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian, lingkungan, sosial, dan budaya di Yogyakarta.
Adhika menyebutkan, sebagai bentuk nyata semangat “More Than a Race”, perseroan juga memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah penyelenggaraan guna mendorong adopsi transaksi digital dan meningkatkan kapasitas usaha. Upaya ini dilengkapi dengan program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan yang menghadirkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM sebagai ruang promosi pelaku usaha kuliner dan ekonomi kreatif Yogyakarta.
Pemberdayaan ekonomi lokal juga dilakukan Bank Mandiri melalui penyelenggaraan UMKM Festival yang melibatkan sekitar 60 pelaku UMKM yang berdomisili di sekitar Candi Prambanan.
Komitmen keberlanjutan diwujudkan di sepanjang siklus acara, mulai dari fase Road to MJM 2026, Race Day, hingga Post-Race, guna mendorong partisipasi yang lebih bertanggung jawab. Pada fase pre-event, peserta berkontribusi terhadap aksi iklim sejak registrasi melalui program One Ticket, One Climate Action yang terintegrasi dengan fitur Livin' Planet, serta dapat mengimbangi jejak karbon lewat pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK).
Saat race day, perseroan menerapkan pengelolaan kawasan zero waste to landfill, memakai racepack tekstil hasil upcycling, dan mengajak peserta mengikuti kampanye daur ulang pakaian Mandiri Looping for Life.
Di sisi sosial dan budaya, Bank Mandiri menghadirkan Mandiri Bakti Kesehatan, dengan Mini General Check Up bagi 1.650 Abdi Dalem di Puro Pakualaman, Puralaya Imogiri, dan Keraton Ngayogyakarta, serta Khitanan Massal bagi 280 anak di sekitar Prambanan.
Bank Mandiri juga menghadirkan kegiatan Mandiri Sahabat Desa, dengan implementasi berupa perbaikan jalan, pembangunan batas desa dan aksi bersih desa di 28 desa yang dilalui rute MJM serta pembagian 2.800 paket sembako.
Sementara pelestarian budaya diwujudkan melalui program "Pustaka Luhur, Akses untuk Semua" berupa digitalisasi manuskrip kuno koleksi Widyapustaka Pakualaman.
"Melalui Mandiri Jogja Marathon, kami ingin menghadirkan perayaan yang tidak hanya dinikmati para pelari, namun juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian daerah secara berkelanjutan," ujar Adhika.
Rosan Buka-Bukaan Skema Danantara Dorong Pariwisata, Seperti Apa?
BPI Danantara dipimpin Rosan Roeslani, berencana mengembangkan pariwisata Indonesia dengan fokus pada sport tourism dan destinasi baru. [442] url asal
#danantara-pariwisata #pariwisata-indonesia #sport-tourism #destinasi-wisata-baru #pengembangan-pariwisata #investasi-pariwisata #sektor-pariwisata #logistik-pariwisata #transportasi-pariwisata #aksesi
(Bisnis.Com - Ekonomi) 22/06/26 19:55
v/256664/
Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berencana mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan sektor pariwisata nasional, termasuk menjajaki pengembangan konsep sport tourism dan destinasi wisata baru.
Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu fokus yang dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, tetapi masih memerlukan fokus dan perencanaan yang lebih terintegrasi.
"Potensi pariwisata kita ini memang sangat luar biasa, tetapi memang kita harus lebih memfokuskan, karena kita diberikan begitu banyak opsi kadang-kadang kita mesti fokus mana yang kita mau kembangkan," ujar Rosan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Rosan menjelaskan pengembangan pariwisata tidak bisa hanya berfokus pada destinasi semata, melainkan harus mencakup berbagai aspek pendukung seperti logistik, transportasi, aksesibilitas hingga kebersihan.
"Baik kembali lagi secara menyeluruh tidak hanya pariwisata itu sendiri, tapi juga dari segi logistiknya, dari segi kenyamanannya, transportasinya, aksesibilitasnya, kebersihannya. Nah itu semua harus dilihat secara keseluruhan," katanya.
Dia mengungkapkan Danantara nantinya akan mengidentifikasi sejumlah destinasi baru yang berpotensi dikembangkan dengan melibatkan investasi dari sovereign wealth fund tersebut.
"Itu akan diidentifikasikan nanti rencananya destinasi-destinasi baru untuk pariwisata yang tentunya Danantara bisa berperan aktif juga," ujarnya.
Terkait rencana pengembangan kawasan eks Hotel Sultan di area Gelora Bung Karno (GBK), Rosan tidak menampik kemungkinan kawasan tersebut dikembangkan dengan konsep sport tourism. Namun, dia menegaskan pembahasan masih berada pada tahap awal.
"Ini mungkin saya masih terlalu early untuk menyampaikan ini, tapi tentu semuanya ada karena memang itu adalah sport. Jadi memang akan GBK ya tetap ada GBK-nya, tetapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard," kata Rosan.
Dia menambahkan, pengembangan kawasan GBK dengan standar kelas dunia diharapkan dapat menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta.
Lebih lanjut, Rosan mengakui bahwa kinerja sektor pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara, baik dari sisi jumlah kunjungan wisatawan maupun belanja wisatawan.
"Kalau kita lihat jumlah pariwisata di Indonesia, dibandingkan negara-negara Asean masih tertinggal cukup lumayan jauh dibandingkan Malaysia, Thailand, Singapura, dan yang lain-lain," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Rosan, strategi pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi juga meningkatkan rata-rata pengeluaran wisatawan atau average spending.
Dengan pendekatan tersebut, Danantara berharap sektor pariwisata dapat menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
"Average spending kita itu baru sekitar US$1.100 mungkin lebih per day. Nah gimana untuk meningkatkan average spending-nya juga. Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata, yang lebih mass market tetapi juga yang high end atau yang lebih ke experience," tandas Rosan.
Dieng Caldera Race 2026 Sukses, Ribuan Pelari Taklukkan Dataran Tinggi Dieng Bersama bank bjb
Ke depan, bank bjb akan terus mendukung berbagai kegiatan komunitas. [702] url asal
#bank-bjb #dieng-caldera-race-2026 #sport-tourism #komunitas-lari #industri-pariwisata #gaya-hidup-sehat #aplikasi-digi
REPUBLIKA.CO.ID, WONOSOBO -- Dieng Caldera Race 2026 kembali sukses diselenggarakan pada 19-21 Juni 2026 dan menegaskan posisinya sebagai salah satu ajang trail running paling bergengsi sekaligus paling dinantikan di Indonesia.
Sebanyak 2.000 peserta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, hadir untuk merasakan pengalaman berlari di kawasan Dataran Tinggi Dieng yang dikenal dengan panorama alam yang memukau serta karakter lintasan yang menantang.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta mengikuti berbagai kategori yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan pengalaman berlari, yaitu 10K, 25K, 45K, dan 85K. Masing-masing kategori menghadirkan tantangan lintasan berbeda dengan pengalaman menikmati keindahan alam khas Dataran Tinggi Dieng.
Antusiasme peserta terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, event ini juga menjadi ruang berkumpulnya komunitas lari sekaligus bagian dari penguatan ekosistem sport tourism nasional.
Prosesi flag off menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian Dieng Caldera Race 2026.
Pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 05.00 WIB, pelepasan peserta dilakukan Deputy Divisi Corporate Secretary bank bjb Sani Ikhsan Maulana, Deputy CEO Regional 5 bank bjb Dody Krisnanda, serta Pemimpin bank bjb Kantor Cabang Semarang Risto Livian Surbakti.
Sementara itu, pada Ahad, 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB, pelepasan peserta dilakukan Direktur Konsumer & Ritel bank bjb Nunung Suhartini bersama sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan.
Di antaranya Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti, serta Plt Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Yusuf Hartanto.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi antara sektor perbankan, pemerintah, dan industri pariwisata dalam mendukung pengembangan sport tourism di Indonesia.
Sepanjang perlombaan, peserta disuguhi pemandangan pegunungan, hamparan perkebunan, perbukitan hijau, serta udara sejuk khas Dieng, menghadirkan pengalaman berlari yang berkesan.
Berbagai tantangan lintasan mulai dari tanjakan panjang, turunan teknis, hingga perubahan kontur medan berhasil ditaklukkan dengan semangat dan determinasi tinggi.
Kesuksesan Dieng Caldera Race 2026 turut mendapat dukungan dari bank bjb sebagai institusi perbankan yang konsisten mendukung gaya hidup sehat, aktivitas komunitas, serta pengembangan ekonomi daerah.
Tahun ini menjadi kali kedua bank bjb mendukung penyelenggaraan Dieng Caldera Race sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem olahraga berbasis komunitas sekaligus mendorong pertumbuhan wisata dan ekonomi daerah.
Melalui Program Promosi Dieng Caldera Race 2026, bank bjb memberikan kesempatan bagi nasabah untuk memperoleh slot tiket peserta melalui program tabungan dengan nominal tertentu sesuai ketentuan program yang berlaku.
Inisiatif tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat dan komunitas lari untuk bisa mengikuti event tanpa harus melalui persaingan perebutan tiket yang biasanya berlangsung sangat kompetitif.
Salah satu peserta asal Bandung, Andi Pratama menuturkan, program tersebut memberikan pengalaman yang lebih nyaman dalam memperoleh slot event.
“Biasanya saya harus bersaing saat pembukaan pendaftaran. Tahun ini saya memperoleh slot melalui program bank bjb dengan proses yang lebih mudah,” ujarnya.
Selain menghadirkan kemudahan akses partisipasi, bank bjb meramaikan area acara melalui berbagai aktivasi di booth bertema “Promo Seru Pakai DIGI”.
Melalui aplikasi DIGI bank bjb, pengunjung dapat menikmati berbagai penawaran eksklusif selama event berlangsung. Mulai dari pembukaan rekening online berhadiah saldo DigiCash Rp 50 ribu, voucher diskon kuliner (F&B) Rp 15 ribu untuk transaksi minimal Rp 35 ribu hingga voucher diskon belanja apparel (Non-F&B) Rp 50 ribu dengan transaksi minimal Rp 150 ribu.
Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas interaktif di booth untuk memperoleh special merchandise dari bank bjb. Kehadiran aktivasi ini menjadi bagian dari upaya bank bjb dalam menghadirkan pengalaman transaksi digital yang praktis, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain menghadirkan pengalaman olahraga, penyelenggaraan Dieng Caldera Race memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tingginya jumlah peserta dan pengunjung turut mendorong aktivitas pelaku usaha lokal, mulai dari sektor kuliner, penginapan, transportasi hingga produk unggulan daerah.
Bank bjb memandang kolaborasi antara olahraga, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi lokal sebagai langkah yang mampu menciptakan manfaat berkelanjutan.
Ke depan, bank bjb akan terus mendukung berbagai kegiatan komunitas dan event yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan sport tourism di Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai event dan program lainnya dari bank bjb dapat diperoleh melalui website resmi bank bjb www.bankbjb.co.id, kanal media sosial resmi bank bjb, serta layanan bjb Call 14049.
Bank bjb berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Menpora: Sport tourism dorong masyarakat sehat dan pertumbuhan ekonomi
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut sport tourism seperti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 yang digelar di kawasan Candi Prambanan ... [396] url asal
#mandiri-jogja-marathon #sport-tourism #dorong-pertumbuhan-ekonomi
Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyebut sport tourism seperti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 yang digelar di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta selain menjadikan masyarakat sehat juga mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Sport tourism tidak hanya membuat masyarakat lebih sehat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menpora saat melepas peserta Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta, Minggu.
Menpora menilai Yogyakarta memiliki modal besar untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan melalui pengembangan sport tourism.
Perpaduan antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan kualitas penyelenggaraan acara tersebut menjadi kekuatan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
"Dengan kekuatan budaya dan destinasi yang dimiliki Yogyakarta, kegiatan seperti ini dapat menjadi pengungkit kunjungan wisata sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru," kata Menpora.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan mengatakan, MJM dirancang tidak hanya menghadirkan pengalaman terbaik bagi pelari, tetapi memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.
"Kami ingin memastikan manfaat acara ini dirasakan masyarakat setempat. Tidak hanya pelarinya yang mendapatkan pengalaman terbaik, tetapi juga UMKM, desa-desa sekitar, dan perekonomian lokal yang ikut tumbuh bersama," katanya.
Sebanyak sekitar 10.200 pelari dari 17 negara ikut menjadi bagian dari ajang sport tourism berkelas dunia tersebut, dan menjadikannya jumlah peserta terbesar sejak ajang ini pertama kali digelar pada 2017.
Para peserta menempuh lintasan tersertifikasi Association of International Marathons and Distance Races (AIMS), melintasi berbagai lanskap khas Yogyakarta, mulai dari kawasan Candi Plaosan, Monumen Taruna, hamparan sawah, hingga desa-desa tradisional dengan budaya lokalnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Imam Pratanadi mengatakan Mandiri Jogja Marathon telah berkembang menjadi salah satu etalase promosi daerah yang efektif.
Menurut dia, kehadiran ribuan peserta beserta pendampingnya turut mendorong peningkatan okupansi hotel, kunjungan ke destinasi wisata, aktivitas kuliner, hingga transaksi produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
"MJM mengukuhkan DIY sebagai destinasi sport tourism unggulan. Event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang lama tinggal wisatawan, dan mendorong perputaran ekonomi yang manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat," katanya.
Manfaat ekonomi tersebut sejalan dengan hasil riset Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa penyelenggaraan MJM 2025 mendorong pertumbuhan belanja masyarakat hingga 11,6 persen selama pekan pelaksanaan.
Dengan peningkatan jumlah peserta pada tahun ini, menurut dia, dampak ekonomi yang dihasilkan diperkirakan semakin besar, terutama bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, jasa wisata, serta pelaku UMKM.
Pewarta: Hery Sidik
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
Legislator Dorong Sport Tourism Diperbanyak di Destinasi Wisata
Sport tourism dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan devisa. [328] url asal
#sport-tourism #devisa-pariwisata #komisi-vii-dpr #gandung-pardiman #jakarta-international-marathon #wisata-olahraga #wisatawan-mancanegara #ekonomi-lokal #borobudur-marathon #danau-toba-triathlon #lab
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Event olahraga berskala internasional dinilai semakin berperan dalam menarik kunjungan wisatawan dan menggerakkan ekonomi daerah. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sport tourism dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan devisa sektor pariwisata.
Anggota Komisi VII DPR RI Gandung Pardiman mengatakan, pengembangan sport tourism perlu diperluas ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Menurutnya, kombinasi antara daya tarik destinasi dan penyelenggaraan ajang olahraga internasional dapat meningkatkan belanja wisatawan serta mendorong aktivitas ekonomi lokal.
Salah satu contohnya adalah Jakarta International Marathon. Gandung menilai ajang tersebut mampu mendatangkan wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM.
“Kalau mau tambah devisa cepat, jangan cuma andalkan objek pantai dan candi serta alam, tapi mampu mengkolaborasikan destinasi tersebut dengan event olahraga skala internasional, contoh Jakarta International Marathon, devisanya langsung dirasakan, misalnya satu pelari wisman dan wisnus tentunya mereka akan menyewa hotel, tiket pesawat, makan, dan oleh-oleh, yang berdampak langsung kepada pengusaha dan UMKM," kata Gandung dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).
Jakarta International Marathon tahun ini diperkirakan diikuti 45 ribu peserta, termasuk 1.012 pelari mancanegara. Menurut Gandung, kehadiran peserta dari luar negeri yang umumnya tinggal selama beberapa hari berpotensi meningkatkan belanja wisata dan menggerakkan roda ekonomi daerah.
“Tentunya ini memiliki multiplier effect, setiap wisman sport tourism akan berbelanja dua hingga tiga kali lipat dibanding wisatawan biasa karena membawa tim, keluarga, dan fisioterapis,” ujarnya.
Gandung menilai Indonesia memiliki peluang besar mengembangkan sport tourism sebagai salah satu strategi memperkuat sektor pariwisata. Karena itu, ia mendorong pemerintah tidak hanya fokus pada promosi destinasi, tetapi juga memperbanyak penyelenggaraan event olahraga internasional yang mampu menarik wisatawan.
Menurut dia, sejumlah ajang seperti Labuan Bajo Ultra, Borobudur Marathon, Jogja Marathon, dan Danau Toba Triathlon memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda olahraga internasional yang masuk kalender tahunan dunia.
Ia juga mendorong peningkatan dukungan terhadap promosi dan penyelenggaraan event sport tourism. Gandung berharap Indonesia dapat memiliki sedikitnya 20 ajang olahraga internasional setiap tahun yang mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pariwisata nasional.
Usung Tema “More Than a Race”, Mandiri Jogja Marathon 2026 Siap Diramaikan 10.200 Pelari dari 17 Negara
Mandiri Jogja Marathon 2026 memadukan lari, budaya, UMKM, dan aksi hijau untuk menggerakkan wisata Yogyakarta. [1,617] url asal
#bank-mandiri #sport-tourism #candi-prambanan #yogyakarta #umkm-yogyakarta #mandiri-jogja-marathon-2026 #adhika-vista
(Kompas.com - Money) 18/06/26 19:15
v/253753/
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Bank Mandiri kembali menggelar Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026 pada Minggu (21/6/2026), di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta.
Mengusung tema “More Than a Race”, ajang sport tourism unggulan Bank Mandiri ini memadukan kompetisi lari berstandar internasional dengan pengalaman wisata, perayaan budaya, dampak sosial, dan perjalanan menyusuri Yogyakarta dalam satu rangkaian aktivitas yang terintegrasi.
MJM 2026 diikuti 10.200 pelari dari 17 negara, menjadikannya gelaran dengan peserta terbesar sepanjang penyelenggaraan sejak 2017.
Lomba menghadirkan empat kategori, yakni Marathon (42,195 kilometer (km)), Half Marathon (21,097 km), 10K, dan 5K Fun Run, dengan lintasan yang telah tersertifikasi AIMS. Setiap peserta memperoleh race pack berisi nomor BIB, jersey, hingga medali finisher, sementara kategori Half Marathon dan Marathon mendapat tambahan finisher tee.
Tema “More Than a Race” dijabarkan ke dalam empat ekspresi, yakni pengalaman lari ikonik (Experience), perayaan budaya (Celebration), perjalanan wisata ke Yogyakarta (Trip to Jogja), serta dampak sosial dan ekonomi (Impact). Keempatnya dirangkai untuk membangun kesadaran, antusiasme, hingga partisipasi publik selama pekan penyelenggaraan.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan, MJM 2026 menjadi panggung penguatan ekosistem ekonomi kerakyatan sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah.
Sebagai mitra strategis pemerintah, bank berlogo pita emas ini memosisikan MJM sebagai model sport tourism nasional yang membawa nilai sosial, budaya, dan ekonomi sekaligus.
“MJM adalah wujud sinergi yang terintegrasi antara Bank Mandiri, komunitas, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah. Kami ingin setiap langkah pelari berdampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga MJM benar-benar hadir sebagai More Than a Race,” ujar Adhika dalam konferensi pers MJM 2026 di Yogyakarta, Kamis (18/6/2026).
Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta Imam Pratanadi menilai, MJM mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism unggulan di Asia Tenggara. Menurutnya, ajang ini mendorong peningkatan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal, dan menggerakkan sirkulasi ekonomi daerah.
“MJM membuktikan olahraga, budaya, dan pariwisata dapat bersinergi menggerakkan ekonomi daerah. Yogyakarta diuntungkan dari lonjakan okupansi hotel, kuliner, hingga transportasi setiap kali ajang ini digelar,” kata Imam.
Berdasarkan riset Mandiri Institute, penyelenggaraan MJM terbukti konsisten mendorong daya beli masyarakat selama tiga tahun berturut-turut. Pada gelaran MJM 2025 misalnya, pertumbuhan belanja di Provinsi DI Yogyakarta selama minggu pelaksanaan tercatat sebesar 11,6 persen secara mingguan, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan mingguan normal sebesar 0,8 persen.
Secara bulanan, Yogyakarta membukukan pertumbuhan belanja 7 persen pada bulan penyelenggaraan MJM, tertinggi di antara seluruh provinsi yang dipantau dan tiga kali lipat rata-rata bulan biasa.
Peningkatan tersebut mengalir langsung ke sektor pariwisata dan turunannya. Pada hasil riset di MJM tahun 2025, sektor transportasi mencatat pertumbuhan 21,9 persen, restoran dan kuliner tumbuh 10,1 persen, perhotelan meningkat 6,4 persen, dan belanja perjalanan naik 5,6 persen di pekan perayaan tahun lalu. Realisasi ini menegaskan MJM sebagai penggerak ekonomi pariwisata DI Yogyakarta secara konsisten.
Rekor keikutsertaan pelari MJM 2026 pun menjadi sinyal kuat bahwa dampak ekonomi yang tercipta tahun ini akan lebih besar, tidak hanya bagi sektor pariwisata dan perhotelan, melainkan hingga ke lapisan ekonomi kerakyatan seperti pedagang lokal, pelaku UMKM, penyedia jasa transportasi, dan masyarakat di sekitar jalur lomba yang turut merasakan langsung manfaat perhelatan ini.
Pada kesempatan yang sama, Race Director MJM 2026 dari iSport Pandu Bagus Buntaran menjelaskan, lintasan dirancang melintasi lanskap budaya khas Yogyakarta, termasuk Candi Plaosan, Monumen Taruna, dan sejumlah desa tradisional. Desain medali finisher tahun ini mengangkat Panggung Krapyak, salah satu penanda Sumbu Filosofis Yogyakarta yang ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Dunia pada 2023.
“Setiap kilometer di MJM 2026 adalah perjalanan menyusuri Sumbu Filosofis, garis imajiner yang membentang dari Panggung Krapyak, Keraton Yogyakarta, hingga Tugu Pal Putih. Pelari menempuh jarak sekaligus menapaki narasi peradaban Yogyakarta,” ujar Pandu.
Sejalan dengan komitmen untuk menghadirkan pengalaman berlari yang aman dan nyaman, Bank Mandiri juga bekerja sama dengan PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) dalam menyediakan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi seluruh peserta MJM 2026.
Melalui kolaborasi tersebut, sekitar 10.200 peserta memperoleh manfaat perlindungan dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp 100 miliar, termasuk manfaat santunan harian apabila terjadi kecelakaan selama perlombaan berlangsung.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya Bank Mandiri dalam memastikan setiap peserta dapat mengikuti MJM 2026 dengan rasa aman, sekaligus memperkuat kualitas penyelenggaraan ajang sport tourism berstandar internasional yang mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan peserta.
Lebih lanjut, Adhika menyampaikan, selaras dengan semangat “More Than a Race”, Bank Mandiri turut menghadirkan berbagai program spesial untuk melengkapi pengalaman pelari dan masyarakat selama berada di Yogyakarta. Nasabah maupun calon nasabah Bank Mandiri dapat menikmati potongan harga hingga 50 persen serta tambahan 30 Livin’poin selama periode 1-30 Juni 2026.
Berbagai penawaran tersebut dapat dimanfaatkan di lebih dari 1.000 merchant yang tersebar di kawasan Yogyakarta, termasuk yang berada di titik transportasi seperti bandara dan stasiun, serta sejumlah destinasi dan pusat kuliner ikonik. Kehadiran program ini diharapkan dapat semakin memperkuat ekosistem sport tourism yang tumbuh bersama pelaku usaha dan masyarakat di Yogyakarta. Informasi lengkap mengenai program dan promo MJM 2026 dapat diakses melalui bmri.id/promoMJM26.
Corporate Communications Visa Indonesia Astri Abyanti menambahkan, sebagai mitra transaksi MJM 2026, Visa turut menghadirkan berbagai program dan penawaran spesial bagi peserta maupun pengunjung, mulai dari akses fast track untuk Race Pack Collection bagi pemegang kartu debit dan kredit Mandiri Visa, hingga pengalaman eksklusif di Visa Lounge yang menawarkan berbagai aktivitas seperti wellness dan recovery pasca-lari, refreshments, serta photo booth yang dapat dinikmati cukup dengan melakukan tap menggunakan kartu Mandiri Visa.
Inisiatif tersebut turut mendukung pengembangan sport tourism dengan mendorong keterlibatan komunitas lokal serta memperkaya pengalaman pelari dan pengunjung selama berada di Yogyakarta.
“Ajang seperti Mandiri Jogja Marathon menunjukkan bagaimana sport tourism tidak hanya menarik kunjungan, tetapi juga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih luas di tingkat lokal, mulai dari UMKM hingga sektor pariwisata,” ujar Astri.
“Di sini, peran Visa adalah memastikan setiap interaksi tersebut dapat berlangsung secara seamless, aman, dan terhubung, sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini sejalan dengan fokus kami pada passion pillar olahraga dalam menghadirkan pengalaman yang relevan dan berdampak,” tambahnya.
Keberlanjutan, Pemberdayaan, dan Rangkaian Program Menuju Race Day
Dok. Bank Mandiri (kiri - kanan) Pandu Bagus Buntaran (Race Director MJM 2026) , Astri Abyanti (Corporate Communications Visa Indonesia), Adhika Vista (Corporate Secretary Bank Mandiri), Imam Pratanadi (Kepala Dinas Pariwisata DI Yogyakarta). Dok. Bank MandiriMJM 2026 dirancang melampaui pengalaman berlari dan perayaan budaya, dengan mengedepankan keberlanjutan dan pemberdayaan yang menjangkau seluruh siklus penyelenggaraan, dari pre-event hingga post-race.
Di sisi lingkungan, aksi keberlanjutan dimulai sejak registrasi melalui program One Ticket One Climate Action, yaitu setiap pendaftaran menyumbangkan Rp 1.000 untuk pembelian Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) di Livin’ Planet. Peserta juga dapat menghitung dan mengimbangi jejak karbon perjalanan maupun aktivitas larinya melalui fitur Livin’ Planet yang terintegrasi dengan layanan offsetting berbasis SPE-GRK.
Jelang race day, komitmen keberlanjutan diwujudkan melalui penyediaan 10.200 race pack berbahan tekstil daur ulang sebagai bagian dari program Mandiri Looping for Life. Inisiatif ini berhasil menyerap lebih dari 1,25 ton pakaian tak terpakai untuk dimanfaatkan kembali menjadi material baru, sehingga berkontribusi terhadap penghematan lebih dari 13,7 juta liter air dan pengurangan emisi karbon sebesar 68 ton setara karbon dioksida (CO2e).
Adapun produksi race pack tersebut melibatkan belasan penenun dan lebih dari 100 penjahit lokal, sehingga turut mendorong praktik konsumsi tekstil yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis sirkular.
Tidak berhenti sampai di situ, aksi keberlanjutan turut diimplementasikan melalui pengelolaan kawasan berbasis zero waste to landfill, kampanye daur ulang pakaian, serta pengimbangan emisi karbon pascalomba.
Di sisi sosial, Bank Mandiri menjalankan Program Mandiri Sahabat Desa yang menjangkau 28 desa di sekitar Prambanan, mencakup perbaikan akses jalan desa, pembangunan batas desa, gotong royong kebersihan, serta penyaluran 2.800 paket sembako kepada masyarakat prasejahtera dan pekerja rentan.
Perseroan juga melanjutkan Program Mandiri Bakti Kesehatan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Puro Pakualaman, dan Puralaya Imogiri melalui layanan Mini General Check-Up (GCU) serta khitanan massal bagi keluarga dan kerabat penggiat budaya setempat. Rangkaian program sosial tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Bank Mandiri.
“MJM 2026 memperluas jangkauan sosial Bank Mandiri hingga ke 28 desa di sekitar Prambanan. Kami ingin setiap komunitas yang menjadi bagian dari perjalanan MJM merasakan manfaat nyata, dari perbaikan infrastruktur jalan hingga layanan kesehatan bagi para penggiat budaya yang menjaga warisan Yogyakarta,” ujar Adhika.
Pada aspek pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menghadirkan program literasi keuangan digital bagi pelaku UMKM di sekitar wilayah penyelenggaraan untuk mendorong adopsi layanan transaksi digital dan memperkuat kapasitas usaha lokal.
Penguatan itu dilengkapi program Mandiri LAKU LOKAL (mLaku Lokal) di Race Village kawasan Candi Prambanan, yang menampilkan 27 brand lokal dan 70 tenant UMKM sebagai panggung bagi pelaku usaha kuliner dan kreatif Yogyakarta. Race Village sekaligus menjadi ruang interaksi pelari, komunitas, dan publik melalui panggung hiburan dan aktivitas keluarga.
Sebelumnya, sebagai bagian dari upaya mendorong perekonomian lokal, Bank Mandiri telah menggelar kegiatan literasi keuangan digital dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM di sekitar Prambanan pada 14 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Bank Mandiri melibatkan 60 pelaku UMKM sektor makanan dan minuman.
Tak hanya itu, antusiasme menuju race day dibangun lewat rangkaian Road to MJM 2026 berupa lari pemanasan lintas daerah.
Sejak tahap registrasi, bank berkode emiten BMRI ini menawarkan Livin’ Special Presale bagi nasabah serta paket bundling tiket dan akomodasi melalui Travel Fair di Jakarta dan Surabaya. Pembelian dilakukan melalui fitur Sukha di Livin’ by Mandiri, dengan cashback hingga Rp 300.000 dan cicilan 0 persen hingga enam bulan untuk transaksi Mandiri Kartu Kredit.
“Melalui pendekatan yang memadukan olahraga, budaya, keberlanjutan, dan pemberdayaan ekonomi, Bank Mandiri menargetkan MJM 2026 menjadi tolok ukur sport tourism nasional sekaligus perayaan kota yang hidup dan berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat Yogyakarta,” pungkas Adhika.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) menggelar turnamen padel perdana, yang diikuti puluhan mitra perusahaan dan institusi. Pusat Pengelolaan Komplek... | Halaman Lengkap [390] url asal
#padel #olahraga #sport-tourism #kemayoran #ajang-kompetisi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 14/06/26 17:49
v/249720/
JAKARTA - Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran (PPK Kemayoran) menggelar turnamen padel perdana, yang diikuti puluhan mitra perusahaan dan institusi. Penyelenggaraan turnamen ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-41 PPK Kemayoran, di House of Mayor (HOM) Padel Court, Kemayoran, Jakarta.Sebanyak 28 tim putra dan 20 tim putri ambil bagian di turnamen tersebut. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya PPK Kemayoran memperkuat kemitraan sekaligus mendukung pengembangan kawasan Kemayoran sebagai pusat aktivitas olahraga dan rekreasi perkotaan.
Direktur Pemberdayaan Kawasan PPK Kemayoran Yudi Sugara mengatakan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana membangun sinergi antarpemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam pengembangan kawasan.
“Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan dan memperkuat kolaborasi, sejalan dengan tema yang kami usung, yaitu ‘One Team, One Goal’. Tema ini mencerminkan harapan agar seluruh pemangku kepentingan dan mitra terus bersinergi, bergerak dalam satu tujuan yang sama, yakni mendukung pengembangan Kawasan Kemayoran menjadi kawasan bersih, terang, aman dan hijau,” ujarnya, Minggu (14/6/2026).
Olahraga padel dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat di sejumlah kota besar di Indonesia dan mulai menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Tren tersebut mendorong hadirnya berbagai fasilitas padel baru, termasuk di kawasan Kemayoran.
Lihat video: Pramono Batasi Operasional Lapangan Padel, Maksimal Jam 8 Malam
Selain pertandingan utama, turnamen juga diisi sejumlah kegiatan pendukung seperti coaching clinic bersama pemain profesional, fun games, serta sesi open play. Sebanyak 12 peserta mengikuti coaching clinic yang digelar selama satu jam.
Pimpinan House of Mayor Padel Court Bryan Hartanto menilai kegiatan tersebut dapat memperkuat posisi Kemayoran sebagai kawasan yang tidak hanya berkembang sebagai pusat bisnis, tetapi juga tujuan olahraga dan rekreasi.
“Kami bangga menjadi bagian dari upaya PPK Kemayoran dalam mengembangkan kawasan ini sebagai pusat bisnis dan destinasi olahraga yang berdaya saing. Turnamen ini menunjukkan, Kemayoran berpotensi besar menjadi tujuan olahraga dan rekreasi yang menarik bagi masyarakat,” katanya.
PPK Kemayoran saat ini tengah mengembangkan sejumlah fasilitas olahraga dan ruang publik sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan. Selain lapangan padel, kawasan tersebut juga memiliki fasilitas jogging track. Pengelola kawasan juga tengah melakukan revitalisasi Kemayoran Indah Golf.
Menurut PPK Kemayoran, pengembangan sarana olahraga tersebut diarahkan untuk meningkatkan aktivitas masyarakat sekaligus memperkuat potensi sport tourism di kawasan Kemayoran. Langkah itu menjadi bagian dari upaya menjadikan kawasan eks Bandara Kemayoran sebagai kawasan perkotaan yang lebih hidup, terintegrasi, dan berdaya saing.
Kemenpar jadikan sport tourism prioritas geliatkan sektor ekonomi
Kementerian Pariwisata menjadikan pariwisata olahraga (sport tourism) termasuk bahari sebagai salah satu prioritas pemerintah guna menggeliatkan beragam ... [383] url asal
#kemenpar-sport-tourism #wisata-olahraga #olahraga-akuatik #lomba-renang #wisata-bahari #wisata-jimbaran
Badung, Bali (ANTARA) -
Kementerian Pariwisata menjadikan pariwisata olahraga (sport tourism) termasuk bahari sebagai salah satu prioritas pemerintah guna menggeliatkan beragam sektor ekonomi di daerah.“Sport tourism itu menggerakkan ekonomi masyarakat termasuk UMKM,” kata Asisten Deputi Event Nasional Kementerian Pariwisata Ni Komang Ayu Astiti di sela pelaksanaan Asian Open Water Swimming (OWS) Championship 2026 ke-12 di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.
Menurut dia, secara umum ajang olahraga yang digabungkan dengan pariwisata itu berperan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara berkualitas.
Kualitas itu didapatkan dari kemampuan wisatawan asing tersebut untuk berbelanja mencakup pengeluaran di antaranya untuk penginapan, transportasi, makan dan minum.
Astiti menambahkan sport tourism juga berkaitan erat dengan kebutuhan layanan spa atau wisata kebugaran sehingga mendongkrak belanja dan meningkatkan pasar tenaga kerja.
Selain itu, lama tinggal wisatawan pada ajang sport tourism juga lebih panjang dibandingkan kegiatan olahraga misalnya rata-rata durasi kompetisi selama dua hingga tiga hari.
Namun, mereka sudah berada di arena kompetisi beberapa hari sebelum berlaga dan berpeluang besar memperpanjang durasi masa tinggal setelah pelaksanaan kompetisi olahraga selesai.
Salah satu ajang olahraga sport tourism yang saat ini diselenggarakan yaitu kompetisi renang perairan terbuka yang diikuti 78 orang, dan 49 orang ofisial sehingga total delegasi mencapai 127 orang dari 18 negara.
Ajang olahraga renang perairan terbuka tingkat Asia itu berlangsung di pesisir InterContinental Teluk Jimbaran pada 13-15 Juni 2026.
Selain diikuti atlet profesional, ajang tahunan itu juga diikuti sekitar 300 orang peserta dalam ajang A Stream OWS Series bagi perenang pemula, anggota komunitas olahraga, dan anggota masyarakat umum.
Sementara itu, sejumlah atlet mengaku terkesan dengan keindahan alam di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali dengan pemandangan perbukitan, pantai dan suasana yang mendukung mereka untuk bertanding.
Tak hanya berkompetisi, mereka juga menikmati liburan setelah berkompetisi renang perairan terbuka 5-10 kilometer dan estafet 4x1,5 kilometer.
“Bali memiliki lebih banyak budaya yang bisa dinikmati. Kalau untuk kompetisi olahraga ini yang pertama di Bali, tapi untuk kunjungan wisata, ini yang kedua kalinya,” kata atlet asal Taipei, Cho Cheng Chi.
Senada dengan Chi, atlet asal Kazakhstan Lev Cherepanov juga terkesan dengan suasana Bali dengan pemandangan alam yang membuatnya termotivasi untuk berkompetisi dan ingin kembali berwisata di Bali.
“Melihat matahari terbenam, itu menarik sekali, melihat laut, menikmati alamnya, jadi saya mau ke Bali lagi untuk liburan,” ucap Lev.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Suroboyo 10K Perdana Pecah! Ribuan Pelari Ramaikan Surabaya, Sport Tourism Makin Bergairah
Suroboyo 10K berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat di sektor UMKM. [394] url asal
#bank-bjb #suroboyo-10k #lomba-lari-bank-bjb #the-ultimate-10k-series-powered-by-bank-bjb #sport-tourism #digi-bank-bjb-teras-lokal #digi-bank #umkm
REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Ribuan pelari dari berbagai daerah memadati pusat Kota Surabaya dalam gelaran perdana Suroboyo 10K yang berlangsung meriah pada Ahad (7/6/2026). Event yang menjadi bagian dari The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb sukses menghadirkan atmosfer kompetitif, semangat sport tourism, serta keterlibatan masyarakat yang luar biasa.
Sejak pagi hari, kawasan Balai Kota Surabaya dan sepanjang rute perlombaan dipenuhi antusiasme peserta, komunitas lari, warga, serta berbagai pihak yang turut menyukseskan penyelenggaraan event perdana ini. Kesuksesan Suroboyo 10K tidak hanya terlihat dari tingginya partisipasi peserta, tetapi juga dari dukungan masyarakat yang memberikan semangat kepada para pelari di sepanjang rute lomba.
SEVP Korporasi & Komersial bank bjb Isa Anwari mengatakan bank bjb melihat Suroboyo 10K sebagai platform yang mampu memberikan dampak positif bagi banyak sektor sekaligus. Sebagai pendukung utama The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb, menilai event seperti ini memiliki potensi besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor kuliner, hospitality, transportasi, hingga pelaku UMKM.
Isa menjelaskan kehadiran area DIGI bank bjb Teras Lokal menjadi ruang promosi sekaligus mendorong perputaran ekonomi bagi pelaku usaha setempat. Selain itu, The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb juga menjadi ruang yang mempertemukan komunitas, pelari, dan masyarakat dari berbagai daerah sehingga tercipta koneksi yang lebih luas antar kota melalui olahraga.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya, Syamsul Hariadi optimistis Suroboyo 10K memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai agenda sport tourism sekaligus bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang terlihat sejak awal pelaksanaan menunjukkan bahwa Surabaya memiliki semangat yang kuat terhadap aktivitas positif dan budaya hidup sehat melalui olahraga. Ia juga mengapresiasi kehadiran para wali kota dan wakil wali kota dari kota-kota anggota The Ultimate 10K Series Powered by bank bjb seperti Semarang, Bandung, dan Tangerang yang turut hadir dalam gelaran tersebut.
Kehadiran para pemimpin daerah tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan dan memperkuat kolaborasi antar kota dalam mengembangkan sport tourism di Indonesia. Syamsul berharap Suroboyo 10K tidak hanya menjadi event olahraga tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, ekonomi lokal, UMKM, serta memperkuat citra Surabaya sebagai kota yang aktif, sehat, dan terbuka terhadap berbagai event berskala besar.
“Kami berharap Suroboyo 10K tidak hanya menjadi event olahraga tahunan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi pariwisata, ekonomi lokal, UMKM, hingga memperkuat citra Kota Surabaya sebagai kota yang aktif, sehat, dan terbuka untuk berbagai event berskala besar,” ujar Syamsul.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56