#30 tag 24jam
KAI Group Angkut 214 Juta Penumpang Januari-Mei 2026, KA Jarak Jauh Tumbuh 9,9%
KAI Group angkut 214 juta penumpang Januari-Mei 2026, naik 7,2%. KA jarak jauh tumbuh 9,9%, jadi pilihan utama masyarakat untuk berbagai perjalanan. [492] url asal
#kai-group #penumpang-kereta-api #kereta-api-jarak-jauh #kai-commuter #lrt-jabodebek #kai-bandara #kereta-cepat-whoosh #lrt-sumsel #ka-makassar-parepare #kai-wisata #pertumbuhan-penumpang #stasiun-baru
(Bisnis.Com - Ekonomi) 23/06/26 10:28
v/257067/
Bisnis.com, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat selama Januari–Mei 2026 telah melayani 214,05 juta penumpang, atau naik 7,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 199,66 juta penumpang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kenaikan tersebut menunjukkan kereta api makin menjadi pilihan masyarakat untuk berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari aktivitas harian, bekerja, pendidikan, hingga wisata dan perjalanan akhir pekan. Pertumbuhan juga terjadi hampir di seluruh layanan yang berada di bawah KAI Group.
"Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan harian, keluarga, pendidikan, pekerjaan, wisata, serta perjalanan akhir pekan," kata Anne dalam keterangannya, dikutip Selasa (23/6/2026).
Dia menyebutkan volume penumpang terbesar masih disumbang KAI Commuter sebanyak 169,05 juta penumpang. Selanjutnya layanan kereta api jarak jauh dan lokal melayani 24,37 juta penumpang, LRT Jabodebek 13,21 juta penumpang, KAI Bandara 2,91 juta penumpang, Kereta Cepat Whoosh 2,42 juta penumpang, serta LRT Sumsel sebanyak 1,82 juta penumpang.
Adapun layanan KA Makassar–Parepare mencatat 145.735 penumpang, sedangkan KAI Wisata melayani 131.843 penumpang sepanjang lima bulan pertama tahun ini.
Anne menuturkan pertumbuhan paling menonjol terjadi pada layanan kereta api jarak jauh dan lokal KAI. Sepanjang Januari–Mei 2026, jumlah penumpang mencapai 24,37 juta orang atau meningkat 9,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 22,17 juta penumpang.
Kinerja tersebut berlanjut pada Mei 2026. Dalam satu bulan, jumlah penumpang KA jarak jauh dan lokal mencapai 5,15 juta orang atau naik 15,6% dibandingkan Mei 2025 yang sebanyak 4,46 juta penumpang.
Di sisi lain, lanjutnya, peningkatan mobilitas juga mulai terlihat di sejumlah stasiun yang sebelumnya belum melayani aktivitas naik dan turun penumpang. Sepanjang Januari–Mei 2026, sembilan stasiun baru mencatat total 184.136 penumpang, terdiri atas 91.850 penumpang naik dan 92.286 penumpang turun.
Stasiun dengan aktivitas tertinggi di kelompok tersebut adalah Wonogiri dengan 63.667 penumpang, disusul Kayutanam sebanyak 52.475 penumpang dan Sicincin sebanyak 41.681 penumpang. Sementara itu, Sukoharjo melayani 8.424 penumpang, Solo Kota 8.107 penumpang, Comal 6.135 penumpang, Pasarnguter 3.007 penumpang, Plabuan 398 penumpang, serta Rajapolah 242 penumpang.
Salah satu pertumbuhan paling signifikan terjadi di Stasiun Comal, Daerah Operasi 4 Semarang. Setelah belum mencatat layanan naik-turun penumpang sepanjang 2025 hingga awal 2026, stasiun tersebut mulai melayani 512 penumpang pada April 2026 dan melonjak menjadi 5.623 penumpang pada Mei 2026. Secara kumulatif Januari–Mei 2026, Stasiun Comal melayani 6.135 penumpang.
Anne menuturkan meningkatnya mobilitas penumpang kereta api turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar stasiun. Menurutnya, setiap perjalanan kereta menciptakan aktivitas ekonomi yang melibatkan pelaku usaha kecil dan sektor jasa pendukung.
"Di balik satu tiket kereta api, ada banyak tangan kecil yang ikut merasakan manfaatnya. Ada pedagang bekal, penjual kopi, warung sarapan, pengemudi transportasi lanjutan, pembuat camilan daerah, sampai pelaku UMK oleh-oleh. Ketika penumpang datang ke stasiun, yang hidup bukan cuma perjalanan, tetapi juga harapan banyak keluarga," katanya.
Hampir 7 Juta Penumpang Gunakan Kereta dan LRT untuk Akses Bandara
Pertumbuhan penumpang menunjukkan semakin besarnya peran transportasi publik. [412] url asal
#kai-group #kereta-bandara #commuter-line-bandara-soekarno-hatta #ka-bandara-yia #ka-bias #ka-srilelawangsa #lrt-sumsel #ka-minangkabau-ekspres #transportasi-publik #bandara
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group melayani 6.201.016 pelanggan pada layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara sepanjang Januari–Mei 2026.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan jumlah tersebut berasal dari Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA BIAS atau KA Bandara Internasional Adi Soemarmo, KA Srilelawangsa di Sumatra Utara, LRT Sumsel, serta KA Minangkabau Ekspres di Sumatra Barat.
"Dari total tersebut, layanan di Jawa melayani 2.518.233 pelanggan, sedangkan layanan di Sumatra melayani 3.682.783 pelanggan," ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Anne mengatakan layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dari pusat kota, kawasan permukiman, daerah penyangga, pusat ekonomi, destinasi wisata, hingga simpul transportasi udara.
Di wilayah Jabodetabek, sambung Anne, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. "Angka ini meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 883.065 pelanggan," ucap Anne.
Anne menyampaikan layanan ini memperkuat akses masyarakat dari kawasan perkotaan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bagi pelanggan yang melakukan perjalanan dinas, wisata, pendidikan, layanan kesehatan, maupun kunjungan keluarga, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menjadi pilihan mobilitas yang lebih terjadwal di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, sambung Anne, KA Bandara YIA melayani 1.129.627 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Anne mengatakan jumlah tersebut terdiri atas KA YIA Reguler sebanyak 763.216 pelanggan dan KA YIA Xpress sebanyak 366.411 pelanggan.
"Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.117.749 pelanggan, jumlah pelanggan KA Bandara YIA meningkat 1,06 persen," kata Anne.
Anne mengatakan KA Bandara YIA menjadi penghubung penting antara pusat aktivitas Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Layanan ini mendukung mobilitas wisatawan, mahasiswa, pekerja, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, serta masyarakat yang menggunakan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.
"Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, KA BIAS melayani 375.032 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 24,90 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 300.271 pelanggan," lanjutnya.
Anne menyampaikan KA BIAS merupakan layanan kereta api bandara yang menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo di Solo dengan sejumlah wilayah di sekitarnya. Dengan perpanjangan layanan hingga Stasiun Caruban di Kabupaten Madiun, KA BIAS memperluas akses masyarakat dari Solo Raya, Madiun, dan wilayah sekitarnya menuju simpul transportasi udara serta pusat-pusat aktivitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
KAI Group angkut 2,3 juta pelanggan dan 11 juta ton logistik di Sumsel
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengangkut 2.315.580 pelanggan dan 11,66 juta ton logistik di Sumatera Selatan (Sumsel) selama Januari hingga Juni ... [743] url asal
#kai-group #3-juta-pelanggan #11-juta-ton-logistik #sumsel #kereta-api
Rel di Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai penghubung masyarakat dan ekonomi daerah
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengangkut 2.315.580 pelanggan dan 11,66 juta ton logistik di Sumatera Selatan (Sumsel) selama Januari hingga Juni 2026, menunjukkan peran strategis transportasi kereta api dalam mendukung mobilitas dan distribusi barang.
"Layanan penumpang berbasis rel KAI Group di Sumatera Selatan melayani 2.315.580 pelanggan dan layanan barang Divre III Palembang mencapai 11,66 juta ton komoditas," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Dia menyampaikan KAI mendapat arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat konektivitas nasional melalui transportasi berbasis rel. Yang mana moda itu memberi peran penting dalam membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi barang, dan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan daerah.
Di Sumatera Selatan, peran tersebut telah tumbuh lebih dari satu abad melalui jaringan rel yang menghubungkan Palembang, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Lubuklinggau, hingga Lampung.
Anne mengatakan, sejarah perkeretaapian Sumatera Selatan menunjukkan rel sejak awal hadir sebagai penghubung pusat kota, wilayah pedalaman, kawasan produksi, dan pelabuhan.
"Peran itu terus berlanjut dalam layanan KAI Group saat ini melalui kereta api penumpang, layanan barang, serta LRT Sumsel yang melayani akses menuju kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II," jelas Anne.
Sejarah perkeretaapian Sumatera Selatan dimulai pada 1914 pada masa kolonial Belanda.
Pembangunan jaringan rel saat itu dilakukan oleh Zuid-Sumatra Staatsspoorwegen atau ZSS, dengan tujuan menghubungkan Pelabuhan Panjang di Lampung dengan wilayah pedalaman Sumatera Selatan untuk mendukung mobilitas hasil bumi, hasil hutan, dan sumber daya alam, termasuk batu bara.
Tahap penting berikutnya terjadi pada 1 November 1915, ketika jalur Kertapati–Prabumulih sepanjang 78 km dibuka. Stasiun Kertapati kemudian berkembang menjadi salah satu simpul utama perkeretaapian di Palembang, sedangkan Prabumulih menjadi titik penting yang menghubungkan lintas menuju Lampung, Muara Enim, Lahat, dan Lubuklinggau.
Pembangunan jalur terus berkembang hingga menjangkau kawasan tambang dan sentra ekonomi di Sumatera Selatan.
Jalur Prabumulih–Gunung Megang mulai beroperasi pada 1916, lalu diperpanjang menuju Muara Enim dan Tanjung Enim. Setelah itu, pengembangan lintas berlanjut ke Lahat, Tebing Tinggi, Muara Saling, hingga Lubuklinggau pada 1933.
Setelah kemerdekaan, jaringan rel yang sebelumnya dikelola pemerintah kolonial beralih dikelola bangsa Indonesia melalui Djawatan Kereta Api. Dari masa ke masa, jalur tersebut tetap menjadi bagian penting dalam mobilitas warga, distribusi komoditas, dan penghubung antardaerah di Sumatera bagian selatan.
Pada era modern, peran rel di Sumatera Selatan semakin beragam. KAI melayani perjalanan pelanggan melalui KA Sindang Marga relasi Kertapati–Lubuklinggau pegi-pulang (PP), KA Bukit Serelo relasi Kertapati–Lubuklinggau PP, serta KA Rajabasa relasi Kertapati–Tanjungkarang PP.
Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan kereta api penumpang Divre III Palembang melayani 500.563 pelanggan.
Layanan perkotaan juga menjadi bagian penting dari konektivitas rel di Sumatera Selatan. Melalui LRT Sumsel, KAI Group menghubungkan masyarakat menuju berbagai titik aktivitas di Palembang, termasuk kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sepanjang Januari–Mei 2026, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan. Dengan demikian, total layanan penumpang berbasis rel KAI Group di Sumatera Selatan mencapai 2.315.580 pelanggan.
Di sisi barang, rel memiliki peran strategis dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas utama. Sepanjang Januari–Mei 2026, layanan barang Divre III Palembang mencapai 11,66 juta ton komoditas. Komoditas yang dilayani mencakup batu bara, BBM, pulp, serta komoditas lain yang mendukung kegiatan industri dan ekonomi wilayah.
Besarnya volume layanan barang menunjukkan pentingnya kereta api dalam ekosistem logistik Sumatera bagian selatan. Dengan kapasitas besar, jadwal yang terencana, serta koneksi ke sentra produksi dan pelabuhan, kereta api membantu menekan biaya distribusi per ton.
Efisiensi ini memberi ruang bagi pelaku usaha untuk menjaga kelancaran pasokan, memperkuat daya saing industri, dan mendorong harga barang yang lebih terkendali bagi masyarakat.
Anne menjelaskan, kekuatan perkeretaapian Sumatera Selatan terletak pada kombinasi sejarah panjang, jaringan yang terhubung dengan pusat kegiatan ekonomi, serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang.
Dengan jalur yang terhubung ke pusat kota, sentra energi, pelabuhan, dan layanan bandara, rel memiliki potensi besar untuk memperkuat mobilitas masyarakat sekaligus mendukung distribusi barang di Sumatera bagian selatan.
“Rel di Sumatera Selatan memiliki sejarah panjang sebagai penghubung masyarakat dan ekonomi daerah. Dengan kapasitas besar dan jaringan yang terhubung ke simpul produksi, kereta api membantu logistik lebih efisien, menjaga pasokan, serta mendukung harga yang lebih terkendali,” ujarnya.
KAI Group akan terus memperkuat peran perkeretaapian Sumatera Selatan sejalan dengan arah pembangunan konektivitas nasional.
“Dengan sejarah yang kuat dan kebutuhan mobilitas yang terus tumbuh, rel di Sumatera Selatan menjadi bagian penting dalam menghubungkan masyarakat, kawasan ekonomi, pusat layanan, dan simpul transportasi utama,” kata Anne.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
KAI Group perkuat mobilitas urban rendah emisi berbasis listrik
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group memperkuat mobilitas urban rendah emisi melalui pengembangan layanan transportasi berbasis listrik guna mendukung ... [706] url asal
#kai-group #mobilitas-urban #rendah-emisi #layanan #kereta-api #berbasis-listrik
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group memperkuat mobilitas urban rendah emisi melalui pengembangan layanan transportasi berbasis listrik guna mendukung transportasi berkelanjutan, mengurangi emisi karbon, dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan berbasis listrik memiliki peran penting dalam menjawab kebutuhan transportasi perkotaan yang efisien, terintegrasi, dan rendah emisi.
“Kereta listrik perkotaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Perjalanan menjadi lebih terukur, kapasitas layanan besar, dan emisi yang dihasilkan per pelanggan jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi,” kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Minggu.
Menurutnya mobilitas urban terus meningkat seiring semakin padatnya aktivitas masyarakat di wilayah perkotaan.
Perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, pusat bisnis, kawasan pendidikan, bandara, hingga ruang publik membutuhkan transportasi yang mampu melayani banyak orang, terjadwal, dan lebih ramah lingkungan.
Dalam konteks tersebut, layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan LRT Jabodebek, Commuter Line Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, Commuter Line Yogyakarta, dan LRT Sumsel melayani total 166.154.342 pelanggan.
Pada layanan perkotaan modern, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut meningkat 23,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 10.727.798 pelanggan.
Dari sisi lingkungan, LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 15 gram CO₂e per penumpang per kilometer. Angka ini lebih rendah dibandingkan sepeda motor yang mencapai sekitar 37 gram CO₂e per penumpang per kilometer.
Dengan perbandingan tersebut, emisi sepeda motor sekitar 146,67 persen lebih tinggi dibanding LRT Jabodebek, atau LRT Jabodebek menghasilkan emisi sekitar 59,46 persen lebih rendah dibandingkan sepeda motor.
Kontribusi terbesar layanan urban berbasis listrik KAI Group berasal dari Commuter Line Jabodetabek yang melayani 146.259.555 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 5,81 persen dibanding Januari hingga Mei 2025 sebanyak 138.227.725 pelanggan.
Commuter Line menjadi tulang punggung mobilitas harian di Jabodetabek karena melayani perjalanan masyarakat dari kawasan permukiman menuju pusat aktivitas ekonomi.
Dengan kapasitas layanan besar dan jadwal yang intensif, Commuter Line membantu mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi di wilayah aglomerasi.
Menurut riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Commuter Line menghasilkan emisi sekitar 34,03 gram CO₂ per penumpang-kilometer. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan mobil yang menghasilkan sekitar 42 gram CO₂ per penumpang-kilometer dengan asumsi empat orang per mobil.
Selain Jabodetabek, layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta juga berperan dalam memperkuat konektivitas menuju simpul transportasi udara.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan, meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Commuter Line Yogyakarta melayani 3.854.340 pelanggan pada Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut naik 7,88 persen dibanding Januari hingga Mei 2025 sebanyak 3.572.727 pelanggan.
Layanan itu mendukung pergerakan masyarakat di lintas Yogyakarta–Solo yang terhubung dengan kawasan pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan pusat aktivitas harian.
Sementara itu, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatera.
Moda itu berperan menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, mulai dari kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
LRT Sumsel menggunakan tenaga listrik dengan sistem Listrik Aliran Bawah atau third rail bertegangan 750 V DC yang disuplai dari gardu listrik. Sistem ini membuat operasional LRT Sumsel bebas emisi gas buang langsung selama perjalanan karena sarana digerakkan oleh motor listrik.
Berdasarkan perhitungan sederhana, bila setiap pelanggan layanan urban berbasis listrik KAI Group menempuh rata-rata 10 kilometer perjalanan, layanan LRT Jabodebek, Commuter Line, dan LRT Sumsel pada Januari hingga Mei 2026 dapat membantu mengurangi emisi sekitar 15.350 ton CO₂e dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.
Perhitungan ini menggunakan data jumlah pelanggan dan faktor emisi transportasi yang tersedia.
Anne menambahkan, penguatan transportasi urban berbasis listrik menjadi bagian dari upaya KAI Group dalam mendukung mobilitas rendah emisi di perkotaan.
“Setiap pelanggan yang beralih ke transportasi publik berbasis listrik ikut membantu menekan beban emisi transportasi harian," ucap Anne.
Karena itu, KAI Group terus memperkuat layanan urban agar semakin mudah diakses, nyaman digunakan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Evi Ratnawati
Copyright © ANTARA 2026
KAI Group angkut 214 juta penumpang kereta hingga Mei
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengangkut 214.045.803 penumpang sepanjang Januari hingga Mei 2026, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta ... [710] url asal
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mengangkut 214.045.803 penumpang sepanjang Januari hingga Mei 2026, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta peran transportasi kereta api dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Group melayani 214.045.803 pelanggan, meningkat 7,20 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 199.663.907 pelanggan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia menyampaikan pertumbuhan pelanggan tersebut menunjukkan semakin kuatnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung konektivitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Ia menyebutkan kontributor terbesar angkutan KAI Gorup berasal dari KAI Commuter yang melayani 169.047.494 pelanggan, meningkat 6,24 persen dibanding 159.111.614 pelanggan pada Januari–Mei 2025.
"Dengan volume tersebut, KAI Commuter menjadi salah satu sistem angkutan massal berbasis rel terbesar di Asia Tenggara," katanya.
Setiap hari layanan ini menghubungkan kawasan hunian dengan pusat pekerjaan, pendidikan, perdagangan, dan layanan publik di wilayah metropolitan Jakarta dan sekitarnya. Peran tersebut semakin penting seiring pertumbuhan kawasan penyangga yang mendorong meningkatnya kebutuhan perjalanan komuter setiap hari.
Di luar mobilitas harian, pertumbuhan perjalanan antar-kota juga menunjukkan semakin kuatnya konektivitas antar-wilayah. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KA Jarak Jauh dan Lokal KAI melayani 24.372.733 pelanggan, meningkat 9,94 persen dibanding 22.168.570 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Arus perjalanan tersebut menghubungkan berbagai pusat ekonomi, kawasan industri, kota pendidikan, sentra perdagangan, hingga destinasi wisata yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatra. Konektivitas ini turut mendukung pergerakan tenaga kerja, aktivitas usaha, serta pengembangan sektor pariwisata domestik.
Pada layanan perkotaan modern, LRT Jabodebek melayani 13.211.856 pelanggan, meningkat 23,16 persen dibanding 10.727.798 pelanggan pada Januari–Mei 2025.
Pertumbuhan pelanggan menunjukkan semakin kuatnya peran transportasi publik berbasis rel dalam mendukung mobilitas kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.
Integrasi dengan KRL, kereta api antar-kota, layanan bus, serta kawasan transit oriented development (TOD) memperluas jangkauan perjalanan masyarakat dalam satu ekosistem transportasi yang saling terhubung.
Layanan yang menghubungkan masyarakat dengan transportasi udara juga terus bertumbuh. KAI Bandara melayani 2.905.389 pelanggan, meningkat 1,78 persen dibanding 2.854.707 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan layanan KA Srilelawangsa di Medan dan KA YIA di Yogyakarta.
Keberadaan kereta api bandara memberikan pilihan perjalanan yang lebih pasti dari sisi waktu tempuh sekaligus mendukung kelancaran pergerakan penumpang menuju bandar udara di berbagai kota.
Sementara itu, KCIC melalui layanan Whoosh melayani 2.415.736 pelanggan, meningkat 1,43 persen dibanding 2.381.619 pelanggan pada Januari–Mei 2025.
Kereta cepat memperkuat hubungan ekonomi Jakarta dan Bandung yang selama ini menjadi dua simpul aktivitas utama di Indonesia. Akses yang lebih singkat mendorong mobilitas pelaku usaha, pekerja profesional, wisatawan, maupun masyarakat yang melakukan perjalanan pulang-pergi dalam satu hari.
Di wilayah Indonesia timur, KA Makassar–Parepare melayani 145.735 pelanggan, meningkat 25,48 persen dibanding 116.146 pelanggan pada periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya pemanfaatan layanan kereta api di Sulawesi Selatan. Kehadiran layanan ini mendukung akses masyarakat menuju pusat kegiatan ekonomi, kawasan pendidikan, layanan publik, hingga destinasi wisata yang berada di sepanjang lintas operasional.
Pada segmen perjalanan wisata, KAI Wisata mencatat pertumbuhan tertinggi dengan melayani 131.843 pelanggan, meningkat 72,78 persen dibanding 76.309 pelanggan pada Januari–Mei 2025.
Peningkatan tersebut sejalan dengan tren wisata domestik yang terus berkembang. Kereta api kini menjadi bagian dari pengalaman perjalanan. Layanan seperti Kereta Panoramic, Kereta Wisata, Kereta Istimewa, serta Compartment Suite menghadirkan pilihan perjalanan yang memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan.
Adapun LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Sebagai sistem angkutan rel perkotaan pertama di Sumatra, LRT Sumsel berperan menghubungkan berbagai pusat aktivitas di Kota Palembang, mulai dari kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran, perguruan tinggi, kompleks olahraga Jakabaring, hingga Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II.
Konektivitas tersebut mendukung pergerakan masyarakat dengan waktu tempuh yang lebih terukur di tengah pertumbuhan aktivitas perkotaan.
Anne menambahkan peningkatan jumlah pelanggan KAI Group menunjukkan semakin luasnya peran transportasi berbasis rel dalam mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperkuat keterhubungan antar-wilayah.
"KAI Group akan terus meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antar-moda, dan menghadirkan konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi serta mobilitas nasional secara berkelanjutan," kata dia.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
KAI group angkut 155,8 juta pelanggan skema layanan kereta PSO
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mencatat mengangkut 155.809.294 pengguna melalui layanan kereta Public Service Obligation (PSO) selama ... [562] url asal
#kai-group #155 #8-juta-pelanggan #skema-layanan #kereta-pso
Keberlanjutan layanan transportasi publik berbasis rel menjadi hal penting bagi mobilitas masyarakat Indonesia
Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group mencatat mengangkut 155.809.294 pengguna melalui layanan kereta Public Service Obligation (PSO) selama Januari–April 2026, sebagai bagian penugasan pemerintah untuk menyediakan transportasi publik terjangkau, sekaligus menjaga mobilitas masyarakat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KAI Group menjalankan penugasan PSO sebagai bagian dari kebijakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan untuk memastikan akses transportasi publik yang terjangkau dan merata bagi masyarakat.
"Negara hadir melalui skema PSO atau subsidi tarif angkutan kereta api dari Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI," kata Anne dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurutnya layanan PSO menjadi salah satu penopang penting mobilitas masyarakat karena memberikan akses transportasi massal yang aman, efisien, dan terjangkau di berbagai daerah.
"Kehadiran layanan ini membantu menjaga keterhubungan antarwilayah dan mendukung aktivitas produktif masyarakat," ujarnya.
Adapun 155.809.294 pelanggan dengan skema layanan PSO selama Januari–April 2026 itu terdiri atas pengguna KA jarak jauh dan KA Lokal 6.221.378 pelanggan.
Selain layanan KA jarak jauh dan lokal yang dikelola KAI, pemerintah juga memberikan subsidi tarif pada seluruh layanan commuter line dan LRT Jabodebek serta sebagian layanan yang dikelola KAI Bandara.
Layanan yang dikelola KAI Commuter mencatat volume pelanggan sebanyak 136.585.949 pelanggan pada Januari–April 2026. Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 10.667.038 pelanggan pada Januari–April 2026.
"Pada layanan bersubsidi yang dikelola KAI Bandara, total pelanggan Januari–April 2026 mencapai 2.334.929 pelanggan," jelas Anne.
Layanan tersebut meliputi KA YIA Reguler yang melayani konektivitas menuju Yogyakarta International Airport, serta KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai yang selama ini menjadi bagian penting mobilitas masyarakat di Sumatra Utara.
Menurut Anne bagi sebagian masyarakat Indonesia, kereta api telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
"Ada pekerja yang berangkat sebelum matahari terbit demi mencari nafkah untuk keluarga. Ada pelajar dan mahasiswa yang menempuh perjalanan jauh untuk mengejar pendidikan," ucap Anne.
Ada pedagang kecil yang membawa barang dagangan agar usaha tetap berjalan dari satu kota ke kota lainnya.
Di berbagai wilayah yang telah terhubung jaringan rel, kereta api tumbuh menjadi transportasi publik yang menjaga mobilitas masyarakat tetap bergerak dengan tarif yang terjangkau. Kehadiran layanan tersebut turut membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sosial masyarakat setiap hari.
Anne mengatakan layanan PSO memiliki dampak sosial yang sangat luas karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat setiap hari.
“Di dalam satu perjalanan kereta api, ada harapan masyarakat yang sedang bergerak. Ada orang tua yang bekerja demi keluarga, ada anak muda yang mengejar pendidikan, ada pedagang yang menjaga usahanya tetap berjalan," kata dia.
Karena itu, tambah Anne, layanan PSO memiliki arti penting dalam menjaga ruang mobilitas masyarakat tetap terbuka dan terjangkau.
Ia menambahkan, tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa transportasi publik berbasis rel semakin dipercaya masyarakat untuk mendukung mobilitas harian secara aman, efisien, dan berkelanjutan.
Menurut Anne, layanan PSO juga menunjukkan pentingnya keberlanjutan dukungan pemerintah terhadap transportasi publik berbasis rel agar manfaat konektivitas dan keterjangkauan dapat terus dirasakan masyarakat luas.
Lebih lanjut dia mengatakan kereta api menjadi bagian dari ruang gerak masyarakat sehari-hari. Ketika layanan yang aman dan terjangkau dapat diakses masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat terus berjalan dengan baik.
"Karena itu, keberlanjutan layanan transportasi publik berbasis rel menjadi hal penting bagi mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Anne.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
KAI Catat 3,2 Juta Penumpang Gunakan Kereta Bandara Awal 2026
Konektivitas berbasis rel semakin dibutuhkan dalam mendukung pergerakan masyarakat. [433] url asal
#kereta-bandara #kai-group #penumpang-kereta-bandara #transportasi-rel-bandara #konektivitas-bandara #commuter-line-bandara-soekarno-hatta #ka-bandara-yia #ka-srilelawangsa #minangkabau-ekspres
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan kereta api bandara KAI Group melayani 3.246.711 penumpang sepanjang Januari hingga April 2026. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya penggunaan transportasi rel sebagai moda akses menuju kawasan bandara di berbagai daerah.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan capaian tersebut berasal dari layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara YIA, KA Srilelawangsa di Medan, KA Minangkabau Ekspres di Padang, serta layanan transportasi rel terintegrasi seperti LRT Sumatera Selatan dan KA BIAS.
“Pertumbuhan penggunaan layanan tersebut memperlihatkan bahwa konektivitas berbasis rel semakin dibutuhkan dalam mendukung pergerakan masyarakat modern,” ujar Anne dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Anne menyampaikan layanan kereta bandara tidak hanya mempermudah perjalanan menuju bandara, tetapi juga memperkuat keterhubungan kawasan perkotaan, pusat ekonomi, hingga destinasi wisata. Untuk layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, jumlah pelanggan Januari hingga April 2026 mencapai 837.778 pelanggan atau meningkat 18,69 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 705.859 pelanggan.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat Jabodetabek terhadap moda transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki kepastian waktu perjalanan di tengah tingginya kepadatan lalu lintas perkotaan,” kata Anne.
Di Yogyakarta, layanan KA Bandara YIA mencatat total 920.898 pelanggan pada Januari hingga April 2026, terdiri atas 619.498 pelanggan KA Bandara YIA Reguler dan 301.400 pelanggan KA YIA Xpress. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama pada 2025 sebanyak 888.653 pelanggan.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa akses transportasi yang terintegrasi semakin menjadi bagian penting dalam mendukung sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya,” ujarnya.
Konektivitas menuju bandara juga meningkat di Sumatra Utara melalui layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai. Selama Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan mencapai 1.414.031 pelanggan, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.379.178 pelanggan. Jalur tersebut menjadi penghubung utama kawasan perkotaan Medan, wilayah penyangga, hingga Bandara Kualanamu.
Di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 74.004 pelanggan melalui relasi Pulau Aie–Padang–Tabing–Duku–Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu tempuh sekitar 45 hingga 50 menit.
“Kehadiran layanan ini membantu masyarakat dan wisatawan memperoleh akses transportasi menuju bandara yang lebih efisien, terjangkau, dan terhubung langsung dengan pusat Kota Padang,” kata Anne.
Penguatan konektivitas berbasis rel juga terlihat di Solo melalui layanan KA Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS yang kini diperpanjang hingga Madiun. Layanan ini memperluas akses masyarakat dari Solo Raya, Sragen, Ngawi, Magetan, hingga Madiun menuju bandara tanpa bergantung sepenuhnya pada perjalanan jalan raya.
“Selain mempermudah perjalanan masyarakat, konektivitas tersebut juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pariwisata antarwilayah yang semakin terhubung,” ujar Anne.
Penumpang Kereta Naik, Akses Timpang Masih Jadi Sorotan
Integrasi antarmoda KAI Group meningkatkan penumpang kereta di Jabodetabek, namun ketimpangan akses di luar Jawa masih menjadi kendala utama. [774] url asal
#kereta-api #penumpang-kereta #transportasi-publik #integrasi-antarmoda #kai-group #lrt-jabodebek #kereta-cepat-whoosh #commuter-line-jabodetabek #commuter-line-bandara #transportasi-jabodetabek #trans
(Bisnis.Com - Ekonomi) 19/04/26 04:51
v/195693/
Bisnis.com, JAKARTA — Integrasi antarmoda yang terus diperluas KAI Group mendorong lonjakan penumpang angkutan rel perkotaan. Namun, pertumbuhan tersebut sekaligus menegaskan ketimpangan pengembangan transportasi publik yang masih terpusat di Jabodetabek dan Jawa.
Penguatan konektivitas menjadi faktor kunci di balik peningkatan mobilitas penumpang. Integrasi LRT Jabodebek dengan kereta cepat Whoosh di Stasiun Halim hingga keterhubungan antarmoda di Dukuh Atas dan Manggarai memperluas opsi perjalanan masyarakat.
Kondisi ini mempercepat perpindahan moda transportasi dalam satu perjalanan, sekaligus menekan waktu tempuh di tengah kemacetan perkotaan.
Dampaknya tercermin pada lonjakan volume penumpang di berbagai layanan KAI Group sepanjang triwulan I/2026. LRT Jabodebek mencatat 7,75 juta pelanggan, naik 22,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 6,35 juta pelanggan.
Pertumbuhan juga terlihat pada layanan kereta cepat Whoosh yang melayani 1,40 juta pelanggan pada triwulan I/2026, meningkat 4,07% dari 1,35 juta pelanggan pada triwulan I/2025.
Di segmen angkutan komuter, KAI Commuter mencatat 86,86 juta pengguna Commuter Line Jabodetabek pada Januari–Maret 2026, naik 5,7% dari 82,11 juta pengguna pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Lonjakan lebih tinggi terjadi pada Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta yang melayani 640.510 penumpang, meningkat 23,8% dari 517.166 penumpang pada triwulan I/2025. Sementara itu, Commuter Line Merak mencatat 1,13 juta pengguna, tumbuh 11,7% dari 1,01 juta pengguna.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menyebut pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan kapasitas angkut dan penambahan sarana.
“Faktor utama yang mendorong pertumbuhan penumpang karena penambahan kapasitas angkut, di mana program peremajaan sarana KRL telah berlangsung bertahap sejak tahun 2025 sampai dengan saat ini,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (17/4/2026).
Dia menjelaskan, rangkaian baru dengan konfigurasi 12 kereta meningkatkan daya angkut penumpang. Selain itu, pengoperasian stasiun baru seperti Jatake turut memperluas jangkauan layanan.
Karina menambahkan, tren peningkatan tidak hanya terjadi di Jabodetabek, tetapi juga di wilayah operasi lain seperti Yogyakarta, Surabaya, hingga Merak dan Bandara Soekarno-Hatta.
Di sisi pengguna, efisiensi biaya dan waktu menjadi pertimbangan utama yang mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik. Ave (26), pekerja swasta di Jakarta, menilai moda seperti KRL, MRT, dan Transjakarta lebih praktis di tengah kemacetan.
“Saya memilih menggunakan transportasi umum untuk aktivitas kerja sehari-hari karena lebih efisien dan praktis, terutama di tengah kondisi lalu lintas yang padat,” ujarnya.
Dia juga menyoroti penghematan biaya dibandingkan kendaraan pribadi, meski mengakui kendaraan pribadi masih unggul dari sisi fleksibilitas waktu dan rute.
Ketimpangan Luar Jawa Menguat
Pergeseran preferensi ini turut diamati oleh Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira Adhinegara. Menurutnya, bertambahnya pilihan moda dan integrasi layanan mendorong kelas menengah urban beralih ke transportasi publik.
“Ini yang membuat terjadinya pergeseran, terutama dari kelompok menengah, pekerja urban, itu yang akhirnya memanfaatkan transportasi publik juga,” ujarnya.
Selain faktor efisiensi biaya, transportasi publik dinilai mampu mengatasi kemacetan dan lebih sederhana dalam operasional harian tanpa beban perawatan kendaraan.
Namun, Bhima menilai pengembangan transportasi publik masih timpang karena terkonsentrasi di Jawa, khususnya Jabodetabek.
“Sayangnya masih terkonsentrasi di Jawa. Di beberapa daerah di Jawa pun juga masih sangat kurang transportasi publiknya,” ujarnya.
Dia menekankan perlunya percepatan pembangunan transportasi publik di luar Jawa, termasuk melalui dukungan pendanaan pemerintah dan investasi.
Menurutnya, momentum krisis energi dapat dimanfaatkan untuk mendorong peralihan ke transportasi publik sekaligus mengurangi konsumsi bahan bakar.
Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai pengembangan transportasi tidak bisa hanya bertumpu pada kereta. Integrasi dengan moda lain seperti bus tetap menjadi kebutuhan, terutama untuk menjangkau kelompok pengguna yang beragam.
Dia menyoroti adanya segmentasi pengguna, termasuk kelompok masyarakat di kawasan perumahan premium yang cenderung memilih layanan bus premium dibandingkan KRL.
Di sisi lain, pengembangan jaringan rel di luar Jabodetabek dinilai membutuhkan investasi besar dan kesiapan elektrifikasi.
Djoko menyebut kota seperti Bandung dan Surabaya memiliki urgensi tinggi untuk pengembangan KRL, sementara daerah lain dapat didorong melalui penguatan layanan bus sebagai langkah awal.
“Untuk ketimpangan bisa dilakukan tanpa harus kereta, mulai dari bus dulu. Kereta khusus perkotaan seperti Bandung dan Surabaya,” ujarnya.
Ekspansi LRT Jabodebek yang direncanakan hingga Baranangsiang juga dinilai dapat membuka alternatif mobilitas baru bagi masyarakat Bogor, sekaligus mengurangi ketergantungan pada jalur jalan raya.
Dengan pertumbuhan penumpang yang terus meningkat, integrasi transportasi publik terbukti menjadi pendorong utama mobilitas perkotaan. Namun, tanpa percepatan pengembangan di luar wilayah inti, risiko ketimpangan akses transportasi dinilai akan semakin melebar.
Pemerintah sendiri menargetkan total panjang rel kereta api yang beroperasi di Indonesia bakal mencapai 12.000 kilometer (km). Saat ini, total panjang rel kereta beroperasi hanya sekitar 7.000 km.
Mengacu data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), tercatat jalur nonaktif beroperasi sebanyak 2.233 km.
Pada tahap awal, KAI berencana untuk mereaktivasi 500 km jalur kereta, khususnya jalur-jalur lama dengan lalu lintas yang saat ini sudah terlalu penuh oleh kendaraan bermotor.
Kuartal I 2026, KAI Bandara Angkut 3,74 Juta Penumpang
KAI Group melayani 3,74 juta pelanggan kereta bandara di Q1 2026, menunjukkan peningkatan signifikan. [468] url asal
#jumlah-pelanggan #kereta-bandara #kai-group #kuartal-i-2026
(Kompas.com - Money) 13/04/26 20:42
v/190137/
JAKARTA, KOMPAS.com - Sepanjang kuartal I 2026, layanan darat–udara KAI Group yang mencakup kereta bandara yang dikelola KAI Bandara, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, LRT Sumatera Selatan, KA BIAS, dan KA Minangkabau Ekspres melayani 3,74 juta pelanggan.
“Angka ini menggambarkan bagaimana perjalanan yang terhubung antarakota dan bandara semakin menjadi bagian dari keseharian. Di tengah pergerakan itu, kereta api menjadi penghubung yang membuat perjalanan terasa lebih rapi, lebih pasti, dan lebih nyaman,” kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan resmi, Senin (13/4/2026).
Dari jumlah tersebut, layanan kereta bandara yang dikelola KAI Bandara melayani 1,7 juta pelanggan, meningkat 8,48 persen dibandingkan kuartal I 2025 sebanyak 1,6 juta pelanggan.
“Banyak pelanggan kini memilih kereta api karena waktu tempuhnya bisa diperkirakan, sehingga perjalanan menuju bandara menjadi lebih pasti,” ungkap dia.
Anne menjelaskan, di Yogyakarta, perjalanan menuju YIA kini sudah menjadi bagian dari keseharian.
Layanan YIA PSO melayani 469.615 pelanggan dan YIA Xpress 227.652 pelanggan.
Dia bilang, dari pusat kota hingga bandara, perjalanan terasa lebih terukur dengan waktu tempuh yang bisa diperkirakan, sehingga pelanggan dapat berangkat dengan lebih tenang.
Di Sumatera Utara, KA Srilelawangsa terus menghubungkan Medan dengan Bandara Kualanamu dan wilayah sekitarnya.
Sebanyak 406.936 pelanggan menggunakan relasi Medan–Bandara Kualanamu, sementara 651.071 pelanggan melanjutkan perjalanan hingga Binjai dan Kualabingai.
Di Jakarta, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 640.510 pelanggan, meningkat dari 517.166 pelanggan pada tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 23,85 persen.
“Kereta api menjadi bagian dari mobilitas harian yang mengalir begitu saja. Bagi banyak orang, perjalanan menuju bandara kini terasa lebih tenang karena tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi jalan raya,” jelas dia.
Di Palembang, LRT Sumatera Selatan melayani 1,08 juta pelanggan.
Dari bandara hingga pusat kota dan kawasan Jakabaring, perjalanan terasa lebih terhubung dalam satu lintasan yang jelas.
Sementara itu, di Jawa Tengah, KA BIAS (Bandara Adi Soemarmo) melayani 208.583 pelanggan, meningkat dari 159.092 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 31,11 persen.
Dari Madiun, Solo, hingga bandara, perjalanan terasa lebih dekat dan lebih mudah dijangkau.
Di Sumatera Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 54.472 pelanggan pada Triwulan I 2026.
Layanan ini tetap menjadi penghubung penting dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Kota Padang hingga Pulau Aie.
“Perannya terasa saat banjir dan longsor melanda Padang, ketika akses perjalanan bagi relawan dan distribusi bantuan dapat berlangsung lebih lancar,” jelas Anne.
Anne menyampaikan, perjalanan yang terhubung menjadi kebutuhan yang semakin dirasakan masyarakat.
“Perjalanan pelanggan hari ini semakin terhubung. Kereta api membantu memudahkan perpindahan dari kota ke bandara hingga ke tujuan berikutnya. Kami ingin perjalanan terasa lebih tenang, waktunya jelas, dan bisa diandalkan,” tegas Anne.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Lowongan Kerja KAI Group di Job Fair Undip 2026, Catat Tanggalnya
KAI Group membuka loker di Job Fair Undip 2026, ada banyak lowongan dan catat tanggalnya. [485] url asal
#lowongan-kerja #loker #kai-group #job-fair-undip-2026
(Kompas.com - Money) 11/04/26 13:50
v/188436/
KOMPAS.com - KAI Group membuka booth lowongan kerja (loker) di Job Fair Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, pada 15-16 April 2026 pukul 08.00-16.00 WIB.
Job Fair sedianya diadakan di Gedung Muladi Dome.
"Dalam rangka pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, KAI Group memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk bergabung dan berkarir melalui rekrutmen yang diselenggarakan pada kegiatan Job Fair Universitas Diponegoro Tahun 2026, dengan kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan," bunyi keterangan KAI Group dikutip dari Kompas.com.
Syarat pertama ialah pelamar harus hadir di lokasi pelaksanaan job fair dengan membawa persyaratan yang ditetapkan baik hard file maupun soft file berformat PDF dengan ukuran maksimal 5 mb.
Apply lamaran akan diinformasikan saat pelamar hadir di lokasi job fair Undip 2026 di booth KAI Group.
Lantas formasi apa yang dibuka? berikut ulasannya.
Formasi loker KAI Group
KAI Group terdiri dari beberapa perseroan terbatas (PT) seperti PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), PT Reska Usaha (KAI Service), PT Railink (KAI Bandara), PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), PT Kereta Api Logistik (KALOG), PT Kereta Api Properti Manajemen (KAPM), dan PT Kereta Api Pariwisata (KAWISTA). Berikut formasi loker KAI Group.
D3-Kondektur
Jurusan:
- Administrasi Bisnis
- Administrasi Keuangan
- Administrasi Perkantoran
- Administrasi Publik
- Bahasa Inggris
- Hubungan Masyarakat
- Keperawatan
- Kesehatan
- Pariwisata
- Perhotelan
- Perkeretaapian
D3-Facility and Support Staff
Jurusan:
- Desain Komunikasi Visual
- Gizi
- Manajemen Pemasaran
- Perhotelan
- Statistika
- Tata Boga
- Teknik Elektro
- Teknik Elektro Perkeretaapian
- Teknik Industri
- Teknik Informatika
- Teknik Listrik
- Teknik Mesin
- Teknik Otomotif
- Teknologi Mekanika Perkeretaapian
D3, D4, S1-Rollingstock and Infrastructure Maintenance
Jurusan:
- Teknik Elektro
- Teknik Elektro Perkeretaapian
- Teknik Elektronika
- Teknik Listrik
- Teknik Mesin
- Teknik Otomotif
- Teknik Telekomunikasi
- Teknologi Mekanika Perkeretaapian
D3-Health and Safety Staff
Jurusan:
- Administrasi Negara
- Keperawatan
- Kesehatan dan Keselamatan Kerja
- Kesehatan Masyarakat
- Manajemen
- Manajemen Operasional
- Teknik Industri
- Teknik Lingkungan
D4, S1-Corporate and Legal Staff
Jurusan:
- Akuntansi
- Ekonomi Bisnis
- Hukum Manajemen Bisnis
- Teknik Industri.
D4, S1-Information Technology Staff
Jurusan:
- AI and Business Analytics
- Innovation Management and Porduct Development
- Manajemen Informatika
- Rekayasa Perangkat Lunak
- Sistem Informasi
- Teknik Informatika
- Teknik Komputer
D4, S1-Commercial Staff
Jurusan:
- Administrasi Bisnis
- Desain Komunikasi Visual
- Digital Marketing
- Ilmu Komunikasi
- Logistik
- Manajemen Bisnis
- Manajemen Pemasaran
- Marketing Communication
- Pariwisata
- Perhotelan
- Sistem Informasi
- Statistika
- Teknik Industri
- Teknik Informatika
D4, S1-Finance and Safety Staff
Jurusan:
- Akuntansi
- Kesehatan Masyarakat
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja
- Manajemen Keuangan
- Perpajakan
- Teknik K3
- Teknik Lingkungan
- Teknik Mesin
- Teknik Sipil
D4, S1-Asset and Building Staff
Jurusan:
- Administrasi Pertanahan
- Arsitektur
- Desain Interior
- Elektronika
- Geodesi
- Hukum
- Manajemen Proyek Konstruksi
- Teknik Elektro
- Teknik Mekatronika
- Teknik Mesin
- Teknik Perpipaan
- Teknik Sipil
D4, S1-Business Development Staff
Jurusan:
- Akuntansi
- Ekonomi Pembangunan
- Manajemen Ekonomi
- Teknik Elektro
- Teknik Industri
- Teknik Mesin
D4, S1-Human Capital and General Affairs Staff
Jurusan:
- Administrasi Perkantoran
- Hukum
- Manajemen SDM
- Psikologi
- Teknik Industri
- Teknik Listrik
- Teknik Sipil
D4, S1 - Facility and Maintenance Staff
Jurusan:
- Arsitektur
- Geodesi
- Manajemen Logistik
- Manajemen Proyek Konstruksi
- Supply Chain Management
- Teknik Elektro
- Teknik Industri
- Teknik Listrik
- Teknik Mesin
- Teknik Perpipaan
- Teknik Sipil
Dokumen yang perlu dibawa
Dokumen persyaratan yang perlu disiapkan dan dibawa saat melamar rekrutmen KAI di Job Fair Undip 2026 sebagai berikut:
D3:
- Pas foto terbaru
- Curriculum vitae (CV) terbaru
- KTP atau surat keterangan kependudukan yang berlaku
- Ijazah atau SKL D3
- Transkrip nilai D3
- Akreditasi jurusan pada tanggal kelulusan
- Sertifikat bahasa Inggris
D4 atau S1:
- Pas foto terbaru
- Curriculum vitae (CV) terbaru
- KTP atau surat keterangan kependudukan yang berlaku
- Ijazah D4 atau S1
- Transkrip nilai D4 atau S1
- Akreditasi jurusan pada tanggal kelulusan
- Sertifikat bahasa Inggris
Untuk informasi lebih lanjut bisa klik di sini.
Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul "KAI Group Buka Rekrutmen untuk D3-S1, Ini Daftar Formasinya"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
KAI Group Layani 128,05 Juta Pelanggan di Kuartal I-2026, Melaju 9,97 Persen
KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan sepanjang Januari-Maret 2026. [501] url asal
#pelanggan-kai-group #kai-group
(IDX-Channel - Economics) 11/04/26 12:30
v/188412/
IDXChannel - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan sepanjang Januari-Maret 2026. Jumlah ini meningkat 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 116.451.006 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan, angka ini menggambarkan minat masyarakat yang terus tumbuh terhadap layanan perkeretaapian.
“Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola KAI misalnya, melayani 14.515.350 pelanggan, meningkat 18,40 persen dibanding 12.261.632 pelanggan pada kuartal I-2025.
Menurut Anne, momentum seperti Lebaran menjadi salah satu pendorong utama, saat masyarakat bergerak dari kota ke kota untuk pulang ke kampung halaman. Suasana yang sama kembali akan terlihat pada libur panjang dan akhir tahun.
Di sisi lain, aktivitas harian masyarakat terus berjalan. KAI Commuter melayani 101.382.889 pelanggan, meningkat 8,11 persen dibanding 93.773.976 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
“Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah dan kembali lagi,” kata dia.
LRT Jabodebek melayani 7.754.946 pelanggan, meningkat 22,10 persen dibanding 6.351.283 pelanggan pada kuartal I-2025.
Pertumbuhan ini mencerminkan kawasan penyangga Jakarta yang semakin aktif, dengan kebutuhan transportasi yang cepat, murah dan terintegrasi.
Layanan yang dikelola KAI Bandara juga melayani 1.755.275 pelanggan, meningkat 8,48 persen dibanding 1.618.119 pelanggan pada tahun sebelumnya.
“Di Medan, KA Srilelawangsa menghubungkan masyarakat dengan Bandara Kualanamu. Di Yogyakarta, KA Bandara YIA membawa penumpang menuju kawasan wisata dan pusat aktivitas,” ujar Anne.
LRT Sumsel juga melayani 1.084.242 pelanggan, meningkat 7,38 persen dibanding 1.009.737 pelanggan pada kuartal I-2025. Layanan ini menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II dengan kawasan Jakabaring.
Whoosh melayani 1.408.815 pelanggan, meningkat 4,07 persen dibanding 1.353.760 pelanggan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
KA Makassar–Parepare melayani 75.421 pelanggan, meningkat 66,45 persen dibanding 45.312 pelanggan pada kuartal I-2025.
Anne menegaskan, pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bahwa kehadiran layanan kereta api di wilayah timur Indonesia semakin diterima.
Layanan KAI Wisata melayani 78.134 pelanggan, meningkat pesat sebesar 110,10 persen dibanding 37.187 pelanggan pada tahun sebelumnya.
"Melalui kereta panoramic, kereta wisata, hingga kereta istimewa, setiap perjalanan menghadirkan suasana yang bisa dinikmati. Pemandangan dari jendela luas, atmosfer yang lebih tenang, serta layanan yang lebih personal memberi warna tersendiri di sepanjang perjalanan," katanya.
Anne menambahkan, pertumbuhan ini menunjukkan bagaimana kereta api semakin menyatu dengan aktivitas masyarakat, digunakan oleh berbagai kalangan, dari masyarakat dengan beragam latar belakang ekonomi, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas sehari-hari.
“Angka-angka ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian, digunakan oleh berbagai kalangan dengan kebutuhan yang beragam, dan menghubungkan perjalanan dalam satu ekosistem yang semakin terintegrasi,” kata dia.
(Dhera Arizona)
574 Personel KAI Tuntaskan 80 Persen Alih Kelola Operasional Whoosh
Sebanyak 574 personel, termasuk penguatan dari KAI Group, telah menuntaskan proses handover atau alih kelola sebesar 80 persen. [497] url asal
#whoosh #kereta-cepat-jakarta-bandung #kai-group #handover-whoosh
(IDX-Channel - Economics) 24/02/26 19:07
v/146082/
IDXChannel - Operasional Kereta Cepat Whoosh kini telah memasuki tahap pengelolaan mayoritas oleh Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Sebanyak 574 personel, termasuk penguatan dari KAI Group, telah menuntaskan proses handover atau alih kelola sebesar 80 persen dan menjalankan sebagian besar fungsi operasional serta perawatan secara mandiri.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, keberhasilan ini menjadi penanda kesiapan nasional dalam mengelola transportasi berkecepatan tinggi sekaligus langkah lanjut dalam penguatan kapasitas operator dalam negeri. Operasional Whoosh dapat dijalankan 100 persen oleh tenaga lokal pada tahun ini.
Menurutnya, peran aktif KAI Group dalam memastikan transfer kompetensi berlangsung terarah, disiplin keselamatan terjaga, serta standar operasional tetap konsisten memberikan kepastian bahwa layanan berjalan stabil dan terukur.
"Momentum ini memperlihatkan bahwa penguasaan teknologi dan tata kelola modern terus berkembang seiring dengan peningkatan kualitas SDM nasional serta penyerapan tenaga kerja lokal," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Dari total 574 personel tersebut, 144 bertugas pada fungsi operasional, termasuk 66 masinis dan 31 petugas pusat kendali operasi yang mengatur perjalanan secara real time. Pada sisi perawatan sarana, 80 personel menjaga keandalan rangkaian kereta setiap hari.
Sementara 350 personel lainnya memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan, dan komunikasi agar perjalanan berlangsung aman, stabil, dan tepat waktu.
Dalam fase transisi, KAI Group menugaskan 191 pegawai perbantuan yang terdiri atas 154 pegawai KAI Induk dan 37 pegawai KAI Commuter. Penempatan ini dirancang untuk memperkuat proses alih kompetensi sekaligus menjaga kesinambungan standar keselamatan dan kualitas layanan selama masa pengalihan tanggung jawab.
Proses transfer knowledge untuk masinis Whoosh juga berlangsung lebih cepat dari perencanaan awal. Jika di China proses serupa dapat memerlukan waktu hingga tiga tahun, pada pengoperasian Whoosh tahapan tersebut diselesaikan dalam waktu sekitar 1,5 tahun.
Percepatan ini dimungkinkan karena para masinis merupakan masinis KAI yang telah berpengalaman mengemudikan kereta konvensional dengan jam terbang minimal 3.000 jam atau setara 100.000 kilometer perjalanan.
Tahapan ini menjadi bagian penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia sekaligus menegaskan kemandirian Indonesia dalam mengoperasikan kereta cepat pertama di Asia Tenggara.
Anne Purba menyampaikan, penyelesaian handover ini mencerminkan kematangan SDM nasional dalam mengelola layanan berteknologi tinggi.
“Sebanyak 574 SDM Indonesia kini mengelola 80 persen operasional Whoosh. Ini menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin tenaga nasional mampu memenuhi tuntutan layanan kereta cepat dengan standar keselamatan yang tinggi. Kami menargetkan pada tahun ini operasional dapat dijalankan sepenuhnya oleh tenaga lokal sekaligus terus menyerap tenaga lokal dalam penguatan layanan,” ujar Anne.
Anne menambahkan, capaian ini menjadi kelanjutan dari transformasi yang terus berjalan di KAI Group.
“Keberhasilan ini memperkuat arah pengembangan KAI sebagai operator berstandar global. Dengan struktur organisasi yang solid dan penguasaan teknologi yang semakin matang, operasional Whoosh akan terus dijalankan secara profesional, andal, dan berkelanjutan,” ujar Anne.
Kemandirian operasional Whoosh yang telah mencapai 80 persen menegaskan bahwa SDM Indonesia mampu mengelola teknologi kereta cepat dengan standar yang selaras dengan operator global.
Kompetensi dan pengalaman yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam memastikan layanan terus berkembang secara profesional dan berdaya saing internasional, dengan target penuh 100 persen tenaga lokal pada tahun ini.
(Dhera Arizona)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56