#30 tag 24jam
Perilaku Manusia Modern dan Tanda Dekatnya Fitnah Dajjal
Kemunculan Dajjal di akhir zaman banyak ditandai oleh ciri dan perilaku-perilaku manusia saat ini. Apa saja ciri-ciri perilaku manusia yang mempercepat turunnya... | Halaman Lengkap [1,000] url asal
#tanda-akhir-zaman #dajjal #fitnah-dajjal #pengikut-dajjal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 06/06/26 17:16
v/242200/
Kemunculan Dajjal di akhir zaman banyak ditandai oleh ciri dan perilaku-perilaku manusia saat ini. Apa saja ciri-ciri perilaku manusia yang mempercepat turunnya makhluk yang sangat berbahaya tersebut?Menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim, lebih dikenal sebagai Gus Baha, kemunculan dajjal dan pertanda hari kiamatakan segera terjadi memang bisa dilihat dari sikap dan perilaku setiap umat muslim.
Kyai asal Rembang ini menjelaskan, saat ini banyak perilaku umat muslim sudah sangat kentara yang bisa mempercepat datangnya dajjal. "Salah satunya adalah membangun masjid yang bisa menjadi tanda-tanda datangnya hari kiamat dan dajjal,"ungka Gus Baha dalam salah ceramahnya yang diunggah di kanal youtube, bebebrapa waktu lalu.
Kenapa dengan masjid? Gus Baha menyampaikan tentang salah satu sabda Nabi Muhammad dan sabda tersebut berhubungan dengan tanda-tanda datangnya hari kiamat. Saat ini banyak orang yang berlomba-lomba membagun masjid namun dengan niat yang tidak seharusnya.
"Meskipun membangun masjid merupakan perbuatan baik, namun banyak orang yang salah dalam niat untuk membangun masjid itu sendiri. Saat ini membangun masjid hanya jadi ajang untuk bermegah-megahan saja,"ujarnya.
Bahkan, lanjut Gus Baha, kemegahan masjid yang dibangun di saat ini tidak diimbangi dengan adanya jamaah yang memakmurkan masjid. " Kondisi ini sesuai seperti sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam,"tegasnya.
Selain yang diuraikan Gus Baha, masih banyak perilaku-perilaku manusia yang bisa mempercepat datangnya dajjal yang sudah terlihat saat ini. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perilaku-perilaku manusia tersebut, di antaranya :
1. Perilaku seks menyimpang
Orang-orang yang berperilaku seperti itu, disebut telah menjauh dari norma agama yang berlaku. Perkara ini sudah ditentang keras dalam ajaran agama Islam, bahkan diriwayatkan dari Abdillah bin Muhammad bin Aqil dan mendengar Jabir radhiyallahu'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,Artinya: "Sesungguhnya perkara yang paling aku takuti pada umatku adalah munculnya perilaku kaum Luth." (HR Tirmidzi).
2. Senang bermaksiat
Kemaksiatan adalah perbuatan tercela, dan perbuatan ini merupakan salah satu ciri dari kelompok pengikut-pengikut dajjal. Mereka ini adalah orang yang suka bermaksiat, tidak mau berpuasa, mengabaikan panggilan azan, meninggalkan sholat, dan pemakan harta riba.3. Orang yang imannya lemah
Perilaku ini banyak ditujukan kepada kaum wanita. Disebutkan dalam sebuh hadis, para wanita akhir zaman disebut sebagai wanita yang memiliki keimanan paling lemah di bumi. Bahkan diceritakan pula, orang-orang akhir zaman mengikat wanita di keluarganya pada tiang agar tidak mudah pergi menjadi pengikut Dajjal.Dinukil dari hadis Ibnu 'Umar, Rasulullah SAW bersabda,
"Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke istrinya, ibunya, putrinya, dan saudarinya, dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal," (HR Ahmad).
4. Kelompok khawarij
Kaum Khawarij ini dicirikan sebagai kelompok yang mudah mengkafirkan orang lain karena tidak segolongan dengan mereka. Dikutip dari buku Membongkar Ciri Kaum Munafik: Tafsir Surah al-Jumu'ah dan al-Munafiqun karya Sayid Ali Khamene'i, Syekh Nashir Makarim Syirazi, Syekh Ja'far Subhani, kaum khawarij memang memiliki penilaian sendiri pada Al Quran.Perilaku Kaum Khawarij ini juga disebut kemunculannya pada akhir zaman dalam riwayat hadis berikut,
"Akan keluar di akhir zaman, sekelompok kaum yang pengalamannya kurang (pemahaman agamanya sedikit), akalnya bodoh. Mereka mendengung-dengungkan ucapan terbaik yang ada di muka bumi ini. mereka membaca Al-Quran, namun tidak melewati tenggorokannya. Mereka melesat dari agama, sebagaimana anak panah melesat dari hewan sasaran. Jika kalian menjumpai mereka, bunuhlah mereka. Karena membunuh mereka ada pahalanya di sisi Allah, bagi yang berhasil membunuh mereka." (HR Bukhari).
Turunnya Dajjal ke Bumi
Tentang turunnya dajjal ke bumi banyak dijelaskan dalam sejumlah hadis. Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyampaikan sejumlah hadis nabi SAW yang menjelaskan betapa menderitanya manusia sebelum dan setelah Dajjal turun ke bumi.Diriwayatkan, 3 tahun sebelum Dajjal muncul terjadi masa kekeringan yang sangat. Umat manusia tertimpa paceklik yang sangat parah.
Pada tahun pertama, Allah WT memerintahkan kepada langit agar menahan sepertiga hujannya, dan memerintahkan kepada bumi agar menahan sepertiga tetumbuhannya.
Pada tahun kedua, Dia memerintahkan kepada langit agar menahan dua pertiga hujannya, dan memerintahkan kepada bumi agar menahan dua pertiga tetumbuhannya.
Pada tahun ketiga, Allah Subhanahu wa ta'ala memerintahkan kepada langit agar menahan semua hujannya, hingga tidak setetes air hujan pun turun, dan Dia memerintahkan kepada bumi agar menahan semua tetumbuhannya hingga tidak menumbuhkan pepohonan dan tanaman lagi.
Dalam kondisi demikian, maka tidak ada seekor binatang pun melainkan binasa, kecuali yang dikehendaki oleh Allah tidak binasa.
Ketika ditanyakan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengenai makanan yang dimakan oleh manusia pada zaman tersebut, maka beliau menjawab: "Tahlil, takbir, tasbih, dan tahmid, hal tersebut mengalir ke dalam tubuh mereka bagaikan mengalirnya makanan."
Dajjal lalu muncul di perbatasan antara Syam dan Irak. Ia melakukan pengrusakan ke arah kanan dan ke arah kirinya. Rasulullah SAW menginformasikan Dajjal tinggal di muka bumi selama 40 hari. Sehari sama dengan satu tahun, sehari lainnya sama dengan satu bulan, dan sehari yang lainnya lagi sama dengan satu Jumat (satu pekan), sedangkan hari-hari yang lainnya sama dengan hari-hari kalian sekarang.
Dajjal menyambangi seluruh bumi. Kecepatan Dajjal menyebar sama dengan hujan yang ditiup angin. Ia mendatangi suatu kaum, lalu menyeru mereka, akhirnya mereka beriman kepadanya dan taat kepadanya.
Sebelum Dajjal turun ke bumi bumi sangat tidak bersahabat. Paceklik parah, kemarau membara, dunia tanpa hujan. Begitu turun ke bumi, Dajjal memerintahkan kepada langit agar menurunkan hujannya, dan memerintahkan kepada bumi agar mengeluarkan tetumbuhannya.
Ternak pun menjadi gemuk-gemuk dan berkembang biak dengan sangat cepatnya serta memiliki air susu yang berlimpah.
Kemudian Dajjal mendatangi suatu kaum lainnya dan menyeru mereka tetapi mereka membantah seruannya dan menolak, maka Dajjal pergi meninggalkan mereka, kemudian pada pagi harinya di tangan mereka tidak ada harta benda lagi barang sedikit pun. Paceklik terjadi.
Dajjal melewati sebuah kampung yang telah ditinggalkan para penghuninya, lalu ia berkata kepadanya, "Keluarkanlah semua harta perbendaharaanmu!"
Maka semua harta perbendaharaannya mengikutinya bagaikan lebah yang mengikuti ratunya. Kemudian Dajjal memanggil seorang lelaki yang muda lagi segar. Lalu lelaki itu dia pukul dengan pedang hingga terbelah menjadi dua bagian dalam keadaan jatuh tergeletak, lalu ia memanggilnya, maka dengan serta merta lelaki itu hidup kembali dan datang, sedangkan wajahnya tampak berseri seraya tertawa. Wallahu A'lam
Fitnah Akhir Zaman: Mengapa Wanita Menjadi Sasaran Utama Fitnah Dajjal?
Fitnah terbesar akhir zaman ditandai dengan kemunculan Dajjal, dan salah satu yang terpengaruh dari fitnah ini adalah didominasi kaum wanita. Mengapa demikian?... | Halaman Lengkap [863] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #perempuan-akhir-zaman #zaman-fitnah #fitnah-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 06/06/26 05:15
v/184785/
Fitnah terbesar akhir zaman ditandai dengan kemunculan Dajjal, dan salah satu yang terpengaruh dari fitnah ini adalah didominasi kaum wanita. Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini.Sosok Dajjal, digambarkan dalam hadis-hadis Nabi sebagai seorang pendusta yang sebelah matanya buta, tertulis di keningnya huruf kaf fa’ dan ra’ ((ك ف ر). Kemunculannya pertanda kiamat sudah sangat dekat.
Dajjal menjadi fitnah terbesar dalam sejarah kehidupan manusia. Sampai-sampai, setiap Nabi yang diutus, mengingatkan umatnya tentang fitnah Dajjal.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Tidaklah diutus seorang nabi, melainkan dia mengingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, sang pendusta. Ketahuilah Dajjal itu buta sebelah dan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Diantara dua matanya tertulis: Kafir” (HR. Bukhari 7131).
Dijelaskan pula bahwa menjelang akhir zaman ini, kemunculan Dajjal ini akan diikuti dengan beberapa kelompok pengikutnya. Dan salah satu pengikut Dajjal itu, ternyata kebanyakan kaum wanita. Astagfirullah! Kenapa banyak kaum wanita yang menjadi pengikut Dajjal?
Pengaruh Terbesar Dialami Kaum Wanita
Berdasarkan riwayat Ahmad, kebanyakan yang terpengaruh dengan fitnah Dajjal adalah kaum wanita. Ibnu Umar radhiyallahu'anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Dajjal akan turun di lembah air Murqonah' ini, maka orang yang datang kepadanya kebanyakan kaum wanita, sehingga seseorang akan pergi menemui sahabat karibnya, ibunya, anak perempuanya, saudara perempuannya, dan kepada bibinya untuk meneguhkan hatinya karena kuatir mereka akan pergi menemui Dajjal." [HR Ahmad)
Hadis ini sama sekali bukan bermaksud merendahkan wanita. Dalam buku “al-Mausū’ah fī al-Fitan wa al-Malāhim wa Asyrāti as-Sā’ah”, Dr. Muhammad Ahmad al-Mubayyadh menjelaskan, banyak di kalangan perempuan yang mengikuti Dajjal karena gampang tergoda dengan syahwat dunia , dan tidak begitu mengedepankan akalnya sebagaimana laki-laki. Sementara itu, fitnah Dajjal yang begitu menggoda –di saat kondisi dunia kala itu begitu memprihatinkan– misalnya api diperlihatkan menjadi air, sebaliknya air diperlihatkan bagai api dan berbagai fitnah lainnya sangat sulit dilawan jika tak berbenteng keimanan.
Kemudian, sering disebutkan bahwa sebagian besar penghuni neraka adalah perempuan. Tentang hal ini, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
"“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :.
" Kebanyakan ahli neraka adalah terdiri daripada kaum wanita." Maka menangislah mereka dan bertanya salah seorang daripada mereka: " Mengapa terjadi demikian, adakah kerana mereka berzina atau membunuh anak atau kafir? " Baginda menjawab : " Tidak, mereka ini ialah mereka yang menggunakan lidah menyakiti hati suami dan tidak bersyukur akan nikmat yang disediakan oleh suaminya." (Muslim)(Baca juga : Inilah Rambu-rambu Berhias Sesuai Syariat )
Diriwayatkan oleh Ibn Abbas radhiyallahu'anhu, ia berkata bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
“Aku melihat api neraka dan penghuni terbanyak di dalamnya adalah dari kalangan wanita yang tidak bersyukur. “Lantas shahabat bertanya, “Apakah karena mereka tidak beriman kepada Allah?”, Rasulullah menjawab, “Mereka tidak tahu berterima kasih kepada suami-suami mereka dan pula tidak bersyukur terhadap pertolongan dan kebaikan yang di berikan kepada mereka. Jika kalian melakukan kebaikan kepada mereka, maka dia berkata. “Saya tidak pernah menerima kebaikan apapun dari kamu” (HR Bukhari)
" Apabila perempuan keluar rumah, sedangkan suaminya membencinya, dia dilaknat oleh semua malaikat di langit, dan semua apa yang dilaluinya selain daripada jin dan manusia sehingga dia kembali. " (Thabarani di dalam al-Awsat)
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada mereka, "Wahai kaum wanita! Bersedekahlah kamu dan perbanyaklah beristigfar yaitu memohon ampun. Karena, aku melihat kaum wanitalah yang lebih banyak menjadi penghuni neraka. 'Seorang wanita yang cukup pintar di anatara mereka bertanya, 'Wahai Rasulullah, kenapa kami kaum wanita yang lebih banyak menjadi penhuni neraka?' Rasulullah. bersabda, 'Kamu banyak mengutuk dan mengingkari suami. Aku tidak melihat mereka yang kekurangan akal dan agama yang lebih menguasai pemilik akal, daripada golongan kamu.'Wanita itu bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah! Apakah maksud kekurangan akal dan agama itu?'
Rasulullah bersabda,'Maksud kekurangan akal ialah kesaksian dua orang wanita sama dengan kesaksian seorang lelaki. Inilah yang dikatakan kekurangan akal. Begitu juga wanita tidak mengerjakan sembahyang pada malam-malam yang dilaluinya kemudian berbuka pada bulan ramadhan karena haid. Maka inilah yang dikatakan kekurangan agama'."(HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hadis lainnya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda :“ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk Surga dan tidak mendapatkan wanginya Surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad)
Imam Qurthubi rahimahullah mengomentari hadis di atas dengan pernyataannya :
“Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk Surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.” (Kitab Jahannam Ahwaluha wa Ahluha)
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Sering membaca Surat Al-Kahfi akan mendapat keutamaan yang luar biasa, terutama dilindungi dari fitnah dan keburukan Dajjal. Simak ulasan dan penjelasannya berikut... | Halaman Lengkap [1,802] url asal
#surat-surat-al-quran #surat-al-kahfi #keutamaan-surat-al-kahfi #tafsir-surat-al-kahfi #fitnah-dajjal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/04/26 15:53
v/185311/
Sering membaca Surat Al-Kahfiakan mendapat keutamaan yang luar biasa, terutama dilindungi dari fitnah dan keburukan Dajjal. Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.Surat Al Kahfi sendiri terdiri atas 110 ayat dan diturunkan di Makkah (surat Makkiyyah). Dinamai Al-Kahfi (gua) karena bercerita tentang kisah para penghuni Gua. Kisah mereka diabadikan dalam ayat 9 sampai 26, tentang beberapa pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.Selain itu, terdapat pula beberapa kisah di antaranya kisah pemilik kebun (ayat 32-44), pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir 'alaihis salaam (ayat 60-82) dan kisah Raja Dzulqarnain dan Ya'juj Wa Ma'juj (ayat 83-98). Semuanya mengandung pelajaran berharga bagi kehidupan manusia.
Banyak hadis Rasulullah menerangkan keutamaan membaca Surat Al-Kahfi. Seperti diriwayatkan Imam Al-Hakim dan Al-Baihaqi: "Barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara dua Jumat".
Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 dan Tafsirnya:
Tafsir surat ini berdasarkan tafsir Kemenag RI
Ayat 1:
"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;" (Al-Kahfi Ayat 1)
Tafsir:
Jika di akhir Surah Al-Isra, Rasulullah SAW diperintah agar memuji Allah dan menyucikannya dari segala kekurangan, dalam ayat ini (Al-Kahfi:1), Allah memuji diri-Nya, sebab Dialah yang menurunkan kitab suci Al-Qur'an kepada Rasul SAW sebagai pedoman hidup yang jelas.
Melalui Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Ayat Al-Qur'an saling membenarkan dan mengukuh-kan ayat-ayat lainnya, sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan. Nabi Muhammad SAW yang menerima amanat-Nya menyampaikan Al-Qur'an kepada umat manusia, disebut dalam ayat ini dengan kata 'hamba-Nya untuk menunjukkan kehormatan yang besar kepadanya, sebesar amanat yang dibebankan ke pundaknya.
Ayat 2:
"Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik." (Al-Kahfi: Ayat 2)
Tafsir:
Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu lurus, yang berarti tidak cenderung untuk berlebih-lebihan dalam memuat peraturan-peraturan, sehingga memberatkan para hamba-Nya. Tetapi juga tidak terlalu singkat sehingga manusia memerlukan kitab yang lain untuk menetapkan peraturan-peraturan hidupnya.
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau memperingatkan orang-orang kafir akan azab yang besar dari Allah, karena keingkaran mereka kepada Al-Qur'an. Juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar dari-Nya, karena keimanan mereka kepada Allah dan rasul-Nya, serta amal kebajikan yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
Ayat 3:
"Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." (Al-Kahfi: 3)
Tafsir:
Pahala yang besar itu tidak lain adalah surga yang mereka tempati untuk selama-lamanya, mereka tidak akan pindah atau dipindahkan dari surga itu, sesuai dengan janji Allah kepada mereka. Firman Allah: "Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan. (Az-Zukhruf: 72)
Ayat 4:
"Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak." (Al-Kahfi Ayat 4)
Tafsir:
Dalam ayat ini Allah kembali menyebutkan tugas Rasulullah untuk memberikan peringatan kepada kaum kafir, karena kekufuran mereka dipandang perkara besar oleh Allah, terutama orang-orang kafir yang mengatakan Allah itu mempunyai anak.
Mereka itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: (1) Golongan musyrikin Mekah (Arab) yang mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu putri Tuhan; (2) Golongan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair putra Tuhan; dan (3) Orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa putra Tuhan.
Al-Qur'an diturunkan ke dunia untuk mengembalikan kepercayaan umat manusia kepada tauhid yang murni. Banyak ayat-ayat yang mengancam berbagai kepercayaan kepada selain Allah yang dianggap sebagai keyakinan yang sangat keliru. Firman Allah:
Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (At-Taubah/9: 30)
Ayat 5:
"Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka." (Al-Kahfi: 5)
Tafsir:
Anggapan mereka bahwa Allah mempunyai anak sama sekali tidak didasarkan atas pengetahuan dan keyakinan mereka sendiri, tetapi didasarkan atas persangkaan yang tidak benar atau taklid buta kepada nenek moyang mereka. Padahal, nenek moyang mereka itu juga tidak mempunyai pengetahuan dan dasar keyakinan tentang kepercayaan yang demikian.
Allah menegaskan bahwa apa yang diucapkan mereka itu adalah kekafiran yang sangat besar, karena tidak didasarkan atas keyakinan, dan tidak patut diucapkan oleh seorang manusia. Allah mengingatkan Rasul untuk memerintahkan umatnya supaya kembali kepada agama tauhid, sebagaimana yang diajarkan Al-Qur'an.
Ayat 6:
"Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)." (Al-Kahfi Ayat 6)
Tafsir:
Menurut riwayat Ibnu 'Abbas bahwa 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, an-Nadhar bin Harits, Umayyah bin Khalaf, al-Asya bin Wa'il, al-Aswad bin Muththalib, dan Abu Buhturi di hadapan beberapa orang Quraisy mengadakan pertemuan. Rasul saw merasa susah melihat perlawanan kaumnya kepadanya dan pengingkaran mereka terhadap ajaran-ajaran yang dibawanya, sehingga sangat menyakitkan hatinya. Lalu turunlah ayat ini.
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan Rasulullah SAW agar tidak bersedih hati, hingga merusak kesehatan dirinya, hanya karena kaumnya tidak mau beriman kepada Al-Qur'an dan kenabiannya. Hal demikian itu tidak patut membuat Nabi sedih karena tugas beliau hanyalah menyampaikan wahyu Ilahi kepada mereka, sedangkan kesediaan jiwa mereka untuk menerima kebenaran ayat-ayat tersebut tergantung kepada petunjuk Allah.
Sesungguhnya Nabi Muhammad bersedih hati karena hasratnya yang besar dan kecintaannya yang dalam terhadap kaumnya supaya mereka beriman, tidak tercapai. Beliau diberi gelar Habibullah artinya kekasih Allah, maka sifat kasih sayang beliau yang sangat menonjol kepada sesama manusia itu adalah pencerminan dari cintanya kepada Allah.
Ayat 7:
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." (Al-Kahfi Ayat 7)
Tafsir:
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa segala yang ada di atas bumi ini diciptakan sebagai perhiasan bagi bumi itu, baik binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis di lautan dan di daratan, maupun barang-barang tambang yang beraneka ragam dan sebagainya. Semua itu untuk menguji manusia apakah mereka dapat memahami dengan akal pikiran bahwa perhiasan-perhiasan bumi itu dapat memberi gambaran akan adanya Sang Pencipta, untuk kemudian menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Bilamana mereka menggunakan segala benda-benda alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan itu untuk pengabdian diri kepada Allah dan kemaslahatan manusia, maka Allah akan memberi mereka pahala yang sebesar-besarnya. Akan tetapi, bilamana mereka menggunakannya untuk mendurhakai Allah dan merusak peradaban dan kemanusiaan, maka Allah swt akan menimpakan kepada mereka azab yang besar pula.
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menunjuk kamu sebagai penguasa di atasnya, lalu Dia melihat apa yang kamu kerjakan." (Riwayat Imam Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)
Ayat 8:
"Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering." (Al-Kahfi Ayat 8)
Tafsir:
Ayat ini menerangkan bahwa Allah benar-benar mampu untuk membuat apa yang ada di atas bumi ini menjadi tanah yang datar dan tandus, tidak ada tumbuh-tumbuhan yang menghiasinya. Keindahan yang semula memikat penglihatan berubah menjadi pemandangan yang kering dan pudar. Perubahan demikian dapat terjadi disebabkan perubahan iklim, dan dapat pula disebabkan oleh tangan manusia sendiri yang tidak mempertimbangkan akibat dari perbuatan mereka sendiri, seperti tata kota yang salah, penggundulan hutan, pemakaian tanah berlebih-lebihan tanpa pemeliharaan, peperangan, dan sebagainya.
Dengan demikian, tidak patut bagi Nabi Muhammad untuk berduka cita bagi mereka yang anti terhadap ajaran-ajaran Islam yang dibawanya, karena Allah akan menguji mereka dengan menciptakan keindahan di muka bumi ini dengan menciptakan bermacam-macam benda seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral. Siapa di antara manusia yang beramal baik, Allah akan memberi pahala bagi mereka yang paling baik. Tetapi jika mereka mempergunakan benda-benda hiasan bumi ini untuk tidak mengikuti petunjuk-Nya, maka Allah kelak menjadikan bumi ini datar dan tandus. Setiap manusia akan diberi ganjaran terhadap perbuatannya yang durhaka.
Dengan ayat ini Nabi Muhammad menjadi terhibur. Bagi Rasul saw sudah jelas, jalan yang ditempuh oleh masing-masing golongan manusia, baik yang beriman kepada Al-Qur'an dan maupun yang berpaling dari-Nya.
Ayat 9:
"Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?" (Al-Kahfi Ayat 9)
Tafsir:
Allah menerangkan bahwa apakah Nabi Muhammad mengira bahwa kisah Ashhabul Kahfi beserta raqim (batu tertulis) sebagaimana yang tersebut dalam kitab-kitab lama adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling menakjubkan.
Memang jika dilihat, peristiwa Ashhabul Kahf berlawanan dengan hukum alam. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan berbagai kejadian pada tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, dan segala mineral yang merupakan perhiasan di atas bumi ini, maka kejadian ini memang menakjubkan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah. Namun demikian, peristiwa Ashhabul Kahf itu bukan satu-satunya tanda kekuasaan Allah, tetapi hanya sebagian kecil dari bukti keagungan-Nya.
Ayat 10:
"(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami." (Al-Kahfi Ayat 10)
Tafsir:
Dalam ayat ini, Allah mulai menguraikan kisah Ashhabul Kahfi kepada Rasulullah SAW. Allah mengingatkan kepada Rasul-Nya bahwa ketika zaman dahulu beberapa pemuda keturunan bangsawan di suatu negeri, karena takut penganiayaan rajanya, pergi mencari perlindungan ke dalam gua pada sebuah gunung. Di dalam gua inilah mereka membulatkan tekadnya, menghabiskan masa remajanya untuk mengabdi kepada Allah.
Mereka berdoa kepada Allah semoga dilimpahi rahmat dari sisi-Nya. Mereka mengharapkan pengampunan, ketenteraman, dan rezeki dari Allah sebagai anugerah yang besar atas diri mereka. Selain itu, mereka juga memohon agar Allah memudahkan bagi mereka jalan yang benar untuk menghindari godaan dan kezaliman orang-orang kafir dan memperoleh ketabahan dalam menaati Tuhan sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sungguh Allah telah menolong mereka. Ketika raja kafir itu berhasil menemukan jejak mereka pada pintu gua itu, lalu masuk ke dalamnya, maka Allah swt menutup penglihatan mereka sehingga tidak dapat melihat para pemuda tersebut. Oleh karena itu, akhirnya raja memutuskan menutup pintu gua dengan perkiraan bahwa mereka akan mati kelaparan dan kehausan.
Demikian tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 yang berisi peringatan Allah akan pentingnya ilmu Tauhid (mengesakan Allah). Dalam satu hadis disebutkan:
"Barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi." Redaksi lain menyebutkan: "Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat Al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal." (HR Muslim)
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Pengikut Dajjal terbanyak di akhir zaman nanti akan didominasi kaum wanita. Dan inilah ciri-ciri wanita yang tertipu fitnah Dajjal tersebut. Yuk, kenali ciri-cirinya... | Halaman Lengkap [427] url asal
#dajjal #ciri-perempuan-pengikut-dajjal #pengikut-dajjal #fitnah-dajjal #tanda-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/04/26 12:45
v/185002/
Pengikut Dajjal terbanyak di akhir zaman nanti akan didominasi kaum wanita. Dan inilah ciri-ciri wanita yang tertipu fitnah Dajjal tersebut. Yuk, kenali ciri-cirinya itu!Ciri-ciri wanita yang terkena tipu daya Dajjal di akhir zaman:
1. Tabarruj dan suka pamer
Tabarruj adalah perempuan yang suka memamerkan atau melihatkan ‘perhiasaan mereka’. Suka dan terlena dengan dunia dan bersenang-senang karena dorongan hawa nafsu dunia yang besar. Melupakan dan berpaling dari akhirat.2. Berpakaian tapi telanjang
Yaitu perempuan yang berpakaian ketat, membentuk dan menonjolkan lekuk tubuh, mengenakan bahan pakaian yang tipis dan transparan serta pakaian yang tidak menutup auratnya dengan baik. Sementara perempuan dalam Islam diwajibkan untuk menutup auratnya.3. Kufur kepada suami
Masih sering mengumpat dan tidak bersyukur kepada suami atas apa yang telah diberikan. Padahal kewajiban perempuan setelah menikah itu harus taat pada suami, memperlakukan suami dengan baik dan menjaga kehormatan suami.4. Wanita yang meninggalkan salat
Perempuan yang sering meninggalkan salat dan mengacuhkan seruan adzan maka termasuk pada pengikut dajjal sebagai penghuni neraka. Tidak hanya untuk wanita saja, namun juga untuk laki-laki.5. Wanita yang membaca Al-Qur'an hanya sampai kerongkongan
Maksudnya adalah perempuan yang rajin membaca Al-Qur'an, namun hanya sebatas membaca saja dan tidak meresapinya ke dalam hati. Sehingga menunjukkan wanita yang gemar membaca Al-Qur'an namun akhlaknya tidak terpuji dan masih saja melakukan perbuatan tercela.6. Wanita yang mengabaikan fitnah Dajjal
Yaitu perempuan yang tidak takut dengan kedatangan dajjal dan tidak memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal.Ia tidak peduli dengan fitnah dajjal dan orang seperti inilah yang disukai Dajjal untuk menjadi pengikutnya.
7. Wanita yang murtad
Wanita yang memilih untuk keluar dari menganut agama Islam karena berbagai sebab dan faktor maka kelak akan termasuk pada golongan dari pengikut dajjal. Jika tidak ingin menjadi bagian dari golongan ini pada akhir zaman maka perkuatlah iman dan memintalah kepada Allah agar terbebas dari fitnah Dajjal.Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, merebaknya kebodohan, merajalelanya perzinahan, merajalelanya khamar (minuman keras atau alkohol), sedikitnya jumlah laki-laki, banyaknya jumlah wanita sehingga limapuluh wanita dipimpin oleh satu orang laki-laki”. (HR. Bukhari)
Dengan begitu, agar muslimah bisa membentengi diri dari fitnah dan tipu daya dajjal, maka haruslah terus menuntut, belajar, dan mengamalkan ilmu agama agar tidak terbodohi oleh perangkap dajjal yang fitnahnya sudah bisa dirasakan saat ini. Jadilah muslimah yang terus beramal saleh dan mendekatkan diri dalan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Ta'ala. Wallaahu A’lam.
Ngeri! Inilah Tanda-tanda Wanita Akhir Zaman yang Sudah Menjadi Kenyataan
Penjelasan Hadis tentang Kemunculan dan Fitnah Dajjal
Hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tentang kemunculan dan fitnah Dajjal ini penting diketahui kaum Muslim. Simak penjelasannya berikut ini : Hadis Nabi Shalallahu... | Halaman Lengkap [395] url asal
#hadis #fitnah-dajjal #dajjal #fitnah-akhir-zaman #hadis-fitnah-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/04/26 11:22
v/184914/
Hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tentang kemunculan dan fitnah Dajjalini penting diketahui kaum Muslim. Simak penjelasannya berikut ini :Diketahui, bahwa Dajjaladalah seorang laki-laki dari anak cucu Adam as. Muncul di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Keluar dari Timur dari Khurasan.
Kemudian ia berjalan di muka bumi, maka ia tidak meninggalkan satu negeri kecuali ia memasukinya, kecuali Masjidil Aqsha , Tursina, Makkah dan Madinah , ia tidak bisa memasukinya; karena malaikat menjaganya.
Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri dalam kitab "Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan keimanan, Dajjal akan turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali, keluar darinya setiap orang kafir dan munafik.
Hadis dari Abdullah bin Umar ra , ia berkata, ‘Kami sedang duduk di sisi Rasulullah SAW, lalu beliau menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan fitnah Ahlaas.
Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah Ahlaas itu?’
Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’
Kemudian fitnah as-Saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk.
Kemudian fitnah Duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan. Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang. Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya. Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau besoknya.’ (HR Ahmad dan Abu Daud).
Fitnah Dajjal
Keluarnya Dajjal adalah fitnah besar disebabkan apa yang Allah SWT ciptakan bersamanya berupa perkara-perkara di luar kebiasan yang besar, yang membingungkan akal.Disebutkan dalam hadis sahih bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Dan sesungguhnya bersamanya ada gunung roti, sungai air.
Dia menyuruh langit (untuk menurunkan hujan) maka turunlah hujan. Menyuruh bumi (untuk menumbuhkan tumbuhan) maka tumbuhlah tumbuhan. Perbendaharan bumi mengikutinya. Melewati bumi dengan kecepatan besar seperti hujan bila dibawa angin.
Dia menetap di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu Jum’at, dan semua harinya seperti hari-hari kita. Kemudian dia dibunuh oleh Isa bin Maryam as di sisi pintu Ludd di Palestina. Wallahu A'lam
Duhaima: Fitnah Terdahsyat yang Mengguncang Iman di Akhir Zaman
Mengenal Duhaima penting diketahui kaum Muslim. Apa itu Duhaima? Benarkah datangnya Duhaima ini tanda menjelang kemunculan Dajjal? Simak ulasannya berikut ini.... | Halaman Lengkap [823] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #zaman-fitnah #keimanan #fitnah-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/04/26 05:15
v/183321/
Mengenal Duhaima penting diketahui kaum Muslim. Apa itu Duhaima? Benarkah datangnya Duhaima ini tanda menjelang kemunculan Dajjal?Duhaima adalah fitnahterdahsyat yang akan terjadi menjelang akhir zaman nanti, termasuk semakin dekatnya kemunculan Dajjal.
Duhaima secara bahasa bermakna kelam atau gelap gulita. Kemunculan fitnah ini, sudah dikabarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, tentang tanda menjelang dekatnya akhir zamandan datangnya kiamat besar. Riwayat-riwayat itu bercerita tentang fitnah, petaka, huru-hara, peperangan dan pembunuhan.
Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Sesungguhnya, menjelang terjadinya Kiamat ada fitnah-fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, pada pagi hari seseorang dalam keadaan beriman, tetapi pada sore hari ia menjadi kafir, sebaliknya pada sore hari seseorang dalam keadaan beriman, namun dipagi hari ia dalam keadaan kafir. Orang yang duduk pada masa itu lebih baik daripada yang berdiri, orang yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berjalan cepat. Maka, patahkan busur kalian, putus-putuslah tali kalian, dan pukullah pedang kalian dengan batu, jika salah seorang dari kalian kedatangan fitnah-fitnah ini, hendaklah ia bersikap seperti anak terbaik di antara dua anak Adam (yakni bersikap seperti Habil, jangan seperti Qabil–pent).” [HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Al-Fitan, Ahmad, dan Hakim]
Dalam sebuah hadis disebutkan: “Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu dari sini, fitnah itu dari sini, dari arah terbitnya tanduk setan.” [HR. Bukhari (3279) Bad’ul-Khalqi, Muslim Al-Fitan wa Asyrathu’s-Sa’ah]
Fitnah yang Menguncang Keimanan
Secara bahasa fitnah bisa bermakna ujian, cobaan, bala’, bencana dan siksaan. Pada riwayat di atas Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam memberikan peringatan kepada umatnya agar mewaspadai adanya fitnah yang bisa menggoncang keimanan mereka.Dikutip dari buku "Misteri Zikir Akhir Zaman' yang disunting Abu Fatiah Al-Adnani, dijelaskan, penggambaran fitnah laksana potongan malam yang amat pekat itu menunjukkan betapa berat dan berbahayanya fitnah itu. Ini merupakan peringatan penting bagi setiap Muslim, bahwa banyaknya fitnah yang menyebabkan seseorang murtad merupakan tanda dekatnya akhir zaman.
Tentang fitnah yang bisa membuat kaum Muslimin terperosok pada kekufuran setelah keimanannya diperkuat dalam riwayat yang menjelaskan tentang kemunculan fitnah duhaima’. Riwayat tentang fitnah duhaima’ bercerita tentang masa-masa yang akan dihadapi oleh kaum Muslimin menjelang keluarnya Dajjal untuk menebar fitnah dan huru-hara.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:
“Setelah itu akan terjadi fitnah Duhaima’, yang tidak membiarkan seorang pun dari umat ini kecuali akan ditamparnya dengan tamparan yang keras. Ketika orang-orang mengatakan, “Fitnah telah selesai”, ternyata fitnah itu masih saja terjadi. Di waktu pagi seseorang dalam keadaan beriman, namun di waktu sore ia telah menjadi orang kafir. Akhirnya manusia terbagi menjadi dua golongan: golongan beriman yang tidak ada kemunafikan sedikit pun di antara mereka, dan golongan munafik yang tidak ada keimanan sedikit pun di antara mereka. Jika hal itu telah terjadi, maka tunggulah munculnya Dajjal pada hari itu atau keesokan harinya.” [HR. Abu Dawud no. 3704, Ahmad no. 5892, dan Al-Hakim no. 8574. Dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi]
Hadis di atas mengisyaratkan hakikat fitnah Duhaima’ akan meluas mengenai seluruh umat ini. Meskipun manusia menyatakan fitnah tersebut telah berhenti, ia akan terus berlangsung dan bahkan mencapai puncaknya.
Beliau menerangkan tentang efek yang ditimbulkan oleh fitnah ini, yaitu munculnya sekelompok manusia yang di waktu pagi masih memiliki iman, namun di sore hari telah menjadi kafir. Ini merupakan sebuah gambaran tentang kedahsyatan fitnah tersebut. Fitnah ini akan mencabut keimanan seseorang hanya dalam bilangan hari, dan ini juga merupakan sebuah gambaran betapa cepatnya kondisi seseorang itu berubah.
Tentang hakikat dari fitnah ini, ada dua gambaran yang paling mendekati bentuknya, yaitu fitnah demokrasi sekuler liberal dan fitnah perang global melawan terorisme. Kedua fenomena ini adalah wujud yang paling mendekati semua ciri yang termuat pada fitnah Duhaima’. Kedua fitnah ini pula yang paling berpotensi menjadikan seorang masih beriman di pagi hari namun tanpa sadar menjadi kafir di sore hari.
Pagi Mengaji Malam jadi Murtad
Masih dikutip dari buku yang sama, ditreangkan bahwa jika fitnah kegelapan Duhaima’ itu ada pada ideologi demokrasi sekuler, maka fenomena yang paling nyata pada fitnah ini adalah penolakan terhadap hukum Allah. Seorang yang masuk dalam perangkap fitnah ini bisa tervonis kafir lantaran menolak syari’at Allah dan menjadikan suara mayoritas yang menentang hukum Allah sebagai dasar hukum yang konstitutif.Sedangkan pada kasus perang global atas terorisme maka mereka yang masuk dalam barisan musuh musuh Allah untuk memerangi kaum Muslimin bisa terancam vonis kafir. Sebab hakikat perang atas terorisme yang disuarakan oleh Amerika dan sekutunya adalah perang terhadap syari’at Islam dan penegakknya. Maka, siapapun yang bergabung dalam barisan musuh untuk memerangi kaum Muslimin, sungguh ia telah melakukan hal-hal yang membatalkan keislamannya.
Demikanlah dahsyatnya fitnah Duhaima’, fitnah akhir zaman yang membuat orang berbolak balik hatinya. Ekstrimnya, mereka yang terperangkap dalam fitnah ini pagi hari masih membaca Al-Qur’an di masjid, namun di sore hari sudah melakukan kebaktian di gereja. Di pagi hari masih menutup aurat dengan jilbabnya, namun di sore hari sudah berganti pakaian ala artis barat yang menyingkat auratnya. Betapa cepatnya perubahan keimanan itu; pagi beriman sore kafir. Naudzubillah mindzalik!
Malam Jumat Saatnya Baca Surat Al-Kahfi, Agar Terhindar dari Fitnah Dajjal
Malam Jumat dianjurkan membaca Surat Al-Kahfi yang memiliki banyak keutamaannya. Salahnya adalah agar terhindar dari fitnah Dajjal. Malam Jumat dianjurkan membaca... | Halaman Lengkap [689] url asal
#keutamaan-jumat #fitnah-dajjal #surat-al-kahfi #membaca-surat-al-kahfi #sunnah-rasul-malam-jumat
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 22/01/26 19:32
v/111281/
Malam Jumat dianjurkan membaca Surat Al-Kahfi yang memiliki banyak keutamaannya. Salahnya adalah agar terhindar dari fitnah Dajjal.Membaca Surat Al-Kahfisendiri merupakan salah satu amalan sunnah. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi di malam Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dirinya dan Kakbah” (HR Muslim).
Bukan hanya pada malam Jumat, Rasulullah SAW juga bersabda:“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi di Hari Jumat, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jumat”(HR al-Hakim dan Baihaqi).
Dua hadis itu menyebutkan dua waktu membaca surat al-Kahfi, yakni Malam Jumat dan Hari Jumat. Surat al-Kahfi ibarat cahaya yang menerangi umat Islam dalam perjalanannya menemukan hidayah (petunjuk). Muslim yang membaca surat ini akan dijaga dari maksiat dan dosa. Ia juga akan ditunjukkan jalan yang benar.
Pengertian ini berdasarkan hadis riwayat Abdullah bin Umar ra. dalam kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:
“Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra bahwa Nabi SAW bersabda: “barangsiapa membaca Surat al-Kahfi di Hari Jumat, maka terpancarlah sinar dari dirinya sampai langit, yang akan menyinarinya kelak di hari kiamat. Dan, diampuni dosa-dosanya di antara dua Jumat”
10 Ayat Pertama Berlindung dari Fitnah Dajjal
Rasulullah telah memperingati umatnya untuk berlindung dari fitnah Dajjal . Fitnah Dajjal merupakan sebesar-besarnya fitnah yang akan dihadapi oleh umat Islam saat menjelang datangnya hari kiamat.Salah satu cara agar terhindar dari fitnah Dajjal adalah dengan membaca surah Al-Kahfi pada malam Jum’at. Khususnya pada sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir. Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari permulaan surah Al-Kahfi, maka ia akan terjaga dari fitnahnya Dajjal.”(HR Imam Ahmad, dan an-Nasâ’i, dan Muslim)
Imam Isma’il al-Ajluni dalam Kasyful Khafa’ menjelaskan bahwa maksud hadits ini ialah orang yang menghafal dan merenungi makna 10 ayat pertama surat al-Kahfi.
Mengapa sepuluh ayat pertama? Menurut al-‘Ajluni karena ayat-ayat ini menyimpan keajaiban dan pertanda. Maka, siapa pun yang memahaminya, ia tak kan teperdaya dengan tipu daya Dajjal dan sabar atasnya. Inilah yang menyebabkan ia selamat dari fitnah Dajjal.
Sementara, menurut suatu pendapat, keutamaan ini bagi orang yang menghafal sepuluh ayat terakhir Surat al-Kahfi. Berdasarkan hadits riwayat Abu Darda yang ditakhrij oleh Ibnu Hibban dalam kitab Shahih Ibnu Hibban:
“Barangsiapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi, maka ia terjaga dari fitnah Dajjal”
Selain terlindungi dari bahaya fitnah Dajjal membaca surah Al-Kahfi akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat . Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi sebagaimana ia diturunkan, maka surat tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah, dan barangsiapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surah Al-Kahfi, kemudian keluar Dajjal, maka Dajjal tidak akan membahayakan dia.”
Berikut sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, seperti yang dimaksud dalam hadits.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok; sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik, mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya. Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”
Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka. Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya. Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.
Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, “Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (QS al-Kahfi [18]: 1-10)
Kisah Lelaki Nasrani Bertemu Dajjal di Pulau Kecil
Seorang lelaki Nasrani bernama Tamim Ad-Dari, dia yang berbaiat masuk Islam di masa Nabi SAW. Tamim berkisah bahwa dirinya bertemu Dajjal di sebuh pulau kecil di... | Halaman Lengkap [873] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #misteri-dajjal #ciri-ciri-dajjal #kisah-hikmah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 21:11
v/7601/
Seorang lelaki Nasranibernama Tamim Ad-Dari, dia yang berbaiat masuk Islam di masa Nabi shallallahu 'alaihiwasallam. Tamim berkisah bahwa dirinya bertemu Dajjaldi sebuh pulau kecil di antara gugusan pulau-pulau.Cerita tentang sosok Dajjalini dikisahkan dalam Hadis Sunan Abu Dawud No 3767 dalm Bab peperangan besar. Seperti apa kisahnya?
Sebuah hadis, dari Fatimah binti Qais berkata,
"Pada suatu malam pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan salat Isya yang akhir, lalu beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya yang menghalangiku (untuk segera keluar) adalah kisah yang diceritakan Tamim Ad-Dari kepadaku dari seorang laki-laki yang berada di sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau." (HR Abu Dawud)
Sebelum bertemu dengan Dajjal, Tamim Ad-Dari mengaku bertemu dengan Al-Jasasah, makhluk berbulu (berambut) lebat. Imam Nawawi mengatakan dinamakan Al-Jassasah dikarenakan binatang itu ditugaskan untuk tajasssus atau memata-matai dan menyelidiki untuk mencari berbagai berita yang akan diberikan kepada Dajjal.
Tamim Ad-Dari berkata: "Saat itu tiba-tiba ada seorang makhluk berambut panjang mengaku bernama Jasasah." Tamim selanjutnya bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Jasasah. Pergilah kamu ke istana itu." Tamim berkata, "Aku pun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang laki-laki berambut panjang yang terikat dengan sebuah rantai. Tingginya menjulang antara langit dan bumi.
Aku kemudian bertanya: "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal ." Apakah telah ada seorang Nabi buta huruf yang diutus?" Aku menjawab, "Ya." Ia kembali bertanya, "Apakah orang-orang mentaatinya atau mengingkarinya?" Aku menjawab, "Orang-orang mentaatinya." Ia berkata, "Itu yang lebih baik bagi mereka."
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari sholatnya, beliau duduk sambil tertawa, beliau bersabda: "Hendaklah setiap orang tetap di tempat salatnya (duduk)." Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: "Apakah kalian tahu, kenapa aku kumpulkan kalian di sini?" Para sahabat, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."
Beliau bersabda: "Aku kumpulkan kalian bukan atas sesuatu yang membuat takut atau senang, namun aku kumpulkan kalian adalah karena Tamim Ad-Dari, seorang lelaki Nashrani yang datang dan berbaiat masuk Islam, menceritakan kepadaku sebuah kisah yang mirip dengan cerita yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Dajjal.
Ia ceritakan kepadaku bahwasanya ia pernah menaiki sebuah perahu bersama 30 laki-laki dari kaum Lakhm dan Judzam. Mereka kemudian diombang-ambingkan oleh ombak selama satu bulan di tengah laut, sampai akhirnya mereka menepi ke sebuah pulau saat matahari terbenam.
Mereka lantas duduk di sisi kapal mereka, setelah itu mereka bergegas memasuki pulau tersebut hingga akhirnya bertemu dengan binatang melata besar dan berbulu lebat. Mereka berkata, "Celaka engkau, siapa kamu ini!" binatang itu menjawab: "Aku adalah Al-Jasasah."
Temuilah laki-laki yang ada dalam sebuah gua, karena ia sangat berkeinginan untuk mendengar berita dari kalian." Tamim berkata: "Saat ia menyebut laki-laki, maka kami ketakutan jikalau dia adalah setan lalu kami cepat pergi hingga memasuki gua tersebut. Dan ternyata di dalamnya terdapat manusia yang paling besar yang pernah kami lihat, talinya sangat kuat, dan tangannya menyatu dengan leher (terikat dengan rantai)."
Lalu perawi menyebutkan hadits tersebut dengan lengkap. Manusia besar (Dajjal) itu bertanya kepada mereka tentang Nakhl Baisan (nama tempat dekat Yordania), mata air Zughar (nama tempat di Syam) dan seorang Nabi yang buta huruf. Manusia besar itu berkata, "Aku adalah Al-Masih Dajjal, dan hampir-hampir aku mendapat izin untuk segera keluar."
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesunggunya ia (Dajjal) berada di laut Syam atau laut Yaman. Bahkan ia akan muncul dari arah timur tempat ia berasal -beliau ucapkan hingga dua kali seraya menunjuk ke arah Timur.
Fitnah Besar Jelang Kiamat
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bercerita tentang fitnah besar di akhir zaman. Beliau bercerita panjang lebar seputar fitnah hingga beliau menyebutkan tentang fitnah Al-Ahlaas (الْأَحْلَاسِ)."Seorang laki-laki lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apa itu fitnah Al-Ahlaas (الْأَحْلَاسِ)?" Beliau menjawab: "Adanya permusuhan dan peperangan, kemudian fitnah kesenangan yang asapnya muncul dari bawah kedua kaki seorang laki-laki ahli baitku. Ia mengaku berasal dari keturunanku, padahal bukan."
"Wali-waliku hanya orang-orang yang bertakwa. Kemudian orang-orang akan berdamai pada seorang laki-laki layaknya pangkal paha yang bertumpuk di tulang rusuk (kesepakatan yang semu). Kemudian akan muncul fitnah seorang yang buta (dengan kekuasaan), tidak seorang pun dari umat ini kecuali ia akan mendapat satu tamparan di mukanya (bencana kerusakan darinya)."
"Ketika fitnah itu telah dianggap usai, namun fitnah tersebut justru berkelanjutan. Seorang laki-laki yang paginya beriman menjadi kafir di waktu sore, sehingga manusia akan menjadi dua kelompok; sekelompok orang yang beriman dan tidak ada kemunafikan dalam keimanannya, dan sekelompok orang yang penuh kemunafikan dan tidak ada keimanan padanya. Jika kondisi kalian sudah begitu, maka tunggulah munculnya Dajjal pada hari itu atau keesokan harinya." (Sunan Abu Dawud No 3704)
Salah satu tipu daya Dajjal diterangkan dalam Hadis dari Hudzaifah berkata, "Aku adalah orang yang paling tahu tentang (kapan munculnya) Dajjal. Sesungguhnya Dajjal mempunyai lautan dari air dan sungai dari api. Apa yang kalian lihat sebagai api sebenarnya adalah air, dan apa yang kalian lihat sebagai air sebenarnya adalah api. Maka, siapa dari kalian yang mendapati hal itu dan ingin minum, hendaklah ia minum (air) yang berupa api dalam pandangannya, sebab ia akan mendapatkan air yang sesungguhnya." Abu Mas'ud Al Badri berkata, "Demikianlah aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakannya." (Sunan Abu Dawud No 3760)
Demikian kisah tentang Dajjal dan fitnah besar di akhir zaman. Semoga Allah berkenan menyelamatkan kita dari fitnah besar ini. Wallahu A'lam
Tadabur Surat Al Kahfi : Siapa yang Membaca Ayat 1 Hingga 10, maka akan Dilindungi dari Dajjal
Tadabur Surat Al kahfi terutama ayat 1 hingga 10, penting diketahui kaum Muslim karena bisa melindungi diri kita dari Dajjal atau fitnah Dajjal. Simak ulasannya... | Halaman Lengkap [1,804] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #surat-al-kahfi #tafsir-surat-al-kahfi #tadabur-ayat-al-quran
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 17:40
v/7260/
Tadabur Surat Al Kahfi terutama ayat 1 hingga 10, penting diketahui kaum Muslim karena bisa melindungi diri kita dari Dajjal atau fitnah Dajjal. Seperti diketahui, Surat Al-Kahfi terdiri atas 110 ayat dan diturunkan di Makkah (surat Makkiyyah). Dinamai Al-Kahfi (gua) karena bercerita tentang kisah para penghuni Gua.Kisah mereka diabadikan dalam ayat 9 sampai 26, tentang beberapa pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya.Selain itu, terdapat pula beberapa kisah di antaranya kisah pemilik kebun (ayat 32-44), pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khidir 'alaihis salaam (ayat 60-82) dan kisah Raja Dzulqarnain dan Ya'juj Wa Ma'juj (ayat 83-98).
Semuanya mengandung pelajaran berhargabagi kehidupan manusia. Banyak hadis Rasulullah menerangkan keutamaan membaca Surat Al-Kahfi. Seperti diriwayatkan Imam Al-Hakim dan Al-Baihaqi: "Barangsiapa membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat, niscaya akan memancar cahaya terang yang menyinari dirinya di antara dua Jumat".
Berikut tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 yang berumber dari tafsir Kementerian Agama (Kemenag) RI:
Ayat 1:
"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;" (Al-Kahfi Ayat 1)
Tafsir:
Jika di akhir Surah Al-Isra, Rasulullah SAW diperintah agar memuji Allah dan menyucikannya dari segala kekurangan, dalam ayat ini (Al-Kahfi:1), Allah memuji diri-Nya, sebab Dialah yang menurunkan kitab suci Al-Qur'an kepada Rasul SAW sebagai pedoman hidup yang jelas.
Melalui Al-Qur'an, Allah memberi petunjuk kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Ayat Al-Qur'an saling membenarkan dan mengukuh-kan ayat-ayat lainnya, sehingga tidak menimbulkan keragu-raguan. Nabi Muhammad SAW yang menerima amanat-Nya menyampaikan Al-Qur'an kepada umat manusia, disebut dalam ayat ini dengan kata 'hamba-Nya untuk menunjukkan kehormatan yang besar kepadanya, sebesar amanat yang dibebankan ke pundaknya.
Ayat 2:
"Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik." (Al-Kahfi: Ayat 2)
Tafsir:
Allah menerangkan bahwa Al-Qur'an itu lurus, yang berarti tidak cenderung untuk berlebih-lebihan dalam memuat peraturan-peraturan, sehingga memberatkan para hamba-Nya. Tetapi juga tidak terlalu singkat sehingga manusia memerlukan kitab yang lain untuk menetapkan peraturan-peraturan hidupnya.
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW agar beliau memperingatkan orang-orang kafir akan azab yang besar dari Allah, karena keingkaran mereka kepada Al-Qur'an. Juga memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar dari-Nya, karena keimanan mereka kepada Allah dan rasul-Nya, serta amal kebajikan yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
Ayat 3:
"Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya." (Al-Kahfi: 3)
Tafsir:
Pahala yang besar itu tidak lain adalah surga yang mereka tempati untuk selama-lamanya, mereka tidak akan pindah atau dipindahkan dari surga itu, sesuai dengan janji Allah kepada mereka. Firman Allah: "Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal perbuatan yang telah kamu kerjakan. (Az-Zukhruf: 72)
Ayat 4:
"Dan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, "Allah mengambil seorang anak." (Al-Kahfi Ayat 4)
Tafsir:
Dalam ayat ini Allah kembali menyebutkan tugas Rasulullah untuk memberikan peringatan kepada kaum kafir, karena kekufuran mereka dipandang perkara besar oleh Allah, terutama orang-orang kafir yang mengatakan Allah itu mempunyai anak.
Mereka itu terbagi menjadi tiga golongan, yaitu: (1) Golongan musyrikin Mekah (Arab) yang mengatakan bahwa Malaikat-malaikat itu putri Tuhan; (2) Golongan orang Yahudi yang mengatakan bahwa Uzair putra Tuhan; dan (3) Orang Nasrani yang mengatakan bahwa Isa putra Tuhan.
Al-Qur'an diturunkan ke dunia untuk mengembalikan kepercayaan umat manusia kepada tauhid yang murni. Banyak ayat-ayat yang mengancam berbagai kepercayaan kepada selain Allah yang dianggap sebagai keyakinan yang sangat keliru. Firman Allah:
Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (At-Taubah/9: 30)
Ayat 5:
"Mereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka." (Al-Kahfi: 5)
Tafsir:
Anggapan mereka bahwa Allah mempunyai anak sama sekali tidak didasarkan atas pengetahuan dan keyakinan mereka sendiri, tetapi didasarkan atas persangkaan yang tidak benar atau taklid buta kepada nenek moyang mereka. Padahal, nenek moyang mereka itu juga tidak mempunyai pengetahuan dan dasar keyakinan tentang kepercayaan yang demikian.
Allah menegaskan bahwa apa yang diucapkan mereka itu adalah kekafiran yang sangat besar, karena tidak didasarkan atas keyakinan, dan tidak patut diucapkan oleh seorang manusia. Allah mengingatkan Rasul untuk memerintahkan umatnya supaya kembali kepada agama tauhid, sebagaimana yang diajarkan Al-Qur'an.
Ayat 6:
"Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an)." (Al-Kahfi Ayat 6)
Tafsir:
Menurut riwayat Ibnu 'Abbas bahwa 'Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, Abu Jahal bin Hisyam, an-Nadhar bin Harits, Umayyah bin Khalaf, al-Asya bin Wa'il, al-Aswad bin Muththalib, dan Abu Buhturi di hadapan beberapa orang Quraisy mengadakan pertemuan. Rasul saw merasa susah melihat perlawanan kaumnya kepadanya dan pengingkaran mereka terhadap ajaran-ajaran yang dibawanya, sehingga sangat menyakitkan hatinya. Lalu turunlah ayat ini.
Dalam ayat ini, Allah mengingatkan Rasulullah SAW agar tidak bersedih hati, hingga merusak kesehatan dirinya, hanya karena kaumnya tidak mau beriman kepada Al-Qur'an dan kenabiannya. Hal demikian itu tidak patut membuat Nabi sedih karena tugas beliau hanyalah menyampaikan wahyu Ilahi kepada mereka, sedangkan kesediaan jiwa mereka untuk menerima kebenaran ayat-ayat tersebut tergantung kepada petunjuk Allah.
Sesungguhnya Nabi Muhammad bersedih hati karena hasratnya yang besar dan kecintaannya yang dalam terhadap kaumnya supaya mereka beriman, tidak tercapai. Beliau diberi gelar Habibullah artinya kekasih Allah, maka sifat kasih sayang beliau yang sangat menonjol kepada sesama manusia itu adalah pencerminan dari cintanya kepada Allah.
Ayat 7:
"Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya." (Al-Kahfi Ayat 7)
Tafsir:
Dalam ayat ini, Allah menerangkan bahwa segala yang ada di atas bumi ini diciptakan sebagai perhiasan bagi bumi itu, baik binatang dan tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai jenis di lautan dan di daratan, maupun barang-barang tambang yang beraneka ragam dan sebagainya. Semua itu untuk menguji manusia apakah mereka dapat memahami dengan akal pikiran bahwa perhiasan-perhiasan bumi itu dapat memberi gambaran akan adanya Sang Pencipta, untuk kemudian menaati perintah dan menjauhi larangan-Nya.
Bilamana mereka menggunakan segala benda-benda alam, hewan, dan tumbuh-tumbuhan itu untuk pengabdian diri kepada Allah dan kemaslahatan manusia, maka Allah akan memberi mereka pahala yang sebesar-besarnya. Akan tetapi, bilamana mereka menggunakannya untuk mendurhakai Allah dan merusak peradaban dan kemanusiaan, maka Allah swt akan menimpakan kepada mereka azab yang besar pula.
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau. Dan sesungguhnya Allah menunjuk kamu sebagai penguasa di atasnya, lalu Dia melihat apa yang kamu kerjakan." (Riwayat Imam Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri)
Ayat 8:
"Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering." (Al-Kahfi Ayat 8)
Tafsir:
Ayat ini menerangkan bahwa Allah benar-benar mampu untuk membuat apa yang ada di atas bumi ini menjadi tanah yang datar dan tandus, tidak ada tumbuh-tumbuhan yang menghiasinya. Keindahan yang semula memikat penglihatan berubah menjadi pemandangan yang kering dan pudar. Perubahan demikian dapat terjadi disebabkan perubahan iklim, dan dapat pula disebabkan oleh tangan manusia sendiri yang tidak mempertimbangkan akibat dari perbuatan mereka sendiri, seperti tata kota yang salah, penggundulan hutan, pemakaian tanah berlebih-lebihan tanpa pemeliharaan, peperangan, dan sebagainya.
Dengan demikian, tidak patut bagi Nabi Muhammad untuk berduka cita bagi mereka yang anti terhadap ajaran-ajaran Islam yang dibawanya, karena Allah akan menguji mereka dengan menciptakan keindahan di muka bumi ini dengan menciptakan bermacam-macam benda seperti tumbuh-tumbuhan, hewan dan mineral. Siapa di antara manusia yang beramal baik, Allah akan memberi pahala bagi mereka yang paling baik. Tetapi jika mereka mempergunakan benda-benda hiasan bumi ini untuk tidak mengikuti petunjuk-Nya, maka Allah kelak menjadikan bumi ini datar dan tandus. Setiap manusia akan diberi ganjaran terhadap perbuatannya yang durhaka.
Dengan ayat ini Nabi Muhammad menjadi terhibur. Bagi Rasul saw sudah jelas, jalan yang ditempuh oleh masing-masing golongan manusia, baik yang beriman kepada Al-Qur'an dan maupun yang berpaling dari-Nya.
Ayat 9:
"Apakah engkau mengira bahwa orang yang mendiami gua, dan (yang mempunyai) raqim itu, termasuk tanda-tanda (kebesaran) Kami yang menakjubkan?" (Al-Kahfi Ayat 9)
Tafsir:
Allah menerangkan bahwa apakah Nabi Muhammad mengira bahwa kisah Ashhabul Kahfi beserta raqim (batu tertulis) sebagaimana yang tersebut dalam kitab-kitab lama adalah tanda-tanda kekuasaan Allah yang paling menakjubkan.
Memang jika dilihat, peristiwa Ashhabul Kahf berlawanan dengan hukum alam. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan berbagai kejadian pada tumbuh-tumbuhan, binatang-binatang, dan segala mineral yang merupakan perhiasan di atas bumi ini, maka kejadian ini memang menakjubkan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah. Namun demikian, peristiwa Ashhabul Kahf itu bukan satu-satunya tanda kekuasaan Allah, tetapi hanya sebagian kecil dari bukti keagungan-Nya.
Ayat 10:
"(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, "Ya Tuhan kami. Berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami." (Al-Kahfi Ayat 10)
Tafsir:
Dalam ayat ini, Allah mulai menguraikan kisah Ashhabul Kahfi kepada Rasulullah SAW. Allah mengingatkan kepada Rasul-Nya bahwa ketika zaman dahulu beberapa pemuda keturunan bangsawan di suatu negeri, karena takut penganiayaan rajanya, pergi mencari perlindungan ke dalam gua pada sebuah gunung. Di dalam gua inilah mereka membulatkan tekadnya, menghabiskan masa remajanya untuk mengabdi kepada Allah.
Mereka berdoa kepada Allah semoga dilimpahi rahmat dari sisi-Nya. Mereka mengharapkan pengampunan, ketenteraman, dan rezeki dari Allah sebagai anugerah yang besar atas diri mereka. Selain itu, mereka juga memohon agar Allah memudahkan bagi mereka jalan yang benar untuk menghindari godaan dan kezaliman orang-orang kafir dan memperoleh ketabahan dalam menaati Tuhan sehingga tercapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sungguh Allah telah menolong mereka. Ketika raja kafir itu berhasil menemukan jejak mereka pada pintu gua itu, lalu masuk ke dalamnya, maka Allah swt menutup penglihatan mereka sehingga tidak dapat melihat para pemuda tersebut. Oleh karena itu, akhirnya raja memutuskan menutup pintu gua dengan perkiraan bahwa mereka akan mati kelaparan dan kehausan.
Demikian tafsir Surat Al-Kahfi Ayat 1-10 yang berisi peringatan Allah akan pentingnya ilmu Tauhid (mengesakan Allah). Dalam satu hadis disebutkan:
"Barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi." Redaksi lain menyebutkan: "Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat Al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal." (HR Muslim)
4 Jenis Fitnah dan Problema Hidup Manusia yang Digambarkan dalam Surat Al Kahfi, Simak Ya!
Surat Al Kahfi banyak menjelaskan tentang kehidupan manusia dan problemnya. Misalnya, surat ini memberi pelajaran tentang bahaya fitnah yang melanda dan ujian-ujian... | Halaman Lengkap [699] url asal
#fitnah-akhir-zaman #fitnah-dajjal #surat-al-kahfi #keutamaan-surat-al-kahfi #kandungan-surat-al-kahfi
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 15:48
v/7120/
Surat Al Kahfi banyak menjelaskan tentang kehidupan manusia dan problemnya. Misalnya, surat ini memberi pelajaran tentang bahaya fitnah yang melanda dan ujian-ujian manusiadi dunia.Karena itu, rahasia agung di balik sunnah membaca surah al-Kahfi setiap Jumat adalah agar setiap insan harus mampu menginsafi dan mampu menghadapi berbagai jenis fitnah.
Ustaz Muhammad Faishal Fadhli dalam paparan ceramahnya di Jakarta mengungkapkan, yang dimaksud dengan fitnah adalah ujian; ujian terberat dalam kehidupan. Mulai dari fitnah dalam beragama, fitnah harta, fitnah keilmuan, dan fitnah kekuasaan.
"Semua itu dibahas satu per satu dalam surah ini."ungkap dai yang berkhidmat di Kajian Sunah itu.
Berikut uraian penjelasan tentang jenis fitnah dalam Surat Al-Kahfi yang disampaikan Ustaz Muhammad Faishal Fadhli tersebut:
1. Fitnah dalam beragama
Fitnah ini tergambar dalam kisah Ashabul Kahfi (Lihat ayat 9—26). Menceritakan tujuh pemuda yang beriman, melarikan diri ke dalam gua, demi menyelamatkan akidah. 309 tahun lamanya mereka ditidurkan. Ditemani seekor anjing.Kisah ini menjadi salah satu keajaiban yang belum ada duanya sepanjang sejarah manusia. Pesan moralnya: pegang teguhlah agama Allah, karena pertolongan-Nya senatiasa membersamai para hamba beriman.
2. Fitnah harta
Fitnah ini terdapat dalam kisah shahibul jannatain (pemilik dua kebun) anggur yang dikelilingi pohon-pohon kurma sebagai pagarnya. Di antara kedua kebun itu terdapat ladang. Allah alirkan air ke dalamnya.Namun, sang pemilik kebun bersifat congkak, membanggakan kekayaan yang dimiliki. Ia berkata kepada temannya yang beriman tapi miskin, “Ana aktsaru minka maalan wa a’azzu nafaran.” Hartaku lebih banyak dibandingkan hartamu, dan para pengikutku lebih kuat.” (Lihat ayat 32—34).
Bukan hanya itu, si pemilik kebun yang merasa tatanan kebunnya itu luar biasa canggih dan rapi, mengira bahwa aset berharganya bersifat abadi. Lebih parah lagi, ia mengingkari datangnya hari Kiamat. (Lihat ayat 36—37).
Maka, kawannya yang beriman memberinya nasihat dan mengajarinya sebuah doa agar tidak jumawa. Setiap kali masuk kebun, berucaplah, “Maa sya’a Allah. Laa quwwatu illa billah.” (QS. Al-Kahfi: 39)
Kemudian, ending dari kisah ini: Allah menghendaki kebun anggur itu roboh, hancur, binasa. Barulah si pemilik kebun menyesali perbuatannya. (Lihat ayat 42).
Pesan moralnya: Allah memberi kekayaan kepada seseorang bukan dalam rangka memuliakannya, tetapi demi untuk mengujinya; apakah ia akan bersyukur atau berbuat kufur?
3. Fitnah ilmu
Hal ini sebagaimana tersirat dalam kisah Nabi Musa bersama Nabi Khidir ‘alahimas salaam (ayat 60—82).Dalam kitab-kitab tafsir disebutkan, suatu ketika, Nabi Musa ditanya oleh kaumnya, “Adakah yang lebih ‘alim darimu?” Kemudian Nabi Musa menjawab, “Tidak ada.”
Maka dari itu, Allah menegurnya dan memberitahunya bahwa ada seorang hamba yang Allah ridai, dikaruniai pengetahuan yang lebih dalam daripada Musa.
Maka demi mencari ilmu, dengan ditemani seorang pembantu, Nabi Musa rela menempuh perjalanan selama berpuluh-puluh tahun. Al-Quran menyebutnya dengan kata huquba yang dalam bahasa Arab tidak diketahui secara pasti berapa tahun, tapi bisa mencapai angka 80 tahunan.
Dalam kisah ini, Nabi Khidir mempunyai penglihatan dan pengetahuan yang jauh melampaui Musa.
Di antara pesan moralnya: masih ada langit di atas langit. Sehebat apapun Nabi Musa yang berhasil mengalahkan Fir’aun, masih ada Nabi Khidir yang mengetahui banyak hal yang luput dari pengetahuan banyak orang. Ilmu khusus yang Allah berikah kepada Khidir menjadi mukjizat yang membuktikan kenabiannya.
Dalam kisah ini, juga dapat dipetik hikmah: pentingnya perjuangan dan pengembaraan demi ilmu, dan berkhidmat kepada guru.
4. Fitnah kekuasaan
Seringkali, ketika seorang manusia diberi kekuasaan, ia berlaku zalim dan bertindak semena-mena. Bahkan ada yang terlalu melampaui batas sampai mendaku diri sebagai tuhan.Nah, dalam surah al-Kahfi ini, Allah memberikan contoh penguasa yang ideal. Terkumpul dalam dirinya sifat-sifat kebaikan; adil, bijaksana, berpengetahuan luas dan gagah perkasa. Ia bernama Dzulqarnain penguasa dunia yang melegenda. Kisahnya terbentang mulai dari ayat 83 sampai ayat 98.
Ada sebuah teori yang mengaitkan Dzulqarnain dengan Alexander the Great dari Macedonia. Ada pula yang mendukung teori bahwa Dzulqarnain adalah Cyrus Agung dari Persia.
"Apabila dipikir dalam-dalam, nama al-Kahfi untuk surah ini sangat tepat sekali. Bukan hanya karena memuat kisah yang bersangkutan dengannya. Tetapi, menyiratkan pesan bahwa al-Kahfi yang berarti gua, sering menjadi tempat tujuan untuk berlindung dari serangan fisik. Begitu pula surah al-Kahfi. Baginda Nabi sangat menganjurkan agar umatnya membaca surah al-Kahfi sebagai upaya untuk berlindung dengannya dari berbagai jenis bahaya fitnah, terutama fitnah Dajjal,"pungkasnya.
Inilah Hadis tentang Kemunculan dan Fitnah Dajjal
Berikut hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tentang kemunculan dan fitnah Dajjal yang penting diketahui kaum Muslim. Simak ulasannya sebagai berikut. Berikut... | Halaman Lengkap [392] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #hadis #kemampuan-dajjal #misteri-dajjal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 12:46
v/6818/
Berikut hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalamtentang kemunculan dan fitnah Dajjalyang penting diketahui kaum Muslim. Diketahui, bahwa Dajjal adalah seorang laki-laki dari anak cucu Adam as . Muncul di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Keluar dari Timur dari Khurasan.Kemudian ia berjalan di muka bumi, maka ia tidak meninggalkan satu negeri kecuali ia memasukinya, kecuali Masjidil Aqsha , Tursina, Makkah dan Madinah , ia tidak bisa memasukinya; karena malaikat menjaganya.
Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri dalam kitab "Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan keimanan, Dajjalakan turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali, keluar darinya setiap orang kafir dan munafik.
Hadis dari Abdullah bin Umar ra , ia berkata, ‘Kami sedang duduk di sisi Rasulullah SAW, lalu beliau menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan fitnah Ahlaas.
Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah Ahlaas itu?’
Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’
Kemudian fitnah as-Saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk.
Kemudian fitnah Duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan. Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang. Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya. Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau besoknya.’ (HR Ahmad dan Abu Daud).
Fitnah Dajjal
Keluarnya Dajjal adalah fitnah besar disebabkan apa yang Allah SWT ciptakan bersamanya berupa perkara-perkara di luar kebiasan yang besar, yang membingungkan akal.Disebutkan dalam hadis sahih bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Dan sesungguhnya bersamanya ada gunung roti, sungai air.
Dia menyuruh langit (untuk menurunkan hujan) maka turunlah hujan. Menyuruh bumi (untuk menumbuhkan tumbuhan) maka tumbuhlah tumbuhan. Perbendaharan bumi mengikutinya. Melewati bumi dengan kecepatan besar seperti hujan bila dibawa angin.
Dia menetap di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu Jum’at, dan semua harinya seperti hari-hari kita. Kemudian dia dibunuh oleh Isa bin Maryam as di sisi pintu Ludd di Palestina. Wallahu A'lam
Amalan yang Dapat Menyelematkan dari Fitnah Dajjal, Simak di Sini!
Ada amalan yang dapat menyelamatkan kita dari fitnah Dajjal. Amalan ini penting diketahui dan diamalkan umat Islam. apa dan bagaimana amalannya? Berikut penjelasannya:... | Halaman Lengkap [430] url asal
#amalan #dajjal #fitnah-dajjal #perisai-dajjal #doa-terhindar-dari-dajjal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 11:24
v/6739/
Ada amalanyang dapat menyelamatkan kita dari fitnah Dajjal. Amalan ini penting diketahui dan diamalkan umat Islam. Seperti dikabarkan dan Hadis Nubuwah, Dajjal merupakan ujian paling dahsyat yang akan dihadapi umat manusia di akhir zaman sehingga semua Nabi mengingatkan sosok pendusta yang satu ini.Di antara fitnah Dajjalyang masyhur, ia dapat menyesatkan manusia dengan membawa surga dan neraka. Ia dapat berbuat apa saja untuk memperdayai manusia. Dajjal baru tak berkutik saat berhadapan dengan Isa bin Maryam (Nabi Isa 'alaihissalam) yang Allah kembalikan ke dunia untuk membunuhnya di Kota Lod.
Dikutip dari kajian Ustaz Zulkifli Muhammad Ali (UZMA), berikut lima amalan yang dapat menyelamatkan umat muslim dari fitnah Dajjaldi akhir zaman:
1. Memasuki Makkah Madinah dan Masjid Al-Aqsha
Ada empat tempat di muka bumi yang tidak dapat dimasuki Dajjal. Ketika umat muslim memasuki empat tempat ini, maka ia akan selamat dari fitnah Dajjal.Berikut sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam
Artinya: "Dajjal tidak akan memasuki empat masjid: Masjid Ka'bah (Masjidil Haram Makkah), Masjid Rasul (Masjid Nabawi Madinah), Masjid Al-Aqsha' (Palestina), dan Masjid Ath-Thur." (HR Ahmad 5/364)
2. Menghafal 10 Ayat Awal Surat Al-Kahfi Atau 10 Ayat Terakhirnya
Amalan kedua yang dapat menyelamatkan seseorang dari fitnah Dajjal adalah menghafal 10 ayat pertama Surat Al-Kahfi, sebagaimana bunyi Hadis berikut. Dari Abu Darda' radhiyallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:Artinya: "Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal." (HR Muslim 809). Dalam riwayat lain disebutkan: "Dari akhir Surat Al-Kahfi." (HR Muslim 809)
3. Lari ke Gunung-gunung untuk Menjauhi Dajjal
Amalan lain yang dapat dilakukan umat muslim agar selamat dari fitnah Dajjal yaitu lari ke gunung-gunung. Dari Ummu Syariik radhiyallahu 'anha, beliau berkata, "Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:Artinya: "Hendaklah orang-orang lari ke gunung-gunung (untuk mrnghindar) dari Dajjal." (HR Muslim)
4. Meludahi Wajah Dajjal Apabila Bertemu
Dari Abu Umamah berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam membicarakan tentang Dajjal. Beliau bersabda: "Siapa di antara kalian berjumpa dengannya, hendaknya ia meludahi wajahnya." (HR ath-Thabrani)5. Membaca Doa Ini Ketika Tasyahud Akhir Sebelum Salam
Selain 10 ayat dari Surat Al-Kahfi, berikut doa yang dapat dibaca agar diselamatkan dari fitnah Dajjal. Doa ini dibaca ketika Tasyahud Akhir sebelum Salam. Berikut doanya:Allahumma inni a'uudzubika min 'adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid Dajjal.
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari azab jahannam, dari fitnah kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah al-Masih ad-Dajjal." (HR Muslim)
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56