#30 tag 24jam
Kisah Lelaki Nasrani Bertemu Dajjal di Pulau Kecil
Seorang lelaki Nasrani bernama Tamim Ad-Dari, dia yang berbaiat masuk Islam di masa Nabi SAW. Tamim berkisah bahwa dirinya bertemu Dajjal di sebuh pulau kecil di... | Halaman Lengkap [873] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #misteri-dajjal #ciri-ciri-dajjal #kisah-hikmah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 21:11
v/7601/
Seorang lelaki Nasranibernama Tamim Ad-Dari, dia yang berbaiat masuk Islam di masa Nabi shallallahu 'alaihiwasallam. Tamim berkisah bahwa dirinya bertemu Dajjaldi sebuh pulau kecil di antara gugusan pulau-pulau.Cerita tentang sosok Dajjalini dikisahkan dalam Hadis Sunan Abu Dawud No 3767 dalm Bab peperangan besar. Seperti apa kisahnya?
Sebuah hadis, dari Fatimah binti Qais berkata,
"Pada suatu malam pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengakhirkan salat Isya yang akhir, lalu beliau keluar dan bersabda: "Sesungguhnya yang menghalangiku (untuk segera keluar) adalah kisah yang diceritakan Tamim Ad-Dari kepadaku dari seorang laki-laki yang berada di sebuah pulau dari gugusan pulau-pulau." (HR Abu Dawud)
Sebelum bertemu dengan Dajjal, Tamim Ad-Dari mengaku bertemu dengan Al-Jasasah, makhluk berbulu (berambut) lebat. Imam Nawawi mengatakan dinamakan Al-Jassasah dikarenakan binatang itu ditugaskan untuk tajasssus atau memata-matai dan menyelidiki untuk mencari berbagai berita yang akan diberikan kepada Dajjal.
Tamim Ad-Dari berkata: "Saat itu tiba-tiba ada seorang makhluk berambut panjang mengaku bernama Jasasah." Tamim selanjutnya bertanya, "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Jasasah. Pergilah kamu ke istana itu." Tamim berkata, "Aku pun mendatanginya, ternyata di sana ada seorang laki-laki berambut panjang yang terikat dengan sebuah rantai. Tingginya menjulang antara langit dan bumi.
Aku kemudian bertanya: "Siapa kamu?" Ia menjawab, "Aku adalah Dajjal ." Apakah telah ada seorang Nabi buta huruf yang diutus?" Aku menjawab, "Ya." Ia kembali bertanya, "Apakah orang-orang mentaatinya atau mengingkarinya?" Aku menjawab, "Orang-orang mentaatinya." Ia berkata, "Itu yang lebih baik bagi mereka."
Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai dari sholatnya, beliau duduk sambil tertawa, beliau bersabda: "Hendaklah setiap orang tetap di tempat salatnya (duduk)." Kemudian beliau melanjutkan sabdanya: "Apakah kalian tahu, kenapa aku kumpulkan kalian di sini?" Para sahabat, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."
Beliau bersabda: "Aku kumpulkan kalian bukan atas sesuatu yang membuat takut atau senang, namun aku kumpulkan kalian adalah karena Tamim Ad-Dari, seorang lelaki Nashrani yang datang dan berbaiat masuk Islam, menceritakan kepadaku sebuah kisah yang mirip dengan cerita yang pernah aku ceritakan kepada kalian tentang Dajjal.
Ia ceritakan kepadaku bahwasanya ia pernah menaiki sebuah perahu bersama 30 laki-laki dari kaum Lakhm dan Judzam. Mereka kemudian diombang-ambingkan oleh ombak selama satu bulan di tengah laut, sampai akhirnya mereka menepi ke sebuah pulau saat matahari terbenam.
Mereka lantas duduk di sisi kapal mereka, setelah itu mereka bergegas memasuki pulau tersebut hingga akhirnya bertemu dengan binatang melata besar dan berbulu lebat. Mereka berkata, "Celaka engkau, siapa kamu ini!" binatang itu menjawab: "Aku adalah Al-Jasasah."
Temuilah laki-laki yang ada dalam sebuah gua, karena ia sangat berkeinginan untuk mendengar berita dari kalian." Tamim berkata: "Saat ia menyebut laki-laki, maka kami ketakutan jikalau dia adalah setan lalu kami cepat pergi hingga memasuki gua tersebut. Dan ternyata di dalamnya terdapat manusia yang paling besar yang pernah kami lihat, talinya sangat kuat, dan tangannya menyatu dengan leher (terikat dengan rantai)."
Lalu perawi menyebutkan hadits tersebut dengan lengkap. Manusia besar (Dajjal) itu bertanya kepada mereka tentang Nakhl Baisan (nama tempat dekat Yordania), mata air Zughar (nama tempat di Syam) dan seorang Nabi yang buta huruf. Manusia besar itu berkata, "Aku adalah Al-Masih Dajjal, dan hampir-hampir aku mendapat izin untuk segera keluar."
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesunggunya ia (Dajjal) berada di laut Syam atau laut Yaman. Bahkan ia akan muncul dari arah timur tempat ia berasal -beliau ucapkan hingga dua kali seraya menunjuk ke arah Timur.
Fitnah Besar Jelang Kiamat
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bercerita tentang fitnah besar di akhir zaman. Beliau bercerita panjang lebar seputar fitnah hingga beliau menyebutkan tentang fitnah Al-Ahlaas (الْأَحْلَاسِ)."Seorang laki-laki lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, apa itu fitnah Al-Ahlaas (الْأَحْلَاسِ)?" Beliau menjawab: "Adanya permusuhan dan peperangan, kemudian fitnah kesenangan yang asapnya muncul dari bawah kedua kaki seorang laki-laki ahli baitku. Ia mengaku berasal dari keturunanku, padahal bukan."
"Wali-waliku hanya orang-orang yang bertakwa. Kemudian orang-orang akan berdamai pada seorang laki-laki layaknya pangkal paha yang bertumpuk di tulang rusuk (kesepakatan yang semu). Kemudian akan muncul fitnah seorang yang buta (dengan kekuasaan), tidak seorang pun dari umat ini kecuali ia akan mendapat satu tamparan di mukanya (bencana kerusakan darinya)."
"Ketika fitnah itu telah dianggap usai, namun fitnah tersebut justru berkelanjutan. Seorang laki-laki yang paginya beriman menjadi kafir di waktu sore, sehingga manusia akan menjadi dua kelompok; sekelompok orang yang beriman dan tidak ada kemunafikan dalam keimanannya, dan sekelompok orang yang penuh kemunafikan dan tidak ada keimanan padanya. Jika kondisi kalian sudah begitu, maka tunggulah munculnya Dajjal pada hari itu atau keesokan harinya." (Sunan Abu Dawud No 3704)
Salah satu tipu daya Dajjal diterangkan dalam Hadis dari Hudzaifah berkata, "Aku adalah orang yang paling tahu tentang (kapan munculnya) Dajjal. Sesungguhnya Dajjal mempunyai lautan dari air dan sungai dari api. Apa yang kalian lihat sebagai api sebenarnya adalah air, dan apa yang kalian lihat sebagai air sebenarnya adalah api. Maka, siapa dari kalian yang mendapati hal itu dan ingin minum, hendaklah ia minum (air) yang berupa api dalam pandangannya, sebab ia akan mendapatkan air yang sesungguhnya." Abu Mas'ud Al Badri berkata, "Demikianlah aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengatakannya." (Sunan Abu Dawud No 3760)
Demikian kisah tentang Dajjal dan fitnah besar di akhir zaman. Semoga Allah berkenan menyelamatkan kita dari fitnah besar ini. Wallahu A'lam
Inilah Wanita-wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal, Siapa Saja Mereka?
Dalam kitab hadis akhir zaman banyak diriwayatkan bahwa para pengikut dajjal yang paling banyak ternyata adalah kaum wanita. Bagaimana ciri-ciri wanita pengikut... | Halaman Lengkap [555] url asal
#dajjal #fitnah-dajjal #pengikut-dajjal #ciri-perempuan-pengikut-dajjal #ciri-ciri-dajjal
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 17/10/25 05:15
v/6323/
Dalam kitab hadis akhir zamanbanyak diriwayatkan bahwa para pengikut dajjal yang paling banyak ternyata adalah kaum wanita. Bagaimana ciri-ciri wanita pengikut Dajjalini?Disepakati ulama juga bahwa kemunculan dajjal pada hari kiamat adalah salah satu puncak kemunculan fitnah paling besardalam kehidupan sejarah manusia . Mayoritas manusia di saat kemunculan dajjal adalah tertipu oleh makhluk yang mengaku tuhan itu.
Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda,
“Kebanyakan pengikut Dajjal, adalah orang yahudi dan kaum wanita” (HR. Ahmad).
Dalam hadis lain juga disebutkan:
"Dajjal akan turun ke Mirqonah (nama sebuah lembah) dan mayoritas pengikutnya adalah kaum wanita, sampai-sampai ada seorang yang pergi ke isterinya, ibunya, putrinya, saudarinya dan bibinya kemudian mengikatnya karena khawatir keluar menuju Dajjal”. (HR. Ahmad).
Maka dari itu, bersiap-siaplah, perbanyak tabungan amal, sedikitkan melakukan hal-hal yang tak bermanfaat. Jangan jadikan diri ini sebagai perajut maksiat, ataupun salah satu penyebab dekatnya akhir zaman.
Intinya, munculnya Dajjal menjadi pertanda besar akhir zaman yang tandanya sudah sampai pada ciri-ciri hari kiamat yang nyata.
Antara lain ciri-ciri wanita yang terkena tipu daya Dajjal di akhir zaman adalah :
1. Tabarruj dan suka pamer
Tabarruj adalah perempuan yang suka memamerkan atau melihatkan ‘perhiasaan mereka’. Suka dan terlena dengan dunia dan bersenang-senang karena dorongan hawa nafsu dunia yang besar. Melupakan dan berpaling dari akhirat.2. Berpakaian tapi telanjang
Yaitu perempuan yang berpakaian ketat, membentuk dan menonjolkan lekuk tubuh, mengenakan bahan pakaian yang tipis dan transparan serta pakaian yang tidak menutup auratnya dengan baik. Sementara perempuan dalam Islam diwajibkan untuk menutup auratnya.3. Kufur kepada suami
Masih sering mengumpat dan tidak bersyukur kepada suami atas apa yang telah diberikan. Padahal kewajiban perempuan setelah menikah itu harus taat pada suami, memperlakukan suami dengan baik dan menjaga kehormatan suami.4. Wanita yang meninggalkan salat
Perempuan yang sering meninggalkan salat dan mengacuhkan seruan adzan maka termasuk pada pengikut dajjal sebagai penghuni neraka. Tidak hanya untuk wanita saja, namun juga untuk laki-laki.5. Wanita yang membaca Al-Qur'an hanya sampai kerongkongan
Maksudnya adalah perempuan yang rajin membaca Al-Qur'an, namun hanya sebatas membaca saja dan tidak meresapinya ke dalam hati. Sehingga menunjukkan wanita yang gemar membaca Al-Qur'an namun akhlaknya tidak terpuji dan masih saja melakukan perbuatan tercela.6. Wanita yang mengabaikan fitnah Dajjal
Yaitu perempuan yang tidak takut dengan kedatangan dajjal dan tidak memohon perlindungan kepada Allah dari fitnah Dajjal.Ia tidak peduli dengan fitnah dajjal dan orang seperti inilah yang disukai Dajjal untuk menjadi pengikutnya.
7. Wanita yang murtad
Wanita yang memilih untuk keluar dari menganut agama Islam karena berbagai sebab dan faktor maka kelak akan termasuk pada golongan dari pengikut dajjal. Jika tidak ingin menjadi bagian dari golongan ini pada akhir zaman maka perkuatlah iman dan memintalah kepada Allah agar terbebas dari fitnah Dajjal.Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah diangkatnya ilmu, merebaknya kebodohan, merajalelanya perzinahan, merajalelanya khamar (minuman keras atau alkohol), sedikitnya jumlah laki-laki, banyaknya jumlah wanita sehingga limapuluh wanita dipimpin oleh satu orang laki-laki”. (HR. Bukhari)
Dengan begitu, agar muslimah bisa membentengi diri dari fitnah dan tipu daya dajjal, maka haruslah terus menuntut, belajar, dan mengamalkan ilmu agama agar tidak terbodohi oleh perangkap dajjal yang fitnahnya sudah bisa dirasakan saat ini. Jadilah muslimah yang terus beramal saleh dan mendekatkan diri dalan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Ta'ala. Wallaahu A’lam.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56