#30 tag 24jam
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Bagi umat Islam, Hari Asyura atau 10 Muharram cukup istimewa dan memiliki banyak keutamaan, termasuk anjuran melakukan amalan-amalannya. Simak ulasan dan penjelasannya... | Halaman Lengkap [354] url asal
#hari-asyura #keutamaan-hari-asyura #amalan-hari-asyura #hadis-nabi #bulan-muharram
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/06/26 13:15
v/253215/
Bagi umat Islam, Hari Asyuraatau 10 Muharram cukup istimewa dan memiliki banyak keutamaan, termasuk anjuran melakukan amalan-amalannya.Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini.
Berdasarkan jadwal pemerintah, Hari Asyura atau 10 Muharram 1448 Hijriah, jatuh pada Kamis 25 Juni 2026. Seperti diketahui, di dalam bulan Muharamterdapat hari yang sangat istimewa yang dikenal dengan 'Asyura (10 Muharam).
Ada beberapa hadis turunan yang menganjurkan seseorang untuk beramal baik pada hari 'Asyura . Berikut penjelasannya:
Kumpulan Hadis tentang Amalan Hari Asyura :
1. Mengerjakan Puasa Sunnah Hari Asyura
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:Artinya: "Puasa hari 'Asyura aku berharap Allah akan menghapuskan dosa selama setahun." (HR Muslim)
Hadis ini telah diriwayatkan Abi Qatadah dari Rasulullah dengan jalur sanad diriwayatkan selanjutnya oleh Abdullah bin Ma'bad az-Zamani kepada Ghaylan bin Jarir kepada Hamad bin Zayd. Imam Muslim menshahihkan hadis ini.
Terkait dengan dosa yang dimaksud dalam hadis tersebut, maka Imam Nawawi menjelaskannya dalam Kitab Al Minhaj syarah Shahih Muslim Ibnu Hajar, bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa kecil. Adapun utang piutang, harta orang yang termakan tidak bisa ditebus dengan puasa sunah bulan muharram.
2. Mengerjakan Puasa Tasu'a 9 Muharam
Mengenai puasa ini, Ibnu Abbas meriwayatkan:Artinya: "Berpuasalah satu hari sebelumnya dan satu hari sesudahnya (10 Muharam) dan selisihilah tradisi orang-orang Yahudi." Hadis ini disahihkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal pada No Hadis 2154.
Hadis ini muncul saat Rasulullah ﷺ pertama kali berhijrah ke Madinah dan mendapati kebiasaan penduduk Yahudi Madinah yang berpuasa pada setiap tanggal 10 Muharram. Dengan demikian, umat Islam dianjurkan menambah satu hari sebelumnya yaitu Tasu'a, atau tanggal 9 Muharram. Atau boleh juga menambahnya pada hari 11 Muharam.
3. Memperbanyak Sedekah
Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:Artinya: "Barang siapa yang melapangkan bagi keluarganya pada Hari 'Asyura , niscaya Allah akan melapangkan baginya kelapangan (rezeki) selama setahun."
Menyambut bulan Muharram, kita diperintahkan meluaskan belanja sehari-hari untuk bersedekah, membantu anak-anak yatim dan membantu nafkah keluarga. Namun, semua itu hendaknya dilakukan dengan keikhlasan semata-mata mengharap keridhaan Allah. Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang meluaskan pemberian untuk keluarganya atau ahlinya, Allah akan meluaskan rezeki bagi orang itu dalam seluruh tahunnya." (HR Al-Baihaqi)
9 Hadis tentang Pernikahan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Ada beberapa hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang pernikahan yang penting diketahui kaum Muslim. Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini: Ada beberapa... | Halaman Lengkap [626] url asal
#hadis-pernikahan #pernikahan-dalam-islam #anjuran-menikah #nikah-di-bulan-baik #hadis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 04/06/26 12:25
v/239771/
Ada beberapa hadis NabiShallallahu Alaihi Wassalam tentang pernikahan yang penting diketahui kaum Muslim. Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini:Pernikahan adalah fitrah manusia , maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan ‘aqad nikah (melalui jenjang pernikahan), bukan dengan cara yang amat kotor dan lain sebagainya yang telah menyimpang dan diharamkan oleh Islam.
Berikut beberapa hadis Rasulullah tentang pernikahan yang perlu diketahui :
Hadis ke-1:
Abdullah Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda pada kami: "Wahai generasi muda, barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu."Muttafaq Alaihi.Hadis ke-2
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam setelah memuji Allah dan menyanjung-Nya bersabda: "Tetapi aku salat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barangsiapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk ummatku." Muttafaq Alaihi.Hadis ke-3 :
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda: "Nikahilah perempuan yang subur dan penyayang, sebab dengan jumlahmu yang banyak aku akan berbangga di hadapan para Nabi pada hari kiamat." Riwayat Ahmad. Hadis shahih menurut Ibnu Hibban.Hadis ke-4 :
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." Muttafaq Alaihi dan Imam Lima.Hadis ke-5 :
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bila mendoakan seseorang yang nikah, beliau bersabda: "Semoga Allah memberkahimu dan menetapkan berkah atasmu, serta mengumpulkan engkau berdua dalam kebaikan." Riwayat Ahmad dan Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban .Hadis ke-6 :
Dari Jabir bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu melamar perempuan, jika ia bisa memandang bagian tubuhnya yang menarik untuk dinikahi, hendaknya ia lakukan." Riwayat Ahmad dan Abu Dawud dengan perawi-perawi yang dapat dipercaya. Hadis shahih menurut Hakim.Hadis ke-7 :
Menurut riwayat Muslim dari Abu Hurairah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah bertanya kepada seseorang yang akan menikahi seorang wanita: "Apakah engkau telah melihatnya?" Ia menjawab: Belum. Beliau bersabda: "Pergi dan lihatlah dia."Hadis ke-8 :
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seseorang di antara kamu melamar seseorang yang sedang dilamar saudaranya, hingga pelamar pertama meninggalkan atau mengizinkannya." Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Bukhari.Hadis ke-9 :
Dari Amir Ibnu Abdullah Ibnu al-Zubair, dari ayahnya Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebarkanlah berita pernikahan." Riwayat Ahmad. Hadits shahih menurut Hakim.Dan yang perlu diketahui juga bahwa tujuan pernikahan di antaranya adalah untuk memperoleh keturunan yang saleh, untuk melestarikan, dan mengembangkan bani Adam. (Baca juga : Tabdzir dan Isrof, Sikap Tercela yang Harus Dijauhi Muslimah )
Firman Allah ‘Azza wa Jalla:
أَفَبِالْبَاطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ اللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ
“Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau isteri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (An-Nahl : 72)
Selain itu, pernikahan bukan hanya sekadar memperoleh anak, tetapi berusaha mencari dan membentuk generasi yang berkualitas, yaitu mencari anak yang saleh dan bertaqwa kepada Allah.
Tentunya keturunan yang saleh tidak akan diperoleh melainkan dengan pendidikan Islam yang benar. Oleh karena itu, suami maupun isteri bertanggung jawab untuk mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar, sesuai dengan agama Islam.
Intinya, tentang tujuan pernikahan, Islam juga memandang bahwa pembentukan keluarga itu sebagai salah satu jalan untuk merealisasikan tujuan-tujuan yang lebih besar yang meliputi berbagai aspek kemasyarakatan yang akan mempunyai pengaruh besar dan mendasar terhadap kaum muslimin dan eksistensi umat Islam.
Inilah Hadis Tentang Keutamaan Hari Arafah, Simak Penjelasannya di Sini!
Banyak keutamaan di Hari Arafah yang dijelaskan dalam Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Apa dan bagaimana bunyi hadisnya tersebut? Banyak keutamaan di Hari... | Halaman Lengkap [280] url asal
#wukuf-di-arafah #hadis-rasulullah #amalan-hari-arafah #hari-arafah #doa-hari-arafah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 26/05/26 08:48
v/232137/
Banyak keutamaan di Hari Arafahyang dijelaskan dalam Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Apa dan bagaimana bunyi hadisnya tersebut?Dalam buku "Shifatul Hajji wal Umrati wa Ahkamish Shalati fi Masjidin Nabawi" yang dalam edisi Indonesia menjadi "Tata Cara Haji, Umrah dan Hukum Shalat di Masjid Nabawi" karya Yusuf bin Abdullah bin Ahmad Al-Ahmad disebutkan beberapa nash yang menunjukkan keutamaan Hari Arafah tersebut..
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Haji adalah Arafah. (HR Ahmad)
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari (siksa) Neraka selain hari Arafah. Dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman, ‘Apa yang mereka kehendaki?‘” (HR Muslim)
Nabi Muhammad SAW bersabda:
Yang paling utama aku ucapkan, juga yang diucapkan oleh para nabi pada sore hari Arafah adalah, ‘Tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu’. [HR. Malik dan lainnya, shahih].
Dia di sisi lain, Yusuf bin Abdullah bin Ahmad Al-Ahmad mengingatkan 4 hal sebagai berikut:
1. Hendaknya setiap jemaah haji yakin bahwa dirinya benar-benar berada di wilayah Arafah. Batasan-batasan Arafah itu dapat diketahui dengan spanduk-spanduk besar yang ada di sekeliling Arafah.
2. Masjid Namirah tidak semuanya berada di wilayah Arafah, tetapi sebagiannya berada di wilayah Arafah (bagian belakang masjid), dan sebagian lain berada di luar Arafah (bagian depan masjid).
3. Sebagian orang mengira jika jabal (bukit) Arafah (biasa disebut jabal Rahmah) memiliki keutamaan. Ini adalah tidak benar.
4. Sebagian jemaah haji tergesa-gesa, sehingga keluar dari Arafah menuju Muzdalifah sebelum tenggelamnya matahari. Ini adalah salah. Yang wajib adalah tinggal di Arafah hingga tenggelamnya matahari.
Selain Al Quran, Inilah 5 Hadis Tentang Perintah Haji
Selain dari Al Quran, perintah mengenai haji serta tuntunannya ditemukan dalam banyak hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam. Berikut ulasannnya. Selain dari Al... | Halaman Lengkap [362] url asal
#hadis-nabi #haji #ibadah-haji #hadis #haji-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 05/05/26 08:41
v/211179/
Selain dari Al Quran, perintah mengenai haji serta tuntunannya ditemukan dalam banyak hadis NabiShallallahu Alaihi Wassalam.Sejumlah hadis perihal haji mengandung keterangan tentang cara Rasulullah Shallalahu Alaihi Wassalam melakukanibadah haji. Berikut ini beberapa bagian hadis tentang haji:
1. Hadis tentang haji sebagai rukun Islam
Hadis dari Ibnu ‘Umar menegaskan bahwa haji merupakan salah satu rukun Islam, sehingga wajib bagi umat Islam yang mampu melaksanakannya. Nabi Muhammad SAW bersabda:“Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, berhaji, dan berpuasa di bulan Ramadan.” (HR. Bukhari no. 8 dan Muslim no. 16)
2. Hadis tentang perintah haji
Dalam sebuah hadis mutawatir, Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menyampaikan kewajiban haji, namun dengan penjelasan bahwa ibadah ini tidak harus dilakukan setiap tahun:“Rasulullah SAW pernah berkhutbah di tengah-tengah kami. Beliau bersabda, ‘Wahai sekalian manusia, Allah telah mewajibkan haji bagi kalian, maka berhajilah.’ Lantas ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun (kami mesti berhaji)?’ Beliau lantas diam, hingga orang tadi bertanya sampai tiga kali. Rasulullah SAW kemudian bersabda, ‘Seandainya aku mengatakan ‘iya’, tentu haji akan diwajibkan bagi kalian setiap tahun, dan belum tentu kalian sanggup.’” (HR. Muslim no. 1337)
3. Hadis tentang segera melaksanakan haji bagi yang mampu
Rasulullah SAW menganjurkan untuk tidak menunda pelaksanaan haji jika sudah memiliki kemampuan. Beliau bersabda:“Barangsiapa hendak melaksanakan haji, hendaklah segera ia lakukan, karena terkadang seseorang itu sakit, binatang (kendaraannya) hilang, atau adanya suatu hajat yang menghalangi.”
4. Hadis peringatan bagi yang mampu tetapi tidak berhaji
Rasulullah SAW memperingatkan keras orang yang sudah mampu namun lalai menunaikan haji:“Siapa saja mati (sebelum mengerjakan haji) tanpa terhalangi oleh kebutuhan yang nyata, penyakit yang menghambat, ataupun penguasa yang zalim, bolehlah ia memilih mati sebagai seorang Yahudi atau Nasrani.”
Hadis-hadis ini menegaskan kewajiban, urgensi, dan konsekuensi terkait ibadah haji, khususnya bagi mereka yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakannya.
Perintah haji dan umrah adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Haji tidak hanya mencerminkan ketaatan, tetapi juga menjadi simbol persatuan umat Islam. Sebagai Muslim, kita hendaknya mempersiapkan diri untuk memenuhi panggilan Allah ini dengan niat ikhlas dan kemampuan yang memadai.
Inilah Dalil Naqli Ibadah Haji dalam Beberapa Surat Al Quran dan Hadis Nabi SAW
Sebagai salah satu ibadah wajib yang termasuk ke dalam Rukun Islam, terdapat beberapa dalil yang mengharuskan umat Islam menjalankan ibadah Haji. Sebagai salah... | Halaman Lengkap [323] url asal
#ayat-ayat-al-quran #surat-surat-al-quran #hadis-nabi #ibadah-haji #haji-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 27/04/26 09:45
v/203568/
Sebagai salah satu ibadah wajib yang termasuk ke dalam Rukun Islam, terdapat beberapa dalil yang mengharuskan umat Islam menjalankan ibadah Haji.Dalil Naqli Ibadah Haji tercantum dalam Al Quran dan Hadis :
1. Surat Ali Imran ayat 97,
Allah SWT berfirman :Artinya : "Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." (QS Ali-Imran : 27)
Dalam tafsir Al-Muyassar, disebutkan bahwa pada Baitullah ini terdapat bukti-bukti nyata bahwa ia dibangun oleh tangan Ibrahim dan sesungguhnya Allah telah mengagungkan dan memuliakannya. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas orang yang mampu dari kalangan manusia dimanapun berada untuk mendatangi Baitullah ini untuk melaksanakan manasik haji.
Sehingga bagi siapapun yang mengingkari kewajiban haji, maka dia dinyatakan kafir. Sesungguhnya Allah Maha kaya tidak membutuhkannya.
2. Surat Al Hajj ayat 27
Perintah haji juga disebutkan dalam Al Qur'an surat Al Hajj ayat 27. Sebagaimana Allah SWT Berfirman :Artinya : "Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh." (QS Al-Hajj : 27)
3. Hadis Nabi SAW
Selain dalam Al Qur'an terdapat pula hadits yang mengandung perintah untuk haji. Dari Ibnu Umar, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Islam itu didirikan atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, puasa pada bulan Ramadan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah bagi yang mampu melakukannya." (HR. Muttafaq 'alaih)
Dalam rangkaian ibadahnya sendiri, haji memiliki rukun haji dan wajib haji. Jika rukun haji ditinggalkan, ibadahnya dianggap tidak sah. Dan jika jemaah tidak melaksanakan wajib haji, ibadahnya tetap sah, tapi ia harus membayar dam atau denda.
Ayat Al Quran dan Hadis Tentang Dalil Ibadah Umrah
Dalil tentang umrah terdapat dalam ayat suci Al-Quran dan hadis-hadis Nabi. Dalil-dalil tersebut menunjukkan, umrah sebagai ibadah yang dianjurkan bahkan ada ulama... | Halaman Lengkap [298] url asal
#umrah-dan-haji #umrah #ayat-ayat-al-quran #hadis
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 21/04/26 16:15
v/198056/
Dalil tentang umrahterdapat dalam ayat-ayat Al-Qurandan hadis-hadis Nabi. Dalil-dalil tersebut menunjukkan, umrah sebagai ibadah yang dianjurkan bahkan ada ulama yang mewajibkan untuk ditunaikan oleh umat Islam.Bagi umat Islam, ibadah umrah bisa menjadi salah satu solusi melaksanakan ibadah ke Baitullah ketika masa tunggu haji yang masih terlalu lama. Di Indonesia, waktu tunggu haji reguler mencapai 11-47 tahun. Di sisi lain, untuk haji khusus atau ONH Plus, masa tunggu dari 5-9 tahun.
Dalil-dalil Tentang Umrah
Dalil tentang umrah terdapat dalam ayat suci Al-Qur'an dan hadis-hadis Nabi. Dalil-dalil tersebut menunjukkan, umrah sebagai ibadah yang dianjurkan untuk ditunaikan umat Islam. Berikut ini dalil umrah beserta artinya:1. Ayat-ayat Al Quran
Wa atimmul-ḥajja wal-‘umrata lillāh(i).
Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah," (Al-Baqarah [2]: 196).
Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā'irillāh(i), faman ḥajjal-baita awi‘tamara falā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa‘a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm(un).
Artinya: "Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar [agama] Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui," (QS. Al-Baqarah [2]: 158).
2. Hadis Umrah
Artinya: “Umrah hukumnya wajib, seperti wajibnya haji, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana,” (HR. Anas bin Malik).
Artinya: “Dari satu umrah ke umrah yang lainnya [berikutnya] menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasan baginya, kecuali surga,” (HR. Muslim).
Artinya: “Nabi Muhammad saw pernah ditanya perihal umrah, apakah ia wajib? Rasulullah menjawab, ‘Tidak, namun jika engkau berumrah, itu lebih baik bagimu,’” (HR. At-Tirmidzi).
Dalil Hadis Tentang Anjuran Puasa Sunnah di Bulan Zulkaidah
Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalan tentang anjuran melaksanakan puasa sunnah di awal Bulan Zulkaidah ini penting diketahui umat Muslim. Zulkaidah sendiri termasuk... | Halaman Lengkap [373] url asal
#hadis #zulkaidah #keutamaan-zulkaidah #puasa-sunnah
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 19/04/26 16:17
v/195971/
Hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalan tentang anjuran melaksanakan puasa sunnahdi awal Bulan Zulkaidah ini penting diketahui umat Muslim. Zulkaidah sendiri termasuk salah satu bulan haram (bulan yang dimuliakan), bersama Rajab, Ramadan dan Zulhijjah.Dari hadis yang diriwayatkan Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhu dalam Lathoif Al Ma'arif:"Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulan haram, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanya akan lebih besar, dan amalan saleh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak".
Mengenai anjuran berpuasa di bulan Zulkaidah (bulan haram) ini dikemukakan dalam satu Hadis Nabi yang diriwayatkan Abu Dawud: Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad dari Sa'id Al Jurairi, dari Abu As Salil dari Mujibah Al Bahili, dari ayahnya atau pamannya bahwa ia datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian pergi. Kemudian ia datang kepada beliau setelah satu tahun, dan keadaan serta penampilannya telah berubah.
Kemudian ia berkata; wahai Rasulullah , apakah engkau mengenalku? Beliau berkata: "Siapa kamu?" Ia berkata; saya adalah Al Bahili yang telah datang kepada engkau pada tahun pertama. Beliau berkata: "Apakah yang telah mengubahmu? Dahulu penampilanmu baik." Ia berkata; saya tidak makan kecuali pada malam hari semenjak saya berpisah dengan engkau.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Kenapa engkau menyiksa dirimu?" Kemudian Nabi berkata: "Berpuasalah pada bulan yang penuh kesabaran (Ramadhan), dan satu hari setiap bulan." Ia berkata; tambahkan untukku, karena sesungguhnya saya kuat.
Beliau bersabda: "Berpuasalah dua hari!" Ia berkata; tambahkan untukku!
Beliau bersabda: "Berpuasalah tiga hari!"
Ia berkata; tambahkan untukku! Beliau bersabda: "Berpuasalah sebagian dari bulan hurum (Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah dan Muharram)." Beliau mengatakannya dengan memberi isyarat menggunakan ketiga jari-jarinya, beliau menggenggamnya kemudian membukanya. (Hadis Sunan Abu Dawud No. 2073)
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Kecuali amalan Puasa . Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi". (HR. Muslim No. 1151)
Penjelasan Hadis tentang Kemunculan dan Fitnah Dajjal
Hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tentang kemunculan dan fitnah Dajjal ini penting diketahui kaum Muslim. Simak penjelasannya berikut ini : Hadis Nabi Shalallahu... | Halaman Lengkap [395] url asal
#hadis #fitnah-dajjal #dajjal #fitnah-akhir-zaman #hadis-fitnah-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 08/04/26 11:22
v/184914/
Hadis Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam tentang kemunculan dan fitnah Dajjalini penting diketahui kaum Muslim. Simak penjelasannya berikut ini :Diketahui, bahwa Dajjaladalah seorang laki-laki dari anak cucu Adam as. Muncul di akhir zaman dan mengaku memiliki sifat rububiyah. Keluar dari Timur dari Khurasan.
Kemudian ia berjalan di muka bumi, maka ia tidak meninggalkan satu negeri kecuali ia memasukinya, kecuali Masjidil Aqsha , Tursina, Makkah dan Madinah , ia tidak bisa memasukinya; karena malaikat menjaganya.
Menurut Syaikh Muhammad bin Ibrahim At-Tuwaijri dalam kitab "Ringkasan Fiqih Islam Bab:Tauhid dan keimanan, Dajjal akan turun di danau asin, maka kota Madinah bergetar tiga kali, keluar darinya setiap orang kafir dan munafik.
Hadis dari Abdullah bin Umar ra , ia berkata, ‘Kami sedang duduk di sisi Rasulullah SAW, lalu beliau menyebutkan fitnah, beliau banyak menyebutnya sehingga menyebutkan fitnah Ahlaas.
Ada yang bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah fitnah Ahlaas itu?’
Beliau menjawab, ‘Ia adalah lari dan perang.’
Kemudian fitnah as-Saraa, asapnya dari bawah dua kaki seorang laki-laki dari ahli baitku. Dia mengaku bahwa dia dariku dan dia bukanlah dariku, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasihku) adalah orang-orang yang bertakwa. Kemudian manusia berdamai di atas seorang laki-laki seperti pinggul di atas tulang rusuk.
Kemudian fitnah Duhaima yang tidak membiarkan seseorang dari umat ini kecuali menamparnya satu tamparan. Apabila dikatakan: berakhir fitnah tersebut malah semakin panjang. Jadilah pada saat seseorang pagi hari beriman dan sore hari menjadi kafir sehingga jadilah manusia ke kemah-kemah, kemah iman yang tidak ada kemunafikan padanya dan kemah nifak yang tidak ada iman padanya. Apabila sudah seperti itu, maka tunggulah Dajjal dari harinya atau besoknya.’ (HR Ahmad dan Abu Daud).
Fitnah Dajjal
Keluarnya Dajjal adalah fitnah besar disebabkan apa yang Allah SWT ciptakan bersamanya berupa perkara-perkara di luar kebiasan yang besar, yang membingungkan akal.Disebutkan dalam hadis sahih bahwa bersamanya ada surga dan neraka. Nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Dan sesungguhnya bersamanya ada gunung roti, sungai air.
Dia menyuruh langit (untuk menurunkan hujan) maka turunlah hujan. Menyuruh bumi (untuk menumbuhkan tumbuhan) maka tumbuhlah tumbuhan. Perbendaharan bumi mengikutinya. Melewati bumi dengan kecepatan besar seperti hujan bila dibawa angin.
Dia menetap di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti satu bulan, satu hari seperti satu Jum’at, dan semua harinya seperti hari-hari kita. Kemudian dia dibunuh oleh Isa bin Maryam as di sisi pintu Ludd di Palestina. Wallahu A'lam
Kumpulan Hadis Nabi SAW Tentang Huruhara Akhir Zaman
Kumpulan hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam tentang kedahsyatan fitnah akhir zaman ini penting diketahui umat Muslim. Simak ulasannya berikut ini.... | Halaman Lengkap [2,204] url asal
#hadis-nabi #zaman-fitnah #hadis-fitnah-akhir-zaman #fitnah-akhir-zaman #fenomena-akhir-zaman
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/04/26 16:13
v/184074/
Kumpulan hadis Nabi MuhammadShallallahu Alaihi Wassalam tentang kedahsyatan fitnah akhir zamanini penting diketahui umat Muslim. Simak ulasannya berikut ini.Saat ini, dunia sedang berada pada akhir zaman yang dipenuhi banyak fitnah (ujian) dan cobaan. Kata fitnah sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu al-Fitnati (الفِتْنَةُ) yang artinya ujian dan cobaan.
Banyak Hadis mengabarkan tentang maraknya fitnah yang merupakan pertanda dekatnya hari Kiamat. Di antaranya, singkatnya waktu, kebakhilan yang merajalela, perselisihan, pembunuhan, peperangan, kemungkaran, maksiat terang-terangan, menyebarnya berita bohong dan lainnya.
Dalam satu riwayat, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: "Tidaklah akan tersisa dari dunia ini melainkan cobaan dan fitnah." (HR Ibnu Majah)
Adapun fitnah terbesar yang akan dialami manusia pada akhir zaman adalah fitnah Dajjal. Semoga Allah melindungi kita dari keburukan fitnah ini. Salah satu bahaya fitnah dapat menimbulkan kesengsaraan. Termasuk menyebarkan berita dusta atau bohong atau mengada-ngada yang kemudian merugikan orang lain.
kumpulan Hadis tentang Fitnah Akhir Zaman:
1. Dicabutnya Ilmu dan Banyaknya Pembunuhan
Artinya: "Zaman akan semakin dekat, dicabutnya ilmu, akan timbul fitnah-fitnah, dimasukkan (ke dalam hati) sifat kikir dan akan banyak al-Harj, mereka (para sahabat) bertanya: "Apakah al-Harj wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Pembunuhan". (HR Al-Bukhari dan Muslim)
2. Berbicara Tidak pada Tempatnya
Artinya: "Tidaklah engkau berbicara dengan suatu kaum seuatu perkataan yang tidak bisa dipahami oleh akal mereka kecuali akan menjadi (menimbulkan) fitnah bagi sebagian dari mereka." (HR Muslim)
3. Pendusta Dipercaya dan Orang Bodoh Mengurusi Urusan Umat
Artinya: Rasulullah SAW bersabda: "Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia. Pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidhoh turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidhoh itu?" Beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan orang banyak (umat)." (HR Ibnu Majah)
4. Banyak Kekacauan
Artinya: "Kelak akan ada banyak kekacauan dimana di dalamnya orang yang duduk lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berusaha (dalam fitnah). Siapa yang menghadapi kekacauan tersebut maka hendaknya dia menghindarinya dan siapa yang mendapati tempat kembali atau tempat berlindung darinya maka hendaknya dia berlindung." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
5. Banyak Perpecahan
Artinya: "Kelak akan ada banyak kekacauan dan perpecahan. Jika sudah seperti itu maka patahkanlah pedangmu dan pakailah pedang dari kayu." (HR. Ahmad no. 20622)
6. Munculnya Fitnah Wanita
Artinya: "Tidak aku tinggalkan di masa setelah aku nanti fitnah yang lebih membahyakan kaum lelaki daripada fitnah wanita." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
7. Dua Kelompok Besar Berperang dan Munculnya 30 Pendusta Mengaku Nabi
Artinya: "Tidak akan terjadi hari Kiamat sehingga dua kelompok besar saling berperang dan banyak terbunuh di antara dua kelompok tersebut, yang seruan mereka adalah satu. Dan hingga dibangkitkannya para Dajjal lagi pendusta hampir 30 orang. Semuanya mengaku bahwa dirinya Rasulullah, dicabutnya ilmu, banyak terjadi gempa, zaman berdekatan, fitnah menjadi muncul, banyak terjadi pembunuhan, berlimpah ruahnya harta di tengah kalian sehingga para pemilik harta bingung terhadap orang yang akan menerima shadaqahnya. Sampai dia berusaha menawarkannya kepada seseorang namun orang tersebut berkata: 'Saya tidak membutuhkannya'. Orang-orang berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan. Ketika seseorang lewat pada sebuah kuburan dia berkata: 'Aduhai jika saya berada di sana'; terbitnya matahari dari sebelah barat dan apabila terbit dari sebelah barat di saat orang-orang melihatnya, mereka beriman seluruhnya (maka itulah waktu yang tidak bermanfaat keimanan bagi setiap orang yang sebelumnya dia tidak beriman atau dia tidak berbuat kebaikan dengan keimanannya)." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
8. Menyerahkan Urusan Umat kepada Perempuan
Artinya: "Allah telah menjagaku dari fitnah (perang Jamal) berkat sesuatu (satu hadits) yang aku dengar dari Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam ketika Kisra (raja Persia) meninggal, beliau bersabda, "siapa penggantinya?" Para Sahabat menjawab: "Putrinya", maka beliau pun bersabda: "Tidak akan sukses selamanya sebuah kaum, yang menyerahkan urusan mereka (pemimpin) kepada seorang perempuan." Abu Bakrah radhiyallahu anhu berkata, "Ketika Aisyah radhiyallahu berangkat ke Bashrah, aku ingat hadits Rasulullah tersebut, maka Allah pun menyelamatkan aku (dengan tidak ikut ikutan fitnah yaitu peperangan Jamal)." (HR at-Tirmidzi 2262)
9. Munculnya Huru-Hara dan Tanduk Setan dari Najed
Artinya: "Ya Allah, berilah kami barokah pada negeri Syam, Ya Allah berilah kami barokah pada negeri Yaman. Para sahabat bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah berdoa: 'Ya Allah berilah kami barakah pada negeri Syam, ya Allah berilah kami barakah pada negeri Yaman'. Para sahabat masih bertanya: termasuk Nejed? Rasulullah SAW menjawab: "Di sana terjadi gempa dan huru-hara, dan di sana muncul dua tanduk setan." (HR Al-Bukhari)
10. Zina Dilakukan Terang-terangan
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum laki-laki mendatangi kaum wanita, lalu dia menggaulinya di jalanan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu berkata, 'Seandainya engkau menutupinya di belakang tembok ini." (HR Abu Ya'la)11. Tidak Perduli Harta yang Halal dan Haram
Artinya: "Akan datang suatu zaman di mana manusia tidak lagi peduli dari mana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atauyangharam." (HR Al-Bukhari 2083)
12. Wafatnya Para Ulama dan Orang Bodoh Berfatwa Tanpa Ilmu
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan mencabut ilmu dari hamba-hamba-Nya sekaligus, tetapi Dia akan mencabut ilmu dengan mewafatkan para Ulama. Sehingga ketika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, orang-orang akan mengangkat pemimpin-pemimpin yang bodoh. Lalu para pemimpin itu ditanya, kemudian mereka berfatwa tanpa ilmu, sehingga mereka menjadi sesat dan menyesatkan orang lain." (HR Al-Bukhari dan Muslim)
13. Waktu Terasa Singkat
Artinya: "Kiamat tidak akan terjadi hingga waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Satu tahun terasa seperti satu bulan, satu bulan seperti seminggu, satu minggu seperti satu hari, dan satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti kedipan mata." (HR Ahmad)
14. Munculnya Dajjal Pembawa Fitnah Besar
Artinya: "Tidaklah diutus seorang Nabi, melainkan dia mengingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, sang pendusta. Ketahuilah Dajjal itu buta sebelah dan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Di antara kedua matanya tertulis: كَافِرٌ (kafir)." (HR Al-Bukhari 7131)
15. Menjual Agama Demi Kepentingan Dunia
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Bersegeralah untuk mengerjakan amalan-amalan saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari. Kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari, kemudian menjadi kafir di pagi hari. Dia menjual agamanya demi kepentingan dunia." (HR Muslim)16. Fitnah Jelang Kiamat Seperti Potongan-potongan Kegelapan Malam
Dari Abu Musa Al-Asy'ari, dia berkata, Rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya menjelang hari Kiamat akan terjadi berbagai macam fitnah seperti potongan-potongan kegelapan malam, di mana seseorang beriman di waktu pagi hari kemudian menjadi kafir di sore hari, ataupun beriman di sore hari kemudian menjadi kafir di pagi hari. Ketika itu, orang yang duduk lebih baik daripada orang yang berdiri. Orang yang berdiri lebih baik dari orang yang berjalan, dan orang yang berjalan lebih baik daripada orang yang berlari. Maka hancurkanlah busur-busur kalian, putuskanlah tali-tali busur kalian, serta pukulkanlah pedang-pedang kalian kepada bebatuan, dan jika fitnah tersebut memasuki kediamannya, hendaklah dia menjadi sebaik-baik anak Adam." (HR Abu Dawud)17. Ingin Menjadi Ahli Kubur
Tidak akan terjadi hari Kiamat sampai ada seseorang melewati kuburan lalu berkata, "Seandainya aku berada di tempatnya." (HR Al-Bukhari dan Muslim)18. Fitnah Dibentangkan di Atas Hati Hati Seperti Tikar
Hudzaifah berkata, "Saya mendengar Rasulullah shollalluhu 'alaihi wasallam bersabda: "Fitnah dibentangkan di atas hati-hati seperti tikar, berulang-ulang. Hati yang menyerap fitnah tersebut disematkan di dalamnya titik hitam, sedangkan hati yang menolak fitnah tersebut disematkan titik putih, sampai memenuhi dua hati itu. Hati yang pertama putih bersih, tidak akan terganggu oleh fitnah sedikitpun selama langit dan bumi masih tegak. Sedangkan hati yang kedua hitam pekat, seperti cangkir terbalik, tidak mengenal yang makruf dan tidak mampu mengingkari kemungkaran, hanya mengikuti hawa nafsunya." (HR Muslim)19. Syahwat Mengikuti Nafsu
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kamu adalah syahwat mengikuti nafsu pada perut kamu dan pada kemaluan kamu serta fitnah-fitnah yang menyesatkan." (HR Ahmad)20. Berbagai Cobaan Akan Menimpa Generasi belakangan
Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seluruh Nabi sebelumku pasti telah menunjukkan semua kebaikan yang ia ketahui kepada umatnya, dan memperingatkan mereka dari semua keburukan yang ia ketahui. Dan sesungguhnya, kebaikan umat ini terletak pada generasi pertama. Adapun generasi belakangan, mereka akan tertimpa cobaan dan perkara-perkara yang kalian ingkari, fitnah datang silih berganti, ketika fitnah itu menimpa, orang yang beriman berkata, 'Kebinasaanku telah tiba!' Kemudian fitnah itu berlalu.Lalu muncul fitnah lagi, orang yang beriman berkata, 'Inilah saatnya, inilah saatnya!' Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan masuk surga, maka hendaknya dia berusaha mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir. Dan hendaklah dia bergaul dengan manusia dengan baik, sebagaimana dia senang jika manusia bersikap baik kepadanya. Dan barangsiapa yang berbaiat untuk menaati seorang pemimpin, dia mengikrarkan perjanjian dengan sepenuh hatinya, maka hendaklah dia menaatinya semaksimal mungkin. Jika ada orang yang berusaha menyelisihinya, maka penggallah leher orang tersebut." (HR Muslim)
21. Ujian di Dalam Kubur
Dari Asma' radhiyallahu 'anha berkata: "Aku menemui Sayyidah Aisyah saat dia sedang sholat. Setelah itu aku tanyakan kepadanya: "Apa yang sedang dilakukan orang-orang?" Aisyah memberi isyarat ke langit. Ternyata orang-orang sedang melaksanakan sholat (gerhana matahari). Maka Aisyah berkata: "Maha suci Allah". Aku tanyakan lagi: "Satu tanda saja?" Lalu dia memberi isyarat dengan kepalanya, maksudnya mengangguk tanda mengiyakan. Maka akupun ikut sholat namun timbul perasaan yang membingungkanku, hingga aku menyiram kepalaku dengan air.Dalam khotbahnya, Nabi shollallahu 'alaihi wasallam memuji Allah dan mensucikan-Nya, lalu bersabda: "Tidak ada sesuatu yang belum diperlihatkan kepadaku, kecuali aku sudah melihatnya dari tempatku ini hingga surga dan neraka, lalu diwahyukan kepadaku: "Bahwa kalian akan terkena fitnah dalam kubur kalian seperti atau hampir berupa- fitnah yang aku sendiri tidak tahu apa yang diucapkan Asma' di antaranya adalah fitnah Masihud Dajjal.
Akan ditanyakan kepada seseorang (di dalam kuburnya). Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini? Adapun orang beriman atau orang yang yakin, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya- akan menjawab: "Dia adalah Muhammad Rasulullah telah datang kepada kami membawa penjelasan dan petunjuk. Maka kami sambut dan kami ikuti. Dia adalah Muhammad." Diucapkannya tiga kali. Maka kepada orang itu dikatakan: "Tidurlah dengan tenang, sungguh kami telah mengetahui bahwa kamu adalah orang yang yakin".
Adapun orang Munafiq atau orang yang ragu, -Asma' kurang pasti mana yang dimaksud di antara keduanya, akan menjawab: "Aku tidak tahu siapa dia, aku mendengar manusia membicarakan sesuatu maka akupun mengatakannya." (HR Al-Bukhari)
22. Sebaik-baik Harta Muslim Adalah Kambing yang Digembalakan di Lereng Gunung
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: "Tak lama lagi sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang ia gembalakan di lereng-lereng gunung dan tempat-tempat hujan turun, ia lari untuk menyelamatkan agamanya dari gelombang fitnah." (HR Al-Bukhari)23. Banyak Orang Hidup Nikmat di Dunia Namun Telanjang di Akhirat
Dari Ummu Salamah berkata, "Pada suatu malam Nabi shollallahu 'alaihi wasallam terbangun lalu bersabda: "Subhaanallah (Maha suci Allah), fitnah apakah yang diturunkan pada malam ini? Dan apa yang dibuka dari dua perbendaharaan (Romawi dan Persia)? "Bangunlah wahai orang-orang yang ada di balik dinding (kamar-kamar), karena betapa banyak orang hidup menikmati nikmat-nikmat dari Allah di dunia ini, namun akan telanjang nanti di Akhirat (tidak mendapatkan kebaikan)." (HR Al-Bukhari)24. Fitnah Menerpa Umat Islam Laksana Gelombang Samudera
Hudzaifah berkata, "Saat itu kami sedang duduk-duduk bersama Umar. Maka berkatalah Umar, "Siapakah di antara kalian yang tahu betul terhadap sabda Rasulullah berkaitan dengan fitnah?" Maka aku pun menjawab, "Akulah orangnya." Maka Umar berkata: "Sungguh, engkau terhadap masalah ini termasuk orang yang berani." Maka aku pun langsung mengatakan permasalahan itu di hadapannya: "(Ketahuilah), fitnah yang menimpa seorang laki-laki terkait keluarga, harta, anak, atau tetangganya dapat dilebur dengan sholat, puasa, sedekah, dan melakukan amar makruf dan nahi munkar."Umar berkata, "Bukan itu yang aku maksudkan, tetapi fitnah yang menerpa (umat Islam) laksana gelombang samudera." Maka Hudzaifah berkata, "(Tenang saja) engkau tidak akan mengalami pedihnya fitnah itu, wahai Amirul Mukminin, karena antara fitnah itu dan diri Anda terdapat pintu yang tertutup (yang menghalanginya)." Umar balik bertanya, "Apakah pintu tersebut akan terbuka atau didobrak?" Hudzaifah menjawab: "Pintu tersebut akan didobrak secara paksa." Kami (perawi) pun berkata, "Apakah Umar juga mengetahui pintu itu?" Hudzaifah menjawab: "Iya, dia pun juga mengetahuinya seperti siang yang akan mendahului malam. Ketahuilah, aku tidak menceritakan hal ini dengan mengada-ada. Biarkan aku pergi untuk bertanya langsung kepada Hudzaifah. Maka kami pun menyuruh Masruq untuk menanyakannya, maka Hudzaifah pun menjawab: "Pintu itu adalah Umar." (HR Al-Bukhari)
25. Bahaya Fitnah Ghibah
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pernah bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah ghibah itu?". Beliau menjawab, "Kamu menceritakan saudaramu apa yang dia tidak suka". Ditanyakan lagi, "Bagaimana pendapatmu, jika pada saudaraku itu seperti apa yang aku katakan?" Beliau menjawab, "Jika ada padanya sebagaimana yang kamu katakan berarti kamu telah meng-ghibahnya. Tetapi jika tidak ada padanya, maka berarti kamu telah membuat kebohongan atau fitnah." (HR Muslim, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)Demikianlah kumpulan Hadis tentang fitnah yang harus kita waspadai. Semoga bermanfaat untuk menambah keimanan kita. Mengenai fitnah ini, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya banyak berdoa memohon perlindungan kepada Allah.
Artinya: "Berlindunglah kalian kepada Allah dari segala fitnah, baik yang tampak ataupun yang tersembunyi." (HR Muslim 2867
Zakat Fitrah Uang atau Beras, Mana yang Lebih Utama?
Lebih baik zakat fitrah uang atau beras? Simak dalil hadis, takaran satu sha’, dan perbedaan pendapat ulama soal hukum bayar zakat fitrah dengan uang. [674] url asal
#lebih-baik-zakat-fitrah-uang-atau-barang #hukum-bayar-zakat-fitrah-dengan-uang #dalil-zakat-fitrah-dalam-hadis #waktu-terbaik-membayar-zakat-fitrah #siapa-saja-yang-wajib-bayar-zakat
(Bisnis.Com - Terbaru) 03/03/26 18:03
v/153698/
Bisnis.com, JAKARTA - Perdebatan mengenai lebih baik zakat fitrah uang atau beras kerap muncul menjelang Idulfitri. Zakat fitrah merupakan kewajiban setiap Muslim yang ditunaikan pada akhir Ramadan sebelum pelaksanaan salat Ied sebagai penyempurna ibadah puasa.
Kewajiban tersebut didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim dijelaskan, "Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya."
Ketentuan satu sha’ tersebut dipahami sebagai takaran makanan pokok dengan kisaran sekitar 2,5 hingga 3 kilogram. Di Indonesia, ukuran ini umumnya dikonversi menjadi beras sebagai bahan pangan utama masyarakat.
Lebih Baik Membayar Zakat Fitrah Uang atau Beras?
Dalam praktiknya, muncul perbedaan pandangan mengenai hukum bayar zakat fitrah dengan uang. Sebagian masyarakat membayarkan dalam bentuk beras sesuai takaran satu sha’, sementara sebagian lainnya memilih membayar dalam bentuk uang yang setara dengan harga makanan pokok tersebut.
Mengutip keterangan resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), perbedaan ini tidak terlepas dari ragam pandangan dalam khazanah fikih klasik.
Mazhab yang mengikuti pendapat Imam Syafi’i, Imam Malik, dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa zakat fitrah sebaiknya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok. Argumentasi ini merujuk pada hadis yang secara eksplisit menyebutkan takaran makanan (satu sha’) sebagai bentuk pembayaran.
Sementara itu, mazhab yang mengikuti pendapat Imam Abu Hanifah membolehkan pembayaran zakat fitrah dalam bentuk uang yang senilai. Pandangan ini mempertimbangkan aspek kemaslahatan penerima zakat, di mana uang dinilai lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan yang beragam, terutama dalam konteks sosial-ekonomi modern.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam sejumlah fatwanya juga menyebutkan bahwa pembayaran zakat fitrah dengan uang diperbolehkan sepanjang nilainya setara dengan harga makanan pokok yang wajib dikeluarkan.
Dengan demikian, pembayaran zakat fitrah dalam bentuk beras maupun uang sama-sama memiliki landasan fikih. Jika mengutamakan kesesuaian tekstual dengan praktik pada masa Rasulullah, maka penunaian dalam bentuk makanan pokok dinilai lebih mendekati sunnah. Namun, jika mempertimbangkan aspek kemanfaatan dan efektivitas distribusi, pembayaran dalam bentuk uang juga dibolehkan menurut sebagian pandangan ulama.
Besaran Zakat Fitrah dengan Uang ataupun Beras
Besaran zakat fitrah mengacu pada satu sha’ makanan pokok. Dalam konversi yang berlaku di Indonesia, satu sha’ setara dengan sekitar 2,5 kilogram hingga 3 kilogram beras per jiwa.
BAZNAS setiap tahun menetapkan nilai zakat fitrah dalam bentuk uang berdasarkan harga beras konsumsi yang berlaku di masing-masing daerah. Karena harga beras berbeda antarwilayah, nominal zakat fitrah dalam bentuk uang juga dapat berbeda.
Pada tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, BAZNAS menetapkan besaran zakat fitrah sebesar Rp50.000 per jiwa, yang disetarakan dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium. Penetapan ini mempertimbangkan kebutuhan aktual masyarakat dan harga rata-rata beras tahan konsumsi kelas menengah di pasar.
Siapa Saja yang Wajib Bayar Zakat?
Pertanyaan mengenai siapa saja yang wajib bayar zakat fitrah berkaitan dengan syarat wajib yang telah dirumuskan ulama fikih.
Zakat fitrah diwajibkan atas setiap Muslim yang:
- Hidup saat terbenam matahari pada akhir Ramadan.
- Memiliki kelebihan makanan pokok untuk diri dan tanggungannya pada malam dan hari raya.
- Berada dalam kondisi mampu secara ekonomi menurut standar kebutuhan dasar.
Kepala keluarga bertanggung jawab membayarkan zakat fitrah bagi anggota keluarga yang menjadi tanggungannya, termasuk anak-anak. Bayi yang lahir sebelum matahari terbenam pada akhir Ramadan juga termasuk yang wajib ditunaikan zakatnya oleh wali.
Sebaliknya, seseorang yang meninggal sebelum matahari terbenam pada hari terakhir Ramadan tidak lagi terkena kewajiban zakat fitrah.
Waktu Terbaik Membayar Zakat Fitrah
Waktu terbaik membayar zakat fitrah adalah sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Para ulama membagi waktu pembayaran menjadi beberapa kategori:
- Waktu wajib, yaitu sejak terbenam matahari pada akhir Ramadan.
- Waktu utama (afdhal), yakni sebelum salat Id dilaksanakan.
- Waktu makruh, setelah salat Id tanpa alasan yang dibenarkan.
Dalil mengenai waktu ini merujuk pada praktik sahabat yang menunaikan zakat fitrah sebelum orang-orang keluar untuk salat Ied. Pembayaran setelah salat Ied tetap wajib ditunaikan, namun statusnya menjadi qadha dan tidak lagi bernilai sebagai zakat fitrah yang sempurna dari sisi waktu.
Karena itu, ketepatan waktu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kewajiban ini agar tujuan zakat fitrah sebagai penyuci jiwa dan penolong fakir miskin pada hari raya dapat tercapai.
Kumpulan Hadis Tentang Pahala Puasa Ramadan
Ada banyak hadis yang menjelaskan tentang pahala yang dilipatgandakan di Bulan Ramadan. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70... | Halaman Lengkap [651] url asal
#hadis-nabi #pahala-puasa-ramadhan #panduan-puasa-ramadan #hadis-puasa-ramadan #ramadan-2026
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/02/26 14:53
v/150411/
Ada banyak hadis Nabi SAWyang menjelaskan tentang pahala yang dilipatgandakandi Bulan Ramadan. Salah satunya hadis yang menyebut pahala di bulan Ramadan akan meraih 70 kali lipatnya.Bunyi hadisnya :
"Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan, barangsiapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu, nilainya sama dengan 70 kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadan." (HR. Bukhari-Muslim).”
Khusus pahala puasa Ramadan, pelipatgandaannya khusus, karena Allah sendiri yang mengganjar orang-orang yang rela menahan lapar dan haus sepanjang hari karena-Nya.
Diriwayatkan dari jalur Abu Hurairah, berikut hadisnya :
"Setiap amalan kebaikan anak Adam [manusia] akan dilipatgandakan dengan 10 kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat. Allah Ta’ala berfirman 'Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi'.” (HR. Bukhari)
Begitu juga dengan hadis berikut:
Dalam sebuah hadis Rasulullah telah bersabda: “Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman: “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)
Makna dari kalimat ‘Puasa untuk-ku’ maksudnya adalah bahwa dia termasuk ibadah yang paling dicintai dan paling mulia di sisi-ku. Selain itu, ada pula makna lain dari hadis tersebut yaitu Rasulullah telah mengatakan jika setiap kebaikan manusia akan dilipat gandakan pahalanya 10 kali lipat bahkan 700 kali lipat. Akan tetapi hal ini berbeda dengan amalan ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa. Pahala puasa tidak bisa dilipatgandakan dengan cara tersebut, melainkan akan dilipatgandakan menjadi tak terhingga oleh Allah.
Hal itu bisa terjadi karena ketika berpuasa manusia akan berusaha untuk meninggalkan segala syahwat karena Allah semata. Begitu pula dengan Allah yang akan selalu memuliakan umat Islam yang berpuasa, sehingga diibaratkan bau mulut orang berpuasa sama saja dengan bau minyak kasturi.
Selain itu, Ibnu Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah di Lathaif Al-Ma’arif pernah mengatakan sebagai berikut:
“Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.”
Pahala puasa Ramadan akan berlipat ganda karena bulan Ramadan merupakan sebuah bulan yang sangat mulia. Selain itu Puasa Ramadan termasuk puasa yang diwajibkan oleh Allah SWT, sehingga siapa saja yang menjalankannya akan mendapat pahala yang berlimpah.
Pahala Lebih dari 1.000 Bulan
Selain puasa wajib, ada amalan sunnah yang sangat dahysat pahalanya di bulan Ramadan yakni adanya Lailatulqadar. Tidak ada yang bisa mengetahui secara pasti kehadirannya, meskipun ada petunjuk yang menyebutkan waktunya di tanggal ganjil 10 hari terakhir Ramadan.Jika melakukan ibadah tepat pada malam Lailatulqadar, pahalanya diumpamakan lebih baik daripada 1.000 bulan. Oleh sebab itu, 10 hari terakhir Ramadan dianjurkan untuk mendirikan lebih banyak aktivitas bernilai ibadah.
Berikut hadis tentang dilipatgandakan pahala di bulan Ramadan khusus Lailatulqadar, sebagaimana diriwayatkan dari jalur Aisyah.
"Nabi saw. bila memasuki 10 akhir [dari bulan Ramadan]. Beliau mengencangkan sarung beliau, menghidupkan malamnya dengan beribadah dan membangunkan keluarga beliau". (HR. Bukhari)
Demikian tentang dalil pelipatgandaan pahala di bulan Ramadan ini. Semoga bermanfaat. Wallahu A'lam
Kumpulan Ayat Al Quran dan Hadis Tentang Sedekah yang Penting Diketahui
Kumpulan ayat-ayat Al Quran dan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang sedekah penting diketahui oleh umat Muslim. Simak ulasan dan penjelasannya berikut... | Halaman Lengkap [390] url asal
#ayat-ayat-al-quran #hadis #sedekah #ramadan-2026 #panduan-puasa-ramadan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 25/02/26 11:55
v/146785/
Kumpulan ayat-ayat Al Qurandan hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wassalam tentang sedekah penting diketahui oleh umat Muslim.Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini:Beberapa ayat-ayat Al Quran dan Hadis tentang sedekah.
1. Surat Al Hadid ayat 18.
Dalam ayat ini Allah menjelaskan mengenai ganjaran pahalayang akan didapatkan bagi orang rajin bersedekah.Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia." (QS. Al-Hadid : 18)
Allah yang berkehendak memberikan pahala sebanyak-banyaknya sebagai ganti kepada orang yang gemar bersedekah . Allah pasti beri yang lebih baik lagi.
2. Surat Saba ayat 39
Allah Ta'ala berfirman :“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. Saba’: 39).
Dalam kitab tafsir Al-Qur'anul Azhim karya Ibnu Katsirrahimahullah, disebutkan bahwa Ibnu katsir berkata : “Selama engkau menginfakkan sebagian hartamu pada jalan yang Allah perintahkan dan jalan yang dibolehkan, maka Allah-lah yang akan memberi ganti pada kalian di dunia, juga akan memberi ganti berupa pahala dan balasan di akhirat kelak.”
3. Hadis Riwayat Bukhari-Muslim
Ibnu Katsir rahimahullah setelah mengutarakan hal di atas, beliau membawakan hadis dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Allah Ta’ala berfirman: Bersedekahlah–wahai anak Adam–, Aku akan membalas sedekah kalian.” (HR. Bukhari - Muslim).
4. Surat Al-Baqarah ayat 245
Dalam ayat lain disebutkan pula, bahwa Allah Ta'ala berfirman :“Barang siapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (QS. Al-Baqarah: 245).
5. Hadis Bukhari-Muslim
Hadis lainnya menyebutkan hal yang sama. Dari Abu Hurairahradhiyallahu ‘anhu, Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :“Tidaklah para hamba berpagi hari di dalamnya melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, “Ya Allah, berilah ganti kepada orang yang senang berinfak.” Yang lain mengatakan, “Ya Allah, berilah kebangkrutan kepada orang yang pelit.” (HR. Bukhari-Muslim).
Dari Asma’ binti Abi Bakrradhiyallahu ‘anha, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sedekahkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau menyedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan berkah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu." (HR. Bukhari dan Muslim).
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56