Harga Rumah di Bali Makin Mahal, Ara Bakal Bangun Rusun

Harga Rumah di Bali Makin Mahal, Ara Bakal Bangun Rusun

Pemerintah akan membangun rusun di Denpasar untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) guna mengatasi mahalnya harga rumah dan sewa.

(Bisnis.Com) 25/11/25 16:44 49894

Bisnis.com, DENPASAR – Pemerintah bakal membangun rumah susun di Kota Denpasar sebagai solusi untuk mengatasi mahalnya rumah tinggal maupun harga sewa rumah dan kos.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan rumah susun akan dibangun di tengah Kota Denpasar, yang dekat dengan pusat ekonomi, bisnis, maupun pemerintahan. Kawasan tersebut dinilai menyerap banyak tenaga kerja sehingga penting untuk dibangun rusun untuk pekerja.

Ara menggarisbawahi Rusun diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang bekerja di sekitar lokasi rusun.

"Jadi ini [rusun] untuk MBR, tidak boleh lagi ASN, ini juga daerah elit, buat sekali-kali rakyat itu di daerah elit," kata Ara kepada Media, (24/11/2025).

Tujuan memprioritaskan masyarakat yang bekerja di sekitar rusun, agar masyarakat berangkat kerja bisa jalan kaki, tanpa membawa kendaraan. Sehingga bisa mengurangi kemacetan di Kota Denpasar dan sekitarnya.

Sebagai informasi, harga rumah sewa di Denpasar mencapai Rp25 juta hingga di atas Rp50 juta per tahun, tergantung type rumah. Harga sewa terus naik setiap tahun, sementara pendapatan pekerja cenderung stagnan.

Begitu juga harga sewa kos, untuk kos biasa, harganya sudah di atas Rp1 juta - Rp2 juta per bulan, sedangkan kos elit sudah di atas Rp3 juta per bulan.

Ketersediaan kos di Kota Denpasar juga terbatas, sementara permintaan kos sangat tinggi, karena banyak masyarakat dari luar Bali bekerja di Denpasar dan Badung.

Bank Indonesia mencatat Hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia Provinsi Bali masih menunjukkan tren peningkatan harga properti di Provinsi Bali. Hal ini tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal III/2025 yang tumbuh 1,08% (yoy) lebih tinggi dari kuartal II/ 2025 sebesar 0,67% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja menjelaskan pertumbuhan IHPR pada periode laporan didorong oleh kenaikan harga di tiga tipe properti, yaitu kecil dengan luas bangunan ≤36 m2, menengah dengan luas bangunan antara 36 m2 sampai dengan 70 m2, dan besar dengan luas bangunan > 70 m2.

"Yang masing-masing meningkat sebesar 1,66% (yoy); 1,12% (yoy); dan 0,82% (yoy)," jelas Erwin dikutip dari siaran pers, Senin (24/11/2025).

Pertumbuhan IHPR pada kuartal III/2025 didorong oleh kenaikan harga bangunan akibat meningkatnya harga faktor produksi.

"Mayoritas responden menyatakan bahwa kenaikan harga bahan bangunan dan upah kerja menjadi kontributor utama dalam peningkatan harga unit rumah," kata Erwin.

#harga-rumah-bali #rumah-susun-denpasar #rusun-mbr #harga-sewa-denpasar #kos-denpasar #properti-bali #harga-properti-bali #ihpr-bali #kenaikan-harga-properti #rumah-susun-pekerja #permintaan-kos-bali #n-a

https://bali.bisnis.com/read/20251125/537/1931317/harga-rumah-di-bali-makin-mahal-ara-bakal-bangun-rusun