Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar Kementerian UMKM menyiapkan solusi bagi pedagang barang bekas (thrifting) terdampak pembatasan baju bekas.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan Presiden Prabowo meminta agar setiap langkah penindakan terhadap peredaran pakaian bekas impor juga diimbangi dengan penyiapan produk pengganti yang bisa dijual oleh pedagangthrifting.
Dalam hal ini, Kepala Negara RI meminta agar para pedagangthriftingtetap bisa berjualan dengan memasarkan produk substitusi dari produksi dalam negeri.
“Jadi arahnya adalah bagaimana pengusaha-pengusaha mikro yang selama ini melakukan penjualanthrifting, dia juga bisa berganti menjual produk-produk lokal ciptaan anak-anak bangsa dari produsen-produsen pengusaha mikro dan kecil yang ada di Indonesia,” kata Maman dalam keterangan pers seusai rapat terbatas di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (4/11/2025).
Menurut Maman, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo agar pemerintah tidak hanya menegakkan aturan impor, melainkan juga memberi solusi ekonomi bagi pelaku usaha yang terdampak.
Lebih lanjut, dia mencontohkan kawasan Pasar Senen di bilangan Jakarta yang menjadi salah satu sentrathrifting. Nantinya, pemerintah akan mendorong para pedagang di Pasar Senen untuk beralih menjual produk-produk buatan dalam negeri.
“Masih banyak kok produk-produk dalam negeri kita, kayak baju-baju kita yang bagus-bagus,” imbuhnya.
Adapun, Maman menuturkan Kementerian UMKM telah memanggil sejumlah asosiasi produsen pakaian lokal dan perwakilan komunitasthriftinguntuk membahas langkah transisi tersebut.
Dia menyatakan kebijakan ini untuk memperkuat industri dalam negeri serta menjaga keseimbangan ekonomi mikro. Dia juga optimistis produk lokal Indonesia dapat bersaing dari segi harga, kualitas, maupun gaya dengan barang bekas impor.
“Di sisi lain, kita harus jaga juga eksistensi para pedagang-pedagangthriftingyang memang dia sudah beraktivitas di situ. Jadi kita akan cari solusi terbaiknya agar mereka tetap bisa beraktivitas ekonomi,” pungkasnya.