Menteri Perdagangan Prediksi Ekspor CPO Meningkat
Kemendag memprediksi akan ada kenaikan ekspor CPO usai Indonesia menyepakati kerja sama dengan negara Eurasia.
(Bisnis Tempo) 15/12/25 16:53 73385
MENTERI Perdagangan Budi Santoso memproyeksikan peningkatan ekspor CPO atau produk minyak kelapa sawit mentah seiring dengan diversifikasi pasar ke negara Eurasia melalui implementasi perjanjian dagang bebas Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia atau I-EAEU FTA. “(proyeksi ekspor) meningkat, nanti masuk ke EAEU,” kata Budi di Jakarta, Senin, 15 Desember 2025.
Adapun saat ini pemerintah sedang menyelesaikan perundingan dagang EAEU yang sudah dimulai sejak 2022. Rencananya pemerintah Indonesia akan menandatangani perjanjian tersebut pada 20 atau 21 Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia atau pada kuartal pertama 2026. Budi mengatakan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Indonesia telah menerima undangan penandatanganan.
Setelah penandatangan dilakukan, parlemen akan melakukan ratifikasi perjanjian dagang itu sebelum akhirnya hasil perundingan itu diimplementasikan. Berdasarkan linimasa Kementerian Perdagangan, proses ratifikasi akan dilakukan pada kuartal pertama atau kedua tahun depan. Sementara perjanjian dagang akan berlaku pada kuartal ketiga 2026. “Kita akan mempunyai banyak peluang pasar di negara-negara EU, apakah itu di Armenia, Rusia, Belarus, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan,” tutur Budi.
Kementerian Perdagangan mencatat nilai ekspor Indonesia ke negara Eurasia sepanjang Januari–Oktober 2025 senilai US$ 1,76 miliar. Sementara total impor pada periode tersebut tercatat US$ 2,64 miliar. Budi pun berharap total ekspor Indonesia terhadap negara Eurasia bisa meningkat sebanyak dua kali lipat setelah perjanjian dagang bebas itu ditandatangani.
Adapun Kementerian Perdagangan mencatat produk ekspor utama Indonesia ke negara Eurasia terdiri dari minyak kelapa sawit, minyak kelapa, kopi, kakao dan mentega, hingga monitor dan proyektor. Kementerian Perdagangan memproyeksikan peningkatan ekspor khususnya untuk produk minyak dan lemak nabati, makanan, dan pakaian jadi setelah perjanjian dagang ini rampung.
Setelah berlaku, perjanjian dagang bebas ini akan mengeliminasi tarif impor sejumlah barang dari Indonesia seperti sawit dan produk turunannya, alas kaki, udang, karet alam, biji kopi mentah, sutra, dan minyak atsiri.
Sementara produk Indonesia yang akan mendapat eliminasi tarif hingga 0 persen dalam tiga sampai 10 tahun adalah tekstil dan produk tekstil, ikan dan produk perikanan, kayu dan produk kayu, furniture, mesin dan peralatan listrik, produk makanan dan minuman, serta bahan kimia dasar.
Selain berharap peningkatan ekspor, Mendag mengatakan perjanjian dagang ini bisa mempermudah akses terhadap barang termasuk bahan baku yang diperlukan dari negara Eurasia. Adapun impor utama Indonesia dari negara Eurasia adalah batu bara dan briket, pupuk mineral atau kimia, ferro-alloys, hingga produk setengah jadi dari baja.
#ekspor-cpo #eurasia #kelapa-sawit #perjanjian-dagang #menteri-perdagangan
https://tempo.co/ekonomi/menteri-perdagangan-prediksi-ekspor-cpo-meningkat-2099138