Kadin Bangun 500 SPPG untuk Proyek Makan Siang Gratis (MBG) Prabowo
Kadin Indonesia membangun 500 SPPG di wilayah 3T untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meningkatkan gizi dan mengurangi stunting.
(Bisnis.Com) 19/11/25 22:34 43863
Bisnis.com, PEKANBARU - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut mendapatkan tugas membangun 500 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah 3T (terluar, tertinggal, terdepan) dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin Indonesia Taufan Eko Nugroho menyebut, investasi SPPG yang dilakukan anggota kadin sebagai dukungan terhadap proyek pemerintah.
“Kami sudah jalankan 500 SPPG di daerah 3T. Ini adalah bukti nyata komitmen Kadin dalam mendukung agenda strategis nasional dan memastikan akses gizi untuk masyarakat tertinggal,” ujar Eko dalam agenda Rapimprov Kadin Riau 2025 di Pekanbaru Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, SPPG menjadi instrumen penting untuk mendukung keberlanjutan MBG yang kini telah mencapai 40 juta porsi setiap hari. Eko meyakini pemberian makan siang gratis memberikan dampak signifikan terhadap perbaikan gizi dan penurunan stunting di Indonesia.
Taufan menjelaskan bahwa keberadaan 500 SPPG juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem rantai pasok pangan yang lebih kuat, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan telur, ayam, dan susu akibat program MBG.
“MBG ini sudah berjalan besar. Bahkan Singapura pun tidak memberikan program sebesar itu untuk seluruh warganya. Indonesia justru memberikan tujuh kali lipat lebih banyak. Dampak positifnya sudah mulai terasa,” katanya.
Selain program gizi, Kadin Indonesia juga fokus pada penguatan tiga sektor utama kemandirian ekonomi bangsa yaitu pangan, energi, dan air. Sektor-sektor tersebut diyakini menjadi penopang penting menghadapi ketidakpastian global pada 2026.
“Kami mendorong kemandirian ekonomi melalui food, energy, dan water security. Ini tiga fondasi penting agar ekonomi nasional tetap kokoh,” jelas Taufan.
Kadin Indonesia juga menegaskan dorongan terhadap hilirisasi industri, transformasi UMKM, serta percepatan ekonomi hijau dan sirkular. Menurut Taufan, inklusivitas menjadi kunci agar seluruh pelaku usaha dapat terlibat dalam pembangunan ekonomi nasional.
Selain SPPG, sejumlah program nyata Kadin juga berjalan, antara lain pembangunan dan perbaikan rumah layak huni, klinik gotong royong untuk layanan kesehatan komunitas, serta percepatan digitalisasi UMKM untuk memperkuat daya saing. Program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi masyarakat dari akar rumput.
Untuk Provinsi Riau, Taufan menegaskan bahwa Kadin Indonesia akan melakukan evaluasi terhadap seluruh program sebelumnya serta menyiapkan program 2026 yang diselaraskan dengan agenda nasional.
“Tahun 2026 akan sangat menantang secara global. Karena itu kami akan memperkuat advokasi magang nasional agar dunia pendidikan benar-benar selaras dengan industri,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Kadin Provinsi Riau Masuri menegaskan bahwa Rapimprov menjadi momentum memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Ia menyebut Kadin Riau memiliki komitmen untuk terus mendukung akselerasi pembangunan ekonomi, terutama melalui pemberdayaan sektor usaha.
“Kadin Riau berkomitmen menjadi mitra utama pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui Rapimprov ini, kami ingin memastikan setiap kebijakan yang dirumuskan memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah,” ujarnya.
Masuri menegaskan, Kadin Riau akan terus mengambil peran aktif dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif serta mendorong inovasi di sektor ekonomi. “Kami siap mendukung penuh langkah pemerintah untuk mendorong kemajuan ekonomi Bumi Lancang Kuning,” pungkasnya.
#kadin-indonesia #sppg #makan-siang-gratis #program-mbg #wilayah-3t #investasi-sppg #akses-gizi #penurunan-stunting #rantai-pasok-pangan #kemandirian-ekonomi #food-security #energy-security #water-secu