Kinerja Perbankan Syariah Kepri Melesat, UMKM Jadi Fokus Utama Pembiayaan
Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, pertumbuhan perbankan syariah Kepri melampaui kinerja perbankan syariah secara nasional.
(Bisnis.Com) 30/10/25 23:00 22216
Bisnis.com, BATAM — Kinerja sektor perbankan syariah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan tren positif hingga akhir semester I/2025.
Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri, pertumbuhan perbankan syariah Kepri melampaui kinerja perbankan syariah secara nasional.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya mengatakan bahwa total aset bank syariah dan Unit Usaha Syariah (UUS) di Kepri pada semester I/2025 tercatat mencapai Rp16,19 triliun, atau tumbuh 10,04% secara tahunan (year-on-year/YoY).
Raihan tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan aset secara nasional yang hanya sebesar 7,83% (YoY).
"Pertumbuhan aset perbankan syariah di Kepri mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah, sekaligus menandakan potensi ekonomi syariah yang semakin kuat di daerah ini," ujar Sinar, Kamis (30/10/2025).
Selain aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp8,89 triliun atau tumbuh 7,19% (YoY). Pertumbuhan ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan rerata nasional yang berada di level 6,91% (YoY).
Sementara itu, penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp11,1 triliun, meningkat 15,15% (YoY). Capaian itu hampir dua kali lipat dari pertumbuhan pembiayaan bank umum syariah dan UUS secara nasional yang hanya mencapai 8,37% (YoY).
"Kinerja pembiayaan yang solid ini turut disertai dengan tingkat kesehatan yang terjaga baik. Non Performing Finance [NPF] perbankan syariah di Kepri hanya 1,30%, jauh di bawah rata-rata nasional yang sebesar 2,24%," ujarnya.
Selanjutnya, Sinar menambahkan bahwa sektor UMKM juga menjadi fokus utama pembiayaan syariah di Kepri. Pada semester I 2025, penyaluran pembiayaan ke sektor UMKM mencapai Rp1,33 triliun, tumbuh signifikan 30,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,02 triliun.
"Pertumbuhan pembiayaan UMKM ini menunjukkan komitmen kuat perbankan syariah dalam mendorong sektor produktif dan memperluas akses pembiayaan inklusif di Kepri," tuturnya.
Sejalan dengan itu, OJK Kepri berkomitmen terus memperkuat ekosistem keuangan syariah melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan, kolaborasi dengan lembaga pendidikan, serta dukungan terhadap pengembangan ekonomi berbasis halal.
"Ke depan, kami akan terus mendorong perbankan syariah agar lebih agresif mendukung pembiayaan sektor-sektor strategis seperti pariwisata halal, industri kreatif, dan UMKM, yang menjadi motor penggerak ekonomi daerah," kata Sinar.
#perbankan-syariah #kepri #pembiayaan #sektor-umkm #pariwisata-halal #dpk #unit-usaha-syariah-uus #aset-perbanka-syariah-kepri #kepulauan-riau #prinsip-syariah #ekonomi-syariah