JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan industri urun dana atau securities crowdfunding (SCF) menjadi salah satu pendukung industri UMKM.
Kepala Direktorat Pengawasan Perusahaan Efek 2 dan Layanan Urun Dana Muhammad Adi Wijoyo mengatakan, UMKM saat ini merupakan salah satu penggerak ekonomi Indonesia.
"Securities Crowdfunding (SCF) ini merupakan kebijakan OJK untuk mendukung keberlangsungan UMKM," kata dia dalam SCF Days 2026 Governance to Growth in the Capital Market, Selasa (5/5/2026).
PIXABAY/GERD ALTMAN Ilustrasi crowdfunding, securities crowdfunding.Ia menambahkan, saat ini telah terdapat 18 platform penyelenggara yang mempunyai izin dari OJK.
Kemudian, terdapat 611 penerbit dan 196.000 investor yang tercatat di SCF.
Sementara itu, nilai dana yang disalurkan mencapai Rp 1,95 triliun.
"Atau terkini sudah mencapai sekitar Rp 2 triliun. Jika dibandingkan masa awal-awal tahun 2018-2019 yang masih sedikit sekali," ungkap dia.
Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bagi eksistensi dan peran instrumen SCF bagi pendalaman pasar keuangan, peningkatan inklusi keuangan, dan mendorong peningkatan ekonomi nasional.
Industri securities crowdfunding didorong tingkatkan kualitas
Adi mengungkapkan, OJK akan terus memperkuat industri SCF dengan dukungan digitalisasi dan akses modal melalui platform.
canva.com ilustrasi keuangan"OJK secara terus menerus mendorong inovasi untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan SCF. Selain itu juga secara paralel terus melaksanakan evaluasi untuk mengantisipasi berbagai tantangan yang dihadapi industri SCF," ungkap dia.
Lebih lanjut, ia berharap penyelenggara SCF yang telah memperoleh izin dari OJK dapat terus meningkatkan pemahaman hingga kepatuhan terhadap regulasi termasuk penguatan tata kelola.
Penyelenggara juga diharapkan dapat meningkatkan upaya perlindungan kepada investor dengan meningkatkan kualitas penerbitan serta transaksi yang ada di SCF.
"Pada akhirnya akan mendorong keberlanjutan usaha penerbit atau UMKM tersebut dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk berinvestasi di instrumen SCF," ujar dia.
Penerbit securities crowdfunding dari berbagai sektor
Ketua Umum Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia (Aludi) Patrick Gunadi mengatakan, total penyaluran dana telah mencapai Rp 2,1 triliun dengan jumlah pemodal sekitar 196.000, baik ritel maupun institusi.
Sementara itu penerbit berjumlah 530 dari berbagai sektor mulai dari makanan dan minuman, agrikultur, properti, layanan kesehatan, dan sektor berbasis Environment, Social, and Governance (ESG).
"Yang penting adalah kualitas dari pertumbuhan ini, karena industri keuangan adalah industri trust," ucap dia.
Ia menjelaskan, industri SCF saat ini telah melewati masa adopsi awal atau early adoption. "Kita sekarang masuk ke fase early majority, dan ini masa pembuktian menjadi sangat penting," ungkap dia.
Securities crowdfunding jadi gerbang UMKM masuk pasar modal
SHUTTERSTOCK/BLEAKSTAR Ilustrasi UMKM, strategi bisnis UMKM.Patrick bilang, saat ini industri didorong untuk menemukan penerbit berkualitas dan pemodal semakin terlindungi dan teredukasi.
Ia berpandangan, adalah industri yang tidak dapat dipisahkan dengan pasar modal.
SCF justru menjadi pintu gerbang untuk investor pemula berinvestasi di pasar modal.
Selain itu, SCF juga dapat membangun rekam jejak (track record) penerbit di pasar modal dan memperbaiki tata kelola.
"Dengan kata lain, SCF adalah bagian dari pipeline masa depan pasar modal Indonesia. Namun untuk naik ke sana, kita membutuhkan ekosistem uang saling mendukung," tutup dia.
Manfaat securities crowdfunding bagi UMKM
Securities crowdfunding adalah bentuk skema pembiayaan alternatif untuk penggalangan dana (raising fund) melalui pasar modal.
Skema ini dinilai memudahkan bisnis atau seseorang dalam memperoleh pendanaan dari pasar modal.
Securities crowdfunding atau SCF adalah metode pengumpulan dana dengan skema patungan yang dilakukan oleh pemilik bisnis atau usaha untuk memulai atau mengembangkan bisnisnya.
Nantinya, investor bisa membeli dan mendapatkan kepemilikan melalui saham, surat bukti kepemilikan utang (obligasi), atau surat tanda kepemilikan bersama (sukuk).
Securities crowdfunding merupakan versi baru dari equity crowdfunding, untuk memudahkan UMKM yang masih kesulitan untuk masuk ke pasar modal lantaran badan usahanya yang belum memenuhi kriteria pendanaan.
Sistem ini mengumpulkan para investor yang ingin berinvestasi secara bersama-sama.
FREEPIK/FREEPIK Ilustrasi keuangan digital. Terjadi pergeseran industri keuangan global menuju pasar privat.Kedua belah pihak, baik investor maupun penerima investasi (dalam hal ini UMKM) akan sama-sama mendapatkan keuntungan.
Bagi penerbit SCF juga memiliki manfaat sebagai alternatif pembiayaan bagi UMKM.
Securities crowdfunding bantu start up tumbuh
Selain itu, SCF juga membantu startup untuk berkembang melalui pembiayaan pasar modal.
Dalam hal ini penyelenggara dapat membantu perusahaan startup untuk berkembang melalui pembiayaan pasar modal.
Di sisi lain bagi pemodal, SCF memiliki manfaat sebagai alternatif investasi.
Pemodal juga bisa menjadi suatu perusahaan dengan modal minim.
Menjadi investor di layanan securities crowdfunding, sama artinya berperan sebagai salah satu pemilik saham dari sebuah perusahaan (apabila yang diterbitkan adalah saham) atau pemberi pinjaman (apabila yang diterbitkan adalah Efek Bersifat Utang atau Sukuk alias EBUS).
Sebagai investor dalam layanan ini, nantinya investor akan mendapatkan dividen jika memiliki saham atau mendapatkan bunga, besaran nisbah bagi hasil, margin, imbal jasa atau imbal hasil jika memiliki EBUS.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang