Bisnis.com, SURABAYA — Pemerintah pusat saat ini masih mematangkan rencana untuk mempercepat rencana proses pembangunan infrastruktur tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall.
Terbaru, saat ini proyek strategis yang akan berlokasi di sepanjang pesisir pantai utara (Pantura) Jawa tersebut sudah memasuki tahapan penelitian dan pengumpulan data untuk segera dilakukan tahapan groundbreaking yang rencananya berjalan pada tahun ini.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Ashaf usai bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (24/4/2026).
Didit mengungkapkan bahwa progres perkembangan proyek Giant Sea Wall tersebut saat ini adalah masih dilakukannya pendalaman hingga pengumpulan data secara komprehensif oleh berbagai pakar maupun lembaga-lembaga terkait.
Lebih lanjut, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan itu juga menyebut proyek yang dibangun dengan panjang sekitar 500-700 kilometer yang membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur tersebut akan dibangun di tengah perairan lepas sejauh 4-6 kilometer dari pesisir pantai.
"[Proyek Giant Sea Wall] sedang dilaksanakan penelitian dan assessment. Seperti apa nanti dibangun di tengah laut, sekitar 4 sampai 6 kilometer di bibir pantai," ungkap Didit.
Mengenai waktu pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang dinilai mampu menyelamatkan 60% pusat industri nasional dan lebih dari 30 juta penduduk itu, Didit menyebut akan dilakukan usai groundbreaking program serta groundbreaking infrastruktur rampung dilaksanakan.
Seperti diketahui, proyek tersebut ditargetkan akan mulai menjalani groundbreaking pada sekitar September 2026 mendatang.
"Rencananya kita akan melaksanakan kegiatan ini, setelah selesai semua baru kita siapkan karena ada dua program di dalamnya. Ada groundbreaking program, ada groundbreaking infrastruktur. Harus berjalan bersama-sama. Kira-kira seperti itu ya," bebernya.
Sebagai informasi, proyek Giant Sea Wall menjadi upaya pemerintah dalam mengatasi penurunan muka tanah dan ancaman banjir rob di wilayah pesisir, khususnya Pantai Utara Jawa.
Proyek ini juga menjadi bagian dari agenda besar pembangunan infrastruktur berbasis mitigasi perubahan iklim. Giant Sea Wall bertujuan untuk melindungi puluhan juta penduduk pantai utara Jawa dari banjir rob, penurunan muka tanah, dan perubahan iklim.