SURABAYA, KOMPAS.com - Harga daging sapi di Surabaya merangkak naik menjelang Lebaran. Kenaikan harga ini terpantau di pasar tradisional, seperti di Pasar Wonokromo.
Pantauan Kompas.com di Pasar Wonokromo pada Selasa (17/3/2026), harga daging sapi kini dijual sekitar Rp 130.000 per kilogram.
Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp 5.000 dibandingkan sebelumnya.
Salah satu pedagang daging sapi di pasar tersebut, Amsar (41), mengatakan harga daging saat ini bervariasi tergantung kualitasnya.
“Kalau sekarang kita jual minimal Rp130 ribu per kilogram. Paling rendah ya Rp115 ribu, itu tergantung kualitas dagingnya,” kata Amsar kepada Kompas.com, Selasa (17/3/2026).
Menurut Amsar, kenaikan harga sebenarnya sudah mulai terasa sejak awal Ramadhan.
Namun kenaikannya bertahap.
“Memang bulan ini ada kenaikan juga. Naiknya sekitar Rp 5.000. Dari awal puasa ada (kenaikan), terus ada juga yang naik lagi di pertengahan puasa,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, harga daging sapi di pasar bisa mencapai Rp 130.000, bahkan hingga Rp 135.000 per kilogram.
Meski begitu, harga diperkirakan akan kembali turun setelah Lebaran.
“Nanti biasanya bisa turun lagi setelah Lebaran,” tambahnya.
Tak hanya daging sapi, harga daging ayam juga harganya cukup tinggi, berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram.
Pedagang ayam di pasar tersebut, Saudi (51), menyebut harga ayam berpotensi kembali naik saat mendekati Hari Raya Idulfitri.
“Sekarang ayam Rp 40.000 per kilogram. Nanti biasanya pas Lebaran bisa naik lagi karena banyak tempat pemotongan yang tutup,” ujar Saudi.
Ia menyebut jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 7.000 dari harga daging ayam dalam kondisi normal.
“Dulu sebelum Ramadhan Rp 33.000 per kilogram, tapi sekarang sudah naik terus,” katanya.
Sementara itu, pedagang sayur Jumalika (65) mengatakan untuk komoditas lain seperti cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 85.000 per kilogram.
Harga tersebut cukup fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
“Cabai rawit sekarang Rp 85.000. Orang belinya juga sedikit, biasanya paling tidak sampai seperempat kilogram,” kata Jumalika.
Ia menambahkan harga cabai rawit sempat turun ke Rp 70.000 per kilogram, namun kembali naik dalam waktu singkat.
“Harganya cepat sekali naik turun. Kemarin sempat Rp 70.000, terus naik lagi,” jelasnya.
Untuk cabai merah, harga saat ini berada di kisaran Rp 40.000 per kilogram. Sementara komoditas lain relatif stabil.
Menurutnya, hal tersebut dipengaruhi oleh cuaca hujan dan semakin banyaknya pemasok yang tutup mendekati Lebaran.
“Sekarang itu banyak yang sudah pulang kampung, jadi dari pemasok banyak tutup,” ucapnya.
Tak hanya itu, harga untuk bawang merah dan bawang putih yang juga mengalami kenaikan menjadi Rp 36.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.
“Kalau makin dekat Lebaran nanti saya enggak bisa memastikan bakal makin mahal atau enggak, tapi biasanya setelah Lebaran baru turun lagi (harganya),” jelasnya.
Ia mengungkapkan, tingkat pembelian masyarakat mendekati hari raya juga tidak mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
“Pembelinya sama saja sih seperti hari-hari biasanya, enggak ada kenaikan yang tinggi banget dekat Lebaran ini,” ungkapnya.
Sementara itu, harga komoditas lain seperti telur ayam saat ini berada di kisaran Rp 30.000 per kilogram, sedangkan beras dan gula pasir dijual sekitar Rp 17.000 per kilogram.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang