Livin' by Mandiri memudahkan transaksi digital di pusat oleh-oleh Yogyakarta selama Lebaran 2026, mendukung pembayaran QRIS dan mengurangi risiko uang palsu. [597] url asal
Bisnis.com, YOGYAKARTA — Berkunjung ke Kota Yogyakarta terasa belum lengkap jika belum membeli oleh-oleh khas setempat. Seperti diketahui, Yogyakarta merupakan kota pelajar karena jutaan pelajar dan mahasiswa dari berbagai penjuru negeri, datang untuk mengenyam pendidikan. Di kampung itu terdapat berbagai perguruan tinggi baik berstatus negeri maupun swasta. Namun selain kota pelajar, Yogyakarta sudah lama dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata favorit di Indonesia. Semula, para pelancong ingin mengenal tentang budaya adiluhung di kota itu yang tetap terjaga karena keberadaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, kerajaan yang turut berkontribusi bagi perjalanan sejarah Indonesia. Kekhasan budaya itu bisa berupa seni drama dan tarian (sendratari), falsafah hidup dan lain sebagainya. Selain itu di sekitar Yogyakarta juga terdapat berbagai cagar budaya yang menunjukkan kegemilangan kebudayaan di masa lalu, seperti kompleks Candi Prambanan, Borobudur dan sebagainya. Karena itulah, daerah ini kemudian mendapatkan citra sebagai tujuan wisata budaya. Akan tetapi, dalam perkembangan, selain penyematan sebagai daerah wisata budaya, Yogyakarta juga merupakan daerah wisata alam yang beraneka ragam, mulai dari wisata pantai yang banyak tersebar di Kabupaten Bantul, Gunungkidul serta Kulon Progo, hingga wisata bernuansa pegunungan semisal Kaliurang, atau beberapa spot di pegunungan Menoreh, Kulon Progo. Keindahan serta keunikan tempat-tempat wisata alam ini menjadi incaran pelancong masa kini yang ingin mengabadikan di media sosial. Gelar wisata budaya dan alam itu, kemudian dilengkapi pula dengan aneka kuliner yang memanjakan lidah. Jika ingin makan ‘berat’, ada nasi gudeg. Namun, jika ingin yang lebih soft, ada juga aneka kue atau camilan, salah satunya adalah bakpia, kue berbahan terigu dan berisi kacang, namun kini sudah divariasikan dengan bahan lain seperti cokelat, keju dan lain-lain. Tim Jelajah Lebaran Bisnis Indonesia 2026 berkesempatan mengunjungi Pathok, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Di sana tersebar berbagai pusat penjualan oleh-oleh yang mayoritas menjual bakpia. Lokasi itu menjadi tujuan favorit para pelancong yang menghabiskan masa liburan Lebaran di Yogyakarta.
Pembeli tengah memilih beragam oleh-oleh khas Yogyakarta di salah satu pusat belanja wilayah tersebut. Ria, staf penjualan Bakpia 25 mengungkapkan bahwa momen libur Lebaran ini merupakan momen panen bagi perusahaan tempat dia bekerja. Jika pada hari-hari biasa pembuatan bakpia mencapai 5 kuintal, pada masa libur panjang seperti saat ini, bisa meningkat lima kali lipat. “Kalau dikira-kira, pada hari biasa bisa laku 1000-an kotak, saat ini bisa lebih dari 5.000 kotak,” ungkapnya, Minggu (22/3/2026). Pantauan Bisnis, para pelancong hilir mudik datang membeli oleh-oleh merk tersebut di 2 toko yang berbeda. Salah satu toko juga menjadi tempat produksi bakpia sehingga produk yang dibeli benar-benar baru saja dimasak, karena terasa masih hangat. Dia mengungkapkan, meski produsen bakpia itu merupakan salah satu yang terkenal di Yogyakarta, namun pihaknya tetap berinovasi dalam melakukan pemasaran khususnya di ranah digital. Mereka intens melakukan promosi di media sosial. Tidak hanya itu, dalam sistem transaksi pun mereka sudah melakukan digitalisasi transaksi, sehingga bisa menerima pembayaran secara digital menggunakan QRIS, salah satunya Livin’ by Mandiri. Tim Bisnis berkesempatan melakukan pembayaran menggunakan aplikasi itu.
Informasi yang dihimpun, sebagai super apps, Livin’ menghadirkan berbagai fitur transaksi yang terintegrasi untuk mendukung beragam kebutuhan finansial nasabah. Layanan tersebut mencakup, transfer antarbank dan BI-FAST, pembayaran tagihan rutin, top up e-wallet, transaksi QRIS di berbagai merchant, hingga pembelian tiket perjalanan serta kebutuhan lifestyle melalui fitur Livin’ Sukha. Adapun Ria yang sudah lama bekerja di Bakpia 25 itu mengaku transaksi digital seperti QRIS yang menerima pembayaran dari Livin’ by Mandiri memberikan banyak keuntungan. “Pertama, karena kita sudah mengikuti zaman, kita harus memakai itu ya. Yang kedua, kita juga mengurangi tingkat pemakaian uang palsu ya, penerimaan uang palsu. Ternyata memang sangat membantu sekali. Kemudian, masyarakat dimudahkan untuk pembayaran secara digital,” pungkasnya (*).
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Aroma gurih tahu goreng yang dipadukan dengan petis udang kental menjadi daya tarik bagi pengunjung di Tahu Petis Yudhistira (TPY). Usaha kuliner ini telah berkembang hampir dua dekade, dari gerobak kaki lima di Jakarta hingga menjadi salah satu tujuan berburu oleh-oleh di Semarang.
Kepala Toko Tahu Petis Yudhistira Semarang, Anto Sumardi, mengatakan usaha tersebut bermula sekitar 20 tahun lalu dari penjualan sederhana menggunakan gerobak kaki lima di Jakarta. Seiring waktu, usaha tersebut terus berkembang hingga memiliki beberapa outlet.
“Awalnya dari kaki lima di Jakarta, lalu berkembang. Pada 2015 kami membuka toko di Semarang di Jalan Yudhistira dengan konsep toko oleh-oleh,” kata Anto, yang telah bekerja di TPY selama tujuh tahun.
Perkembangan usaha berlanjut ketika pada 2023 TPY membuka outlet baru di Jalan Pamularsih Nomor 42. Outlet ini mengusung konsep signature outlet yang tidak hanya menjual oleh-oleh, tetapi juga menyediakan tempat makan dan minum bagi pengunjung.
Menurut Anto, salah satu keunggulan tahu petis yang mereka tawarkan terletak pada cita rasa petis yang khas dan otentik. Petis menjadi komponen utama dalam hidangan tersebut sehingga proses pembuatannya dilakukan secara khusus.
Proses pengolahan petis membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam dari bahan baku hingga siap digunakan. Bahan utama petis berasal dari sari udang yang diolah bersama bawang putih serta berbagai bumbu lainnya.
Saat ini TPY memiliki dua varian rasa, yakni original dan pedas. Produk yang dijual juga beragam, mulai dari tahu petis goreng siap santap hingga kemasan vakum yang banyak dibeli sebagai oleh-oleh.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56