BoardOne menawarkan solusi paperboard berkelanjutan untuk kemasan makanan, ritel, dan grafis dengan kekuatan, fleksibilitas, dan sertifikasi keamanan. [632] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Kemasan telah menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari makanan dan minuman siap saji, produk kesehatan dan kebersihan, hingga pengiriman barang, semuanya bergantung pada kemasan yang mampu melindungi produk sekaligus menjaga kualitasnya hingga sampai ke tangan konsumen.
Meningkatnya kebutuhan tersebut juga diiringi dengan meningkatnya kesadaran, baik dari sisi konsumen maupun pelaku usaha, terhadap kemasan yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga berkualitas. Pertumbuhan sektor makanan dan minuman, ritel, serta e-commerce turut mendorong penggunaan material kemasan yang mampu memenuhi berbagai kebutuhan.
Dalam konteks ini, material kemasan berbasis serat kayu seperti paperboard menjadi salah satu solusi. Material ini dikenal memiliki struktur yang kuat, fleksibel, serta dapat didaur ulang. Permintaan terhadap kemasan berbasis kertas pun diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Salah satu inovasinya adalah BoardOne™, rangkaian paperboard yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Dengan portofolio yang beragam, BoardOne™ menawarkan berbagai jenis paperboard yang menggabungkan kekuatan struktur, kemampuan cetak yang baik, serta fleksibilitas desain untuk berbagai aplikasi kemasan.
Kemasan Makanan dan Minuman
Gelas kopi, wadah makanan siap saji, serta kemasan takeaway telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Untuk menampung makanan atau minuman, baik panas maupun dingin, kemasan perlu memiliki daya tahan yang baik agar tetap kuat, tidak bocor, dan mampu menjaga kualitasnya.
Untuk kebutuhan tersebut, BoardOne™ menghadirkan produk FBB Cupstock Hi-Bulk, FBB Platestock, dan FBB GC2 OBA Free yang dirancang aman untuk kontak langsung maupun tidak langsung dengan makanan. BoardOne™ telah memperoleh berbagai sertifikasi keamanan pangan internasional, seperti FSSC 22000 (Food Safety System Certification), FDA (U.S. Food and Drug Administration), serta ISEGA, lembaga sertifikasi Jerman yang menguji keamanan material kemasan untuk kontak dengan makanan.
Produk ini memiliki warna putih dengan tingkat kecerahan tinggi, namun bebas dari Optical Brightening Agent (OBA), yaitu zat pemutih yang digunakan untuk meningkatkan kecerahan kertas. Dengan demikian, material ini tetap aman digunakan sekaligus menghadirkan tampilan kemasan yang bersih dan menarik.
Produk FBB Cupstock Hi-Bulk dan FBB GC2 OBA Free juga telah memperoleh sertifikasi Halal, memberikan jaminan tambahan bagi produsen makanan dan minuman yang membutuhkan standar produksi sesuai ketentuan halal.
Kemasan Produk Ritel
Berbagai produk ritel, seperti kosmetik, produk kesehatan, produk rumah tangga, hingga barang elektronik ringan, memerlukan kemasan yang mampu melindungi produk sekaligus menampilkan identitas merek dengan baik.
Untuk kebutuhan ini, BoardOne™ tersedia dalam kategori Folding Box Board (FBB) yang umum digunakan dalam kemasan ritel. Struktur paperboard yang kuat membantu menjaga bentuk kemasan serta melindungi produk di dalamnya selama distribusi. Selain itu, permukaan yang rata dan halus memungkinkan hasil cetak yang lebih tajam dan warna yang lebih konsisten, cocok untuk kemasan yang membutuhkan tampilan visual yang menarik di rak ritel.
BoardOne™ juga menghadirkan grade EdgePak yang dirancang untuk menghasilkan kualitas cetak tinggi dengan hasil yang tajam dan konsisten, bahkan dalam volume produksi besar. Material ini juga dapat dioperasikan dengan baik pada mesin pengemas otomatis, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dalam proses produksi kemasan.
Percetakan Grafis
Selain untuk kemasan, paperboard juga dapat digunakan dalam kebutuhan grafis dan percetakan, seperti brosur, kartu, kotak hadiah, serta berbagai materi promosi.
Untuk kebutuhan ini, BoardOne™ menghadirkan Art Board C2S Plus yang dirancang untuk menghasilkan kualitas cetak tinggi. Jenis paperboard ini memiliki tingkat brightness dan whiteness yang tinggi sehingga mampu menampilkan warna yang lebih hidup serta detail cetak yang lebih tajam untuk kedua sisinya.
Mengedepankan Keberlanjutan
Selain memenuhi kebutuhan berbagai aplikasi kemasan, BoardOne™ juga diproduksi dengan memperhatikan aspek keberlanjutan. Produk ini menggunakan sumber serat kayu yang dikelola secara lestari dan telah tersertifikasi Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC), salah satu standar internasional untuk pengelolaan hutan yang bertanggung jawab.
Melalui sertifikasi ini, BoardOne™ memastikan bahwa produk paperboard berasal dari sumber terbarukan serta diproduksi dengan pengendalian mutu yang ketat. Hal ini memungkinkan terciptanya material paperboard yang berkualitas sekaligus memenuhi kebutuhan kemasan dengan dampak ekologi yang minimal.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai jenis paperboard BoardOne™ dan aplikasinya, kunjungi www.aprilasia.com/boardone.
Bisnis.com, JAKARTA— Emiten produsen kemasan fleksibel PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI) mengucurkan investasi US$100 juta atau sekitar Rp1,67 triliun untuk ekspansi pabrik fasilitas Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) berkapasitas 62.000 ton per tahun.
Selain itu, AKPI juga membangun mesin Cast Polypropylene (CPP) untuk mendukung pengembangan kemasan berkelanjutan.
Manajemen AKPI menyebutkan, investasi BOPET yang diperkirakan mencapai sekitar US$100 juta menjadi salah satu investasi terbesar di sektor film plastik nasional dalam beberapa tahun terakhir. Proyek tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pasokan Polyethylene Terephthalate (PET) film di dalam negeri.
PET merupakan jenis plastik poliester yang bening, kuat, ringan, dan banyak digunakan untuk botol minuman, wadah makanan, serta serat tekstil. Produk tersebut juga akan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, seiring dengan meningkatnya permintaan dari industri makanan, minuman, farmasi, dan consumer goods.
“BOPET merupakan tulang punggung industri kemasan fleksibel modern. Melalui ekspansi ini, kami ingin memastikan kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri dengan standar kualitas global,” ujar manajemen AKPI, dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Dengan tambahan kapasitas tersebut, AKPI menargetkan peningkatan kontribusi segmen BOPET terhadap pendapatan perseroan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi PET film yang kompetitif di kawasan regional.
Di sisi lain, AKPI juga berinvestasi pada mesin CPP berkapasitas 8.500 ton per tahun yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Investasi ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kemasan berkelanjutan khususnya kemasan monomaterial.
Bahan tersebut lebih mudah didaur ulang sehingga sejalan dengan target ESG perusahaan multinasional.
“Permintaan terhadap kemasan ramah lingkungan terus meningkat. Investasi CPP ini merupakan bagian dari kesiapan kami untuk menjadi mitra strategis pelanggan global dalam transisi menuju kemasan berkelanjutan,” jelas manajemen AKPI.
Dari sisi keuangan, hingga September 2025 AKPI mencatat total aset sebesar Rp3,70 triliun dengan ekuitas Rp1,80 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang solid untuk menopang ekspansi jangka panjang. Perseroan juga mengalokasikan belanja modal rutin guna menjaga keandalan operasional dan efisiensi produksi.
Dengan kombinasi investasi BOPET berskala besar dan CPP berbasis keberlanjutan, AKPI optimistis dapat memperkuat kemandirian industri kemasan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional dan global.
JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten film plastik PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) menggelontorkan investasi 100 juta dollar AS atau Rp 1,6 triliun (kurs Rp 16.000 per dollar AS).
Dana tersebut untuk ekspansi fasilitas Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) berkapasitas 62.000 ton per tahun serta pembangunan mesin Cast Polypropylene (CPP) untuk mendukung pengembangan kemasan berkelanjutan.
“Investasi BOPET ini diperkirakan mencapai sekitar 100 juta dollar AS, dan menjadi salah satu investasi terbesar di sektor film plastik nasional dalam beberapa tahun terakhir,” kata manajemen perusahaan dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Manajemen mengatakan bahwa proyek tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pasokan PET film di dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, seiring meningkatnya permintaan dari industri makanan, minuman, farmasi, dan consumer goods.
“BOPET merupakan tulang punggung industri kemasan fleksibel modern. Melalui ekspansi ini, kami ingin memastikan kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri dengan standar kualitas global,” ujar manajemen AKPI.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, AKPI menargetkan peningkatan kontribusi segmen BOPET terhadap pendapatan Perseroan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi PET film yang kompetitif di kawasan regional.
Investasi Mesin CPP
Di sisi lain, AKPI juga berinvestasi pada mesin CPP berkapasitas 8.500 ton per tahun yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026.
Investasi ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kemasan berkelanjutan, khususnya monomaterial packaging yang lebih mudah didaur ulang dan sejalan dengan target ESG perusahaan multinasional.
“Permintaan terhadap kemasan ramah lingkungan terus meningkat. Investasi CPP ini merupakan bagian dari kesiapan kami untuk menjadi mitra strategis pelanggan global dalam transisi menuju kemasan berkelanjutan,” jelas manajemen.
Dari sisi keuangan, hingga September 2025 AKPI mencatat total aset sebesar Rp 3,70 triliun dengan ekuitas Rp 1,8 triliun, dengan struktur permodalan yang solid untuk menopang ekspansi jangka panjang.
Perseroan juga mengalokasikan belanja modal rutin guna menjaga keandalan operasional dan efisiensi produksi.
“Dengan kombinasi investasi BOPET berskala besar dan CPP berbasis keberlanjutan, AKPI optimistis dapat memperkuat kemandirian industri kemasan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional dan global,” tegas manajemen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56