Bisnis.com, JAKARTA— Emiten produsen kemasan fleksibel PT Argha Karya Prima Industry Tbk. (AKPI) mengucurkan investasi US$100 juta atau sekitar Rp1,67 triliun untuk ekspansi pabrik fasilitas Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) berkapasitas 62.000 ton per tahun.
Selain itu, AKPI juga membangun mesin Cast Polypropylene (CPP) untuk mendukung pengembangan kemasan berkelanjutan.
Manajemen AKPI menyebutkan, investasi BOPET yang diperkirakan mencapai sekitar US$100 juta menjadi salah satu investasi terbesar di sektor film plastik nasional dalam beberapa tahun terakhir. Proyek tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pasokan Polyethylene Terephthalate (PET) film di dalam negeri.
PET merupakan jenis plastik poliester yang bening, kuat, ringan, dan banyak digunakan untuk botol minuman, wadah makanan, serta serat tekstil. Produk tersebut juga akan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor, seiring dengan meningkatnya permintaan dari industri makanan, minuman, farmasi, dan consumer goods.
“BOPET merupakan tulang punggung industri kemasan fleksibel modern. Melalui ekspansi ini, kami ingin memastikan kebutuhan pasar domestik dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri dengan standar kualitas global,” ujar manajemen AKPI, dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Dengan tambahan kapasitas tersebut, AKPI menargetkan peningkatan kontribusi segmen BOPET terhadap pendapatan perseroan. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi PET film yang kompetitif di kawasan regional.
Di sisi lain, AKPI juga berinvestasi pada mesin CPP berkapasitas 8.500 ton per tahun yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2026. Investasi ini diarahkan untuk memenuhi kebutuhan kemasan berkelanjutan khususnya kemasan monomaterial.
Bahan tersebut lebih mudah didaur ulang sehingga sejalan dengan target ESG perusahaan multinasional.
“Permintaan terhadap kemasan ramah lingkungan terus meningkat. Investasi CPP ini merupakan bagian dari kesiapan kami untuk menjadi mitra strategis pelanggan global dalam transisi menuju kemasan berkelanjutan,” jelas manajemen AKPI.
Dari sisi keuangan, hingga September 2025 AKPI mencatat total aset sebesar Rp3,70 triliun dengan ekuitas Rp1,80 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang solid untuk menopang ekspansi jangka panjang. Perseroan juga mengalokasikan belanja modal rutin guna menjaga keandalan operasional dan efisiensi produksi.
Dengan kombinasi investasi BOPET berskala besar dan CPP berbasis keberlanjutan, AKPI optimistis dapat memperkuat kemandirian industri kemasan nasional sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional dan global.