#30 tag 24jam
IPO Besar Warnai 2025, EMAS Terbesar, COIN Catat Return Tertinggi
IPO tersebut tetap menyedot perhatian investor dan menggerakkan aktivitas pasar. [797] url asal
(Kompas.com - Money) 31/12/25 17:21
v/89945/
JAKARTA, KOMPAS.com-Tahun 2025 menjadi periode penting bagi pasar modal Indonesia. Sejumlah penawaran umum perdana saham berukuran besar muncul di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang fluktuatif. IPO tersebut tetap menyedot perhatian investor dan menggerakkan aktivitas pasar.
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Azharys Hardian, menyebut IPO terbesar sepanjang 2025 datang dari sektor pertambangan emas. Emiten tersebut adalah PT Merdeka Gold Resources Tbk berkode EMAS, anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk.
“IPO besar di 2025 adalah EMAS, anak usaha MDKA, dengan nilai penawaran mencapai sekitar Rp 4,6 triliun. Ini menjadi salah satu IPO terbesar yang pernah terjadi di Bursa Efek Indonesia dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Azharys, Rabu (31/12/2025).
Nilai IPO besar tidak selalu sejalan dengan imbal hasil tertinggi. Sepanjang 2025, saham IPO dengan return paling tinggi justru dicatatkan PT Indokripto Koin Semesta Tbk atau COIN.
PT Merdeka Gold Resources Tbk resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia pada 23 September 2025. Saham EMAS langsung melonjak 25 persen ke level Rp 3.600 per saham pada hari pertama perdagangan dan menyentuh auto reject atas. Antusiasme investor terlihat kuat sejak awal.
Dalam penawaran umum perdana, EMAS melepas 1,62 miliar saham baru atau setara 10 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga penawaran ditetapkan Rp 2.880 per saham. Dari aksi ini, perseroan menghimpun dana Rp 4,66 triliun.
Dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, digunakan sebagai modal kerja anak usaha di bidang penambangan dan pengolahan emas serta untuk membayar sebagian pinjaman.
EMAS mengelola Proyek Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Proyek ini memiliki potensi sumber daya sekitar 7 juta ounces emas dan tercatat sebagai salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia. Tambang tersebut dirancang berbiaya rendah dengan umur panjang serta target produksi puncak hingga 500.000 ounces emas per tahun. Produksi emas pertama ditargetkan mulai kuartal I 2026.
“Melalui IPO ini, kami memperkuat fondasi keuangan perseroan sekaligus membuka kesempatan bagi publik untuk menjadi bagian dari perjalanan MGR,” ujar Boyke P. Abidin saat pelaksanaan IPO.
Ia menambahkan, langkah ini mendukung pengembangan Proyek Emas Pani dan memberi nilai tambah bagi pemangku kepentingan, termasuk masyarakat sekitar wilayah operasional.
Pencatatan saham EMAS menjadi tonggak penting bagi perusahaan dan sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang induk usaha. Dukungan MDKA dengan rekam jejak panjang di sektor tambang, termasuk Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, memperkuat posisi EMAS di industri emas nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, MDKA mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba seiring diversifikasi ke sektor nikel.
EMAS memperoleh pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan pada 15 September 2025. Masa penawaran berlangsung 17 sampai 19 September 2025. Saham resmi melantai pada 23 September 2025.
Sementara itu, COIN resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 9 Juli 2025. Pada pembukaan perdagangan, saham COIN langsung melonjak 35 persen ke level Rp 135 per saham dan menyentuh auto reject atas. Harga penawaran IPO COIN ditetapkan Rp 100 per saham.
IPO COIN mencatatkan kelebihan permintaan lebih dari 70 kali. Pemesanan datang dari lebih dari 100.000 calon investor. Antusiasme tinggi terlihat terhadap emiten yang bergerak di sektor aset kripto.
Chief Investment Officer Coinwise, Andry Hakim, menilai IPO COIN mendapat respons positif pasar. “IPO COIN berpotensi memperoleh respons positif dari pasar saham karena merupakan pionir bursa kripto yang melantai di pasar modal Indonesia,” ujarnya.
COIN merupakan perusahaan induk yang membawahi PT Central Finansial X sebagai bursa aset kripto pertama dan satu-satunya di Indonesia serta PT Kustodian Koin Indonesia sebagai lembaga penyimpanan aset kripto.
Pergerakan saham COIN sepanjang 2025 menjadi sorotan. Hingga penutupan perdagangan 30 Desember 2025, harga saham COIN naik dari Rp 100 menjadi Rp 3.880 per saham. Kenaikan mencapai 3.780 persen sejak IPO. Kinerja ini menempatkan COIN sebagai saham IPO dengan return tertinggi sepanjang 2025.
Di sisi lain, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menyampaikan hingga akhir 2025 terdapat 26 perusahaan baru yang melantai. Jumlah ini berada di bawah target 45 emiten. Meski demikian, nilai penghimpunan dana meningkat tajam.
“Yang menarik, walaupun target IPO 45 dan yang tercapai 26, fund raising justru naik menjadi Rp 18 triliun dibandingkan tahun lalu. Bahkan dari sisi lighthouse, target lima, tahun ini bisa mencapai enam,” ucap Iman, Selasa (30/12/2025).
Jumlah perusahaan tercatat di BEI kini mencapai 956 emiten. Total penghimpunan dana pasar modal sepanjang 2025 mendekati Rp 300 triliun atau sekitar Rp 278 triliun, mencakup saham, obligasi, dan instrumen lain.
Basis investor juga mencatat tonggak baru. Jumlah investor menembus 20 juta. Investor aktif bulanan melampaui 500.000 orang. Investor aktif harian sekitar 250.000 orang. Partisipasi ini mendorong aktivitas perdagangan sepanjang tahun.
Puncaknya, Indeks Harga Saham Gabungan mencetak rekor tertinggi di level 8.711 pada 8 Desember 2025. Kapitalisasi pasar menembus Rp 16.000 triliun.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Tahun Penuh Gejolak, 5 Momen Ekonomi Penting di 2025
Tahun 2025 diwarnai sejumlah peristiwa ekonomi penting yang memengaruhi arah perekonomian Indonesia. [669] url asal
#ekonomi #kaleidoskop #2025 #purbaya
(Kompas.com - Money) 31/12/25 15:07
v/89772/
JAKARTA, KOMPAS.com – Tahun 2025 diwarnai sejumlah peristiwa ekonomi penting yang memengaruhi arah perekonomian Indonesia. Dinamika muncul dari pasar modal, nilai tukar, kebijakan fiskal, hingga perubahan di pucuk pimpinan ekonomi.
Gejolak tersebut tidak hanya berkaitan dengan indikator makro, tetapi juga menyentuh sektor keuangan dan perbankan. Pasar saham sempat dihentikan sementara. Rupiah mencatat tekanan tajam di pasar offshore. Pemerintah juga mengambil langkah besar lewat penempatan dana ke perbankan.
Berikut lima peristiwa ekonomi yang menonjol sepanjang 2025:
Trading halt pasar saham
PT Bursa Efek Indonesia menghentikan sementara perdagangan saham pada Selasa (18/3/2025). Pembekuan terjadi sekitar pukul 11.19 waktu Jakarta Automated Trading System.
Langkah tersebut diambil setelah Indeks Harga Saham Gabungan turun hingga 5 persen. Bursa menilai kondisi pasar perlu dikendalikan agar volatilitas tidak berlanjut.
"Kami menginformasikan telah terjadi pembekuan sementara perdagangan sistem perdagangan di PT Bursa Efek Indonesia pada pukul 11:19:31 waktu JATS yang dipicu penurunan IHSG mencapai 5 persen," tulis BEI dalam keterangan resmi.
Kebijakan ini merujuk Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00024/BEI/03-2020 tertanggal 10 Maret 2020. Perdagangan kembali dibuka pada pukul 11.49 waktu JATS tanpa perubahan jadwal.
Trading halt bertujuan menjaga stabilitas pasar dan memberi ruang bagi investor merespons informasi secara seimbang. Kebijakan serupa pernah diterapkan beberapa kali pada 2020 saat pandemi Covid-19.
Rupiah tembus 17.000 per dollar AS
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah muncul kembali pada kuartal II-2025. Setelah libur Lebaran, rupiah di pasar Non Deliverable Forward melemah tajam.
Pada Senin (7/4/2025), kontrak NDF mencatat kurs Rp 17.171 per dollar AS. Posisi tersebut melemah 148 poin dari level sebelumnya.
Pelemahan terjadi seiring tekanan mata uang Asia akibat penguatan dollar AS dan kekhawatiran resesi global. Perang dagang ikut memperburuk sentimen pasar.
Level tersebut tercatat sebagai yang terburuk di pasar forward offshore. Posisi rupiah bahkan lebih rendah dibanding rekor saat pandemi Covid-19 dan krisis moneter 1998.
Pergantian menteri keuangan
Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan pada Senin (8/9/2025). Pelantikan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta.
Purbaya menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Keputusan pengangkatan tertuang dalam Keppres Nomor 86P Tahun 2025.
Purbaya memiliki latar belakang akademik dan teknokrat. Ia lulusan Institut Teknologi Bandung dan meraih gelar magister serta doktor ekonomi dari Purdue University, Amerika Serikat.
Kariernya meliputi sektor energi, pasar modal, riset ekonomi, hingga pemerintahan. Sebelum menjabat Menkeu, Purbaya memimpin Lembaga Penjamin Simpanan sejak 2020.
Penempatan Rp 200 triliun ke perbankan
Pemerintah menempatkan dana Rp 200 triliun ke perbankan nasional mulai Jumat (12/9/2025). Kebijakan ini diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 276 Tahun 2025.
Purbaya menyebut langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong penyaluran kredit.
"Jadi saya pastikan dana yang Rp 200 triliun masuk ke sistem perbankan hari ini dan mungkin banknya abis itu bingung berpikir nyalurin kemana. Pasti pelan-pelan akan dikredit sehingga ekonominya bisa bergerak," ujar Purbaya.
Dana tersebut berasal dari dana pemerintah yang sebelumnya disimpan di Bank Indonesia. Pemerintah menegaskan dana ini bukan berasal dari Saldo Anggaran Lebih atau dana darurat.
"Lah enggak (bukan SAL atau SiLPA), uang kita saja dipindahin," kata Purbaya.
Dana disalurkan ke Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN, dan Bank Syariah Indonesia. Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing menerima Rp 55 triliun. BTN memperoleh Rp 25 triliun. BSI menerima Rp 10 triliun.
IHSG cetak rekor tertinggi
Indeks Harga Saham Gabungan mencetak rekor penutupan tertinggi pada Senin (8/12/2025). IHSG ditutup di level 8.710,695 atau naik 0,90 persen.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak stabil di zona hijau. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia naik menjadi Rp 16.034,693 triliun.
Sepanjang 2025, IHSG mencatat rekor all time high sebanyak 22 kali. Direktur Utama BEI Iman Rachman menyebut sebagian besar rekor terjadi setelah pergantian menteri keuangan.
“Indeks kita ternyata mencapai rekor high sepanjang 2025 itu 22 kali. Tapi yang menarik 21 kalinya zaman menteri keuangan baru,” ujar Iman.
Ia menambahkan IHSG juga menembus level psikologis 8.000 untuk pertama kali pada periode tersebut.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Kinerja Ciamik Saham Teknologi Sepanjang 2025, IRSX-WIFI Berpesta
Saham sektor teknologi mencatatkan kinerja ciamik sepanjang 2025, jauh melampaui sektor lainnya. [860] url asal
#saham-teknologi #sektor-teknologi #saham-cuan-2025 #top-gainers #kaleidoskop #kaleidoskop-2025 #irsx #wifi #dcii
(IDX-Channel - Market News) 29/12/25 21:03
v/87842/
IDXChannel - Saham sektor teknologi mencatatkan kinerja ciamik sepanjang 2025, jauh melampaui sektor lainnya.
Hingga Senin (29/12/2025), indeks saham sektor teknologi (IDXTECHNO) tercatat tumbuh 140,71 persen secara year to date (ytd).
Kinerja positif saham teknologi sejalan dengan gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat 22,10 persen ke level 8.644,26 menjelang tutup tahun.
Adapun lonjakan saham sektor teknologi terutama ditopang oleh sejumlah emiten yang menunjukkan kenaikan harga yang signifikan di tengah volatilitas pasar global dan domestik.
Dari total 40 saham teknologi yang tercatat di Bursa, baik di bidang e-commerce, pusat data (data center), periklanan digital, perangkat komputer & elektronik, hingga layanan teknologi lainnya.
Terdapat lima emiten yang memimpin kenaikan dan berhasil memberikan cuan ratusan persen kepada investor. Kelimanya adalah PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Multipolar Technology Tbk (MLPT), dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK).
IRSX Melesat 2.000 Persen
IRSX menjadi jawara dalam jajaran saham teknologi dengan memimpin kenaikan sebesar 2.125 persen ke harga Rp690 per 29 Desember 2025.
Pada Januari-Juli, IRSX masih diperdagangkan di kisaran Rp40-Rp50 per saham. Transaksi saham IRSX mulai merangkak naik pada awal Agustus dan tumbuh ribuan persen hingga akhir 2025.
Kenaikan saham IRSX seiring dengan restrukturisasi bisnis, ekspansi konten digital, akuisisi berbagai unit usaha hingga penambahan modal melalui rights issue.
Adapun bisnis perseroan semula fokus pada pengembangan software, dan kini berubah ke arah kombinasi ke sektor digital, teknologi, dan hiburan.
Lini bisnis yang saat ini dijalankan IRSX antara lain Folago Social Commerce, Folago Live Entertainment, Folago Go, dan Folago Pictures.
Seiring harga saham yang melejit, perseroan juga mencatatkan lonjakan laba bersih hingga hingga kuartal III. Laba IRSX melonjak 1.776 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp34,15 miliar.
Total aset perseroan naik 102,02 persen menjadi Rp338,18 miliar, ekuitas juga meningkat menjadi Rp 307,83 miliar, sedangkan liabilitas turun menjadi Rp30,35 miliar.
WIFI Melonjak 697 Persen
Posisi kedua top gainers sektor teknologi dihuni oleh saham WIFI. Saham Surge tersebut tumbuh 697,56 persen ke harga Rp3.270 per 29 Desember 2025.
Saham WIFI sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) baru, yakni di level Rp2.970 per unit pada Juli 2025.
Dengan jumlah saham terdaftar 5,30 miliar dan harga pasar Rp3.270 per saham, kapitalisasi pasar saham WIFI saat ini mencapai Rp17,3 triliun.
Saat ini, seluruh bisnis Surge didukung oleh 14 anak usaha mulai dari pemasangan iklan digital, pengembangan aplikasi, hingga pembangunan jaringan fiber optik.
Lonjakan saham WIFI tak terlepas dari kinerja perseroan yang berhasil mencetak pendapatan Rp1,01 triliun, melejit 101 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp504,95 miliar.
Segmen telekomunikasi mencatat pendapatan Rp739,44 miliar, mendominasi pendapatan Surge hingga 73 persen. Sisanya disumbang dari segmen periklanan sebesar Rp276,67 miliar atau setara 27,23 persen.
Jumlah pelanggan Surge juga bertambah 443 ribu atau 114 persen secara kuartalan per September dengan target HomeConnect mencapai 1,5 juta pelanggan sepanjang 2025.
Sementara itu, HomePass Surge mencapai 1,5 juta, meningkat 72 persen secara kuartalan alias bertambah 634 ribu. Hal ini seiring agresifnya ekspansi perseroan membuka jaringan baru.
Total aset WIFI melonjak sebesar 331 persen menjadi Rp12,54 triliun, ekuitas juga naik signifikan sebesar 749,9 persen menjadi Rp8,18 triliun, serta liabilitas meningkat 124,69 persen menjadi Rp4,35 triliun.
DCII Jadi Saham Termahal di Bursa
Emiten data center konglomerat Otto Toto Sugiri, DCII menempati posisi ketiga sebagai saham teknologi dengan pertumbuhan paling tinggi sepanjang 2025.
Saham DCII naik signifikan 409 persen ke harga Rp214.525 per 29 Desember 2025. Saham data center ini sempat menyentuh all time high atau harga tertingginya pada Agustus 2025 di level Rp359.900 per saham, dan menjadikannya sebagai saham termahal di Bursa Efek Indonesia.
Saat ini DCI Indonesia memiliki tujuh fasilitas data center di tiga lokasi yakni di Cibitung, Karawang, dan Jakarta, dengan total kapasitas power potensial hampir mencapai 1.000 megawatt.
Hingga Kuartal III, DCII mencatat laba bersih Rp825 miliar, atau menguat 83,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 449,48 miliar.
Pertumbuhan laba ditopang oleh pendapatan yang naik 74,39 persen menjadi Rp1,92 triliun dari Rp1,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Per September 2025, total aset DCII naik menjadi sebesar Rp5,68 triliun, liabilitas naik ke Rp1,86 triliun, dan ekuitas perusahaan mencapai Rp3,82 triliun.
Adapun saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melejit 212,43 persen ke harga Rp57.800 sehingga menempati urutan keempat top gainers 2025 di sektor teknologi.
MLPT menjadi saham dengan nominal tertinggi kedua setelah DCII. Pada puncaknya, MLPT sempat diperdagangkan di atas Rp150.000 per saham. Bahkan dalam beberapa periode mencapai reli spektakuler hingga lebih dari 600 persen.
Lalu PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) berada di posisi kelima dengan kenaikan saham 126,63 persen ke Rp1.115 per 29 Desember 2025.
Sementara itu, saham dengan bobot terbesar di indeks IDX Techno adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Saham ini memberikan kontribusi bobot paling signifikan terhadap pergerakan indeks IDX Techno, dengan andil sekitar 73,04 persen. Namun, saham GOTO terkoreksi 8,57 persen ke harga Rp64 secara year to date (ytd).
(DESI ANGRIANI)
2025 dan jalan panjang Kopdes Merah Putih wujudkan pemerataan ekonomi
Tahun 2025 tercatat sebagai tonggak sejarah baru dalam pembangunan ekonomi desa di Indonesia, setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan ... [849] url asal
#kopdes-merah-putih #kilas-balik-2025 #kaleidoskop-2025 #catatan-akhir-tahun
Jakarta (ANTARA) - Tahun 2025 tercatat sebagai tonggak sejarah baru dalam pembangunan ekonomi desa di Indonesia, setelah Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih pada Juli 2025.
Harapannya, koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat kemandirian masyarakat, sekaligus mewujudkan pemerataan ekonomi nasional.
Pada tahap awal, pembentukan 80.000 koperasi tersebut baru sebatas kelembagaan. Belum ada bangunan fisik, sehingga koperasi-koperasi itu belum benar-benar beroperasi.
Wajar jika kemudian publik sempat mempertanyakan keberadaan 80.000 koperasi yang tidak terlihat wujudnya, apalagi jika dibandingkan dengan 20.000 ritel modern yang sudah menjamur di berbagai daerah.
Gagasan Kopdes Merah Putih, pertama kali disampaikan ke publik setelah Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada 3 Maret 2025.
Pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi desa dengan kebutuhan modal mencapai Rp240 triliun atau Rp3 miliar per unit koperasi.
Hanya dalam tiga pekan, sejak ratas tersebut, presiden meneken Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Kopdes/Kel Merah Putih. Inpres itu menugaskan 16 kementerian/lembaga serta pemerintah daerah untuk berkolaborasi.
Langkah cepat ini menunjukkan ambisi besar pemerintah, namun kritik segera bermunculan. Sejumlah pengamat menilai skema pembentukan koperasi cenderung top-down dan sentralistik, bertentangan dengan prinsip koperasi yang seharusnya tumbuh secara sukarela dari masyarakat.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 menegaskan koperasi sebagai gerakan ekonomi rakyat yang otonom, bukan hasil paksaan dari atas.
Meski demikian, program terus berjalan. Untuk memperkuat tahap pembangunan fisik, Presiden Prabowo meneken Inpres Nomor 17 Tahun 2025 pada Oktober 2025 tentang Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Inpres ini menegaskan dukungan penuh pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui pembangunan infrastruktur koperasi.
Pendanaan program ini melibatkan APBN, APBD, Dana Desa, serta dukungan BUMN, khususnya PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) yang ditugaskan membangun gerai, gudang, dan sarana logistik koperasi.
Dari plafon Rp3 miliar per koperasi, Rp2,5 miliar dialokasikan untuk investasi capital expenditure (capex), berupa pembangunan fisik dan kelengkapan operasional, sedangkan Rp500 juta sisanya untuk biaya operasional (opex).
Infrastruktur yang dibangun mencakup tujuh gerai wajib: kantor koperasi, gerai sembako, unit simpan pinjam, klinik desa, apotek desa, gudang berpendingin atau cold storage, serta sarana logistik.
Setelah Inpres Nomor 17/2025 terbit, pemerintah pun menyesuaikan regulasi agar proses pembiayaan koperasi lebih sederhana dan cepat.
Awalnya, pembiayaan Kopdes Merah Putih dilakukan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berdasarkan proposal yang diajukan koperasi. Skema ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 49 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pinjaman dalam Rangka Pendanaan Kopdes Merah Putih.
Mekanisme tersebut dinilai terlalu administratif dan berisiko memperlambat proses pencairan dana.
Akibatnya, PMK No. 49/2025 dicabut, dan pemerintah melakukan penyesuaian skema pembiayaan. Meski aturan berubah, plafon tetap sama, yakni Rp3 miliar per unit koperasi.
Dengan plafon tersebut, setiap koperasi diwajibkan membangun gudang, gerai, dan perlengkapan lainnya sesuai standar.
Harus realistis
Target pemerintah sangat ambisius: 80.000 bidang tanah negara diinventarisasi hingga awal tahun depan, dengan tujuh gerai wajib berdiri di setiap koperasi.
Hingga awal November, tercatat lebih dari 8.000 koperasi sedang dibangun, dengan target percepatan 40.000–50.000 titik pada Desember.
Saat ini, sekitar 100 koperasi percontohan sudah mulai beroperasi di beberapa daerah di Indonesia.
Pemerintah berharap pada tahun depan seluruh 80.000 koperasi terbangun dan dapat berjalan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menargetkan 80.000 unit Kopdes/Kel Merah Putih yang telah terbentuk legalitasnya dapat beroperasi penuh pada Maret 2026.
Ferry menyampaikan bahwa Presiden Prabowo pada dasarnya menginginkan agar operasionalisasi Kopdes/Kel Merah Putih dapat segera dimulai.
Hanya saja, karena belum semua unit memiliki gudang, gerai, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya, maka pembangunan aset fisik perlu dipercepat, sebelum program tersebut dapat dijalankan secara optimal.
"Maret 2026, kami harapkan seluruh gerai dan gudang selesai dibangun, Insya Allah Maret 2026 target operasi Kopdes/Kel Merah Putih bisa berjalan dengan baik," kata Ferry pada Oktober lalu.
Meski ambisi besar sudah digulirkan, tantangan nyata masih menunggu di depan. Program Kopdes Merah Putih rentan menghadapi masalah keberlanjutan.
Dengan jumlah koperasi yang sangat besar, kebijakan top-down, dan waktu pelaksanaan yang singkat, risiko koperasi rapuh dan tidak berkelanjutan cukup tinggi.
Jangan sampai koperasi hanya berakhir sebagai “koperasi papan nama”, tanpa aktivitas usaha yang nyata.
Risiko lain muncul, jika koperasi hanya fokus pada pembangunan fisik, tanpa mampu mengoperasikan usaha secara berkelanjutan. Ketergantungan pada Dana Desa maupun anggaran negara juga bisa membuat koperasi tidak mandiri dan rentan terhadap intervensi eksternal.
Alih-alih memberdayakan ekonomi desa, koperasi justru bisa menjadi beban fiskal baru.
Karena itu, apabila target 80.000 koperasi belum tercapai tahun depan, bukan berarti pemerintah gagal. Program ini justru lebih baik dijalankan secara bertahap, dimulai dari 1.000 koperasi, kemudian berkembang menjadi 3.000, 5.000, hingga akhirnya mencapai 80.000.
Semua harus realistis, dengan memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar berjalan efektif dan dapat diterapkan di lapangan.
Hal yang terpenting, koperasi tidak hanya berdiri secara formal, tetapi benar-benar hidup, beroperasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa. Ingat, tujuan utama Kopdes Merah Putih bukan hanya membangun koperasi, tetapi juga mewujudkan kemandirian desa dan pemerataan ekonomi.
Editor: Masuki M. Astro
Copyright © ANTARA 2025
Top Losers Saham IPO 2025, Ada BRRC-KAQI
Jumlah saham debutan dengan kinerja terburuk sepanjang 2025 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya. [817] url asal
#ipo-2025 #top-losers #saham-ipo #kaleidoskop #kaleidoskop2025 #ipo-terboncos
(IDX-Channel - Market News) 29/12/25 09:08
v/86968/
IDXChannel - Jumlah saham debutan dengan kinerja terburuk sepanjang 2025 lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Perbaikan ini sejalan dengan cemerlangnya kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 24 Desember yang berhasil mencetak all-time high sebanyak 23 kali.
IHSG melesat hampir 20 persen secara year to date (ytd) atau naik 1.458 poin ke level 8.537,91. Dari sisi aktivitas perdagangan, IHSG membukukan volume transaksi sebesar 28,79 miliar saham sepanjang tahun, jauh melampaui rata-rata harian sebesar 17,44 miliar saham.
Berdasarkan data Bursa, 26 emiten melakukan penawaran umum perdana saham atau sepanjang 2025 dengan dana yang dihimpun mencapai Rp18,11 triliun.
Dari jumlah itu, 17 emiten berhasil memanen cuan di antaranya PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencetak kenaikan paling tinggi sebesar 3.000 persen. Disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dan PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) yang naik masing-masing 700 persen sejak listing perdana.
Sementara sisanya 9 emiten membukukan kinerja negatif dengan penurunan rata-rata 20-48 persen per 24 Desember 2025.
Raja Roti (BRRC) Anjlok 48,57 Persen
Ada tiga saham IPO yang menempati posisi paling boncos dan merupakan anggota papan pengembangan. Posisi pertama dihuni oleh PT Raja Roti Cemerlang Tbk (BRRC).
BRRC menjadi saham debutan terburuk 2025 dengan penurunan harga sebesar 48,57 persen secara year to date (ytd). Sahamnya anjlok dari harga Rp294 ke harga Rp108 per 24 Desember 2025.
Saat listing pada 9 Januari 2025, saham Raja Roti sempat dibuka auto reject atas (ARA) ke level Rp262 per saham, atau melesat 24,76 persen dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp210 per saham.
Kondisi tersebut tak berlangsung lama. Saham Raja Roti beberapa kali nyaris menyentuh Auto Rejection Bawah (ARB) hingga disuspensi Bursa. Bahkan, belum sebulan listing, BRRC sudah masuk papan pemantauan khusus full-call auction (FCA).
Dalam gelaran IPO, produsen tepung roti merek Royal ini melepas 291,5 juta saham atau maksimal 30,01 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan mematok harga IPO sebesar Rp210 per saham, BRRC mengantongi dana maksimal Rp61,21 miliar.
Bersamaan dengan penawaran saham perdana, perseroan juga menerbitkan 145,75 juta Waran Seri I atau 21,43 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan Rp210.
Seluruh dana hasil IPO digunakan untuk modal kerja yang penggunaannya, meliputi peningkatan stok bahan baku, termasuk biaya operasional yang terdiri dari biaya tenaga kerja dan energi (gas, listrik).
Sedangkan dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran Seri I, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja, yaitu persediaan bahan baku dan biaya operasional.
KAQI Turun 42,37 Persen
Posisi saham IPO kedua terbawah ditempati oleh PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI). Emiten yang melantai pada 10 Maret 2025 ini mencatatkan penurunan harga sebesar 42,37 persen ytd sejak debut perdana dari harga Rp118 ke harga Rp68.
Padahal saat listing, saham KAQI sempat dibuka melesat 18,64 persen ke harga Rp140. Sepekan kemudian, saham Jantra Grupo itu turun ke level gocap hingga masuk dalam pantauan Bursa.
Emiten yang berada di papan pengembangan ini melepas 450 juta saham atau 21,68 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp118 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana segar sebesar Rp53,10 miliar.
Dalam prospektusnya, pengelola bengkel spesialis kaki-kaki mobil itu bakal menggunakan dana hasil IPO untuk belanja modal (capex) pembelian lahan seluas 1.940 m2 di Bona Indah, Jakarta Selatan serta membuka lima cabang cabang bengkel baru yang terletak di Kota Bandung, Bekasi, Surabaya, dan Semarang, serta bengkel yang akan didirikan di lahan Bona Indah.
Selain itu, dana IPO juga dipakai untuk kegiatan operasional, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian persediaan suku cadang, sewa kendaraan operasional, dan pengembangan aplikasi, serta keperluan pemberian pinjaman kepada anak-anak usaha perseroan.
DKHH Minus 40,15 persen
Peringkat ketiga terbawah saham debutan jatuh kepada PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH). Pengelola rumah sakit DKH ini menjadi emiten ke-14 yang resmi melantai di Bursa pada 2025.
Saham DKHH terkoreksi 40,15 persen sejak listing perdana pada 8 Mei 2025 dari harga Rp132 menjadi Rp79. Saham tersebut sempat merah selama sepekan usai IPO hingga disuspensi Bursa selama dua minggu.
DKHH pun menjadi penghuni Papan Pemantauan Khusus Full Call Auction (PPK FCA) setelah dua bulan listing.
Dalam gelaran IPO, DKHH melepas 530 juta saham baru atau 20,78 persen dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga pelaksanaan Rp132 per saham. Dengan demikian, perseroan meraup dana segar sebesar Rp69,96 miliar.
Sebagai pemanis, Cipta Sarana juga menerbitkan 265 juta Waran Seri I (DKHH-W) di harga pelaksanaan Rp175 per saham. Dari hasil penerbitan waran ini, perseroan meraup dana tambahan Rp46,37 miliar.
Dana hasil IPO digunakan perseroan untuk pembangunan gedung baru di area RS DKH Cibadak termasuk fasilitas poliklinik, rawat inap eksekutif, dan kelas rawat inap standar.
Kemudian untuk pembelian peralatan medis dan non-medis seperti CT-Scan dan fasilitas penunjang lainnya, renovasi gedung rumah sakit yang sudah ada, serta modal kerja, mencakup biaya pemasaran dan pembayaran vendor farmasi.
(DESI ANGRIANI)
Dompet digital luncurkan kaleidoskop keuangan rekap aktivitas pengguna
Dompet digital (e-wallet) GoPay memperkenalkan fitur "GoPay Reuni 2025" sebagai kaleidoskop keuangan yang merangkum aktivitas transaksi pengguna ... [292] url asal
#gopay #kaleidoskop #keuangan #2025-rekap #aktivitas #pengguna
Jakarta (ANTARA) - Dompet digital (e-wallet) GoPay memperkenalkan fitur "GoPay Reuni 2025" sebagai kaleidoskop keuangan yang merangkum aktivitas transaksi pengguna sepanjang 2025 mencakup pola belanja, transfer, hingga split bill dan preferensi layanan untuk membantu kebiasaan finansial digital.
"GoPay memperkenalkan 'GoPay Reuni 2025'c sebuah laporan kilas balik interaktif tentang perjalanan keuangan pengguna aplikasi GoPay sepanjang tahun 2025," kata Head of GoPay Wallet Kelvin Timotius sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat.
Dia menyampaikan melalui GoPay Reuni 2025, pengguna bisa mengetahui secara rinci fakta unik dan menarik tentang perjalanan keuangannya di aplikasi dompet elektronik tersebut sepanjang tahun,
"Seperti misalnya kategori transaksi pengeluaran terbanyak, merchant favorit dengan pembayaran QRIS, transfer buddy favorit, jumlah split bill yang dilakukan, dan masih banyak kategori lainnya," kata dia.
Lebih lanjut Kelvin menjelaskan laporan kilas balik itu sebagai bentuk apresiasi dari GoPay kepada pengguna setia.
Ia menuturkan interaksi personal yang diberikan diharapkan dapat menjadi teman perjalanan keuangan pengguna dan bisa mengisi momen akhir tahun 2025.
"Layanan keuangan di aplikasi GoPay tersedia untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari, mulai dari bayar tagihan, belanja di merchant langganan, menabung, meminjam, hingga mengakses asuransi," kata dia.
Lebih lanjut dia mengatakan GoPay Reuni 2025 turut dilengkapi dengan kuis interaktif seputar layanan GoPay dan perjalanan keuangan pengguna berhadiah GoPay Coins.
Selain itu, pengguna juga dapat dengan mudah membagikan cerita unik perjalanan keuangannya melalui media sosial atau langsung berbagi dengan sesama pengguna aplikasi GoPay.
"Berikut cara untuk bisa mengakses GoPay Reuni 2025 pertama buka aplikasi GoPay, kedua Klik ‘Reuni 2025’ di halaman utama GoPay; serta telusuri fakta unik perjalanan keuangan 2025," katanya.
GoPay merupakan dompet digital bagian dari GoTo Financial dan GoTo Group. GoPay telah melahirkan banyak inovasi untuk membantu jutaan penduduk Indonesia lebih mudah mengakses layanan keuangan.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Indra Arief Pribadi
Copyright © ANTARA 2025
Kaleidoskop 2025: Deretan Paket Stimulus Pemerintahan Prabowo untuk Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menggelontorkan sejumlah paket stimulus ekonomi sepanjang tahun 2025 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. - Bagian all [791] url asal
#kaleidoskop #stimulus-ekonomi #prabowo-subianto #purbaya-yudhi-sadewa #pertumbuhan-ekonomi #anggaran #apbn
JAKARTA, iNews.id - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menggelontorkan sejumlah paket stimulus ekonomi sepanjang tahun 2025 untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi.
Terdapat empat paket stimulus yang telah diberikan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sejak menjabat sebagai Kepala Negara pada Oktober 2024.
Pemerintah menargetkan kebijakan tersebut mampu memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen pada 2029 mendatang, naik dari kisaran 5 persen saat ini.
Selama ini, struktur ekonomi Indonesia masih ditopang terutama oleh konsumsi rumah tangga, disusul oleh investasi. Karena itu, pemerintah berharap tambahan stimulus dapat menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dalam peluncuran paket stimulus ekonomi pada September 2025, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa stimulus senilai Rp16,23 triliun tidak akan menambah beban defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, alokasi stimulus tersebut hanya memanfaatkan realokasi belanja yang sebelumnya tidak optimal diserap.
“Sudah ada uangnya, ada kami siapkan, bukan berarti defisitnya melebar, tapi saya bisa perkirakan setiap tahun berapa penyerapan berapa anggaran kita. Tahun lalu ada sisa juga, saya bisa hitung berapa sisanya,” ucap Purbaya usai Rapat Kabinet Terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/9/2025).
Purbaya menuturkan, jika pertumbuhan ekonomi meningkat, penerimaan negara juga akan ikut terdorong, sehingga dampaknya terhadap defisit tetap terkendali.
“Nanti kalau ekonomi tumbuh lebih bagus kalau kita asumsikan tax ratio-nya konstan, kalau PDB tumbuh lebih cepat taxnya jadi lebih cepat juga, jadi dampaknya ke defisit cenderung netral to positive,” tuturnya.
Adapun, rincian nilai paket stimulus sepanjang tahun ini di antaranya paket pertama diluncurkan pada Juni 2025 dengan nilai Rp24,44 triliun dan paket kedua dirilis pada September 2025 sebesar Rp16,23 triliun.
Berikut daftar rincian paket stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah sepanjang tahun 2025:
1. Diskon Transportasi
Terdapat 3 jenis Diskon Transportasi selama 2 bulan pada momen libur sekolah (sekitar awal Juni 2025 s.d. pertengahan Juli 2025) dengan total anggaran Rp0,94 triliun, antara lain:
- Diskon Tiket Kereta sebesar 30 persen
- Diskon Tiket Pesawat berupa PPN DTP 6 persen
- Diskon Tiket Angkutan Laut sebesar 50 persen
2. Diskon Tarif Tol
Diskon Tarif Tol sebesar 20 persen untuk sekitar 110 Juta Pengendara selama 2 bulan pada momen Liburan Sekolah (sekitar awal Juni 2025 s.d. pertengahan Juli 2025), senilai Rp0,65 Triliun (Non-APBN)
3. Penebalan Bantuan Sosial
- Tambahan Kartu Sembako Rp200.000/Bulan
- Bantuan pangan (10 kg/bulan)
Masing-masing pemadam 18,3 juta KPM untuk bulan Juni hingga Juli 2025, disalurkan satu kali di bulan Juni 2025 total Rp11,93 triliun.
4. Bantuan Subsidi Upah (BSU)
Sebesar Rp300.000 kepada 17,3 juta pekerja/buruh (gaji sampai dengan Rp3,5 juta atau sebesar UMP/Kota/Kab). Kemudian, 288.000 guru Kemendikdasmen dan 277.000 guru Kemenag untuk 2 bulan periode Juni-Juli 2025 yang disalurkan pada bulan Juni. Total bantuan senilai Rp10,72 triliun.
5. Perpanjangan Diskon Iuran JKK
Sebesar 50 persen selama 6 bulan bagi pekerja sektor Padat karya Rp 0,2 triliun (non-APBN). Realisasi Februari hingga Mei 2025 mencapai 2,7 juta pekerja di enam industri padat karya.
8 Program Akselerasi Program 2025
1. Program Magang Lulusan Perguruan Tinggi (maksimal fresh graduate 1 tahun)
2. Perluasan PPh Pasal 21 DTP => untuk Pekerja di sektor terkait Pariwisata
3. Bantuan Pangan periode Oktober-November 2025
4. Diskon luran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi BPU transportasi online/OJOL (termasuk Ojek Pangkalan, Supir, Kurir, dan Logistik) selama 6 bulan
5. Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan BPJS Ketenagakerajaan
6. Program Padat Karya Tunai (Cash for Work) Kemenhub dan KemenPU
7. Program Deregulasi -> Implementasi PP28/2025
8. Program Perkotaan (Pilot Project DKI Jakarta): perbaikan kualitas pemukiman dan penyediaan platform pemasaran untuk Gigs UMKM
4 Program Dilanjutkan di Program 2026
1. Perpanjangan jangka waktu pemanfaatan PPh Final 0,5 persen bagi Wajib Pajak UMKM Tahun 2026 serta Penyesuaian Penerima PPh Final 0,5 persen bagi Wajib Pajak UMKM
2. Perpanjangan PPh 21 DTP -> untuk Pekerja di Sektor terkait Pariwisata (APBN 2026)
3. PPh Pasal 21 DTP -> untuk Pekerja di Industri Padat Karya
(APBN 2026)
4. Program Diskon luran JKK dan JKM untuk semua penerima Bukan Penerima Upah (BPU)
5 Program Penyerapan Tenaga Kerja
1. Operasional KDKMP (Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih)
2. Replanting di Perkebunan Rakyat
3. Kampung Nelayan Merah Putih
4. Revitalisasi Tambak Pantura
5. Modernisasi Kapal Nelayan
Selain itu, pemerintah juga memberikan stimulus untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang mendapatkan fasilitas PPN DTP 10 persen untuk KBLB dalam keadaan terurai lengkap atau Completely Knocked Down (CKD).
Kemudian, Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 15 persen untuk KBLBB impor Completely Built-Up (CBU) atau kendaraan yang diimpor dalam bentuk utuh dan CKD atau komponen kendaraan yang dirakit di dalam negeri, serta Bea Masuk (BM) 0 persen untuk KBLBB CBU.
Sementara itu, untuk kendaraan bermotor hybrid mendapatkan fasilitas PPnBM DTP sebesar 3 persen.
Editor: Aditya Pratama
Tren Buyback 2025, Respons Kolektif Emiten Hadapi Gejolak Pasar
Pasar modal Indonesia mencatatkan gelombang pembelian kembali atau buyback saham oleh puluhan emiten sepanjang 2025. [609] url asal
#rups #buyback #buyback-2025 #kaleidoskop #kaleidoskop-2025
(IDX-Channel - Market News) 23/12/25 19:08
v/83082/
IDXChannel - Pasar modal Indonesia mencatatkan gelombang pembelian kembali atau buyback saham oleh puluhan emiten sepanjang 2025 sebagai respons dalam menghadapi fluktuasi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Fenomena tersebut berlangsung setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan kebijakan baru pada 19 Maret 2025, yang memungkinkan emiten melakukan buyback saham tanpa persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Kebijakan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi perseroan untuk segera mengeksekusi buyback sebagai instrumen stabilisasi harga saham selama kondisi pasar bergejolak signifikan.
Sebagian aksi buyback masih berjalan atau baru diumumkan. Menurut data OJK, sebanyak 43 emiten berencana melakukan buyback tanpa RUPS pada 2025 dengan estimasi total alokasi dana mencapai Rp22,54 triliun.
Dari jumlah tersebut, 35 emiten telah melaksanakan buyback dengan nilai realisasi mencapai sekitar Rp3,38 triliun per akhir Juni 2025.
Adapun PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA) tercatat sebagai emiten perbankan dengan alokasi buyback tanpa RUPS terbesar yakni Rp5 triliun.
Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) besutan taipan Prajogo Pangestu yang masing-masing mengalokasikan Rp2 triliun.
Lalu PT Astra International Tbk (ASII) beserta anak usahanya, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga ikut dalam trend buyback dengan nilai masing-masing Rp2 triliun.
Sementara itu, emiten dengan alokasi terkecil antara lain PT Colorpak Indonesia Tbk (CLPI) dan PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), yang masing-masing hanya menganggarkan Rp5 miliar untuk aksi ini.
Berikut daftar emiten dengan buyback tanpa RUPS terbesar sepanjang 2025:
1. PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (BBCA)
BBCA menyiapkan dana maksimal Rp5 triliun untuk mengeksekusi rencana pembelian kembali saham di harga pelaksanaan Rp9.200 per saham. BCA akan menyerap saham publik mulai 22 Oktober 2025 hingga 19 Januari 2026.
2. PT Astra International Tbk (ASII)
Raksasa konglomerasi ini mengumumkan program buyback senilai sekitar Rp2 triliun untuk periode 3 November 2025 hingga 30 Januari 2026, dengan harga pembelian yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan.
3. PT United Tractors Tbk (UNTR)
Anak usaha Astra ini berencana buyback dengan nilai maksimal Rp2 triliun mulai 31 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026 pada harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan.
4. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
BREN mengalokasikan dana buyback Rp2 triliun untuk membeli kembali sebanyak-banyaknya 0,2 persen dari total saham yang telah dikeluarkan perseroan. Aksi tersebut berlangsung pada 24 Maret-23 Juni 2025.
5. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
TPIA melaksanakan pembelian kembali saham dengan alokasi dana Rp2 triliun pada 24 Maret-23 Juni 2025. Perseroan menetapkan harga buyback maksimal Rp10.000 per saham.
6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Alfamart melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimum Rp1,5 triliun. Perseroan akan buyback hingga 650 juta saham pada periode 8 Desember 2025 sampai dengan 6 Maret 2026.
7. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Emiten Grup Bakrie ini mengalokasikan dana buyback Rp950 miliar dari rencana sebelumnya Rp1,7 triliun. Buyback dilaksanakan pada periode 19 November 2025 hingga 19 Februari 2026 dengan harga yang dianggap baik dan wajar oleh perseroan.
8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
MedcoEnergi mengumumkan pembelian kembali saham dengan dana USD50 juta atau setara Rp815 miliar (kurs Rp16.300 per USD). Jumlah saham yang akan dibeli diperkirakan maksimal 407 juta saham.
9. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
Bukalapak buyback Rp420,8 miliar untuk meneruskan program sebelumnya dengan total dana Rp1,3 triliun berdasarkan pengumuman 3 Juli 2025. Pelaksanaan buyback terhitung sejak 24 Oktober 2025 hingga 23 Januari 2026.
10. PT Harum Energy Tbk (HRUM)
HRUM berencana membeli kembali hingga 751.793.346 saham atau setara 5,56 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Perseroan menyiapkan dana maksimal Rp837 miliar untuk melaksanakan buyback pada 6 Oktober 2025 hingga 2 Januari 2026.
(DESI ANGRIANI)
Nasib Emiten Tambang 2025, Emas vs Batu Bara Cuan Mana?
Emiten tambang menjalani 2025 dengan penuh ujian terutama di subsektor batu bara setelah harga yang bergerak melemah sepanjang tahun. [920] url asal
#emiten-tambang #emas #batu-bara #kaleidoskop2025 #kaleidoskop #antm #ptba #adro #mdka #hrta #brms
(IDX-Channel - Market News) 23/12/25 17:46
v/83002/
IDXChannel - Emiten tambang menjalani 2025 dengan penuh ujian terutama di subsektor batu bara setelah harga yang bergerak melemah sepanjang tahun.
Pelaku usaha harus beradaptasi dengan fase normalisasi harga komoditas sekaligus tekanan transisi energi usai menikmati supercycle pada periode sebelumnya.
Berdasarkan Harga Batu Bara Acuan (HBA), harga turun dari USD124,01 per ton di awal 2025 menjadi USD100,81 per ton pada akhir tahun. Pelemahan serupa terjadi di pasar global, tercermin dari Newcastle Index yang turun 22 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) serta Indonesian Coal Index (ICI)-3 yang terkoreksi 16 persen yoy.
Koreksi harga tersebut langsung tercermin pada kinerja keuangan emiten. Hingga kuartal III-2025, laba bersih sejumlah pemain batu bara tergerus signifikan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penurunan laba 59 persen menjadi Rp1,4 triliun dari Rp3,8 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan laba bersih Rp5,03 triliun, anjlok 71,9 persen dibandingkan capaian Rp17,91 triliun. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencatatkan laba USD130,59 juta, menyusut 52,17 persen dari USD273,01 juta. Sementara itu, PT Indika Energy Tbk (INDY) hanya mengantongi laba Rp8 miliar, merosot tajam 98,5 persen dari Rp520 miliar.
Dividen jadi magnet investor
Di tengah ekspansi yang semakin selektif, mayoritas emiten memilih mengembalikan kas kepada pemegang saham dalam bentuk dividen. Di mana dividend yield emiten batu bara papan atas bertahan di level dua digit, menjadikannya primadona bagi investor yang berorientasi pendapatan.
Batu bara pun bertransformasi dari saham siklikal agresif menjadi income stock, meski bayang-bayang risiko jangka panjang akibat transisi energi tetap membatasi valuasi.
Berdasarkan catatan IDX Channel, Selasa (23/12/2025), PTBA membagikan dividen tahun buku 2024 sebesar Rp3,83 triliun atau Rp332,44 per saham yang dibayarkan pada 11 Juli 2025. Dividend yield PTBA mencapai 11,19 persen dengan dividend payout ratio (DPR) 75 persen dari laba bersih 2024 sebesar Rp5,10 triliun.
ITMG membagikan dividen final Rp2.245 per saham untuk tahun buku 2024, ditambah dividen interim Rp1.228 per saham pada September 2024. Total dividen tunai yang diterima investor mencapai Rp3.473 per saham. Pada 2025, ITMG kembali menyalurkan dividen interim sekitar USD50 juta atau setara Rp738 per saham yang cair pada akhir November.
Sementara itu, ADRO membagikan total dividen Rp273,53 per saham, terdiri dari dividen interim Rp106,84 per saham dibayarkan 15 Januari 2025 dan dividen final Rp166,69 per saham dibayarkan 26 Juni 2025, dengan nilai dividen final mencapai Rp4,88 triliun.
Adapun INDY menyiapkan dividen tahun buku 2024 sebesar USD5 juta atau sekitar Rp80 miliar yang telah dibayarkan pada awal Juni 2025.
Di sisi lain, isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) masih menjadi faktor penekan bagi sektor batu bara. Sejumlah pemain mulai mengalihkan sebagian investasi ke energi terbarukan, infrastruktur hijau, hingga bisnis non-batu bara.
ADRO dan INDY tercatat sebagai dua emiten paling progresif dalam diversifikasi, meski kontribusi pendapatan non-batu bara masih terbatas sepanjang 2025. ADRO memperluas portofolio melalui pengembangan batu bara metalurgi lewat anak usaha PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), serta mempercepat proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan wind farm di Kalimantan.
Sementara itu, INDY mengalokasikan sebagian besar belanja modal 2025 untuk pertambangan emas, proyek energi hijau, serta menjajaki peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV).
ANTM-HRTA, emiten emas yang bersinar
Berbanding terbalik dengan batu bara, subsektor emas justru menikmati tahun yang gemilang. Harga emas dunia mencetak rekor baru sepanjang 2025, didorong ekspektasi pelonggaran moneter global, meningkatnya tensi geopolitik, serta pembelian agresif oleh bank sentral.
Per 22 Desember 2025, harga emas dunia menembus USD4.400 per troy ounce, naik 3,97 persen secara bulanan (month-to-date/MTD). Di pasar domestik, harga emas mencapai Rp2.561.000 per gram, melonjak Rp59 ribu per gram pada 23 Desember 2025.
Lonjakan harga tersebut menjadi katalis utama kinerja emiten emas. Hingga kuartal III-2025, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan laba bersih Rp6,61 triliun, melesat 197 persen. Dengan model bisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir, Antam menikmati kenaikan harga jual emas serta penjualan ritel yang solid.
Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menunjukkan perbaikan fundamental meski masih mencatatkan rugi bersih. Kerugian MDKA menyusut 48,14 persen menjadi USD34,75 juta dari USD67,02 juta, meskipun pendapatan turun 22,82 persen menjadi USD1,29 miliar hingga kuartal III-2025.
Laba bersih PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) juga melonjak signifikan hingga 142 persen menjadi USD37,91 juta seiring dengan naiknya pendapatan sebesar 69 persen menjadi sekitar USD183,57 juta.
Di sisi hilir, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) berhasil memanfaatkan lonjakan permintaan perhiasan dan emas batangan domestik. Strategi hilirisasi serta jaringan distribusi yang luas mendorong laba HRTA melonjak 90,7 persen menjadi Rp575,76 miliar, ditopang kenaikan pendapatan 89,6 persen menjadi Rp25,19 triliun.
Dari pergerakan saham, mayoritas emiten batu bara juga mencatatkan penurunan harga. Secara year to date (ytd), PTBA turun 17,09 persen ke harga Rp2.280, ADRO anjlok 21,60 persen ke harga Rp1.905, ITMG koreksi 18,07 persen ke harga Rp21.875, sedangkan INDY mampu melonjak 55,85 persen ke Rp2.330.
Emiten emas seperti ANTM melambung 109,18 persen ke harga Rp3.190, MDKA menguat 38,08 persen ke harga Rp2.230, BRMS melesat 233 persen ke harga Rp1.155 dan HRTA terbang 443,79 persen ke Rp1.925.
Berdasarkan kinerja dua sektor tambang tersebut, batu bara menawarkan arus kas kuat dan dividend yield tinggi, namun dibayangi risiko struktural jangka panjang. Sebaliknya, emas tampil sebagai aset defensif dengan potensi pertumbuhan, meski menghadirkan tantangan operasional dan kebutuhan belanja modal yang besar.
(DESI ANGRIANI)
Kaleidoskop Satu Dekade Shopee: Menciptakan Dampak bagi Ekosistem melalui Inovasi dan Kolaborasi
Sejak hadir pada tahun 2015, platform Shopee berperan sebagai ruang kolaboratif yang mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia melalui berbagai inovasi,... | Halaman Lengkap [982] url asal
#shopee #shopee-indonesia #kaleidoskop
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 18/12/25 15:21
v/77501/
JAKARTA - Sejak hadir pada tahun 2015, platform Shopee berperan sebagai ruang kolaboratif yang mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia melalui berbagai inovasi, fitur, dan program. Dalam satu dekade perjalanannya, ekosistem ini tumbuh bersama pelaku UMKM, brand lokal, dan kreator, membuka peluang bagi mereka untuk mengembangkan skala usaha, menjangkau pasar yang lebih luas, serta beradaptasi dengan dinamika ekonomi digital. Pertumbuhan berkelanjutan ini mencerminkan peran platform dalam menciptakan nilai bersama dan memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.Adi Rahardja, Senior Director of Business Development Shopee Indonesia mengatakan, “Perjalanan Shopee hingga sampai di usia ini, tentu tidak terlepas dari dukungan para pengguna, mitra penjual, brand lokal, pelaku UMKM, mitra bisnis dan seluruh pihak dalam ekosistem kami yang telah tumbuh bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Selama sepuluh tahun terakhir, kami melihat bagaimana ekosistem digital telah membentuk pola baru dalam berbelanja, berjualan, dan berinteraksi. Teknologi membuat pengalaman pengguna semakin dinamis, membuka ruang bagi kreator untuk berkembang, membantu brand memperluas jangkauan, dan mendorong pelaku usaha lokal untuk beradaptasi melalui fitur interaktif dan kampanye yang relevan.”
Satu Dekade Berdayakan UMKM & Brand Lokal Tumbuh di Era Digital
Inovasi menjadi salah satu kunci agar dapat terus relevan dan bertumbuh seiring perubahan kebutuhan pengguna. Dalam perjalanannya, penjual UMKM dan brand lokal juga semakin beradaptasi dengan mengoptimalkan berbagai fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video untuk menjangkau pembeli secara lebih efektif. Memasuki usia ke 10 tahun, Shopee melihat partisipasi brand lokal & UMKM dalam memanfaatkan program maupun fitur interaktif semakin meningkat. Di sepanjang tahun 2025, brand lokal & UMKM menggunakan Shopee Live untuk mempromosikan puluhan juta produk lokal.
Sejak diluncurkan, Shopee terus mengintegrasikan berbagai program pendampingan, inovasi fitur, dan kampanye untuk mendorong pertumbuhan para penjual secara optimal. Program Ekspor Shopee dan kanal Shopee Pilih Lokal menjadi dua program unggulan Shopee untuk mendorong potensi produk lokal. Jumlah produk lokal yang terdaftar dalam program Shopee Pilih Lokal meningkat 60% di tahun 2025. Program Ekspor Shopee juga membuka kesempatan dan akses lintas negara bagi para penjual UMKM dan brand lokal, dimana hampir 40 juta produk lokal telah diekspor ke kawasan Asia Timur, Asia Tenggara dan Amerika Latin di sepanjang tahun 2025.
Salah satu pemilik brand lokal yang telah bergabung di Shopee sejak 10 tahun lalu, Vincent Saputera, Marketing Director produk sprei Kintakun mengatakan, “Sejak bergabung di tahun 2015, perjalanan Kintakun dan Shopee berjalan beriringan. Shopee menjadi rumah pertama bagi kami untuk melebarkan sayap di ranah online, sekaligus menjadi saksi bagaimana kami dapat terus berkembang dan bertransformasi. Seiring perubahan perilaku belanja masyarakat, Shopee membantu kami beradaptasi melalui berbagai fitur dan program yang relevan, mulai dari pemanfaatan fitur interaktif hingga peluang menjangkau pasar yang lebih luas. Selama satu dekade terakhir, kami senang dapat tumbuh bersama Shopee, terus belajar berinovasi, dan memperkuat kehadiran brand kami agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna.”
Tumbuh dan Berinovasi bersama Kebutuhan Pengguna
Di tengah bertumbuhnya pelaku usaha lokal, kebutuhan dan kebiasaan pengguna juga terus berkembang. Selama 10 tahun hadir di Indonesia, Shopee berupaya menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut dengan menghadirkan cara belanja yang lebih relevan dan dekat dengan keseharian pengguna. Hal ini terlihat dari meningkatnya minat pengguna terhadap rekomendasi produk yang dibagikan kreator melalui Shopee Affiliate Program, dimana pesanan melalui link affiliate meningkat lebih dari 5 kali lipat sejak program ini diluncurkan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin menyukai rekomendasi produk yang otentik dari kreator yang mereka percayai, mempertegas peran digitalisasi dalam menghadirkan pengalaman belanja yang lebih mudah dan personal.
Seiring dengan meningkatnya ketertarikan pengguna terhadap cara belanja yang lebih personal, kebutuhan masyarakat pun terus bergeser menuju pengalaman yang lebih terkurasi. Perubahan ini terlihat dari semakin banyaknya pengguna yang merasakan manfaat fitur berlangganan ShopeeVIP di berbagai wilayah Shopee berada. Hingga akhir September tahun ini, total pengguna yang bergabung ShopeeVIP di Indonesia, Thailand, dan Vietnam telah mencapai lebih dari 3,5 juta pengguna, dan meningkat lebih dari 75% dibandingkan kuartal sebelumnya. Berbagai inovasi ini menggambarkan upaya Shopee untuk terus bergerak bersama kebutuhan pengguna, menghadirkan pengalaman yang relevan sekaligus memperluas akses belanja yang inklusif bagi seluruh pengguna dimanapun mereka berada.
Ciptakan Peluang dan Kolaborasi untuk Kreator
Ketertarikan pengguna terhadap rekomendasi produk yang otentik turut membuka ruang bagi kreator untuk berperan dalam ekosistem digital. Untuk mendukung peluang ini, Shopee menghadirkan ekosistem yang mendorong kolaborasi lebih luas antara pelaku usaha lokal dan para kreator melalui inovasi Shopee Affiliate Program.
Melalui program ini, Shopee berupaya membuka kesempatan bagi kreator dari berbagai latar belakang, mulai dari pengguna setia Shopee hingga kreator skala kecil dan besar, untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dalam ekosistem digital. Dengan sistem yang terbuka dan mudah diakses, siapa saja dapat berbagi rekomendasi produk dan memperoleh pendapatan tambahan, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan UMKM serta brand lokal. Antusiasme yang positif terhadap program ini terlihat dari jumlah kreator yang bergabung terus bertumbuh hingga 4,5 kali lipat dibandingkan saat awal diluncurkan.
Tren Menarik di Shopee 12.12 Birthday Sale
Perubahan perilaku pengguna juga tercermin pada kampanye 12.12 tahun ini yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun Shopee ke-10. Pada momen ini, Shopee mencatat adanya peningkatan minat pengguna terhadap produk lokal, di mana berbagai kampanye dan fitur yang tersedia dimanfaatkan untuk menemukan serta mendukung UMKM dan brand lokal. Temuan ini menunjukkan bahwa kampanye 12.12 tidak hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga wadah bagi pengguna untuk semakin mengenal dan memilih produk lokal.
Memasuki momen akhir tahun, antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan perayaan bersama pilihan produk dari UMKM dan brand lokal juga semakin meningkat. Hal ini tercermin dari total produk lokal yang terjual dari kategori Makanan Ringan meningkat hingga 4 kali lipat, dan kategori Dekorasi Rumah juga ikut meningkat hingga 3 kali lipat di puncak kampanye. Tren ini menggambarkan bagaimana kualitas produk lokal semakin dipercaya hingga menjadi bagian dari persiapan kebutuhan akhir tahun di rumah.
“Tren yang terlihat pada kampanye 12.12 menunjukkan bagaimana komitmen Shopee untuk memperluas akses dan peluang bagi produk lokal semakin mendapat tempat di hati pengguna. Ke depannya, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inisiatif yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di seluruh ekosistem,” tutup Adi.
Kaleidoskop Satu Dekade Shopee: Ciptakan Dampak Nyata bagi Ekosistem
Shopee merayakan satu dekade dengan inovasi dan kolaborasi, mendukung UMKM dan brand lokal, serta memperkuat ekosistem digital di Indonesia. [969] url asal
#ekosistem-digital #inovasi #kolaborasi #umkm #brand-lokal #adi-rahardja #12 #amerika-latin #12-12 #vincent-saputera #shopeevip #kintakun #kaleidoskop #vietnam #asia-timur #shopee-12-12-birth
(CNN Indonesia - Ekonomi) 18/12/25 15:06
v/77425/
Sejak hadir di Indonesia pada 2015, Shopee konsisten berperan sebagai platform kolaboratif yang mendorong percepatan transformasi digital nasional.
Dalam perjalanannya selama satu dekade, Shopee tumbuh bersama pelaku UMKM, brand lokal, dan kreator melalui beragam inovasi, fitur, serta program yang membuka peluang usaha dan memperluas akses pasar di era ekonomi digital.
Pertumbuhan berkelanjutan tersebut mencerminkan peran Shopee dalam menciptakan nilai bersama sekaligus memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia.
Ekosistem yang terbangun tidak hanya menghadirkan kemudahan bertransaksi, tetapi juga mendorong perubahan cara berbelanja, berjualan, dan berinteraksi secara digital.
Senior Director of Business Development Shopee Indonesia, Adi Rahardja, menyampaikan bahwa capaian Shopee hingga usia 10 tahun tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem, mulai dari pengguna, mitra penjual, brand lokal, pelaku UMKM, hingga mitra bisnis.
"Selama sepuluh tahun terakhir, kami melihat bagaimana ekosistem digital telah membentuk pola baru dalam berbelanja, berjualan, dan berinteraksi. Teknologi membuat pengalaman pengguna semakin dinamis, membuka ruang bagi kreator untuk berkembang, membantu brand memperluas jangkauan, dan mendorong pelaku usaha lokal untuk beradaptasi melalui fitur interaktif dan kampanye yang relevan," ujar Adi dikutip Kamis (18/12).
Satu Dekade Berdayakan UMKM dan Brand Lokal
Inovasi menjadi kunci Shopee untuk tetap relevan seiring perubahan kebutuhan pengguna. Dalam perjalanannya, penjual UMKM dan brand lokal semakin adaptif dengan memanfaatkan fitur interaktif seperti Shopee Live dan Shopee Video guna menjangkau pembeli secara lebih efektif.
Memasuki usia ke 10 tahun, Shopee melihat partisipasi brand lokal & UMKM dalam memanfaatkan program maupun fitur interaktif semakin meningkat. Di sepanjang 2025, brand lokal & UMKM menggunakan Shopee Live untuk mempromosikan puluhan juta produk lokal.
Sejak diluncurkan, Shopee terus mengintegrasikan berbagai program pendampingan, inovasi fitur, dan kampanye untuk mendorong pertumbuhan para penjual secara optimal.
Program Ekspor Shopee dan kanal Shopee Pilih Lokal menjadi dua program unggulan Shopee untuk mendorong potensi produk lokal. Jumlah produk lokal yang terdaftar dalam program Shopee Pilih Lokal meningkat 60% di tahun 2025.
Program Ekspor Shopee juga membuka kesempatan dan akses lintas negara bagi para penjual UMKM dan brand lokal, dimana hampir 40 juta produk lokal telah diekspor ke kawasan Asia Timur, Asia Tenggara dan Amerika Latin di sepanjang tahun 2025.
Salah satu pelaku brand lokal, Marketing Director Kintakun, Vincent Saputera, menuturkan bahwa perjalanan bisnis perusahaannya berjalan beriringan dengan Shopee sejak awal bergabung pada 2015.
"Shopee menjadi rumah pertama bagi kami untuk melebarkan sayap di ranah online, sekaligus menjadi saksi bagaimana kami dapat terus berkembang dan bertransformasi," katanya.
Menurutnya, seiring perubahan perilaku belanja masyarakat, Shopee membantu pihaknya beradaptasi melalui berbagai fitur dan program yang relevan, mulai dari pemanfaatan fitur interaktif hingga peluang menjangkau pasar yang lebih luas.
"Selama satu dekade terakhir, kami senang dapat tumbuh bersama Shopee, terus belajar berinovasi, dan memperkuat kehadiran brand kami agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna," kata dia.
Tumbuh dan Berinovasi bersama Kebutuhan Pengguna
Di tengah bertumbuhnya pelaku usaha lokal, kebutuhan dan kebiasaan pengguna juga terus berkembang. Selama 10 tahun hadir di Indonesia, Shopee berupaya menyesuaikan diri dengan dinamika tersebut dengan menghadirkan cara belanja yang lebih relevan dan dekat dengan keseharian pengguna.
Hal ini terlihat dari meningkatnya minat pengguna terhadap rekomendasi produk yang dibagikan kreator melalui Shopee Affiliate Program, dimana pesanan melalui link affiliate meningkat lebih dari 5 kali lipat sejak program ini diluncurkan.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengguna kini semakin menyukai rekomendasi produk yang otentik dari kreator yang mereka percayai, mempertegas peran digitalisasi dalam menghadirkan pengalaman belanja yang lebih mudah dan personal.
Seiring dengan meningkatnya ketertarikan pengguna terhadap cara belanja yang lebih personal, kebutuhan masyarakat pun terus bergeser menuju pengalaman yang lebih terkurasi.
Perubahan ini terlihat dari semakin banyaknya pengguna yang merasakan manfaat fitur berlangganan ShopeeVIP di berbagai wilayah Shopee berada.
Hingga akhir September 2025, total pengguna yang bergabung ShopeeVIP di Indonesia, Thailand, dan Vietnam telah mencapai lebih dari 3,5 juta pengguna, dan meningkat lebih dari 75% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Berbagai inovasi ini menggambarkan upaya Shopee untuk terus bergerak bersama kebutuhan pengguna, menghadirkan pengalaman yang relevan sekaligus memperluas akses belanja yang inklusif bagi seluruh pengguna dimanapun mereka berada.
Ciptakan Peluang dan Kolaborasi untuk Kreator
Ketertarikan pengguna terhadap rekomendasi produk yang otentik turut membuka ruang bagi kreator untuk berperan dalam ekosistem digital.Untuk mendukung peluang ini, Shopee menghadirkan ekosistem yang mendorong kolaborasi lebih luas antara pelaku usaha lokal dan para kreator melalui inovasi Shopee Affiliate Program.
Melalui program ini, Shopee berupaya membuka kesempatan bagi kreator dari berbagai latar belakang, mulai dari pengguna setia Shopee hingga kreator skala kecil dan besar, untuk berpartisipasi dan berkolaborasi dalam ekosistem digital.
Dengan sistem yang terbuka dan mudah diakses, siapa saja dapat berbagi rekomendasi produk dan memperoleh pendapatan tambahan, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan UMKM serta brand lokal.
Antusiasme yang positif terhadap program ini terlihat dari jumlah kreator yang bergabung terus bertumbuh hingga 4,5 kali lipat dibandingkan saat awal diluncurkan.
Tren Menarik di Shopee 12.12 Birthday Sale
Perubahan perilaku pengguna juga tercermin pada kampanye 12.12 tahun ini yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun Shopee ke-10.
Pada momen ini, Shopee mencatat adanya peningkatan minat pengguna terhadap produk lokal, di mana berbagai kampanye dan fitur yang tersedia dimanfaatkan untuk menemukan serta mendukung UMKM dan brand lokal.
Temuan ini menunjukkan bahwa kampanye 12.12 tidak hanya menjadi ajang belanja, tetapi juga wadah bagi pengguna untuk semakin mengenal dan memilih produk lokal.
Memasuki momen akhir tahun, antusiasme masyarakat dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan perayaan bersama pilihan produk dari UMKM dan brand lokal juga semakin meningkat.
Hal ini tercermin dari total produk lokal yang terjual dari kategori Makanan Ringan meningkat hingga 4 kali lipat, dan kategori Dekorasi Rumah juga ikut meningkat hingga 3 kali lipat di puncak kampanye.
Tren ini menggambarkan bagaimana kualitas produk lokal semakin dipercaya hingga menjadi bagian dari persiapan kebutuhan akhir tahun di rumah.
"Tren yang terlihat pada kampanye 12.12 menunjukkan bagaimana komitmen Shopee untuk memperluas akses dan peluang bagi produk lokal semakin mendapat tempat di hati pengguna. Ke depannya, kami akan terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan inisiatif yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan di seluruh ekosistem," tutup Adi.
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang, Salah Satunya Disebut Konflik Abadi
Perang menciptakan kebutuhan kemanusiaan yang besar, seringkali membuat orang tidak dapat bekerja atau mengakses makanan. Konflik membebani sistem layanan kesehatan... | Halaman Lengkap [1,080] url asal
#perang #kaleidoskop #jalur-gaza #perang-ukraina #sudan
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 07/12/25 18:08
v/64012/
GAZA - Perang menciptakan kebutuhan kemanusiaan yang besar, seringkali membuat orang tidak dapat bekerja atau mengakses makanan. Konflik membebani sistem layanan kesehatan dan membuat jutaan anak tidak bersekolah.Konflik juga menciptakan ruang hampa bagi bentuk-bentuk kekerasan terkait (terutama terhadap perempuan) dan dapat menyebabkan masalah psikologis dan emosional seumur hidup, meskipun pertempuran tersebut hanya berlangsung sebentar.
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang, Salah Satunya Disebut Konflik Abadi
1. Afghanistan
Meskipun pembangunan telah mencapai kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, Afghanistan masih berada dalam kondisi yang sangat rapuh setelah hampir empat dekade mengalami ketidakstabilan.Melansir Concern, kekerasan terus menghambat pembangunan negara tersebut, dengan hampir dua pertiga penduduk Afghanistan tinggal di wilayah yang terdampak langsung oleh konflik. Antara tahun 2009 dan 2022, Dewan Hubungan Luar Negeri memperkirakan terdapat 111.000 korban sipil di Afghanistan.
Hal ini juga berkontribusi pada kebutuhan kemanusiaan di negara tersebut, dengan hampir separuh dari seluruh warga Afghanistan membutuhkan bantuan. Pada tahun 2025, PBB memperkirakan bahwa 22,9 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
2. Chad
Chad telah mengalami beberapa konflik serupa yang memengaruhi Sahel (lihat di bawah). Namun, terdapat konflik antarkomunitas yang lebih besar yang berpusat di Cekungan Danau Chad yang telah memengaruhi wilayah tersebut (yang juga mencakup sebagian Kamerun, Nigeria, dan Niger) selama 15 tahun terakhir.Di seluruh wilayah tersebut, 10,2 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Kebutuhan kemanusiaan Chad secara nasional meningkat sebesar 1 juta orang antara tahun 2024 dan 2025, sebagian besar disebabkan oleh konflik.
3. Republik Demokratik Kongo
Sebagai lokasi salah satu perang saudara terburuk dalam sejarah Afrika, Republik Demokratik Kongo telah beralih dari konflik nasional di akhir tahun 1990-an menjadi serangkaian konflik lokal yang lebih kecil yang berfokus pada wilayah tertentu dan berpusat pada tanah, sumber daya, dan kekuasaan.Meskipun konflik telah menjadi lebih terlokalisasi, hal itu tidak mengurangi dampaknya, dengan gelombang kekerasan sporadis yang melanda seluruh negeri — yang terbaru di provinsi-provinsi timur Kivu Utara dan Selatan. Hingga tahun 2025, hampir 7 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka, sementara lebih dari 21,2 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.
4. Etiopia
Sejak November 2020, Etiopia telah menghadapi konflik regional yang dimulai di wilayah Tigray dan, kemudian, di Amhara.Pada awal 2024 (data terbaru), PBB memperkirakan 28,6 juta orang di seluruh negeri membutuhkan bantuan kemanusiaan, banyak di antaranya terdampak kekerasan regional. Kesepakatan damai ditandatangani di Tigray pada November 2022, tetapi upaya pemulihan di sana terus berlanjut, sementara kebutuhan tetap tinggi di Amhara.
5. Gaza
Di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, sekitar 90% penduduk Gaza (hampir 2 juta orang) terpaksa mengungsi dari rumah mereka sejak Oktober 2023, dengan ribuan orang kehilangan nyawa dan ribuan lainnya hilang. Mata pencaharian dan sistem pangan telah hancur, dan layanan kesehatan serta kebersihan berada di ambang kehancuran. Banyak pihak menyebutkan perang Gaza disebut sebagai konflik abadi karena akan terjadi dalam jangka waktu yang lama.6 & 7. Sahel (termasuk Burkina Faso & Niger)
Krisis tidak mengenal batas. Satu dekade konflik bersenjata di wilayah Sahel barat Afrika telah mengakibatkan memburuknya situasi kemanusiaan di wilayah tersebut, termasuk Burkina Faso dan Niger.UNOCHA memperkirakan hampir 29 juta orang akan membutuhkan bantuan kemanusiaan di seluruh wilayah tersebut pada tahun 2025, terutama mengingat kembalinya permusuhan dan meningkatnya ketidakstabilan politik. Ini termasuk 5,9 juta orang di Burkina Faso dan 4,5 juta orang di Niger.
8. Somalia
Awal Perang Saudara Somalia yang sedang berlangsung masih menjadi bahan perdebatan. Banyak organisasi (termasuk PBB) mengatakan bahwa perang tersebut dimulai pada tahun 1991. Pakar lain berpendapat bahwa perang tersebut dimulai 10 tahun sebelumnya. Ini memberi gambaran tentang berapa lama negara ini menghadapi kekerasan dan ketidakamanan, terlepas dari bagaimana hal itu dilabeli.Konflik merupakan salah satu aspek dari krisis kemanusiaan yang multifaset dan berkepanjangan di negara ini, dan juga menyentuh banyak bidang lainnya. Direktur Concern Somalia, Abdi Rashid Haji-Nur, menjelaskan: “Secara operasional, sulit bagi lembaga kemanusiaan nasional dan internasional untuk memberikan layanan kepada masyarakat di berbagai wilayah negara ini. Selama upaya untuk meredam dan meredakan ketegangan dan konflik tersebut belum dilakukan, kami akan menghadapi tantangan dalam hal akses.”
9. Sudan Selatan
Sebelum pecahnya konflik pada Desember 2013, ada alasan untuk berharap tentang masa depan Sudan Selatan. Pemisahan diri tidak hanya berlangsung damai, tetapi negara ini juga memiliki ladang minyak yang kaya.Banyak yang optimis bahwa tahun 2013 akan menjadi tahun pembangunan dan kemajuan. Namun, konflik—yang telah menyebabkan gangguan dalam layanan dan perlindungan sosial—terus menimbulkan konsekuensi yang parah bagi negara dengan pembangunan manusia yang termasuk yang terburuk di dunia. Pada tahun 2025, 5,4 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 2,1 juta orang yang menghadapi malnutrisi akut.
10. Sudan
Pada 15 April 2023, bentrokan sengit antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter di ibu kota Sudan, Khartoum, memicu konflik nasional yang dengan cepat menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia.Lebih dari dua tahun kemudian, hampir separuh penduduk negara itu membutuhkan bantuan kemanusiaan dan situasi tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Pada 1 Agustus 2024, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu menyatakan bencana kelaparan di Darfur Utara.
11. Suriah
Sejak awal 2011, konflik sipil di Suriah telah mengakibatkan penderitaan yang luar biasa bagi jutaan orang. Dahulu merupakan negara dengan kelas menengah yang berkembang pesat, 90% warga Suriah kini hidup di bawah garis kemiskinan.Meskipun terjadi beberapa perubahan politik besar pada akhir tahun 2024 yang memungkinkan banyak pengungsi Suriah kembali ke rumah, kekerasan internal dan regional masih terus berlanjut dan PBB memperkirakan bahwa 16,5 juta orang akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2025. Negara ini tetap menjadi negara dengan krisis pengungsi terbesar di dunia dan krisis pengungsian internal terbesar kedua.
12. Ukraina
Pada awal 2022, krisis delapan tahun di Ukraina timur berubah menjadi konflik besar hanya dalam beberapa minggu. Dalam 24 jam pertama pertempuran, PBB melaporkan 240 korban sipil, termasuk 34 kematian.Sejak itu, kekerasan tak kunjung mereda, dan pertempuran sengit telah menyebar ke seluruh negeri. Dalam waktu kurang dari setahun, Ukraina menjadi salah satu negara dengan krisis pengungsi dan krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 12,7 juta orang (hampir 40% dari populasi negara) membutuhkan bantuan pada tahun 2025.
13. Yaman
Pada tahun 2014, Yaman — negara berpenghasilan terendah di Timur Tengah — menjadi lokasi perang saudara dengan bantuan proksi. Sebelas tahun kemudian, negara ini telah masuk dalam beberapa daftar "terburuk", di antaranya krisis kemanusiaan terburuk di dunia, krisis kelaparan terburuk, dan krisis pengungsian terbesar.Namun, selain berita utama ini, Yaman sebagian besar masih diabaikan di media Barat — terutama terkait dampak bersih yang ditimbulkan oleh konflik selama satu dekade terakhir terhadap penduduk di sana. 19,5 juta orang akan membutuhkan bantuan kemanusiaan pada tahun 2025.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56