JAKARTA, iNews.id – PT Bank MNC Internasional Tbk atau MNC Bank, anak usaha dari PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) yang merupakan bagian dari MNC Group mendukung upaya BPJS Kesehatan dalam memperkuat keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui aksi Corporate Social Responsibility (CSR).
Dukungan tersebut disampaikan dalam acara Launching REHAB 3.0, PASTI JKN, dan Seremoni Penyerahan Donasi Mitra CSR Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, MNC Bank berpartisipasi melalui program Mitra CSR bersama BPJS Kesehatan untuk membantu pelunasan tunggakan iurantunggakan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) khususnya bagi masyarakat kurang mampu.
Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mempertahankan status kepesertaan JKN sehingga tetap memperoleh perlindungan dan akses layanan kesehatan yang berkesinambungan.
Presiden Direktur MNC Bank, Rita Montagna mengatakan partisipasi MNC Bank dalam program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung kegiatan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"MNC Bank berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Melalui dukungan terhadap Program JKN, kami berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat dalam melunasi tunggakan iuran dan masyarakat kembali memperoleh akses layanan kesehatan yang optimal," ujar Rita.
Rita percaya kolaborasi antara sektor perbankan, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan merupakan kunci dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. “Dengan partisipasi MNC Bank sebagai Mitra CSR BPJS Kesehatan, kami berharap dapat turut mendorong peningkatan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” tambah Rita.
Rencananya, MNC Bank akan terus menghadirkan berbagai program CSR yang selaras dengan prinsip keberlanjutan perusahaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata atas komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.
LOMBOK TENGAH, iNews.id – PT Pegadaian (Persero) Cabang Praya mendukung pembangunan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, Pegadaian menyalurkan bantuan berupa material bangunan untuk mendukung pembangunan ruang kelas baru di Yayasan Insan Tangkas, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Pimpinan Cabang PT Pegadaian (Persero) Kantor Cabang Praya, Gunaji Agus Wibowo, bersama jajaran karyawan, pada Mei 2026 lalu. Kehadiran Pegadaian disambut hangat oleh pihak yayasan, guru, serta para wali murid yang berharap pembangunan ruang kelas baru dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi para siswa.
Gunaji Agus Wibowo mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan sebagai salah satu pilar utama program TJSL Pegadaian.
"Pegadaian tidak hanya berorientasi pada layanan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk turut berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami berharap bantuan material ini dapat mempercepat pembangunan ruang kelas sehingga anak-anak dapat belajar dengan fasilitas yang lebih baik," ujar Gunaji (29/6/2026).
Dia menambahkan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.
Selain menyerahkan bantuan, tim Pegadaian juga turut memberikan edukasi kepada para wali murid mengenai pentingnya literasi keuangan dan investasi sejak dini. Dalam sesi sosialisasi tersebut, Pegadaian memperkenalkan berbagai produk unggulan, seperti Cicil Emas, menabung emas, hingga Arisan Emas yang dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam merencanakan keuangan secara aman dan terjangkau.
Antusiasme para wali murid terlihat tinggi. Mereka aktif berdiskusi mengenai manfaat investasi emas sebagai instrumen yang relatif stabil untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan di masa depan, mulai dari biaya pendidikan anak hingga kebutuhan lainnya.
Menurut Gunaji, peningkatan literasi keuangan merupakan bagian penting dari upaya Pegadaian Praya dalam mendorong masyarakat agar semakin bijak dalam mengelola keuangan, khususnya di wilayah Lombok Tengah.
"Melalui edukasi ini kami ingin masyarakat memahami bahwa investasi tidak harus menunggu memiliki dana besar. Dengan produk Pegadaian, masyarakat dapat mulai berinvestasi emas secara bertahap sesuai kemampuan, sehingga dapat membantu mewujudkan berbagai rencana keuangan di masa depan," jelasnya.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Denpasar, Edy Purwanto, mengatakan bahwa kegiatan TJSL merupakan komitmen nyata Pegadaian dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
"Pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan bangsa. Melalui program TJSL, Pegadaian ingin memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya dirasakan melalui layanan keuangan, tetapi juga melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa," ujar Edy Purwanto (29/6/2026).
Dia menegaskan bahwa Pegadaian akan terus memperkuat sinergi antara program sosial dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Menurutnya, edukasi mengenai investasi emas menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk merencanakan masa depan secara lebih bijak.
"Melalui produk-produk Pegadaian, kami ingin mendorong masyarakat agar semakin mudah mengakses layanan keuangan yang aman, inklusif, dan mampu membantu mewujudkan berbagai tujuan finansial, termasuk mempersiapkan biaya pendidikan anak," tuturnya.
Pegadaian berharap sinergi antara program sosial di bidang pendidikan dan edukasi literasi keuangan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui berbagai program TJSL, Pegadaian akan terus hadir memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan sosial, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan kesejahteraan masyarakat. Bersama Danantara, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk MengEMASkan Indonesia.
MNC Sekuritas berkolaborasi dengan Anargya Asset Management dalam promo Anargya Mid-Year Invest Challenge 2026 dengan total reward senilai Rp25.000.000. - Bagian all [196] url asal
JAKARTA, iNews.id – MNC Sekuritas berkolaborasi dengan Anargya Asset Management dalam promo “Anargya Mid-Year Invest Challenge 2026” dengan total reward senilai Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah). Investor berkesempatan untuk mendapatkan bonus Unit Penyertaan (UP) reksa dana Anargya Pasar Uang Supernova senilai Rp50.000 (lima puluh ribu rupiah) hingga maksimum Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) per SID.
Syarat mengikuti promo ini adalah melakukan pembelian salah satu produk reksa dana Anargya Asset Management yaitu Anargya Pasar Uang Supernova atau Anargya Supergrowth minimum Rp1.000.000 (satu juta rupiah) di aplikasi MotionTrade. Promo berlaku kelipatan dengan maksimum reward Rp5.000.000 (lima juta rupiah). Investor tidak diperkenankan melakukan penjualan hingga periode penilaian berakhir.
Periode promo berlangsung dari 1 Juli hingga 31 Juli 2026. Periode penilaian berlangsung hingga 30 Oktober 2026. Segera manfaatkan promo reksa dana dari Anargya Asset Management. Informasi lebih lanjut mengenai promo ini dapat diakses melalui bit.ly/promoANARGYAMT3.
Nikmati layanan investasi pasar modal dari #MNCSekuritas dengan segera unduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade. MNC Sekuritas, Invest with The Best!
OJK menegaskan, kabar yang beredar di publik mengenai ancaman degradasi pasar modal Indonesia di MSCI adalah bentuk salah paham. - Bagian all [507] url asal
JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bergerak cepat meredam kepanikan pasar terkait rumor penurunan status pasar modal Indonesia dari kelompok pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perintisan (frontier market). Isu miring ini mencuat pasca-rilis dokumen MSCI 2026 Market Classification Review oleh penyedia indeks global, Morgan Stanley and Capital International (MSCI), Rabu (24/6/2026) lalu.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi menegaskan, kabar yang beredar di publik mengenai ancaman degradasi bursa domestik adalah bentuk salah paham.
Menurutnya, dokumen resmi MSCI tersebut bukanlah sebuah ancaman, melainkan nota tuntutan agar otoritas pasar modal Indonesia konsisten mengawal agenda reformasi struktural serta memperketat aspek transparansi transaksi.
"Yang seolah-olah mengatakan bahwa kita 'digantung' sampai November. Itu tidak betul. Yang ada adalah kita dituntut untuk konsisten dan efektif dalam menerapkan seluruh rencana aksi tersebut," ucap Hasan kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026).
"November itu apa? Kalau dibaca secara cermat, sejauh-jauhnya apabila kita terkonfirmasi tidak melakukan seluruh upaya ini secara konsisten dan tidak melaksanakannya secara efektif, maka Indonesia hanya akan masuk ke dalam Consultation List. Di FTSE Russell ada Watch List, sedangkan di MSCI ada Consultation List," tuturnya.
Hasan menambahkan, status pasar modal Indonesia baru akan dimasukkan ke dalam daftar konsultasi (consultation list) apabila dalam perjalanannya pemerintah dan regulator terbukti abai dalam membenahi catatan evaluasi.
Guna membentengi kepercayaan investor, OJK bersama seluruh elemen Self-Regulatory Organization (SRO), termasuk BEI, KPEI, dan KSEI, memberikan garansi penuh untuk mengawal efektivitas perbaikan instrumen pasar.
"Saya jamin, kami di OJK bersama SRO dan seluruh pelaku pasar akan konsisten melakukan ini. Dan akan memastikan bahwa apa yang kita lakukan efektif," kata dia.
Demi memantau perkembangan persepsi global, Hasan memastikan bursa domestik tidak akan mengalami pergeseran klasifikasi pada pengumuman bulan November nanti.
OJK juga telah menjadwalkan rangkaian agenda diplomasi finansial, mulai dari rapat teknis dua mingguan bersama MSCI dan FTSE Russell, hingga paparan berkala setiap bulan di hadapan para manajer investasi global.
"Saya jamin tidak perlu khawatir. Jadi market classification itu ada tanggalnya ya, kalau pun ini kami akan kabarkan setiap bulan. Nanti kami akan lakukan tentu pertemuan teknis 2 mingguan bersama MSCI dan FTSE tetap dilanjutkan, kemudian bulanan bersama investor global ini akan kami lakukan nanti," ucap Hasan.
Sebagai informasi, desas-desus penurunan kelas ini bermula dari adanya laporan keberatan dari sejumlah investor institusional raksasa dunia yang menanam modal di Indonesia.
Berdasarkan hasil peninjauan awal, para pemegang modal asing menyoroti struktur kepemilikan saham di emiten lokal yang dinilai kurang transparan, serta adanya indikasi pola perdagangan yang terkoordinasi (coordinated trading).
Kondisi tersebut diperparah dengan langkah MSCI yang telah memangkas nilai aksesibilitas pasar modal Indonesia pada kriteria arus informasi (information flow) dari predikat positif menjadi negatif dalam pengumuman berkala pada Jumat (19/6/2026) lalu.
"Apabila kemajuan yang memadai belum terlihat pada saat Peninjauan Indeks MSCI bulan November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi mengenai penanganan yang tepat untuk pasar Indonesia, yang mungkin mencakup konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari Emerging Markets ke Frontier Markets," bunyi pengumuman resmi manajemen MSCI.
PT Pegadaian (Persero) mengajak generasi muda bersiap menghadapi era digital yang dinamis melalui CEO Talks yang diinisiasi oleh Universitas Andalas. - Bagian all [394] url asal
PADANG, iNews.id – PT Pegadaian (Persero) mengajak generasi muda untuk bersiap menghadapi era digital yang dinamis melalui gelaran CEO Talks yang diinisiasi oleh Universitas Andalas, Senin (29/6/2026).
Pada kesempatan tersebut, Direktur Manajemen Risiko, Legal, dan Kepatuhan PT Pegadaian (Persero), Ismail Ilyas, membagikan strategi kepada para mahasiswa dan calon wisudawan untuk memperkuat tiga pilar utama menyongsong masa depan emas melalui pemahaman literasi keuangan, pengembangan kompetensi, dan kemampuan perencanaan keuangan masa depan.
Acara yang mengusung tema "Inovasi Keuangan Digital dan Inklusi Keuangan: Peran Strategis Pegadaian dalam Pemberdayaan Masyarakat" ini dirancang sebagai ruang kolaborasi interaktif antara dunia industri dan perguruan tinggi. Tujuannya adalah memberikan pandangan komprehensif mengenai transformasi industri jasa keuangan serta kesiapan yang dibutuhkan generasi muda untuk memenangkan persaingan di dunia kerja.
Dalam paparannya, Ismail Ilyas menekankan bahwa kesuksesan jangka panjang tidak hanya bersandar pada pencapaian akademik di atas kertas, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecerdasan dalam mengambil keputusan finansial sejak dini.
“Dunia kerja akan terus bertransformasi seiring pesatnya perkembangan teknologi. Oleh karena itu, generasi muda wajib menjadi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif dan bijak mengelola keuangan. Prinsipnya adalah 'Beli Masa Depan dengan Harga Hari Ini'. Artinya, anak muda harus berani berinvestasi dan membangun perencanaan masa depan yang terukur serta berkelanjutan mulai dari sekarang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ismail mendorong para mahasiswa untuk langsung mengadopsi kebiasaan finansial yang sehat begitu mereka menerima penghasilan pertama. Langkah nyata tersebut dapat dimulai dari mengalokasikan dana darurat, menyusun skala prioritas, hingga memilih instrumen investasi yang aman dan sesuai dengan tujuan hidup jangka panjang. Menurutnya, literasi keuangan adalah jangkar penting agar generasi muda tidak terjebak dalam perilaku konsumtif yang merugikan.
Pegadaian secara konsisten memperluas jangkauan edukasi dan inklusi keuangan melalui inovasi digital. Kolaborasi dengan Universitas Andalas ini menjadi bukti nyata bagaimana literasi dapat diintegrasikan langsung dengan aksi digital. Antusiasme peserta yang didominasi oleh calon wisudawan dan wisudawati ini terlihat sangat masif.
Tercatat, sepanjang acara berlangsung, lebih dari 1.000 peserta melakukan pengunduhan aplikasi Tring dan langsung melakukan pembukaan akun Tabungan Emas Pegadaian. Langkah tersebut menjadi modal awal bagi para lulusan baru untuk memulai investasi pertama mereka sebelum memasuki dunia profesional.
Melalui program ini, Pegadaian berharap dapat terus menginspirasi dan mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya adaptif secara teknologi, tetapi juga matang secara finansial, sehingga siap berkontribusi aktif dalam menggerakkan roda perekonomian nasional. Bersama Danantara, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk MengEMASkan Indonesia.
JAKARTA, iNews.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mengapresiasi kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam penempatan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sektor perbankan. Kebijakan ini memperkuat likuiditas perbankan, sehingga kapasitas pembiayaan kepada sektor produktif semakin meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan stabilitas ekonomi tidak hanya ditopang oleh kebijakan fiskal yang kuat, tetapi juga sinergi yang erat antara pemerintah dan industri perbankan. Pengelolaan SAL yang optimal membutuhkan dukungan sistem keuangan yang sehat.
"Di sinilah kolaborasi pemerintah dan industri perbankan menjadi penting, yakni menjaga likuiditas, memperkuat kepercayaan pasar, dan memastikan aliran dana tetap mendukung aktivitas ekonomi, dunia usaha, serta pembangunan nasional," ujarnya.
Sebagai bagian dari Himbara, kata Anggoro, BSI siap berkontribusi mendukung kebijakan pemerintah melalui layanan keuangan syariah yang inklusif, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
"Kami mengapresiasi kepercayaan Pemerintah kepada BSI. Amanah ini kami optimalkan untuk memperkuat pembiayaan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha," katanya.
Menurutnya, penempatan SAL juga membantu menurunkan biaya dana (cost of funds), sehingga bank memiliki ruang untuk menjaga pembiayaan tetap kompetitif. Dampaknya, masyarakat dan UMKM memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau sehingga aktivitas ekonomi dapat terus tumbuh.
Di tengah dukungan tersebut, BSI tetap menjaga fundamental pendanaan melalui penguatan dana murah (CASA) yang ditopang Tabungan Haji, pengembangan Islamic ecosystem, dan akselerasi layanan digital. Perseroan juga terus memperluas pembiayaan pada segmen ritel, UMKM, dan konsumen, serta memperkuat pendapatan berbasis komisi melalui bisnis emas sebagai bank syariah pertama yang memiliki izin bullion.
Hingga April 2026, BSI mencatat Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen (year on year), dengan tabungan meningkat 22,02 persen menjadi Rp165 triliun sehingga rasio CASA mencapai 63,48 persen. Sementara itu, pembiayaan tumbuh 15,59 persen menjadi Rp332 triliun dengan kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio NPF gross yang membaik menjadi 1,80 persen.
Sebagai mitra strategis pemerintah, BSI juga terus mendukung berbagai program prioritas nasional, mulai dari pembiayaan UMKM, KUR, koperasi, Program Makan Bergizi Gratis, hingga pembiayaan rumah bersubsidi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perseroan untuk memperkuat ekonomi rakyat dan memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia.
JAKARTA, iNews.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merespons kekhawatiran publik terkait potensi penurunan status (downgrade) pasar modal Indonesia oleh indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) dari emerging market menjadi frontier market. Pihaknya pun meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) rutin menggelar rapat dengan MSCI.
“Semua concern mereka sudah kita sampaikan, semua concern sudah kita penuhi. Dua bulan lalu saya juga ke New York untuk bertemu dengan MSCI langsung dan mendiskusikan concern mereka,” ucap Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi di sela perhelatan Maybank Indonesia Sustainable Finance Forum 2026 di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Friderica memaparkan poin-poin yang menjadi perhatian utama MSCI terhadap iklim investasi di Indonesia mencakup beberapa aspek krusial. Hal itu meliputi tingkat keterbukaan informasi emiten, transparansi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial ownership), hingga pembenahan volume likuiditas perdagangan saham harian.
Sebagai bentuk respons nyata, OJK bersama BEI secara bertahap telah mengeksekusi bauran solusi, salah satunya melipatgandakan batas minimum kepemilikan saham publik (free float) dari regulasi lama sebesar 7,5 persen menjadi 15 persen.
Meski demikian, bursa masih memiliki pekerjaan rumah untuk mendesak emiten menyediakan rilis laporan dalam bahasa Inggris bagi pemodal asing.
“Kita juga melihat bagaimana pemenuhannya secara bertahap, itu semua sudah kita lakukan. Kami sudah minta Direktur Utama Bursa untuk secara rutin melakukan technical meeting dengan mereka dan mengadres semua concern mereka,” imbuh Kiki.
Di samping memoles komunikasi bilateral dengan lembaga internasional, OJK berkomitmen memperketat fungsi penegakan hukum di pasar modal guna menjaga tingkat kepercayaan (confidence) investor dunia.
Emiten nakal yang terbukti abai terhadap regulasi perlindungan konsumen akan dijatuhi sanksi progresif yang tegas hingga tindakan penghapusan pencatatan saham secara paksa (delisting).
“Kita akan menindak tegas pelanggaran-pelanggaran yang terjadi, dan kita akan meminta semua memenuhi ketentuan, dan kita tidak segan untuk memberikan sanksi, punishment, bahkan untuk delist kalau mereka tidak memenuhi ketentuan-ketentuan kita,” tegas Kiki.
Selain berfokus pada stabilitas makro bursa saham, OJK terus mengakselerasi perluasan portofolio pembiayaan hijau di sektor jasa keuangan. Otoritas mengumumkan bahwa dalam waktu dekat pemerintah akan meresmikan jembatan integrasi sistem registri unit karbon guna mengoptimalkan operasional bursa karbon nasional.
Proyek strategis ini digarap lewat kolaborasi lintas sektoral bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta Kementerian Kehutanan agar seluruh pencatatan unit hijau di lapangan dapat terserap dan ditransaksikan secara valid.
“Sebentar lagi kita juga akan melakukan launching, di mana OJK mendukung pengembangan sistem registri unit karbon bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan juga bersama dengan Kementerian Kehutanan supaya ini nanti terhubung dengan carbon market yang ada di Indonesia,” pungkas Kiki.
JAKARTA, iNews.id - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini ditutup di zona merah pada sesi terakhir perdagangan, Selasa (30/6/2026). IHSG anjlok 177,60 poin atau 3,05 persen ke level 5.643.
Terdapat 141 saham menguat, 599 saham melemah dan 219 saham stagnan. Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp15 triliun dari 19,3 miliar saham yang diperdagangkan.
Indeks LQ45 turun 3,47 persen ke 553, indeks JII turun 2,15 persen ke 331, indeks IDX30 turun 3,37 persen ke 314 dan indeks MNC36 turun 3,28 persen ke 243.
Seluruh indeks sektoral berada di zona merah, di antaranya sektor energi, konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, infrastruktur, keuangan, bahan baku, transportasi, industri, teknologi dan kesehatan, serta properti.
Tiga saham yang memimpin top gainers di antaranya saham PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) naik 34,29 persen ke Rp141, PT Aryakana Lestari Group Tbk (AYLS) naik 27,54 persen ke Rp176, dan saham PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) naik 21,95 persen ke Rp300.
Sementara, saham-saham yang masuk top losers antara lain, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) turun 14,90 persen ke Rp354, PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) turun 14,84 persen ke Rp545 dan PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) turun 14,81 persen di Rp69.
Bank Mandiri menghadirkan sosialisasi Bank Mandiri CX100 di Nawasena Mandiri University yang diikuti lebih dari 3.200 pegawai secara hybrid seluruh Indonesia. - Bagian all [545] url asal
JAKARTA, iNews.id - Bank Mandiri menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Selaras dengan komitmen Danantara "Melayani Sepenuh Hati", komitmen tersebut diinternalisasikan kepada seluruh Mandirian melalui sosialisasi Bank Mandiri CX100 di Nawasena Mandiri University, Jakarta, Senin (29/6/2026), yang diikuti lebih dari 3.200 pegawai secara hybrid dari seluruh Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Senior Director Chief Marketing Officer (CMO) PT Danantara Asset Management Dendi T. Danianto, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan, dan Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama. Sosialisasi ini menjadi forum strategis untuk menginternalisasi Danantara CX100, program pengukuran kualitas layanan BUMN dari perspektif pelanggan yang mencakup tiga dimensi, mulai dari Ease (Kemudahan), Effectiveness (Keandalan), dan Emotion (Kenyamanan dan Rasa Aman).
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menilai, sebagai mitra strategis pemerintah dalam ekosistem Danantara, bank berkode emiten BMRI ini menempatkan kualitas layanan sebagai ujung tombak penguatan kepercayaan publik. Ketiga dimensi Danantara CX100 menjadi fondasi penguatan ekosistem layanan terintegrasi Bank Mandiri, sekaligus menegaskan komitmen bank sebagai BUMN yang berperan aktif dalam meningkatkan standar layanan keuangan nasional.
Melalui Danantara CX100, Bank Mandiri mengarahkan seluruh inisiatif layanan menuju konsep service yang me-Menangkan, dengan tiga sasaran utama, antara lain pengurangan keluhan nasabah, persepsi publik yang positif, serta customer loyalty yang unggul di industri perbankan nasional. Ketiganya menjadi tolok ukur keberhasilan Bank Mandiri dalam mewujudkan posisinya sebagai best service provider di industri keuangan Indonesia.
“Langkah ini selaras dengan visi Danantara dalam mendukung akselerasi yang bertumbuh secara berkelanjutan di seluruh lini layanan BUMN serta menciptakan service yang me-Menangkan,” ungkap Henry di Jakarta, Senin (29/6/2026).
Sementara itu, Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama menyampaikan, service yang me-Menangkan merupakan representasi nyata dari komitmen Bank Mandiri dalam menghadirkan layanan yang personal, terintegrasi, dan proaktif. Menurutnya, pendekatan tersebut lahir dari perubahan ekspektasi nasabah yang kini menempatkan kualitas layanan sebagai faktor utama dalam membangun kepercayaan sekaligus loyalitas jangka panjang.
"Melalui semangat ini, kami memastikan setiap titik interaksi operasional dirancang untuk mengantisipasi kebutuhan, melampaui ekspektasi, memberikan pengalaman terbaik, sekaligus menghadirkan delight bagi setiap nasabah," ujarnya.
Dia menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci dalam menghadirkan proses layanan yang semakin inovatif dan berpusat pada pengalaman nasabah di seluruh kanal.
Sebagai wujud nyata peningkatan kualitas layanan, Bank Mandiri menghadirkan inovasi penanganan serta solusi kebutuhan nasabah terintegrasi melalui Livin' Call dan Livin' Care. Kehadiran fasilitas panggilan bebas pulsa yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI) tersebut dihadirkan untuk mempercepat proses penyelesaian kebutuhan nasabah secara lebih efektif dan memberikan personalized experience.
Di sisi lain, peningkatan kapabilitas operasional juga dilakukan pada jaringan kantor cabang melalui penyederhanaan alur layanan dengan memisahkan fungsi pelayanan dan penjualan guna memangkas waktu antrean. Keandalan jaringan ATM dan CRM pun terus diperkuat melalui pemeliharaan prediktif serta peremajaan perangkat, sehingga kenyamanan transaksi nasabah dapat terjaga setiap saat.
Berbagai pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Mandiri dalam memperkuat kualitas layanan di seluruh titik interaksi dengan nasabah. Melalui peningkatan kapabilitas operasional yang didukung oleh optimalisasi teknologi dan pengembangan kompetensi pegawai, Bank Mandiri terus mendorong terciptanya layanan yang semakin responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah.
"Melalui penguatan kapabilitas operasional yang berkelanjutan, Bank Mandiri optimistis dapat terus menghadirkan layanan yang responsif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah, sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," tuturnya.
MNC Sekuritas menggelar kegiatan edukasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Selasa (30/6/2026). - Bagian all [335] url asal
TANGERANG, iNews.id – MNC Sekuritas berkomitmen meningkatkan literasi keuangan dan investasi termasuk pemahaman mengenai pasar modal syariah. Salah satunya melalui kegiatan edukasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang, Selasa (30/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh 120 peserta tersebut menghadirkan tiga narasumber, yaitu Analis Senior Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen Regional Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rija Fathul Bari, Kepala Wilayah Banten Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Banten Fadly Fatah, serta Head of Education & Community Partnership MNC Sekuritas Andri Muharizal.
Pada kesempatan tersebut, Head of Education & Community Partnership MNC Sekuritas Andri Muharizal mengangkat pentingnya memahami investasi syariah sebagai salah satu pilihan investasi yang mengedepankan prinsip transparansi, keadilan, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah.
“Sebagai bagian dari upaya meningkatkan inklusi keuangan, kegiatan edukasi ini diharapkan dapat mendorong semakin banyak generasi muda untuk memanfaatkan pasar modal syariah sebagai sarana investasi jangka panjang yang legal, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan serta tujuan keuangan masing-masing,” ujar Andri.
Selain membahas konsep investasi syariah, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pelindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Mahasiswa diimbau untuk selalu memastikan bahwa produk investasi berasal dari lembaga yang memiliki izin dan diawasi oleh regulator, memahami manfaat, risiko, biaya, serta ketentuan produk sebelum berinvestasi, serta tidak mudah tergiur dengan penawaran keuntungan tinggi yang tidak disertai penjelasan yang jelas mengenai risikonya.
Sementara Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang Sutarjo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan edukasi pasar modal syariah di lingkungan kampus.
"Terima kasih kepada narasumber yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu kepada mahasiswa FEB UNIS Tangerang. Kami berharap materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat yang besar, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pasar modal syariah dan investasi di pasar keuangan," ujar Sutarjo.
Nikmati layanan investasi pasar modal dari #MNCSekuritas dengan segera unduh aplikasi MotionTrade dan jelajahi seamless experience. Aplikasi MotionTrade dapat diunduh di Google PlayStore dan Apple AppStore dengan link unduh onelink.to/motiontrade. MNC Sekuritas, Invest with The Best!
BOGOR, iNews.id - Festival musik koplo yang dinanti para pecinta musik tanah air, Koplove Fest Vol 4, kembali hadir menyapa masyarakat pada 5 Juli 2026 di Lapangan Panahan, Gelora Pakansari, Bogor. Mengusung semangat menghadirkan hiburan yang meriah sekaligus aman dan nyaman, Koplove Fest tahun ini kembali menghadirkan sederet musisi papan atas seperti NDX AKA, Ndarboy, Guyon Waton, Koplo Disko, Lilo Littleflow, Mari Bergoyang Gembira (MBG), hingga Masaji.
Pada penyelenggaraan tahun ini, PT MNC Life Assurance atau MNC Life turut hadir sebagai Official Insurance Partner dengan memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi para pemegang tiket selama rangkaian acara berlangsung.
Kehadiran MNC Life menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung berbagai kegiatan hiburan dan gaya hidup masyarakat agar dapat dinikmati dengan rasa aman dan nyaman.
Managing Director Insurance Business Group dan President Director MNC Life, Risye Dillianti menjelaskan, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen MNC Life untuk terus menghadirkan perlindungan dalam setiap momen kehidupan masyarakat.
"Kini menikmati konser dan festival musik telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena itu, MNC Life ingin menghadirkan perlindungan yang relevan dengan aktivitas tersebut. Kami berharap para pengunjung dapat menikmati seluruh rangkaian acara dengan tenang karena telah mendapatkan perlindungan asuransi selama acara berlangsung," kata Risye, Senin (29/6/2026)
Pihak penyelenggara Koplove Fest menyambut baik kolaborasi bersama MNC Life sebagai langkah untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama festival berlangsung.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman menikmati konser yang tidak hanya seru dan berkesan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi seluruh penonton. Dukungan MNC Life sebagai Official Insurance Partner menjadi nilai tambah bagi Koplove Fest Vol 4 sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam menghadirkan festival yang semakin berkualitas," kata Festival Director Koplove Fest, Angga Fauzi.
Selain menyuguhkan penampilan musisi-musisi favorit, Koplove Fest Vol 4 juga menghadirkan pengalaman festival yang semakin lengkap melalui berbagai aktivasi menarik dan fasilitas pendukung bagi para pengunjung. Tiket tersedia dalam kategori Jadian (Festival) seharga Rp150.000 dan Lamaran (VIP) seharga Rp250.000, serta pilihan tiket bundling untuk pembelian dua hingga lima orang.
Melalui kolaborasi ini, MNC Life berharap dapat terus mendukung berbagai aktivitas positif masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya memiliki perlindungan asuransi dalam setiap momen kehidupan. Sejalan dengan semangat MNC Life in Every Moment of Life, MNC Life berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
MNC Life merupakan perusahaan asuransi jiwa di bawah naungan MNC Group dan anak perusahaan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), yang menyediakan berbagai solusi perlindungan jiwa, kesehatan, dan keuangan bagi masyarakat Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai Koplove Fest Vol. 4 serta pembelian tiket dapat diakses melalui fasticket.id dan akun Instagram resmi @koplovefest.
Dari lahan terbengkalai menjadi kebun organik, Taman Urban Farming Dahlia binaan BRI kini memasok sayuran untuk MBG dan menjadi ruang belajar warga. - Bagian all [1,365] url asal
JAKARTA, iNews.id - Sebelum ditumbuhi pakcoy, sawi, hingga kangkung, lahan di tengah permukiman padat RW 07 Kelurahan Cempaka Putih Barat, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat ini lebih akrab dengan tumpukan puing bangunan. Warga bahkan pernah menjadikannya tempat membuang sampah dan mengikat kambing.
Suasananya kini berubah total. Bedeng-bedeng tanaman memenuhi sudut lahan yang kini diberi nama Taman Urban Farming Dahlia ini, sementara warga silih berganti datang untuk menanam, memanen, hingga belajar bercocok tanam.
Transformasi tersebut lahir dari inisiatif warga yang kemudian diperkuat melalui dukungan BRI. Kebun sederhana itu berkembang menjadi sentra urban farming yang menghasilkan sayuran organik dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Setiap beberapa pekan, pakcoy, sawi, kangkung, hingga terong dipanen dari bedeng-bedeng sederhana. Sayuran itu sebagian dibagikan kepada warga, sebagian lagi dijual untuk membeli bibit dan pupuk agar kebun tetap hidup.
Pengurus Taman Urban Farming Dahlia, Sukarni menyatakan seluruh tanaman di lahan ini dibudidayakan secara organik. Pengelola tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida sintetis.
"Kalau konvensional juga di sini kita termasuk tanaman organik, karena kita tidak menggunakan urea atau NPK. Paling pupuk kandang saja," kata Pengurus Taman Urban Farming Dahlia, Sukarni kepada iNews.id pada Senin (22/6/2026).
Ketika tanaman diserang hama, kata dia, warga memilih membuat pestisida alami dari bahan dapur.
"Kalau kemarin waktu kita kena ada kutu-kutu itu, dibikin obatnya dari bawang putih campur air kita semprotin," ujarnya.
Menurut Sukarni, kawasan hijau tersebut dulunya hanyalah lahan kosong yang terbengkalai.
Rumah Sukarni berada tepat di samping lokasi itu. Selama bertahun-tahun, dia melihat lahan tersebut berubah menjadi tempat pembuangan puing bangunan, bahkan sesekali dijadikan lokasi mengikat kambing sehingga menimbulkan bau yang mengganggu warga sekitar.
Melihat kondisi tersebut, Sukarni mulai berpikir lahan ini seharusnya bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih berguna.
"Melihat dari situ saya jadi berinisiatif, 'Kenapa enggak dibikin sesuatu yang bermanfaat ya?' Akhirnya saya merintis tuh sedikit-sedikit," katanya.
Awalnya, hanya ada beberapa tanaman peria atau pare dan jeruk nipis yang ditanam bersama ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Meski belum banyak warga yang terlibat, tetapi perlahan hasil panen kecil mulai terlihat.
Semangat itu semakin tumbuh ketika kawasan tersebut mengikuti Program Kampung Iklim (Proklim) dari Kementerian Lingkungan Hidup (LH). Warga kemudian bergotong royong membersihkan lahan bersama pengurus RT dan petugas PPSU.
"Karena ini dulu tempat buang sampah. Akhirnya diangkat semua, dirapiin, kita bikin ala-ala desa. Kita bikin saung bambu. Pokoknya manfaatin bahan-bahan yang enggak kepakai di luar, angkutin ke sini," ujar Sukarni.
Sedikit demi sedikit wajah kawasan berubah. Jalan diperkeras menggunakan konblok, saung dibangun sebagai tempat berkumpul warga, sementara berbagai tanaman mulai memenuhi lahan yang sebelumnya terbengkalai.
Perubahan tersebut menarik perhatian banyak pihak, termasuk BRI.
Melihat potensi Taman Urban Farming Dahlia yang dibangun secara swadaya oleh warga, BRI Peduli melalui program BRI Bertani di Kota (BRInita) kemudian memberikan dukungan untuk mengembangkan kawasan tersebut.
"Awalnya kita swadaya. Terus kemudian ada dari BRI ngelihat waktu itu, 'Oh masih ada di Jakarta tempat terpencil kayak gini dimanfaatin jadi urban farming,'" kata Sukarni.
Setelah melalui proses perizinan dengan kelurahan dan pengelola lahan, pembangunan dilakukan pada 2022.
Berbagai fasilitas kemudian dibangun untuk menunjang aktivitas warga, mulai dari pagar, gazebo, bedeng tanam, kolam ikan, kanopi, kamar mandi, pompa air, hingga mesin pencacah.
"Kontribusinya dari BRI awal ya bibit dapat, kemudian fasilitasnya kayak pagar, kamar mandi semua dapat. Gazebo ini juga dari BRI. Kolam juga dapat dari BRI," ujarnya.
Selain membangun fasilitas fisik, BRI juga memberikan berbagai pelatihan mengenai teknik budidaya tanaman.
"Dulu ada soal bercocok tanam dari BRI. Misalnya cara nanam, cara memelihara tanaman yang benar," katanya.
Seiring bertambahnya pengalaman warga, hasil panen Taman Urban Farming Dahlia tak lagi hanya dinikmati sendiri. Sebagian sayuran mulai dipasarkan kepada masyarakat sekitar.
Bahkan belum lama ini, pengelola berhasil memasok sekitar 28 kilogram pakcoy ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cempaka Putih Timur 2 untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Terakhir kita panen pakcoy itu 28 kilogram kita jual ke SPPG. Lumayan itu kemarin," ujar Sukarni.
Meski demikian, keuntungan finansial bukanlah tujuan utama. Menurut Sukarni, hasil penjualan kembali diputar untuk membeli bibit, pupuk organik, dan memenuhi kebutuhan operasional kebun.
"Kalau ditanya berapa sih keuntungannya? Kita belum bisa teriak kita dapat keuntungan. Paling kita kelola dapat Rp100.000 sampai Rp200.000. Kemudian kita belikan lagi untuk kompos, beli bibit lagi," katanya.
Manfaat terbesar yang dirasakan Sukarni dari keberadaan Taman Urban Farming Dahlia justru tidak diukur dari jumlah panen. Kebun tersebut telah menjadi ruang berkumpul warga, tempat belajar anak-anak, sekaligus media mempererat hubungan antarwarga.
Dia mengatakan anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) rutin datang untuk belajar menyemai benih, menanam, hingga memanen sayuran. Saat panen ikan lele, warga juga bergotong royong membersihkan dan mengolah hasilnya sebelum dijual.
"Yang tadinya jarang ketemu kan bisa jadi kumpul di sini. Silaturahmi itu yang kita jaga," ujarnya.
Menurut Sukarni, suasana kebersamaan itulah yang membuat Taman Urban Farming Dahlia memiliki nilai lebih dibanding sekadar lahan pertanian.
"Kalau kita panen lele aja bapak-bapak yang ambilin, bantuin nyuci. Bareng-bareng. Jadi itu satu momen yang belum tentu semua orang bisa ngerasain. Orang bilang, 'Enak lho di sana pada rukun,'" katanya.
Sukarni pun berharap Taman Urban Farming Dahlia dapat terus berkembang. Dia bermimpi ruang hijau di tengah kota itu mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi warga yang selama ini mengelolanya secara sukarela.
"Mudah-mudahan BRI bisa rutin membantu kita, untuk pupuk dan bibit saja. Mungkin bisa ada apresiasi juga," ujarnya.
Hasil panen Taman Urban Farming Dahlia tidak hanya menjadi konsumsi para pengelola kebun. Sebagian sayuran organik hingga ikan lele yang dihasilkan juga dibagikan kepada warga sekitar.
Suasana panen pun menjadi momen yang dinantikan warga. Ketika sayuran siap dipetik, warga RW 7 kerap datang untuk mengambil hasil panen yang dibagikan secara bergiliran.
Salah seorang warga RW 07 Cempaka Putih Barat, Erwin, mengaku keberadaan Taman Urban Farming Dahlia membawa manfaat nyata bagi lingkungan tempat tinggalnya. Menurut dia, hasil kebun tidak hanya dinikmati pengelola, tetapi juga dirasakan masyarakat sekitar.
"Lumayanlah. Apalagi buat warga RW, kalau panen-panen gitu bagi-bagi ke warga. Ada juga yang dijual. Hasil panen sayuran, ada ikan lele juga," ujar Erwin.
Dia mengaku beberapa kali membawa pulang hasil panen dari kebun tersebut. Warga yang ingin menikmati sayuran biasanya cukup datang saat panen berlangsung.
"Kalau ada panen, warga sini kalau mau ambil ya kita ambil aja, minta gitu ya. Terus dibagi-bagiin buat warga RW 07-lah," katanya.
Menurut Erwin, pola berbagi hasil panen itu membuat keberadaan kebun semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Warga dari luar RW 07 pun dapat membeli hasil panen yang tersedia.
"Ya ngerasainlah. Misal mau minta nanti dikasih. Kalau mau beli misal dari warga RW lain bisa," ujarnya.
Dia menilai keberadaan Taman Urban Farming Dahlia juga menjadi salah satu ruang yang paling aktif menggerakkan kegiatan masyarakat. Berbagai pelatihan hingga kunjungan dari instansi pemerintah rutin digelar di lokasi tersebut.
Dia mengungkapkan berbagai kegiatan edukasi itu juga melibatkan BRI yang selama ini mendampingi pengembangan Taman Urban Farming Dahlia.
"Iya dari pihak BRI. Kerja sama dengan pihak BRI juga. Adalah kegiatan. Aktif banget," ujarnya.
Keberadaan kebun itu, lanjut Erwin, bahkan beberapa kali menarik perhatian pemerintah daerah. Sejumlah pejabat dari tingkat kota hingga provinsi pernah berkunjung untuk melihat langsung pengembangan urban farming yang dikelola warga.
"Jangankan pendampingan, waktu menanam saja seluruh DKI (pejabat Pemprov DKI Jakarta) pernah datang ke sini, dari sudin, dari wali kota, dari gubernur. Waktu itu terakhir istri gubernur datang," katanya.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan pengembangan urban farming menjadi salah satu bentuk komitmen BRI dalam mendorong pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui program BRI Bertani di Kota (BRInita), BRI ingin menghadirkan ruang hijau yang tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga.
Menurut dia, hasil panen dari kegiatan urban farming dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, menambah pendapatan melalui penjualan hasil panen, hingga mendukung berbagai kegiatan sosial di lingkungan masyarakat.
"Panen bisa dipakai untuk pangan keluarga, dijual untuk tambah penghasilan, atau ditukar dalam program sosial sebagai apresiasi," ujar Dhanny.
Dia menjelaskan, BRInita merupakan bagian dari upaya BRI mendukung pembangunan berkelanjutan dengan memperluas ruang terbuka hijau, mengurangi dampak pencemaran lingkungan, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas. Program tersebut juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs).
"Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," ucapnya.