Bisnis.com, BATAM - Kinerja investasi di Kota Batam terus menunjukkan tren positif. Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat realisasi investasi hingga kuartal III/2025 telah mencapai Rp54,7 triliun atau 91% dari target tahunan sebesar Rp60 triliun.
Capaian ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 25,58% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp43,62 triliun.
Berdasarkan data dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), nilai investasi Batam hingga triwulan III/2025 mencapai Rp33,6 triliun, naik 74,94% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp19,24 triliun.
Lonjakan ini terutama disumbang oleh peningkatan investasi dari pelaku dalam negeri (PMDN), disertai penguatan investasi asing (PMA) yang tetap stabil.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor terhadap Batam semakin menguat.
"Kami bersyukur realisasi investasi Batam hingga triwulan ketiga tahun ini telah menembus 91% dari target. Ini adalah hasil kerja kolektif dalam menjaga iklim investasi yang kondusif dan memastikan setiap kebijakan berpihak pada kemudahan berusaha," ujarnya di Batam, Selasa (28/10/2025).
Dari sisi pertumbuhan, momentum investasi Batam tercatat sangat solid dengan peningkatan 61,99% secara kuartal(qoq), 123,3% secara tahunan (yoy), dan 74,9% dari tahun ke tahun (C-to-C).
Kontribusi terbesar datang dari sektor Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang melonjak signifikan dari Rp5,99 triliun menjadi Rp14,85 triliun, atau tumbuh 147,85%. "Kenaikan ini mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan pelaku usaha lokal terhadap stabilitas dan arah kebijakan pembangunan ekonomi Batam," katanya lagi.
Sementara itu, realisasi investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) juga terus menunjukkan kinerja positif dengan peningkatan dari Rp13,25 triliun menjadi Rp18,81 triliun, atau tumbuh 41,97%. Investor asal Singapura masih menjadi kontributor utama, memperkuat posisi Batam sebagai pusat keuangan dan gerbang investasi strategis di kawasan.
Kawasan Strategis
Badan Pengusahaan (BP) Batamtengah mempersiapkan rencana pengembangan lima kawasan strategis dalam lima tahun kedepan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Batam.
Kawasan tersebut meliputi Episentrum Teluk Tering di Batam Center, NewNagoyadi Lubuk Baja, Waduk Baloi, Koridor Bandara Hang Nadim–Nongsa, serta Koridor Pelabuhan Batu Ampar–Sekupang. Kelimanya masuk dalam Wilayah Penataan dan Pengembangan (WPP) yang tercantum dalam Rencana Strategis (Renstra) BP Batam 2025–2029.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan bahwa kelima kawasan tersebut akan menjadi fokus utama dalam pembangunan kota ke depan. Dari seluruh rencana yang ada, NewNagoyadisebut sebagai proyek yang paling siap untuk segera dimulai.
"New Nagoya akan menjadi wajah baruBatamyang lebih modern dan tertata. Kawasan ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan dan pelaku usaha," ujar Amsakar di Batam, Senin (13/10/2025).
Sementara itu, Episentrum Teluk Tering akan dikembangkan sebagai pusat aktivitas terpadu yang mengedepankan ruang terbuka hijau, fasilitas publik, serta konsep tata kota yang ramah lingkungan. Proyek ini disebut sebagai bagian dari transformasi besar wajah perkotaan Batam.
Langkah pengembangan tersebut juga selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menekankan penguatan kawasan strategis nasional untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%. (239)