Bisnis.com, JAKARTA – Korea Investment Management (KIM) menilai pasar modal Indonesia saat ini berada dalam fase yang solid di tengah fluktuasi pasar global. Hal itu yang dinilai menjadi daya tarik, yang membuat Indonesia lebih unggul dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia.
Chief Investment Officer Korea Investment Management Co., Ltd Lee Mee Yeon, menilai bahwa kendati tantangan ekonomi global terus berlanjut, Indonesia dinilai mampu menunjukkan resiliensi ekonomi dengan basis investor domestik yang terus tumbuh.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan jumlah investor di pasar modal Tanah Air telah melampaui 20 jutasingle investor identification(SID) pada akhir Desember 2025. Hal itu mencerminkan kenaikan 34,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Selain itu, kami melihat kemajuan signifikan dalam partisipasi investor. Hal ini mencerminkan peningkatan literasi keuangan dan inklusi investasi yang lebih luas, yang merupakan sinyal positif bagi perkembangan jangka panjang pasar modal Indonesia,” katanya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/1/2026).
Beberapa kondisi makroekonomi seperti rasio utang terhadap PDB yang berada di bawah 40% dinilai lebih rendah dibandingkanpeersregional seperti Thailand, Malaysia, atau India. Belum lagi, Indonesia dinilai tetap mampu mempertahankan pertumbuhan PDB sebesar 5%.
Indonesia juga mengantongi peringkat utang BBB yang dinilai memberikan fondasi yang solid bagi perekonomian nasional.
“Saya rasa dengan fundamental yang solid ini, Indonesia akan berada dalam posisi yang baik untuk menarik minat investor, terutama di pasar AS, saya pikir kita bergerak menuju arah yang lebih baik,” katanya.
Di tengah kondisi ini, Korea Investment Management memandang positif prospek pertumbuhan Indonesia. Menurutnya, pandangan ini didasari oleh prospek ekonomi jangka menengah, meningkatnya partisipasi investor, dan pengembangan pasar modal yang berkelanjutan.
“Dengan pendekatan investasi yang selektif dan disiplin, Indonesia terus menawarkan peluang menarik untuk investasi jangka panjang,” tegasnya.
Pertumbuhan AUM Reksa Dana KIM Indonesia
Sebagai anak usaha, PT Korea Investment Management (KIM) Indonesia sejalan dengan pernyataan mengenai prospek pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.
Presiden Direktur KIM Indonesia Arfan Karniody, menyebut bahwa sepanjang 2025, pihaknya telah merasakan pertumbuhan dana kelolaan atauasset under management(AUM) yang tumbuh secara signifikan.
Data KIM Indonesia per 30 Desember 2025, menunjukkan total AUM mencapai Rp8,89 triliun, tumbuh 176% YoY dibandingkan posisi Rp3,23 triliun pada akhir 2024. Reksa dana pendapatan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan AUM dengan dana kelolaan mencapai Rp5,55 triliun.
KIM Indonesia menargetkan pertumbuhan 30% terhadap AUM pada 2026. Arfan menilai bahwa peluang pasar reksa dana pada 2026 sebetulnya cukup prospektif. Terutama didukung oleh ruang pelonggaran moneter yang masih akan berlanjut di dalam negeri maupun AS. Selain itu, pertumbuhan jumlah investor pasar modal yang signifikan juga diprediksi dapat menjadi dorongan tambahan bagi investor reksa dana.
“Kami juga masih menantikan dampak positif dari stimulus likuiditas, serta efek positif program MBG terhadap perekonomian seiring dengan arah APBN yang kini lebih jelas karena sudah berada dalam fase transisi,” tambahnya.
_____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.