#30 tag 24jam
Danantara Jajaki Kerja Sama Garuda (GIAA) dengan Saudi Airlines hingga Etihad
Danantara Indonesia menjajaki kerja sama Garuda dengan maskapai negara-negara Teluk, termasuk Saudi Airlines dan Etihad. [387] url asal
#garuda-indonesia #saudi-airlines #etihad-airways #kerja-sama-penerbangan #penerbangan-haji #maskapai-negara-teluk #transformasi-garuda #efisiensi-operasional #harga-avtur #perusahaan-patungan #joint-v
(Bisnis.Com - Ekonomi) 13/04/26 20:37
v/190131/
Bisnis.com, JAKARTA — Danantara Indonesia menyebut sudah menjajaki kerja sama penerbangan antara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dengan sejumlah maskapai dari negara Teluk, termasuk dalam rangka membuat penerbangan haji lebih efisien.
CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pihaknya terbuka dengan berbagai bentuk kerja sama, termasuk membuat perusahaan patungan atau joint venture (JV) sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kami sih terbuka ya. Kami semua penjajakan-penjajakan, baik dengan Saudi Arabia [Airlines], kemarin dengan Emirat, sempat ya, lagi bicara dengan Emirat tetapi ada kejadian ini [perang]. Kami sempat bicara juga dengan Etihad," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Rosan menyebut penjajakan kerja sama dengan berbagai maskapai Negara Teluk itu ditujukan salah satunya untuk mewujudkan penerbangan haji yang lebih efisien.
Pria yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi itu menuturkan, secara internal, Garuda juga tengah menjalani proses transformasi. Upaya itu dilakukan untuk sisi sumber daya manusianya hingga efisiensi operasional.
Rosan menyebut proses transformasi itu membutuhkan waktu. Apalagi, kenaikan harga avtur dunia menyebabkan industri penerbangan juga terdampak.
"Memang dengan kenaikan harga avtur tentunya punya dampak terhadap seluruh penerbangan di dunia termasuk Garuda. Ya sekarang bagaimana kami bisa menavigasi ini secara baik dan benar, tetapi ini kan proses transformasi memang pasti membutuhkan waktu," tuturnya.
Sebelumnya, pada Rapat Kerja Pemerintah, Rabu (8/4/2026), Presiden Prabowo menilai pola operasional angkutan haji selama ini masih belum optimal. Dia menyoroti kondisi di mana pesawat yang mengangkut jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi terisi penuh, tetapi kembali dalam kondisi kosong.
"Selama ini pesawat Garuda berangkat membawa haji ke Tanah Suci, pulangnya kosong. Ini kan tidak ekonomis. Arab Saudi juga demikian, mengembalikan haji ke Indonesia, kembalinya kosong," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Untuk itu, Kepala Negara mendorong terbentuknya perusahaan patungan antara Indonesia dan Arab Saudi dengan komposisi kepemilikan masing-masing 50%. Dengan skema tersebut, diharapkan tingkat keterisian pesawat dapat optimal baik saat keberangkatan maupun kepulangan.
"Kenapa tidak kerja sama? Bikin satu anak perusahaan 50% Arab Saudi, 50% Indonesia. Berangkat dari Indonesia [pesawat] penuh, pulang juga penuh. Harga [ibadah haji] bisa turun lagi, waktu lebih singkat," kata Prabowo. Dia menegaskan bahwa pembahasan rencana tersebut harus dilakukan secara cepat.
Presiden menekankan pentingnya langkah konkret dari manajemen Garuda Indonesia untuk segera menindaklanjuti peluang kerja sama tersebut.
"Harus kerja cepat. Pemerintah ini kerja cepat. Dirut Garuda nanti menghadap saya,” tegasnya.
Etihad Airways, Qatar, hingga Emirates Perpanjang Penangguhan Operasional
Etihad, Qatar, dan Emirates perpanjang penangguhan operasional akibat konflik di Timur Tengah hingga Maret 2026, berdampak pada ribuan penumpang. [405] url asal
#etihad-airways #qatar-airways #emirates-penangguhan #operasional-maskapai #konflik-timur-tengah #penutupan-bandara #penerbangan-dibatalkan #dubai-abu-dhabi #doha-penerbangan #emirat-arab #maskapai-int
(Bisnis.Com - Ekonomi) 02/03/26 16:32
v/152158/
Bisnis.com, JAKARTA — Maskapai internasional seperti Etihad Airways, Qatar Airways, hingga Emirates terus memperpanjang penangguhan alias setop operasional untuk sementara waktu, di tengah tensi geopolitik Timur Tengah yang masih tinggi.
Pasalnya konflik di Iran menyebabkan penutupan bandara hub utama di Dubai, Abu Dhabi, dan Doha.
Emirates yang merupakan maskapai internasional terbesar resmi memperpanjang penangguhan operasional hingga Rabu (3/3/2026), sebagaimana informasi yang dibagikan melalui media sosial resmi @emirates.
“Akibat penutupan ruang udara regional yang berulang, Emirates telah menangguhkan sementara semua penerbangan ke dan dari Dubai hingga pukul 15.00 Waktu Uni Emirat Arab pada Selasa, 3 Maret,” tulis Emirates, dikutip pada Senin (2/3/2026).
Manajemen menyampaikan bahwa situasi ini masih dinamis dan terus dievaluasi. Pihaknya mengimbau semua pelanggan untuk memeriksa pembaruan operasional terbaru di http://emirates.com dan memeriksa email mereka untuk pemberitahuan tentang perubahan atau pembatalan penerbangan sebelum berangkat ke bandara.
Pasalnya semua titik check-in di kota di Dubai ditutup sementara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Pihaknya pun terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Di Indonesia, ratusan penumpang yang batal terbang di Bandara ke Timur Tengah memadati konter maskapai di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk mencari kejelasan informasi soal tiket yang sudah dibeli.
Sementara itu, Qatar Airways menyatakan semua penerbangan masih ditangguhkan dan akan memberikan pembaruan pada 3 Maret 2026 pukul 09.00 waktu Doha.
Serupa, Etihad Airways dalam media sosial resmi X, @etihad, menyatakan memperpanjang pembatalan penerbangan hingga Senin (2/3/2026) pukul 14.00 waktu Uni Emirat Arab (GMT+4).
Singapore Airlines yang juga terdampak bahkan membatalkan penerbangan dari dan ke Dubai untuk periode 28 Februari hingga 7 Maret 2026.
Maskapai Saudia Airlines masih melakukan pemantauan terhadap beberapa kota tujuan di Timur Tengah. Namun, penerbangan dari dan ke Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moscow, dan Peshawar dibatalkan. Pembatalan berlaku sampai 2 Maret pukul 23.59 GMT.
Melansir dari Bloomberg, Senin (2/3/2026), penangguhan operasional dari maskapai-maskapai besar yang beroperasi di Teluk Persia menyebabkan gangguan besar di beberapa bandara tersibuk di dunia.
Otoritas penerbangan sipil Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan telah menangani lebih dari 20.000 penumpang yang terdampak oleh gangguan tersebut. Puluhan ribu orang terperangkap di wilayah yang berfungsi sebagai superkonektor global, menghubungkan dua titik di planet ini dengan satu kali transit.
Beberapa bandara di Teluk terkena dampak serangan balasan saat Iran meluncurkan rudal dan drone ke seluruh wilayah sebagai respons terhadap serangan awal pada Sabtu oleh pasukan udara Israel dan AS.
7 Penerbangan dari Qatar dan Dubai ke Bali Dibatalkan Imbas Konflik Timur Tengah
Tujuh penerbangan dari Qatar dan Dubai ke Bali dibatalkan akibat konflik AS-Israel-Iran. Bandara Ngurah Rai memantau situasi dan koordinasi dengan maskapai. [361] url asal
#penerbangan #dubai #qatar #bali #etihad-airways #emirates #bandara-ngurah-rai #jadwal-penerbangan #iran
(Bisnis.Com - Terbaru) 02/03/26 15:06
v/152027/
Bisnis.com, DENPASAR – Seluruh penerbangan dari Qatar dan Dubai, Uni Emirat Arab ke Bali dibatalkan imbas perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Gede Eka Sandi Asmadi, Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, menjelaskan bahwa hingga Senin (2/3/2026), tujuh penerbangan dari Qatar dan Dubai dibatalkan.
Penerbangan yang dibatalkan yakni Etihad EY476 STA 11.35 WITA (1 Maret) rute Abu Dhabi (AUH) ke Denpasar (DPS). Kemudian, maskapai Emirates EK368 STA 16.30 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS) dan Emirates EK398 STA 22.20 WITA (1 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS).
Selanjutnya, Qatar Airways QR960 STA 22.50 WITA (1 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS), Qatar Airways QR961 STA 05.10 WITA (2 Maret) rute Doha (DOH) ke Denpasar (DPS), Emirates EK368 STA 16.30 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS), dan Emirates EK398 STA 22.20 WITA (2 Maret) rute Dubai (DXB) ke Denpasar (DPS).
"Total 15 penerbangan rute internasional [8 keberangkatan dan 7 kedatangan] yang mengalami pembatalan penerbangan. Adapun, perincian jadwal penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal," jelas Sandi, Senin (2/3/2026).
Berdasarkan data dari maskapai penerbangan, jumlah calon penumpang dari penerbangan yang mengalami penyesuaian jadwal penerbangan tersebut berjumlah 3.197 penumpang, di mana data tersebut merupakan jumlah calon penumpang keberangkatan. Adapun, penanganan terhadap seluruh penumpang tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan kebijakan masing-masing maskapai.
Sandi menjelaskan manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara berkesinambungan terus melakukan pemantauan situasi ruang udara di kawasan Timur Tengah.
Kemudian melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi, utamanya dengan maskapai penerbangan untuk terus melakukan pembaruan jadwal penerbangan dan penanganan calon penumpang yang telah berada di bandara, dengan AirNav Indonesia untuk memantau ruang udara yang terdampak, serta dengan aparatur keamanan untuk antisipasi situasi keamanan di bandara.
Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga telah mengantisipasi rencana pengaturan parking stand dari pesawat dari penerbangan yang terdampak, yang dialokasikan untuk lima pesawat udara dari tiga maskapai penerbangan yang terdampak.
"Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan," kata Sandi.
Bandara Dubai Kena Rudal Iran, Penerbangan Emirates hingga Etihad Lumpuh
Bandara Dubai terkena rudal Iran, menyebabkan kerusakan ringan dan lumpuhnya penerbangan Emirates dan Etihad, memaksa penutupan ruang udara Teluk Persia. [308] url asal
#bandara-dubai #rudal-iran #penerbangan-emirates #etihad-lumpuh #serangan-udara #teluk-persia #maskapai-emirates #etihad-airways #qatar-airways #ruang-udara-ditutup #bandara-internasional-dubai #kerusa
(Bisnis.Com - Terbaru) 01/03/26 08:16
v/150768/
Bisnis.com, JAKARTA — Bandara Internasional Dubai dilaporkan mengalami kerusakan ringan akibat dugaan serangan udara Iran yang menghantam salah satu gedung terminal utamanya. Maskapai Emirates hingga Etihad batalkan seluruh penerbangan.
Dilansir dari Bloomberg, Minggu (1/3/2026), insiden ini menandai eskalasi baru setelah lalu lintas udara di Teluk Persia ditutup beberapa jam pasca-serangan balasan Iran.
Operator bandara mengonfirmasi melalui sebuah pernyataan bahwa satu bangunan di Bandara Internasional Dubai mengalami kerusakan ringan dalam sebuah insiden yang berhasil ditangani dengan cepat. Mereka melaporkan bahwa empat karyawan mengalami luka-luka.
Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan kepulan asap tipis membubung dari salah satu gedung keberangkatan utama, dengan layanan darurat dan pemadam kebakaran bersiaga di landasan. Video lain dari dalam bangunan menunjukkan beberapa kerusakan, meskipun struktur bangunan secara keseluruhan tampak masih utuh.
Serangan ini menyoroti seberapa jauh kampanye balasan Iran terhadap serangan awal oleh pasukan AS dan Israel telah merambah ke wilayah Teluk Persia. Pihak berwenang terpaksa merespons rentetan serangan rudal dan pesawat tanpa awak (drone) dengan menutup ruang udara.
Dampak langsung terasa di bandara-bandara utama kawasan tersebut, usai puluhan ribu wisatawan terdampar saat ruang udara ditutup. Hal ini memaksa maskapai Emirates, Qatar Airways, Etihad Airways, dan operator lainnya untuk menghentikan seluruh operasional mereka.
Di Bandara Internasional Dubai, papan jadwal kedatangan dan keberangkatan awalnya menunjukkan penundaan yang dengan cepat berubah menjadi penghentian total — sebuah gangguan dalam skala yang belum pernah terlihat selama beberapa dekade.
Emirates, yang memiliki keunggulan ketepatan waktu operasionalnya bahkan di masa krisis seperti pandemi, kali ini tidak punya pilihan selain menghentikan seluruh layanan. Beberapa maskapai yang terdampak antara lain, Emirates, Qatar Airways, hingga Etihad Airways.
Bandara tersebut merupakan hub penerbangan global utama yang menghubungkan berbagai belahan dunia melalui satu titik transit di Dubai, Doha, atau Abu Dhabi.
Sebagai bandara internasional tersibuk di dunia, Dubai melayani lebih dari 2.000 penerbangan setiap hari dari lebih dari 100 maskapai.
Cetak Rekor Laba, Etihad Target Rekrut 3.000 Karyawan per Tahun
Maskapai Etihad Airways mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2025. [752] url asal
#awak-kabin #pilot #maskapai-penerbangan #etihad-airways #industri-penerbangan
(Kompas.com - Money) 25/02/26 12:18
v/146774/
ABU DHABI, KOMPAS.com — Maskapai Etihad Airways mencatatkan kinerja keuangan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada 2025.
Maskapai penerbangan nasional Uni Emirat Arab (UEA) itu membukukan laba setelah pajak sebesar 2,6 miliar dirham, setara sekitar Rp 11,91 triliun (asumsi kurs Rp 4.581 per dirham), atau 698 juta dollar AS.
Dalam keterangan resmi perusahaan, dikutip pada Rabu (25/2/2026), capaian ini disebut sebagai dengan pertumbuhan laba sebesar 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
WIKIMEDIA COMMONS/MD SHAIFUZZAMAN AYON Pesawat Boeing 777 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.Selain laba, maskapai juga melaporkan pertumbuhan operasional yang signifikan. Jumlah penumpang mencapai 22,4 juta orang sepanjang 2025, dengan tingkat keterisian kursi (load factor) sebesar 88,3 persen.
Armada Etihad bertambah menjadi 127 pesawat, menandai ekspansi terbesar dalam sejarah perusahaan.
Di tengah ekspansi tersebut, strategi penguatan sumber daya manusia menjadi bagian penting dari pertumbuhan perusahaan.
Rekrut lebih dari 3.200 karyawan baru
Sepanjang 2025, Etihad merekrut lebih dari 3.200 karyawan baru dan memberikan sekitar 2.200 promosi internal.
Rinciannya meliputi:
- Sekitar 1.600 awak kabin baru
- Hampir 400 pilot baru
- Lebih dari 1.500 promosi untuk awak kabin
- Sekitar 150 promosi untuk pilot
Perusahaan menyatakan tenaga kerjanya kini berasal dari 152 kewarganegaraan berbeda, mencerminkan karakter global operasional maskapai.
Dok. Unsplash/Fabian Joy Ilustrasi pesawat Etihad Airways.CEO Etihad, Antonoaldo Neves, menegaskan ekspansi armada dan jaringan akan terus diiringi perekrutan dalam beberapa tahun ke depan.
Etihad menargetkan perekrutan 2.500 hingga 3.000 orang per tahun, sejalan dengan penambahan sekitar 20 pesawat per tahun dalam lima tahun mendatang.
“Kami akan mempertahankan kisaran tersebut, yaitu 2.500 hingga 3.000 perekrutan per tahun, dan kami akan mempertahankan sekitar 20 pesawat per tahun, jadi kurang lebih itulah rasio yang akan kami terapkan selama lima tahun ke depan,” ujar Neves, dikutip dari Gulf News.
Pengembangan talenta dan program lokal
Selain perekrutan eksternal, Etihad juga menekankan pengembangan talenta internal.
Program cadet pilot serta penguatan jalur kepemimpinan bagi warga negara Uni Emirat Arab menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan komitmen untuk mengembangkan talenta nasional melalui berbagai program pelatihan dan akselerasi karier.
Langkah ini dilakukan di tengah kebutuhan industri yang semakin besar terhadap tenaga kerja terampil.
Kebutuhan tenaga kerja industri penerbangan global terus meningkat
Data industri menunjukkan, tren perekrutan Etihad terjadi dalam konteks kebutuhan tenaga kerja global yang meningkat tajam.
Menurut laporan Pilot and Technician Outlook dari Boeing, industri penerbangan global diperkirakan membutuhkan dalam 20 tahun ke depan, dengan rincian sebagai berikut.
- 660.000 pilot baru
- 710.000 teknisi perawatan pesawat
- 1 juta awak kabin
SHUTTERSTOCK/SKYCOLORS Ilustrasi pilot di kokpit pesawat.Proyeksi tersebut mencerminkan kebutuhan akibat pertumbuhan armada global dan peningkatan perjalanan udara internasional.
Sementara itu, laporan Aviation Talent Forecast dari CAE memperkirakan dalam 10 sampai 15 tahun ke depan, lebih dari 129.000 pilot dibutuhkan hanya untuk menggantikan pilot yang pensiun, belum termasuk kebutuhan akibat ekspansi armada.
Beberapa proyeksi industri juga memperkirakan adanya kekurangan puluhan ribu pilot secara global pada pertengahan dekade ini.
Dampak struktural pasca-pandemi Covid-19
Industri penerbangan sempat mengalami kontraksi tajam saat pandemi Covid-19, ketika volume penerbangan turun drastis dan banyak maskapai melakukan pengurangan tenaga kerja.
Sejumlah laporan menunjukkan, pada puncak pandemi, lalu lintas udara global sempat anjlok lebih dari 90 persen di sejumlah kawasan, memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pensiun dini bagi ribuan pilot serta awak kabin.
Pemulihan yang terjadi sejak 2022–2023 menyebabkan permintaan perjalanan melonjak lebih cepat dibandingkan kesiapan tenaga kerja yang tersedia, sehingga menciptakan tekanan baru dalam perekrutan dan pelatihan.
Tantangan pasokan tenaga terampil
Selain pilot dan awak kabin, industri penerbangan juga menghadapi tantangan dalam ketersediaan teknisi perawatan pesawat dan tenaga operasional lainnya.
Laporan risiko industri dari Allianz Commercial menempatkan kekurangan tenaga kerja terampil sebagai salah satu risiko utama sektor penerbangan pada 2025, karena dapat berdampak pada biaya operasional dan kapasitas layanan.
Industri juga bersaing dengan sektor lain dalam menarik talenta teknis, terutama di bidang teknologi dan rekayasa.
PIXABAY/DOMINIC WUNDERLICH Ilustrasi pesawat.Penerbangan dan kontribusi lapangan kerja global
Menurut Asosiasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), sektor penerbangan tidak hanya menciptakan pekerjaan langsung seperti pilot dan awak kabin, tetapi juga lapangan kerja tidak langsung melalui rantai pasok, logistik, pariwisata, dan manufaktur pesawat.
ICAO mencatat, penerbangan merupakan salah satu sektor strategis yang mendorong konektivitas global dan aktivitas ekonomi lintas negara.
Dalam konteks ini, ekspansi tenaga kerja Etihad mencerminkan dinamika yang lebih luas di industri penerbangan internasional, di mana pertumbuhan armada dan rute penerbangan berjalan beriringan dengan peningkatan kebutuhan sumber daya manusia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Daftar Maskapai Paling Aman di Dunia 2026, Didominasi Asia
Laporan terbaru World’s Safest Airlines for 2026 yang dirilis AirlineRatings.com menempatkan Etihad Airways sebagai maskapai paling aman di dunia. [1,264] url asal
#etihad-airways #airasia #penerbangan #indepth #singapore-airlines #maskapai-paling-aman-di-dunia
(Kompas.com - Money) 25/02/26 11:57
v/146771/
JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan terbaru World’s Safest Airlines for 2026 yang dirilis AirlineRatings.com menempatkan Etihad Airways sebagai maskapai layanan penuh (full-service) paling aman di dunia pada 2026.
Dalam daftar yang mencakup lebih dari 320 operator penerbangan global, indikator keselamatan penerbangan terus mengalami penguatan signifikan, khususnya dalam aspek turbulence management (penanganan turbulensi), transparansi pelaporan insiden, dan audit keselamatan independen.
Peringkat ini disusun berdasarkan penilaian komprehensif yang menggabungkan data insiden, tingkat kecelakaan sesuaidengan total penerbangan, usia armada, serta partisipasi maskapai dalam program keselamatan global.
PIXABAY/DOMINIC WUNDERLICH Ilustrasi pesawat.Hasilnya adalah daftar yang tidak hanya mencerminkan catatan operasional, tetapi juga praktik pengelolaan keselamatan maskapai di tengah dinamika industri penerbangan modern.
Fokus pada keselamatan dalam angka
AirlineRatings.com menilai maskapai dari beberapa indikator utama, yakni sebagai berikut.
- Insiden disesuaikan dengan total penerbangan
- Usia rata-rata armada
- Insiden serius yang terjadi
- Pelatihan dan audit keselamatan pilot serta awak kabin
- Partisipasi dalam program pencegahan cedera turbulensi yang diakui internasional
- Transparansi pelaporan insiden dan data keselamatan
CEO AirlineRatings.com, Sharon Petersen, menekankan selisih skor antar maskapai berada dalam margin yang sangat tipis, sehingga perbedaan peringkat bukanlah refleksi jurang keselamatan besar antara satu operator dan yang lain.
“Yang menonjol tahun ini adalah betapa tipisnya selisih poin antar pemimpin. Kurang dari empat poin memisahkan posisi satu hingga 14, dan di posisi teratas selisihnya bahkan lebih ketat, hanya 1,3 poin yang memisahkan posisi satu hingga enam dalam kategori layanan penuh," tutur Peterson, dikutip dari laman resmi AirlineRatings.com, Rabu (25/2/2026).
UNSPLASH/HANS DORRIES Ilustrasi pesawat, penerbangan."Kita mungkin mencapai titik di mana peringkat tradisional berisiko menyesatkan, dan di mana pengelompokan maskapai penerbangan ke dalam tingkatan kinerja memberikan gambaran yang lebih akurat tentang realitas," imbuh dia.
Etihad Airways: juara keselamatan 2026
Posisi puncak daftar Top 25 Safest Full-Service Airlines 2026 ditempati oleh Etihad Airways.
Ini merupakan kali pertama sebuah maskapai penerbangan dari kawasan Teluk (Gulf carrier) menduduki peringkat teratas dalam peringkat keselamatan global versi AirlineRatings.com.
Menurut Petersen, pencapaian maskapai paling aman di dunia yang diraih Etihad ini didukung oleh beberapa faktor.
“Ini adalah tahun pertama maskapai penerbangan Teluk menduduki peringkat pertama. Etihad mencapai ini melalui kombinasi beberapa faktor: armada yang masih muda, kemajuan dalam keselamatan kokpit, khususnya terkait turbulensi, riwayat tanpa kecelakaan, dan tingkat insiden terendah per penerbangan dibandingkan maskapai lain dalam daftar ini," papar Petersen.
Menurut dia, Etihad juga berpartisipasi dalam audit keselamatan di dalam pesawat independen kami dan menunjukkan kepatuhan yang sangat baik terhadap manajemen turbulensi di dalam kabin.
Beberapa poin kunci yang mendorong peringkat Etihad meliputi armada yang relatif muda dibandingkan banyak pesaing, penekanan kuat pada inovasi keselamatan kokpit, rekam jejak tanpa kecelakaan fatal (crash-free history), serta tingkat insiden yang rendah per jumlah penerbangan.
Keikutsertaan Etihad dalam audit keselamatan independen dan penerapan program pencegahan cedera turbulensi juga menjadi faktor yang dinilai signifikan oleh penilai.
Hal ini mengindikasikan bahwa penanganan risiko internal, tidak hanya dalam catatan insiden, menjadi pertimbangan penting dalam penilaian keseluruhan.
WIKIMEDIA COMMONS/BAHNFREND Pesawat Boeing 777 yang dioperasikan Cathay Pacific terlihat di Bandara Perth, Australia.Daftar Lengkap 25 Maskapai Paling Aman di Dunia 2026 (Full-Service)
Berikut adalah Top 25 Safest Full-Service Airlines versi AirlineRatings.com 2026.
- Etihad Airways
- Cathay Pacific
- Qantas
- Qatar Airways
- Emirates
- Air New Zealand
- Singapore Airlines
- EVA Air
- Virgin Australia
- Korean Air
- STARLUX Airlines
- Turkish Airlines
- Virgin Atlantic
- ANA (All Nippon Airways)
- Alaska Airlines
- TAP Air Portugal
- SAS (Scandinavian Airlines)
- British Airways
- Vietnam Airlines
- Iberia
- Lufthansa
- Air Canada
- Delta Air Lines
- American Airlines
- Fiji Airways
Peringkat tersebut menggabungkan operator dari berbagai wilayah dunia, dengan dominasi maskapai dari Asia, Eropa, dan Timur Tengah di posisi teratas.
Beberapa maskapai seperti STARLUX Airlines dan Fiji Airways juga tercatat debut dalam daftar 25 besar.
Kategori layanan penuh (full-service) ini menilai operator yang menyediakan layanan komprehensif, termasuk layanan kelas bisnis atau kelas satu berskala internasional, berbeda dengan segmentasi maskapai biaya rendah (low-cost).
WIKIMEDIA COMMONS/DAMIEN AIELLO Ilustrasi pesawat Airbus A380 yang dioperasikan maskapai penerbangan Singapore Airlines.Sorotan khusus: Singapore Airlines, STARLUX, dan maskapai baru
Beberapa catatan menarik terkait pergerakan maskapai dalam daftar 25 besar.
1. Singapore Airlines
Setelah tidak masuk dalam daftar 25 besar pada 2025, Singapore Airlines kembali menembus peringkat 7 pada 2026, hal yang menjadikan maskapai asal Singapura ini salah satu sorotan utama laporan tahun ini.
Petersen menegaskan, maskapai tersebut telah memperkuat praktik keselamatan internalnya setelah kunjungan tim penilai dan dialog intensif tentang pencegahan cedera turbulensi.
"Singapore Airlines menyambut baik kesempatan untuk dinilai dan berbicara panjang lebar dengan tim kami. Hasil audit keselamatan di atas kapal dan program manajemen risiko turbulensi mereka membantu meningkatkan posisi mereka dalam peringkat tahun ini," terang Petersen.
Kembalinya Singapore Airlines ke daftar 25 besar menunjukkan perbaikan berkelanjutan dalam manajemen risiko dan pelaporan transparan dapat mempengaruhi peringkat keselamatan secara global.
2. STARLUX Airlines dan Fiji Airways
Dua maskapai yang relatif lebih muda, STARLUX Airlines dan Fiji Airways, berhasil mencatatkan diri dalam daftar 25 besar.
Ini berarti usia maskapai yang lebih pendek bukan merupakan hambatan untuk mencapai standar keselamatan yang tinggi, asalkan didukung oleh praktik pengelolaan yang matang.
25 Maskapai Berbiaya Rendah Teraman di Dunia 2026
Selain kategori layanan penuh, AirlineRatings.com juga merilis daftar Top 25 Safest Low-Cost Airlines untuk 2026.
Daftar ini menilai operator maskapai penerbangan berbiaya rendah atau low-cost carrier (LCC) yang secara umum menawarkan layanan tanpa frills, tetapi tetap memprioritaskan keselamatan penerbangan.
Dok. Shutterstock/Nokuro Ilustrasi pesawat Jetstar.Berikut adalah Top 25 Safest Low-Cost Airlines 2026 menurut AirlineRatings.com.
- HK Express
- Jetstar Airways
- Scoot
- flydubai (yang kini dipandang sebagai maskapai layanan penuh dan akan dinilai dalam kategori tersebut di masa depan)
- EasyJet Group
- Southwest Airlines
- airBaltic
- VietJet Air
- Wizz Air Group
- AirAsia Group
- TUI UK
- Vueling
- Norwegian
- JetBlue Airways
- FlyNAS
- Cebu Pacific
- Jet2
- Ryanair (Irlandia dan Inggris)
- Spring Airlines China
- Transavia Group
- Eurowings Group
- Volaris
- WestJet Group
- GOL Linhas Aereas
- SKY Airline Chile
HK Express: juara dua tahun berturut-turut
HK Express berhasil mempertahankan posisi puncak sebagai maskapai biaya rendah paling aman di dunia untuk tahun kedua berturut-turut.
Pencapaian ini didorong oleh armada yang relatif baru, tingkat insiden yang sangat rendah, serta hasil audit keselamatan onboard yang nyaris sempurna.
Pencapaian konsisten HK Express menunjukkan bahwa model low-cost pun mampu menerapkan praktik keselamatan setara dengan maskapai full-service kelas atas.
Pexels.com/RDNE Stock project Ilustrasi pesawat, penerbangan.Spring Airlines China: debut di daftar keselamatan global
Spring Airlines China menjadi maskapai pertama dari China yang masuk daftar Top 25 Safest Low-Cost Airlines.
Keikutsertaan maskapai ini menunjukkan operator dari pasar yang sangat besar sekaligus berkembang pesat dapat bersaing dalam standar keselamatan global.
Indikator keselamatan dan tren industri
Laporan AirlineRatings.com menempatkan penekanan kuat pada program pencegahan cedera turbulensi sebagai salah satu indikator keselamatan yang kini semakin penting.
Cedera akibat turbulensi, terutama pada awak dan penumpang yang tidak bersiap, telah menjadi fokus banyak regulator dan asosiasi keselamatan internasional dalam beberapa tahun terakhir.
Program seperti IATA Turbulence Aware 1, atau program lain yang setara, kini dimasukkan sebagai salah satu indikator yang dinilai dalam peringkat tahunan. Keterlibatan maskapai dalam program semacam ini menjadi penentu penting dalam peringkat keselamatan keseluruhan.
Selain itu, transparansi dalam pelaporan insiden, bukan hanya jumlahnya, tetapi juga pengungkapan detail yang terbuka, menjadi aspek yang semakin diapresiasi oleh penilai.
Laporan ini mencatat semua maskapai dalam daftar telah mencatat sejumlah insiden kecil selama beberapa tahun terakhir, tetapi tingkat insiden per jumlah penerbangan tetap berada di kisaran yang sangat rendah, yakni antara 0,002 hingga 0,09.
Latar belakang penilaian AirlineRatings.com
AirlineRatings.com adalah platform independen yang memberikan skor keselamatan pada operator penerbangan di seluruh dunia.
Skor ini digunakan oleh konsumen, pengamat industri, serta pemangku kepentingan penerbangan untuk menilai risiko keselamatan relatif antar maskapai.
Metodologi penilaian menggunakan kombinasi data historis, audit keselamatan independen, usia armada, serta indikator operasional yang relevan dengan praktik keselamatan kokpit dan kabin.
Transparansi laporan dan partisipasi maskapai dalam program keselamatan internasional juga menjadi komponen penting dalam menentukan posisi peringkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Etihad Raup Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah, Tembus Rp 11,9 Triliun
Etihad Airways, mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada 2025. [963] url asal
#etihad-airways #maskapai-penerbangan #etihad #industri-penerbangan #penerbangan
(Kompas.com - Money) 25/02/26 08:18
v/146467/
ABU DHABI, KOMPAS.com — Maskapai penerbangan Uni Emirat Arab (UEA), Etihad Airways, mencatatkan kinerja keuangan terbaik sepanjang sejarah perusahaan pada 2025.
Dalam laporan kinerja tahunan Etihad, dikutip pada Rabu (25/2/2026), maskapai penerbangan yang berpusat di Abu Dhabi ini membukukan laba setelah pajak sebesar 2,6 miliar dirham UEA, setara sekitar Rp 11,91 triliun (asumsi kurs Rp 4.581 per dirham UEA).
Capaian tersebut meningkat 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menandai tahun keempat berturut-turut perusahaan mencatatkan profitabilitas sejak menjalankan strategi restrukturisasi dan transformasi bisnis beberapa tahun terakhir.
WIKIMEDIA COMMONS/MD SHAIFUZZAMAN AYON Pesawat Boeing 777 yang dioperasikan maskapai penerbanganEtihad Airways.Total pendapatan perusahaan sepanjang 2025 mencapai 30,7 miliar dirham atau sekitar Rp 140,67 triliun, naik 21 persen secara tahunan.
Pendapatan dari bisnis penumpang menjadi kontributor terbesar, yakni 25,8 miliar dirham atau sekitar Rp 118,19 triliun, tumbuh 24 persen dibandingkan 2024.
Sementara itu, pendapatan kargo tercatat sebesar 4,5 miliar dirham atau sekitar Rp 20,61 triliun. Laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai 6,3 miliar dirham, setara kurang lebih Rp 28,86 triliun.
Margin laba bersih perusahaan tercatat 8,4 persen, lebih dari dua kali lipat rata-rata margin industri penerbangan global yang diproyeksikan sebesar 3,9 persen menurut data Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA).
Chief Executive Officer Etihad Airways, Antonoaldo Neves, menyatakan 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi perusahaan.
“Tahun 2025 merupakan tahun yang menentukan bagi Etihad, dengan memberikan kinerja terkuat kami di setiap metrik utama dan menandai tahun keempat berturut-turut kami meraih keuntungan," jelas Neves dalam keterangan resmi.
KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTRA Etihad Airways."Hasil ini menegaskan bahwa strategi kami berhasil, tumbuh secara berkelanjutan, memperkuat posisi keuangan kami, dan terus memberikan pengalaman berkualitas tinggi bagi para tamu kami,” imbuh dia.
Neves menambahkan, strategi perusahaan difokuskan pada pertumbuhan yang berkelanjutan, penguatan posisi keuangan, serta peningkatan kualitas layanan.
Sementara itu, Chairman Etihad Airways, Mohammed Ali Al Shorafa, menyebut pencapaian tersebut sebagai cerminan dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Kinerja Etihad yang mencetak rekor pada tahun 2025 mencerminkan kekuatan strategi jangka panjangnya dan kualitas pelaksanaan yang diberikan oleh kepemimpinan dan para karyawannya," tutur Al Shorafa.
Ia mengungkapkan, aebagai maskapai penerbangan nasional UEA, Etihad memainkan peran sentral dalam memajukan konektivitas global Abu Dhabi, pertumbuhan pariwisata, dan diversifikasi ekonomi.
Pertumbuhan penumpang dan ekspansi armada
Sepanjang 2025, Etihad mengangkut 22,4 juta penumpang, meningkat 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tingkat keterisian kursi (load factor) mencapai 88,3 persen, mencerminkan permintaan perjalanan yang tetap kuat di seluruh jaringan rute maskapai.
Kapasitas perusahaan juga meningkat signifikan, dengan Available Seat Kilometres (ASK) mencapai 111,5 miliar.
Pertumbuhan kapasitas tersebut ditopang oleh penambahan 29 pesawat baru, sehingga total armada Etihad menjadi 127 pesawat, terbesar sepanjang sejarah perusahaan.
Ekspansi armada tersebut mencakup pesawat dari produsen global seperti Boeing dan Airbus, termasuk pengoperasian kembali pesawat berbadan lebar untuk rute jarak jauh tertentu.
WIKIMEDIA COMMONS/DAHUZYBRU Pesawat Airbus A380 yang dioperasikan maskapai penerbangan Etihad Airways.Seiring pertumbuhan armada, jaringan destinasi Etihad juga bertambah dari 94 menjadi 110 destinasi di berbagai kawasan dunia, termasuk Eropa, Asia, Afrika, dan Amerika Utara.
Kinerja kargo dan kerja sama strategis
Di segmen kargo, volume angkutan meningkat 9 persen menjadi lebih dari 700.000 leg tonnes. Perusahaan menyebutkan bahwa kinerja tersebut diperkuat oleh kerja sama usaha patungan dengan perusahaan logistik asal China, SF Express.
Melalui kolaborasi tersebut, Etihad menjadi operator kargo terbesar antara daratan utama China dan Timur Tengah, dengan lebih dari 100 layanan bulanan di rute tersebut.
Bisnis kargo menjadi salah satu penopang stabilitas pendapatan perusahaan, terutama di tengah dinamika perdagangan global dan fluktuasi permintaan logistik udara.
Arus kas dan penguatan posisi keuangan
Dari sisi neraca keuangan, Etihad mencatat arus kas dari operasi hampir 8,0 miliar dirham, setara sekitar Rp 36,65 triliun. Dana tersebut digunakan untuk mendanai belanja modal (capital expenditure) serta mengurangi beban utang perusahaan.
Maskapai juga memperoleh dua peningkatan peringkat kredit berturut-turut dari Fitch Ratings, sehingga peringkatnya mencapai AA-, yang disebut sebagai salah satu level tertinggi di antara maskapai global.
Penguatan posisi keuangan ini terjadi di tengah tantangan industri penerbangan global, termasuk tekanan biaya operasional dan kendala rantai pasok pesawat.
Investasi pada pengalaman pelanggan
Selain ekspansi kapasitas dan penguatan keuangan, Etihad menyebut investasi pada pengalaman pelanggan sebagai salah satu faktor kunci pertumbuhan.
Dok. Unsplash/Fabian Joy Ilustrasi pesawat Etihad Airways.Sepanjang 2025, maskapai ini meraih lebih dari 25 penghargaan internasional yang mencakup kategori layanan pelanggan, keselamatan, serta pengalaman perjalanan.
Perusahaan juga mencatat peningkatan Net Promoter Score (NPS) sebesar 10 persen secara tahunan.
Perbaikan pengalaman pelanggan dilakukan melalui peningkatan layanan kabin premium, penyempurnaan layanan darat, serta optimalisasi platform digital.
Peran terhadap ekonomi Abu Dhabi
Sebagai maskapai nasional, Etihad berperan dalam memperkuat konektivitas global Abu Dhabi dan mendukung pertumbuhan sektor pariwisata serta diversifikasi ekonomi Uni Emirat Arab.
Perusahaan menyebut, pertumbuhan lalu lintas penumpangnya menyumbang sekitar 50 persen dari total pertumbuhan lalu lintas udara di Uni Emirat Arab sepanjang 2025.
Peningkatan jumlah penumpang transit dan wisatawan internasional turut memberikan dampak terhadap sektor perhotelan, ritel, serta layanan pendukung pariwisata lainnya.
Kinerja Etihad di tengah dinamika industri penerbangan global
Pertumbuhan Etihad pada 2025 terjadi di tengah dinamika industri penerbangan global yang masih menghadapi sejumlah tantangan, termasuk fluktuasi harga bahan bakar dan keterlambatan pengiriman pesawat.
Laporan Reuters mencatat, ekspansi armada dan jaringan menjadi faktor utama yang menopang lonjakan laba Etihad tahun lalu.
Dengan margin laba bersih 8,4 persen, kinerja Etihad berada di atas rata-rata industri global yang diproyeksikan oleh IATA sebesar 3,9 persen.
Sepanjang 2025, kombinasi pertumbuhan penumpang, ekspansi jaringan, peningkatan kapasitas armada, serta penguatan posisi keuangan mendorong Etihad mencatatkan rekor kinerja tertinggi dalam sejarah perusahaan.
Data resmi menunjukkan peningkatan signifikan di hampir seluruh indikator utama, mulai dari pendapatan, laba, arus kas, hingga kapasitas operasional.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56