Kementerian ESDM dan PGN memperluas akses gas bumi di Sleman, Yogyakarta, dengan skema CNG Clustering untuk mendukung energi bersih dan efisien bagi rumah tangga. [646] url asal
Bisnis.com, YOGYAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina berkomitmen penuh untuk gotong royong bersama Kementerian ESDM dalam upaya perluasan akses gas bumi di wilayah Yogyakarta. Melalui inovasi pemanfaatan gas bumi berbasis Compressed Natural Gas (CNG) clustering, masyarakat Yogya, khususnya kabupaten Sleman, kini sudah dapat menikmati manfaat nyata dari gas bumi yang aman, andal, dan efisien untuk memasak sehari-hari.
Keberhasilan implementasi skema CNG Clustering di Kabupaten Sleman sekaligus menjadi. proyek percontohan (showcase) ini juga berkesempatan ditinjau langsung dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung pada Jumat pekan lalu (19/6).
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengapresiasi kesiapan PGN dalam implementasi jargas berbasis CNG di Sleman. Inovasi ini sejalan dengan langkah pemerintah yang terus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih, efisien, dan berasal dari sumber daya domestik untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Melalui RPJMN 2026-2029, pemerintah menargetkan pengembangan sekitar 350 ribu sambungan rumah per tahun melalui berbagai skema pendanaan.
"Penggunaan CNG dan jargas berdampak pada efisiensi Ibu-ibu rumah tangga, praktis dan aman. Sedangkan bagi Pemerintah dapat mengurangi konsumsi LPG Subsidi dan mengurangi beban subsidi dan impor LPG," ujar Yuliot.
Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto menyambut baik kunjungan Wakil Menteri ESDM tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada KESDM serta stakeholder terkait atas dukungan implementasi CNG Clustering di Sleman ini. PGN menegaskan bahwa jargas Sleman yang menggunakan skema CNG clustering berhasil dilaksanakan sekaligus menjadi bukti nyata bahwa inovasi tersebut dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia. Dengan skema CNG Clustering ini, gas bumi dapat didistribusikan secara aman dan andal ke jaringan distribusi rumah tangga, tanpa menunggu keberadaan jaringan pipa transmisi utama.
“Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan, karena CNG yang bertekanan tinggi sekitar 200 bar telah disesuaikan dengan sistem cluster agar mengalir dengan aman ke dapur-dapur rumah tangga. Dengan pengawasan yang ketat dan teknologi pengaturan tekanan (PRS) yang andal, aliran gas bumi ke dapur-dapur dipastikan aman untuk penggunaan sehari-hari,” jelas Arief.
Arief melanjutkan, kehadiran jargas ini sangat mendukung aktivitas memasak rumah tangga menjadi jauh lebih praktis, efisien dan tenang karena keamanannya terjaga. Di sisi lain, jargas ini merupakan langkah nyata untuk membantu pemerintah dalam meringankan beban anggaran negara dengan mengurangi ketergantungan pada impor dan subsidi energi.
Hingga saat ini, PGN telah membangun lebih dari 4.500 Sambungan Rumah (SR) di Sleman dengan bentangan jaringan pipa distribusi sepanjang lebih dari 141 kilometer. Rata-rata penyaluran gas bumi kepada pelanggan Jargas Sleman telah mencapai sekitar 84 ribu meter kubik (M3) per bulan. Angka ini setara dengan pemanfaatan sekitar 64 metrik ton LPG per bulan.
Pemanfaatan jargas di wilayah Sleman juga tidak hanya menyasar sektor rumah tangga, tetapi akan terus diperluas secara masif untuk memperkuat ekonomi lokal, mulai dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), restoran, perhotelan, hingga fasilitas kesehatan seperti rumah sakit.
Dalam mengeksekusi layanan beyond pipeline ini, PGN mengoptimalkan sinergi bersama anak perusahaannya, PT Gagas Energi Indonesia (Gagas), yang telah memiliki portofolio dalam pengelolaan distribusi gas non-pipa. Saat ini, PGN melalui Gagas mengelola dan mengoperasikan 14 SPBG/Mother Station serta 4 Mobile Refueling Unit (MRU) yang telah menjangkau berbagai konsumen CNG di sektor transportasi, komersial, dan industri di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu pelanggan komersial yang telah menggunakan CNG adalah Rumah Makan Payakumbuah Yogyakarta, dengan pemakaian CNG mencapai 2.000 - 2.300 M³. Manfaat yang dirasakan pada operasional rumah makan ini adalah efisiensi biaya energi. Jika dibandingkan energi sebelumnya, memakai CNG dapat menghemat biaya sekitar 30-33%.
"PGN telah memiliki pengalaman panjang dalam pengelolaan gas bumi, baik melalui jaringan pipa maupun moda non-pipa seperti CNG maupun LNG. Sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap mendukung langkah Pemerintah dalam merumuskan pemanfaatan implementasi CNG yang tepat sasaran dan berperan aktif dalam target diversifikasi energi nasional. Melalui sinergi yang erat, PGN berkomitmen untuk memastikan bahwa manfaat gas bumi dapat dirasakan secara adil dan berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tutup Arief.
Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina berkomitmen mendorong hilirisasi gas bumi untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi menjadi barang bernilai tinggi. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperluas manfaat gas bumi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya industri baru di dalam negeri. “Selama ini, umumnya gas bumi hanya digunakan sebagai bahan bakar. Padahal, gas bumi (CH4) dapat diolah lebih lanjut menjadi produk bernilai seperti methanol, etil-glikol, formic acid, hydrogen dan lain sebagainya. Bahkan, dapat dikembangkan lagi menjadi etilen untuk bahan baku plastik, serta ammonia yang dapat diproses lagi menjadi urea dan nitric acid,” jelas Mirza Mahendra selaku Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN. Untuk meningkatkan nilai tambah gas bumi juga berhubungan erat dengan ekonomi hijau. Gas bumi dikenal sebagai salah satu sumber energi fosil dengan nilai emisi karbon terendah dibandingkan bahan bakar lainnya, sehingga berperan penting sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission 2060 (NZE). “Manfaat dari gas bumi yang lebih ramah lingkungan menjadi peluang untuk menciptakan nilai tambah. PGN menyiapkan tiga inisiatif utama untuk mendukung NZE sekaligus menggerakan ekonomi hijau. Program pertama adalah pemanfaatan BioCNG dari limbah kelapa sawit yang digasifikasi menjadi biogas. Kemudian pengembangan Carbon Capture Storage, serta digitalisasi untuk efisiensi energi melalui jaringan,” jelas Mirza. PGN juga menjajaki pengembangan Hydrogen yang berasal dari beberapa sumber-sumber energi non fosil yang lebih ramah lingkungan. “PGN menginisiasi untuk pengembangan hidrogen dan mencoba memasarkan untuk menjadi bahan bakar masa depan,” ujar Mirza. Mirza menegaskan, PGN tetap memperkuat ekosistem gas bumi nasional yang optimal dan berkelanjutan, seiring dengan inisiasi hilirisasi gas bumi. Fokus utama PGN mencakup optimalisasi pemanfaatan gas bumi dalam negeri, pembangunan infrastruktur gas bumi di wilayah eksisting maupun wilayah baru dalam rangka unlocking new demand guna pemerataan akses, serta pengelolaan gas bumi yang terintegrasi untuk menciptakan pengelolaan gas bumi yang terjangkau dan berkeadilan. “PGN mendukung asta cita pemerintah yang fundamental untuk mendorong ketahanan dan swasembada energi nasional. Melalui hilirisasi gas bumi, kami berharap nilai tambah energi nasional meningkat, industri dalam negeri semakin berkembang dan transisi energi berjalan lancar, sehingga Indonesia semakin mandiri dan siap menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Mirza.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Perusahaan Gas Negara (PGN) memperkenalkan tiga program utama untuk memperkuat ekosistem gas nasional. Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN, Mirza Mahendra, menekankan peran strategis perusahaan sebagai subholding Pertamina Group dalam menjaga pasokan energi gas nasional dan membangun infrastruktur hilir gas bumi.
Mirza menjelaskan, PGN memiliki sekitar 823.000 pelanggan yang mencakup industri, usaha kecil, dan rumah tangga, dengan pangsa pasar sekitar 91 persen di Indonesia. Jaringan gas pipa perusahaan, termasuk transmisi dan distribusi, membentang sepanjang 33.000 km di seluruh Nusantara. Infrastruktur pendukung seperti fasilitas regasifikasi FSRU, SPBG, dan LPG Processing Plant memastikan distribusi gas hingga ke masyarakat.
“Dari pilar-pilar ini, kita menyusun tiga program utama yang kita lakukan. Pertama, mengoptimalkan pemanfaatan dan produksi gas bumi. Kedua, mengembangkan atau membangun infrastruktur sampai ke seluruh penjuru. Ketiga, pengelolaan gas bumi yang terintegrasi dan berkeadilan,” ujarnya dalam acara Rembuk Energi dan Hilirisasi 2025 di Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Mirza menambahkan, pengelolaan gas bumi yang terintegrasi membantu menurunkan biaya distribusi secara signifikan. Selain itu, perusahaan fokus pada hilirisasi gas bumi untuk menciptakan produk bernilai tambah seperti metan, amonia, metanol, etil-glikol, hingga hidrogen, sehingga energi tidak hanya dibakar dan menguap.
PGN juga mengembangkan mekanisme distribusi gas yang adaptif terhadap kondisi geografis Indonesia. Untuk wilayah barat, pipa penyalur menjadi moda utama, sementara wilayah timur menggunakan skema beyond pipeline dengan LNG atau CNG yang didistribusikan melalui kapal. Pendekatan ini menjamin pemenuhan kebutuhan energi seluruh bangsa sesuai Pasal 33 UUD 1945.
Mirza menekankan, gas bumi menjadi sumber energi transisi menuju Net Zero Emission dengan karbon terendah dibandingkan bahan bakar fosil lain. “Dari kami di PGN, kita memiliki tiga program inisiatif untuk mendukung Net Zero Emissions. Program pertama adalah pemanfaatan BioCNG, kemudian carbon capture storage, dan digitalisasi untuk efisiensi energi melalui jaringan,” tuturnya.
PGN menginisiasi Low Carbon Hydrogen dari sumber energi ramah lingkungan, termasuk biomassa dan limbah, untuk membentuk bahan bakar hidrogen yang dapat dipasarkan. Strategi ini sejalan dengan hilirisasi industri gas, mendorong nilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Penguatan ekosistem gas nasional ini menjadi bagian dari kontribusi PGN dalam memajukan kemandirian energi Indonesia. Perusahaan memastikan pemanfaatan sumber daya gas secara optimal, berkelanjutan, dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat luas.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56