#30 tag 24jam
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
Alih-alih merayakan dengan pesta pora usai ekonomi Singapura meroket hingga 6,0%, para pejabat tinggi Singapura justru memasang wajah tegang. Pertumbuhan ekonomi... | Halaman Lengkap [434] url asal
#ekonomi-singapura #singapura #ekonomi-asia #berita-ekonomi #ekonomi-asean
(SINDOnews Ekbis - Terkini) 28/05/26 15:39
v/234111/
JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Singapura meroket hingga 6,0% secara tahunan (yoy) pada kuartal I-2026. Angka ini melesat jauh melampaui prediksi awal pemerintah sebesar 4,6%.Hebatnya lagi jika dihitung secara kuartalan (qoq), ekonomi Singapura ekspansi 1,0%-membalikkan ramalan para pengamat yang menduga Singapura akan masuk ke zona kontraksi minus 0,3%. Namun, alih-alih merayakannya dengan pesta pora, para pejabat tinggi Singapura justru memasang wajah tegang.
OpenAI Pilih Singapura sebagai Lokasi Laboratorium AI Pertamanya di Luar AS
Di balik angka pertumbuhan yang mentereng tersebut, tersimpan ancaman nyata yang bisa membuat ekonomi negara tetangga Indonesia ini sewaktu-waktu anjlok drastis.
Mesin Uang Singapura: Berkah Hype Kecerdasan Buatan
Lonjakan ekonomi Singapura di awal tahun ini ternyata digerakkan oleh satu sektor utama, yakni demam teknologi AI global. Sektor manufaktur, perdagangan grosir, serta keuangan Singapura kecipratan berkah dari masifnya permintaan perangkat elektronik pendukung kecerdasan buatan (AI) .Berdasarkan data resmi Enterprise Singapore, ekspor domestik non-minyak (NODX) tumbuh 9,6%, yang dimotori oleh ledakan dahsyat di sektor elektronik sebesar 57,8%. Berkat ketahanan industri AI ini, Singapura bahkan berani menaikkan target pertumbuhan ekspor tahunan mereka menjadi berada di kisaran 3,0% hingga 5,0%.
Mengapa Singapura Ketakutan? Dua Bom Waktu di Depan Mata
Secara psikologis, mungkin heran mengapa negara sekaya Singapura justru merilis peringatan bahaya di tengah pertumbuhan ekonomi 6%. Sebagai negara hub perdagangan kecil yang sangat bergantung pada dunia luar, Singapura ibarat kapal kecil di tengah samudera luas, mereka sangat rapuh terhadap badai geopolitik.Permanent Secretary MTI, Beh Swan Gin menegaskan ada dua alasan utama mengapa prospek ekonomi Singapura untuk sisa tahun 2026 ini justru melemah secara signifikan.
Demi Bertahan Hidup, Singapura Disebut Siapkan Serangan Finansial ke Indonesia
Imbas perang Iran dan krisis Timur Tengah masih membayangi, tidak terkecuali buat negara tetangga Indonesia ini. Konflik bersenjata yang belum reda telah mengacaukan rantai pasok logistik laut dan memicu volatilitas harga energi global.
Bulan lalu, Otoritas Moneter Singapura (MAS) bahkan terpaksa memperketat kebijakan moneter untuk membentengi negara dari risiko lonjakan inflasi akibat perang Iran. MAS pun mengerek proyeksi inflasi inti 2026 naik ke kisaran 1,5% hingga 2,5%.
Selanjutnya ada ancaman sanksi dagang Donald Trump. Singapura masuk dalam daftar investigasi "Section 301" oleh pemerintahan Trump terkait tarif dagang AS.
Beh Swan Gin mengungkapkan tim Singapura baru saja kembali dari negosiasi di AS, dan mereka menegaskan "tidak ada kejutan positif" alias situasi perdagangan dengan AS berpotensi mengetat dan merugikan eksportir.
Berbeda dengan Indonesia yang menggunakan suku bunga acuan (BI-Rate), Singapura mengendalikan moneter dan inflasi mereka dengan cara menaikkan atau menurunkan nilai tukar Dolar Singapura (SGD) terhadap mata uang mitra dagang utama mereka dalam rentang target tertentu.
Ekonomi Singapura Tumbuh 6 Persen pada Kuartal I-2026, Jauh di Atas Ekspektasi
Perekonomian Singapura tumbuh 6,0 persen pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya. [165] url asal
#singapura #ekonomi-singapura #pdb #kecerdasan-buatan
(IDX-Channel - Economics) 25/05/26 10:18
v/231089/
IDXChannel - Perekonomian Singapura tumbuh 6,0 persen pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Dilansir dari Asia One pada Senin (25/5/2026), angka tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan awal sebesar 4,6 persen.
Secara kuartalan dengan penyesuaian musiman, produk domestik bruto (PDB) tumbuh 1,0 persen pada Januari-Maret, dibandingkan dengan perkiraan awal kontraksi sebesar 0,3 persen.
Singapura merupakan salah satu negara Asia yang diuntungkan booming kecerdasan buatan (AI). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada kuartal lalu salah satunya didorong ekspor teknologi.
Kementerian Perdagangan mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini sebesar 2-4 persen, sembari mengingatkan risiko dari konflik di Timur Tengah.
Sebagai negara kecil yang bergantung pada perdagangan internasional, Singapura sangat rentan terhadap gangguan rantai pasokan dan gejolak harga energi.
Bulan lalu, bank sentral memperketat kebijakan moneter karena dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel berisiko mengerek inflasi.
Bank sentral mempertahankan kebijakan moneter pada tiga pertemuan sebelumnya di Januari, Oktober, dan Juli. (Wahyu Dwi Anggoro)
Ekonomi Singapura Tumbuh 6 Persen pada Kuartal I 2026, Ini Penopangnya
Ekonomi Singapura tumbuh 6 persen pada kuartal I 2026, ditopang lonjakan AI global di tengah risiko geopolitik dan energi. [652] url asal
#pertumbuhan-ekonomi #produk-domestik-bruto #ekonomi-singapura #perekonomian-singapura #ketidakpastian-ekonomi
(Kompas.com - Money) 25/05/26 09:59
v/231053/
KOMPAS.com - Ekonomi Singapura melaju lebih cepat dari perkiraan pada kuartal pertama 2026. Kinerja sektor manufaktur dan jasa yang terdorong lonjakan industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global menjadi salah satu motor pertumbuhan, di tengah meningkatnya tekanan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi dunia.
Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura pada Senin (25/5/2026) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh 6 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada periode Januari-Maret 2026.
Realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan estimasi awal pemerintah sebesar 4,6 persen. Capaian itu juga melampaui median proyeksi survei Bloomberg yang memperkirakan pertumbuhan berada di level 5,2 persen.
Secara kuartalan (quarter to quarter/QoQ) yang telah disesuaikan secara musiman, ekonomi Singapura tumbuh 1 persen.
Angka tersebut berbalik dari estimasi awal yang sebelumnya memperkirakan kontraksi sebesar 0,3 persen dan lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan 0,2 persen berdasarkan survei Bloomberg.
Pertumbuhan ekonomi Singapura pada awal tahun juga ditopang posisi negara tersebut dalam rantai pasok AI global.
Ekspor produk elektronik dan layanan teknologi menjadi bantalan yang membantu Singapura menghadapi tekanan eksternal, mulai dari ancaman tarif dagang Amerika Serikat (AS) hingga lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
Negara-negara Asia yang terhubung dalam rantai pasok AI, termasuk Taiwan dan Korea Selatan, juga mencatat pertumbuhan lebih kuat berkat tingginya permintaan produk teknologi dan layanan digital.
AI dorong sektor manufaktur
MTI menyebut belanja modal global di bidang AI diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan sektor elektronik dan teknik presisi dalam industri manufaktur.
"Belanja modal global yang berkelanjutan di bidang AI diperkirakan akan terus menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi klaster elektronik dan teknik presisi di dalam sektor manufaktur," tulis MTI dalam pernyataannya.
Meski pertumbuhan kuartal pertama melampaui perkiraan, pemerintah Singapura tetap mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 2 persen hingga 4 persen.
Target tersebut lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun lalu yang mencapai 5 persen.
Pemerintah menilai risiko perlambatan ekonomi global meningkat akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Gangguan rantai pasok energi, lonjakan harga minyak dunia, eskalasi tarif dagang AS, hingga potensi perlambatan investasi AI global menjadi faktor yang diwaspadai.
Sebagai negara yang sangat bergantung pada perdagangan internasional, Singapura dinilai rentan terhadap volatilitas harga energi dan gangguan perdagangan global.
Konflik geopolitik yang melibatkan Iran juga disebut mengubah ekspektasi pertumbuhan ekonomi global, inflasi, hingga arah kebijakan suku bunga dunia.
"Risiko penurunan terhadap prospek ekonomi Singapura telah meningkat secara signifikan. MTI akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat dan menyesuaikan proyeksi pertumbuhan PDB sepanjang tahun ini jika diperlukan," tulis kementerian tersebut.
Ekonomi Singapura tumbuh 6 persen pada kuartal I 2026, ditopang lonjakan AI global di tengah risiko geopolitik dan energi.Inflasi dan kebijakan moneter
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang kuat, tekanan inflasi tetap menjadi perhatian.
Inflasi inti Singapura pada Maret 2026 tercatat naik 1,7 persen secara tahunan. Angka tersebut masih berada di bawah level 2 persen yang selama ini dinilai aman oleh bank sentral untuk jangka menengah.
Data inflasi April 2026 dijadwalkan dirilis Senin siang waktu setempat. Berdasarkan survei Bloomberg, inflasi inti April diperkirakan berada di level 1,8 persen.
Otoritas Moneter Singapura (MAS) pada April lalu memperketat kebijakan moneter guna mengantisipasi risiko inflasi akibat perang Iran dan kenaikan harga energi global.
Langkah tersebut menjadikan MAS sebagai salah satu bank sentral pertama di Asia yang memperketat kebijakan moneter dalam siklus terbaru.
Padahal sebelumnya, MAS mempertahankan kebijakan moneternya tetap stabil dalam tiga pertemuan terakhir pada Januari, Oktober, dan Juli, setelah sempat melonggarkan kebijakan pada April tahun lalu.
MAS juga menaikkan proyeksi inflasi inti dan inflasi utama Singapura untuk 2026 menjadi 1,5 persen hingga 2,5 persen, dari sebelumnya 1 persen hingga 2 persen.
Ketahanan ekonomi Singapura sejauh ini turut menopang permintaan aset aman (safe haven).
Kondisi tersebut memperkuat dollar Singapura, mendorong indeks saham lokal mencetak rekor tertinggi, serta mengangkat penjualan rumah ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
IMF: Ekonomi Singapura Melambat akibat Perang Timur Tengah
IMF menilai ekonomi Singapura masih berada dalam posisi kuat di tengah ketidakpastian global yang meningkat. [1,024] url asal
#singapura #imf #pertumbuhan-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-singapura #ekonomi-singapura
(Kompas.com - Money) 19/05/26 10:39
v/224622/
JAKARTA, KOMPAS.com - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai ekonomi Singapura masih berada dalam posisi kuat di tengah ketidakpastian global yang meningkat, termasuk dampak perang di Timur Tengah yang memicu guncangan energi.
Dalam pernyataan hasil konsultasi tahunan Article IV Consultation 2026 yang dipimpin Kepala Misi IMF untuk Singapura Masahiro Nozaki, IMF menyebut perekonomian Negeri Singa tetap resilien meski menghadapi risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan kenaikan inflasi.
“Singapura sedang menghadapi tahun lain dengan ketidakpastian global yang meningkat. Terutama, perang di Timur Tengah berdampak pada perekonomian melalui guncangan energi,” tulis IMF dalam pernyataannya, dikutip pada Selasa (19/5/2026).
REUTERS/CAROLINE CHIA Ilustrasi Singapura. Foto diambil pada 27 Januari 2023.IMF mencatat Singapura memasuki periode ketidakpastian tersebut dari posisi yang relatif kuat.
Ekonomi negara itu tumbuh solid dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 3,9 persen sepanjang periode 2023-2025.
Selain itu, inflasi dinilai tetap rendah dan stabil, sementara sistem keuangan tetap tangguh berkat sektor perbankan yang memiliki modal kuat dan likuiditas yang memadai.
“Cadangan fiskal yang substansial, yang telah berhasil digunakan dalam menghadapi guncangan besar seperti pandemi COVID, tetap tersedia,” kata IMF.
Pertumbuhan ekonomi Singapura diproyeksi melambat
Sebelum perang di Timur Tengah pecah, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura akan melambat secara bertahap mulai 2026 seiring normalisasi investasi swasta dan ekspor bersih.
Namun, konflik di Timur Tengah dinilai memberikan tekanan tambahan terhadap perekonomian melalui kenaikan harga energi dan gangguan rantai pasok jangka pendek.
SHUTTERSTOCK/RICHIE CHAN Ilustrasi Singapura.IMF kini memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Singapura melambat menjadi 3,5 persen pada 2026 dan kembali turun menjadi 2,7 persen pada 2027.
“Kenaikan harga input dan gangguan rantai pasokan yang berumur pendek memberikan tekanan pada industri yang padat energi dan terkait perdagangan,” tulis IMF.
Meski demikian, IMF menilai booming kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) global masih menjadi penopang bagi ekonomi Singapura, terutama melalui siklus pertumbuhan sektor teknologi.
“Tren peningkatan teknologi yang sedang berlangsung karena booming AI global terus memberikan dorongan positif bagi Singapura,” lanjut IMF.
Inflasi naik akibat harga energi
IMF juga memperkirakan inflasi utama atau headline inflation Singapura meningkat menjadi 2,6 persen pada 2026 akibat kenaikan harga energi global.
Kenaikan harga energi tersebut dinilai akan diteruskan ke berbagai sektor ekonomi domestik.
Meski demikian, IMF memperkirakan dampak lanjutan terhadap inflasi masih dapat terkendali karena ekspektasi inflasi tetap stabil.
“Inflasi secara keseluruhan diproyeksikan turun menjadi 1,9 persen pada tahun 2027,” tulis IMF.
Meski begitu, lembaga tersebut mengingatkan tingkat ketidakpastian terhadap proyeksi ekonomi masih tinggi.
IMF menilai risiko terhadap pertumbuhan ekonomi cenderung mengarah ke bawah, sedangkan risiko inflasi justru meningkat. Risiko tersebut terutama berasal dari kemungkinan eskalasi dan berkepanjangannya perang di Timur Tengah.
Dok. Unsplash/Adrian Jakob Ilustrasi Chinatown di Singapura.“Kenaikan harga energi dan kelangkaan pupuk serta produk petrokimia tidak hanya dapat menimbulkan tekanan inflasi yang meluas, tetapi juga melemahkan permintaan domestik dan eksternal,” kata IMF.
Selain perang di Timur Tengah, IMF juga menyoroti potensi kenaikan tensi perdagangan global serta kemungkinan pecahnya gelembung boom AI global yang dapat berdampak negatif terhadap ekonomi Singapura yang berorientasi ekspor.
IMF dukung pengetatan kebijakan moneter
Di tengah risiko inflasi yang meningkat, IMF menilai langkah pengetatan kebijakan moneter oleh Monetary Authority of Singapore (MAS) pada April 2026 sudah tepat.
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali di tengah kenaikan harga energi domestik.
“Staf menilai bahwa pengetatan kebijakan moneter pada April 2026 sudah tepat dan membantu menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali di tengah kenaikan harga energi domestik,” tulis IMF.
Ke depan, IMF meminta MAS tetap bersikap berbasis data atau data-dependent dan siap melakukan pengetatan lanjutan apabila tekanan inflasi tahap kedua mulai muncul.
“MAS (Otoritas Moneter Singapura) harus tetap bergantung pada data dan siap untuk memperketat kebijakan lebih lanjut jika tekanan inflasi putaran kedua muncul,” lanjut IMF.
Surplus fiskal diperkirakan menurun
Dari sisi fiskal, IMF memperkirakan surplus anggaran Singapura turun menjadi 1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) pada tahun fiskal 2026, dari sebelumnya 1,6 persen pada tahun fiskal 2025.
Penurunan surplus itu terutama dipicu oleh meningkatnya belanja pembangunan pemerintah.
Menurut IMF, kebijakan fiskal yang moderat ekspansif masih sesuai dan sejalan dengan rekomendasi IMF pada konsultasi sebelumnya untuk secara bertahap mengurangi surplus fiskal demi mengakomodasi kebutuhan belanja jangka menengah yang meningkat.
Meski demikian, IMF mengingatkan pemerintah Singapura perlu berhati-hati dalam menjalankan kebijakan fiskal agar tidak memperburuk tekanan inflasi.
UNSPLASH/JAY ANG Ilustrasi Singapura.“Pemerintah harus siap memberikan dukungan sementara dan terarah bagi rumah tangga dan bisnis yang terdampak perang di Timur Tengah. Namun, kebijakan fiskal harus diterapkan dengan hati-hati agar tidak memperburuk tekanan inflasi,” tulis IMF.
Sektor keuangan dinilai tetap tangguh
IMF juga menilai sektor keuangan Singapura tetap berada dalam kondisi kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Perbankan Singapura disebut memiliki permodalan, likuiditas, dan profitabilitas yang baik, didukung kualitas aset yang kuat.
“Bank-bank memiliki permodalan yang baik, likuiditas yang tinggi, dan profitabilitas yang menguntungkan, didukung oleh kualitas aset yang kuat,” terang IMF.
Hasil stress test otoritas Singapura juga menunjukkan ketahanan sektor perbankan maupun lembaga keuangan non-bank atau non-bank financial institutions (NBFIs).
Risiko sistemik dari sektor perumahan dinilai masih terkendali.
Meski demikian, IMF meminta otoritas moneter Singapura tetap waspada terhadap risiko eksposur lintas negara perbankan, kondisi korporasi rentan, serta keterkaitan antara bank dan lembaga keuangan non-bank.
“Staf menyambut baik upaya berkelanjutan dari pihak berwenang untuk memperkuat pengujian stres, meningkatkan pengawasan terhadap lembaga keuangan non-bank (NBFI), dan terlibat dalam perencanaan kontingensi,” lanjut IMF.
AI jadi strategi pertumbuhan nasional
Dalam laporan tersebut, IMF juga menyoroti langkah Singapura yang menjadikan AI sebagai strategi pertumbuhan nasional.
F5 Ilustrasi AI.Anggaran fiskal 2026 Singapura disebut telah memuat berbagai inisiatif untuk mendukung adopsi AI oleh perusahaan.
Namun, IMF mengingatkan tingginya proporsi pekerjaan terampil di Singapura membuat pasar tenaga kerja negara itu rentan terhadap peningkatan penggunaan AI di tempat kerja.
“AI telah dijadikan strategi pertumbuhan nasional dan anggaran tahun fiskal 2026 mencakup inisiatif untuk mendukung adopsi AI oleh perusahaan,” sebut IMF.
Karena itu, IMF menyambut baik upaya pemerintah Singapura dalam meningkatkan program re-skilling dan upskilling tenaga kerja.
“Para staf (IMF) menyambut baik upaya berkelanjutan pemerintah dalam meningkatkan dan memperbarui keterampilan tenaga kerja Singapura,” kata lembaga tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Dampak Konflik Timur Tengah, Singapura Dorong Penguatan Nilai Tukar
Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) memutuskan untuk memperketat kebijakan moneternya pada April 2026. [979] url asal
#singapura #nilai-tukar #dollar-singapura #ekonomi-singapura #kebijakan-moneter
(Kompas.com - Money) 14/04/26 19:16
v/191281/
JAKARTA, KOMPAS.com – Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) memutuskan untuk memperketat kebijakan moneternya pada April 2026.
Ini seiring meningkatnya risiko inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
Dalam pernyataan kebijakan moneter terbarunya pada Selasa (14/4/2026), MAS menyatakan akan sedikit meningkatkan laju penguatan nilai tukar efektif nominal dollar Singapura atau Singapore dollar nominal effective exchange rate (S$NEER).
Dok. Pixabay/StockSnap Pemerintah Singapura akan menginvestasikan lebih dari 1 miliar dollar Singapura atau atau sekitar Rp 13,07 triliun untuk riset kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) publik hingga 2030.Kebijakan ini ditempuh dengan tetap mempertahankan lebar (width) dan titik tengah (mid-point) dari pita kebijakan tersebut.
Langkah tersebut menandai perubahan arah kebijakan setelah sebelumnya otoritas moneter Singapura mempertahankan stance kebijakan selama beberapa periode.
Penyesuaian pada slope atau kemiringan pita kebijakan berarti nilai tukar dollar Singapura akan dibiarkan menguat lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Mengutip Channel News Asia, peningkatan slope tersebut membuat mata uang Singapura cenderung menguat, yang pada gilirannya dapat menekan harga impor.
Meningkatkan slope rentang kebijakan berarti bahwa dollar Singapura akan diizinkan untuk menguat lebih cepat dari sebelumnya, yang akan membuat impor menjadi lebih murah.
MAS menegaskan kebijakan ini diambil dalam rangka menjaga stabilitas harga dalam jangka menengah, di tengah ketidakpastian eksternal yang masih tinggi.
“MAS berada dalam posisi yang tepat untuk merespons secara efektif setiap risiko terhadap stabilitas harga jangka menengah dan akan terus memantau perkembangan ekonomi secara cermat di tengah ketidakpastian lingkungan eksternal," kata MAS.
FREEPIK/VWALAKTE Ilustrasi inflasi.Inflasi Singapura diperkirakan meningkat
Keputusan pengetatan kebijakan moneter ini tidak lepas dari proyeksi inflasi Singapura yang meningkat pada 2026. Tekanan harga diperkirakan datang dari faktor eksternal maupun domestik.
Dalam perkembangan terbaru, inflasi inti Singapura tercatat mulai menunjukkan tren kenaikan setelah sempat mereda pada 2025. Bahkan, risiko inflasi dinilai meningkat akibat gangguan pasokan global dan kenaikan harga energi.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, turut memicu kenaikan harga energi dan memperburuk rantai pasok global.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong bank sentral mengambil langkah pre-emptive melalui penguatan nilai tukar.
Data menunjukkan inflasi inti Singapura berada di kisaran rendah pada 2025, namun diperkirakan meningkat kembali pada 2026.
Sebelumnya, MAS telah merevisi proyeksi inflasi inti dan inflasi keseluruhan menjadi sekitar 1 sampai 2 persen untuk 2026, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 0,5 hingga 1,5 persen.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya tekanan tambahan terhadap inflasi.
Dikutip dari Reuters, inflasi inti pada awal 2026 tercatat sekitar 1,4 persen sebelum meningkatnya ketegangan geopolitik. Selain itu, proyeksi inflasi 2026 juga dinaikkan menjadi kisaran 1,5 sampai 2,5 persen.
Kenaikan inflasi tersebut mencerminkan meningkatnya biaya impor dan tekanan harga dari sisi global. Sebagai negara dengan tingkat keterbukaan ekonomi yang tinggi, Singapura sangat rentan terhadap perubahan harga global, terutama energi dan komoditas.
SHUTTERSTOCK/RICHIE CHAN Ilustrasi Singapura.Nilai tukar jadi instrumen utama
Berbeda dengan banyak bank sentral lain yang menggunakan suku bunga sebagai instrumen utama, MAS mengandalkan nilai tukar sebagai alat kebijakan moneter.
Dalam kerangka kebijakan ini, MAS mengelola S$NEER, yaitu nilai tukar dolar Singapura terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang utama.
Nilai tukar tersebut dibiarkan bergerak dalam suatu pita kebijakan yang memiliki tiga parameter utama, yakni slope, mid-point, dan width.
Penyesuaian terhadap salah satu parameter tersebut menjadi instrumen utama untuk merespons dinamika ekonomi.
Dengan meningkatkan slope, MAS secara efektif mendorong apresiasi mata uang domestik. Langkah ini bertujuan untuk menekan inflasi impor, mengingat sebagian besar konsumsi domestik Singapura bergantung pada barang impor.
Pendekatan ini dinilai relevan bagi struktur ekonomi Singapura yang sangat terbuka. Dalam kondisi tersebut, perubahan nilai tukar memiliki dampak yang lebih langsung terhadap inflasi dibandingkan perubahan suku bunga.
MAS soroti ketidakpastian ekonomi global
MAS juga menyoroti meningkatnya ketidakpastian dalam prospek ekonomi global. Konflik geopolitik, volatilitas harga energi, serta gangguan rantai pasok menjadi faktor utama yang mempengaruhi outlook ekonomi.
Dalam pernyataannya, MAS menekankan risiko terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi masih cukup besar.
“Terdapat risiko yang cukup besar terkait prospek inflasi dan pertumbuhan (ekonomi),” demikian pernyataan otoritas tersebut.
Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Singapura menunjukkan dinamika yang beragam. Meskipun secara tahunan ekonomi masih tumbuh, terdapat indikasi perlambatan dalam jangka pendek.
Freepik Ilustrasi pertumbuhan ekonomi.Data menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Singapura tumbuh sekitar 4,6 persen secara tahunan pada kuartal I 2026, namun mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.
Kondisi ini mencerminkan tekanan dari sisi eksternal yang mulai berdampak pada aktivitas ekonomi domestik. Ketergantungan Singapura terhadap perdagangan global membuat perekonomiannya sensitif terhadap perubahan kondisi global.
Respons kebijakan yang terukur
Meski memperketat kebijakan, langkah MAS dinilai bersifat terukur (measured tightening).
Otoritas tidak mengubah parameter lain seperti lebar dan titik tengah pita kebijakan, yang menunjukkan kehati-hatian dalam merespons kondisi ekonomi.
Pendekatan ini mencerminkan upaya untuk menjaga keseimbangan antara mengendalikan inflasi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
Dalam konteks ini, MAS menegaskan kesiapan untuk menyesuaikan kebijakan lebih lanjut jika diperlukan. Bank sentral juga menyatakan akan terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik secara cermat.
Selain itu, MAS juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Otoritas menyatakan siap mengambil langkah untuk meredam volatilitas berlebihan pada S$NEER.
Implikasi terhadap ekonomi Singapura
Penguatan nilai tukar dollar Singapura memiliki sejumlah implikasi terhadap perekonomian. Di satu sisi, apresiasi mata uang dapat membantu menekan inflasi melalui penurunan harga impor.
Namun di sisi lain, penguatan mata uang juga berpotensi menekan daya saing ekspor, terutama dalam kondisi permintaan global yang tidak stabil.
Dalam konteks ini, kebijakan MAS mencerminkan trade-off antara stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi. Fokus utama tetap pada pengendalian inflasi dalam jangka menengah, seiring meningkatnya tekanan harga global.
Kebijakan ini juga sejalan dengan tren global di mana bank sentral mulai kembali mengantisipasi risiko inflasi setelah periode tekanan harga yang relatif rendah.
Dengan ketidakpastian global yang masih tinggi, langkah MAS menunjukkan pentingnya respons kebijakan yang adaptif dan berbasis data dalam menjaga stabilitas ekonomi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Singapura Siapkan Insentif AI dalam APBN 2026, Bidik Produktivitas Bisnis
Pemerintah Singapura memandang AI bukan hanya sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masa depan. [659] url asal
#singapura #pertumbuhan-ekonomi #ekonomi-singapura #ai
(Kompas.com - Money) 12/02/26 20:18
v/135077/
SINGAPURA, KOMPAS.com — Pemerintah Singapura dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Budget 2026 mengumumkan serangkaian langkah kebijakan yang menempatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai salah satu fokus utama dalam strategi ekonomi jangka menengah.
Langkah ini mencakup insentif fiskal bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi AI serta dukungan lain untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transformasi digital.
Dalam presentasi anggaran yang dibacakan di Parlemen, dikutip dari CNBC, Kamis (12/2/2026), Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Singapura Lawrence Wong menekankan peran strategis AI dalam memperkokoh ketahanan dan daya saing ekonomi Singapura di tengah ketidakpastian global yang meningkat.
Tangkapan layar via CNA Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Singapura, pada Jumat (30/5/2025).Pemerintah Singapura memandang AI bukan hanya sebagai alat produktivitas, tetapi juga sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi masa depan.
“AI adalah alat yang ampuh, tetapi tetaplah sebuah alat. AI harus melayani kepentingan nasional dan rakyat kita,” kata Wong.
Skema insentif fiskal untuk AI
Salah satu komponen penting dalam anggaran tahun ini adalah pemberian insentif potongan pajak dan dukungan langsung untuk perusahaan yang mengintegrasikan AI ke dalam operasi bisnisnya.
Dalam perluasan Skema Inovasi Perusahaan, yang memberikan potongan pajak sebesar 400 persen kepada bisnis atas pengeluaran yang memenuhi syarat.
Pengeluaran tersebut akan diperluas untuk mencakup pengeluaran AI, dengan batasan maksimal 50.000 dollar Singapura atau setara sekitar Rp 666.643.500 (asumsi kurs Rp 13.332 per dollar Singapura) per tahun untuk tahun 2027 dan 2028.
“Seiring keberhasilan perusahaan-perusahaan ini, mereka akan menetapkan tolok ukur bagi industri mereka dan menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak mereka,” terang Wong.
Langkah ini merupakan intervensi pemerintah yang paling agresif terhadap adopsi AI di sektor swasta Singapura.
Targetnya adalah mendorong perusahaan tidak hanya bereksperimen, tetapi benar-benar mentransformasikan proses bisnis dengan teknologi AI.
Insentif ini dipandang selaras dengan tren global di mana negara-negara berlomba menarik investasi teknologi dan mempercepat adaptasi digital di tengah perubahan lanskap ekonomi.
shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).Beberapa analis menilai kebijakan fiskal ini bisa memperkuat posisi Singapura dibandingkan wilayah lain di Asia yang juga tengah memperluas dukungan AI.
Peran AI dalam proyeksi pertumbuhan ekonomi Singapura
APBN Singapura 2026 diawali dengan proyeksi ekonomi yang lebih optimis.
Singapura memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 2 sampai 4 persen, meningkat dibandingkan perkiraan awal 1 sampai 3 persen sebelumnya.
Pemerintah menyebut bahwa permintaan kuat atas investasi terkait AI menjadi salah satu faktor pendorong perbaikan proyeksi tersebut.
Proyeksi ini menunjukkan bagaimana pemerintah melihat AI sebagai motor pertumbuhan di tengah perlambatan global, sementara sektor seperti manufaktur teknologi tinggi dan jasa terikat perdagangan menjadi ujung tombak pemulihan.
Perluasan kelembagaan AI
Selain insentif fiskal, APBN Singapura 2026 juga mencakup pembentukan National AI Council atau Dewan AI Nasional yang akan dipimpin langsung oleh Lawrence Wong.
Dewan ini diharapkan memiliki peran sentral dalam arah kebijakan AI nasional, termasuk mempercepat penerapan teknologi di sektor strategis seperti manufaktur, keuangan, konektivitas, dan layanan kesehatan.
Langkah pembentukan lembaga ini mencerminkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam mengelola transformasi digital, dari sekedar adopsi teknologi menjadi kerangka kebijakan yang mampu mendorong inovasi yang lebih luas dan sistematis.
Penekanan pada ketahanan ekonomi
AFP/ROSLAN RAHMAN Perdana Menteri Lawrence Wong dari Partai Aksi Rakyat (PAP) merayakan kemenangannya dalam pemilu Singapura, Sabtu (3/5/2025).Di samping fokus pada AI, anggaran tahun ini juga menyoroti pentingnya ketahanan nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Wong menyinggung tantangan geopolitik, ancaman siber, dan risiko iklim sebagai faktor yang mempengaruhi kebijakan fiskal Singapura.
Pemerintah berencana memperkuat belanja pertahanan secara bertahap di atas 3 persen dari PDB dan menyesuaikan kebijakan lain untuk menanggapi ancaman tersebut.
Belanja sosial tetap menjadi bagian dari anggaran, termasuk dukungan kepada keluarga berpendapatan rendah serta penyesuaian cukai tembakau.
Meski demikian, fokus utama tetap pada penyiapan sumber daya manusia dan sektor ekonomi untuk era transformasi digital yang dibawa oleh AI.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Ekonomi Singapura Diproyeksi Melesat 5,7 Persen Kuartal IV 2025
Ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 5,7 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV 2025 atau naik dari kuartal sebelumnya, 4,3 persen (yoy). [258] url asal
#pertumbuhan-ekonomi #laju-ekonomi #singapura #pertumbuhan-ekonomi-singapura #pemerintah-singapura #negeri-singa #mti-singapura #diproyeksi #yoy #melesat #kuartal #indikasi #biomedis #subsektor #pen
(CNN Indonesia - Ekonomi) 03/01/26 12:05
v/92121/
Ekonomi Singapura diperkirakan tumbuh 5,7 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal IV 2025.
Lajunya lebih kencang dibandingkan kuartal III 2025, 4,3 persen (yoy), dan periode yang sama tahun sebelumnya, 5 persen (yoy).
"Berdasarkan perkiraan awal, perekonomian Singapura tumbuh sebesar 5,7 persen secara tahunan pada kuartal keempat tahun 2025, lebih cepat dari pertumbuhan 4,3 persen pada kuartal sebelumnya," ujar Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) Singapura dalam keterangan resmi, Jumat (2/1).
MTI Singapura menerangkan salah satu faktor pendorong laju ekonomi kuartal IV 2025 adalah pertumbuhan sektor manufaktur, terutama pada subsektor biomedis dan elektronik.
"Sektor manufaktur mencatatkan pertumbuhan yang kuat sebesar 15 persen secara tahunan pada kuartal keempat tahun 2025, meningkat dari pertumbuhan 4,9 persen pada kuartal sebelumnya," terang MTI.
Sementara, sektor konstruksi hanya mampu tumbuh 4,2 persen, melambat dari kuartal sebelumnya yang melaju 5,1 persen.
Moncernya kinerja ekonomi kuartal IV tahun lalu membuat pertumbuhan ekonomi Negeri Singa diprediksi mencapai 4,8 persen sepanjang 2025 atau lebih tinggi dibandingkan 2024, 4,4 persen.
"Sepanjang tahun 2025, perekonomian tumbuh sebesar 4,8 persen, melanjutkan pertumbuhan sebesar 4,4 persen pada tahun 2024," jelas MTI.
Pemerintah Singapura menghitung perkiraan awal Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kuartal IV 2025 sebagian besar dari data Oktober dan November.
Angka-angka ini menjadi indikasi awal pertumbuhan PDB pada kuartal tersebut dan dapat direvisi ketika data yang lebih komprehensif tersedia.
Adapun estimasi PDB awal untuk kuartal keempat dan keseluruhan tahun 2025, termasuk kinerja berdasarkan sektor, sumber pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, dan produktivitas, akan dirilis dalam Survei Ekonomi Singapura pada Februari 2026.
Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7 Persen pada Kuartal IV 2025
Ekonomi Singapura mencatat pertumbuhan 5,7 persen pada kuartal IV 2025, tertinggi sejak 2021. Lonjakan ini ditopang kinerja kuat sektor manufaktur [421] url asal
#pertumbuhan-ekonomi #pertumbuhan-ekonomi-singapura #ekonomi-singapura #manufaktur-singapura #pdb-singapura
(Kompas.com - Money) 02/01/26 13:56
v/91382/
KOMPAS.com – Ekonomi Singapura tumbuh 5,7 persen secara tahunan pada kuartal IV 2025. Capaian ini menjadi pertumbuhan tertinggi sejak 2021, didorong lonjakan signifikan di sektor manufaktur selama periode Oktober hingga Desember.
Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura (Ministry of Trade and Industry/MTI) mencatat sektor manufaktur tumbuh 15 persen pada kuartal IV. Angka tersebut melonjak tajam dibandingkan pertumbuhan 4,9 persen pada kuartal sebelumnya.
MTI menyebutkan, pertumbuhan manufaktur terutama ditopang oleh klaster manufaktur biomedis dan elektronik. Sektor manufaktur sendiri menyumbang sekitar 20 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Singapura.
Sementara itu, sebagian besar sektor lain justru mengalami kontraksi. Sektor yang melemah antara lain konstruksi serta sektor jasa.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi kuartal IV ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan revisi kuartal III sebesar 4,3 persen.
Kinerja tersebut mendorong pertumbuhan PDB Singapura sepanjang 2025 mencapai 4,8 persen, sebagaimana disampaikan Perdana Menteri Lawrence Wong dalam pesan Tahun Baru.
Capaian pertumbuhan 4,8 persen ini melampaui proyeksi MTI yang sebelumnya telah direvisi menjadi “sekitar 4 persen” pada November.
“Ini adalah hasil yang lebih baik dari yang kami perkirakan, mengingat kondisi yang ada,” ujar Wong, dikutip dari CNBC, Jumat (2/1/2026).
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa menjaga laju pertumbuhan saat ini akan menjadi tantangan.
Untuk 2026, MTI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura berada di kisaran 1–3 persen.
Selena Ling, Chief Economist & Head of Group Research & Strategy OCBC, menilai kinerja PDB Singapura menunjukkan ketahanan ekonomi.
Menurut dia, kekuatan tersebut tercermin dari basis yang luas dan terdiversifikasi di sektor manufaktur, jasa, dan konstruksi.
Ling memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Singapura sekitar 2 persen pada 2026. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi pertumbuhan manufaktur melambat menjadi sekitar 2,2 persen secara tahunan akibat basis pertumbuhan yang tinggi pada 2025.
Sebelumnya, Singapura telah memperingatkan bahwa 2025 akan menjadi tahun yang menantang, seiring meningkatnya risiko perdagangan global.
Risiko tersebut muncul setelah pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif perdagangan terhadap puluhan negara pada April dalam kebijakan yang disebut “Liberation Day”.
Meski memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Amerika Serikat sejak 2004, Singapura tetap terdampak tarif dasar sebesar 10 persen. Wong saat itu menyatakan, “ini bukan tindakan yang dilakukan kepada seorang teman”.
Singapura sangat bergantung pada perdagangan internasional. Rasio perdagangan terhadap PDB negara tersebut tercatat melebihi 320 persen pada 2024, berdasarkan data Bank Dunia.
Pemerintah Singapura juga sempat memperingatkan pada April tahun lalu bahwa pertumbuhan nol merupakan kemungkinan yang nyata. Untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi, kebijakan moneter telah dilonggarkan dua kali sepanjang 2025.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Pertumbuhan Ekonomi Singapura Tembus 4,8 Persen pada 2025
Singapura mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada 2025, meski dunia dibayangi ketegangan perdagangan dan geopolitik global [1,152] url asal
#singapura #warga-singapura #pertumbuhan-ekonomi-singapura #ekonomi-singapura
(Kompas.com - Money) 01/01/26 18:30
v/90730/
SINGAPURA, KOMPAS.com — Singapura mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan pada 2025, meski dunia dibayangi ketegangan perdagangan dan geopolitik global.
Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan, ekonomi Singapura tumbuh 4,8 persen tahun ini, melampaui proyeksi awal pemerintah maupun perkiraan ekonom sektor swasta.
“Ini adalah hasil yang lebih baik dari yang kami perkirakan, mengingat keadaan yang ada,” kata Wong dalam pesan Tahun Baru pada Rabu (31/12/2025), dikutip dari Channel News Asia, Kamis (1/1/2025).
Tangkapan layar via CNA Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Singapura, pada Jumat (30/5/2025).Namun, Wong menegaskan, capaian pertumbuhan ekonomi Singapura tersebut tidak serta-merta mudah dipertahankan. Menurut dia, warga Singapura perlu bersikap realistis karena tantangan ke depan akan semakin besar.
“Mempertahankan laju pertumbuhan ini akan menjadi tantangan,” ujarnya.
Untuk tetap kompetitif, pemerintah menilai Singapura tidak bisa sekadar melanjutkan strategi lama.
“Kita tidak bisa hanya melakukan hal yang sama. Kita harus memikirkan kembali, mengatur ulang, dan menyegarkan strategi ekonomi kita,” kata Wong.
Ia menyampaikan, Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong, yang juga menjabat Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, memimpin tim pejabat politik muda untuk merumuskan arah baru tersebut.
Serangkaian proposal awal dari tim ini disebut akan segera dirilis dan menjadi bahan respons pemerintah dalam Anggaran 2026.
Secara kinerja, pertumbuhan ekonomi Singapura 2025 ini melampaui capaian tahun sebelumnya sebesar 4,4 persen.
Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan perkiraan ekonom sektor swasta sebesar 4,1 persen dan proyeksi resmi Otoritas Moneter Singapura (MAS) yang berada di kisaran 4 persen.
Dok. Pixabay/StockSnap Singapura jadi negara paling aman di dunia menurut data The Global Safety Report 2025.Menurut Wong, kinerja ekonomi Singapura pada 2025 ditopang oleh kondisi global yang ternyata lebih tangguh dari perkiraan awal.
Salah satunya, kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) yang diberlakukan lebih lambat dan pada tingkat yang lebih rendah dibandingkan kekhawatiran banyak pihak.
Selain itu, Singapura mendapat manfaat dari lonjakan permintaan semikonduktor dan elektronik yang didorong oleh pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
“Akibatnya, pengangguran dan inflasi tetap rendah, dan pendapatan riil meningkat di semua sektor,” tutur Wong.
Meski demikian, ia menilai ketegangan perdagangan dan geopolitik yang terfragmentasi kini menjadi ciri permanen dunia.
Ke depan, Singapura akan menghadapi lebih banyak hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi serta tekanan inflasi yang lebih besar.
Sebagai ekonomi kecil dan terbuka, tantangan-tantangan tersebut, menurut Wong, tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh Singapura sendiri.
Dunia makin terfragmentasi
Wong menilai tahun lalu menjadi “titik balik utama” bagi tatanan global yang selama ini dijalankan banyak negara.
Asumsi lama mengenai pasar terbuka dan kerja sama saling menguntungkan, kata dia, semakin sering dipertanyakan dan bahkan ditolak.
“Negara-negara sedang mengonfigurasi ulang jaringan perdagangan dan rantai pasokan atas nama ketahanan dan keamanan,” terang Wong.
Ia juga menyoroti semakin dalamnya ketegangan geopolitik global, mulai dari perang di Ukraina yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir hingga situasi di Gaza yang tetap genting.
AFP/ROSLAN RAHMAN Perdana Menteri Lawrence Wong dari Partai Aksi Rakyat (PAP) merayakan kemenangannya dalam pemilu Singapura, Sabtu (3/5/2025).Di berbagai belahan dunia lain, ketegangan berbasis identitas dan kepercayaan pun terus berkembang menjadi kekerasan.
Di kawasan Asia Tenggara, Wong menyinggung bentrokan antara Thailand dan Kamboja terkait wilayah perbatasan yang disengketakan.
Meski gencatan senjata telah dicapai, ia menilai pengekangan diri dan dialog berkelanjutan tetap krusial untuk memastikan perdamaian jangka panjang.
“Secara keseluruhan, perkembangan ini telah membuat dunia menjadi kurang dapat diprediksi dan aman. Kita harus tetap waspada terhadap ancaman keamanan,” ucap Wong.
Posisi Singapura dinilai kuat
Terlepas dari berbagai tantangan global tersebut, Wong menegaskan Singapura menghadapi situasi ini dari posisi yang relatif kuat. Menurut dia, reputasi internasional Singapura tetap tinggi dan dipercaya.
“Kedudukan internasional Singapura tinggi, dan merek kita dipercaya dan dihormati,” kata dia.
Di tengah ketidakpastian global, Wong mengatakan banyak perusahaan memilih Singapura sebagai basis operasi yang andal karena stabilitas yang ditawarkan.
Ia menyebut sejumlah pemain besar, termasuk raksasa teknologi Microsoft, serta berbagai perusahaan rintisan dan perusahaan berkembang dari berbagai negara.
Dalam kunjungan luar negerinya, Wong mengaku melihat langsung bagaimana reputasi Singapura membuka peluang bagi dunia usaha dan masyarakatnya, dari Afrika hingga Amerika Latin.
“Perusahaan-perusahaan kita sedang menciptakan ceruk baru dan menorehkan prestasi. Kami akan terus mendukung perusahaan-perusahaan kita, saat mereka berkembang, meningkatkan skala, dan meraih peluang di luar negeri,” papar Wong.
SHUTTERSTOCK/RICHIE CHAN Ilustrasi Singapura.Fokus manfaat bagi warga
Di dalam negeri, pemerintah menegaskan fokus untuk memastikan setiap warga Singapura merasakan manfaat dari kemajuan ekonomi.
Wong mengatakan pemerintah Singapura akan bekerja bersama gerakan buruh dan pengusaha untuk membantu pekerja tumbuh dan maju dalam karier mereka.
“Sehingga mereka dapat melihat keuntungan nyata bagi diri mereka sendiri dan keluarga mereka,” ujarnya.
Di luar aspek ketenagakerjaan, pemerintah berkomitmen terus meningkatkan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pendidikan, perumahan, dan layanan kesehatan, agar warga memiliki rasa aman dan ketenangan pikiran.
Jaringan pengaman sosial juga akan diperkuat untuk memastikan tidak ada kelompok yang tertinggal.
Wong menambahkan, keluarga berpenghasilan rendah tidak hanya akan dibantu melalui dukungan finansial, tetapi juga diberdayakan agar mampu membangun masa depan yang lebih baik.
Penyandang disabilitas dan para pengasuhnya juga akan memperoleh dukungan tambahan, termasuk peningkatan akses layanan serta perluasan kesempatan kerja yang bermakna.
Tantangan jangka panjang
Dalam jangka panjang, Wong menyoroti sejumlah tantangan struktural yang perlu dihadapi Singapura, antara lain populasi yang menua dan kebutuhan mengamankan pasokan energi bersih.
Seperti banyak negara maju lainnya, Singapura mengalami penuaan penduduk yang cepat di tengah angka kelahiran yang menurun.
Pemerintah, kata Wong, akan terus mendukung warga muda yang ingin menikah dan memiliki anak, dengan mengatasi berbagai kekhawatiran mulai dari perumahan hingga perawatan anak dan pendidikan.
Dok. YouTube Sekretariat Presiden Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menyampaikan keterangan pers setelah dua jam berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/11/2024).Usia harapan hidup yang lebih panjang juga dinilai membawa implikasi luas bagi sistem kesehatan, ketenagakerjaan, dan pensiun.
Isu-isu ini tengah dikaji secara menyeluruh, termasuk melalui Kelompok Kerja Tripartit tentang Ketenagakerjaan Lansia yang meninjau strategi agar pekerja lanjut usia tetap dapat bekerja secara bermakna di lingkungan kerja yang ramah usia.
Di sektor energi, Singapura juga berupaya mengamankan pasokan energi bersih yang andal untuk mendukung industri masa depan yang intensif energi, termasuk AI.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah mengimpor energi hijau dan mendorong realisasi Jaringan Listrik ASEAN.
Selain itu, Singapura juga menjajaki solusi domestik seperti hidrogen rendah karbon dan energi nuklir.
Wong mengibaratkan tantangan energi bersih saat ini dengan krisis air pada masa awal pembangunan Singapura.
“Sekarang, energi bersih adalah batas baru kita dan tantangan utama berikutnya. Sama seperti yang kita lakukan dengan air, kita harus mengubah kerentanan ini menjadi sumber kekuatan,” katanya.
Menurut Wong, tantangan di depan bersifat kompleks dan membutuhkan keberanian, kreativitas, serta keterbukaan masyarakat terhadap solusi baru.
Ia mengakui akan ada banyak perdebatan, tetapi menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan.
“Mempertahankan keajaiban Singapura membutuhkan semangat yang sama dari kita semua hari ini,” sebut Wong.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang
Ramalan Terbaru! Bentar Lagi, 1 Dolar Singapura Bakal Setara US$1
Bank terkemuka di Singapura, DBS, merilis potensi peningkatan pesat ekonomi Singapura pada 2040 [535] url asal
#ekonomi-singapura #dolar-singapura #proyeksi-pdb #pertumbuhan-ekonomi #dbs #investasi #mata-uang #surplus-neraca-berjalan #produktivitas #transisi-hijau
(CNBC Indonesia - News) 06/11/25 15:18
v/30029/
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank terkemuka di Singapura, DBS, merilis potensi peningkatan pesat ekonomi Singapura pada 2040 dalam laporan terbarunya berjudul Singapore 2040. Dalam laporan itu, DBS juga memperkirakan, pada tahun itu nilai tukar dolar Singapura akan setara dengan dolar AS.
DBS memperkirakan nilai tukar dolar Singapura dan dolar AS akan setara alias 1:1. Saat ini, Kamis (6/11/2025), nilai tukar Singapura terhadap rupiah mencapai Rp 12.790, sementara dolar AS Rp 16.669.
Tidak hanya itu, Straits Times Index (STI) diyakini merangkak ke 10,000 poin pada 2040. Adapun, STI saat ini berada di level 4.395 poin.
Dilansir The Straits Times, DBS Singapura 2040 memperkirakan produk domestik bruto (PDB) Singapura dapat mencapai antara US$ 1,2 triliun-US$1,4 triliun pada 2040 dari US$ 547 miliar pada 2024. Proyeksi itu didasari dari dorongan akumulasi modal, pengembangan sumber daya manusia, dan peningkatan produktivitas.
"Dikatakan pertumbuhan ini didukung oleh kekuatan kelembagaan dan meningkatnya kualitas pendidikan, yang telah membantu mempertahankan daya saing negara selama beberapa dekade terakhir," sebagaimana ditulis The Straits Times, Kamis (6/11/2025).
Pasca Covid-19, perekonomian Singapura memang mampu mempertahankan pertumbuhan yang kencang, hingga terus mendorong secara cepat PDB nya. PDB nominalnya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$ 547 miliar pada 2024, dari US$ 240 miliar setelah krisis keuangan global pada 2010.
"Kami memperkirakan PDB riil Singapura akan tumbuh rata-rata 2,3% per tahun antara 2025 sampai 2040. Proyeksi ekspansi ekonomi kami diperkirakan akan melampaui pertumbuhan ekonomi negara-negara maju lainnya, dan tetap cukup baik untuk sebuah negara maju yang telah mencapai batas pendapatan tinggi," tulis DBS dalam laporannya.
Dorongan lebih lanjut juga akan didukung oleh pertumbuhan produktivitas di Singapura yang didorong oleh infrastruktur, pengembangan bakat, adopsi digital, dan transisi hijau, dengan produktivitas tenaga kerja melampaui AS selama dekade terakhir dan berpotensi terus terjaga ke depannya.
Laporan itu juga mencatat bahwa dolar AS mungkin mengalami koreksi multi-tahun karena para pembuat kebijakannya terlihat lebih terbuka terhadap mata uang yang lebih lemah, yang menciptakan ruang bagi dolar Singapura untuk terapresiasi.
DBS menambahkan kekayaan Singapura secara historis meningkat seiring dengan nilai tukar riilnya, dan perannya sebagai pemasok utama ekspor barang manufaktur, olahan, dan jasa bernilai tinggi tetap utuh.
Singapura juga disebut konsisten menjalankan surplus neraca berjalan yang cukup besar. Artinya, negara ini memperoleh lebih banyak pendapatan dari perdagangan dan investasi luar negeri dibandingkan dengan pengeluarannya dan Dana Moneter Internasional memperkirakan surplus ini akan tetap kuat, dan hanya akan sedikit menurun dalam beberapa tahun mendatang.
Kondisi ini yang menurut DBS memberikan dasar yang kuat untuk apresiasi mata uang yang berkelanjutan. Arus masuk aset safe haven ke ekonomi riil dan sektor keuangan Singapura juga disebutkan akan terus memberikan dorongan apresiasi pada Singdollar.
"Aliran dana ini kemungkinan akan terus tumbuh di tahun-tahun mendatang seiring Singapura menggandakan upayanya untuk menarik investasi dalam infrastruktur digital dan fisik, manufaktur berbasis teknologi, dan transisi hijau, sekaligus memperdalam pasar modalnya," ujarnya.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Deretan 10 Negara Terkaya di Dunia Tahun 2025
Singapura menjadi negara terkaya di dunia tahun 2025 dengan PDB per kapita tertinggi, diikuti oleh Luksemburg dan Macao SAR, berdasarkan data Global Finance. [542] url asal
#negara-terkaya #negara-terkaya-2025 #pdb-per-kapita #singapura-terkaya #negara-kecil-kaya #ekonomi-singapura #luksemburg-perbankan #macao-pariwisata #irlandia-teknologi #qatar-gas-alam #norwegia-sumbe
(Bisnis.Com - Terbaru) 28/10/25 10:45
v/18210/
Bisnis.com, JAKARTA – Saat kita memikirkan negara terkaya di dunia, pikiran mungkin langsung tertuju pada raksasa ekonomi seperti Amerika Serikat.
Namun, jika kita mengukurnya berdasarkan kekayaan rata-rata per penduduk sangatlah berbeda.
Peringkat negara terkaya di dunia seringkali menggunakan metrik Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita yang disesuaikan dengan Paritas Daya Beli (Purchasing Power Parity/PPP). yeah
Karena PDB per kapita PPP memberikan gambaran yang lebih akurat tentang seberapa kaya rata-rata penduduk di suatu negara, dengan mempertimbangkan biaya hidup lokal.
Berikut ini berdasarkan data terbaru dari Global Finance menunjukkan bahwa negara-negara kecil justru mendominasi daftar terkaya di dunia tahun 2025:
1. Singapura
Negara kota ini menempati posisi pertama dunia, dengan PDB per kapita: US$156.755 (sekitar Rp2,51 miliar) didorong oleh sektor keuangan, perdagangan global, dan teknologi. Dengan tata kelola pemerintahan yang efisien serta kebijakan investasi yang progresif, Singapura berhasil menjadi pusat ekonomi Asia yang modern dan stabil.
2. Luksemburg
Meski berukuran kecil, Luksemburg memiliki kekuatan besar di sektor perbankan dan keuangan internasional. PDB per kapita mencapai: US$152.915 (sekitar Rp2,45 miliar). Pajak yang kompetitif dan kualitas hidup tinggi menjadikannya salah satu negara paling makmur di Eropa.
3. Macao SAR
Wilayah administratif khusus Tiongkok ini dikenal sebagai “Las Vegas of Asia”. Industri pariwisata dan hiburan menjadi sumber utama pendapatan dengan PDB per kapita hingga: US$134.041 (sekitar Rp2,14 miliar) didukung kebijakan ekonomi yang terbuka dan tingkat konsumsi masyarakat yang tinggi.
4. Irlandia
Irlandia sukses menjadi rumah bagi raksasa teknologi dunia seperti Google, Apple, dan Meta. PDB per kapita Irlandia mencapai: US$133.999 (sekitar Rp2,14 miliar) didukung dengan pajak korporasi yang rendah dan tenaga kerja yang terdidik membuat ekonomi negara ini terus tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir.
5. Qatar
Kekayaan gas alam menjadikan Qatar salah satu negara paling makmur di Timur Tengah. PDB per kapitanya mencapai: US$121.605 (sekitar Rp1,95 miliar). Selain energi, pemerintahnya juga gencar mengembangkan sektor pendidikan, pariwisata, dan olahraga untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam.
6. Norwegia
Negara Skandinavia ini dikenal karena pengelolaan sumber daya alam yang efisien. PDB per kapita Norwegia capai: US$107.891 (sekitar Rp1,73 miliar). Norwegia menyimpan sebagian besar pendapatan minyaknya di sovereign wealth fund dengan dana abadi terbesar di dunia yang menjamin kesejahteraan generasi mendatang.
7. Swiss
Swiss tetap konsisten sebagai simbol stabilitas ekonomi global dengan PDB per kapita: US$97.581 (sekitar Rp1,56 miliar). Sektor perbankan, farmasi, dan manufaktur produk premium seperti jam tangan menjadi pilar utama ekonominya.
8. Brunei Darussalam
Negara kecil di Asia Tenggara ini makmur berkat minyak dan gas dengan PDB per kapita: US$95.758 (sekitar Rp1,53 miliar). Kini Brunei mulai bertransformasi dengan investasi pada pariwisata halal dan ekonomi digital untuk memperluas sumber pendapatan nasional.
9. Guyana
Guyana menjadi pendatang baru di daftar ini. Penemuan ladang minyak besar di pesisir Atlantik menjadikan negara Amerika Selatan ini melonjak drastis dalam perekonomian global dalam waktu singkat. PDB per kapita Guyana capai: US$94.258 (sekitar Rp1,51 miliar)
10. Amerika Serikat
Sebagai ekonomi terbesar dunia, AS tetap menduduki posisi 10 besar berkat kekuatan inovasi, teknologi, dan industri kreatifnya dengan PDB per kapita: US$89.105 (sekitar Rp1,43 miliar). Perusahaan seperti Apple, Microsoft, dan Tesla terus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
(Catatan: Mata uang bersifat fluktuatif, angka di atas adalah perkiraan berdasarkan kurs terkini) (Nanda Duhaya)
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56