Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BBTN) mengalihkan portofolio bisnis pensiun senilai Rp19,9 triliun kepada PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BTN sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk fokus pada area bisnis inti yang dinilai lebih berkelanjutan dan scalable.
Pengalihan portofolio tersebut mencakup kredit kepada pensiunan dan prapensiunan yang dijamin oleh PT Taspen dan PT Asabri, serta beberapa jenis pembiayaan lainnya. Kesepakatan pengalihan ini telah diteken kedua belah pihak pada 22 Mei 2026.
Head of Retail Lending Business PT Bank SMBC Indonesia Tbk Purnomo Soetadi mengatakan layanan pensiun yang saat ini dikelola SMBC Indonesia akan dialihkan secara bertahap kepada BTN.
“SMBC Indonesia bersama Bank BTN berkomitmen untuk memastikan bahwa proses pengalihan portofolio ini berjalan dengan baik untuk memastikan kepentingan nasabah tetap menjadi fokus utama,” ujar Purnomo kepada Bisnis, Senin (25/5/2026).
Dia menambahkan langkah tersebut merupakan bagian dari strategi bisnis SMBC Indonesia untuk mendukung pertumbuhan usaha yang berkelanjutan.
Meski melepas portofolio kredit pensiun, SMBC Indonesia menegaskan tetap berkomitmen terhadap pasar Indonesia melalui layanan perbankan universal yang menjangkau berbagai segmen nasabah.
“SMBC Indonesia bersama dengan anak usaha (BTPNS dan Grup OTO) tetap berkomitmen terhadap pasar Indonesia sebagai bank universal yang melayani berbagai segmen nasabah, mulai dari nasabah korporasi sampai retail,” katanya.