Meski Dibayangi Galbay, AFPI Optimistis Pindar Tetap Tumbuh Positif 2026

Meski Dibayangi Galbay, AFPI Optimistis Pindar Tetap Tumbuh Positif 2026

AFPI optimis industri pindar tumbuh positif hingga 2026, didukung pembiayaan produktif, penguatan regulasi, dan literasi keuangan meski ada tantangan galbay.

(Bisnis.Com) 13/12/25 11:40 71519

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) optimistis bahwa industri pinjaman daring alias pindar pada 2026 masih akan mencatat pertumbuhan positif.

Optimistis itu didasarkan pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru yakni per Oktober 2025, yang mencatatkan outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp92,92 triliun, tumbuh 23,86% year on year (YoY). Kemudian, TWP90 terjaga di level 2,76%.

Sebab demikian, Ketua Umum AFPI Entjik S. Djafar mengeklaim angka itu menunjukkan bahwa industri terus berkembang secara sehat dan tetap relevan dengan kebutuhan pembiayaan masyarakat.

“Dengan tren ini, AFPI optimis bahwa pada 2026 industri masih akan mencatat pertumbuhan positif, terutama didorong pembiayaan produktif dan UMKM, seiring penguatan regulasi dan peningkatan kualitas penyaluran,” katanya kepada Bisnis, Jumat (12/12/2025).

Meski begitu, Entjik tidak menampik industri pindar masih harus menghadapi tantangan utama, seperti menekan angka gagal bayar (galbay), termasuk dari galbay yang tidak bertanggung jawab.

“Serta memperkuat pemberantasan pinjol ilegal yang merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap industri resmi,” bebernya.

Oleh karena itu, pria yang juga menjabat sebagai CEO DanaRupiah ini mengingatkan agar pertumbuhan penyaluran harus berjalan seiring dengan kualitasnya.

AFPI, katanya, mendorong para penyelenggara pindar untuk mengedukasi literasi keuangan kepada para peminjam (borrower) dan memperketat penilaian kredit alias credit scoring.

“Selain itu, dalam memperkuat kinerja industri pada tahun 2026, Rakernas AFPI yang diadakan pada 9 Desember 2025 menetapkan tiga pilar utama penguatan industri, yaitu kolaborasi, disiplin kepatuhan, dan konsistensi penerapan standar yang tinggi di seluruh anggota,” ungkap Entjik.

Dia merincikan, kolaborasi dilakukan dengan regulator dan aparat penegak hukum untuk memberantas pinjol ilegal dan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan kualitas penyaluran.

Kemudian, disiplin kepatuhan dilakukan supaya seluruh penyelenggara mematuhi semua regulasi yang berlaku, termasuk tentang batas manfaat ekonomi sesuai arahan OJK, praktik penagihan yang beretika, dan transparansi produk.

Adapun, konsistensi standar tinggi dijalankan dalam penerapan teknologi credit scoring, mitigasi risiko, dan literasi keuangan kepada masyarakat agar peminjam mengambil pinjaman secara bijak.

“Dengan pendekatan ini, AFPI percaya industri pindar dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan outstanding pembiayaan dan stabilitas TWP90, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan pembiayaan digital yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” pungkas Entjik.

#pindar #industri-pindar #afpi #pertumbuhan-pindar #pinjaman-daring #ojk #pembiayaan-pindar #gagal-bayar #pinjol-ilegal #literasi-keuangan #credit-scoring #umkm #regulasi-pindar #twp90 #pembiayaan-digi

https://finansial.bisnis.com/read/20251213/563/1936492/meski-dibayangi-galbay-afpi-optimistis-pindar-tetap-tumbuh-positif-2026