Saran Ekonom untuk Pekerja Gig yang Rentan soal Keuangan
Ekonom mengingatkan pekerja gig untuk mempelajari manajemen keuangan pribadi dan menyiapkan dana darurat.
(Bisnis Tempo) 08/11/25 17:17 32262
DIREKTUR Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad mengingatkan ketidakpastian yang dialami para pekerja lepas atau pekerja gig, atau dikenal sebagai ekonomi gig. “Ada beberapa kerentanan dalam gig economy, dari pendapatan yang tidak stabil, jaminan sosial yang rendah, hingga tingginya risiko terhadap daya beli dan inflasi,” kata Tauhid dalam unggahan di akun Instagram @indef_official, yang dikutip pada Sabtu, 8 November 2025.
Tauhid menyatakan ekonomi gig membuka peluang bagi masyarakat bekerja dengan fleksibel. Menurut dia, bagi banyak orang, ekonomi gig merupakan alternatif mendapat penghasilan di tengah situasi ekonomi yang menantang.
Beberapa pekerjaan yang termasuk kategori ekonomi gig di antaranya pengemudi ojek online, kurir paket, dan pekerja lepas digital (digital freelancer). Orang-orang yang memilih profesi itu, kata Tauhid, bekerja tanpa ikatan kerja tetap. Para pekerja gig bekerja sesuai dengan pesanan atau proyek.
Tauhid menilai peran ekonomi gig dalam perekonomian nasional kian nyata. Ia menyatakan 56-57 persen tenaga kerja Indonesia masih berada di sektor informal, dan pekerja gig menjadi bagian di dalamnya. Menurut dia, ekonomi gig menjadi tumpuan karena terbatasnya pekerjaan di sektor formal. “Namun, tanpa perlindungan yang memadai, daya tahannya tetap rapuh,” tuturnya.
Tauhid mewanti-wanti kerentanan yang membayangi para pekerja gig. Yang pertama, pendapatan tidak stabil karena penghasilan pekerja bergantung pada jumlah pesanan dan permintaan.
Kerentanan lain adalah minimnya jaminan sosial. Tauhid menyatakan sebagian besar pekerja tak terlindungi asuransi atau jaminan pensiun. Selain itu, pekerja gig rentan terhadap inflasi. Ia menjelaskan, kenaikan harga komoditas akan langsung menekan penghasilan riil para pekerja gig. Atas ketidakpastian yang dialami pekerja gig, dia mengingatkan pentingnya literasi keuangan dan investasi untuk menjadikan penghasilan pekerjaan serabutan lebih berkelanjutan.
Tauhid menyarankan sejumlah upaya untuk menjadikan penghasilan pekerja gig lebih berkelanjutan. Yang pertama, menyimpan sebagian pendapatan untuk diinvestasikan pada emas atau surat berharga negara. Ia juga mengingatkan pekerja gig untuk mempelajari manajemen keuangan pribadi dan menyiapkan dana darurat.
#pekerja-gig #indef #ekonomi-gig #freelance #ojek-online
https://tempo.co/ekonomi/saran-ekonom-untuk-pekerja-gig-yang-rentan-soal-keuangan-2087686