BPS Ungkap Faktor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 8,62% pada Kuartal III/2025

BPS Ungkap Faktor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 8,62% pada Kuartal III/2025

Transportasi dan pergudangan tumbuh 8,62% di Q3 2025, didorong ekspor, industri, dan pertanian. Kontribusi 6,10% pada ekonomi nasional, dengan prospek logistik cerah.

(Bisnis.Com) 06/11/25 12:44 29615

Bisnis.com, JAKARTA — Lapangan usaha transportasi dan pergudangan tercatat tumbuh sebesar 8,62% pada kuartal III/2025. Lebih tinggi dari kuartal II/2025 yang sebesar 8,52% dan di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

Kelompok ini tercatat menjadi kontributor keenam terbesar, yakni 6,10%, terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III/2025 yang sebesar 5,04% year on year (YoY).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan bahwa kinerja sektor transportasi dan pergudangan bertahan tinggi, didorong tumbuhnya ekspor, industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan.

“Semakin tinggi Indonesia tumbuh ekspornya, keperluan terhadap logistik pasti semakin tinggi. Sehingga kalau kita ingin meningkatkan daya saing ekspor, bagaimana meningkatkan efisiensi logistik kita,” ujarnya dalam malam penghargaan BILA 2025 di Hotel Borobudur, Rabu (5/11/2025).

Maklum, pertumbuhan PDB menurut pengeluaran ekspor, tumbuh 9,91% pada kuartal III/2025.

Secara umum, Amalia menjelaskan bahwa motor penggerak pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha, berasal dari industri pengolahan yang mampu tumbuh 5,54% pada kuartal III/2025 dan berkontribusi sebesar 19,15% terhadap nasional.

Aktivitas yang terus meningkat tersebut berdampak pada kebutuhan angkutan logistik barang yang lebih tinggi pula.

Amalia memandang prospek logistik sangat baik ke depannya, karena aktivitas dan denyut ekonomi, serta komponen pendukung pertumbuhan ekonomi yang menggeliat adalah sektor-sektor yang membutuhkan logistik

“Ketika industri ini bergerak, pastinya membutuhkan logistik untuk mengangkut barang dari satu tempat ke tempat lain,” tuturnya.

Mengacu data BPS, kue ekonomi transportasi dan pergudangan mencapai 6,10%. Melihat Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) yang mencapai Rp3.444 triliun pada kuartal III/2025, artinya lapangan usaha ini menyumbang Rp210 triliun terhadap ekonomi Indonesia.

“Artinya prospek dari sektor ini sangat luar biasa. Kenapa tinggi? karena industri pengolahan tinggi, ekspor tinggi, dan pertanian dan perdagangan tumbuh dengan sangat baik,” tambahnya.

Adapun, pertumbuhan lapangan usaha ini juga didorong oleh pertumbuhan pada hampir sub-sektor, utamanya angkutan laut yang tumbuh 10,19%.

Pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan tertinggi berada di Provinsi Kalimantan Tengah, yang mencapai 15,74% pada kuartal III/2025. Sementara terendah di Sumatra Barat yang kontraksi -0,95%.

Peningkatan di Kalimantan Tengah tersebut terdorong PT PELNI Cabang Pangkalan Bun, menerapkan diskon tarif kapal penumpang sebesar 50% dari tarif dasar. Selain itu, moda ojek online terus berkembang di beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah.

Amalia berharap kinerja lapangan usaha transportasi dan pergudangan terus tumbuh, sejalan dengan perbaikan di sektor logistik dan target penurunan biaya logistik mencapai 8% pada 2045 mendatang.

#transportasi #pergudangan #pertumbuhan-ekonomi #bps #kuartal-iii-2025 #sektor-transportasi #sektor-pergudangan #ekspor-indonesia #industri-pengolahan #efisiensi-logistik #angkutan-logistik #pdb-indone

https://ekonomi.bisnis.com/read/20251106/98/1926681/bps-ungkap-faktor-transportasi-dan-pergudangan-tumbuh-862-pada-kuartal-iii2025