Sederet Tantangan BPJS Kesehatan: dari Kepesertaan, Iuran, hingga Risiko Defisit

Sederet Tantangan BPJS Kesehatan: dari Kepesertaan, Iuran, hingga Risiko Defisit

BPJS Kesehatan menghadapi tantangan JKN terkait kepesertaan, iuran, dan keuangan, termasuk 58,32 juta peserta tidak aktif dan peningkatan biaya penyakit katastropik.

(Bisnis.Com) 08/04/26 17:11 185418

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan mengungkapkan sederet tantangan yang perlu dihadapi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Direktur Utama Prihati Pujowaskito merincikan tantangan itu terbagi ke dalam empat kategori yakni kepesertaan, manfaat, iuran, dan keuangan. Untuk kepesertaan, per Februari 2026 masih ada 58,32 juta jiwa peserta yang tidak aktif.

Prihati menjelaskan bahwa hal tersebut dikarenakan 13,48 juta jiwa menunggak iuran dan 44,84 juta jiwa karena penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) Pemerintah Daerah (Pemda).

“Dari sisi manfaat terdapat kondisi realisasi biaya manfaat tahun 2025 meningkat 11% dibandingkan tahun 2024. Yang berikutnya adalah beban biaya penyakit katastropik tahun 2025 sebesar Rp50,28 triliun meningkat 12% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp44,8 triliun,” bebernya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Selain itu, tantangan di sisi manfaat juga meningkatnya jumlah penderita penyakit diabetes melitus (DM) dan hipertensi pada usia muda.

Prihati meneruskan, tantangan selanjutnya adalah berkenaan iuran yang meliputi kemauan bayar iuran JKN dari peserta PBPU/informal masih rendah dan tidak stabil.

“Dan penurunan dana transfer ke daerah berpotensi memengaruhi kapasitas fiskal Pemda dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran JKN,” ungkapnya.

Sementara itu, imbuhnya, tantangan dari keuangan adalah tingkat kesehatan aset netto sebesar 1,93 bulan klaim per Desember 2025. Tidak sampai di situ, dia turut menyebut tantangan lain adalah soal bagaimana BPJS Kesehatan menangani pengaduan-pengaduan dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh peserta JKN.

Berdasarkan datanya, pengaduan-pengaduan peserta yang paling sering diterima mencakup kesulitan akses layanan berupa jadwal dokter yang tidak sesuai, kapasitas layanan yang terbatas dan antrean di fasilitas kesehatan.

“Yang berikutnya keluhan-keluhan sering mengenai ketersediaan obat. Kemudian berikutnya adalah sikap petugas administrasi maupun nakes yang kurang ramah,” ucapnya.

Sementara itu, kata Prihati, permintaan informasi yang paling banyak adalah terkait administrasi kepesertaan, antrean dan alur pelayanan kesehatan, serta informasi dan hak kewajiban peserta.

“Permintaan informasi tersebut telah ditindaklanjuti sesuai dengan standar service level agreement yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

#bpjs-kesehatan #jaminan-kesehatan-nasional #tantangan-jkn #kepesertaan-jkn #iuran-jkn #keuangan-jkn #manfaat-jkn #peserta-tidak-aktif #penerima-bantuan-iuran #pekerja-bukan-penerima-upah #penyakit-kat

https://finansial.bisnis.com/read/20260408/215/1965133/sederet-tantangan-bpjs-kesehatan-dari-kepesertaan-iuran-hingga-risiko-defisit