Kebutuhan Adaptasi Iklim Petani Kecil di Asia Tenggara Rp3.159 Triliun, Indonesia Terbesar
Kebutuhan adaptasi iklim petani kecil di Asia Tenggara mencapai Rp3.159 triliun per tahun, dengan Indonesia memerlukan investasi terbesar untuk mendukung ketahanan pangan.
(Bisnis.Com) 23/10/25 14:37 13348
Bisnis.com, JAKARTA — Analisis terbaru mengungkap bahwa kebutuhan pembiayaan adaptasi iklim petani kecil (smallholders) di kawasan Asia Tenggara menembus US$189,18 miliar per tahun atau sekitar Rp3.159,30 triliun (asumsi kurs Rp16.700 per US$). Investasi ini diperlukan untuk memastikan keamanan pangan bagi lebih dari 690 juta penduduk di kawasan.
Climate Focus untuk Family Farmers for Climate Action mengungkap bahwa pembiayaan publik terkait iklim yang menyasar petani keluarga skala kecil di Asia Tenggara hanya bernilai US$280 juta pada 2024, 0,15% dari kebutuhan aktual.
Dari total kebutuhan tersebut, dana sebesar US$151,31 miliar dibutuhkan untuk mendukung praktik pertanian berkelanjutan dan tangguh terhadap iklim seperti agroekologi. Sekitar US$34,87 miliar diperlukan untuk pengembangan sistem peringatan dini serta jaring pengaman adaptasi seperti asuransi pertanian, sementara US$3 miliar dialokasikan untuk layanan digital, termasuk penyediaan prakiraan cuaca lokal bagi petani.
Investasi dalam adaptasi petani kecil juga penting untuk melindungi komoditas ekspor bernilai ekonomi tinggi seperti kopi, kakao, karet, dan kelapa yang sebagian besar diproduksi oleh petani kecil. Di Vietnam, investasi tahunan sebesar US$5,46 miliar diperlukan untuk melindungi ekspor kopi senilai US$5,62 miliar pada 2024.
Di Indonesia, investasi sebesar US$13,69 miliar per tahun dibutuhkan untuk mendukung petani kecil yang menjadi tulang punggung produksi karet, kakao, dan kopi. Sementara itu, di Filipina, dana sebesar US$5,61 miliar per tahun akan membantu melindungi ekspor kelapa senilai US$2,66 miliar pada tahun yang sama.
Sementara di kawasan Asia Selatan, kebutuhan pendanaan mencapai US$150,3 miliar per tahun untuk membantu petani kecil dengan lahan maksimal 10 hektare agar mampu membangun ketahanan terhadap perubahan iklim, termasuk US$136,49 miliar untuk mendukung petani kecil di India.
Secara global, kebutuhan pembiayaan adaptasi iklim bagi petani kecil mencapai US$443 miliar per tahun, atau sekitar Rp7.385 triliun. Penelitian ini menemukan bahwa petani kecil dengan lahan hingga 10 hektare memerlukan investasi rata-rata US$952 per hektare per tahun, atau sekitar US$2,19 per hari, guna meningkatkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim.
Nilai tersebut bahkan lebih rendah dibandingkan US$470 miliar per tahun yang menurut estimasi PBB dihabiskan untuk subsidi pertanian yang merugikan manusia dan lingkungan, serta hanya sepertiga dari US$1,4 triliun yang dikeluarkan oleh negara-negara berkembang untuk pembayaran utang pada 2023.
Namun, meski kebutuhannya sangat besar, realisasi pendanaan global untuk adaptasi petani kecil pada 2021 hanya mencapai US$1,59 miliar, atau 0,36% dari kebutuhan riil. Secara rata-rata, petani kecil saat ini masih harus menanggung beban adaptasi secara mandiri, dengan mengalokasikan 20–40% pendapatan tahunan mereka, yang setara dengan sekitar US$368 miliar per tahun, untuk menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin intens.
#adaptasi-iklim #petani-kecil #asia-tenggara #pembiayaan-iklim #keamanan-pangan #pertanian-berkelanjutan #agroekologi #sistem-peringatan-dini #asuransi-pertanian #layanan-digital #prakiraan-cuaca #komo