Bisnis.com, JAKARTA — Transportasi umum seperti Transjakarta, KRL, MRT, dan LRT menjadi andalan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya dalam melakukan aktivitas sehari hari.
Di samping tarifnya yang cukup terjangkau, menggunakan moda kereta api juga menjadi pilihan karena ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan.
Sementara itu, Transjakarta, baik BRT dan Non-BRT hingga JakLingko, dapat membantu masyarakat mencapai tujuan akhir yang jauh dari simpul kereta api, bahkan dengan tarif Rp0 untuk layanan Mikrotrans.
Meski sempat tercetus rencana kenaikan tarif Transjakarta, hingga saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa pihaknya belum akan menaikkan biaya tersebut dalam waktu dekat.
Melihat dari sisi kapasitas angkutan umum, Commuter Line atau KRL memiliki frekuensi operasional sebanyak 1.063 perjalanan per hari per 2025. Untuk setiap rangkaian dengan jumlah 12 gerbong, KRL dapat mengangkut sampai dengan 3.400 penumpang.
Sementara satu kereta MRT mampu menampung 200-300 penumpang, sehingga satu set rangkaian dengan 6 kereta mampu menampung sekitar 1.200 – 1.800 penumpang.
MRT Jakarta saat ini baru melayani rute Lebak Bulus—Bundaran HI. Adapun pembangunan MRT Fase 2A Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) tengah berlangsung dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.
Fase 2A terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah (Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota) dengan total panjang jalur sekitar 5,8 kilometer.
Kemudian satu kereta LRT Jakarta mampu menampung hingga 135 penumpang, sementara satu rangkaian LRV atau satu trainset dapat menampung hingga 270 penumpang baik yang duduk maupun yang berdiri.
Saat ini, LRT Jakarta baru melayani rute Velodrome—Pegangsaan Dua. Namun, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai tengah berlangsung dan ditargetkan rampung akhir 2026.
Berbeda dengan LRT Jabodebek yang memiliki kapasitas angkut atau daya tampung lebih banyak dari LRT Jakarta. Dalam satu rangkaian, mampu mengangkut 1.308 penumpang dengan rangkaian 6 kereta pada setiap trainset/rangkaian LRT Jabodebek.
LRT Jabodebek saat ini melayani dua rute, yakni Harjamukti—Dukuh Atas dan Bekasi—Dukuh Atas.
Tarif Transjakarta, MRT, KRL, LRT pada Awal 2026
Transjakarta
- Tarif flat Rp3.500
- Tarif ekonomis Rp2.000 khusus berlaku pada jam 05.00 hingga 07.00.
Royaltrans
-Rute standar Rp20.000
-Rute khusus Rp35.000 (khusus rute S13, S14, dan T21)
Mikrotrans (JakLingko)
Rp0
KRL
Rp3.000 untuk 25 km pertama dan Rp1.000 setiap 10 km berikutnya
MRT Jakarta
Rp4.000 sampai dengan Rp14.000
LRT Jakarta
Rp5.000
LRT Jabodebek
- Rp5.000 dan Rp700 per kilometer
- Tarif maksimal Rp10.000 di luar jam sibuk (09.00—15.59 dan 20.00—akhir operasional)
- Tarif maksimal Rp20.000 di jam sibuk (06.00–08.59 dan 16.00—19.59)