Bisnis.com, JAKARTA — PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro melaporkan proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai telah mencapai progres 89,22%.
Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin menyampaikan bahwa pembangunan ini mendukung penguatan mobilitas perkotaan yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
“Hingga saat ini, pembangunan terus bergerak melampaui target dengan deviasi positif sebesar 89,22% per 31 Desember 2025,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip pada Minggu (11/1/2026).
Sementara itu, per 9 Januari 2026, perlintasan jalur layang LRT di atas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono berhasil tersambung 100%.
Bentang girder sepanjang 120 meter ini dibangun dengan metode balanced cantilever, yang memungkinkan konstruksi berpresisi tinggi tanpa penutupan total jalan tol yang tetap beroperasi.
Dengan capaian tersebut, jalur layang LRT Jakarta secara fisik dari Kelapa Gading hingga Jalan Pramuka, yang menghubungkan Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat melalui jaringan rel terintegrasi, telah tersambung secara penuh.
Saat ini, rute LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Velodrome yang telah beroperasi memiliki panjang 5,8 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 13 menit. Sementara itu, rute Velodrome–Manggarai yang segera rampung merupakan perpanjangan dari rute tersebut dengan panjang 6,4 kilometer.
Dengan demikian, perjalanan dari Kelapa Gading menuju Manggarai diperkirakan berdurasi sekitar 27 menit setelah pembangunan Fase 1B rute Velodrome–Manggarai rampung pada Agustus 2026.
Nantinya, rute Velodrome–Manggarai akan memiliki lima stasiun, yaitu Stasiun Pemuda Rawamangun, Pramuka BPKP, Pasar Pramuka, Matraman, dan Manggarai.
Iwan menekankan bahwa LRT Jakarta berperan signifikan dalam menurunkan emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan kendaraan pribadi.
Peningkatan jumlah pengguna LRT Jakarta juga menunjukkan adanya pergeseran perilaku masyarakat menuju transportasi umum, yang berdampak pada pengurangan kemacetan dan penurunan jejak karbon kota.
Sebagai moda transportasi berbasis listrik, LRT Jakarta berkontribusi dalam menekan emisi karbon serta mendorong peralihan masyarakat ke transportasi publik.
Sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global, capaian ini menegaskan komitmen Jakpro untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang andal, aman, dan berkelanjutan bagi warga Jakarta.
Secara kolektif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, dengan target peningkatan jumlah penumpang mencapai 18 juta orang pada 2028.