Penjualan tiket Lebaran KAI 2026 mencapai 3,12 juta dari 4,49 juta kursi. Masih tersedia 1,37 juta kursi. Tiket bisa dibeli melalui aplikasi KAI dan kanal resmi. [889] url asal
Bisnis.com, PURWOKERTO - Penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan tren peningkatan. Hingga 15 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 3.125.366 tiket telah terjual atau 69,5 persen dari total 4.498.696 tempat duduk yang disediakan untuk perjalanan Kereta Api Jarak Jauh dan Kereta Api Lokal selama periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026. Dengan capaian tersebut, masih tersedia sekitar 1.373.330 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan selama periode Lebaran.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa tren perjalanan masyarakat mulai terlihat sejak awal periode Angkutan Lebaran.
Permintaan perjalanan dengan kereta api mulai meningkat sejak pertengahan Maret. Data penjualan menunjukkan masyarakat sudah mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal, terutama pada layanan kereta api jarak jauh,” ujar Anne.
Untuk layanan Kereta Api Jarak Jauh, penjualan tiket tercatat 2.886.263 tiket atau 80,8 persen dari total 3.571.760 tempat duduk yang disediakan. Artinya, masih terdapat sekitar 685.497 tempat duduk yang dapat dipesan masyarakat untuk perjalanan mudik maupun arus balik.
Sementara itu, pada layanan Kereta Api Lokal yang dikelola KAI, penjualan tiket mencapai 239.103 tiket atau 25,8 persen dari total 926.936 tempat duduk yang tersedia. Masih terdapat sekitar 687.833 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan pelanggan. Penjualan tiket kereta lokal umumnya meningkat mendekati waktu keberangkatan karena sebagian besar layanan baru dapat dipesan mulai H-7 sebelum perjalanan.
Selama empat hari pertama masa Angkutan Lebaran KAI, yakni 11 hingga 14 Maret 2026, KAI telah melayani 689.318 pelanggan baik pada layanan Kereta Api Jarak Jauh maupun Kereta Api Lokal yang dikelola KAI.
Adapun okupansi harian Kereta Api Jarak Jauh tercatat sebagai berikut:
• 11 Maret: 101.617 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (63,7%) • 12 Maret: 126.208 pelanggan dari 159.404 kapasitas tempat duduk (79,2%) • 13 Maret: 165.675 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (101,4%) • 14 Maret: 185.866 pelanggan dari 163.432 kapasitas tempat duduk (113,7%)
Anne menjelaskan bahwa okupansi yang melampaui 100 persen terjadi karena adanya penumpang dinamis, yaitu pola naik dan turun pelanggan di stasiun perantara.
Dalam satu perjalanan kereta api jarak jauh, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi yang berbeda. Hal ini memungkinkan jumlah pelanggan yang dilayani lebih besar dibandingkan jumlah kursi yang tersedia,” jelas Anne.
Berdasarkan data sementara hingga 15 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, pergerakan penumpang kereta api jarak jauh masih tinggi. Pada hari ini diperkirakan 160.815 pelanggan akan melakukan perjalanan dengan kereta api jarak jauh atau sekitar 98,4 persen dari total kapasitas 163.432 tempat duduk yang disediakan.
Sejumlah kereta api dengan tingkat permintaan tinggi pada periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, dan KA Rajabasa.
Meski demikian, masyarakat masih dapat menemukan ketersediaan tempat duduk pada sejumlah layanan seperti KA Argo Lawu relasi Gambir–Solo, KA Argo Anjasmoro relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi, serta KA Kaligung relasi Cirebon Prujakan–Semarang Poncol.
Anne menambahkan bahwa pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif perjalanan dengan mengubah jadwal keberangkatan, memilih relasi berbeda, atau memanfaatkan skema perjalanan lanjutan (connecting train) untuk mendapatkan pilihan perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan. Informasi terkait jadwal dan ketersediaan tiket dapat diakses melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, serta kanal penjualan resmi lainnya.
Untuk memastikan kelancaran operasional selama masa Angkutan Lebaran, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan ramp check sarana dan prasarana. Pemeriksaan mencakup kesiapan sarana, kondisi jalan rel, sistem keselamatan operasional, serta pemenuhan standar pelayanan minimum di stasiun maupun kereta api.
Selain itu, KAI juga mengoperasikan Posko Terpadu Angkutan Lebaran dan menyiagakan 3.028 petugas tambahan yang ditempatkan pada berbagai titik pelayanan, pengamanan, kebersihan, serta penjagaan perlintasan sebidang.
Dari sisi sistem digital, KAI telah memperkuat Rail Ticketing System (RTS) melalui migrasi infrastruktur pada 21 Januari 2026. Sistem ini dirancang untuk menangani lonjakan transaksi selama periode penjualan tiket Lebaran dengan kapasitas antrean hingga 25.000 transaksi per menit, sehingga proses pembelian tiket dapat berlangsung lebih stabil.
Seiring dengan meningkatnya mobilitas pelanggan, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin juga melakukan peninjauan pelaksanaan Posko Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Daerah Operasi 5 Purwokerto pada Sabtu (14/3).
Direktur Utama KAI Tinjau Posko Angkutan Lebaran di Purwokerto
Setibanya di Stasiun Purwokerto, Bobby meninjau sejumlah titik pelayanan pelanggan mulai dari area loket, ruang tunggu, hingga Posko Terpadu. Ia juga memperhatikan akses Pintu Keluar Barat Stasiun Purwokerto yang terintegrasi dengan layanan Trans Banyumas untuk memastikan konektivitas antarmoda berjalan lancar bagi pelanggan.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby menyapa para pemudik yang tengah menunggu keberangkatan serta berdialog dengan petugas layanan di stasiun. Ia juga memimpin Rapat Evaluasi Posko Angkutan Lebaran 2026 bersama jajaran manajemen Daop 5 Purwokerto secara hybrid.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menekankan bahwa kualitas layanan yang dirasakan pelanggan menjadi perhatian utama selama masa Angkutan Lebaran.
“Selain capaian operasional, pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama. Senyuman pelanggan dan perjalanan yang lancar menjadi indikator penting dari layanan yang diberikan oleh seluruh insan KAI,” ujar Bobby.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap menjaga kewaspadaan terhadap kondisi cuaca serta memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan secara konsisten, terutama bagi petugas operasional di lintas dan perlintasan.
“Melalui kesiapan operasional, penguatan sistem, serta kehadiran petugas di lapangan, KAI terus menjaga layanan perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 agar tetap aman, nyaman, dan lancar bagi masyarakat,” tutup Bobby.
PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat segera memesan tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran ... [323] url asal
Permintaan tiket kereta api meningkat signifikan sehingga calon penumpang perlu lebih cermat dan sigap dalam melakukan pemesanan
Madiun (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Persero (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun, Jawa Timur, mengingatkan masyarakat segera memesan tiket kereta api untuk masa Angkutan Lebaran 2026 guna mengantisipasi kehabisan karena lonjakan permintaan.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari di Madiun, Sabtu, mengatakan KAI Daop 7 Madiun secara resmi telah membuka pemesanan tiket kereta api masa Angkutan Lebaran 2026 untuk H-45 sebelum keberangkatan, yakni mulai tanggal 25 Januari 2026.
Masyarakat diimbau untuk segera merencanakan perjalanan agar tidak kehabisan tiket pada tanggal-tanggal favorit mudik.
"Masa libur Lebaran merupakan periode dengan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Permintaan tiket kereta api meningkat signifikan sehingga calon penumpang perlu lebih cermat dan sigap dalam melakukan pemesanan," ujar Tohari.
Sebagai informasi, pemesanan tiket untuk periode Lebaran 2026 ini telah dibuka sejak 25 Januari 2026 lalu untuk keberangkatan 12 Maret 2026 (H-10) dan seterusnya.
Berdasarkan jadwal tersebut, pada hari ini, Sabtu (31/1/2026), masyarakat sudah dapat melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan Selasa, 17 Maret 2026.
Guna meningkatkan peluang masyarakat mendapatkan tiket KA yang diinginkan, KAI Daop 7 Madiun membagikan sejumlah petunjuk praktis.
Di antaranya tentukan jadwal sejak dini, koneksi internet yang stabil, cek secara berkala ketersediaan, serta gunakan fitur Connecting Train atau kereta sambungan di aplikasi Access by KAI.
"Semakin rajin mengecek secara berkala dan me-refresh aplikasi, peluang mendapatkan tiket semakin besar karena tiket batal bisa muncul kapan saja di sistem," kata Tohari.
KAI menekankan agar masyarakat hanya melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi untuk menghindari risiko penipuan atau kerugian dengan membayar tiket berlebih.
Kanal resmi tersebut meliputi: Aplikasi Access by KAI, Laman resmi booking.kai.id, dan Mitra resmi yang telah bekerja sama dengan KAI.
"Jangan sampai terlewat memesan tiket di tanggal favorit. Kami berkomitmen senantiasa menyediakan moda transportasi yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu," katanya.
Jakarta: Masa Liburan Lebaran 2026 kian mendekat. Melalui skema pemesanan H-45, PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka penjualan tiket kereta api secara bertahap, sehingga masyarakat yang melakukan pemesanan pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi KAI dalam mengelola lonjakan mobilitas secara lebih tertib dan terencana.
“Dengan sistem H-45, pelanggan memiliki waktu yang cukup untuk menyusun rencana perjalanan. Ini juga membantu KAI dalam mendistribusikan arus penumpang agar lebih merata selama masa Angkutan Lebaran,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Jumat, 23 Januari 2026.
Jadwal pemesanan tiket kereta lebaran 2026
Penjualan tiket dilakukan secara bertahap sesuai tanggal keberangkatan. Adapun jadwal pembukaan pemesanan adalah sebagai berikut: • Pemesanan tiket pada 25 Januari 2026 untuk keberangkatan 11 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 26 Januari 2026 untuk keberangkatan 12 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 27 Januari 2026 untuk keberangkatan 13 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 28 Januari 2026 untuk keberangkatan 14 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 29 Januari 2026 untuk keberangkatan 15 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 30 Januari 2026 untuk keberangkatan 16 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 31 Januari 2026 untuk keberangkatan 17 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 1 Februari 2026 untuk keberangkatan 18 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 2 Februari 2026 untuk keberangkatan 19 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 3 Februari 2026 untuk keberangkatan 20 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 4 Februari 2026 untuk keberangkatan 21 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 5 Februari 2026 untuk keberangkatan 22 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 6 Februari 2026 untuk keberangkatan 23 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 7 Februari 2026 untuk keberangkatan 24 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 8 Februari 2026 untuk keberangkatan 25 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 9 Februari 2026 untuk keberangkatan 26 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 10 Februari 2026 untuk keberangkatan 27 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 11 Februari 2026 untuk keberangkatan 28 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 12 Februari 2026 untuk keberangkatan 29 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 13 Februari 2026 untuk keberangkatan 30 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 14 Februari 2026 untuk keberangkatan 31 Maret 2026 • Pemesanan tiket pada 15 Februari 2026 untuk keberangkatan 1 April 2026
Anne mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi KAI, yakni aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, Contact Center KAI 121, mitra penjualan resmi, serta online travel agent yang bekerja sama dengan KAI.
“Kami mengajak masyarakat untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi agar terhindar dari risiko penipuan maupun biaya tambahan yang tidak semestinya,” tutur Anne.
KAI melakukan migrasi sistem pemesanan tiket jelang Lebaran, seluruh channel online tidak dapat diakses sementara pada 21 Januari 2026 dini hari. [373] url asal
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersiap menghadapi tingginya permintaan tiket mudik Lebaran dengan memperkuat infrastruktur digital pemesanan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah migrasi dan peningkatan kapasitas Rail Ticketing System (RTS) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 21 Januari 2026, pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.
Langkah ini mencakup seluruh sistem pemesanan tiket, baik Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) maupun KA Lokal, termasuk layanan KAI Commuter.
Selama proses tersebut, seluruh kanal pemesanan tiket secara online tidak dapat diakses sementara.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan peningkatan infrastruktur ini dilakukan untuk memastikan seluruh kanal pemesanan tiket memiliki performa yang stabil dan responsif, terutama saat menghadapi lonjakan transaksi yang sangat tinggi pada masa pemesanan tiket Lebaran.
“Kami melakukan migrasi ke infrastruktur sistem yang lebih modern agar seluruh kanal pemesanan, baik aplikasi Access by KAI maupun mitra penjualan lainnya memiliki kemampuan menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time. Hal ini sangat penting agar masyarakat dapat memesan tiket mudik dengan lebih lancar tanpa kendala teknis,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Mengingat tetap adanya aktivitas perjalanan kereta api pada jam tersebut, KAI memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan melalui langkah-langkah berikut:
- Pelayanan Tiket di Stasiun: Bagi calon penumpang yang ingin membeli tiket secara mendadak (go-show) atau melakukan transaksi darurat, pelayanan tetap dialihkan secara manual melalui loket stasiun (offline).
- Proses Boarding: Operasional keberangkatan dan kepulangan penumpang tetap berjalan sesuai jadwal. Petugas telah menyiapkan manifest penumpang secara manual untuk memastikan proses boarding di stasiun tidak terganggu.
- Waktu Pemeliharaan: Pemilihan waktu dini hari dilakukan dengan pertimbangan trafik transaksi yang paling rendah, sehingga dampak terhadap calon penumpang dapat diminimalisir.
- Penyimpanan Tiket: Penumpang yang berangkat pada periode migrasi diimbau menyimpan screenshot tiket/kode booking dari aplikasi atau mengecek kode booking di email untuk memperlancar proses boarding.
KAI menegaskan bahwa seluruh data pelanggan dan riwayat transaksi dipastikan tetap aman selama proses transisi berlangsung.
Perencanaan matang dan pengujian berlapis telah dilakukan untuk memastikan sistem kembali beroperasi normal tepat pada pukul 04.00 WIB.
“Kami memohon dukungan dan kerja sama pelanggan agar dapat mengatur kembali waktu transaksi tiketnya selama kegiatan ini berlangsung. Peningkatan sistem ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat yang ingin merencanakan perjalanan Lebaran dengan aman dan nyaman,” tutur Anne.
(ANN)
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56