Bisnis.com, JAKARTA - Hormon kortisol memiliki banyak fungsi seperti membantu mengatur tekanan darah dan mengontrol siklus tidur Anda.
Namun, stres kronis dapat membuat kadar kortisol Anda tetap tinggi, yang seiring waktu meningkatkan risiko banyak masalah kesehatan, termasuk depresi.
Sebaliknya, menurunkan kortisol dapat membantu memperbaiki suasana hati Anda.
Berikut cara menurunkan hormon kortisol dilansir dari webmd
1. Olahraga teratur
Olahraga teratur misalnya jalan cepat 30 menit atau bersepeda dapat membantu menjaga kadar kortisol Anda tetap terkendali. Namun, beberapa jenis olahraga mungkin memiliki efek yang lebih menenangkan. Latihan somatik mendorong Anda untuk fokus pada bagaimana tubuh Anda merasakan saat ini ketika Anda bergerak. Yoga, tai chi, Pilates, dan tari hanyalah beberapa contoh latihan somatik. Latihan somatik, seperti gerakan lainnya, melakukan lebih dari sekadar menurunkan kortisol. Mereka juga melepaskan hormon "kebahagiaan": serotonin, dopamin, oksitosin, dan endorfin.
2. Luangkan Waktu di Luar Ruangan
Saat Anda perlu bersantai, minumlah pil alam: resep sederhana namun efektif untuk menghabiskan waktu di antara pepohonan atau berinteraksi dengan alam. Penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di luar ruangan yang dikelilingi alam berjalan, hanya duduk, atau keduanya menurunkan kortisol Anda secara signifikan. Anda akan mendapatkan manfaat terbesar jika Anda menghabiskan 20-30 menit di lingkungan alami seperti taman yang tenang. Tetapi kortisol Anda akan terus menurun semakin lama Anda berhubungan dengan lingkungan alami.
3. Optimalkan Diet Anda
Kortisol meningkatkan keinginan untuk makanan tinggi kalori dan tinggi karbohidrat, memperlambat metabolisme Anda, dan membuat tubuh Anda menyimpan lemak: resep untuk penambahan berat badan. Rencana makan seperti diet Mediterania dapat membantu Anda mengelola kortisol Anda. Kuncinya adalah fokus pada makanan utuh alami yang bergizi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sumber lemak sehat, termasuk ikan seperti tuna dan salmon, alpukat, biji-bijian, dan minyak zaitun. Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan stres dan depresi, seperti kafein, alkohol, dan makanan dengan tambahan gula.
4. Cobalah Pernapasan Dalam
Mengambil napas panjang, dalam, dan teratur sambil mengaktifkan diafragma dapat menurunkan kortisol, mengurangi stres, dan berpotensi memperbaiki gejala depresi. Begini caranya: Duduk atau berbaring dan bernapaslah normal selama sekitar satu menit, menghirup melalui hidung dan menghembuskan napas melalui mulut. Kemudian, selama beberapa menit, ulangi langkah-langkah ini: Hirup dalam-dalam, biarkan perut Anda mengembang selama empat detik, tahan selama empat detik, dan hembuskan perlahan selama empat detik, lepaskan ketegangan. Latihan teratur membuatnya sangat menenangkan. Jika Anda merasa pusing, ambil napas yang lebih dangkal dan pendek.
5. Bangun dan Jaga Hubungan Baik
Merasa stres? Telepon teman. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa kesepian jangka panjang meningkatkan kortisol dan hormon stres lainnya. Ini juga merupakan faktor pemicu depresi dan kecemasan. Tetap terhubung dengan teman atau menjalin pertemanan baru dapat menenangkan dan meningkatkan suasana hati. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketika wanita menghabiskan waktu bersama teman-teman mereka dan saling membantu memecahkan masalah, kadar kortisol mereka menurun. Teman-teman Anda juga dapat membantu Anda melewati masa-masa sulit, meningkatkan kepercayaan diri dan rasa memiliki, serta menjaga kebiasaan sehat.
6. Latih Teknik Penguatan Diri
Teknik penguatan diri berfokus pada momen saat ini. Melakukannya dapat mengurangi stres serta menenangkan perasaan depresi. Banyak di antaranya dapat dilakukan di mana saja, kapan saja Anda membutuhkannya. Misalnya, bayangkan diri Anda berada di tempat yang tenang dan aman, apa pun artinya bagi Anda. Apakah pikiran Anda dipenuhi dengan pikiran negatif? Bacalah alfabet untuk menghentikannya. Lakukan peregangan, beberapa pose yoga dasar, dan putar musik. Ini dan banyak lagi dapat menurunkan kortisol Anda.
7. Jangan Meremehkan Tawa
Menonton sitkom, berbagi cerita lucu dengan teman, menonton komedian stand-up — apa pun yang membuat Anda tertawa dapat mengurangi stres. Bahkan, satu tawa terbahak-bahak dapat mengurangi kortisol Anda hingga hampir 40%. Terapi tawa, atau yoga tawa, yang menggabungkan tawa dengan pernapasan dalam, peregangan, dan meditasi, dapat menjadi bagian dari rencana perawatan depresi yang efektif.
8. Tidur yang Nyenyak
Ini adalah lingkaran setan ganda: Stres dan depresi dapat membuat sulit tidur, dan kurang tidur dapat meningkatkan kortisol dan memperburuk depresi. Cobalah bernapas perlahan dan lembut selama sekitar lima menit. Trik lain: relaksasi otot progresif. Saat Anda menarik napas, tegangkan sekelompok otot, lalu rilekskan saat Anda menghembuskan napas. Mulailah dari kepala, wajah, dan leher, dan terus ke bawah hingga kaki, targetkan kelompok otot satu per satu. Ulangi jika perlu. Jika masalah tidur berlanjut, temui dokter Anda.
9. Bereksperimen
Banyak hal yang dapat membantu Anda menurunkan kortisol dan mengurangi stres, tetapi karena setiap orang berbeda, menemukan apa yang cocok untuk Anda mungkin membutuhkan uji coba dan kesalahan. Meditasi, latihan pernapasan, dan kesadaran dapat menenangkan pikiran dan detak jantung Anda yang berdebar kencang. Tidak ingin duduk diam? Berjalan-jalan, bersepeda, berkebun, atau bergeraklah. Aktivitas fisik menurunkan kortisol dan meningkatkan suasana hati. Yoga adalah latihan lain yang membantu Anda rileks. Anda juga bisa mulai membuat jurnal. Menuliskan pikiran Anda dapat membantu Anda melepaskan perasaan negatif.
10. Banyak bergerak
Sebutkan aktivitas fisik apa pun mulai dari berjalan kaki hingga berolahraga di gym hingga melakukan pekerjaan rumah tangga dan kemungkinan besar, itu akan membantu Anda menghilangkan stres. Bergerak memicu pelepasan zat kimia otak yang meningkatkan suasana hati seperti endorfin. Fokuskan perhatian pada tubuh Anda saat bergerak — 30 menit sehari adalah tujuan yang bagus untuk mengalihkan pikiran Anda dari apa pun yang membuat Anda khawatir. Jika gerakan teratur belum menjadi bagian dari rutinitas harian Anda, mulailah perlahan dan pikirkan untuk membagi aktivitas Anda menjadi bagian-bagian berdurasi 10 menit.
11. Istirahatlah Secara Teratur di Tempat
Baik pekerjaan maupun sekolah dapat menjadi sumber stres. Beristirahatlah dari waktu ke waktu untuk bersantai dan mengisi ulang energi. Atur pengatur waktu untuk mengingatkan Anda untuk beristirahat sejenak setiap jam. Selama beberapa menit, lakukan sesuatu yang menenangkan. Regangkan bahu, punggung, dan leher Anda. Lakukan meditasi singkat dengan panduan aplikasi ponsel pintar, atau berjalan-jalan sebentar. Bonus: Setelah istirahat, Anda akan lebih mampu fokus pada pekerjaan, dan itu dapat membuat sisa hari Anda menjadi lebih tidak stres.