Bisnis.com, JAKARTA - Di era modern ini, banyak muncul kebiasaan baru, yang kita semua ketahui dan sepakati bahwa dampaknya sangat buruk bagi kesehatan. Mulai dari vaping, minum alkohol, hingga kurang tidur karena stres, kebiasaan-kebiasaan ini bisa menjadi pembunuh diam-diam.
Dilansir Times Entertainment, Ahli bedah kardiovaskular, Dr. Jeremy London, baru-baru ini memeringkat lima kebiasaan gaya hidup sehari-hari berdasarkan seberapa buruk dampaknya bagi kesehatan kita. Temuan ini membuka mata dan sekaligus memberdayakan karena pengetahuan selalu menjadi awal dari perubahan.
1. Vaping —10 dari 10
Vaping saat ini mungkin terlihat keren, tidak hanya pria, para wanita dan anak muda pun tak lagi malu-malu menggunakannya di tempat umum. Beraroma buah, dan lebih menyenangkan daripada rokok, tetapi di dalam tubuh, vaping sama beracunnya. Dr. London bahkan memberi vaping skor 10 dari 10 untuk bahayanya.
Dia menjelaskan mengapa vaping begitu berbahaya, dan menipu karena orang-orang menganggapnya sebagai "alternatif yang lebih sehat" dibandingkan dengan merokok.
Sebenarnya, vaping hanyalah cara berbeda dalam memasukkan zat kimia yang tetap merusak pembuluh darah dan jaringan jantung. Dr. London telah melihat pasien muda yang belum pernah merokok, tetapi menggunakan vape setiap hari, menunjukkan tanda-tanda stres kardiovaskular sejak dini. Ilusi keamanan membuatnya semakin berisiko karena mereka melegitimasi kecanduan dengan label baru.
2. Stres — 8 dari 10
Stres tidak selalu buruk, menurut Dr. London. Stres yang memaksa Anda memenuhi tenggat waktu atau bekerja keras saat latihan terkadang membuat Anda lebih tangguh. Namun, ketika stres menjadi berkepanjangan dan kronis, ketika berubah menjadi kecemasan, kelelahan, atau kelelahan emosional, stres mulai menggerogoti jantung secara diam-diam.
Dr. London menyebut stres sebagai "cedera tak terlihat". Anda tidak dapat melihatnya, tetapi stres bisa memengaruhi segalanya, mulai dari tekanan darah, siklus tidur-bangun, hingga keinginan makan.
Stres kronis menyebabkan peradangan, dan peradangan biasanya merupakan awal mula penyakit. Ia memberi nilai 8 dari 10, bukan karena akan membunuh Anda, tetapi karena perlahan-lahan akan merusak kesehatan jantung Anda seiring waktu.
3. Soda — 4 dari 10
Soda mungkin tidak seburuk minuman lain, tetapi Dr. London tetap tidak memberikannya nilai kurang dari 4. Ia sendiri tidak mengonsumsinya, bukan hanya karena gulanya, tetapi juga karena kebiasaan dan kemungkinan membuat kecanduannya.
Minuman manis meningkatkan kadar glukosa darah, mendorong tubuh menuju resistensi insulin, dan akhirnya masalah metabolisme. Bahkan soda diet pun tidak aman, dia mengatakan soda diet membuat orang menginginkan makanan cepat saji, menciptakan lingkaran setan.
Soda mungkin tidak berada di puncak daftar ancaman, tetapi merupakan bagian berbahaya dari gizi buruk dan energi yang tidak stabil.
4. Kurang tidur — 10 dari 10
Tidur, menurut Dr. London, bukanlah sebuah kenikmatan. Ini masalah pengobatan. Ia memberi nilai 10 untuk pengaruh kualitas tidur yang buruk terhadap kesehata. Alasannya sederhana, karena jika Anda tidak beristirahat, tubuh Anda tidak akan memperbaiki dirinya sendiri. Hormon bisa menjadi tidak seimbang, tekanan darah meningkat, dan jantung bekerja terlalu keras tanpa istirahat.
Dia mengatakan bahkan dia sendiri pernah berjuang melawan pola tidur yang aneh dan menyaksikan betapa cepatnya hal itu memengaruhi suasana hati, fokus, dan energi. Kurang tidur tidak hanya membuat Anda merasa gelisah, tetapi sebenarnya membantu umur Anda berkurang lebih cepat. Kurang tidur adalah salah satu faktor penentu kesehatan yang banyak orang enggan mempercayainya, sampai mereka benar-benar mengalaminya.
5. Alkohol — 10 dari 10
Terakhir dalam daftar ini, dan semua orang tahu adalah alkohol, yang juga mendapat nilai 10. Hal itu mungkin mengejutkan bagi sebagian orang mengingat betapa lazimnya minum-minum bahkan di Indonesia dengan warga mayoritas muslim.
Namun, Dr. London menekankan bahwa alkohol dapat merusak pada tingkat sel, khususnya sel otak dan jantung. Alkohol dapat mengganggu tidur, meningkatkan tekanan darah, dan dalam kebanyakan kasus, menyebabkan kecanduan.
Penelitian sekarang juga banyak yang menunjukkan bahwa minum dalam jumlah sedang dapat meningkatkan risiko demensia dan penyakit kardiovaskular. Dia menjelaskan bahwa dampak alkohol bersifat kumulatif. Setiap konsumsi meninggalkan residu, dan setelah beberapa dekade, residu tersebut terakumulasi dan menyebabkan kerusakan yang dramatis.
Jika Anda melihat daftarnya, pesannya jelas, bukan hanya soal apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita, tetapi seberapa sering kita mengekspos diri kita pada kerusakan.
Vaping, kurang tidur, dan minum minuman keras semuanya menempati posisi nomor satu karena keduanya berisiko jangka pendek dan jangka panjang. Stres menyusul segera setelahnya, memicu setiap kebiasaan lain dalam daftar. Bahkan soda, yang mungkin tampak tidak penting, menunjukkan seberapa cepat kita dapat mengubah kesehatan menjadi penyakit yang seharusnya tidak perlu.