PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memastikan ketersediaan stok emas dari supplier berada dalam kondisi memadai, mengantisipasi permintaan ke depan ... [368] url asal
Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) memastikan ketersediaan stok emas dari supplier berada dalam kondisi memadai, mengantisipasi permintaan ke depan yang diperkirakan terus meningkat.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan bahwa ke depan, perseroan melihat permintaan emas masih terus meningkat.
Untuk itu, kata dia, BSI akan memastikan kesiapan dari sisi persediaan, serta edukasi nasabah agar investasi emas dilakukan secara bertahap dan berorientasi jangka panjang.
“Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik,” kata Anton.
Untuk diketahui, harga emas menunjukkan tren peningkatan yang signifikan, dengan kenaikan lebih dari 50 persen dalam satu tahun terakhir.
Pada Rabu (4/3), harga emas Antam berdasarkan laman Logam Mulia tercatat sebesar Rp3.045.000 per gram.
Menurut perseroan, minat nasabah BSI terhadap layanan emas melampaui ekspektasi. Selain karena keunikannya, emas juga menjadi investasi yang aman dan mudah sesuai dengan prinsip syariah.
Tren investasi emas turut mendorong pertumbuhan bisnis di BSI. Kenaikan jumlah nasabah bank emas (bullion bank) di BSI dari Januari hingga Februari 2026 (year to date/ytd) naik 44 persen dan penjualan selama tahun 2026 sudah mencapai 58 persen dari total penjualan tahun 2025.
Hal ini dipicu dari multiplier effect kondisi global terkait ketegangan di Timur Tengah yang memberikan pengaruh terhadap permintaan emas seiring dengan kenaikan harga emas.
Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan tersebut, BSI menyampaikan bahwa pihaknya telah memiliki inventory manajemen yang baik.
Guna memenuhi kebutuhan emas nasabah, BSI saat ini telah bekerja sama dengan beberapa supplier. Perseroan tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya akan menambah supplier dengan beberapa kajian dan pertimbangan penerapan manajemen risiko yang tepat.
Kemudahan pembelian emas bullion bank BSI secara real-time melalui superapps BYOND juga mendorong masyarakat membeli emas dengan aman dan mudah.
Dengan kemudahan ini, nasabah bisa melakukan pembelian dengan harga mulai dari sekitar Rp50.000. Nasabah juga dapat melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama rekening BSI Emas.
Selain itu, nasabah yang ingin mencetak emasnya juga dapat mengajukan melalui aplikasi dan melakukan pengambilan di kantor cabang yang telah dipilih.
Harga emas melonjak di Surabaya, warga antre sejak pagi untuk membeli emas batangan di Galeri24. Stok terbatas, banyak beralih ke investasi emas alternatif. [618] url asal
Bisnis.com, SURABAYA — Harga emas yang trennya menanjak beberapa waktu belakangan memicu lonjakan minat investasi logam mulia oleh warga di Surabaya. Banyak dari masyarakat yang kemudian berbondong-bondong untuk bisa berburu emas batangan.
Fenomena tersebut tampak di sejumlah gerai emas, salah satunya di distro emas Galeri24 Dinoyotangsi, Surabaya. Sejak sebelum matahari menyingsing, sejumlah orang bahkan dilaporkan rela untuk menunggu di halaman gerai emas tersebut untuk bisa memperoleh emas batangan.
Salah satu warga Pandegiling, Surabaya, Lia (29), mengaku mulai tertarik untuk berkecimpung dalam investasi emas seiring dengan harga gramasinya yang terus melonjak. Meski begitu, dirinya masih membeli logam mulia dengan denominasi kecil.
“Harga emas ini naik terus dari hari ke hari ya. Jadi saya tertarik investasi emas, mulai dari kecil-kecil dulu aja, 1,2, atau 5 gram, anggap kayak nabung juga,” beber Lia, Rabu (28/1/2026).
Sementara itu, Manajer Distro Galeri24 Dinoyotangsi Surabaya Dwi Ariyanto menjelaskan bahwa grafik pembelian emas saat ini cukup melonjak. Fenomena tersebut menurutnya sudah berlangsung sejak tahun-tahun sebelumnya.
“Trennya sama kayak tahun lalu tetap naik karena memang permintaannya banyak, tetapi dari segi stok [emas fisik] terbatas,” ucap Dwi.
Menurutnya, harga emas yang semakin memuncak hingga Januari 2026 turut mendorong masyarakat untuk membeli emas di berbagai tempat, baik di gerai emas maupun instansi resmi penjual emas batangan.
“Otomatis nasabah berbondong-bondong untuk cari beraneka alternatif investasi dari berbagai toko maupun instansi pemerintah resmi yang menjual emas batangan,” jelasnya.
Dwi menyebut, stok yang tersedia beberapa waktu terakhir di Galeri24 masih didominasi oleh emas yang diproduksi secara mandiri. Sementara untuk emas Antam serta UBS saat ini stoknya tengah kosong.
“Jadi yang bisa kita upayakan itu stok yang dari pabrik, dari pabrik kita sendiri,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dwi mengungkap minat masyarakat yang tinggi juga nampak dari antrean yang sudah terjadi sejak pagi hari. Ia menyebut, emas dengan gramasi kecil hingga menengah masih menjadi primadona.
“Ukuran denom favorit sebenarnya masih 1, 2, 5, dan 10 gram, itu yang cepat banget habisnya,” terangnya.
Menurut Dwi, bila stok emas yang dipunyai sedang dalam kondisi normal dan melimpah, otomatis jumlah antrean bisa jauh lebih panjang.
“Kalau stok normal melimpah itu antrean bisa sampai 100 lebih, tapi karena memang stoknya terbatas sesuai dengan ketersediaan gramasi emasnya, itu paling banyak kisaran 20 sampai 50 antrean itu sudah habis,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, latar belakang emas batangan masih menjadi barang rebutan untuk dibeli oleh nasabah karena fluktuasinya yang relatif stabil, mudah untuk disimpan, dan risikonya lebih kecil bila dibanding produk emas lainnya.
“Karena memang dari segi fluktuasinya dia lebih stabil terus simpannya juga lebih gampang, risikonya juga lebih kecil untuk emas batangan,” bebernya.
Namun, dengan keterbatasan emas fisik yang kian menipis membuat sebagian warga beralih ke jenis alternatif investasi emas yang lain. Banyak dari warga yang kehabisan emas batangan kemudian memilih emas perhiasan, skema tabungan emas, cicilan emas, hingga emas digital sebagai preferensi investasi.
Manajer Bisnis Pegadaian CP Dinoyotangsi Gais Nomanto mengungkapkan masyarakat yang sebelumnya berkeinginan untuk membeli emas batangan secara kontan akhirnya memilih skema investasi lain usai menerima sosialisasi dan penjelasan yang runtut.
“Masyarakat, meskipun masih banyak yang belum tahu ya, jadi masuk ke sini itu maunya beli [emas secara] tunai, akhirnya kita bisa bersinergi, jadilah mereka akhirnya tetap bisa investasi,” beber Gais.
Dengan harga emas yang semakin melambung, Gais justru melihat faktor tersebut semakin mendorong minat masyarakat untuk membeli dan berinvestasi ke emas.
“Tren penjualan itu biasanya saat harga turun atau harga dunia koreksi, itu animonya berkurang, tapi saat kita bicara harga emas tinggi kayak gini gitu kan, malah meningkat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, harga emas pada Rabu (28/1) di Galeri24, emas Galeri24 dengan ukuran 1 gram dibanderol Rp3.024.000. Sementara emas Antam 1 gram dijual Rp3.265.000 dan emas UBS berada pada nominal jual Rp3.091.000 per gram.
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri Keuangan yang akan secara khusus mengatur bea keluar untuk komoditas emas.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, kebijakan ini dirancang untuk memenuhi makin tingginya permintaan emas di dalam negeri sejak kehadiran bullion bank, di tengah terus susutnya cadangan bijih emas di Indonesia.
Cadangan bijih emas Indonesia yang dicatat oleh Kementerian ESDM terbaru yakni sebesar 3.481 ton per 2023, dari posisi sebelumnya pada 2022 sebesar 3.510 ton. Indonesia merupakan pemilik cadangan tambang emas terbesar ke-4 dunia dengan porsi 5,6%, di bawah Australia yang di posisi pertama dengan poris 18,8%, Rusia 18,8%, dan Afrika Selatan 7,8%.
"Kami mendapat update bahwa permintaan masyarakat tinggi sekali, dan cukup sulit bagi mereka (bullion bank) untuk mendapatkan emas saat ini padahal kita cadangan emas nomor empat di dunia," kata Febrio saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (17/11/2025).
RPMK terbaru yang akan menetapkan tarif bea keluar emas ini rencananya akan terbit pada November 2025 dan berlaku dua pekan sejak diundungkan. PMK baru ini nantinya akan diikuti dengan penyusunan Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag dan Kepmendag terkait Harga Patokan Ekspor (HPE) Emas.
Dalam RPMK ini, Febrio mengatakan, komoditas yang akan dikenakan bea keluar pertama ialah dore dalam bentuk bongkah, ingot, batang tuangan, dan bentuk lainnya dengan tarif 12,5% bila Harga Mineral Acuan (HMA) lebih kecil atau sama dengan US$ 2.800 dan di atas US$ 3.200/troy ounce.
Sedangkan bila HMA emas di atas atau sama dengan US$ 3,200/troy ounce tarif bea kelaunya sebesar 15%.
Demikian juga untuk emas atau paduan emas dalam bentuk tidak ditempa, berbentuk granules, dan bentuk lainnya, tidak termasuk dore tarifnya 12,5% dan 15%.
Sedangkan untuk produk emas atau paduan emas dalam bentuk tidak ditempa, berbentuk bongkah, ingot, dan cast bars, tidak termasuk dore tarifnya 10% dan 12,5%. Sedangkan untuk minted bars tarifnya antara 7,5% dan 10%.
"Tarifnya akan lebih tinggi dibanding kalau makin hilir, ketika dia sudah dalam bentuk ingot atau cast bar, apalagi kalau dalam bentuk minted bars sehingga tarifnya lebih rendah," ucap Febrio.
Febrio memastikan, RPMK Bea Keluar Emas ini telah disepakati Kementerian atau Lembaga (K/L) terkait melalui rapat harmonisasi yang dipimpin Kementerian Hukum dan memperhatikan usulan Kementerian ESDM.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menyatakan memperkuat mekanisme beli kembali (buyback) dari masyarakat dan menjalin kolaborasi dengan perusahaan tambang untuk ... [391] url asal
ANTAM berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk emas Logam Mulia dengan cara yang aman, transparan, dan nyaman.
Luwu Timur, Sulawesi Selatan (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) menyatakan memperkuat mekanisme beli kembali (buyback) dari masyarakat dan menjalin kolaborasi dengan perusahaan tambang untuk mengatasi ketersediaan Logam Mulia ANTAM yang relatif terbatas di pasaran.
“Melalui langkah-langkah ini, ANTAM berharap masyarakat dapat kembali memperoleh akses yang lebih mudah terhadap produk emas Logam Mulia dengan cara yang aman, transparan, dan nyaman,” ujar Corporate Secretary ANTAM Wisnu Danandi dihubungi dari Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Selasa.
Dia menyampaikan, salah satu penyebab stok Logam Mulia ANTAM relatif terbatas di pasaran, yaitu karena sedang adanya penyesuaian yang dilakukan perusahaan dalam rangka penyempurnaan tata kelola sourcing untuk memastikan kelancaran administrasi dan kenyamanan bagi masyarakat dalam bertransaksi.
“Sebagai bagian dari strategi tersebut, ANTAM terus memperkuat mekanisme buyback bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya untuk kebutuhan lain. Di sisi hulu, ANTAM juga secara aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan tambang emas dalam negeri untuk menjual hasil produksinya ke ANTAM,” katanya lagi.
Menurut dia, saat ini sudah semakin banyak perusahaan tambang emas yang memilih menjual ke ANTAM dibanding mengekspor, karena kerja sama dengan perusahaan milik negara itu memberikan nilai tambah bagi ketahanan ekonomi nasional, serta mendukung ketersediaan emas di dalam negeri.
Adapun pada hari ini, Selasa, harga Logam Mulia ANTAM melonjak Rp72.000 dari semula Rp2.415.000 menjadi Rp2.487.000 per gram.
Sebelumnya, pihaknya berharap kewajiban pasokan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO) untuk komoditas emas diatur secara adil, agar penambang maupun pengolah dapat memperoleh kepastian usaha dan nilai ekonomi yang seimbang.
“Kebijakan DMO diharapkan disusun dengan prinsip yang transparan dan berkeadilan, sehingga seluruh pelaku di rantai pasok dapat berperan aktif dalam menjaga keberlanjutan industri emas nasional,” ujar Corporate Secretary Division Head ANTAM Wisnu Danandi Haryanto dalam keterangannya yang diterima di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Sabtu (18/10).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang mempertimbangkan untuk menyusun aturan terkait DMO emas. Rencana pengembangan regulasi tersebut juga telah mencuat dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR dengan ANTAM pada akhir September lalu.
ANTAM, yang merupakan anggota holding BUMN pertambangan MIND ID, mengalami kekurangan pasokan emas karena meningkatnya permintaan dan berkurangnya pasokan akibat longsornya tambang emas PT Freeport, yang menjadi salah satu pemasok emas dalam negeri.
Pemenuhan kebutuhan logam mulia dalam negeri terkendala ketersediaan bahan baku. Pemerintah pun tengah mengkaji skema DMO untuk komoditas emas. [918] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Kendala bahan baku masih menjadi tantangan bagi PT Aneka Tambang Tbk, atau Antam dalam memenuhi kebutuhan logam mulia di dalam negeri. Kondisi ini membuat pemerintah mengkaji ulang tata kelola pertambangan emas.
Antam diketahui masih mengimpor emas sebagai bahan baku logam mulia sebesar 30 ton per tahun dari Singapura dan Australia untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Hal ini menjadi ironi ketika cadangan emas dalam negeri cukup melimpah. Asal tahu saja, Indonesia merupakan negara yang memiliki cadangan emas terbesar ke-5 dunia dan produsen emas terbesar ke-6 dunia.
Mengatasi persoalan tersebut, pemerintah mencoba melihat kembali tata kelola pertambangan emas. Salah satu opsi yang dikaji terkait skema kewajiban pasok dalam negeri atau domestic market obligation (DMO).
Namun, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut bahwa penerapan skema DMO perlu dikaji secara mendalam mengenai efeknya secara jangka panjang. Terlebih, Antam sudah memiliki kerja sama jual beli emas dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) sekitar 25 ton sampai 30 ton emas per tahun.
Memang saat ini pasokan emas dari Freeport belum optimal lantaran adanya beberapa permasalahan yang dialami smelter Freeport. Belum lagi, insiden luncuran material basah di tambang bawah tanah Freeport pada awal September 2025 lalu membuat operasional smelter terhenti sementara.
"Cuma kalau seandainya ada DMO, nanti kalau sana [smelter Freeport]-nya beroperasi seperti apa? Jangan sampai malah numpuk," ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (13/10/2025).
Di sisi lain, Tri juga akan meninjau dari sisi perpajakan ekspor-impor emas, serta menimbang opsi mana yang lebih menguntungkan.
"Itu juga sedang kita ini [kaji], saya belum tahu komposisinya seperti apa antara beli di dalam negeri sama impor," katanya.
Stok Emas Seret
Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Senin (29/9/2025), Direktur Utama Antam Achmad Ardianto mengungkapkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan tidak bisa melakukan impor bahan baku emas.
Sementara itu, pasokan dari dalam negeri juga terbatas. Menurut Achmad, kondisi ini membuat produksi dan distribusi berlangsung lebih hati-hati.
"Bagaimana caranya agar distribusi bisa lebih lancar, ya kuncinya di-sourcing. Beberapa bulan terakhir kami tidak bisa impor, sementara dari dalam negeri juga tidak ada yang mau jual. Jadi bahan baku memang susah. Kalau bahan baku bisa kami amankan, distribusi bisa lebih cepat," tutur Achmad.
Achmad mengungkapkan bahwa perseroan masih mengimpor 30 ton emas per tahun dari Singapura dan Australia. Impor emas tak terhindarkan lantaran produksi perseroan belum mencukupi. Saat ini, emas yang diproduksi atau ditambang oleh Antam hanya mencapai 1 ton per tahun.
Sementara itu, kebutuhan emas di dalam negeri tahun ini diperkirakan mencapai 45 ton. Angka ini lebih tinggi dibanding realisasi penjualan emas Antam pada 2024 yang sebesar 37 ton.
Di sisi lain, banyak perusahaan tambang yang memilih ekspor atau menjual emas ke perusahaan perhiasan alih-alih ke Antam, meski mereka melakukan proses pemurnian di Antam. Padahal, potensi produksi emas di Indonesia sebenarnya dapat mencapai 90 ton per tahun.
Hal itu disebabkan tidak adanya aturan yang mewajibkan perusahaan tambang emas untuk menjual hasil produksinya ke Antam dan skema business-to-business (B2B) yang kurang menguntungkan.
"Karena sifatnya seperti itu tentu saja terjadi tawar-menawar, ada elemen pajak juga. Misalnya, mereka menjual emas ke Antam minta peraknya dibeli sekalian karena sulit bagi mereka untuk menjual peraknya saja kalau emas sudah diambil Antam. Dengan bundling itu ada pajak yang muncul, PPN 13%. Itu berat bagi mereka dan Antam tentunya," jelas Achmad.
Adapun, emas yang diimpor untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menurut Achmad, juga tak sembarangan. Antam melakukan impor dari perusahaan dan lembaga yang terafiliasi dengan London Bullion Market Association (LBMA).
"Jadi selalu perusahaan-perusahaan terafiliasi. Ada tiga, bullion bank, refinery, maupun trader," imbuhnya.
Selain impor, Achmad menjelaskan ada cara lain untuk memenuhi kebutuhan emas tersebut, seperti dengan buyback emas dari masyarakat. Namun, jumlah itu rata-rata hanya mencapai 2,5 ton per tahun.
Selain itu, perusahaan juga mencari dari sumber lokal yang dimurnikan di smelter emas Antam.
Skema DMO yang Adil dan Fleksibel
Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Sudirman Widhy menilai pemerintah perlu melakukan intervensi agar kebutuhan emas Antam terpenuhi sehingga impor emas bisa dihindari.
"Pemerintah bisa saja menerapkan kebijakan domestic market obligation [DMO] bagi perusahaan-perusahaan tambang emas lain yang selama ini masih menjual emasnya secara ekspor," ucap Sudirman kepada Bisnis, Senin (13/10/2025).
Hal ini kurang lebih mirip dengan kebijakan DMO yang diterapkan untuk komoditas batu bara. Namun demikian, kata Sudirman, memang harus dipastikan jika kebijakan DMO ini akan tetap berlaku adil bagi kedua belah pihak.
"Baik bagi Antam sebagai pembeli maupun perusahaan tambang emas sebagai pihak penjual secara business to business, jangan merugikan satu pihak," imbuhnya.
Sementara itu, Ekonom Senior di Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Muhammad Ishak Razak mengatakan, idealnya pertambangan emas dikelola oleh BUMN sehingga emas langsung dimanfaatkan Antam. Selama ini tidak ada integrasi antara produsen dan pengelolaan lebih lanjut.
Belum lagi masih maraknya tambang emas ilegal yang tidak terpantau. Karena itu, Ishak menilai perusahaan tambang emas di Indonesia cenderung mengekspor atau menjual ke perusahaan perhiasan karena harga global lebih tinggi dan bebas PPN 13% serta lebih fleksibel.
"Sementara itu, negosiasi dengan Antam tampaknya kurang menarik akibat PPN dan syarat ketat," ucap Ishak.
Sama seperti Sudirman, Ishak berpendapat pemerintah dapat menerapkan DMO yang fleksibel. Hal ini pun dapat diintegrasikan dengan penguatan peran bullion bank yang dapat menyerap produksi emas domestik.
Kendati, kebijakan tersebut perlu ditambah dengan insentif seperti pembebasan PPN. Artinya, perusahaan yang dapat memenuhi DMO dapat diberikan kuota ekspor tambahan.
"Pemberantasan tambang ilegal melalui legislasi dan pengawasan ketat plus sertifikasi emas juga krusial," imbuh Ishak.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(): php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo for ekbis.blog failed: Name or service not known in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56