Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 17 ekor sapi kurban untuk masyarakat di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku menjelang Hari ... [307] url asal
Kami telah menyiapkan penyaluran sapi bantuan Presiden RI untuk masyarakat di 11 kabupaten/kota di Maluku dan akan disalurkan dua hari menjelang hari raya kurban,
Ambon (ANTARA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 17 ekor sapi kurban untuk masyarakat di 11 kabupaten/kota di Provinsi Maluku menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026.
“Kami telah menyiapkan penyaluran sapi bantuan Presiden RI untuk masyarakat di 11 kabupaten/kota di Maluku dan akan disalurkan dua hari menjelang hari raya kurban,” kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Maluku Fahmi Yusuf di Ambon, Selasa.
Fahmi menjelaskan, bantuan hewan kurban dari Presiden tahun ini terdiri atas beberapa jenis sapi unggulan, yakni Brahmana, Limousin, Bali, dan Ongole dengan bobot hingga mencapai 980 kilogram.
Menurut dia, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Maluku dalam menyambut Idul Adha sekaligus memastikan masyarakat dapat menerima hewan kurban dengan kualitas terbaik.
Ia mengatakan, seluruh sapi bantuan Presiden telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh petugas veteriner guna memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak untuk dijadikan kurban.
Selain bantuan dari Presiden RI, Pemerintah Provinsi Maluku juga menyalurkan bantuan hewan kurban dari Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa kepada masyarakat.
“Sapi bantuan gubernur berasal dari Kabupaten Seram Bagian Barat dengan jenis Ongole dan bobot sekitar 700 kilogram,” ujarnya.
Pihaknya berharap sapi bantuan Presiden Prabowo itu dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat saat Idul Adha nanti.
Fahmi menambahkan, hewan kurban bantuan gubernur tersebut telah diperiksa oleh Dinas Pertanian Maluku dan telah mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
“Dokumen SKKH menyatakan ternak dalam kondisi sehat, aman, bebas dari penyakit menular, dan layak dijadikan hewan kurban,” katanya.
Pemerintah Provinsi Maluku juga terus melakukan pengawasan terhadap kesehatan hewan kurban di berbagai daerah guna memastikan pelaksanaan Idul Adha berjalan aman dan sesuai ketentuan kesehatan hewan.
Bisnis.com, PALEMBANG— Momentum Iduladha 2026 membawa berkah tersendiri bagi peternak sapi di Sumatra Selatan (Sumsel).
Salah satunya dirasakan peternak asal Palembang, Mas Tejo, setelah sapi miliknya terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto untuk Kota Palembang.
Sapi jenis Simmental yang diberi nama “Panda” itu memiliki bobot mencapai 964 kilogram dan diperkirakan bisa mendekati satu ton saat Iduladha nanti. Corak hitam putih pada tubuh sapi tersebut menjadi alasan pemberian nama Panda.
Di peternakan miliknya di Jalan Sidomulyo, Kecamatan Sukarami, Palembang, Mas Tejo mengatakan pemeliharaan sapi berbobot jumbo membutuhkan biaya pakan dan perawatan yang tidak sedikit.
Dalam sehari, Panda mengonsumsi ampas tahu hingga 15 kilogram, ongok sekitar 15 kilogram, konsentrat 2–3 kilogram, serta rumput dalam jumlah besar.
“Sapi besar harus full makanan vitamin konsentrat. Ampas tahu bisa sampai 15 kilogram, ongok 15 kilogram, konsentrat 2 sampai 3 kilogram per hari,” kata Tejo, Senin (18/5/2026).
Panda didatangkan dari Lampung sekitar satu tahun lalu dengan bobot awal sekitar 650 kilogram. Setelah menjalani perawatan intensif, beratnya kini bertambah lebih dari 300 kilogram.
Terpilihnya sapi dari peternakan lokal menjadi hewan kurban Presiden dinilai memberi efek promosi tersendiri bagi usaha peternakan rakyat.
Tejo mengaku minat masyarakat terhadap sapi berukuran besar meningkat menjelang Iduladha, terutama untuk kebutuhan kurban kelompok dan instansi.
Mas Tejo sendiri telah menjalankan usaha peternakan sapi sejak 1996. Beragam jenis sapi dijual di kandangnya, mulai dari sapi Bali, simental, Madura hingga persilangan Bali-Madura dengan harga mulai Rp17 juta per ekor tergantung ukuran dan jenis.
Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumsel Ruzuan Efendi mengatakan Provinsi Sumsel mendapatkan total 18 ekor sapi kurban dari Presiden Prabowo pada Iduladha tahun ini. Bantuan tersebut dibagikan untuk 17 kabupaten/kota serta satu ekor untuk Pemerintah Provinsi Sumsel.
Menurut dia, mayoritas sapi bantuan Presiden di Sumsel memiliki bobot di atas 950 kilogram, bahkan beberapa di antaranya mencapai lebih dari satu ton.
Pemilihan sapi dilakukan melalui seleksi ketat dengan syarat utama berbobot di atas 900 kilogram dan dalam kondisi sehat.
“Kita yakin di Sumsel banyak sapi dengan bobot di atas 900 kilogram. Maka rata-rata sapi dari Presiden di Sumsel beratnya di atas 950 kilogram,” kata Ruzuan.
Adapun, sapi bantuan Presiden untuk Pemerintah Provinsi Sumsel akan disalurkan ke Masjid Taqwa Palembang, sedangkan sapi “Panda” untuk Pemerintah Kota Palembang rencananya dipotong di Musala Nurul Huda kawasan 1 Ulu.
Dua ekor sapi jumbo atau ukuran besar milik peternak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha ... [313] url asal
Lamongan, Jawa Timur (ANTARA) - Dua ekor sapi jumbo atau ukuran besar milik peternak asal Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lamongan Sofiah Nur Hayati di Lamongan, Rabu, mengatakan kedua sapi tersebut berasal dari peternak di Kecamatan Kembangbahu dan Solokuro.
“Satu sapi untuk kurban di Kabupaten Lamongan dan satu lagi untuk tingkat provinsi,” kata Sofiah.
Ia menjelaskan sapi pertama merupakan jenis Simental milik H. Suwigyo, peternak asal Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, dengan bobot sekitar 1,2 ton.
Sementara sapi kedua merupakan jenis Peranakan Ongole (PO) milik Udin, peternak asal Desa Bluri, Kecamatan Solokuro, dengan berat mencapai 1,05 ton.
Menurut Sofiah, kedua sapi tersebut telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai hewan kurban Presiden.
“Tim kami sudah melakukan pemeriksaan kesehatan dan kondisi ternak secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain pengawasan kesehatan hewan, Disnakeswan Lamongan juga menggencarkan sosialisasi pelaksanaan kurban menjelang Idul Adha 2026, termasuk edukasi tata cara penyembelihan halal dan higienis bersama Juru Sembelih Halal (Juleha).
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan memenuhi aspek syariat, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.
Sofiah menilai terpilihnya sapi asal Lamongan sebagai hewan kurban Presiden menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas peternakan lokal di daerah tersebut.
Selain itu, lanjut dia, hal tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi peternak untuk terus meningkatkan kualitas perawatan dan pembibitan ternak.
“Lamongan selama ini memang menjadi salah satu daerah pemasok ternak sapi di Jawa Timur,” katanya.
Berdasarkan data Disnakeswan Lamongan pada 2026, populasi sapi di daerah itu mencapai 107.470 ekor dan dinilai mencukupi kebutuhan ternak masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat pengendalian penyakit mulut dan kuku (PMK) melalui vaksinasi, termasuk penyaluran 14.000 dosis vaksin bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada awal 2026, serta memperketat pengawasan lalu lintas ternak di pasar hewan.