#30 tag 24jam
Lorena (LRNA) Masuk Bisnis Kargo pada Semester II/2026, Bidik Perbaikan Kinerja
PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) akan meluncurkan layanan kargo pada semester II/2026 untuk meningkatkan pendapatan dan margin keuntungan. [629] url asal
#lorena-kargo #bisnis-kargo #lorena-transport #layanan-kargo #semester-ii-2026 #pendapatan-lorena #margin-keuntungan #esl-express #bisnis-rental-kendaraan #peremajaan-armada #pertumbuhan-lorena #kanal
(Bisnis.Com - Market) 26/06/26 14:39
v/260702/
Bisnis.com, JAKARTA — Emiten transportasi darat PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA) menyiapkan diversifikasi usaha melalui peluncuran layanan kargo pada semester II/2026 sebagai motor pertumbuhan baru.
Hal itu dilakukan perseroan untuk mendongkrak pendapatan dan memperbaiki margin keuntungan di tengah tekanan bisnis angkutan penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP).
Direktur Pelaksana Lorena Dwi Rianta Soerbakti mengatakan layanan kargo akan dijalankan melalui sinergi dengan ESL Express yang merupakan sister company perseroan.
"Kami berencana meluncurkan layanan kargo berkolaborasi dengan ESL Express pada semester II 2026," ujarnya dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (26/6/2026).
Menurut Dwi, bisnis kargo dipilih karena mampu memberikan tambahan pendapatan tanpa membutuhkan kenaikan biaya operasional yang signifikan. Perseroan menilai model pengiriman tersebut memiliki potensi margin keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan bisnis inti angkutan penumpang.
"Layanan kargo akan memberikan tambahan pendapatan yang cukup baik sekaligus meningkatkan net profit margin karena tidak ada tambahan biaya operasional yang besar," katanya.
Selain mengembangkan bisnis kargo, LRNA juga memperkuat bisnis rental kendaraan. Dalam waktu dekat, perseroan mengantisipasi masuknya kontrak baru yang akan mendorong penambahan unit armada yang disewakan sehingga menghasilkan pendapatan berulang (fixed income).
Perseroan juga mulai melakukan peremajaan dan rekondisi armada secara bertahap pada semester II/2026. Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan produktivitas armada sekaligus menopang target pertumbuhan hingga 2027.
"Penambahan armada dan rekondisi armada akan menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan pada 2026 dan berlanjut hingga 2027," ujar Dwi.
Dia optimistis kinerja perseroan pada 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir semester I/2026, realisasi kinerja dinilai sudah menunjukkan perbaikan, sementara implementasi strategi baru pada semester II diharapkan semakin memperkuat pendapatan dan profitabilitas.
Di sisi pemasaran, LRNA terus memperluas kanal penjualan digital melalui layanan e-ticketing, termasuk penjualan tiket di platform seperti Traveloka, RedBus, Alfamart, dan Indomaret.
Perseroan juga mengembangkan sistem teknologi informasi yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, mulai dari proses front-end hingga back-end. Langkah efisiensi lainnya dilakukan melalui penguatan pengawasan biaya operasional, evaluasi penggunaan bahan bakar, hingga penyesuaian jumlah tenaga kerja.
Dwi mengakui industri bus AKAP masih menghadapi tantangan besar. Perseroan bahkan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan rute sepanjang 2025 yang berdampak pada penurunan pendapatan.
Menurutnya, bisnis bus penumpang menghadapi persaingan ketat dari moda transportasi kereta api dan pesawat, terutama di jalur-jalur padat di Pulau Jawa. Selain itu, masyarakat juga semakin banyak beralih menggunakan kendaraan pribadi maupun jasa travel seiring tersambungnya jaringan jalan tol.
Di sisi lain, biaya operasional terus meningkat akibat kenaikan harga suku cadang yang dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, sementara ruang kenaikan tarif semakin terbatas karena kompetisi yang ketat.
Perseroan juga menghadapi tantangan regenerasi pengemudi dan awak bus. Banyak pengemudi memasuki usia pensiun, sedangkan minat generasi muda untuk menjadi sopir bus AKAP masih rendah.
Sepanjang 2025, LRNA membukukan pendapatan sebesar Rp59,52 miliar, yang terdiri atas kontribusi bisnis bus AKAP sebesar Rp47,68 miliar, shuttle bus Rp7,81 miliar, dan bus jarak pendek Rp4,03 miliar.
Penurunan pendapatan terutama dipengaruhi berakhirnya dua kontrak kerja sama pada divisi rental.
Dari sisi profitabilitas, perseroan mencatat rugi kotor sebesar Rp1,26 miliar, berbalik dari laba kotor Rp3,72 miliar pada 2024. Beban pendapatan langsung mencapai Rp60,78 miliar yang terdiri atas biaya bahan bakar minyak Rp15,44 miliar, penyusutan armada Rp18,22 miliar, serta biaya penyeberangan, terminal, dan tol sebesar Rp9,47 miliar.
Total aset perseroan tercatat sebesar Rp303,47 miliar pada akhir 2025, turun 9,3% secara tahunan. Sementara itu, liabilitas turun 17,88% menjadi Rp36,73 miliar dan ekuitas menyusut 7,97% menjadi Rp266,74 miliar.
Untuk membalikkan kinerja pada 2026, perseroan menerapkan kebijakan efisiensi berlapis, mulai dari evaluasi rute berdasarkan tingkat keterisian minimum (break-even load factor), pengawasan konsumsi BBM berbasis realisasi perjalanan, hingga memperkuat program perawatan preventif armada guna menekan biaya perbaikan dan meminimalkan armada yang tidak beroperasi.
Emiten Transportasi ASSA, BIRD Cs Siap Tadah Berkah Meredanya Konflik AS-Iran
Meredanya konflik Iran-AS membawa dampak positif bagi emiten transportasi seperti ASSA dan BIRD, meningkatkan stabilitas ekonomi dan potensi pertumbuhan bisnis. [904] url asal
#iran-as-damai #emiten-transportasi #assa-bird #geopolitik-stabil #pasokan-energi #nilai-tukar-rupiah #suku-bunga #bisnis-rental-kendaraan #bisnis-logistik #pertumbuhan-bisnis #harga-energi #ekonomi-gl
(Bisnis.Com - Market) 25/06/26 11:10
v/259315/
Bisnis.com, JAKARTA — Meredanya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan damai sementara dinilai menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten transportasi seperti ASSA hingga BIRD.
Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Jerry Fandy melihat stabilitas geopolitik berpotensi memperbaiki pasokan energi, nilai tukar rupiah, hingga tingkat suku bunga yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan bisnis rental kendaraan dan logistik.
Emiten yang terafiliasi dengan Grup konglomerasi TP Rachmat mengatakan dengan kondisi geopolitik yang lebih kondusif diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian global yang selama ini membayangi dunia usaha.
"Kalau bicara soal geopolitik yang mereda, tentu saja kita sangat berharap keadaan semakin membaik. Baik itu suplai BBM maupun nilai tukar. Kalau itu membaik, kita juga bisa membukukan kinerja yang lebih baik," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, stabilitas harga energi dan membaiknya kondisi ekonomi global berpotensi mendorong peningkatan permintaan pada bisnis utama ASSA, baik di segmen rental kendaraan maupun logistik. Selain itu, penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan suku bunga juga dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan.
ASSA sendiri masih mengandalkan pembiayaan perbankan untuk mendukung ekspansi bisnis. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk pembelian armada kendaraan baru dan peremajaan armada eksisting.
"Jika tingkat suku bunga membaik, otomatis akan berpengaruh positif terhadap profitabilitas ASSA karena sebagian besar capex kami berasal dari pinjaman bank," katanya.
Meski demikian, perseroan tetap memilih bersikap konservatif dalam menyusun target kinerja 2026. ASSA membidik pertumbuhan atau top line sekitar 5%-10% dengan kenaikan laba bersih pada level dua digit rendah.
Perseroan menilai masih banyak faktor eksternal yang sulit dikendalikan, mulai dari dinamika harga energi, kondisi makroekonomi global, hingga perubahan permintaan pasar.
Untuk tahun ini, ASSA menargetkan mesin pertumbuhan utama berasal dari bisnis logistik yang diproyeksikan masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit. Sementara segmen rental kendaraan dan bisnis mobil bekas diperkirakan tumbuh lebih moderat seiring kondisi pasar otomotif yang masih berfluktuasi.
Di sisi lain, ASSA menegaskan kenaikan harga BBM non subsidi belum memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan. Pada bisnis rental, biaya bahan bakar ditanggung pelanggan, sementara pada segmen logistik perseroan memiliki mekanisme penyesuaian tarif dengan pelanggan apabila terjadi kenaikan harga BBM maupun upah minimum.
Meski demikian, dia tetap mencermati potensi perlambatan permintaan akibat kenaikan harga energi.
Dengan mulai meredanya ketegangan geopolitik global dan tetap kuatnya permintaan domestik, ASSA berharap kondisi bisnis pada paruh kedua 2026 dapat bergerak lebih positif dibandingkan ekspektasi awal yang konservatif.
Kinerja ASSA pada kuartal I/2026 ditandai oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, meski laba bersih sedikit terkoreksi. Per Maret 2026, perseroan membukukan pendapatan Rp1,54 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (YoY) dari Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, ASSA mencatatkan sebesar Rp98,47 miliar, turun tipis 3,25% dibandingkan Rp101,77 miliar pada kuartal I/2025.
Bluebird (BIRD) Proyeksikan Mobilitas Berpotensi Melesat
Sementara itu, emiten transportasi milik keluarga Djokosoetono PT Blue Bird Tbk. (BIRD) melihat dengan mulai meredanya tensi geopolitik global dapat mendorong stabilitas harga minyak, memperbaiki nilai tukar rupiah, serta meningkatkan mobilitas masyarakat yang menjadi faktor utama pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan konflik geopolitik sebelumnya telah menciptakan berbagai tekanan terhadap perekonomian global, termasuk risiko kenaikan harga energi yang berdampak pada aktivitas perjalanan regional maupun internasional.
"Tentu itu salah satu katalis yang positif bagi kinerja. Salah satu tantangan sebelumnya adalah ketika harga minyak tinggi, maka pergerakan regional maupun internasional bisa terganggu. Harapannya dengan stabilisasi harga minyak, mobilitas regional, nasional, maupun internasional bisa kembali meningkat," ujarnya.
Dia melanjutkan dampak perdamaian Iran-AS terhadap perseroan memang tidak terjadi secara langsung. Namun stabilitas geopolitik berpotensi menciptakan efek berantai yang menguntungkan, mulai dari meredanya tekanan harga energi, membaiknya kurs rupiah, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.
"Harapannya dolar juga membaik dan industri bisa berkembang lebih baik. Mudah-mudahan mobilitas kembali seperti sebelum terdampak konflik," katanya.
Selama ini imbas kenaikan BBM non subsidi memang berdampak ke sejumlah lini usaha tetapi Andre menyebut kontribusi segmen tersebut terhadap keseluruhan bisnis Bluebird masih relatif kecil sehingga dampaknya terhadap kinerja perusahaan belum material.
Optimisme pada kuartal II/2026 tersebut muncul di tengah kinerja pendapatan BIRD yang tumbuh dua digit mencapai Rp1,45 triliun, namun laba bersih mengalami penurunan sebesar 6% secara tahunan menjadi Rp155 hingga Rp157 miliar.
menilai paruh kedua tahun ini berpotensi menjadi periode yang lebih baik seiring normalisasi kondisi global dan faktor musiman yang biasanya mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
"Kami melihat secara historis mobilitas memang cenderung meningkat pada semester kedua. Dengan kondisi global yang lebih kondusif, kami berharap momentum pertumbuhan juga semakin kuat," ujar Andre.
Di tengah optimisme tersebut, Blue Bird tetap melanjutkan ekspansi armada secara terukur. Perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun pada 2026 yang akan digunakan untuk penggantian armada, penambahan kendaraan baru, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Emiten Transportasi ASSA, BIRD Cs Siap Tadah Berkah Meredanya Konflik AS-Iran
Meredanya konflik Iran-AS membawa dampak positif bagi emiten transportasi seperti ASSA dan BIRD, meningkatkan stabilitas ekonomi dan potensi pertumbuhan bisnis. [904] url asal
#iran-as-damai #emiten-transportasi #assa-bird #geopolitik-stabil #pasokan-energi #nilai-tukar-rupiah #suku-bunga #bisnis-rental-kendaraan #bisnis-logistik #pertumbuhan-bisnis #harga-energi #ekonomi-gl
(Bisnis.Com - Market) 24/06/26 18:35
v/258782/
Bisnis.com, JAKARTA — Meredanya tensi geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) melalui kesepakatan damai sementara dinilai menjadi sentimen positif bagi sejumlah emiten transportasi seperti ASSA hingga BIRD.
Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk. (ASSA) Direktur PT Adi Sarana Armada Tbk Jerry Fandy melihat stabilitas geopolitik berpotensi memperbaiki pasokan energi, nilai tukar rupiah, hingga tingkat suku bunga yang pada akhirnya dapat mendukung pertumbuhan bisnis rental kendaraan dan logistik.
Emiten yang terafiliasi dengan Grup konglomerasi TP Rachmat mengatakan dengan kondisi geopolitik yang lebih kondusif diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian global yang selama ini membayangi dunia usaha.
"Kalau bicara soal geopolitik yang mereda, tentu saja kita sangat berharap keadaan semakin membaik. Baik itu suplai BBM maupun nilai tukar. Kalau itu membaik, kita juga bisa membukukan kinerja yang lebih baik," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, stabilitas harga energi dan membaiknya kondisi ekonomi global berpotensi mendorong peningkatan permintaan pada bisnis utama ASSA, baik di segmen rental kendaraan maupun logistik. Selain itu, penurunan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan suku bunga juga dapat memberikan dampak positif terhadap profitabilitas perusahaan.
ASSA sendiri masih mengandalkan pembiayaan perbankan untuk mendukung ekspansi bisnis. Tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capex) sekitar Rp1,5 triliun yang sebagian besar akan digunakan untuk pembelian armada kendaraan baru dan peremajaan armada eksisting.
"Jika tingkat suku bunga membaik, otomatis akan berpengaruh positif terhadap profitabilitas ASSA karena sebagian besar capex kami berasal dari pinjaman bank," katanya.
Meski demikian, perseroan tetap memilih bersikap konservatif dalam menyusun target kinerja 2026. ASSA membidik pertumbuhan atau top line sekitar 5%-10% dengan kenaikan laba bersih pada level dua digit rendah.
Perseroan menilai masih banyak faktor eksternal yang sulit dikendalikan, mulai dari dinamika harga energi, kondisi makroekonomi global, hingga perubahan permintaan pasar.
Untuk tahun ini, ASSA menargetkan mesin pertumbuhan utama berasal dari bisnis logistik yang diproyeksikan masih mampu mencatatkan pertumbuhan dua digit. Sementara segmen rental kendaraan dan bisnis mobil bekas diperkirakan tumbuh lebih moderat seiring kondisi pasar otomotif yang masih berfluktuasi.
Di sisi lain, ASSA menegaskan kenaikan harga BBM non subsidi belum memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan. Pada bisnis rental, biaya bahan bakar ditanggung pelanggan, sementara pada segmen logistik perseroan memiliki mekanisme penyesuaian tarif dengan pelanggan apabila terjadi kenaikan harga BBM maupun upah minimum.
Meski demikian, dia tetap mencermati potensi perlambatan permintaan akibat kenaikan harga energi.
Dengan mulai meredanya ketegangan geopolitik global dan tetap kuatnya permintaan domestik, ASSA berharap kondisi bisnis pada paruh kedua 2026 dapat bergerak lebih positif dibandingkan ekspektasi awal yang konservatif.
Kinerja ASSA pada kuartal I/2026 ditandai oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat, meski laba bersih sedikit terkoreksi. Per Maret 2026, perseroan membukukan pendapatan Rp1,54 triliun, tumbuh 11% secara tahunan (YoY) dari Rp1,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi laba bersih, ASSA mencatatkan sebesar Rp98,47 miliar, turun tipis 3,25% dibandingkan Rp101,77 miliar pada kuartal I/2025.
Bluebird (BIRD) Proyeksikan Mobilitas Berpotensi Melesat
Sementara itu, emiten transportasi milik keluarga Djokosoetono PT Blue Bird Tbk. (BIRD) melihat dengan mulai meredanya tensi geopolitik global dapat mendorong stabilitas harga minyak, memperbaiki nilai tukar rupiah, serta meningkatkan mobilitas masyarakat yang menjadi faktor utama pertumbuhan bisnis perseroan.
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan konflik geopolitik sebelumnya telah menciptakan berbagai tekanan terhadap perekonomian global, termasuk risiko kenaikan harga energi yang berdampak pada aktivitas perjalanan regional maupun internasional.
"Tentu itu salah satu katalis yang positif bagi kinerja. Salah satu tantangan sebelumnya adalah ketika harga minyak tinggi, maka pergerakan regional maupun internasional bisa terganggu. Harapannya dengan stabilisasi harga minyak, mobilitas regional, nasional, maupun internasional bisa kembali meningkat," ujarnya.
Dia melanjutkan dampak perdamaian Iran-AS terhadap perseroan memang tidak terjadi secara langsung. Namun stabilitas geopolitik berpotensi menciptakan efek berantai yang menguntungkan, mulai dari meredanya tekanan harga energi, membaiknya kurs rupiah, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi dan perjalanan masyarakat.
"Harapannya dolar juga membaik dan industri bisa berkembang lebih baik. Mudah-mudahan mobilitas kembali seperti sebelum terdampak konflik," katanya.
Selama ini imbas kenaikan BBM non subsidi memang berdampak ke sejumlah lini usaha tetapi Andre menyebut kontribusi segmen tersebut terhadap keseluruhan bisnis Bluebird masih relatif kecil sehingga dampaknya terhadap kinerja perusahaan belum material.
Optimisme pada kuartal II/2026 tersebut muncul di tengah kinerja pendapatan BIRD yang tumbuh dua digit mencapai Rp1,45 triliun, namun laba bersih mengalami penurunan sebesar 6% secara tahunan menjadi Rp155 hingga Rp157 miliar.
menilai paruh kedua tahun ini berpotensi menjadi periode yang lebih baik seiring normalisasi kondisi global dan faktor musiman yang biasanya mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
"Kami melihat secara historis mobilitas memang cenderung meningkat pada semester kedua. Dengan kondisi global yang lebih kondusif, kami berharap momentum pertumbuhan juga semakin kuat," ujar Andre.
Di tengah optimisme tersebut, Blue Bird tetap melanjutkan ekspansi armada secara terukur. Perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sekitar Rp1,7 triliun hingga Rp1,9 triliun pada 2026 yang akan digunakan untuk penggantian armada, penambahan kendaraan baru, serta pengembangan infrastruktur pendukung.
____
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Tips Memulai Bisnis Sewa Kendaraan, agar Cuan Banyak
Memulai bisnis sewa kendaraan di Indonesia menjanjikan dengan potensi pasar besar. Rencanakan usaha, pilih lokasi strategis, siapkan armada, asuransikan mobil, rekrut karyawan berpengalaman, urus izin [853] url asal
#rental-kendaraan #bisnis-rental #sewa-mobil #usaha-rental-mobil #memulai-bisnis-rental #pasar-rental-mobil #potensi-bisnis-rental #lokasi-usaha-rental #armada-mobil #asuransi-mobil #rekrut-karyawan
(Bisnis.Com - Entrepreneur) 25/11/25 15:10
v/49720/
Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan bertumbuhnya angka penjualan kendaraan, termasuk mobil dan motor di Indonesia, rupanya tak semua masyarakat di negara ini memilih menggunakan kendaraan tersebut untuk digunakan sendiri.
Ada yang memilih membeli kendaraan untuk disewakan kepada orang lain atau dikenal dengan istilah rental.
Rupanya, secara nilai, bisnis rental kendaraan ini sangat menjanjikan. Dilansir dari Mordor Intelligence (2025), pasar rental khusus mobil di Indonesia ditaksir mencapai US$ 860 juta atau sekitar Rp13 triliun. Nilai ini diestimasi akan tumbuh lebih dari dua kali lipat hingga 2030.
Potensi lebih tinggi tentang bisnis sewa kendaraan, khususnya mobil ini sempat diungkap oleh hasil survei yang didapat MPM Rent. Pada 2016 saja, terdapat sekitar 490 unit mobil yang disewakan di Indonesia. Nilai dari pasar ini diestimasi bisa mencapai Rp 34 triliun dalam setahun.
Angka tersebut tidak termasuk mobil pelat kuning yang disewakan seperti taksi. Dalam setahunnya, industri sewa kendaraan, khususnya mobil mampu tumbuh rata-rata di angka 20 persen.
Yang menarik dari bisnis sewa mobil ini, dari total mobil yang disewakan, sekitar 70 persen disewakan untuk jangka panjang. Dari delapan pemain korporasi besar, seperti MPM rent, Assa Rent, Astra Trac, dan lainnya, mereka hanya mengambil pangsa pasar sekitar 21 persen-22 persen. Sementara, sebanyak 79 persennya dinikmati oleh rental mobil rumahan yang jumlahnya mencapai ribuan.
Dilansir dari laman BFI Finance, berikut Cara Memulai Usaha Rental Mobil
Dalam memulai suatu usaha pastinya terdapat cara memulai yang sebaiknya kita ikuti agar semua rencana yang ada bisa berjalan dengan baik. Berikut ini cara memulai usaha rental mobil pribadi ataupun pemula.
1. Mulailah dengan Membuat Perencanaan Usaha
Memulai Usaha harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Hal ini wajib untuk dilakukan sebab tanpa adanya perencanaan, kita akan merasa kesulitan mengambil langkah awal maupun menentukan langkah kedepannya.
Beberapa hal penting yang sebaiknya ada dalam perencanaan usaha rental mobil:
1. Apa yang akan dilakukan
2. Bagaimana cara melakukannya
3. Berapa dana yang dibutuhkan untuk mewujudkannya
2. Tentukan Lokasi Usaha
Lain halnya dengan bisnis online yang bisa dengan mudah kita simpan di mana saja. Untuk usaha rental mobil Anda membutuhkan tempat untuk menaruh mobil sekaligus tempat untuk operasional bisnis.
Jadi, nantinya para calon pelanggan atau siapapun yang tertarik untuk menyewa mobil Anda bisa dengan mudah datang ke tempat.
Pilihlah lokasi usaha rental mobil yang strategis, mudah dijangkau, dan terletak dengan jalan besar untuk mempermudah keluar masuknya kendaraan roda empat tersebut.
3. Siapkan Armada Mobil
Cara yang ketiga untuk usaha rental mobil adalah menyiapkan armada mobil yang akan digunakan. Bilamana Anda belum memiliki mobil yang hendak digunakan, Anda bisa bekerjasama dengan dealer resmi mobil terpercaya di kota Anda.
Adapun jika Anda berkeinginan untuk menggunakan mobil pribadi, pastikan Anda tidak lupa mencatat seluruh biaya operasional yang ada seperti bensin sampai dengan perawatan. Nantinya rincian dana tersebut bisa Anda teruskan ke pelanggan.
Hal lainnya yang perlu Anda pertimbangkan dalam mempersiapkan armada mobil yaitu menyesuaikan mobil yang dipilih dengan target pasar Anda. Cari tahu jenis mobil apa yang sesuai dengan kategori pasar tertentu.
Hindari memilih mobil second atau bekas supaya modal yang Anda miliki tidak banyak terpotong untuk mendandani mobil bekas.
4. Asuransikan Mobil Anda
Musibah bisa terjadi kapan saja. Pastikan aset utama bisnis Anda sudah diasuransikan ke pihak asuransi mobil terpercaya. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi aset Anda sekaligus menjaga cash flow yang ada agar tetap aman.
5. Rekrut Karyawan Berpengalaman
Jika Anda berniat untuk benar-benar serius menggeluti usaha rental mobil, Anda bisa merekrut beberapa karyawan untuk mengurus usaha Anda seperti jasa supir, bagian administrasi, keuangan, sampai dengan customer service.
Jangan lupa untuk merekrut tenaga yang sudah handal atau berpengalaman untuk meminimalisir beragam kesalahan yang mungkin muncul. Selain itu, Anda juga bisa merekrut orang terdekat yang betul-betul Anda percaya.
6. Pastikan Sudah Mengantongi Izin Resmi (Legalitas)
Legalitas atau surat izin usaha kadang kala masih banyak dilupakan oleh orang-orang. Padahal, adanya perizinan resmi ini akan sangat membantu usaha Anda berjalan dengan baik.
Bila Anda merasa kebingungan untuk mengurusnya, Anda bisa berkonsultasi ke ahli hukum yang berkaitan dengan hal tersebut..
7. Lakukan Promosi
Setelah semua tahapan di atas telah Anda lakukan, selanjutnya lakukanlah promosi semaksimal mungkin untuk menarik potential customer dan mengenalkan usaha rental mobil Anda ke khalayak umum.
Beberapa cara yang bisa Anda gunakan yaitu dengan memasang banner di sekitaran lokasi usaha Anda, membagikan selebaran terkait usaha Anda yang disertai dengan promo, promosi melalui sosial media, dan yang terakhir yaitu memanfaatkan fitur ads yang ada di sosial media.
Tidak hanya itu, jika Anda memiliki budget lebih Anda bisa memanfaatkan strategi promosi seperti endorse dimana Anda menggunakan bantuan jasa promosi dari orang yang terkenal atau berpengaruh.
8. Jangan Lupakan Pembukuan
Sebagaimana dengan perizinan usaha, hal yang satu ini juga kerap kali dikesampingkan. Alhasil, antara uang pribadi dengan usaha rental mobil bisa tercampur begitu saja.
Untuk meminimalisir hal ini Anda bisa melakukan pembukuan terkait dana masuk dan keluar usaha rental mobil Anda. Jika Anda mengalami kesulitan untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan perangkat lunak yang banyak tersedia di luaran sana.
9. Kedepankan Pelayanan
Salah satu kunci langgengnya suatu usaha selain kualitas produk atau jasa yang ditawarkan yaitu adanya pelayanan yang baik.
Usahakan untuk melayani para pelanggan yang ada dengan ramah dan menjaga hubungan baik dengan mereka. Hal ini akan membantu usaha Anda untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama.
#50 tag sepekan
Warning: file_get_contents(http://ekbis.blog/adminv2/tag7day.json): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found
in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 54
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56