Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan bertumbuhnya angka penjualan kendaraan, termasuk mobil dan motor di Indonesia, rupanya tak semua masyarakat di negara ini memilih menggunakan kendaraan tersebut untuk digunakan sendiri.
Ada yang memilih membeli kendaraan untuk disewakan kepada orang lain atau dikenal dengan istilah rental.
Rupanya, secara nilai, bisnis rental kendaraan ini sangat menjanjikan. Dilansir dari Mordor Intelligence (2025), pasar rental khusus mobil di Indonesia ditaksir mencapai US$ 860 juta atau sekitar Rp13 triliun. Nilai ini diestimasi akan tumbuh lebih dari dua kali lipat hingga 2030.
Potensi lebih tinggi tentang bisnis sewa kendaraan, khususnya mobil ini sempat diungkap oleh hasil survei yang didapat MPM Rent. Pada 2016 saja, terdapat sekitar 490 unit mobil yang disewakan di Indonesia. Nilai dari pasar ini diestimasi bisa mencapai Rp 34 triliun dalam setahun.
Angka tersebut tidak termasuk mobil pelat kuning yang disewakan seperti taksi. Dalam setahunnya, industri sewa kendaraan, khususnya mobil mampu tumbuh rata-rata di angka 20 persen.
Yang menarik dari bisnis sewa mobil ini, dari total mobil yang disewakan, sekitar 70 persen disewakan untuk jangka panjang. Dari delapan pemain korporasi besar, seperti MPM rent, Assa Rent, Astra Trac, dan lainnya, mereka hanya mengambil pangsa pasar sekitar 21 persen-22 persen. Sementara, sebanyak 79 persennya dinikmati oleh rental mobil rumahan yang jumlahnya mencapai ribuan.
Dilansir dari laman BFI Finance, berikut Cara Memulai Usaha Rental Mobil
Dalam memulai suatu usaha pastinya terdapat cara memulai yang sebaiknya kita ikuti agar semua rencana yang ada bisa berjalan dengan baik. Berikut ini cara memulai usaha rental mobil pribadi ataupun pemula.
1. Mulailah dengan Membuat Perencanaan Usaha
Memulai Usaha harus dilakukan dengan perencanaan yang matang. Hal ini wajib untuk dilakukan sebab tanpa adanya perencanaan, kita akan merasa kesulitan mengambil langkah awal maupun menentukan langkah kedepannya.
Beberapa hal penting yang sebaiknya ada dalam perencanaan usaha rental mobil:
1. Apa yang akan dilakukan
2. Bagaimana cara melakukannya
3. Berapa dana yang dibutuhkan untuk mewujudkannya
2. Tentukan Lokasi Usaha
Lain halnya dengan bisnis online yang bisa dengan mudah kita simpan di mana saja. Untuk usaha rental mobil Anda membutuhkan tempat untuk menaruh mobil sekaligus tempat untuk operasional bisnis.
Jadi, nantinya para calon pelanggan atau siapapun yang tertarik untuk menyewa mobil Anda bisa dengan mudah datang ke tempat.
Pilihlah lokasi usaha rental mobil yang strategis, mudah dijangkau, dan terletak dengan jalan besar untuk mempermudah keluar masuknya kendaraan roda empat tersebut.
3. Siapkan Armada Mobil
Cara yang ketiga untuk usaha rental mobil adalah menyiapkan armada mobil yang akan digunakan. Bilamana Anda belum memiliki mobil yang hendak digunakan, Anda bisa bekerjasama dengan dealer resmi mobil terpercaya di kota Anda.
Adapun jika Anda berkeinginan untuk menggunakan mobil pribadi, pastikan Anda tidak lupa mencatat seluruh biaya operasional yang ada seperti bensin sampai dengan perawatan. Nantinya rincian dana tersebut bisa Anda teruskan ke pelanggan.
Hal lainnya yang perlu Anda pertimbangkan dalam mempersiapkan armada mobil yaitu menyesuaikan mobil yang dipilih dengan target pasar Anda. Cari tahu jenis mobil apa yang sesuai dengan kategori pasar tertentu.
Hindari memilih mobil second atau bekas supaya modal yang Anda miliki tidak banyak terpotong untuk mendandani mobil bekas.
4. Asuransikan Mobil Anda
Musibah bisa terjadi kapan saja. Pastikan aset utama bisnis Anda sudah diasuransikan ke pihak asuransi mobil terpercaya. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk melindungi aset Anda sekaligus menjaga cash flow yang ada agar tetap aman.
5. Rekrut Karyawan Berpengalaman
Jika Anda berniat untuk benar-benar serius menggeluti usaha rental mobil, Anda bisa merekrut beberapa karyawan untuk mengurus usaha Anda seperti jasa supir, bagian administrasi, keuangan, sampai dengan customer service.
Jangan lupa untuk merekrut tenaga yang sudah handal atau berpengalaman untuk meminimalisir beragam kesalahan yang mungkin muncul. Selain itu, Anda juga bisa merekrut orang terdekat yang betul-betul Anda percaya.
6. Pastikan Sudah Mengantongi Izin Resmi (Legalitas)
Legalitas atau surat izin usaha kadang kala masih banyak dilupakan oleh orang-orang. Padahal, adanya perizinan resmi ini akan sangat membantu usaha Anda berjalan dengan baik.
Bila Anda merasa kebingungan untuk mengurusnya, Anda bisa berkonsultasi ke ahli hukum yang berkaitan dengan hal tersebut..
7. Lakukan Promosi
Setelah semua tahapan di atas telah Anda lakukan, selanjutnya lakukanlah promosi semaksimal mungkin untuk menarik potential customer dan mengenalkan usaha rental mobil Anda ke khalayak umum.
Beberapa cara yang bisa Anda gunakan yaitu dengan memasang banner di sekitaran lokasi usaha Anda, membagikan selebaran terkait usaha Anda yang disertai dengan promo, promosi melalui sosial media, dan yang terakhir yaitu memanfaatkan fitur ads yang ada di sosial media.
Tidak hanya itu, jika Anda memiliki budget lebih Anda bisa memanfaatkan strategi promosi seperti endorse dimana Anda menggunakan bantuan jasa promosi dari orang yang terkenal atau berpengaruh.
8. Jangan Lupakan Pembukuan
Sebagaimana dengan perizinan usaha, hal yang satu ini juga kerap kali dikesampingkan. Alhasil, antara uang pribadi dengan usaha rental mobil bisa tercampur begitu saja.
Untuk meminimalisir hal ini Anda bisa melakukan pembukuan terkait dana masuk dan keluar usaha rental mobil Anda. Jika Anda mengalami kesulitan untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan perangkat lunak yang banyak tersedia di luaran sana.
9. Kedepankan Pelayanan
Salah satu kunci langgengnya suatu usaha selain kualitas produk atau jasa yang ditawarkan yaitu adanya pelayanan yang baik.
Usahakan untuk melayani para pelanggan yang ada dengan ramah dan menjaga hubungan baik dengan mereka. Hal ini akan membantu usaha Anda untuk bertahan dalam jangka waktu yang lama.