Bisnis.com, JAKARTA — Tanda-tanda awal kanker usus besar seringkali diabaikan atau disalahartikan sebagai penyakit ringan dan masalah pencernaan sehari-hari.
Namun, nyatanya banyak gejala ini muncul pada individu muda dan aktif yang tampak sehat, sehingga mudah diabaikan.
Dilansir Times Entertainment, menurut Dr. Vivian Asamoah, yang telah menangani ratusan pasien kanker usus besar selama 15 tahun, menekankan gejala-gejala utama yang perlu diketahui semua orang.
Mengenali tanda-tanda awal ini dan bertindak cepat dapat menyelamatkan nyawa dan membantu mencegah komplikasi serius.
Dr. Asamoah menekankan bahwa adanya sembelit atau diare yang terasa tidak normal seharusnya menjadi tanda peringatan awal.
Meskipun pola pencernaan setiap orang terkadang dapat berfluktuasi, jika kebiasaan buang air besar mulai berubah secara konsisten atau terasa tidak biasa, penting untuk memperhatikan apa yang coba dikomunikasikan oleh tubuh kita.
"Karena perubahan tersebut berpotensi mengindikasikan bahwa usus besar sedang menghadapi masalah yang lebih serius daripada sekadar virus perut atau perubahan kecil pada pola makan. Oleh karena itu, jika gejala sembelit atau diare berlanjut tanpa alasan atau penyebab yang jelas, disarankan untuk berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan Anda," ujarnya.
Lalu, apa saja tanda-tandanya?
1. Feses setipis pensil
Tanda peringatan lain yang perlu diwaspadai adalah ketika feses setipis pensil atau yang sangat kecil dan terjadi berulang, tidak kembali ke bentuk semula.
Hal ini dapat terjadi jika terdapat penyempitan di usus besar yang disebabkan oleh tumor atau pertumbuhan jaringan. Perubahan ini seringkali terjadi secara bertahap dan mudah diabaikan, tetapi penting untuk tidak mengabaikannya.
Jika feses Anda selalu encer dan seperti pita, ini merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang salah dan harus segera diperiksa oleh dokter.
2. Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan adalah tanda peringatan lain yang perlu diwaspadai.
Menurunkan berat badan tanpa usaha mungkin terdengar seperti hal baik yang didambakan banyak orang, tetapi jika tidak ada alasan yang jelas, seperti perubahan pola makan atau olahraga, hal itu bisa menjadi tanda bahaya yang serius.
Hal ini bisa terjadi secara sengaja jika sel kanker memengaruhi metabolisme atau nafsu makan, atau tubuh mungkin sedang mengalami peradangan atau infeksi sejak dini.
Meskipun Anda merasa baik-baik saja, penurunan berat badan yang tiba-tiba atau tidak direncanakan harus selalu diperiksa oleh dokter.
3. Kelelahan
Dr. Asamoah lebih lanjut menekankan bahwa kelelahan, meskipun memiliki riwayat tidur yang baik, merupakan salah satu gejala yang sering diabaikan.
Tingkat kelelahan yang berbeda termasuk merasa terkuras tenaga, berapa pun lama istirahat yang Anda dapatkan, yang sebenarnya bukan merupakan jenis kelelahan normal.
Hal ini dapat mengindikasikan anemia akibat pendarahan lambat di dalam usus besar atau reaksi dan respons tubuh terhadap penyakit kronis. Kelelahan yang tidak membaik dengan tidur memerlukan pemeriksaan medis yang mendalam.
4. Darah dalam feses
Gejala nyata lainnya yang tidak boleh Anda abaikan termasuk darah di toilet atau di tisu toilet Anda. Meskipun pendarahan juga bisa disebabkan oleh wasir dan cedera ringan, pendarahan saat buang air besar selalu merupakan masalah serius yang perlu diperhatikan.
Warna darah dapat bervariasi dari merah terang hingga gelap, terkadang dapat membuat feses tampak seperti tar. Kanker usus besar stadium awal sering kali disertai pendarahan bahkan sebelum gejala lain muncul, sehingga evaluasi dini akan memungkinkan diagnosis dini.
5. Mudah merasa kenyang dan perut terasa penuh
Terakhir, adalah perasaan bahwa isi perut Anda tidak pernah kosong. Perasaan buang air besar yang tidak tuntas, atau tenesmus, bisa terasa menyakitkan dan berlangsung lama.
Hal ini dapat mengindikasikan adanya sesuatu yang mengiritasi atau mungkin menyumbat usus besar, seperti tumor atau peradangan.
Jika perasaan ini berlanjut selama lebih dari satu atau dua minggu, Anda harus mencari saran medis.
Dr. Asamoah menekankan bahwa gejala-gejala ini tidak selalu mengarah pada kanker, tetapi bisa menjadi tanda-tanda yang harus diperiksa dan mungkin diskrining.
Dia merekomendasikan kolonoskopi jika Anda berusia 45 tahun ke atas, bahkan tanpa gejala, karena tes ini merupakan cara yang efektif untuk mendeteksi kanker sejak dini dan membantu mencegah penyakit dengan mengangkat polip prakanker.