Bisnis.com, JAKARTA — Penjualan rokok, rokok elektrik (vape), dan produk tembakau lainnya anjlok di Inggris, menurut survei NielsenIQ.
Dilansir Bloomberg, menurut data NielsenIQ yang diterbitkan pada Sabtu (13/12/2025), terjadi penurunan sebesar 12,7% dalam 12 bulan yang berakhir pada 6 September mewakili kerugian penjualan lebih dari 1 miliar pound sterling atau sekitar US$1,3 miliar.
Pada saat yang sama, perusahaan riset konsumen tersebut mengatakan produk untuk membantu berhenti merokok seperti permen karet, permen pelega tenggorokan, dan semprotan justru menjadi kategori produk dengan kinerja terbaik dalam hal volume, yang naik hampir 24%.
Inggris telah secara bertahap memperketat aturan merokok, mulai dari larangan di pub dan restoran pada tahun 2007, hingga RUU Tembakau dan Vape yang sedang dibahas di parlemen Inggris yang bertujuan untuk menghapus rokok sepenuhnya, dan mencakup aturan tentang iklan dan kemasan vape untuk mencoba mengurangi penggunaan di kalangan anak muda.
Larangan terpisah untuk vape sekali pakai juga sudah mulai berlaku pada 1 Juni 2025, sebagai bagian dari undang-undang lingkungan untuk mengatasi peningkatan jumlah limbah beracun dan mudah terbakar.
Dari sisi penjualan rokok dan vape, merek vape Elf Bar, yang dikenal dengan perangkatnya yang berwarna cerah, menjadi produk yang paling terpukul di Inggris untuk tahun kedua berturut-turut, yang mencatat rugi hampir 140 juta pound sterling.
Kerugian diikuti oleh pesaingnya, Lost Mary dan SKE Crystal, menurut survei yang dilakukan bersama majalah Grocer dan melacak apa yang disebutnya sebagai semua jalur ritel bahan makanan utama ke pasar, termasuk toko minuman keras.
Secara keseluruhan, penjualan vape turun hampir 225 juta pound sterling, sementara penjualan tembakau curah turun hampir 290 juta pound sterling.
Kategori rokok dan cerutu turut mengalami penurunan terbesar secara keseluruhan dalam hal nilai, dengan kerugian penjualan sebesar 512,3 juta pound sterling.
“Kami melihat pergeseran yang signifikan dari kebiasaan buruk seperti merokok dan vaping seiring dengan pengetatan regulasi dan meningkatnya kekhawatiran kesehatan,” kata Direktur Pelaksana Nielsen IQ untuk Inggris dan Irlandia, Julian Crane, dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, dari sisi konsumsi, buah-buahan segar menjadi kategori dengan pertumbuhan penjualan tercepat dalam hal nilai, dengan penjualan 580 juta pound sterling lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Stroberi, blueberry, dan anggur termasuk di antara produk yang pertumbuhannya paling cepat.