Bisnis.com, PEKANBARU - Pesantren Darul Huda di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, menjadi contoh nyata bagaimana kemandirian ekonomi bisa tumbuh dari ketekunan, inovasi, dan dukungan berkelanjutan.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Huda, KH Yanto Nurhamzah mengatakan sejak 2020, pondok pesantren ini mengembangkan budidaya cabai secara serius melalui bantuan greenhouse dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau. Kini, hasilnya tak hanya mampu memenuhi kebutuhan dapur pondok, tetapi juga menjadi sumber pembelajaran dan pemberdayaan bagi ratusan santri.
“Awalnya kami menanam cabai di lahan terbuka sejak 2018. Tapi sejak mendapat bantuan greenhouse dari BI pada 2020, hasilnya semakin optimal dan berkelanjutan,” ujarnya kepada tim Jelajah Ketahanan Pangan Riau, Bisnis Indonesia.
Pesantren ini memiliki lahan tanam cabai seluas 8x40 meter atau sekitar 320 m² di dalam greenhouse serta tambahan lahan 40x40 meter di luar ruangan yang menampung sekitar 1.500 batang cabai.
Dari lahan tersebut, panen bisa mencapai lebih dari 100 kilogram sekali panen, bahkan sebagian hasilnya pernah dijual langsung kepada masyarakat.
Menariknya, sistem tanam cabai diatur bergiliran agar produksi bisa berlangsung sepanjang tahun. Hasil panen yang melimpah disimpan dalam freezer, sehingga pasokan cabai pondok tetap terjaga tanpa harus membeli dari luar.
“Kebutuhan cabai kami sekitar 500 gram hingga 1,5 kilogram per hari untuk 328 santri. Sebelumnya, setiap minggu kami belanja sekitar Rp3,5 juta untuk kebutuhan dapur. Sekarang cukup Rp1 juta saja, hemat Rp2,5 juta setiap minggu atau sekitar Rp10 juta per bulan,” ungkap KH Yanto.
Keberhasilan itu membuat BI Riau kembali memberikan dukungan pada 2023 berupa alat produksi sambal. Bantuan tersebut merupakan bentuk apresiasi karena Pesantren Darul Huda mewakili Sumatra dan meraih juara 1 di ajang Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) 2022 kategori ketahanan pangan.
“Dengan alat itu, kami bisa mengolah hasil panen cabai menjadi sambal kemasan. Jadi dari hulu ke hilir, semuanya terintegrasi. Tidak hanya menanam, tapi juga mengolah dan menjual produk,” ujarnya.
Meskipun pemasaran sambal masih menghadapi tantangan karena masyarakat umumnya lebih suka membuat sambal sendiri, KH Yanto menilai program ini sudah memberikan dampak besar terhadap kemandirian pesantren. Selain menghemat biaya dapur, santri juga memperoleh keterampilan wirausaha dan pengolahan hasil pertanian.
Seiring perkembangan, Pesantren Darul Huda kini memperluas budidaya ke komoditas lain seperti terong, kangkung, bayam, dan sawi. Hasilnya tak hanya untuk konsumsi pondok, tapi juga diolah menjadi produk turunan seperti stik sayur dan camilan sehat kemasan.
Untuk memperkuat program tersebut, pesantren membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Plus Darul Huda yang fokus pada jurusan agrobisnis hortikultura dan pengolahan hasil pertanian.
“Alhamdulillah, beberapa alumni sudah bekerja di berbagai perusahaan, bahkan ada yang sampai ke Malaysia di bidang pengolahan pangan,” tutur KH Yanto.
Dia menegaskan, dukungan BI Riau melalui pendampingan dan edukasi telah membuka jalan bagi pesantren untuk menjadi model kemandirian ekonomi berbasis ketahanan pangan.
“Kami berterima kasih kepada BI Riau atas kepercayaan dan bimbingannya. Ke depan, kami ingin memperkuat fasilitas pertanian dan pengolahan agar pesantren bisa mandiri sepenuhnya dalam kebutuhan pangan,” ujarnya.
Kepala BI Riau, Panji Achmad, menyampaikan bahwa BI sangat mendukung upaya pesantren dalam menjaga stabilitas pangan melalui ketahanan pangan lokal.
"Kami berterima kasih kepada Pesantren Darul Huda atas peran serta mereka dalam menjaga suplai volatile food, khususnya cabai, yang menjadi salah satu komoditas utama penyumbang inflasi di Riau," ujar Panji.
Pondok Pesantren Darul Huda menurutnya merupakan salah satu pesantren unggulan di Riau yang memiliki unit usaha Darul Huda Snack, dengan salah satu produknya berupa sambal. Produk ini merupakan hilirisasi cabai, yang merupakan salah satu komoditas penyumbang inflasi di Riau.
Berbagai prestasi bergengsi pun pernah diraih oleh pesantren ini. Untuk mendukung peningkatan kualitas produknya, pada tahun 2023 BI Riau memberikan bantuan sarana dan prasarana pengolahan cabai untuk menyukseskan program hilirisasi cabai.
Menurut Panji, usaha yang dilakukan Pesantren Darul Huda tidak hanya berdampak pada stabilitas ekonomi lokal, tetapi juga menjadi contoh kemandirian pesantren yang mampu menghidupi operasional pondok serta mendukung anak-anak yatim dan kurang mampu untuk terus bersekolah. "Prestasi ini luar biasa dan patut diapresiasi oleh pemerintah," tambahnya.
Pesantren Darul Huda kini bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat berbasis nilai-nilai kemandirian dan keberlanjutan.