Bisnis.com, JAKARTA — Model kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) Claude mengalami lonjakan popularitas setelah dimasukkan ke daftar hitam oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) pekan lalu. Claude dimasukkan ke daftar hitam karena masalah etika.
Claude naik ke posisi teratas daftar aplikasi gratis teratas AppStore dari Apple di AS pada Sabtu waktu AS (28/2/2026) di AS. Dengan itu, Claude melengserkan aplikasi AI ChatGPT milik OpenAI, seperti dilansir dari The Guardian.
Layanan AI dari anthropic tersebut juga naik di tangga aplikasi Apple di Britania Raya, meski tidak berhasil menggulingkan ChatGPT. Sementara itu, menurut data dari Sensor Towe, Claude juga melesat di tangga aplikasi Android di AS dan Britania Raya, walau ChatGPT masih berada di posisi teratas.
Bersamaan dengan ini, Bloomberg melaporkan pada Selasa (2/3/2026) bahwa Claude, beserta aplikasi-aplikasi terkait yang ditujukan untuk konsumen, mengalami pemadaman pada Senin pagi (1/3/2026) waktu AS.
Anthropic mengatakan bahwa mereka tengah berhadapan dengan “permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya” untuk layanannya selama sepekan sebelumnya. Menurut situs pemantau web Downdetector, hampir 2.000 pengguna melaporkan gangguan layanan AI Claude pada puncak pemadaman sekitar pukul 06.40 pagi waktu New York, AS.
Dalam pernyataan melalui WhatsApp, Anthropic mengatakan bahwa “platform yang berhadapan dengan konsumen”, seperti claude.ai dan aplikasi milik perusahaan, sedang luring atau offline. Namun, bisnis yang telah mengintegrasikan model AI Claude ke dalam sistem mereka sendiri tidak terdampak.
“Kami menghargai kesabaran semua orang saat kami berupaya untuk memulihkan layanan ke sistem daring di tengah lonjakan permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk Claude selama sepekan terakhir,” kata Anthropic dalam pernyataan tersebut.
Menurut situs pembaruan statusnya, pada Senin pukul 10.50 waktu New York, Anthropic mengatakan masalah pemadaman tersebut telah diselesaikan dan seluruh sistem telah beroperasi penuh.
Meski begitu, ketika artikel ini ditulis pada Selasa siang (3/3/2026) waktu Indonesia, situs pembaruan status tersebut mengatakan bahwa claude.ai sedang mengalami masalah.
Anthropic vs Departemen Pertahan AS
Lonjakan jumlah pengguna Claude itu terjadi hanya satu hari setelah Departemen Pertahanan AS menunjuk OpenAI untuk memasok AI ke jaringan militer rahasia. Meski masuk ke dalam daftar hitam dan pemerintah AS menunjuk perusahaan AI lain, bisnis Anthropic tetap melesat.
“Setiap hari pada pekan lalu merupakan rekor tertinggi sepanjang masa untuk pendaftaran Claude,” bunyi pernyataan dari perusahaan tersebut.
Pekan lalu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut Anthropic sebagai risiko rantai pasokan. Hal itu dikatakannya setelah CEO Anthropic Dario Amodei menolak untuk melangkahi batas merah atau batas aman terkait penggunaan teknologi perusahaannya untuk pengawasan massal dan senjata otonom penuh.
Amodei mengatakan bahwa model AI yang ada saat ini belum cukup bisa diandalkan untuk digunakan dalam senjata-senjata tersebut. Dia juga mengatakan bahwa pengawasan massal melanggar hak-hak konstitusional.
Dia pun membantah kemampuan pemerintah federal AS untuk menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan. Sejauh ini, dia telah memberitahu pelanggan serta kontraktor Pentagon bahwa penggunaan layanan mereka tidak terdampak.
Pemerintah federal AS menuduh bahwa Anthropic telah bertindak melampaui pemerintahan AS.
“Orang-orang gila Sayap Kiri di Anthropic telah membuat KESALAHAN FATAL karena mencoba MEMAKSA [Departemen Pertahanan], dan menyuruh mereka untuk mematuhi Ketentuan Layanan mereka alih-alih Konstitusi kita.” tulis Presiden AS Donald Trump di media sosial Truth Social.
Setelah itu, pemerintahan Trump menunjuk ChatGPT milik OpenAI untuk menjadi AI yang akan mereka gunakan, termasuk untuk pekerjaan pengawasan massal dan senjata otonom penuh.
CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan pada Jumat (27/2/2026) bahwa perusahaannya mencapai kesepakatan dengan pemerintah federal AS hanya beberapa jam setelah negosiasi antara Departemen Pertahanan AS dan Anthropic gagal.
Dia menyebutkan bahwa militer AS tidak akan menggunakan ChatGPT untuk sistem pembunuhan otonom atau pengawasan massal. Akan tetapi, klaim tersebut disambut dengan skeptisisme oleh banyak pakar AI, pengacara, pekerja teknologi, dan para pengguna.
Pihak-pihak tersebut mempertanyakan alasan pemerintah AS meninggalkan kemitraannya dengan Anthropic, tetapi justru membuat kesepakatan dengan OpenAI yang menerapkan pembatasan yang serupa dengan yang mereka kritik sebelumnya.
Setelah tercipta kesepakatan antara pemerintah AS dengan OpenAI, beberapa pengguna ChatGPT, termasuk penyanyi pop Katy Perry, mengumumkan di media sosial bahwa mereka beralih menggunakan layanan AI dari Anthropic. Mereka juga mendesak orang lain untuk turut membatalkan langganan ChatGPT mereka.
Anthropic mengatakan bahwa mereka telah mencatatkan kinerja awal tahun yang baik. Mereka mengeklaim bahwa pengguna aktif gratis mereka meningkat lebih dari 60% dan pendaftaran harian juga berlipat ganda hingga empat kali lipat. Pelanggan berbayar Claude juga meningkat lebih dari dua kali lipat.
Dengan banyaknya pengguna baru, Anthropic telah memudahkan mereka untuk beralih ke Claude melalui fitur memorinya, yang tersedia di semua paket berbayar. Melalui fitur tersebut, Claude dapat memperbarui memorinya dan memungkinkan pengguna untuk melanjutkan penggunaan AI mereka di layanan AI sebelumnya di Claude.
Terdapat sebuah panduan langkah demi langkah yang menyediakan prompt atau perintah bagi pengguna apabila mereka ingin meninggalkan penyedia AI lamanya dan beralih ke Claude.
“Claude dapat mengimpor hal-hal yang penting, sehingga percakapan pertama Anda terasa seperti percakapan yang keseratus.” tulis Anthropic di situsnya. (Laurensius Katon Kandela)