Pertamina dan EOG Resources jajaki penguatan kerja sama untuk tingkatkan produksi migas nasional melalui teknologi canggih dan pengembangan reservoir non-konvensional. [364] url asal
Bisnis.com, JAKARTA - Pertamina menjajaki penguatan kerja sama dengan perusahaan migas asal Amerika EOG Resources sebagai langkah lanjutan atas kolaborasi yang telah terjalin, guna mendorong peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Pertemuan antara Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, dengan jajaran pimpinan EOG Resources, yakni Joe Korenek (President EOG International dan Vice President International) serta Jonathan Chung (Director Business Development International), difokuskan pada pembahasan peluang pengembangan lanjutan dari kerja sama yang telah berjalan, khususnya pada pengembangan reservoir non-konvensional di Indonesia.
Dalam diskusi tersebut, kedua pihak mengeksplorasi potensi penguatan kolaborasi teknologi untuk meningkatkan produktivitas reservoir, termasuk melalui penerapan teknologi multi-stage hydraulic fracturing, horizontal drilling, serta optimasi desain fraktur yang menjadi keunggulan EOG Resources.
Oki Muraza menyampaikan bahwa penguatan kerja sama ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam meningkatkan produksi migas nasional. “Pertamina saat ini fokus pada pengembangan lapangan eksisting sekaligus mendorong pengembangan reservoir non-konvensional. Untuk itu, kami terus memperkuat kapabilitas, pengetahuan, dan penguasaan teknologi guna mendukung optimalisasi produksi secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut juga disampaikan perkembangan dukungan kebijakan yang tengah berproses di Indonesia untuk mempercepat pengembangan migas non-konvensional. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih menarik serta memberikan kepastian bagi implementasi teknologi di lapangan.
Sebagai perusahaan dengan pengalaman luas dalam pengembangan shale dan tight reservoir, EOG Resources dinilai memiliki kapabilitas yang relevan untuk mendukung upaya peningkatan produksi migas Indonesia melalui pendekatan berbasis teknologi dan efisiensi operasional.
Penjajakan penguatan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengakselerasi implementasi teknologi mutakhir dalam pengembangan reservoir non-konvensional, yang selama ini dikenal memiliki tingkat kompleksitas tinggi.
Melalui kelanjutan kolaborasi ini, Pertamina berharap dapat mempercepat realisasi potensi sumber daya migas non-konvensional sebagai salah satu pilar baru dalam peningkatan produksi nasional, sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia di masa depan.
Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.
Pertamina dan Apache bahas peluang pengembangan reservoir kompleks untuk tingkatkan produksi migas nasional melalui teknologi EOR dan MSF serta kolaborasi global. [411] url asal
Bisnis.com, HOUSTON - PT Pertamina (Persero) melakukan diskusi strategis dengan Apache Corporation terkait peluang pengembangan operasi hulu minyak dan gas bumi, dengan fokus pada penguatan kolaborasi pengembangan reservoir konvensional dan non konvensional guna mendukung peningkatan produksi minyak nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza, Senior Vice President, U.S. Assets & Corporate Development Apache Corporation Scott Grandt, serta jajaran manajemen.
Diskusi membahas sejumlah peluang kerja sama, mulai dari pengembangan aset hulu migas di Indonesia, potensi kolaborasi internasional, hingga penjajakan minat investasi dan peluang eksplorasi Apache di Indonesia.
Salah satu topik utama yang menjadi perhatian adalah pengembangan low quality reservoir melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Multi-Stage Fracturing (MSF). Teknologi ini dinilai memiliki potensi untuk mendukung optimalisasi produksi lapangan migas nasional, khususnya pada reservoir dengan karakteristik yang lebih kompleks.
Selain itu, kedua perusahaan turut menjajaki potensi pengembangan unconventional reservoir yang dinilai memiliki prospek menarik di tengah dinamika keekonomian energi dan perkembangan rantai pasok global saat ini.
Pertamina menekankan pentingnya membangun ekosistem pengembangan migas non konvensional yang kompetitif, didukung skema fiskal yang menarik, kepastian regulasi, penguatan supply chain, serta kolaborasi dengan mitra strategis global yang memiliki pengalaman teknis dan operasional.
Pertamina juga membuka peluang partnership pada aset-aset migas domestik milik perusahaan, sekaligus menjajaki potensi kolaborasi pada aset internasional. Pembahasan turut mencakup penguatan strategi merger and acquisition (M&A) guna memperkuat portofolio dan mendukung pertumbuhan bisnis hulu migas secara global.
Saat ini, Pertamina memiliki portofolio internasional yang terus berkembang, termasuk operasi luar negeri dengan produksi sekitar 200 ribu barel oil per day (KBOPD). Selain itu, Pertamina juga memperkuat partisipasi pada sejumlah proyek strategis global dan domestik, termasuk rencana pengembangan wilayah kerja di Cekungan Kutai bersama Eni S.p.A., serta pengembangan Lapangan Abadi Masela bersama INPEX Corporation dan Petronas.
Apache menyampaikan bahwa strategi internasional saat ini fokus pada pertumbuhan aset yang mampu memberikan value creation secara berkelanjutan melalui pendekatan organik. Apache memiliki pengalaman dalam pengelolaan aset migas konvensional onshore di Mesir serta pengembangan operasi di kawasan Permian Basin, Amerika Serikat.
Pertamina sendiri saat ini telah memulai pengeboran dengan pendekatan Multi-Stage Fracturing sebagai bagian dari langkah percepatan peningkatan produksi migas konvensional di Indonesia dan juga bersiap untuk melakukan pengeboran sumur appraisal horizontal migas non konvensional
Penjajakan kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung agenda Asta Cita pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas, penguatan teknologi, serta perluasan kemitraan strategis global guna mendukung keberlanjutan pasokan energi Indonesia di masa depan.
#50 tag sepekan
Warning: foreach() argument must be of type array|object, null given in /home/u1731472/public_html/sub/ekbisblog/inc.dashboard.php on line 56