Bisnis.com, BANDA ACEH — Ormat Technologies merupakan perusahaan energi panas bumi (geothermal) global yang terafiliasi dengan jaringan teknologi dan modal Israel.
Ormat Technologies dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan sistem energi terbarukan di berbagai negara.
Di Indonesia, Ormat beroperasi melalui PT Ormat Geothermal Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan perusahaan tersebut sebagai pemenang lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Dalam catatan Bisnis, penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 tanggal 8 Januari 2026. Wilayah Telaga Ranu diperkirakan memiliki cadangan energi sekitar 40 MW yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi.
Selain proyek Telaga Ranu, Ormat juga terlibat dalam pengembangan PLTP Ijen di Jawa Timur bersama anak usaha Medco Power yang telah beroperasi secara komersial.
Melalui anak usahanya, PT Ormat Geothermal Indonesia, Ormat memperluas kiprahnya ke pasar energi terbarukan Indonesia. Indonesia yang memiliki cadangan panas bumi terbesar kedua di dunia, menjadi lokasi strategis bagi ekspansi Ormat.
PT Ormat Geothermal Indonesia telah beroperasi sekitar satu dekade di Tanah Air dan berkomitmen meningkatkan investasi hingga mendekati US$1 miliar (sekitar Rp16,2 triliun) menjelang 2030. Rencana ini mencakup beberapa proyek panas bumi termasuk PLTP Sarulla di Sumatera Utara, di mana Ormat memiliki saham di konsorsium proyek tersebut.
Berdasarkan profil perusahaan di laman Ormat Technologies, perusahaan ini berdiri lebih dari lima dekade lalu dan berkembang menjadi perusahaan energi terbarukan global yang kini berbasis di Amerika Serikat. Ormat memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun dalam merancang, membangun, dan mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi, serta solusi energi terbarukan lainnya.
Pembangkit yang dikelola Ormat mencapai lebih dari 1.500 megawatt (MW) di berbagai negara. Perusahaan ini berfokus pada pengembangan energi berkelanjutan melalui teknologi panas bumi dan sistem penyimpanan energi.
Misi utama Ormat adalah menyediakan solusi energi terbarukan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap transisi energi global dan pengurangan emisi karbon.
“Energi bersih, andal, dan berkelanjutan melalui geothermal, recovered energy, serta solusi penyimpanan energi adalah fokus utama dan komitmen kami di seluruh dunia,” demikian tulisan Ormat Technologies di lamannya.
Perusahaan ini didirikan pada 1965 oleh insinyur Lucien dan istrinya Dita Bronicki di Yavne, Israel sebagai perusahaan teknologi turbin yang kemudian berkembang menjadi perusahaan energi panas bumi global.
Sejak awal, Ormat fokus pada energi terbarukan dan inovasi teknologi. Pada 1991, perusahaan tersebut tercatat di Bursa Efek Tel Aviv. Pada 2004, Ormat Technologies masuk di New York Stock Exchange (NYSE) sebagai perusahaan publik dengan simbol saham ORA.
Ormat telah merancang, membangun, dan mengoperasikan pembangkit listrik panas bumi di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Kenya, Guatemala, Honduras, dan Guadeloupe. Keahlian ini memberi perusahaan tersebut pengalaman operasional langsung sekaligus kapasitas teknologi yang kuat.