Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. (ISAT) menekankan pentingnya penguatan kesiapan infrastruktur teknologi sebagai pilar utama dalam mengoptimalkan adopsi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di Indonesia, alih-alih sekadar berfokus pada pengembangan model komputasi (models).
Guna merealisasikan potensi penuh ekosistem digital tersebut, emiten telekomunikasi ini gencar menanamkan investasi strategis pada infrastruktur pendukung, mulai dari pusat data (data center) berbasis GPU berdensitas tinggi hingga kesiapan jaringan berlatensi rendah di seluruh tanah air.
Director and Chief Legal & Regulatory Indosat Reski Damayanti menyampaikan pengembangan teknologi AI yang berkelanjutan dan berdaya guna tinggi mustahil terwujud tanpa ditopang oleh fondasi konektivitas serta kapasitas pemrosesan data yang mumpuni.
Menurutnya, lanskap industri digital saat ini kerap terlalu menitikberatkan perhatian pada pembaruan algoritma maupun aplikasi AI, sementara fondasi fisik yang menggerakkan sistem tersebut sering kali luput dari prioritas investasi jangka panjang korporasi.
Bagi Indosat, komitmen investasi di sektor infrastruktur AI didasari oleh kebutuhan riil untuk mengikis kesenjangan digital sekaligus memosisikan Indonesia sebagai pemain utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.
Dampak positif dari penguatan infrastruktur ini diyakini akan menstimulasi produktivitas lintas sektor industri, mempercepat transformasi pelayanan publik, serta membuka jalan bagi lahirnya inovasi berbasis kearifan lokal yang relevan dengan kebutuhan pasar domestik.
Keberadaan jaringan yang kuat juga menjadi jaminan operasional yang berkelanjutan bagi adopsi teknologi di era industri modern saat ini.
"Ketika kita berbicara tentang mengoptimalkan pemanfaatan AI, tantangannya tidak berhenti pada penyediaan models atau algoritma pintar saja. Kita butuh dukungan infrastruktur yang kokoh, tangguh, dan merata untuk memastikan teknologi ini dapat diakses serta memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Reski acara Indonesia Ethical AI Summit, dikutip Jumat (19/6/2026)
Dalam peta jalan transformasinya, Indosat telah bermitra dengan raksasa teknologi global untuk menghadirkan layanan komputasi awan berbasis GPU berkinerja tinggi.
Fasilitas ini ditujukan guna memfasilitasi kebutuhan korporasi maupun startup lokal yang ingin mengembangkan kecerdasan buatan secara mandiri.
Langkah investasi ini juga dinilai krusial untuk menjaga kedaulatan data nasional, di mana pemrosesan data skala besar dapat dilakukan secara domestik dengan standar keamanan siber tertinggi. Tanpa fondasi lokal yang kokoh, ketergantungan pada infrastruktur luar negeri akan membatasi fleksibilitas industri dalam negeri.
Reski menambahkan kehadiran infrastruktur AI yang andal akan langsung memicu multiplier effect terhadap ekosistem industri di Indonesia. Dari sisi operasional, jaringan logistik dapat dioptimalkan, prediksi sektor pertanian menjadi lebih akurat, hingga kualitas layanan kesehatan jarak jauh dapat ditingkatkan melalui analisis data medis secara seketika (real-time).
Namun, realisasi seluruh skenario tersebut membutuhkan konsumsi daya yang efisien dan jaringan transmisi data tanpa jeda di seluruh wilayah kepulauan.
"Alasan utama kami menanamkan investasi besar pada infrastruktur ini adalah untuk menciptakan landasan operasional yang stabil. Tanpa infrastruktur konektivitas dan pusat data yang memadai, aplikasi AI secanggih apa pun tidak akan mampu bekerja secara optimal di lapangan," kata Reski.
Melalui pendekatan terintegrasi ini, Indosat optimistis langkah investasi infrastruktur digital yang dijalankan saat ini akan menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi digital nasional di masa depan.
Pengembangan kapasitas ini sekaligus memastikan para pelaku usaha lokal memiliki daya saing yang sejajar di tingkat global dalam menghadapi gelombang disrupsi teknologi berikutnya, sekaligus mempercepat realisasi visi Indonesia Emas di bidang digital.